...

Q3 2015 Financial Report

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Q3 2015 Financial Report
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK / AND SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM/
INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015 /
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED 30 SEPTEMBER 2015
DAN / AND
LAPORAN ATAS REVIU INFORMASI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM/
REPORT ON REVIEW OF INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL INFORMATION
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
DAFTAR ISI
CONTENTS
Pernyataan Direksi
Directors’ Statement
Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim
Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information
Ekshibit/
Exhibit
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim
A
Interim Consolidated Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian Interim
B
Interim Consolidated Statement of Profit or Loss and Other
Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim
C
Interim Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim
D
Interim Consolidated Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
E
Notes to Interim Consolidated Financial Statements
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit A
Exhibit A
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
AS OF 30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30 September/
30 September
2015
A SET
ASET LANCAR
Kas dan bank
Investasi
Piutang usaha - Pihak ketiga
(setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai masing-masing sebesar
Rp 50.396 pada 30 September 2015
dan 31 Desember 2014)
Piutang lain-lain - Pihak ketiga
Uang muka pembelian kembali saham
Pendapatan yang masih harus diterima
Persediaan dan perlengkapan
Uang muka dan beban dibayar di muka
Pajak dibayar di muka
Jumlah Aset Lanc ar
Catatan /
Notes
31 Desember/
31 December
2014
363.031
780
4
8
900.576
1.509
592.156
167.960
450.030
607.624
428.499
187.127
294.744
5
6
7
9
10
11
18a
491.056
69.727
320.561
563.117
404.377
189.135
212.148
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash on hand and in banks
Investment
Trade receivables - Third parties
(net of allowance for impairment
losses of Rp 50,396 as of
30 September 2015 and
31 December 2014)
Other receivables - Third parties
A dvance for shares repurchase
A ccrued revenue
Inventories and supplies
A dvance payments and prepaid expenses
Prepaid taxes
3.152.206
Total Current Assets
3.091.951
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - Bersih
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 140.183 dan
Rp 124.669 masing-masing pada
30 September 2015 dan 31 Desember 2014
Properti investasi - nilai wajar
Goodwill - nilai wajar
Sewa lahan jangka panjang
Uang jaminan
Taksiran klaim pajak penghasilan
Tagihan derivatif
Aset tidak lancar lainnya
437.010
18d
409.993
517.980
15.914.192
628.348
1.473.052
5.888
45.018
2.187.138
6.715
12
13
34
14
15
18e
473.559
15.041.165
628.348
1.344.029
5.891
54.996
916.804
7.091
NON-CURRENT ASSETS
Deferred tax assets - Net
Property and equipment - net of
accumulated depreciation of Rp 140,183
and Rp 124,669 as of 30 September 2015
and 31 December 2014, respectively
Investment properties - fair value
Goodwill - fair value
Long-term landlease
Refundable deposits
Estimated claims for income tax refund
Derivative receivables
Other non-current assets
Jumlah Aset Tidak Lanc ar
21.215.341
18.881.876
Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET
24.307.292
22.034.082
TOTAL ASSETS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
28a
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial
Statements on Exhibit E which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit A/2
Exhibit A/2
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
AS OF 30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30 September/
30 September
2015
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - Pihak ketiga
Utang lain-lain - Pihak ketiga
Utang pajak
Pendapatan yang diterima di muka
Beban masih harus dibayar
Pinjaman jangka panjang - bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Sewa pembiayaan
Pihak ketiga
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Cadangan imbalan pasca-kerja
Surat utang jangka panjang
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Sewa pembiayaan
Pihak ketiga
Catatan /
Notes
31 Desember/
31 December
2014
277.989
53.657
191.048
756.117
809.026
16
17
18b
19
20
177.866
37.112
187.079
552.731
855.076
3.475
3.858.430
21
22
3.031
7.311.207
LIABILITIES AND EQUITY
SHORT-TERM LIABILITIES
Trade payables - Third parties
Other payables - Third parties
Taxes payable
Unearned income
A ccrued expenses
Long-term loans current portion
Finance leases
Third parties
9.124.102
Total Short-Term Liabilities
5.949.742
29.833
9.622.618
32
23
30.948
3.869.886
9.353
5.738.064
21
22
7.859
4.870.258
LONG-TERM LIABILITIES
Provision for post-employment benefits
Long-term notes
Long-term loans net of current portion
Finance leases
Third parties
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
15.399.868
8.778.951
Total Long-Term Liabilities
Jumlah Liabilitas
21.349.610
17.903.053
Total Liabilities
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial
Statements on Exhibit E which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit A/3
Exhibit A/3
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
AS OF 30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30 September/
30 September
2015
EKUITAS
Modal saham
Pada 30 September 2015 dan 31 Desember
2014, nilai nominal Rp 100 (nilai penuh)
per saham. Modal dasar sebanyak
14.420.120.000 saham.
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
30 September 2015 dan 31 Desember 2014
adalah sebanyak 4.796.526.199 saham.
Tambahan modal disetor - Bersih
Saham treasuri
Pendapatan komprehensif lainnya
Saldo laba
Cadangan wajib
Belum ditentukan penggunaannya
Jumlah ekuitas y ang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
Jumlah Ekuitas
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
(
(
Catatan /
Notes
479.653
662.263
925.256)
1.906.245)
24
26
25
28
50.100
4.422.079
33
31 Desember/
31 December
2014
(
(
EQUITY
Share capital
A s of 30 September 2015 and 31 December
2014, par value Rp 100 (full amount)
per shares. A uthorized capital of
14,420,120,000 shares.
Issued and fully paid-in capital:
30 September 2015 and 31 December 2014
479.653
are 4,796,526,199 shares.
784.217
A dditional paid-in capital - Net
459.254)
Treasury stock
499.714)
Other comprehensive income
Retained earnings
40.100
Statutory reserves
3.635.718
Unappropriated
3.980.720
Total equity attributable to equity
holder of the parent company
150.309
Non-controlling interest
2.957.682
4.131.029
Total Equity
24.307.292
22.034.082
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
2.782.594
175.088
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
35
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial
Statements on Exhibit E which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit B
Exhibit B
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30 September/
30 September
2015
PENDAPATAN
BEBAN POKOK PENDAPATAN
LABA KOTOR
BEBAN USAHA
Catatan /
Notes
30 September/
30 September
2014
2.541.152
29
2.431.832
REVENUE
340.751
30
375.375
COST OF REVENUE
2.200.401
2.056.457
GROSS PROFIT
237.809
209.734
OPERATING EXPENSES
1.846.723
INCOME FROM OPERATIONS
31
1.962.592
LABA DARI OPERASI
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Kenaikan nilai wajar atas
properti investasi
Pendapatan bunga
Laba pelepasan aset
Rugi selisih kurs - Bersih
Beban keuangan - Bunga
Beban keuangan - Lainnya
Lainnya - Bersih
(
(
(
(
175.717
6.347
7.742)
1.048.395)
81.088)
65.695)
Beban Lain-lain - Bersih
(
1.020.856)
(
(
(
(
457.357
7.673
20
92.259)
735.433)
210.074)
9.239)
OTHER INCOME (CHARGES)
Increase of fair value of
investment properties
Interest income
Gain on disposal of assets
Loss on foreign exchange - Net
Financial expenses - Interest
Financial expenses - Others
Others - Net
(
581.955)
Other Charges - Net
13,27
12
22,23
22
941.736
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
1.264.768
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Kini
Tangguhan
(
125.536)
27.017
(
77.612)
35.847
INCOME TAX BENEFITS (EXPENSES)
Current
Deferred
Beban Pajak Penghasilan - Bersih
(
98.519)
(
41.765)
Net Income Tax Expenses
LABA BERSIH PERIODE BERJALAN
18c ,d
PROFIT BEFORE INCOME TAX
843.217
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
1.223.003
NET PROFIT FOR THE CURRENT PERIOD
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial
Statements on Exhibit E which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit B/2
Exhibit B/2
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30 September/
30 September
2015
LABA BERSIH PERIODE BERJALAN
Catatan /
Notes
843.217
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
1.223.003
28
Pos-pos y ang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi
Keuntungan aktuaria
Pos-pos y ang akan direklasifikasi ke
laba rugi
Translasi mata uang asing
Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual
Cadangan lindung nilai arus kas
30 September/
30 September
2014
638
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Items that will not be reclassified to
profit or loss
A ctuarial gain
-
3.008
1.000
(
(
729)
1.423.956)
17
38.894
(
577.822)
1.262.914
796.361
1.138.464
JUMLAH PENDAPATAN KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN
46.856
Kepentingan non-pengendali
35
843.217
Jumlah
Jumlah
84.539
FOR THE CURRENT PERIOD
Net profit attributable to :
Equity holder of the parent company
Non-controlling interest
1.223.003
Total
(
621.835)
44.013
1.178.523
84.391
Total comprehensive income
attributable to :
Equity holder of the parent company
Non-controlling interest
(
577.822)
1.262.914
Total
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
Y ANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMEGANG SAHAM BIASA
ENTITAS INDUK (nilai penuh)
Items that may be reclassified to
profit or loss
Foreign currency translation
Changes in fair value investment available-for-sale
Cash flows hedging reserves
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
Laba bersih y ang diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk
Jumlah laba komprehensif y ang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
NET PROFIT FOR THE CURRENT PERIOD
BASIC EARNINGS PER SHARE
ATTRIBUTABLE TO
THE EQUITY HOLDER OF
169,04
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
36
240,18
PARENT COMPANY (full amount)
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial
Statements on Exhibit E which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language
Ekshibit C
Exhibit C
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED 30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
Pendapatan komprehensif lainny a /
Other comprehensive income
Saldo per 1 Januari 2015
Modal
saham /
Capital
Tambahan
modal
disetor Bersih /
Additional
paid-in
stock
capital - Net
479.653
784.217 (
Saldo laba /
Retained earnings
Saham
treasuri/
Treasury
Cadangan
lindung nilai
arus kas /
Cash flows
hedging
Perubahan nilai
w ajar investasi tersedia untuk
dijual /
Change in
fair value available
Selisih
translasi atas
mata uang
asing /
Difference
translation
of foreign
Keuntungan
aktuaria /
Actuarial
Cadangan
w ajib /
Statutory
Belum
ditentukan
penggunaanny a /
stock
reserves
for sale
currency
gain
reserves
Unappropriated
459.254) (
489.018) (
13.704)
3.008
-
40.100
Jumlah
Kepentingan
ekuitas
nonPerusahaan / pengendali /
Total
Nonequity controlling
Company
3.635.718
3.980.720
Jumlah
ekuitas
konsolidasian /
Total
consolidated
interest
equity
150.309
4.131.029
Selisih transaksi
Difference arising from
dengan pihak
non - pengendali (Catatan 7,26)
transaction with non-controlling
-
(
119.013)
-
-
-
efektif pada entitas anak
-
(
2.941)
-
11.929 (
Cadangan umum (Catatan 33)
-
-
-
-
Saham treasuri (Catatan 25)
-
-
466.002)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(
119.013) (
10.510) (
129.523)
Penyesuaian perubahan kepemilikan
(
10.000 (
-
8.724 (
10.000)
-
(
8.724)
-
466.002)
-
(
-
changes in subsidiaries
-
General reserves (Note 33)
466.002)
-
-
-
(
1.421.137)
-
-
-
-
-
Selisih translasi atas
mata uang asing (Catatan 28c)
-
-
-
-
-
Keuntungan aktuaria
-
-
-
-
-
Saldo per 30 September 2015
Treasury stock (Note 25)
Cash flows hedging reserves
Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual
(Catatan 28b)
Laba komprehensif
periode berjalan
interest (Notes 7,26)
A djustment for effect on ownership
264)
Cadangan lindung nilai arus kas
(Catatan 28a)
Balance as of 1 January 2015
479.653
Catatan 24 /
Note 24
662.263 (
Catatan 26 /
Note 26
-
-
925.256) (
Catatan 25 /
Note 25
(
1.898.226) (
Catatan 28a /
Note 28a
-
670)
-
3.008
14.638)
Catatan 28b /
Note 28b
-
-
-
3.008
-
-
603
6.016
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
603
Catatan 32 /
Note 32
50.100
Catatan 33 /
Note 33
(
1.421.137) (
-
-
Catatan 28c /
Note 28c
(
-
603
-
-
-
-
-
-
2.819) (
670) (
796.361
796.361
4.422.079
2.782.594
59) (
-
1.423.956)
729)
3.008
35
(Note 28a)
Change in fair value of
investment - available for sale
(Note 28b)
Difference translation of
foreign currency (Note 28c)
638
A ctuarial gain
46.856
843.217
Comprehensive income for
the current period
175.088
2.957.682
Balance as of 30 September 2015
Catatan 35 /
Note 35
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial Statements on Exhibit E
which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language
Ekshibit C/2
Exhibit C/2
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED 30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
Pendapatan komprehesif lainny a /
Other comprehensive income
