...

The number one energy and forest product returns to the policy a

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

The number one energy and forest product returns to the policy a
Brief CIFOR memberi informasi ilmiah
mengenai topik terkini di bidang penelitian
kehutanan secara ringkas dan akurat.
No. 39, Mei 2016
DOI: 10.17528/cifor/006115 cifor.org
Sistem bioenergi berkelanjutan untuk memulihkan dan
menaikkan nilai lahan terdegradasi
Pesan inti
••
Pasokan energi berbasis bahan bakar fosil tidak berkelanjutan;
bioenergi merupakan alternatif yang dapat menjawab kebutuhan
energi masyarakat di masa depan secara berkelanjutan.
••
Produksi bioenergi merupakan komponen penting untuk masa
depan rendah karbon dan aman-energi di sektor penggunaan
lahan di banyak negara, termasuk Indonesia.
••
Dalam banyak kasus, penggunaan lahan untuk tanaman
penghasil energi mengakibatkan efek merusak -- seperti
misalnya meningkatnya kompetisi untuk lahan subur dan air; dan
konversi vegetasi asli menjadi monokultur dengan berkurangnya
biodiversitas secara cepat dan meningkatnya emisi gas rumah
kaca (GRK).
••
Agroekosistem yang dirancang dengan baik dapat menghasilkan
bahan bakar dari tanaman baik yang ditanam di lahan
terdegradasi maupun marjinal, yang akan berkontribusi besar
pada target bioenergi Indonesia, disamping meminimalisir efekefek negatif lingkungan dan sosial dan merangsang ekonomi lokal.
••
Penelitian dari Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR)/
NIFoS (National Institute of Forest Science/Lembaga National
Ilmu Kehutanan) tentang bioenergi bertujuan untuk menilai
potensi produksi bioenergi di lahan terdegradasi di Indonesia,
dan kelayakan dan kekurangannya dari sistem semacam itu, dari
sudut pandang ekonomi, lingkungan dan sosial - untuk membantu
pengambilan keputusan oleh para pembuat kebijakan dan investor.
Foto oleh Aulia Erlangga/CIFOR
Bioenergi sebagai peluang baru
Kemampuan tanaman menangkap energi langsung dari matahari
dapat digunakan untuk menghasilkan bioenergi, yang dapat
menghasilkan listrik dan/atau bahan bakar untuk menggantikan
sumber energi tidak terbarukan. Dengan perencanaan dan
pengelolaan yang tepat, energi berbasis biomassa (bioenergi)
dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi pemanasan
global, disamping memberikan banyak manfaat sosioekonomi
dan lingkungan kepada masyarakat pedesaan. Sistem bioenergi
diharapkan untuk meluas di Indonesia pada dekade-dekade
mendatang untuk sejumlah alasan, seperti misalnya: (i) sistem ini
dipandang lebih aman dan berkelanjutan daripada sistem yang
mengandalkan bahan bakar fosil impor; (ii) pertumbuhan ekonomi
diharapkan dapat meningkatkan permintaan energi nasional
secara menyeluruh; (iii) dukungan kebijakan dan legislasi nasional
diharapkan dapat mendorong produksi bioenergi untuk memperoleh
ketahanan energi dan pemenuhan-mandiri; (iv) berbagai kemajuan
teknologi akan meningkatkan ketersediaan bioenergi; dan (v)
sistem bioenergi yang terkelola secara baik berpotensi menyokong
pembangunan pedesaan, dan bermanfaat bagi lingkungan dan
terciptanya kesempatan kerja.
Selanjutnya, Indonesia memiliki potensi signifikan untuk memproduksi
bioenergi dari lahan terdegradasi dan marjinal, karena banyaknya lahan
semacam ini di beberapa provinsi, kondisi iklim yang menguntungkan
untuk sejumlah spesies pohon bioenergi serta upah buruh yang
rendah. Disamping itu, permintaan nasional dan internasional
untuk bioenergi menjadi perhatian khusus bagi negara ekonomi
berkembang seperti Indonesia karena merupakan kesempatan untuk
mengembangkan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan. Namun,
perluasan perkebunan bioenergi merupakan isu kontroversial di
berbagai bagian dunia termasuk Indonesia, dan memerlukan lebih
banyak penelitian.
Peluang
•
•
Bioenergi dapat diproduksi dari tumbuhan yang tidak dapat
dimakan yang tumbuh di lahan yang tidak cocok untuk pertanian,
seperti misalnya lahan yang curam, terdegradasi dan ditinggalkan.
Pemanfaatan secara hati-hati lahan terdegradasi dan yang
ditinggalkan untuk memproduksi biomassa dapat menghasilkan
bahan bakar tanpa mengakibatkan dampak negatif pada tanaman
pangan dan degradasi lahan (biasanya dikaitkan dengan sektor
bioenergi di beberapa kawasan).
2
No. 39
Mei 2016
•
Sarana berbasis hutan untuk memproduksi bioenergi (mis. wanatani,
reforestasi dan aforestasi) dapat membantu menangani berbagai
tantangan lingkungan penting, misalnya dengan membalikkan
kehilangan biodiversitas, menstabilkan lahan, mengurangi erosi tanah
dan banjir dan menyediakan peluang ekonomi bagi masyarakat
pedesaan.
Penelitian
1.
Berbagai tantangan di depan
2.
•
3.
•
•
Bioenergi dan produksi pangan dapat saling bersaing untuk lahan,
yang akan meningkatkan harga komoditas pangan, kelaparan dan
ketidakamanan pangan.
Perencanaan produksi bioenergi yang buruk dapat mengarah pada
degradasi hutan alam yang lebih buruk yang dapat memengaruhi
