...

INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM UNTUK MEMBENTUK

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM UNTUK MEMBENTUK
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM UNTUK
MEMBENTUK SIKAP DAN PERILAKU SISWA
SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AL-MUKMINUN
NGRAMBE NGAWI
Wibawati Bermi
Abstract
In this study has the sole purpose to describe the curriculum
applied in Integrated Islamic Primary School Al-Mukminun Ngrambe
Ngawi, the process of internalizing the values of the Islamic religion in
the attitudes and students behavior, and the relationship process of
internalization of values of Islam with the formation of attitudes and
behavior.
Implementation of this research using naturalistic qualitative
approach, and the main subject is the vice-principal, teacher / homeroom,
students and parents. The results showed as follows: 1) Curriculum
Integrated Islamic Primary School Al-Mukminun using Ministry of
education curriculum, the curriculum of the Ministry of Religious
Affairs, and institutional curriculum. 2) The process of internalization of
Islamic values on students' attitudes and behavior approach: persuade and
accustom, raise awareness, and show discipline and uphold the rules of
the school. Teaching methods include modeling, ibrah with storytelling,
speech and mau'zah (suggestion), question and answer, demonstration,
habbit formations, field / real experience, assignments, outbound,
singing. 3) Use of the model curriculum and internalization of values
religious values of Islam proved to be shaping students' attitudes and
behaviors of obedience to God, both to fellow beings and nature, a good
personality, responsibility, BRAVEMAN, think Critically and civillize
healthy behavior.
Keywords: Islamic values, attitudes and behavior, Integrated Islamic
Primary School Al-Mukminun
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
1
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
Pendahuluan
Dengan adanya era reformasi tahun 1998 di Indonesia, media
massa mulai tumbuh subur bagaikan jamur dimusim hujan berkembang
dengan pesat. Apalagi setelah ditetapkannya undang- undang tentang
kebebasan pers oleh DPR RI, media massa di Indonesia semakin
tumbuh subur berkembang dengan pesatnya dan hampir-hampir tidak
dapat dikendalikan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Dengan
berlindung dibawah undang-undang kebebasan pers, banyak sekali
bermunculan media massa baik elektronik maupun cetak yang hanya
mengejar
keinginan
untuk
meraup
keuntungan
saja,
dengan
menyuguhkan informasi-informasi dan tayangan yang kurang bermoral
tanpa memperdulikan dampak buruk yang dapat ditimbulkannya pada
masyarakat.
Perkembangan media massa saat ini disatu sisi merupakan gejala
yang cukup baik untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya
kesadaran
masyarakat
perkembangan
media
akan
massa
demokrasi.
saat
ini
Namun
juga
di
dapat
sisi
lain,
mengancam
perkembangan kepribadian, sikap dan perilaku moral anak-anak bangsa.
Berbagai macam tayangan yang fulgar, erotis dan sensual dari
berbagai macam media massa telah berlangsung terus-menerus dalam
kehidupan sehari-hari
di lingkungan masyarakat kita. Tayangan-
tayangan yang kurang mendidik dan jauh dari nilai-nilai moral
tersebut dengan mudahnya dapat dilihat dan dinikmati oleh siapa saja
tidak terkecuali oleh anak-anak kita.
Banyaknya suguhan yang cukup fulgar oleh media massa baik
cetak maupun elektronik yang tidak pantas dan belum saatnya
diterima oleh anak-anak, secara perlahan tapi pasti telah mulai
berpengaruh pada rusakenya moral dan kepribadian anak-anak bangsa.
Lembaga pendidikan mempunyai peranan yang cukup penting
dalam
membentuk
kepribadian
dan
tingkah
laku
moral
anak.
Lembaga pendidikan juga mempunyai peranan yang cukup penting
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
2
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
untuk memberikan pemahaman dan benteng pertahanan kepada anak
agar terhindar dari jeratan negatif media massa. Oleh karena itu
sebagai antisipasi terhadap dampak negatif media massa tersebut,
lembaga pendidikan selain memberikan bekal ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni (IPTEKS), serta ketrampilan berfikir kreatif, juga
harus mampu membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian,
bermoral, beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Berangkat dari peran penting pendidikan dalam membentuk
kepribadian dan tingkah laku moral anak tersebut, menarik kiranya
untuk mengkaji lebih jauh tentang model kurikulum yang diterapkan
oleh Sekolah Dasar Islam Terpadu di Al-Mukminun Ngrambe, proses
internalisasi nilai yang dilakukan, dan sekaligus hasil yang dicapainya
dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam ke dalam sikap dan perilaku
siswa.