Saldo per 1 Januari 2014
Pembagian dividen tunai (Catatan 33)
Modal
saham /
Capital
Tambahan
modal
disetor Bersih /
Additional
paid-in
Stock
capital - Net
479.653
1.339.562
-
Saldo laba /
Retained earnings
Saham
treasuri/
Treasury
Cadangan
lindung nilai
arus kas /
Cash flows
hedging
Penurunan nilai
w ajar investasi tersedia untuk
dijual /
Impairment of
fair value available
Selisih
translasi atas
mata uang
asing /
Difference
translation
of foreign
Cadangan
w ajib /
Statutory
Belum
ditentukan
penggunaanny a /
Stock
reserves
for sale
currency
reserves
Unappropriated
-
(
-
483.161) (
-
12.924)
-
2.880
-
30.100
-
Jumlah
Kepentingan
ekuitas
nonPerusahaan / pengendali /
Total
Nonequity controlling
Company
2.632.009
(
3.988.119
287.787) (
287.787)
Jumlah
ekuitas
konsolidasian /
Total
consolidated
interest
equity
125.920
-
4.114.039
(
287.787)
Selisih transaksi
transaction with non-controlling
-
(
233.841)
-
-
-
-
-
-
(
233.841) (
8.654) (
242.495)
Penyesuaian perubahan kepemilikan
efektif pada entitas anak
-
-
Saham treasuri (Catatan 25)
18.389
-
-
-
7.019 (
(
459.254)
-
-
-
-
551)
-
10.000 (
-
-
-
-
10.000)
-
(
24.857 (
24.857)
-
changes in subsidiaries
-
-
-
General reserves (Note 33)
459.254)
-
(
459.254)
Cadangan lindung nilai arus kas
Treasury stock (Note 25)
Cash flows hedging reserves
-
-
-
39.045
-
Penurunan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual
(Catatan 28b)
-
-
-
-
Selisih translasi atas
mata uang asing (Catatan 28c)
-
-
-
-
-
Laba komprehensif periode berjalan
-
-
-
-
-
Saldo per 30 September 2014
interest (Notes 7,26)
A djustment for effect on ownership
Cadangan umum (Catatan 33)
(Catatan 28a)
Cash dividends (Note 33)
Difference arising from
dengan pihak
non - pengendali (Catatan 7,26)
Balance as of 1 January 2014
479.653
Catatan 24 /
Note 24
1.124.110 (
Catatan 26 /
Note 26
459.254) (
Catatan 25 /
Note 25
437.097) (
Catatan 28a /
Note 28a
-
14
-
-
-
14
-
-
1.000
-
1.138.464
1.138.464
3.880
40.100
3.472.686
4.210.617
Catatan 28c /
Note 28c
Catatan 33 /
Note 33
13.461)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
39.045 (
1.000
Catatan 28b /
Note 28b
-
151)
3
-
38.894
(Note 28a)
17
Impairment fair value of
investment - available for sale
(Note 28b)
1.000
Difference translation of
foreign currency (Note 28c)
84.539
1.223.003
176.800
4.387.417
Comprehensive income for
the current period
Balance as of 30 September 2014
Catatan 35 /
Note 35
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial Statements on Exhibit E
which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit D
Exhibit D
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30 September / 30 September
2015
2014
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Penerimaan jasa giro dan
bunga deposito
Pembayaran pajak penghasilan
Pembayaran kas ke karyawan
Pembayaran kas ke pemasok
2.475.397
(
(
(
Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap
Penambahan aset tetap
Pembelian dan sewa atas lahan
Penambahan properti investasi
Arus kas bersih digunakan untuk
aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerbitan surat utang
Pencairan pinjaman bank
Pembayaran pinjaman kepada pihak ketiga
Pembayaran dividen
Penambahan (pembayaran) sewa pembiayaan
Pembelian kembali saham
Saham treasuri
Pembayaran bunga dan biaya pinjaman jangka
panjang dan surat utang
Pembayaran pinjaman bank dan surat utang
jangka panjang
Arus kas bersih digunakan untuk
aktivitas pendanaan
2.510.428
6.347
91.963) (
148.641) (
487.002) (
1.754.138
7.673
82.002)
104.549)
290.842)
2.040.708
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Cash received from customers
Interest received from current accounts
and time deposits
Payments of income tax
Cash paid to employees
Cash paid to suppliers
Net cash flows provided by operating
activities
(
(
(
134.017) (
273.811) (
621.771) (
93
50.016)
345.470)
1.437.220)
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Sale proceeds of property and equipment
Acquisitions of property and equipment
Purchase and lease of land
Acquisitions of investment properties
(
1.029.599) (
1.832.613)
Net cash flows used in investing activities
(
(
4.437.650
1.694.510
885
253.777)
466.002)
(
(
(
(
(
5.455.755
20)
287.787)
6.082)
443.225)
459.254)
(
892.696) (
763.688)
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Issuance of notes
Withdrawals of bank loans
Payments of third parties loans
Payment of dividends
Additions (payments) of finance lease
Share repurchase
Treasury stock
Payments of interest and cost of borrowing
for long-term loans and notes
(
5.769.560) (
3.919.850)
Payments of bank loans and longterm notes
(
1.248.990) (
424.151)
Net cash flows used in financing activities
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial
Statements on Exhibit E which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit D/2
Exhibit D/2
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30 September / 30 September
2015
2014
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing
pada kas dan bank
(
13.094) (
54.024)
Effect from changes in foreign exchange rates
on cash on hand and in banks
PENURUNAN BERSIH DALAM KAS
(
537.545) (
270.080)
NET DECREASE IN CASH
KAS PADA AWAL PERIODE
Kas dan bank
Rekening yang ditentukan penggunaannya
900.576
-
647.186
206.846
CASH AT BEGINNING OF PERIOD
Cash on hand and in banks
Appropriated accounts
Jumlah
900.576
854.032
Total
REKENING YANG DITENTUKAN PENGGUNAANNYA
PADA AKHIR PERIODE
-
KAS DAN BANK PADA
AKHIR PERIODE
363.031
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim pada
Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim secara keseluruhan
(
4.960)
578.992
APPROPRIATED ACCOUNTS
AT THE END OF PERIOD
CASH ON HAND AND IN BANKS AT
THE END OF PERIOD
See accompanying Notes to Interim Consolidated Financial
Statements on Exhibit E which are an integral part of
the Interim Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Interim Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E
Exhibit E
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
UMUM
a.
b.
1.
Pendirian Perusahaan
GENERAL
a.
The Company’s Establishment
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (“Perusahaan”),
berdomisili di Jakarta Selatan, didirikan berdasarkan
akta Notaris No. 14 tanggal 8 Nopember 2004 yang
dibuat di hadapan Notaris Dewi Himijati Tandika, S.H,
Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. C-28415HT.01.01.TH.2004 tanggal
12 Nopember 2004. Anggaran dasar Perusahaan telah
mengalami
beberapa
kali
perubahan,
terakhir
berdasarkan akta Notaris No. 54 tanggal 27 Mei 2015,
dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H, M.Kn., Notaris
di Jakarta, mengenai penyesuaian dengan peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 32/POJK.04.2014
tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
Pemegang
Saham
Perusahaan
Terbuka
dan
No. 33/POJK.04.2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Perubahan
anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat di
dalam database sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0943476 tanggal 18 Juni
2015.
PT
Tower
Bersama
Infrastructure
Tbk
(the
“Company”), domiciled in South Jakarta, was
established based on the Notarial deed No. 14 dated
8 November 2004 drawn up in the presence of Dewi
Himijati Tandika, S.H, a Notary in Jakarta, and was
approved by the Ministry of Law and Human Rights of
the Republic of Indonesia in his Decree No. C28415.HT.01.01.TH.2004 dated 12 November 2004. The
Company’s articles of association have been amended
several times, most recently by the Notary deed No. 54
dated 27 May 2015, drawn up in the presence of Jose
Dima Satria, S.H, M.Kn., a Notary in Jakarta, regarding
compliance with Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
regulation No. 32/POJK.04.2014 regarding Plan and
Arrangement of General Meeting of Shareholders of
Public Company and No. 33/POJK.04.2014 regarding
Directors and Board of Commissioners of Public
Company. These amendments have been accepted and
registered into the database of Administrative System
for Legal Entities of the Ministry of Law and Human
Rights of the Republic of Indonesia as stated in his
Decision Letter No. AHU-AH.01.03-0943476 dated
18 June 2015.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar Perusahaan,
kegiatan usaha Perusahaan antara lain menjalankan
usaha dalam bidang jasa penunjang telekomunikasi
meliputi jasa persewaan dan pengelolaan menara Base
Transceiver Station (BTS), jasa konsultasi bidang
instalasi telekomunikasi, serta melakukan investasi atau
penyertaan pada perusahaan lain. Perusahaan memulai
kegiatan usahanya pada tahun 2004. Pada saat ini,
kegiatan utama Perusahaan adalah melakukan investasi
atau penyertaan pada entitas anak.
Based on Article 3 of the Company’s articles of
association, the business activities of the Company,
among others are to carry on the business of
telecommunications support services including lease
and maintenance of Base Transceiver Station (BTS),
consultation service and conducting investment or
participation to other companies. The Company started
its business activities in 2004. Currently, the Company's
main activity is investing in subsidiaries.
Perusahaan beralamat di Gedung International Financial
Centre lantai 6 Jl. Jenderal Sudirman, Kavling 22-23,
Jakarta 12920.
The Company’s address is at International Financial
Centre Building, 6th floor Jl. Jenderal Sudirman,
Lots 22-23, Jakarta 12920.
Dewan Komisaris,
Karyawan
Direksi,
Komite
Audit
dan
b.
Boards
of
Commissioners,
Committee and Employees
30 September 2015 dan 31 Desember 2014
Directors,
Audit
30 September 2015 and 31 December 2014
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
:
:
:
Edwin Soeryadjaya
Winato Kartono
Mustofa
Herry Tjahjana
Wahyuni Bahar
Presiden Direktur
Wakil Presiden Direktur
Direktur
:
:
:
Direktur Independen
:
Herman Setya Budi
Hardi Wijaya Liong
Budianto Purwahjo
Helmy Yusman Santoso
Gusandi Sjamsudin
:
President Commissioner
:
Commissioner
: Independent Commissioners
:
:
:
President Director
Vice President Director
Directors
:
Independent Director
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/2
Exhibit E/2
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
b.
1.
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
(Lanjutan)
GENERAL (Continued)
b.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal
30 September 2015 dan 31 Desember 2014 adalah
sebagai berikut:
Ketua
:
Anggota :
c.
Boards
of
Commissioners,
Directors,
Committee and Employees (Continued)
Audit
The Audit Committee of the Company as of
30 September 2015 and 31 December 2014 are as
follows:
Mustofa
Aria Kanaka
Ignatius Andy
: Chairman
: Members
Pada tanggal 9 Juli 2010, Perusahaan menunjuk Bapak
Helmy Yusman Santoso sebagai Sekretaris Perusahaan.
On 9 July 2010, the Company appointed Mr. Helmy
Yusman Santoso as Corporate Secretary.
Sesuai dengan Peraturan No. IX.I.7, Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam-LK No. Kep-496/BL/2008 tanggal
28 Nopember 2008 tentang Pembentukan dan Pedoman
Penyusunan Piagam Unit Audit Internal, Perusahaan
telah memiliki Piagam Audit Internal tanggal 10 Januari
2011 dan telah mengangkat Bapak Muhamad Jajuli
sebagai Kepala Unit Audit Internal berdasarkan Surat
Keputusan Direksi No. 005/TBG-SKP-00/HOC/03/I/2011
tanggal 10 Januari 2011. Perusahaan telah menunjuk
Bapak Supriatno Arham untuk menggantikan Bapak
Muhammad Jajuli berdasarkan Surat Keputusan Direksi
No. 954/TBG-SKP-00/HOS/03/XII/2014 tanggal 7 Mei
2014.
In accordance with Regulation IX.I.7, Decision of
Chairman of Bapepam-LK Annex Kep-496/BL/2008
dated 28 November 2008 on the Establishment and
Development Guidelines for Internal Audit Charter, the
Company has had Internal Audit Charter dated
10 January 2011 and appointed Mr. Muhammad Jajuli
as Head of Internal Audit Unit by the Board of
Directors Decree No. 005/TBG-SKP- 00/HOC/03/I/2011
dated 10 January 2011. The Company appointed
Mr. Supriatno Arham to replace Mr. Muhammad Jajuli
based on the Directors’ Decree No. 954/TBG-SKP00/HOS/03/XII/ 2014 dated 7 May 2014.
Jumlah remunerasi yang dibayarkan untuk Dewan
Komisaris Perusahaan untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir 30 September 2015 dan tahun yang
berakhir 31 Desember 2014 masing-masing adalah
sebesar Rp 5.805 dan Rp 4.641.
Total remuneration paid to the Board of Commissioners
of the Company for the period of 9 (nine) months
ended 30 September 2015 and for the year ended
31 December 2014 amounted to Rp 5,805 and Rp 4,641,
respectively.
Jumlah remunerasi yang dibayarkan untuk Dewan Direksi
Perusahaan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir 30 September 2015 dan tahun yang berakhir
31 Desember 2014 masing-masing adalah sebesar
Rp 18.958 dan Rp 18.616.
Total remuneration paid to the Board of Directors of
the Company for the period of 9 (nine) months ended
30 September 2015 and for the year ended
31 December 2014 amounted to Rp 18,958 and
Rp 18,616, respectively.
Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014,
Perusahaan
dan
entitas
anak
masing-masing
mempekerjakan 586 karyawan dan 556 karyawan (tidak
diaudit).
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
Company and subsidiaries employed 586 staffs and 556
staffs (unaudited), respectively.
Struktur Entitas Anak
Perusahaan baik secara langsung dan tidak langsung
melalui entitas anak memiliki lebih dari 50% saham di
entitas anak sebagai berikut:
c.
Structure of Subsidiaries
The Company owns directly and indireclty through
subsidiaries the shareholding greater than 50% in the
following subsidiaries:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/3
Exhibit E/3
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
c.
1.
Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
GENERAL (Continued)
c.