penghidupan penduduk yang bergantung pada hutan; hal ini dapat
meningkatkan konflik lahan dan mengurangi biodiversitas.
Peningkatan penggunaan insektisida dan pupuk untuk
meningkatkan produktivitas biomassa mungkin memperburuk
degradasi lingkungan dan menyebabkan kehilangan kendali biologis
dan polusi air pada masyarakat hilir.
Penelitian ini akan berfokus pada potensi sistem produksi bioenergi
di lahan terdegradasi dan/atau lahan yang ditinggalkan di Kalimantan
Tengah. Hasil-hasil dari studi ini akan relevan dengan kawasan lain
Indonesia dan berbagai wilayah tropis lainnya.
Bagaimana proyek ini akan berkontribusi
pada penelitian bioenergi
Penelitian bioenergi berada dalam status bertumbuh di Indonesia.
Beberapa spesies pohon telah diidentifikasi sebagai sumber potensial
bioenergi, tetapi diperlukan pemahaman lebih mendalam mengenai
kecocokannya di lahan terdegradasi dan marjinal, sifat-sifat energi dan
opsi-opsi konversi energi yang paling efisien. Para investor dan pengambil
keputusan memerlukan pengujian di dunia nyata mengenai asumsi dan
ketidakpastian dalam konteks nasional dan lokal.
Proyek ini akan mengombinasikan penelitian literatur dan lapangan,
pembangunan kapasitas dan keterlibatan pemangku kepentingan pada
tingkat lokal dan subnasional dan berbagi pengetahuan di seluruh
wilayah dan lembaga. Penelitian akan dilakukan selama periode 2 tahun
dimulai pada bulan Oktober 2015. Penelitian ini difokuskan pada produksi
biomassa di lahan gambut terdegradasi di kabupaten Pulang Pisau di
Kalimantan Tengah dimana sebagian besar lahan dari bekas proyek
Mega Rice saat ini masih berupa lahan yang ditinggalkan.
Mengevaluasi potensi produksi bioenergi di lahan terdegradasi:
Komponen ini melibatkan pengumpulan data eksplisit secara spasial
di lahan terdegradasi, amplitudo lingkungan terkait dengan spesies
pohon dan kecocokan lokasi, produktivitas dan keuntungan ekonomis,
instrumen kebijakan dan legal terkait dengan penanaman pohon untuk
produksi bioenergi.
Penelitian tindakan dan percobaan demonstrasi dari spesies pohon
bioenergi terpilih yang utama: Komponen ini melibatkan pengujian
beberapa tanaman pohon bioenergi di lahan gambut terdegradasi,
memantau kinerja dan produktivitas terkait di Kalimantan Tengah.
Bahan bakar dan efisiensi energi: Komponen ini akan menilai teknologi
modern yang dikembangkan oleh para peneliti NIFoS untuk mengubah
biomassa menjadi bioenergi. Komponen ini akan mengevaluasi sifatsifat energi dari spesies pohon yang cocok untuk lahan terdegradasi
dan efisiensi dari opsi-opsi konversi energi untuk berbagai situasi.
Pelibatan pemangku kepentingan dan
pembangunan kapasitas
Proyek ini akan mengumpulkan beragam pemangku kepentingan, seperti
masyarakat pedesaan, para peneliti muda dari berbagai universitas lokal
dan internasional, dan berbagai organisasi non-pemerintah. Serangkaian
lokakarya -pertukaran pengetahuan akan diselenggarakan, pelatihan dan
pertukaran kunjungan akan menyediakan peluang untuk mengembangkan
kapasitas para peneliti lokal. Keterlibatan pemangku kepentingan akan
memastikan bahwa pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian dan uji
coba demonstrasi mendukung dalam proses kebijakan untuk menggunakan
lahan terdegradasi untuk produksi bioenergi.
Berbagi pengetahuan
Pendekatan CIFOR yang baik dalam pelibatan mitra dan pertukaran
pengetahuan memainkan peran penting dalam memfasilitasi hasil-hasil
positif nasional, subnasional dan lokal. Pengetahuan yang dihasilkan
penelitian bioenergi CIFOR akan dibagikan melalui sejumlah publikasi
seperti ulasan singkat kebijakan, publikasi ilmiah, fakta singkat, toolkit
dan multimedia (misalnya blog, video, infografik, dll). Pengetahuan juga
akan dibagikan melalui berbagai lokakarya dan seminar untuk menarget
para pembuat kebijakan dan keputusan dalam usaha untuk membantu
menginformasikan dan membentuk kebijakan nasional dan subnasional.
Untuk informasi lebih lanjut terkait bioenergi CIFOR/NIFoS, silakan
menghubungi:
•• Himlal Baral, CIFOR [email protected]
•• Soo Min Lee, NIFoS [email protected]
Penelitian ini dilaksanakan oleh CIFOR sebagai bagian dari Program Penelitian CGIAR pada Hutan, Pohon dan Wanatani
(CRP-FTA). Program kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan hutan, wanatani, dan
sumber daya genetis pohon yang mencakup lanskap dari hutan sampai ke lahan budidaya. CIFOR memimpin CRP-FTA
melalui kemitraan dengan Bioversity International, CATIE, CIRAD, International Center for Tropical Agriculture dan World
Agroforestry Centre.
Fund
cifor.org
blog.cifor.org
Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR)
CIFOR memajukan kesejahteraan manusia, konservasi lingkungan dan kesetaraan melalui penelitian yang membantu
membentuk kebijakan dan praktik kehutanan di negara berkembang. CIFOR adalah anggota Konsorsium CGIAR. Kantor
pusat kami berada di Bogor, Indonesia, dengan kantor wilayah di Asia, Afrika dan Amerika Latin.
Fly UP