Nilai-Nilai Agama Islam
Williams (Macionis, 1970: 33) mengemukakan bahwa nilai
merupakan: “…what is desirable, good or bad, beautiful or ugly”.
Sedang Light, Keller, & Calhoun (1989: 81) memberikan batasan
nilai sebagai berikut: “Value is general idea that people share about
what is good or bad, desirable or undesirable. Value transcend any
one particular situation. …Value people hold tend to color their
overall way of life”. (Nilai merupakan gagasan umum orang-orang,
yang berbicara seputar apa yang baik atau buruk, yang diharapkan atau
yang tidak diharapkan. Nilai mewarnai pikiran seseorang dalam situasi
tertentu. .... Nilai yang dianut cenderung mewarnai keseluruhan cara
hidup mereka).
Darajat, dkk (1984 : 260) memberikan pengertian bahwa nilai adalah
suatu perangkat keyakinan ataupun perasaan yang diyakini sebagai suatu
idedntitas yang memberikan corak yang khusus kepada pola pemikiran,
perasaan, keterikatan, maupun prilaku.
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
3
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
Nilai bukan saja dijadikan rujukan untuk bersikap dan berbuat dalam
masyarakat, akan tetapi dijadikan pula sebagai ukuran benar tidaknya
suatu fenomena perbuatan dalam masyarakat itu sendiri. Apabila ada
suatu fenomena sosial yang bertentangan dengan sistem nilai yang dianut
oleh masyarakat, maka perbuatan tersebut dinyatakan bertentangan
dengan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat, dan akan mendapatkan
penolakan dari masyarakat tersebut.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai
merupakan sesuatu yang abstrak, ideal yangdiyakini kebenarannya dan
dianut serta dijadikan sebagai acuan dasar individu dan masyarakat dalam
menentukan sesuatu yang dipandang baik, benar, bernilai maupun
berharga. Nilai merupakan bagian dari kepribadian individu yang
berpengaruh terhadap pemilihan cara maupun tujuan tindakan dari
beberapa alternatif serta mengarahkan kepada tingkah laku dan kepuasan
dalam kehidupan sehari-hari. Nilai merupakan daya pendorong dalam
hidup, yang memberi makna dan pengabsahan pada tindakan seseorang.
Oleh karena itu, nilai dalam setiap individu dapat mewarnai kepribadian
kelompok atau kepribadian bangsa.
Aspek nilai-nilai ajaran Islam pada intinya dapat dibedakan menjadi
tiga jenis, yaitu nilai-nilai aqidah, nilai-nilai ibadah, dan nilai-nilai akhlak.
Nilai-nilai aqidah mengajarkan manusia untuk percaya akan adanya Allah
Yang Maha Esa dan Maha Kuasa sebagai Sang Pencipta alam semesta,
yang akan senantiasa mengawasi dan memperhitungkan segala perbuatan
manusia di dunia. Dengan merasa sepenuh hati bahwa Allah itu ada dan
Maha Kuasa, maka manusia akan lebih taat untuk menjalankan segala
sesuatu yang telah diperintahkan oleh Allah dan takut untuk berbuat
dhalim atau kerusakan di muka bumi ini. Nilai-nilai ibadah mengajarkan
pada manusia agar dalam setiap perbuatannya senantiasa dilandasi hati
yang ikhlas guna mencapai rido Allah. Pengamalan konsep nilai-nilai
ibadah akan melahirkan manusia-manusia yang adil, jujur, dan suka
membantu sesamanya. Selanjutnya yang terakhir nilai-nilai akhlak
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
4
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
mengajarkan kepada manusia untuk bersikap dan berperilaku yang baik
sesuai norma atau adab yang benar dan baik, sehingga akan membawa
pada kehidupan manusia yang tenteram, damai, harmonis, dan seimbang.
Dengan demikian jelas bahwa nilai-nilai ajaran Islam merupakan nilainilai yang akan mampu memba a manusia pada kebahagiaan,
kesejahteraan, dan keselamatan manusia baik dalam kehidupan di dunia
maupun kehidupan di akhirat kelak.
Nilai-nilai agama Islam memuat Aturan-aturan Allah yang antara lain
meliputi aturan yang mengatur tentang hubungan manusia dengan Allah,
hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam
secara keseluruhan (Toto Suryana, dkk; 1996: 148-150). Manusia akan
mengalami ketidak-nyamanan, ketidak-harmonisan, ketidak-tentraman,
atau pun mengalami permasalahan dalam hidupnya, jika dalam menjalin
hubungan-hubungan tersebut terjadi ketimpangan atau tidak mengikuti
aturan yang telah ditetapkan oleh Allah.