Entitas anak / Subsidiaries
Structure of Subsidiaries (Continued)
Dimulainy a
kegiatan operasi/
Commencement
of operation
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
1999
2004
2006
2006
2010
2010
2011
2013
2013
PT Telenet Internusa
PT United Towerindo dan entitas anak/ and subsidiary
PT Tower Bersama dan entitas anak/ and subsidiaries
PT Tower One dan entitas anak/ and subsidiary
PT Triaka Bersama
PT Metric Solusi Integrasi dan entitas anak/
and subsidiary
PT Solusi Menara Indonesia
TBG Global Pte Ltd dan entitas anak/ and subsidiary
PT Menara Bersama Terpadu
Jumlah aset sebelum eliminasi/
Total assets before elimination
30 September/
30 September
2015
31 Desember/
31 December
2014
99,50%
100,00%
98,00%
99,90%
100,00%
276.358
351.845
9.822.813
550.468
104.018
281.849
512.450
8.915.896
1.382.842
106.984
100,00%
97,57%
100,00%
99,90%
8.439.914
5.545.487
19.306.557
10.271
7.402.042
5.776.020
7.578.227
10.261
Semua entitas anak berdomisili di Jakarta dan beralamat
yang sama dengan Perusahaan, kecuali TBG Global Pte.
Ltd., yang berdomisili di Singapura.
All subsidiaries are domiciled in Jakarta and their
address is the same as the Company’s address, except
for TBG Global Pte. Ltd., which is domiciled in
Singapore.
Perusahaan melalui entitas anak memiliki kepemilikan
tidak langsung lebih dari 50% pada perusahaanperusahaan sebagai berikut:
The Company own directly and indirectly the
shareholdings greater than 50% in the following
subsidiaries:
Jumlah aset sebelum eliminasi/
Entitas anak / Subsidiaries
Kepemilikan melalui
entitas anak/
Dimulainy a
kegiatan operasi/
Commencement
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
Ownership of subsidiaries
of operation
ownership
Total assets before elimination
30 September/
31 Desember/
30 September
31 December
2015
2014
PT Batavia Towerindo
PT United Towerindo
2006
89,90%
175.575
PT Selaras Karya Makmur
PT United Towerindo
2013
75,00%
58
192.416
45
PT Prima Media Selaras
PT Tower Bersama
2003
100,00%
382.578
482.350
PT Bali Telekom
PT Tower One
2003
100,00%
458.813
801.557
PT Solu Sindo Kreasi Pratama
PT Metric Solusi Integrasi
1999
91,89%
8.490.567
7.042.192
PT Mitrayasa Sarana Informasi
PT Tower Bersama dan/
757.651
and
PT Solu Sindo Kreasi
2004
100,00%
837.830
PT Towerindo Konvergensi
PT Tower Bersama
Pratama
2009
100,00%
493.674
427.046
Tower Bersama Singapore Pte Ltd
TBG Global Pte Ltd
2012
100,00%
9.689.797
3.765.697
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/4
Exhibit E/4
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
c.
Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
1.
GENERAL (Continued)
c.
Structure of Subsidiaries (Continued)
Berikut adalah keterangan dari masing-masing entitas
anak.
The followings
subsidiaries.
are
the
c.1 PT Telenet Internusa
c.1 PT Telenet Internusa
information
about
the
PT Telenet Internusa (“TI”) adalah suatu Perseroan
Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan akta
pendirian No. 8 tanggal 6 September 1999, dibuat
dihadapan Dr. Wiratni Ahmadi, S.H, Notaris di
Bandung.
PT Telenet Internusa (“TI”) is a Limited Liability
Company established in Indonesia based on the
deed of establishment No. 8 dated 6 September
1999, drawn up in the presence of Dr. Wiratni
Ahmadi, S.H, a Notary in Bandung.
Akta Pendirian TI telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C-18566.HT.01.01.TH. 2001
tanggal 6 Nopember 2001 dan akta tersebut telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 15 tanggal 21 Februari 2006, Tambahan
No. 1896.
TI’s deed of Establishment was approved by the
Ministry of Law and Human Rights the Republic of
Indonesia in his Decree No. C-18566.HT.01.01.TH.
2001 dated 6 November 2001 and was published in
the State Gazette Republic Indonesia No. 15 dated
21 February 2006, Supplement No.1896.
Anggaran dasar TI telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan Akta No. 82 tanggal
23 Desember 2010, dibuat dihadapan Darmawan
Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta, mengenai
peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan
modal disetor. Perubahan anggaran dasar tersebut
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-01618.AH.01.02 Tahun 2011 tanggal
12 Januari 2011.
TI’s articles of association have been amended
several times; the latest amendment was based on
Deed No. 82 dated 23 December 2010, drawn up in
the presence of Darmawan Tjoa, S.H, S.E, a Notary
in Jakarta, regarding increasing authorized
capital, issued capital and fully paid-up capital.
This amendment has been approved by the
Ministry of Law and Human Rights of the Republik
of Indonesia in his Decree No. AHU-01618.
AH.01.02 Tahun 2011 dated 12 January 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TI, ruang
lingkup usaha TI adalah berusaha dalam jasa
(kecuali jasa di bidang hukum dan pajak),
pembangunan,
perdagangan,
industri,
pertambangan dan transportasi darat.
In accordance with Article 3 of TI articles of
association, the scope of its activities involves
services (except services in law and tax),
developments, trades, industries, mines and
transportation.
c.2 PT United Towerindo dan entitas anak
PT United Towerindo (“UT”) adalah suatu Perseroan
Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan akta
pendirian No. 40 tanggal 30 Juni 2004, dibuat
dihadapan Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di
Jakarta. Akta pendirian UT telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-18090.
HT.01.01.TH.2004 tanggal 20 Juli 2004 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 40 tanggal 13 Agustus 2004, Tambahan
No. 7930. Anggaran dasar UT telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
No. 84 tanggal 23 Desember 2010, dibuat dihadapan
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta,
mengenai peningkatan modal dasar, modal
ditempatkan dan modal disetor.
c.2 PT United Towerindo and subsidiary
PT United Towerindo (“UT”) is a Limited Liability
Company established in Indonesia based on the
deed of establishment No. 40 dated 30 June 2004,
drawn up in the presence of Darmawan Tjoa, S.H,
S.E, a Notary in Jakarta. UT’s deed of
establishment was approved by the Ministry of Law
and Human Rights of the Republic of Inodnesia in
his Decree No. C-18090.HT.01.01. TH.2004 dated
20 July 2004 and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 40 dated
13 August 2004, Supplement No. 7930. UT articles
of association have been amended several times,
the latest amendment was based on deed No. 84
dated 23 December 2010, drawn up in the presence
of Darmawan Tjoa, S.H, S.E, a Notary in Jakarta,
regarding increasing authorized capital, issued
capital and paid-up capital.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/5
Exhibit E/5
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
c.
1.
Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
GENERAL (Continued)
c.
c.2 PT United Towerindo dan entitas anak (Lanjutan)
Structure of Subsidiaries (Continued)
c.2 PT
United
(Continued)
Towerindo
and
subsidiary
Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-05395.
AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 1 Februari 2011.
This amendment has been approved by the
Ministry of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia in his Decree No. AHU-05395.AH.
01.02. Tahun 2011 dated 1 February 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar UT, ruang
lingkup usaha UT adalah berusaha dalam jasa
(kecuali jasa di bidang hukum dan pajak),
pembangunan,
perdagangan,
industri,
pertambangan dan transportasi darat.
In accordance with Article 3 of UT’s articles of
association, the scope of its activities involves
services (except services in law and tax),
developments, trades, industries, mines and
transportation.
UT memiliki entitas anak yaitu PT
Towerindo dan PT Selaras Karya Makmur.
UT has subsidiaries company which are PT Batavia
Towerindo and PT Selaras Karya Makmur.
Batavia
c.3 PT Tower Bersama dan entitas anak
c.3 PT Tower Bersama and subsidiaries
PT Tower Bersama (“TB”) adalah suatu Perseroan
Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan akta
pendirian No. 5 tanggal 4 Juli 2006, dibuat
dihadapan Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di
Jakarta. Akta pendirian TB telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-20821.
HT.01.01.TH.2006 tanggal 17 Juli 2006 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 104 tanggal 29 Desember 2006, Tambahan
No.13530.
PT Tower Bersama (“TB”) is a Limited Liability
Company established in Indonesia based on the
deed of establishment No. 5 dated 4 July 2006,
drawn up in the presence of Darmawan Tjoa, S.H,
S.E, a Notary in Jakarta. TB’s deed of
establishment was approved by the Ministry of Law
and Human Rights of the Republic of Indonesia No.
C-20821.HT.01.01. TH.2006 dated 17 July 2006 and
was published in the State Gazette of the Republic
of Indonesia in his Decree No. 104 dated 29
December 2006, Supplement No. 13530.
Anggaran dasar TB telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan akta No. 79 tanggal
23 Desember 2010, dibuat dihadapan Darmawan
Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta, mengenai
peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan
modal disetor. Perubahan anggaran dasar tersebut
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-03025. AH.01.02. Tahun 2011 tanggal
19 Januari 2011.
TB’s articles of association have been amended
several times, the latest amendment was based on
deed No. 79 dated 23 December 2010, drawn up in
the presence of Darmawan Tjoa, SH, SE, a Notary
in Jakarta, regarding increasing authorized
capital, issued capital and fully paid-up capital.
This amendment has been approved by the
Ministry of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia No. AHU-03025.AH.01.02. Tahun 2011
dated 19 January 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TB, ruang
lingkup usaha entitas anak adalah berusaha dalam
jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak),
pembangunan, perdagangan dan industri.
In accordance with Article 3 of TB’s articles of
association, the scope of its activities involves
services (except services in law and tax),
developments, trades and industries.
TB memiliki 3 (tiga) entitas anak yaitu PT Prima
Media Selaras, PT Mitrayasa Sarana Informasi dan
PT Towerindo Konvergensi. PT Mitrayasa Sarana
Informasi dan PT Towerindo Konvergensi dimiliki
oleh PT Tower Bersama masing-masing sejak
8 Agustus 2011 dan 7 Oktober 2011.
TB has 3 (three) subsidiaries companies which are
PT Prima Media Selaras, PT Mitrayasa Sarana
Informasi and PT Towerindo Konvergensi.
PT Mitrayasa Sarana Informasi and PT Towerindo
Konvergensi were acquired by PT Tower Bersama
on 8 August 2011 and 7 October 2011, respectively.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/6
Exhibit E/6
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
c.
Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
c.4 PT Tower One dan entitas anak
1.
GENERAL (Continued)
c.
Structure of Subsidiaries (Continued)
c.4 PT Tower One and subsidiary
PT Tower One (“TO”) adalah suatu Perseroan
Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan akta
pendirian No. 6 tanggal 21 September 2006, dibuat
dihadapan Angela Meilany Basiroen, S.H, Notaris di
Jakarta.
PT Tower One (“TO”) is a Limited Liability
Company established in Indonesia based on the
Deed of Establishment No. 6 dated 21 September
2006, drawn up in the presence of Angela Meilany
Basiroen, S.H, a Notary in Jakarta.
Akta pendirian TO telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. W7-03499.HT.01.01TH.2006 tanggal 8 Desember 2006 dan akta tersebut
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 63 tanggal 7 Agustus 2009, Tambahan
No. 21141. Anggaran dasar TO telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
No. 83 tanggal 23 Desember 2010, dibuat dihadapan
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta,
mengenai peningkatan modal dasar, modal
ditempatkan dan modal disetor.
TO’s deed of establishment was approved by the
Ministry of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia in his Decree No. W7-03499.HT.01.01TH.2006 dated 8 December 2006 and was published
in the State Gazette of the Republic of Indonesia
in his Decree No. 63 dated 7 August 2009,
Supplement No. 21141. TO’s articles of association
have been amended several times, the latest
amendment was based on Deed No. 83 dated
23 December 2010, drawn up in the presence of
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, a Notary in Jakarta,
regarding increasing authorized capital, issued
capital and fully paid-up capital.
Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-02877.
AH.01.02. Tahun 2011 tanggal 19 Januari 2011.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TO, ruang
lingkup usaha TO adalah berusaha dalam jasa
(kecuali jasa di bidang hukum dan pajak),
pembangunan, perdagangan dan industri.
This amendment has been approved by the Ministry
of Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia in his Decree No. AHU-02877. AH.01.02.
Tahun 2011 dated 19 January 2011. In accordance
with Article 3 of TO’s articles of association, the
scope of its activities involves services (except
services in law and tax), developments, trades and
industries.
TO memiliki entitas anak yaitu PT Bali Telekom.
TO has a subsidiary company which is PT Bali
Telekom.
c.5 PT Triaka Bersama
PT Triaka Bersama (“TRB”) adalah suatu Perseroan
Terbatas didirikan di Indonesia berdasarkan akta
pendirian No. 33 tanggal 15 Mei 2009, dibuat
dihadapan Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di
Jakarta. Akta pendirian TRB telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-24774.
AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 5 Juni 2009 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 63 tanggal 7 Agustus 2009, Tambahan
No. 20847.
c.5 PT Triaka Bersama
PT Triaka Bersama (“TRB”) is a Limited Liability
Company established in Indonesia based on the
deed of establishment No. 33 dated 15 May 2009,
drawn up in the presence of Darmawan Tjoa, S.H,
S.E, a Notary in Jakarta. TRB’s Deed of
Establishment was approved by the Ministry of Law
and Human Rights of the Republic of Indonesia in
his Decree No. AHU-24774.AH.01.01. Tahun 2009
dated 5 June 2009 and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 63 dated
7 August 2009, Supplement No. 20847.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/7
Exhibit E/7
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
c.
Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
c.5 PT Triaka Bersama (Lanjutan)
1.
GENERAL (Continued)
c.
Structure of Subsidiaries (Continued)
c.5 PT Triaka Bersama (Continued)
Anggaran dasar TRB terakhir diubah dengan akta
No. 69 tanggal 20 September 2014, dibuat
dihadapan Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di
Jakarta. TRB telah mendapat surat penerimaan
pemberitahuan perubahan data dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat
No. AHU-08616.40.20. 2014 tanggal 26 September
2014 mengenai perubahan pemegang saham dan
perubahan pengurus.