Sikap dan Perilaku
Sikap dapat didefinisikan sebagai kecenderungan afektif suka tidak
suka pada sesuatu obyek sosial tertentu. Sebagai misal seseorang sadar
bahwa mandi itu penting bagi kesehatan badan, meskipun cuaca pagi
sangat dingin, maka dia paksakan dirinya untuk selalu mandi di waktu
pagi setiap hari. Dalam konteks ini, orang tersebut mandi karena
adanya obyek sosial yang berhubungan dengan kesehatan badannya,
sehingga demi menjaga kesehatan badan, suka tidak suka, meskipun
cuaca dingin ia tetap melakukan aktifitas mandi di waktu pagi setiap hari.
Ditinjau dari stabilitas kecenderungan afektif pada contoh di atas
merupakan deskripsi dari sikap.
Definisi di atas, sesuai dengan definisi sikap yang dikembangkan
oleh Noeng Muhadjir (1992: 95) bahwa: Sikap merupakan ekspresi
afek
seseorang
pada
obyek
sosial
tertentu
yang
mempunyai
kemungkinan rentangan dari suka sampai tak suka. Obyek-obyek sosial
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
5
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
tersebut dapat beraneka ragam, mungkin orang, mungkin tingkah laku
orang, mungkin lembaga kemasyarakatan, atau lainnya.
Lebih lanjut menurut Noeng Muhadjir (1992: 80) sikap ditinjau
dari unsur- unsur pembentuknya dapat dibedakan menjadi tiga hal
yaitu sikap yang transformatif, transaktif dan transinternal. Sikap yang
transformatif merupakan sikap yang lebih bersifat psikomotorik atau
kurang disadari. Sikap yang transaksional merupakan sikap yang lebih
mendasar pada kenyataan obyektif, sedang sikap yang transinternal
merupakan sikap yang lebih dipedomani oleh nilai-nilai hidup.
Di tinjau dari kategori sikap di atas, maka sikap seseorang
terhadap sesuatu obyek tertentu dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang
dianut
atau
yang
melatarbelakangi
seseorang
tersebut
sebagai
pengalaman hidupnya. Orang yang telah tertanam dan terkristal nilainilai tertentu dalam mental atau kepribadiannya, tentunya dalam
menghadapi dan merespon sesuatu tersebut akan diwarnai oleh nilainilai yang diyakininya. Dengan demikian internalisasi nilai-nilai agama
Islam sejak
usia dini akan berpengaruh terhadap sikap anak
dikehidupan dewasa nanti. Oleh karenanya internalisasi nilai-nilai
agama Islam kepada anak perlu dilakukan sedini mungkin. Sikap
biasanya dikaitkan dengan perilaku. Perilaku merupakan manifestasi
dari respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus lingkungan sosial
tertentu.
Perilaku termasuk dalam domain psikomotor. Dalam pandangan
Noeng Muhadjir (1992) perilaku tidak sekedar psikomotor tetapi
merupakan performance kecakapan. Kecakapan berkaitan dengan aspekaspek kecepatan, ketepatan, dan stabilitas suatu respon atau reaksi
terhadap suatu stimulasi lingkungan. Lebih lanjut Noeng Muhadjir
(1992: 57-69) mengemukakan tinjauannya tentang beberapa jenis
kecakapan yang berhubungan dengan kesuksesan seseorang dalam
menempuh
kehidupan, antara lain yaitu: kecakapan berempathy
(kecakapan yang berhubungan dengan tingkah laku sosial), kecakapan
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
6
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
intelektual, kecakapan mental (ketahanan atau ketangguhan mental),
kecakapan dalam mengelola hasrat atau motivasi, dan kecakapan
dalam bertingkah laku sesuai etika masyarakat (watak baik buruk).
Berdasarkan beberapa jenis kecakapan tersebut di atas, perilaku
yang dimaksud dalam kajian ini lebih cenderung mengarah pada perilaku
yang berhubungan dengan kecakapan (performance) dalam bertindak
(watak baik dan buruk) sesuai ukuran norma(etika/adab) ajaran Islam.