TRB’s articles of association were last amended by
the deed No.69 dated 20 September 2014, made
before Darmawan Tjoa S.H, S.E, a Notary in
Jakarta. TRB has received the letter of acceptance
notice of amandement to the data from the
Ministry of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia in his Decree No. AHU-08616.
40.20.2014 dated 26 September 2014 regarding the
change of the shareholders and the board.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar TRB, ruang
lingkup usaha TRB adalah berusaha dalam jasa
(kecuali jasa di bidang hukum dan pajak),
pembangunan, perdagangan dan industri.
In accordance with Article 3 of TRB’s articles of
association, the scope of its activities involves
services (except services in law and tax),
developments, trades and industries.
c.6 PT Metric Solusi Integrasi dan entitas anak
c.6 PT Metric Solusi Integrasi and subsidiary
PT Metric Solusi Integrasi (“MSI”) adalah suatu
Perseroan
Terbatas
didirikan
di
Indonesia
berdasarkan akta pendirian No. 20 tanggal
12 Maret 2010, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa,
S.H, S.E, Notaris di Jakarta. Akta pendirian MSI
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-13915.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal
18 Maret 2010. Anggaran dasar MSI telah mengalami
beberapa kali perubahan. Terakhir dengan akta
No. 33 tanggal 7 Mei 2012, dibuat dihadapan
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta,
mengenai perubahan domisili entitas anak.
Perubahan Anggaran dasar tersebut telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU26675.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 16 Mei 2012.
PT Metric Solusi Integrasi (“MSI”) is a Limited
Liability Company established in Indonesia based
on the deed of establishment No. 20 dated
12 March 2010 drawn up in the presence of
Darmawan Tjoa, SH, SE, a Notary in Jakarta. MSI’s
deed of establishment was approved by the
Ministry of Law and Human Rights the Ministry of
Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
in his Decree No. AHU-13915.AH.01.01. Tahun 2010
dated 18 March 2010. MSI articles of association
have been amended several times. The latest
amendment was based on deed No. 33 dated 7 May
2012, drawn up in the presence of Darmawan Tjoa,
S.H, S.E, a Notary in Jakarta, regarding change of
domicile of the subsidiary. This amendment has
been approved by the Ministry of Law and Human
Rights the Ministry of Law and Human Rights of
the Republic of Indonesia in his Decree No. AHU26675.AH.01.02. Tahun 2012 dated 16 May 2012.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar MSI, ruang
lingkup usaha MSI adalah berusaha dalam jasa
(kecuali jasa di bidang hukum dan pajak),
pembangunan, perdagangan dan industri.
In accordance with Article 3 of MSI’s articles of
association, the scope of its activities involves
services (except services in law and tax),
developments, trades and industries.
MSI memiliki entitas anak yaitu PT Solu Sindo Kreasi
Pratama.
MSI has a subsidiary company which is PT Solu
Sindo Kreasi Pratama.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/8
Exhibit E/8
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
c.
Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
c.7 PT Solusi Menara Indonesia
1.
GENERAL (Continued)
c.
Structure of Subsidiaries (Continued)
c.7 PT Solusi Menara Indonesia
PT Solusi Menara Indonesia (“SMI”) adalah suatu
Perseroan Terbatas yang didirikan di Indonesia
berdasarkan Akta pendirian No. 77 tanggal
19 Desember 2011, dibuat dihadapan Darmawan
Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta. Akta pendirian
SMI telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
Surat Keputusan No. AHU-63259.AH.01.01.Tahun
2011 tanggal 22 Desember 2011.
PT Solusi Menara Indonesia (“SMI”) is a Limited
Liability Company established in Indonesia under
the deed of establishment No. 77 dated 19
December 2011, drawn up in the presence of
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, a Notary in Jakarta.
SMI’s Deed of Establishment was approved by the
Ministry of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia in his Decree No. AHU-63259.
AH.01.01. Tahun 2011 dated 22 December 2011.
Anggaran dasar SMI terakhir diubah dengan akta
No. 18 tanggal 8 Oktober 2014, dibuat dihadapan
Darmawan Tjoa, S.H, S.E, Notaris di Jakarta. SMI
telah mendapat surat penerimaan pemberitahuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU09810.40.20.2014 tanggal 21 Oktober 2014, tentang
peningkatan modal di tempatkan dan disetor.
SMI’s articles of association have been amended
based on the deed No. 18 dated 8 October 2014,
drawn up in the presence of Darmawan Tjoa, S.H,
S.E, a Notary in Jakarta. SMI has received the
letter of acceptance notice of amendment to the
articles of association from the Ministry of Law
and Human Rights of the Republic of Indonesia in
his Decree No. AHU-09810.40.20.2014 dated
21 October 2014 regarding the increase of issued
capital and paid up capital.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar SMI, ruang
lingkup usaha SMI adalah berusaha dalam bidang
jasa (kecuali jasa di bidang hukum dan pajak),
pembangunan, perdagangan dan industri.
According to Article 3 of SMI’s articles of
association, the scope of its business involves
services (except services in law and tax),
developments, trades and industries.
c.8 TBG Global Pte. Ltd. dan entitas anak
c.8 TBG Global Pte. Ltd. and subsidiary
TBG Global Pte. Ltd. (“TBGG”) adalah suatu
Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan
hukum Negara Singapura sesuai dengan nomor
pendaftaran 201302879K di tahun 2013.
TBG Global Pte. Ltd. (“TBGG”) is a Limited
Liability Company incorporated under the law of
Republic of Singapore based on registration
number 201302879K in 2013.
TBGG memiliki entitas anak yaitu Tower Bersama
Singapore Pte. Ltd.
TBGG has a subsidiary company which is Tower
Bersama Singapore Pte. Ltd.
c.9 PT Menara Bersama Terpadu
c.9 PT Menara Bersama Terpadu
PT Menara Bersama terpadu (“MBT”) adalah suatu
Perseroan Terbatas yang didirikan di Indonesia
berdasarkan akta pendirian No. 11 tanggal
8 Januari 2013, dibuat dihadapan Darmawan Tjoa,
S.H, S.E, Notaris di Jakarta. Akta pendirian MBT
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat
Keputusan No. AHU-02685.AH.01.01.Tahun 2013
tanggal 25 Januari 2013.
PT Menara Bersama Terpadu (“MBT”) is a Limited
Liability Company Incorporated in Indonesia under
deed of establishment No. 11 dated 8 January
2013, drawn up in the presence of Darmawan Tjoa,
S.H, S.E, a Notary in Jakarta. MBT's deed
establishment was approved by the Ministry of Law
and Human Rights of the Republic of Indonesia in
his Decree No.AHU-02685.AH.01.01.Tahun 2013
dated 25 January 2013.
Berdasarkan Pasal 3 dari anggaran dasar MBT, ruang
lingkup usaha MBT adalah berusaha dalam bidang
jasa (kecuali jasa dibidang hukum dan pajak),
pembangunan, perdagangan dan industri.
According to Article 3 of MBT's articles of
association, the scope of its business involves
services (except services in law and tax),
developments, trades and industries.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/9
Exhibit E/9
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
1.
U M U M (Lanjutan)
d.
1.
Penawaran Umum Saham
GENERAL (Continued)
d.
Pada tanggal 15 Oktober 2010, Perusahaan memperoleh
pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan
suratnya No. S-9402/BL/2010 untuk melakukan
penawaran umum sebanyak 551.111.000 saham dengan
nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham kepada
masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga
penawaran perdana sebesar Rp 2.025 (nilai penuh) per
saham. Pada tanggal 26 Oktober 2010, seluruh saham
tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
e.
On 15 October 2010, the Company received an effective
statement from the Chairman of the Capital Market
and Financial Institution Supervisory Agency (BapepamLK) in its Decision Letter No. S-9402/BL/2010 to offer
551,111,000 of its shares to the public with par value
of Rp 100 (full amount) per share through the Indonesia
Stock Exchange, at an initial offering price of Rp 2,025
(full amount) per share. On 26 October 2010, those
shares were listed on the Indonesia Stock Exchange.
Penawaran Umum Obligasi
e.
Pada bulan Desember 2013, Perusahaan menawarkan
kepada masyarakat “Obligasi Berkelanjutan I Tower
Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2013” dengan
jumlah pokok obligasi sebesar Rp 740.000 (Catatan 23),
yang dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) pada tanggal 5 Desember 2013 berdasarkan Surat
Keputusan No. S-416/D.04/2013. Obligasi ini dicatatkan
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Desember
2013.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
Share Public Offering
Bonds Offering
In December 2013, the Company offered to the public
“Obligasi Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure
Tahap I 2013” with nominal value of Rp 740,000
(Note 23), which was approved to be effective by
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) on 5 December 2013
based on the Decision Letter No. S-416/D.04/2013. On
13 December 2013, the Company listed these bonds on
the Indonesia Stock Exchange.
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
Laporan keuangan konsolidasian interim ini telah disajikan
sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
serta
peraturan
Badan
Pengawas
Pasar
Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yaitu Peraturan
No. VIII. G.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK
No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Pedoman
Penyajian Laporan Keuangan”. Kebijakan akuntansi yang
penting yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2015 dan tahun
yang berakhir 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
The interim consolidated financial statements have been
prepared in accordance with generally accepted accounting
principles in Indonesia comprising of the Statements of
Financial Accounting Standards (SFAS) and rules established
by the Capital Market and Financial Institution Supervisory
Agency (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 Attachment of chairman
of BAPEPAM’s decision No. KEP-347/BL/2012 dated 25 June
2012 regarding “Financial Statements Presentation
Guidance”.
Significant
accounting
policies
applied
consistently in the preparation of the interim consolidated
financial statements for the period of 9 (nine) months
ended 30 September 2015 and for the year ended
31 December 2014 are as follows:
Laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2015 telah
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
No. 3, “Laporan Keuangan Interim”. Laporan keuangan
konsolidasian interim ini merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan untuk tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2014, yang telah disajikan sesuai dengan
PSAK yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia serta peraturan regulator pasar modal
untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya. Laporan
keuangan konsolidasian telah disusun berdasarkan konsep
biaya historis kecuali sebagaimana diungkapkan di dalam
kebijakan akuntansi di bawah ini.
The interim consolidated financial statements for the period
of 9 (nine) months ended 30 September 2015 have been
prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards (SFAS) No. 3, Interim financial reporting. The
interim consolidated financial statements should be read in
conjunction with the financial statements for the year
ended 31 December 2014, which have been prepared in
accordance with SFAS which includes the Standards and
Interpretations issued by the Financial Accounting Standards
Board of Institute of Accountants in Indonesia, along with
capital market regulations for entities which are under such
regulators’ oversight. The interim consolidated financial
statements have been prepared on the historical cost basis
except as disclosed in the accounting policies below.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/10
Exhibit E/10
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
a.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Interim
2.
SUMMARY OF
(Continued)
a.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Basis of Preparation of the Interim Consolidated
Financial Statements
Laporan arus kas konsolidasian interim disusun dengan
menggunakan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi,
investasi dan pendanaan.
The interim consolidated statements of cash flows are
prepared using the direct method by classifying cash
flows on the basis of operating, investing and financing
activities.
Laporan keuangan konsolidasian interim Perusahaan dan
entitas anak disajikan dalam Rupiah (IDR) yang
merupakan mata uang fungsional, kecuali untuk entitas
anak TBG Global Pte., Ltd., disajikan dalam Dolar
Amerika Serikat (USD) yang merupakan mata uang
fungsional.
The interim consolidated financial statements of the
Company and Subsidiaries are presented in Rupiah (IDR)
which is the functional currency, except the subsidiary
of the Company is TBG Global Pte., Ltd., is presented
in United States Dollar (USD), which is the fuctional
currency.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian
interim dibulatkan menjadi jutaan Rupiah, kecuali
dinyatakan lain.
Amounts in the interim consolidated financial
statements are rounded to and stated in millions of
Rupiah, unless otherwise stated.
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Changes in Accounting Policies
Standar, interpretasi, dan perubahan baru yang telah
diterbitkan dan berlaku efektif pada tahun finansial yang
dimulai pada tanggal 1 Januari 2015, adalah sebagai
berikut:
New standards, interpretations and amendments issued
and effective for the financial year beginning 1 January
2015 are as follow :
-
PSAK No. 1 (Revisi 2013) “Penyajian Laporan
Keuangan”
-
SFAS No. 1 (Revised 2013), “Presentation of
Financial Statements”
-
PSAK No. 4 (Revisi 2013) “Penyajian Laporan
Keuangan Tersendiri”
-
SFAS No. 4 (Revised 2013), “Separate Financial
Statements”
-
PSAK No. 15 (Revisi 2013) “Investasi pada Entitas
Asosiasi dan Ventura Bersama”
-
SFAS No. 15 (Revised 2013), “Investment in
Associates and Joint Ventures”
-
PSAK No. 24 (Revisi 2013) “Imbalan Kerja”
-
SFAS No. 24 (Revised 2013), “Employee Benefits”
-
PSAK No. 46 (Revisi 2014) “Pajak Penghasilan”
-
SFAS No. 46 (Revised 2014), “Income Tax”
-
PSAK No. 48 (Revisi 2014) “Penurunan Nilai Aset”
-
SFAS No. 48 (Revised 2014), “Impairment of Assets”
-
PSAK No. 50 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan:
Penyajian”
-
SFAS No. 50 (Revised 2014), “Financial Instrument:
Presentation”
-
PSAK No. 55 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”
-
SFAS No. 55 (Revised 2014), “Financial Instrument:
Recognition and Measurements”
-
PSAK No. 60 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”
-
SFAS No. 60 (Revised 2014), “Financial Instrument:
Disclosures”
-
PSAK No. 65 “Laporan Keuangan Konsolidasian”
-
SFAS No. 65 “Consolidated Financial Statements”
-
PSAK No. 66 “Pengaturan Bersama”
-
SFAS No. 66 “Joint Arrangements”
-
PSAK No. 67 “Kepentingan dalam Entitas Lain”
-
SFAS No. 67 “Disclosure of Interests in other
Entities”
-
PSAK No. 68 “Pengukuran Nilai Wajar”
-
SFAS No. 68 “Fair Value Measurements”
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/11
Exhibit E/11
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
a.
b.