Jadi perilaku yang dimaksud disini lebih dekat dengan dengan istilah
akhlak dalam tinjauan Islam. Sebagai misal perilaku makan dengan
menggunakan tangan kanan dan dengan berdo’a terlebih dahulu
merupakan perilaku (akhlak) yang sesuai dengan etika/adab Islam.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik,
dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru
kelas, siswa, dan orang tua
siswa. Untuk mengumpulkan data
digunakan metode observasi, wawancara m e n d a l a m a t a u F o c u s
Group
Discussion
pengujiankeabsahan
( F G D ) dan
data
diukur
analisis
dengan
dokumen.
menggunakan
Dalam
teknik
trianggulasi sumber, metode, dan teori, melakukan perpanjangan
waktu pengamatan, pengamatan secara terus menerus, kecukupan
bahan referensi, pengecekan dengan teman sejawat melalui diskusi, dan
member-check . Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi
data, display data, dan pengambilan kesimpulan.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Model Kurikulum SDIT Al-Mukminun Ngrambe
Model kurikulum SDIT Al-Mukminun N g r a m b e didasarkan
pada landasan filosofis pemikiran Islam dalam memandang alam
semesta, manusia dan hakekat kehidupannya. Menurut pandangan
Islam, pada hakekatnya hidup manusia sebagai hamba Allah
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
7
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
membawa konskuensi untuk senantiasa taat kepada syariat Allah
SWT.
Oleh
karena
itu,
pendidikan
harus
diarahkan
untuk
membentuk kepribadian Islam yang tangguh, yaitu manusia yang
memahami hakekat hidupnya dan mampu mewujudkannya.
Program
pembelajarn
di
SDIT
Al-Mukminun Ngrambe
dikembangkan dalam rangka membentuk pribadi yang Islami sesuai
fase perkembangan anak serta paradigma pendidikan Islam. Sistem
pendidikan di SDIT Al-Mukminun Ngrambe bercorak umum,
madrasah
dan
pesantren.
Khusus
menyangkut
pembentukan
kepribadian Islam, sistem pendidikan di SDIT Al-Mukminun
Ngrambe didesain untuk mendorong siswa agar mulai terbiasa
mengamalkan sifat-sifat dari kepribadian Islam. Sementara, untuk
pengembangan kemampuan dasar ipteks dan ketrampilan, bahan ajar
yang
digunakan
mengacu
kepada
kurikulum
Departemen
Pendidikan Nasional, sedang bahan ajar tsaqofah Islam (Ilmu-ilmu
yang bersumber dari aqidah Islam) mengacu kepada kurikulum
Departemen Agama ditambah kurikulum muatan lembaga.
Adapun susunan program pembelajaran di SDIT Al-Mukminun
Ngrambe adalah sebagai berikut:
Tabel 1.
Struktur Program Pembelajaran SDIT Al-Mukminun Ngrambe
NO
MATA PELAJARAN
MATERI TSAQOFAH ISLAM
1
Aqidah dan Akhlaq
2
Fiqih
3
Qur’an Hadist
4
Sejarah Kebuyaan Islam
5
Bahasa Arab
6
Tahfizul Qur’an *)
7
Qiro’aty/Tahsin Al-Qur’an *)
MATERI ILMU KEHIDUPAN
8
PPKn
9
Bahasa Indonesia
10
Matematika
11
Ilmu Pengetahuan Alam
Wibawati Bermi
I
II
Kelas / Tingkat
III IV V
VI
2
2
2
2
2
4
8
2
2
2
2
2
6
6
2
2
2
2
2
8
4
2
2
2
2
2
8
4
2
2
2
2
2
8
4
2
2
2
2
2
8
4
2
6
6
2
2
6
6
2
2
6
6
4
2
6
6
4
2
6
6
4
2
6
6
4
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
8
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
12
Ilmu Pengetahuan Sosial
MATERI PENUNJANG
13
Kerajinan Tangan dan
14
Pendidikan
Kesenian Jasmani &
15
Bahasa
Inggris
Kesehatan
16
Bahasa Jawa
17
Seni Lukis
Jumlah
-
-
3
3
3
3
2
3
2
2
47
2
3
2
2
47
2
2
2
2
2
53
2
2
2
2
2
53
2
2
2
2
2
53
2
2
2
2
2
53
Keterangan:
*) Tahfizul / Qiro’aty / Tahsin Al-Qur’an merupakan salah satu
program khususyang ditargetkan siswa mampu membaca Al-Qur’an dengan
fasih dan hafal 3 juz Al-Qur’an selama di SDIT dengan harapan
dilanjutkan di SLTP IT dan SMU IT insya Allah kelak akan menjadi
sarjana yang menguasai disiplin ilmu dan hafal Al- Qur’an beserta
aplikasinya sesuai keahlian masing-masing. Disamping itu program ini
juga sebagai upaya pengkondisian dan penguatan moralitas, pembiasaan
hidup bersama Al-Qur’an sehingga akan mencintainya dan insya Allah
benar-benar menjadi generasi Qur’ani. Adapun angka yang di letakkan di
bawah nama tingkat kelas menunjukkan jumlah dan jam mata pelajaran
dalam setiap minggu.
Tabel 2.