Dasar Penyajian Laporan
Interim (Lanjutan)
Keuangan
Konsolidasian
2.
SUMMARY OF
(Continued)
a.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Basis of Preparation of the Interim Consolidated
Financial Statements (Continued)
Perubahan Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)
Changes in Accounting Policies (Continued)
-
-
ISAK 26 “Penilaian Ulang Derivatif Melekat”
Prinsip Konsolidasian
b.
POLICIES
IFAS 26 “Reassessment of Embedded Derivatives”
Principles of Consolidation
Kombinasi Bisnis
Business Combination
Kombinasi bisnis dihitung dengan menggunakan metode
akuisisi pada tanggal akuisisi, yaitu tanggal pengendalian
beralih kepada Perusahaan. Pengendalian adalah
kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan
kebijakan operasi entitas untuk memperoleh manfaat
dari aktivitasnya. Di dalam menilai pengendalian,
Perusahaan mempertimbangkan hak suara potensial yang
saat ini dilaksanakan.
Business combinations are accounted for using the
acquisition method as at the acquisition date, which is
the date on which control is transferred to the
Company. Control is the power to govern the financial
and operating policies of an entity so as to obtain
benefits from its activities. In assessing control, the
Company takes into consideration potential voting
rights that are currently exercisable.
Imbalan yang dialihkan tidak termasuk jumlah yang
terkait dengan penyelesaian pada hubungan yang
sebelumnya ada. Jumlah tersebut, umumnya diakui di
dalam laporan laba rugi. Biaya-biaya terkait dengan
akuisisi, selain yang terkait dengan penerbitan surat
utang maupun kepemilikian, yang terjadi dalam kaitan
kombinasi bisnis Perusahaan, dibebankan pada saat
terjadinya.
The consideration transferred does not include amounts
related to the settlement of preexisting relationships.
Such amounts are generally recognized in profit or loss.
Costs related to the acquisition, other than those
associated with the issue of debt or equity securities,
that the Company incurs in connection with a business
combination are expensed as incurred.
Imbalan yang dialihkan bagi akuisisi entitas anak
merupakan nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas
yang terjadi pada pemilik sebelumnya pihak yang
diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh
Perusahaan. Imbalan yang dialihkan meliputi nilai wajar
dari aset atau liabilitas yang timbul dari pengaturan
pengalihan
kontinjensi.
Aset-aset
yang
dapat
diidentifikasi yang diakusisi dan liabiltias dan liabilitas
kontinjensi yang diasumsikan di dalam kombinasi bisnis,
pada awalnya diukur pada nilai wajar pada tanggal
akusisi.
The consideration transferred for the acquisition of a
subsidiary is the fair value of the assets transferred,
the liabilities incurred to the former owners of the
acquiree and the equity interests issued by the
Company. The consideration transferred includes the
fair value of any asset or liability resulting from a
contingent consideration arrangement. Identifiable
assets acquired and liabilities and contingent liabilities
assumed in a business combination are measured
initially at their fair values at the acquisition date.
Semua imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh
Perusahaan diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Perubahan setelah pengakuan awal terhadap nilai wajar
imbalan kontinjensi dianggap sebagai aset atau liabilitas
yang diakui sesuai dengan PSAK 55 (Revisi 2011)
“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” di
dalam laporan laba-rugi. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikan sebagai ekuitas tidak diukur ulang dan
penyelesaian selanjutnya dihitung di dalam ekuitas.
Any contingent consideration to be transferred by the
Company is recognized at fair value at the acquisition
date. Subsequent changes to the fair value of the
contingent consideration that is deemed to be an asset
or liability is recognized in accordance with SFAS 55
(Revised 2011) “Financial Instrument: Recognition and
Measurement” in profit or loss. Contingent
consideration that is classified as equity is not
remeasured and its subsequent settlement is accounted
for within equity.
Apabila kombinasi bisnis telah dicapai secara bertahap
pada tanggal akuisisi, nilai wajar pihak pengakuisi yang
sebelumnya memiliki kepentingan ekuitas di dalam pihak
yang diakuisisi, diukur ulang pada nilai wajar pada
tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.
If the business combination is achieved in stages, at the
acquisition date fair value of the acquirer’s previously
held equity interest in the acquiree is remeasured to
fair value at the acquisition date through profit or loss.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/12
Exhibit E/12
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
b.
Prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
b.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Principles of Consolidation (Continued)
Entitas Anak
Subsidiaries
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas
bertujuan khusus) di mana Perusahaan memiliki
pengendalian untuk mengatur kebijakan keuangan dan
operasional, yang umumnya mewakili kepemilikan saham
lebih dari separuh hak suara. Keberadaan dan dampak
hak suara potential yang saat ini dapat diterapkan
maupun dikonversikan dipertimbangkan ketika terdapat
penilaian apakah Perusahaan mengendalikan entitas
lainnya.
Perusahaan
juga
menilai
keberadaan
pengendalian di mana Perusahaan tidak memiliki lebih
dari 50% (lima puluh perseratus) hak suara, namun
demikian dapat mengatur karena pengendalian secara
fakta. Pengendalian secara fakta mungkin timbul dalam
keadaan di mana besaran hak suara Perusahaan adalah
relatif terhadap ukuran dan sebaran kepemilikan
pemegang saham lainnya yang memberikan Perusahaan
kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan,
operasional, dan lain-lainnya.
Subsidiaries are all entities (including special purpose
entities) over which the Company has the power to
govern the financial and operating policies, generally
accompanying a shareholding of more than one half of
the voting rights. The existence and effect of potential
voting rights that are currently exercisable or
convertible are considered when assessing whether the
Company controls another entity. The Company also
assesses existence of control where it does not have
more than 50% of the voting power but is able to
govern the financial and operating policies by virtue of
de-facto control. De-facto control may arise in
circumstances where the size of the Company’s voting
rights relative to the size and dispersion of holdings of
other shareholders give the Company the power to
govern the financial and operating policies, etc.
Entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal di
mana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan. Entitas
anak tidak dikonsolidasi sejak tanggal di mana
pengendalian dihentikan.
Subsidiaries are fully consolidated from the date on
which control is transferred to the Company. They are
de-consolidated from the date on which that control
ceases.
Transaksi, saldo, dan keuntungan yang belum direalisasi
antar entitas diantara Perusahaan, dieliminasi. Kerugian
yang belum direalisasi juga dieliminasi. Kebijakan
akuntansi entitas anak telah berubah apabila diperlukan
untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang
diadopsi oleh Perusahaan.
Inter-company transactions, balances and unrealized
gains on transactions between Company companies are
eliminated. Unrealized losses are also eliminated.
Accounting policies of subsidiaries have been changed
where necessary to ensure consistency with the policies
adopted by the Company.
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali yang tidak
menimbulkan kehilangan pengendalian diperhitungkan
sebagai transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar
imbalan yang dibayarkan dan harga saham relevan yang
diakuisisi sebesar nilai tercatat aset bersih, dicatat di
dalam ekuitas. Keuntungan dan kerugian pelepasan
kepada kepentingan non-pengendali juga dicatat di
dalam ekuitas.
Transactions with non-controlling interests that do not
result in loss of control are accounted for as equity
transactions. The difference between the fair value of
any consideration paid and the relevant share acquired
of the carrying value of net assets of the subsidiary is
recorded in equity. Gains or losses on disposals to noncontrolling interests are also recorded in equity.
Kerugian yang terjadi terhadap kepentingan nonpengendali di dalam suatu entitas anak, dialokasikan
kepada kepentingan non-pengendali, bahkan apabila
dilakukan, kepentingan non-pengendali memiliki saldo
defisit. Kepentingan non-pengendali disusun dan
disajikan di dalam laporan posisi keuangan di antara
ekuitas, yang merupakan bagian terpisah dari ekuitas
pemilik entitas induk.
Losses applicable to the non-controlling interests in a
subsidiary are allocated to the non-controlling interests
even if doing so causes the non-controlling interests to
have a deficit balance. Non-controlling interests is
presented in the consolidated statements of financial
position within equity, separately from the equity of
the owners of the parent.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/13
Exhibit E/13
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
b.
Prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
b.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Principles of Consolidation (Continued)
Entitas Anak (Lanjutan)
Subsidiaries (Continued)
Apabila terjadi kehilangan pengendalian, Perusahaan
menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas
anak, seluruh kepentingan non-pengendali dan unsurunsur ekuitas yang berhubungan dengan entitas. Semua
surplus dan defisit yang timbul pada kehilangan
pengendalian, diakui di dalam laporan laba rugi. Apabila
Perusahaan memiliki segala kepentingan sebelumnya di
dalam entitas anak, maka kepentingan tersebut diukur
pada nilai wajar pada tanggal hilangnya pengendalian.
Selanjutnya, kepentingan tersebut diperhitungkan
sebagai jumlah ekuitas investee atau sebagai aset
keuangan tersedia untuk dijual, bergantung pada tingkat
pengaruh yang dimiliki. Sebagai tambahan, semua
jumlah yang sebelumnya diakui di dalam pendapatan
komprehensif lain entitas tersebut, dicatat seolah-olah
Perusahaan secara langsung telah melepas aset dan
liabilitas terkait. Hal ini berarti semua jumlah yang
sebelumnya diakui di dalam pendapatan komprehensif
lain direklasifikasi ke dalam laporan laba rugi.
Upon the loss of control, the Company derecognizes the
assets and liabilities of the subsidiary, any noncontrolling interests and the other components of
equity related to the subsidiary. Any surplus or deficit
arising on the loss of control is recognized in profit or
loss. If the Company retains any interest in the
previous subsidiary, then such interest is measured at
fair value at the date that control is lost.
Subsequently, it is accounted for as an equityaccounted investee or as an available-for-sale financial
asset depending on the level of influence retained. In
addition, any amounts previously recognised in other
comprehensive income in respect of that entity are
accounted for as if the Company had directly disposed
of the related assets or liabilities. This may mean that
amounts previously recognised in other comprehensive
income are reclassified to profit or loss.
Goodwill
Goodwill
Goodwill merupakan selisih lebih biaya akuisisi entitas
anak maupun entitas asosiasi terhadap nilai wajar pada
tanggal akusisi bagian Perusahaan terhadap aset bersih
yang dapat diidentifikasi, termasuk liabilitas kontinjensi,
pada tanggal akusisi. Biaya akuisisi diukur pada nilai
wajar terhadap aset yang diakuisisi, instrumen ekuitas
yang diterbitkan maupun liabilitas yang terjadi maupun
yang diasumsikan terjadi pada tanggal akuisisi, ditambah
dengan biaya-biaya yang dapat diatribusikan kepada
akuisisi.
Goodwill represents the excess of the cost of an
acquisition of subsidiaries or associated companies over
the fair value at the date of acquisition of the
Company's share of their identifiable net assets,
including contingent liabilities, at the date of
acquisition. The cost of acquisition is measured as the
fair value of the assets acquired, equity instruments
issued or liabilities incurred or assumed at the date of
acquisition, plus costs directly attributable to the
acquisition.
Goodwill pada akuisisi entitas anak, dikapitalisasi
sebagai aset takberwujud dengan penurunan nilai di
dalam nilai tercatat yang dibebankan pada laporan laba
rugi. Apabila nilai wajar aset, liabilitas, dan liabilitas
kontinjensi yang dapat diidentifikasi, melebihi nilai
wajar yang akan dibayarkan, maka selisih lebih tersebut
dikreditkan seluruhnya ke dalam laporan laba rugi pada
tanggal akusisi.
Goodwill on acquisitions of subsidiaries is capitalized as
an intangible asset with any impairment in carrying
value being charged to profit or loss. Where the fair
value of identifiable assets, liabilities and contingent
liabilities exceed the fair value of consideration paid,
the excess is credited in full to the profit or loss on the
acquisition date.
Keuntungan atau kerugian pelepasan entitas anak dan
entitas asosiasi meliputi nilai tercatat goodwill yang
dikapitalisasi terkait dengan entitas yang dijual.
Gain or losses on disposal of subsidiaries and associates
include the carrying amount of capitalized goodwill
relating to the entity sold.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/14
Exhibit E/14
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
b.
c.
Prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
b.
ACCOUNTING
POLICIES
Principles of Consolidation (Continued)
Goodwill (Lanjutan)
Goodwill (Continued)
Kajian dan telaah penurunan nilai goodwill dilakukan
setiap tahun maupun lebih sering apabila kejadian dan
perubahan di dalam keadaan mengindikasikan potensi
penurunan nilai. Goodwill yang diperoleh di dalam
kombinasi bisnis dialokasikan ke tiap-tiap unit penghasil
kas (“UPK”), maupun kelompok UPK, yang diharapkan
untuk memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis,
untuk tujuan pengujian penurunan nilai. Tiap-tiap unit
maupun kelompok dari unit di dalam goodwill
dialokasikan, merupakan tingkat terendah bagi tujuan
manajemen intern. Goodwill dipantau pada tingkat
segmen operasi.
Goodwill impairment reviews are undertaken annually
or more frequently if events or changes in
circumstances indicate a potential impairment.
Goodwill acquired in a business combination is
allocated to each of the cash-generating-units
(“CGUs”), or groups of CGUs, that is expected to
benefit from synergies of the business combination, for
the purpose of impairment testing. Each unit or group
of units to which the goodwill is allocated represents
the lowest level within the entity at which the goodwill
is monitored for internal management purposes.