Struktur Program Pengajaran Tahfidzul Qur’an, Qiroaty dan Bimbingan
PROGRAM
QIROATY
III
IV
Jilid
I
Jilid
II
Tahsin
Tahsin
1&2
3&4
Ghorib
Ghorib
Tajwid
Tajwid
V
VI
Pemantapan
TAHFIDZ
Juz 30
Juz 29
Juz 28
Dan
Penambahan
Hafalan
BIMBINGAN Bacaan
Sholat
Hafalan
Hafalan
Hafalan do’a,
Do’a
40 hadits
surat- surat
Hadits
Dan
Sehari-
pendek
Al- Qur’an
Arbain
Penambahan
hari
Hafalan
Pemantapan
Annawawi
Di samping program pembelajaran kurikuler, SDIT AlMukminun Ngrambe juga melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
yang dilaksanakan setiap hari Sabtu mulai kelas III sampai kelas
VI, dengan kegiatan: 1). Kepanduan, 2). Renang, 3). Sempoa, 4).
Dokter Kecil, 5). Outbound, 6). Mental Aritmatika, 7). Berkebun,
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
9
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
8). Beladiri Islami (Thifan Po Khan), 9). Murotal, 10) Market Day,
11) Berternak, 12). Hari berbahasa Internasional (Arab dan Inggris),
13). Home Visit
2. Internalisasi
Nilai-nilai Agama Islam dalam Pembentukan
Sikap dan Perilaku Siswa SDIT Al-Mukminun Ngrambe
a. Aspek Nilai-nilai Agama Islam yang Ditanamkan
1) Ditinjau dari Pola Sikap dan Perilaku kepada Allah
Aspek nilai-nilai ajaran Islam yang ditanamkan kepada
siswa ditinjau dari pola sikap dan perilaku kepada Allah antara
lain meliputi aspek nilai-nilai aqidah, ibadah
mahdlah, dan
akhlak. Secara normatif penanaman aspek nilai-nilai aqidah dan
akhlaq kepada Allah di SDIT Al-Mukminun Ngrambe diberikan
malalui
materi pelajaran aqidah dan akhlaq, serta materi
pelajaran qur’an, hadist dan fiqih.
Sedang secara aplikatif
penanaman aspek nilai-nilai aqidah dan akhlak serta ibadah yang
berkaitan dengan pola perilaku kepada Allah dilakukan melalui
kegiatan pembelajaran pada setiap harinya yang sarat dengan
nuansa nilai-nilai aqidah dan
akhlak, serta ibadah. Jadi
penanaman nilai-nilai aqidah dan akhlak serta ibadah di SDIT
Al-Mukminun Ngrambe tidak hanya diajarkan secara formal dan
normatif melalui pelajaran aqidah-akhlak dan fiqih, tetapi juga
diintegrasikan dengan semua mata pelajaran yang diajarkan.
Sebagai contoh dapat dilihat dari deskripsi kegiatan
pembelajaran sebagai berikut: Pada hari Rabo (observasi, 04-022015) pukul 07.30 - 08.30 WIB. seorang guru sedang mengawali
materi pelajaran matematika. Bapak Guru memulai materi
pelajaran dengan mengucapkan salam. Sebelum memasuki materi
pelajaran Matematika bapak guru bertanya pada siswa: “ Apakah
kalian sudah siap belajar?” secara serentak siswa menjawab:
“Sudah siap pak!”. Bapak guru selanjutnya mengajak siswa
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
10
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
untuk bersama-sama berdo’a yang dilafalkan secara keras dan
serempak. Setelah berdo’a bapak guru bertanya: “siapa yang hari
ini belum sholat subuh?” Ternyata masih ada 10 anak putra
yang belum sholat subuh dengan menunjukkan jari mereka,
sementara putrinya tidak ada yang menunjukkan jari. Sesaat
setelah kesepuluh siswa itu merasa belum sholat subuh, pagi itu
mereka langsung izin keluar dan pergi ke masjid sekolah untuk
menunaikan sholat subuh. Guru lalu mengingatkan kembali agar
siswa tidak lupa untuk menunaikan sholat lima waktu termasuk
sholat subuh, serta mengingatkan agar bangun tidak kesiangan.
Seperti biasa 15 menit sebelum materi pelajaran dimulai
pembelajaran didahului dengan materi hafalan Juz ’Amma (Juz ke
30 dari Al Qur’an).