Goodwill is monitored at the operating segment level.
Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba
rugi ketika nilai tercatat UPK, termasuk goodwill,
melebihi jumlah terpulihkan unit penghasil kas. Jumlah
terpulihkan UPK lebih tinggi dibandingkan dengan nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai
UPK.
An impairment loss is recognized in profit or loss when
the carrying value of CGU, including the goodwill,
exceeds the recoverable amount of CGU. The
recoverable amount of the CGU is the higher of the
CGU's fair value less costs to sell and value-in-use.
Estimasi arus kas masa depan didiskontokan terhadap
nilai kininya dengan menggunakan tingkat suku bunga
sebelum pajak yang merupakan penilaian pasar kini
terhadap nilai waktu dari uang dan risiko spesifik aset,
di dalam menentukan jumlah nilai pakai.
The estimated future cash flows are discounted to their
present value using a pre-tax discount rate that
reflects current market assessment of the time value of
money and the risks specific to the asset, in assessing
value-in-use.
Kerugian penurunan nilai total dialokasikan, pertama
untuk mengurangi nilai tercatat goodwill yang
dialokasikan kepada UPK dan kemudian kepada aset
lainnya unit penghasil kas secara pro-rata pada basis
nilai tercatat untuk setiap aset di dalam UPK.
The total impairment loss is allocated first to reduce
the carrying amount of goodwill allocated to the CGU
and then to other assets of the CGU pro-rated on the
basis of the carrying amount of each asset in the CGU.
Kerugian penurunan nilai pada goodwill tidak dapat
dipulihkan pada periode berikutnya.
Impairment loss on goodwill is not reversed in the
subsequent period.
Kas dan bank
b. c.
Kas dan bank merupakan bagian aset keuangan yang
tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman dan
tidak dibatasi penggunaannya.
d.
SIGNIFICANT
Aset keuangan
Aset keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian interim jika, dan hanya jika, Perusahaan
dan entitas anak menjadi pihak di dalam provisi
kontraktual instrumen keuangan.
Cash on hand and in bank
Cash on hand and in bank are financial assets, which
are not being as collateral of loan nor restricted for
use.
d. d.
Financial assets
Financial assets are recognized in the interim
consolidated statements of financial position when,
and only when, the Company and subsidiaries becomes
a party to the contractual provisions of the financial
instrument.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/15
Exhibit E/15
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
d.
Aset keuangan (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
e. d.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Financial assets (Continued)
Selain dari aset keuangan di dalam hubungan lindung
nilai kualifikasian (lihat Catatan 2j, k, 22, 23 dan 28),
kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak untuk
setiap kategori adalah sebagai berikut:
Other than financial assets in a qualifying hedging
relationship (see Notes 2j, k, 22, 23 and 28), the
Company and subsidiaries accounting policy for each
category is as follows:
Klasifikasi
Classification
Pembelian dan penjualan berkala aset keuangan diakui
pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal di mana
Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual
aset tersebut. Perusahaan mengklasifikasikan aset
keuangan tersebut di dalam kategori berikut: pada nilai
wajar melalui laba rugi, pinjaman dan piutang, tersedia
untuk dijual, dan dimiliki hingga jatuh tempo. Klasifikasi
tersebut bergantung pada tujuan aset keuangan untuk
dimiliki. Manajemen menentukan klasifikasi aset
keuangannya pada pengakuan awal.
Regular purchases and sale of financial assets are
recognized on the trade-date, the date on which the
Company commits to purchase or sell the asset. The
Company classifies its financial assets in the following
categories: at fair value through profit or loss, loans
and receivables, available-for-sale, and held to
maturity. The classification depends on the purpose for
which the financial assets were acquired. Management
determines the classification of its financial assets at
initial recognition.
Ketika dilakukan pengakuan awal aset keuangan, aset
keuangan diukur pada nilai wajar, ditambah dengan,
dalam hal aset keuangan bukan diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, biaya-biaya transaksi yang dapat
diatribusikan
langsung.
Perusahaan
menentukan
klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal dan,
apabila diizinkan dan sesuai, dikaji ulang penetapannya
setiap akhir periode pelaporan.
When financial assets are recognized initially, they are
measured at fair value, plus, in the case of financial
assets not at fair value through profit or loss, directly
attributable
transaction
costs.
The
Company
determines the classification of its financial assets at
initial recognition and, where allowed and appropriate,
re-evaluates this designation at the end of each
reporting date.
i.
i. Financial assets at fair value through profit or loss
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi
Kategori ini meliputi aset keuangan “yang dimiliki
untuk diperdagangkan” dan aset keuangan yang
ditetapkan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
pada awal penentuan. Suatu aset keuangan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual apabila
secara prinsip diperoleh untuk tujuan dijual dalam
jangka pendek. Aset keuangan yang ditetapkan pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat
penetapan awal adalah aset keuangan yang dikelola,
dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar,
sesuai dengan suatu strategi investasi yang
terdokumentasi. Derivatif juga dikategorikan sebagai
investasi yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan,
kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai efektif.
This category includes financial assets “held for
trading” and those designated at fair value through
profit or loss at inception. A financial asset is
classified as held for trading if acquired principally
for the purpose of selling in the short term.
Financial assets designated at fair value through
profit or loss at inception are those that are
managed, and their performance evaluated on a fair
value basis, in accordance with a documented
investment
strategy.
Derivatives
are
also
categorized as held for trading, unless they are
designated as effective hedges.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/16
Exhibit E/16
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
d.
Aset keuangan (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
d. d.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Financial assets (Continued)
Klasifikasi (Lanjutan)
Classification (Continued)
i. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi (Lanjutan)
i. Financial assets at fair value through profit or loss
(Continued)
Aset yang dikategorikan dalam klasifikasi ini,
diklasifikasikan sebagai aset lancar, apabila aset
tersebut baik dimiliki untuk diperdagangkan maupun
diharapkan untuk direalisasi dalam waktu 12 (dua
belas) bulan setelah akhir periode pelaporan;
sebaliknya, aset tersebut diklasifikasikan sebagai
aset tidak lancar. Selisih bersih yang timbul dari
perubahan nilai wajar kategori “aset keuangan pada
nilai wajar melalui laba rugi”, disajikan di dalam
laporan laba rugi di antara “pendapatan keuangan”
di dalam periode di mana kategori tersebut muncul.
Assets in this category are classified as current
assets if they are either held for trading or are
expected to be realized within 12 (twelve) months
after the end of the reporting period; otherwise
they are classified as noncurrent. Net differences
arising from changes in the fair value of the
“financial assets at fair value through profit or
loss” category are presented in the profit or loss
within “finance income” in the period in which they
arise.
Pendapatan dividen dari aset keuangan pada nilai
wajar melalui laba rugi diakui di dalam laba atau rugi
sebagai bagian dari “pendapatan lain-lain” ketika
hak Perusahaan untuk menerima pembayaran telah
ditentukan. Pendapatan bunga
dari aset-aset
keuangan tersebut dicatat di dalam “pendapatan
keuangan”.
Dividend income from financial assets at fair value
through profit or loss is recognized in the profit or
loss as part of “other income” when the Company’s
right to receive payments is established. Interest
income from these financial assets is included in the
“finance income”.
ii. Pinjaman dan piutang
ii. Loans and receivables
Pinjaman dan piutang merupakan aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran pasti maupun dapat
ditentukan yang tidak memiliki kuotasi di dalam
pasar aktif. Pinjaman dan piutang dicatat di dalam
aset lancar, kecuali piutang dan pinjaman yang
memiliki jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan
setelah akhir periode pelaporan. Pinjaman dan
piutang ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang dan pinjaman secara prinsip timbul melalui
penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan
(misalnya piutang dagang), namun juga mencakup
jenis lain aset moneter yang bersifat kontraktual.
Loans and receivables are non-derivative financial
assets with fixed or determinable payments that are
not quoted in an active market. They are included
in current assets, except for maturities greater than
12 (twelve) months after the end of reporting
period. These are classified as non-current assets.
They arise principally through the provision of
goods and services to customers (e.g. trade
receivables), but also incorporate other types of
contractual monetary asset.
Aset tersebut dinilai pada biaya penyusutan yang
diamortisasi dengan menggunakan metode tingkat
suku bunga efektif dikurangi provisi penurunan nilai.
Keuntungan dan kerugiannya diakui di dalam laba
rugi ketika pinjaman dan piutang dihentikan
pengakuannya atau mengalami penurunan nilai,
melalui proses amortisasi.
Such assets are carried at amortized cost using the
effective interest method less provision for
impairment. Gains and losses are recognized in
profit or loss when the loans and receivables are
derecognized or impaired, as well as through the
amortization process.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/17
Exhibit E/17
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
d.
Aset keuangan (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
d. d.
SIGNIFICANT
Classification (Continued)
ii.
ii.
Dari waktu ke waktu, Perusahaan dan entitas anak
memilih untuk menegosiasi ulang syarat piutang
usaha dari pelanggan yang sebelumnya memiliki
sejarah perdagangan yang baik. Negosiasi tersebut
akan mengarah pada perubahan waktu pelunasan
bukan
perubahan
jumlah
terutang,
dan
konsekuensinya, arus kas baru yang diharapkan,
didiskontokan pada tingkat suku bunga efektif
sebelumnya dan semua selisih yang timbul
terhadap nilai tercatat, diakui di dalam laba rugi.
iii.
Aset keuangan tersedia untuk dijual
POLICIES
Financial assets (Continued)
Klasifikasi (Lanjutan)
Pinjaman dan piutang (Lanjutan)
ACCOUNTING
Loans and receivables (Continued)
From time to time, the Company and subsidiaries
elects to renegotiate the terms of trade
receivables due from customers with which it has
previously had a good trading history. Such
renegotiations will lead to changes in the timing
of payments rather than changes to the amounts
owed and, in consequence, the new expected cash
flows are discounted at the original effective
interest rate and any resulting difference to the
carrying value is recognized in profit or loss.
iii.
Available-for-sale financial assets
Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan
aset keuangan non-derivatif yang ditujukan baik
untuk kategori ini maupun tidak ditujukan untuk
kategori manapun. Aset keuangan tersedia untuk
dijual secara prinsip terdiri dari investasi stratejik
Perusahaan di dalam entitas yang tidak
dikategorikan sebagai entitas anak, entitas
asosiasi, maupun pengendalian bersama entitas.
Aset keuangan tersedia untuk dijual dikategorikan
sebagai aset tidak lancar, kecuali investasi
tersebut memiliki jatuh tempo atau manajemen
berkeinginan untuk menjualnya dalam tempo 12
(dua belas) bulan pada akhir periode pelaporan.
Available-for-sale financial assets are nonderivative financial assets that are either
designated in this category or not classified in any
of the other categories. They comprise principally
the Company's strategic investments in entities
not qualifying as subsidiaries, associates or jointly
controlled entities. They are included in noncurrent assets unless the investments mature or
management intends to dispose of it within
12 (twelve) months of the end of the reporting
date.
Aset keuangan ini pada awalnya diakui pada nilai
wajar, ditambah dengan seluruh biaya transaksi
yang dapat diatribusikan langsung. Setelah
pengakuan awal, aset keuangan ini diukur pada
nilai wajar pada perubahannya, selain kerugian
penurunan nilai dan selisih mata uang asing pada
instrument utang, dan dicatat pada pendapatan
komprehensif lain dan diakumulasi pada cadangan
nilai wajar.
These assets are initially recognized at fair value,
plus any directly attributable transactions costs.
Subsequent to initial recognition, they are
measured at fair value and changes therein, other
than impairment losses and foreign currency
differences on debt instruments, are recognized in
other comprehensive income and accumulated in
the fair value reserve.
Ketika aset jenis ini mengalami penurunan nilai,
maka penyesuaian nilai wajar yang diakumulasi
yang diakui di dalam ekuitas, dicatat di dalam laba
rugi pada “biaya keuangan”. Apabila aset
keuangan ini dihentikan pengakuannya, maka
penyesuaian nilai wajar yang diakumulasi, yang
diakui di dalam pendapatan komprehensif lain,
direklasifikasi ke dalam laba rugi sebagai
“pendapatan keuangan” atau “biaya keuangan”.
When these assets are impaired, the accumulated
fair value adjustments recognized in equity are
included in profit or loss within “finance costs”.
When these assets are derecognized, the
accumulated fair value adjustments recognized in
other comprehensive income are reclassified to
profit or loss as “finance income” or “finance
costs”.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/18
Exhibit E/18
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
d.
2.
Aset keuangan (Lanjutan)
SUMMARY OF
(Continued)
d. d.
SIGNIFICANT
Classification (Continued)
iii.
iii.
Tingkat suku bunga pada aset keuangan tersedia
untuk dijual yang dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif, diakui di dalam laba
rugi sebagai bagian dari “pendapatan keuangan”.
Dividen pada instrumen ekuitas tersedia untuk
dijual diakui di dalam laba rugi sebagai bagian dari
“pendapatan lain-lain” ketika hak Perusahaan
untuk menerima pembayaran telah ditentukan.
iv.
POLICIES
Financial assets (Continued)
Klasifikasi (Lanjutan)
Aset keuangan tersedia untuk dijual (Lanjutan)
ACCOUNTING
Available-for-sale financial assets (Continued)
Interest on available-for-sale financial assets
calculated using the effective interest method is
recognized in profit or loss as part of “finance
income”. Dividends on available-for-sale equity
instruments are recognized in profit or loss as
part of “other income” when the Company’s right
to receive payments is established.
Investasi dimiliki hingga jatuh tempo
iv.