Sementara setelah kesepuluh siswa yang menunaikan sholat
subuh di masjid sudah kembali, lalu guru meminta siswa untuk
menghapalkan surat Al-Ghosyiyah itu secara bersama-sama,
secara berulang-ulang dan variatif seperti per deret bangku atau
jenis kelamin, sambil mengkompetisikan diantara mereka. Guru
akhirnya
mengakhiri pelajaran tahfid (hafalan Qur’an) itu
dengan pesan agar mereka yang belum hafal bisa menghapalkan
kembali di rumah bersama ayah atau ibu mereka. Kemudian
guru meminta untuk mengeluarkan buku matematika. Sebelum
pembelajaran matematika dimulai guru meminta siswa tepuk
matematika. Pelajaran matematika hari itu berakhir pada pukul
08.30 dengan bacaan Hamdallah bersama.
Berdasarkan deskripsi di atas, terlihat bahwa pembelajaran
di SDIT Al- Mukminun Ngrambe senantiasa di awali dengan
berdo’a. Berdo’a sebelum belajar merupakan perwujudan akhlak
kepada Allah dalam belajar, sekaligus berdo’a kepada Allah
merupakan perwujudan aqidah Islam yang lurus. Selain berdo’a
guru juga menanamkan nilai ibadah kepada siswa melalui
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
11
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
pengontrolan
pelaksanaan ibadah sholat setiap harinya. Ini
menunjukkan penanaman nilai ibadah
di
SDIT
dilakukan
dengan metode pembiasaan. Kebenaran asumsi ini diperkuat
dengan adanya pelaksanaan shalat dhuhur dan ashar secara
berjamaah yang senantiasa dilaksanakan setiap harinya di Masjid
SDIT Al-Mukminun Ngrambe. Siswa setiap hari senantiasa
dibimbing dan dikontrol serta dib ri pemahaman akan pentingnya
shalat berjamaah. Setelah shalat berjamaah, siswa juga dibimbing
secara bersama-sama untuk senantiasa berdzikir kepada Allah.
Selain melalui pembiasaan shalat berjamaah, penanaman aqidah,
akhlak, dan ibadah juga diberikan melalui bimbingan dan
pengontrolan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
2) Ditinjau dari Pola Perilaku kepada Sesama Manusia
Penanaman nilai-nilai keimanan yang berkaitan dengan
pola perilaku kepada sesama manusia di SDIT Al-Mukminun
Ngrambe, secara normatif terlihat pada GBPP materi pelajaran
Aqidah dan Akhlak. Dalam materi tersebut terlihat adanya
penekanan adab sopan-santun kepada orang tua dan gurunya,
adab sopan- santun kepada tetangga, dan beberapa anjuran untuk
menyayangi sesama manusia, beramal shodaqoh sebagai rasa
syukur atas nikmat rezeki yang diberikan oleh Allah serta
kepedulian sosial dan semua sikap dan perilaku itu hendaknya
dilakukan karena percaya akan adanya Allah yang maha
mengasihi dan menyayangi kepada
hamba-hambanya yang
berbuat kebajikan.
Aspek penanaman nilai-nilai keimanan dan akhlakul
karimah dalam pola perilaku kepada sesama manusia juga
terlihat pada sistem nilai (budaya sekolah) yang dikembangkan,
yang antara lain yaitu; aku anak shalih, rasulullah teladanku,
menghormati orang tua dan guru, serta teman muslimku adalah
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
12
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
saudaraku.
Untuk
menanamkan
kebiasaan
anak
beramal
shodaqoh, di ruang kantor depan kepala sekolah disediakan kotak
infak.
3) Ditinjau dari Pola Perilaku kepada Alam
Islam memandang alam sebagai milik Allah yang wajib
disyukuri dengan menggunakan dan mengelola alam sebaikbaiknya, agar dapat memberi manfaat bagi kehidupan manusia.
Dengan demikian perlu ditanamkan konsep keimanan kepada anak
sedini mungkin, tentang pentingnya memelihara dan menjaga
keseimbangan alam, serta memelihara kebersihan dan keindahan
lingkungan
agar
tetap nyaman dan indah sebagai wujud
ketaatannya kepada Allah. Penanaman nilai- nilai keimanan,
mu’amalah, dan akhlak yang berkaitan dengan aspek pola
perilaku manusia dengan alam secara normatif terlihat pada
materi pelajaran IPA dan sains yang telah dikembangkan dan
dikaitkan
memelihara
dengan
dan
ayat-ayat
menjaga
Al-Qur’an
kelestarian
tentang
alam
dan
pentingnya
larangan
merusaknya. Secara aplikatif penanaman nilai-nilai mu’amalah
yang berkaitan dengan sikap dan
perilaku siswa kepada
lingkungan alam terlihat diberikan melalui pembagian jadwal
piket harian siswa dalam menjaga kebersihan ruangan kelas di
masing-masing kelas. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk
menumbuhkan sikap kecintaan
siswa
terhadap
keindahan
lingkungan sekitar, terlihat dalam kegiatan para siswa dalam
melukisi tembok pagar tanaman bunga di lingkungan SDIT AlMukminun Ngrambe (observasi 10 Pebruari 2015).
Nampak para siswa di halaman sekolah sedang asyik
melukisi tembok pagar tanaman dengan cat tembok yang berpola
jajaran genjang secara bervariasi warna. Meskipun semua lukisan
tersebut dikerjakan oleh para siswa sendiri, namun hasil lukisan
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
13
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
tersebut ternyata terlihat rapi dan indah. Penanaman nilai-nilai
keimanan, mu’amalah dan akhlak Islam di SDIT Al-Mukminun
Ngrambe yang berkaitan dengan aspek sikap dan perilaku siswa
terhadap lingkungan alam, masih cenderung bersifat normatif, dan
belum begitu aplikatif.
b. Upaya Internalisasi Nilai-nilai Agama Islam ke dalam
Sikap dan Perilaku Siswa
Upaya yang telah dilakukan SDIT Al-Mukminun Ngrambe
untuk menginternalisasikan nilai-nilai agama Islam ke dalam
sikap dan perilaku siswa, antara lain dengan: (1) senantiasa
mensosialisasikan dan mengevalusi kembali tingkat ketercapaian
visi dan misi lembaga kepada semua guru; (2) Senantiasa
mengkaji dan mengembangkan kurikulum SDIT; (3) berusaha
mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam ke dalam setiap mata
pelajaran; (4) mengembangkan semua bahan pelajaran dengan
bernuansakan Islam; (5) mensyaratkan kepada setiap guru,
minimal
harus
memberikan
hafal
teladan
Al-Qur’an
kepada
siswa
sejumlah
dalam
juz’
dan
bersikap
dan
1
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai agama Islam; (6) kegiatan
pengajian atau ceramah keagamaan; (7) pembinaan shalat
berjamaah; (8) pembinaan cinta Al-Qur’an; (9) kegiatan halaqoh;
(10) bimbingan manasik haji; (11) keputrian; (12) night study
club; (13) kunjungan studi, dan (14) melakukan kerjasama
dengan pihak keluarga.
c. Suasana Interaksi Pembelajaran
Suasana
interaksi
antara
guru
dengan
siswa
dalam
pembelajaran di SDIT Al-Mukminun Ngrambe dibangun dengan
suasana demokratis dimana siswa dianggap sebagai mitra
belajar, sedang guru
Wibawati Bermi
sebagai fasilitator
dan pembimbing.
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
14
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
Suasana interaksi pembelajaran juga dibangun atas dasar kasih
sayang, serta hubungan kedekatan dan kebersamaan di mana
guru memposisikan dirinya sebagai sosok ustadz, sahabat, dan
orang tua siswa.
d. Pendekatan dan Metode Penanaman Nilai-nilai Agama Islam
Pendekatan untuk internalisasi nilai-nilai agama Islam kepada
siswa dilakukan melalui proses pendekatan secara bertahap
berdasarkan perkembangan psikologis anak. Tahapan penanaman
nilai-nilai agama Islam tersebut, pertama dengan ajakan dan
pembiasaan, berikutnya adalah proses penyadaran emosi, dan
terakhir adalah proses pendisiplinan dan penegakan aturan bagi
siswa yang melanggar. Sedang metode yang digunakan meliputi
metode: keteladanan, ibrah dengan cerita, ceramah dan mau’zah
(nasehat), tanya jawab, perumpamaan dan sindiran, demonstrasi,
pembiasaan, pengalaman langsung, penugasan, out bond, dan
bernyanyi.
3. Perkembangan Sikap dan Perilaku Siswa SDIT Al-Mukminun
Ngrambe.
Perkembangan sikap dan perilaku siswa SDIT yang dihasilkan
setelah duduk di kelas tinggi (kelas 5) adalah sebagai berikut :
a. Sikap dan perilaku siswa kepada Allah menunjukkan adanya
perubahan tingkah laku yang cukup signifikan, bila dibandingkan
dengan perkembangan sikap dan
perilaku siswa SD pada
umumnya. Kesadaran akan adanya Allah dan kekuasaan Allah
telah mulai tumbuh pada diri siswa yang diwujudkan dengan
ketaatan dan keyakinannya kepada Allah. Ketaatan tersebut
terlihat dari kesadaran siswa dalam kehidupan sehari-hari yang
ditandai dengan ketaatan beribadah, berzikir, bertadarus AlQur’an, senantiasa berdoa dan bersyukur kepada Allah, berpuasa
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
15
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
penuh di bulan Ramadhan, dan berinfak (beramal sodaqoh) karena
Allah.