Held-to-maturity investments
Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo
merupakan aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran pasti atau dapat ditentukan dan
memiliki jatuh tempo pasti di mana manajemen
Perusahaan memiliki intensi dan kemampuan
positif untuk memiliki investasi tersebut sampai
jatuh tempo yang tidak ditujukan pada nilai wajar
melalui laba rugi atau mengalami kerugian atau
tersedia untuk dijual.
Held
to
maturity
financial
assets
are
nonderivative financial assets with fixed or
determinable payments and fixed maturity that
the Company's management has the positive
intention and ability to hold the investment to
maturity, which are not designated at fair value
through profit or loss or available-for-sale.
Investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada
biaya perolehan diamortiasi dengan menggunakan
tingkat suku bunga efektif, dikurangi semua
kerugian penurunan nilai. Keuntungan atau
kerugian diakui di dalam laba rugi ketika investasi
dimiliki
hingga
jatuh
tempo
dihentikan
pengakuannya atau mengalami penurunan nlai,
melalui proses amortisasi.
Held-to-maturity investments are measured at
amortized cost using the effective interest
method, less any impairment losses. Gains and
losses are recognized in profit or loss when the
held-to-maturity investments are derecognized or
impaired, as well as through the amortization
process.
Pendapatan bunga pada aset keuangan dimiliki
hingga jatuh tempo dicatat di dalam laba rugi
sebagai “pendapatan keuangan”.
Interest income on held to maturity financial
assets is included in profit or loss as “interest
income”.
Perusahaan dan entitas anak tidak memiliki aset
keuangan yang diklasifikasikan sebagai investasi
dimiliki sampai jatuh tempo pada tanggal
30 September 2015 dan 31 Desember 2014.
The Company and subsidiaries does not have any
financial assets classified as held-to-maturity as
of 30 September 2015 and 31 December 2014.
Penghentian Pengakuan
Derecognition
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak
untuk menerima arus kas aset tersebut telah kadaluarsa
atau telah dialihkan dan Perusahaan telah mengalihkan
secara substantif risiko dan manfaat kepemilikannya.
e.
Financial assets are derecognized when the rights to
receive cash flows from the asset have expired or have
been transferred and the Company has transferred
substantially all risks and rewards of ownership.
Selisih antara nilai tercatat dan jumlah imbalan yang
diterima dan seluruh keuntungan dan kerugian kumulatif
yang telah diakui di dalam pendapatan komprehensif
lain, diakui pada laba rugi penghentian aset keuangan
secara keseluruhan.
f.
The difference between the carrying amount and the
sum of the consideration received and any cumulative
gain or loss that had been recognized in other
comprehensive income is recognized in profit or loss on
derecognition of a financial asset in its entirety.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/19
Exhibit E/19
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
d.
2.
Aset keuangan (Lanjutan)
SUMMARY OF
(Continued)
d. d.
Penurunan nilai aset keuangan
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Financial assets (Continued)
Impairment of financial assets
Penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi adalah sebagai berikut:
g.
The impairment of financial assets is measured at
amortized cost as follows:
Perusahaan dan entitas anak menilai pada akhir tiap
periode pelaporan apakah terdapat bukti objektif suatu
aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah
mengalami penurunan nilai. Suatu aset keuangan atau
kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai atau
kerugian penurunan nilai hanya apabila terdapat bukti
objektif penurunan nilai sebagai dampak satu atau lebih
peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset
(peristiwa rugi) dan peristiwa rugi (peristiwa) tersebut
memiliki dampak terhadap estimasi arus kas masa depan
aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat
diestimasi dengan andal.
h.
The Company and subsidiaries assesses at the end of
each reporting period whether there is any objective
evidence that a financial asset or group of financial
assets is impaired. A financial asset or a group of
financial assets is impaired and impairment losses are
incurred only if there is objective evidence of
impairment as a result of one or more events that
occurred after the initial recognition of the asset (a
loss event) and that loss event (or events) has an
impact on the estimated future cash flows of the
financial asset or group of financial assets that can be
reliably estimated.
i. Aset yang dinilai dengan biaya perolehan diamortisasi
ii. i. Assets carried at amortized cost
Bagi pinjaman dan piutang, jumlah kerugian diukur
sebagai selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini
estimasi arus kas masa depan (selain kerugian kredit
masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto
pada tingkat suku bunga efektif awal. Nilai tercatat
aset tersebut dikurangi dan jumlah kerugiannya
diakui di dalam laba rugi. Apabila suatu pinjaman
memiliki tingkat suku bunga mengambang, maka
tingkat suku bunga diskonto bagi pengukuran semua
kerugian penurunan nilai adalah tingkat suku bunga
efektif berjalan yang ditentukan di dalam perjanjian
kontraktual. Sebagai bantuan praktis, Perusahaan
dan entitas anak mungkin mengukur penurunan nilai
pada basis suatu nilai wajar instrumen dengan
menggunakan nilai pasar yang dapat diobservasi.
i.
For the loans and receivables category, the amount
of the loss is measured as the difference between
the asset’s carrying amount and the present value
of estimated future cash flows (excluding future
credit losses that have not been incurred)
discounted at the financial asset’s original effective
interest rate. The carrying amount of the asset is
reduced and the amount of the loss is recognized in
profit or loss. If a loan has a floating interest rate,
the discount rate for measuring any impairment loss
is the current effective interest rate determined
under the contract. As a practical expedient, the
Company and subsidiaries may measure impairment
on the basis of an instrument’s fair value using an
observable market price.
Apabila, di dalam periode setelah periode awal,
jumlah kerugian penurunan nilai mengalami
penurunan dan dapat secara objektif dikaitkan
dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan
nilai diakui (seperti peningkatan peringkat kredit
debitur), pembalikan jumlah kerugian penurunan
nilai yang sebelumnya diakui, diakui di dalam dalam
laba rugi.
e.
If, in a subsequent period, the amount of the
impairment loss decreases and the decrease can be
related objectively to an event occurring after the
impairment was recognized (such as an
improvement in the debtor’s credit rating), the
reversal of the previously recognized impairment
loss is recognized in the profit or loss.
Pengujian penurunan nilai piutang usaha dan piutang
non-usaha dijabarkan di dalam Catatan 5.
Impairment testing of trade and
receivables is described in Note 5.
non-trade
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/20
Exhibit E/20
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
d.
2.
Aset keuangan (Lanjutan)
SUMMARY OF
(Continued)
d. d.
Penurunan nilai aset keuangan (Lanjutan)
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Financial assets (Continued)
Impairment of financial assets (Continued)
ii. Aset diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual
i.
ii. Assets classified as available-for-sale
Penurunan nilai wajar dibawah harga perolehan yang
signifikan dan berkepanjangan, kesulitan keuangan
signifikan penerbit obligasi atau obligor, dan
hilangnya pasar jual-beli aktif adalah bukti objektif
investasi ekuitas diklasifikan sebagai aset keuangan
tersedia untuk dijual yang mungkin mengalami
penurunan nilai. “Signifikansi” dievaluasi terhadap
biaya perolehan awal investasi dan “berkepanjangan”
dievaluasi terhadap periode di mana nilai wajar
berada di bawah harga perolehan awal.
f.
Significant or prolonged decline in fair value below
cost, significant financial difficulties of the issuer
or obligor, and the disappearance of an active
trading market are objective evidence that equity
investments
classified
as
available-for-sale
financial assets may be impaired. “Significant” is to
be evaluated against the original cost of the
investment and “prolonged” against the period in
which the fair value has been below its original
cost.
Apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai atas
aset keuangan tersedia untuk dijual, maka kerugian
kumulatif - yang diukur sebagai selisih biaya akuisisi
dan nilai wajar kini, dikurangi semua kerugian
penurunan nilai pada aset keuangan yang sebelumnya
diakui di dalam laba rugi – dihapuskan dari
pendapatan komprehensif lain dan diakui di dalam
laba rugi. Kerugian penurunan nilai yang diakui di
dalam laba rugi pada investasi ekuitas tidak dapat
dibalikkan melalui laba rugi; kenaikan di dalam nilai
wajarnya setelah terjadi penurunan nilai diakui
langsung di dalam pendapatan komprehensif lain.
g.
If there is objective evidence of impairment for
available-for-sale financial assets, the cumulative
loss – measured as the difference between the
acquisition cost and the current fair value, less any
impairment loss on that financial asset previously
recognized in profit or loss – is removed from other
comprehensive income and recognized in profit or
loss. Impairment losses recognized in profit of loss
on equity investments are not reversed through
profit or loss; increases in their fair value after
impairment are recognized directly in other
comprehensive income.
Saling Hapus
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersih
yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian interim jika, dan hanya jika, Perusahaan
dan entitas anak ada hak hukum saat ini dilaksanakan
untuk mengimbangi jumlah yang diakui dan ada niat
untuk menyelesaikan secara bersih, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Offsetting
j.
Financial assets and liabilities are set-off and the net
amount is presented in the interim consolidated
statements of financial position when, and only when,
the Company and subsidiaries have a legal right to setoff the amounts and intends either to settle on a net
basis or realizes the asset and settles the liability
simultaneously.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/21
Exhibit E/21
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
e.
f.
2.
Piutang dan Cadangan Penurunan Nilai Piutang
SUMMARY OF
(Continued)
d. e.
ACCOUNTING
POLICIES
Receivables and Allowance for Impairment Losses
Bukti obyektif mengenai penurunan nilai ditentukan oleh
Perusahaan dan entitas anak atas piutang yang signifikan
secara individual, dan untuk piutang yang tidak
signifikan secara individual penentuan penurunan nilai
dilakukan secara kolektif. Jika Perusahaan dan entitas
anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif
mengenai penurunan nilai atas piutang yang dinilai
secara individual, maka Perusahaan dan entitas anak
memasukkan piutang tersebut ke dalam kelompok
piutang yang memiliki karakteristik risiko kredit yang
serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut
secara kolektif. Piutang yang penurunan nilainya dinilai
secara individual tidak termasuk dalam penilaian
penurunan nilai secara kolektif.
k.
The Company and subsidiaries assess whether objective
evidence of impairment exists for receivables that are
individually significant, and collectively for receivables
that are individually insignificant. If the Company and
subsidiaries determine that no objective evidence of
impairment exists for an individually assessed
receivables, they will include the receivables in a group
of receivables with similar credit risk characteristics
and collectively assess the receivables for impairment.
Receivables that are individually assessed for
impairment and for which an impairment loss is or
continues to be recognized are not included in a
collective assessment of impairment.
Jumlah kerugian penurunan nilai, diakui di dalam laba
rugi pada “penyisihan atas penurunan nilai”. Ketika
suatu piutang usaha dan non usaha di mana cadangan
penurunan nilai yang diakui menjadi tidak tertagih pada
periode setelah periode awal, maka piutang tersebut
dihapuskan terhadap akun cadangan. Pemulihan setelah
periode awal jumlah yang sebelumnya dihapuskan,
dikreditkan terhadap “penyisihan atas penurunan nilai”
di dalam laba rugi.
l.
The amount of the impairment loss is recognized in
profit or loss within “allowance for impairment losses”.
When a trade and nontrade receivable for which an
impairment allowance had been recognized becomes
uncollectible in a subsequent period, it is written off
against the allowance account. Subsequent recoveries
of amounts previously written off are credited against
“allowance for impairment losses” in profit or loss.
Persediaan
f. f.
Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara
biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of
cost or net realizable value). Biaya perolehan
ditentukan dengan menggunakan metode first-in, firstout (FIFO method). Perusahaan dan entitas anak
menentukan penyisihan persediaan usang berdasarkan
hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada
akhir periode.
g.
SIGNIFICANT
Aset tetap
Inventories
Inventories are stated at the lower of cost or net
realizable value. Cost is determined based on the firstin, first-out (FIFO) method. The Company and
subsidiaries provide a provision for inventory
obsolescence based on a review of the condition of
inventories at the end of the period.
g. g.
Property and equipment
Aset tetap dicatat dengan biaya perolehan setelah
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
penurunan nilai aset, jika ada.
Property and equipment are stated at cost net of
accumulated depreciation and accumulated of asset
impairment value, if any.
Penyusutan terhadap aset tetap dihitung dengan metode
garis lurus (straight-line method), berdasarkan taksiran
manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Depreciation of property and equipment has been
computed on a straight-line method, based on the
estimated useful lives of the related assets, as follows:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/22
Exhibit E/22
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
g.
2.
Aset tetap (Lanjutan)
SUMMARY OF
(Continued)
d. g.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Property and equipment (Continued)
Tahun/ Years
Bangunan
Menara bergerak
Microcell Pole
Perangkat lunak
Peralatan, perlengkapan kantor dan komputer
Kendaraan
Genset
h.
20
10
10
4
4
4
4
Buildings
Transportable towers
Microcell Pole
Software
Tools, office equipment and computer
Vehicles
Gensets
Beban penyusutan diperhitungkan di dalam laporan laba
rugi selama periode buku di mana beban tersebut
terjadi.
Depreciation expenses are taken to profit or loss during
the financial period in which they are incurred.
Perbaikan dan perawatan diperhitungkan ke dalam
laporan laba rugi selama periode di mana perbaikan dan
perawatan terjadi. Biaya renovasi dan restorasi utama
digabungkan ke dalam nilai tercatat aset jika biaya
tersebut memiliki kemungkinan untuk memberikan
manfaat di masa depan yang jumlahnya melebihi standar
kinerja pada penilaian awal aset yang ada yang akan
mengalir ke dalam Perusahaan dan entitas anak, dan
disusutkan sebesar sisa umur manfaat aset tersebut.
Repair and maintenance expenses are taken to profit or
loss during the financial period in which they are
incurred. The cost of major renovations and
restorations is included in the carrying amount of the
asset when it is probable that future economic benefits
in excess of the originally assessed standard of
performance of the existing asset will flow to the
Company and subsidiaries, and depreciated over the
remaining useful life of the asset.