b. Sikap dan perilaku siswa kepada sesama manusia terlihat cukup
sopan dan santun, setia kawan, serta memiliki sifat kesatria dan
pemaaf. Siswa juga memiliki kedisiplinan yang cukup tinggi dan
budi pekerti yang cukup baik.
c. Kesadaran
akan
pentingnya
menjaga
dan
melestarikan
lingkungan alam secara umum telah mulai tumbuh pada diri siswa
SDIT Al-Mukminun Ngrambe.
d. Siswa SDIT Al-Mukminun Ngrambe secara umum memiliki
kepribadian yang cukup baik yaitu adanya perilaku yang jujur,
mandiri, bertanggung jawab, pemberani, kritis dalam berfikir, dan
tidak suka sombong atau riya’ serta terbiasa bergaya hidup yang
sederhana, hemat atau tidak suka boros dalam menggunakan uang.
Selain itu, siswa SDIT Al-Mukminun Ngrambe juga memiliki
semangat belajar yang cukup tinggi serta telah mulai memiliki
kemampuan dalam hal kepemimpinan.
Penutup
1. Model kurikulum yang dilaksanakan di SDIT Al-Mukminun
Ngrambe mengacu kepada kurikulum Depdiknas dan kurikulum
Depag ditambah kurikulum muatan lembaga. Sedang aspek nilainilai agama Islam yang ditanamkan di SDIT Al- Mukminun
Ngrambe meliputi: aspek kecintaan kepada Al-Qur’an; aspek
ibadah shalat dan berzikir kepada Allah; kebiasaan membaca do’a
sebelum
melakukan
kegiatan
dan
mengucapkan
syukur
sesudahnya; berpuasa di bulan Ramadhan; berpakaian Islami;
mengucapkan salam jika bertemu teman, guru, orang tua, dan saat
memasuki
rumah;
mencium
tangan
Ibu/Bapak
saat
hendak
berangkat ke sekolah, adab sopan santun kepada guru, orang tua
dan tetangga; menyayangi sesame manusia; beramal shodaqoh;
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
16
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab; anjuran untuk
menjaga dan memelihara kelestarian alam sebagai wujud keimanan
dan ketaqwaan kepada Allah.
2. Suasana interaksi antara guru dengan siswa dalam pembelajaran di
SDIT Al-Mukminun Ngrambe dibangun dengan suasana demokratis
atas
dasar
kasih
sayang
serta
hubungan
kedekatan
dan
kebersamaan di mana guru memposisikan dirinya sebagai sosok
ustadz, sahabat, dan orang tua siswa.
3. Pendekatan untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada siswa
dilakukan
melalui
proses pendekatan secara
bertahap
yaitu:
pertama dengan ajakan dan pembiasaan, kedua dengan proses
penyadaran emosi, dan ketiga dengan proses pendisiplinan dan
penegakan aturan bagi siswa yang melanggar. Sedang metode yang
digunakan meliputi metode: keteladanan, ibrah dengan cerita,
ceramah dan mau’zah (nasehat), tanya jawab, perumpamaan dan
sindiran, demonstrasi, pembiasaan, pengalaman langsung, penugasan,
out bond, dan bernyanyi.
4. Proses internalisasi nilai-nilai agama Islam di SDIT Al-Mukminun
Ngrambe telah berpengaruh pada sikap dan perilaku siswa yang taat
kepada Allah, berakhlakul karimah kepada sesama manusia dan
alam, serta kepribadian yang cukup baik, cerdas, pemberani dan
kritis.
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
17
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Untuk Membentuk Sikap Dan Perilaku Siswa
Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun
DAFTAR PUSTAKA
Darajat, dkk. 1984. Dasar-dasar Agama Islam . Jakarta : Bulan Bintang
Light, D., Keller, S., & Calhoun, C. 1989. Sociology. New York: Alfred
A. Knopf.
Macionis, J. J. 1970. Society the Basics. New Jersey: Prentice Hall,
Englewood Cliffs.
Noeng Muhadjir. 1992. Pengukuran Kepribadian: Telaah Konsep dan
Teknik Penyusunan Test Psikometri dan Skala Sikap. Yogyakarta:
Rake Sarasin.
Toto Suryana, Af, A.,dkk. 1996. Pendidikan Agama Islam: untuk
Perguruan Tinggi. Bandung: Tiga Mutiara
Wibawati Bermi
Jurnal Al Lubab, Volume 1, No. 1 Tahun 2016
18
Fly UP