Nilai sisa, masa manfaat, dan metode depresiasi, dikaji
pada tiap akhir periode pelaporan, dan disesuaikan
secara prospektif, sesuai dengan keadaan.
The residual value, useful life and depreciation method
are reviewed at the end of each reporting period, and
adjusted prospectively, if appropriate.
Ketika terdapat indikasi penurunan nilai, nilai tercatat
aset dinilai dan segera dicatat berdasarkan jumlah
terpulihkan.
Where an indication of impairment exists, the carrying
amount of the asset is assessed and written down
immediately to its recoverable amount.
Keuntungan atau kerugian pelepasan aset tetap
ditentukan dengan membandingkan penerimaan dengan
nilai tercatat dan dicatat ke dalam laba rugi dari
operasi.
Gains or losses on disposal are determined by
comparing proceeds with the carrying amount and are
included in profit or loss from operations.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya
perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masingmasing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat
aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Assets in progress are stated at cost and presented as
part of the property and equipments. The accumulated
cost will be reclassified to the appropriate property
and equipments account when the installation is
substantially completed and the asset is ready for its
intended use.
Properti investasi
Properti investasi adalah tanah atau bangunan (termasuk
menara) atau bagian dari suatu bangunan atau keduaduanya yang dikuasai oleh Perusahaan dan entitas anak
untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai
atau kedua-duanya, dan tidak digunakan maupun dijual
dalam kegiatan operasi.
i. h.
Investment properties
Investment property is land or buildings (including
towers) or part of a building or both which is
controlled by the Company and subsidiaries to earn
rental or for capital appreciation or both, rather than
for use or sale in the ordinary course of business.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/23
Exhibit E/23
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
h.
i.
2.
Properti investasi (Lanjutan)
SUMMARY OF
(Continued)
d. h.
ACCOUNTING
POLICIES
Investment properties (Continued)
Properti investasi diukur pada nilai wajar. Nilai wajar
properti investasi diakui berdasarkan penilaian dari
penilai independen yang memenuhi kualifikasi dan telah
diakui, serta didukung oleh bukti pasar. Perubahan nilai
wajar properti investasi diakui pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim.
Investment property shall be measured at fair value.
The fair value of investment property is recognized
based on an appraisal by a qualified and authorized
independent appraiser and supported by the market
evidence. Changes to investment property fair value
shall be recognized in the interim consolidated
statements of profit or loss and other comprehensive
income.
Properti
investasi
dihentikan
pengakuannya
(dikeluarkan) dari laporan posisi keuangan konsolidasian
interim pada saat pelepasan atau ketika properti
investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen
dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan
yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan
properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim
dalam periode terjadinya penghentian atau pelepasan
tersebut.
The investment property shall be eliminated from the
interim consolidated statements of financial position
on disposal or when the investment property is
permanently withdrawn from use and no future
economic benefits are expected when withdrawn. Gains
or losses from investment property withdrawals or
disposals are recorded in the interim consolidated
statements of profit or loss and other comprehensive
income when incurred.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya
jika terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya
sewa operasi ke pihak lain atau berakhirnya konstruksi
atau pengembangan. Transfer dari properti investasi
dilakukan jika, dan hanya jika terdapat perubahan
penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya
penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan
untuk dijual.
Transfer to the investment property shall be made
when, and only when, there is a change in use as
evidenced by the cessation of owner-occupation,
commencement of an operating lease to another party
or the end of construction or development. Transfer
from investment property shall be made when, and
only when there is a change in use as evidenced by
commencement of owner occupation or commencement
of a property sale plan.
Bangunan dalam Penyelesaian
j.
i.
Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak
menerapkan PSAK No. 13 (Revisi 2011) mengenai
“Properti Investasi” yang menggantikan PSAK No. 13
(Revisi 2007) mengenai “Properti Investasi”. Akumulasi
biaya pembangunan menara telekomunikasi dikapitalisasi
sebagai “Properti investasi dalam penyelesaian” dan
dicatat pada akun “Properti Investasi” sampai proses
pembangunan atau pengembangan selesai, dan diukur
dengan menggunakan metode biaya (cost method).
j.
SIGNIFICANT
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan diakui di dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian interim, jika dan hanya jika,
Perusahaan dan entitas anak menjadi bagian ketentuan
kontraktual instrumen keuangan. Perusahaan dan entitas
anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada
saat pengakuan awal.
Construction-in-Progress
Effective on 1 January 2012, the Company and
subsidiaries adopted SFAS No. 13 (Revised 2011)
regarding “Investment Properties” which replaces SFAS
No. 13 (Revised 2007) regarding “Investment
Properties”. The accumulated costs of the construction
of tower buildings are capitalized as “Investment
properties in progress” and recorded into “Investment
Properties” account until construction or development
is complete, and measured by using the cost method.
g. j.
Financial liabilities
Financial liabilities are recognized in the interim
consolidated statement of financial position when, and
only when, the Company and subsidiaries becomes a
party to the contractual provisions of the financial
instrument. The Company and subsidiaries determines
the classification of its financial liabilities at initial
recognition.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/24
Exhibit E/24
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
j.
Liabilitas keuangan (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
d. j.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Financial liabilities (Continued)
i. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi
ii. i. Financial liabilities measured at fair value through
profit and loss
Kategori ini terdiri dari hanya derivatif dalam posisi
sangat tidak untung. Derivatif ini dicatat di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian interim pada
nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui
di dalam laba rugi. Perusahaan tidak memiliki atau
menerbitkan instrumen derivatif untuk tujuan
spekulasi, namun untuk tujuan lindung nilai.
This category comprises only out-of-the-money
derivatives. They are carried in the interim
consolidated statement of financial position at fair
value with changes in fair value recognized in profit
or loss. The Company does not hold or issue
derivative instruments for speculative purposes, but
for hedging purposes.
ii. Liabilitas keuangan lain
iii.
ii. Other financial liabilities
Liabilitas keuangan lain diukur setelah pengakuan
awal pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan
metode
suku
bunga
efektif.
Keuntungan dan kerugian diakui di dalam laba rugi
ketika liabilitas dihentikan pengakuannya, dan
melalui proses amortisasi.
Other financial liabilities are subsequently
measured at amortized cost, using the effective
interest method. Gains and losses are recognized in
profit and loss when the liabilities are
derecognized, and through the amortization
process.
Liabilitas keuangan
berikut ini:
Other financial liabilities include the following
items:
lain
mencakup
unsur-unsur
-
Utang yang awalnya diakui pada nilai wajar, net
setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat
diatribusikan
pada
penerbitan
instrumen.
Liabilitas berbunga tersebut diukur setelah
pengakuan
awal
pada
biaya
perolehan
diamortisasi dengan menggunakan tingkat suku
bunga efektif, yang memastikan semua beban
bunga selama periode untuk melakukan
pembayaran kembali berada dalam tingkat suku
bunga yang tetap pada saldo liabilitas yang
dicatat
pada
laporan
posisi
keuangan
konsolidasian interim.
-
Borrowings are initially recognized at fair value,
net of any transaction costs directly
attributable to the issue of the instrument. Such
interest bearing liabilities are subsequently
measured at amortized cost using the effective
interest rate method, which ensures that any
interest expense over the period to repayment
is at a constant rate on the balance of the
liability carried in the interim consolidated
statement of financial position.
-
Beban bunga di dalam hal ini mencakup biaya
transaksi awal dan utang premium terhadap
penebusan, seperti halnya utang bunga atau
utang kupon pada liabilitas yang beredar.
Imbalan yang pada penetapan fasilitas pinjaman
diakui sebagai biaya transaksi pinjaman sebesar
kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan
dicairkan. Dalam hal ini, imbalan tersebut
ditangguhkan sampai pencairan tersebut terjadi.
Sepanjang
tidak
terdapat
bukti
bahwa
kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan
dicairkan, imbalan tersebut dikapitalisasi sebagai
uang muka bagi jasa pencairan dan diamortisasi
selama periode fasilitas tersebut yang terkait.
--
Interest expense in this context includes initial
transaction costs and premium payable on
redemption, as well as any interest or coupon
payable while the liability is outstanding. Fees
paid on the establishment of loan facilities are
recognized as transaction costs of the loan to
the extent that it is probable that some or all of
the facility will be drawn down. In this case, the
fee is deferred until the draw -down occurs. To
the extent that there is no evidence that it is
probable that some or all of the facility will be
drawn down, the fee is capitalized as a prepayment for liquidity services and amortized
over the period of the facility to which it
relates.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/25
Exhibit E/25
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
j.
2.
SUMMARY OF
(Continued)
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Liabilitas keuangan (Lanjutan)
h. j.
Financial liabilities (Continued)
ii. Liabilitas keuangan lain (Lanjutan)
ii.
ii. Other financial liabilities (Continued)
-
POLICIES
Biaya pinjaman terjadi pada pembangunan aset
kualifikasian yang dikapitalisasi selama periode
waktu yang diperlukan untuk melengkapi dan
mempersiapkan aset bagi tujuan penggunaan
maupun penjualan. Biaya pinjaman dibebankan
pada laba rugi.
Borrowing costs incurred for the construction of
any qualifying asset are capitalized during the
period of time that is required to complete and
prepare the asset for its intended use or sale.
Other borrowing costs are expensed in profit or
loss. Other borrowing costs are expensed in
profit or loss.
Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas lancar
kecuali Perusahaan memiliki hak tanpa syarat
untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas
setidaknya 12 (dua belas) bulan setelah periode
pelaporan.
Borrowings are classified as current liabilities
unless the Company has an unconditional right
to defer the settlement of the liability for at
least 12 (twelve) months after the reporting
date.
Utang usaha dan liabilitas moneter jangka pendek
lainnya, awalnya diakui pada nilai wajar dan
setelah pengakuan awal, dinilai pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
tingkat suku bunga efektif. Utang usaha
diklasifikasikan sebagai liabilitas lancar apabila
pembayarannya jatuh tempo dalam satu tahun
atau kurang (atau di dalam siklus operasi normal
bisnis apabila lebih dari satu tahun). Jika tidak,
utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang.
Suatu liabiltas keuangan dihentikan pengakuannya
ketika kewajiban liabilitas dihentikan, dibatalkan
atau kadaluarsa. Ketika liabilitas keuangan yang ada
digantikan oleh liabilitas lainnya dari peminjam yang
sama dengan persyaratan yang secara substantif
berbeda, atau persyaratan liabilitas yang ada
dimodifikasi, maka perubahan maupun modifikasi
tersebut
diperlakukan
sebagai
penghentian
pengakuan liabilitas awal dan dilakukan pengakuan
liabilitas yang baru, dan selisih nilai tercatat
tersebut diakui di dalam laba rugi.
--
Trade payables and other short-term monetary
liabilities are initially recognized at fair value
and subsequently carried at amortized cost using
the effective interest method. Trade payables
are classified as current liabilities if payment is
due within one year or less (or in the normal
operating cycle of the business if longer). If not,
they are presented as non-current liabilities.
A financial liability is derecognized when the
obligation under the liability is discharged or
cancelled or expired. When an existing financial
liability is replaced by another from the same
lender on substantially different terms, or the
terms of an existing liability are substantially
modified, such an exchange or modification is
treated as a derecognition of the original liability
and the recognition of a new liability, and
difference in the respective carrying amounts is
recognized in profit or loss.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/26
Exhibit E/26
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
k.
Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung
nilai
2.
SUMMARY OF
(Continued)
g. k.
Derivative
accounting
SIGNIFICANT
financial
ACCOUNTING
instruments
and
POLICIES
Hedge
Perusahaan memiliki instrumen keuangan derivatif untuk
melindung nilai mata uang asing dan eksposur tingkat
suku bunganya.
The Company holds derivative financial instruments to
hedge its foreign currency and interest rate exposures.
Derivatif awalnya diakui pada nilai wajar pada tanggal
dilakukannya perjanjian kontraktual derivatif dan
selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Semua biaya
transaksi yang dapat diatribusikan langsung diakui di
dalam laba rugi pada saat terjadinya. Metode pengakuan
keuntungan dan kerugian yang timbul bergantung pada
apakah derivatif ditujukan sebagai lindung nilai, dan
apabila memang ditujukan sebagai lindung nilai, sifat
dari unsur tersebut, dilindung nilai.
Derivatives are recognized initially at fair value on the
date a derivative contract is entered into and are
subsequently remeasured at their fair values. Any
directly attributable transaction costs are recognized in
profit or loss as they are incurred. The method of
recognizing the resulting gain or loss depends on
whether the derivative is designated as a hedging
instrument, and if so, the nature of the item being
hedged.
Akuntansi lindung nilai diterapkan pada aset keuangan
dan liabilitas keuangan hanya apabila kriteria berikut
dipenuhi:
Hedge accounting is applied to financial assets and
financial liabilities only where all of the following
criteria are met:
i.
Pada saat dimulainya lindung nilai terdapat
penetapan dan pendokumentasian formal atas
hubungan lindung nilai dan tujuan manajemen
risiko entitas serta strategi pelaksanaan lindung
nilai;
ii.
Untuk lindung nilai arus kas, suatu prakiraan
transaksi yang merupakan subjek dari suatu lindung
nilai harus bersifat kemungkinan besar terjadi dan
terdapat eksposur perubahan arus kas yang
mempengaruhi laba rugi;
iii.
Perubahan kumulatif di dalam nilai wajar intrumen
lindung nilai diharapkan berada di antara 80% 125% dari perubahan kumulatif di dalam nilai wajar
atau arus kas pos yang dilindung nilai yang dapat
diatribusikan kepada risiko yang dilindung nilai
(contohnya, lindung nilai tersebut adalah efektif
sekali);
iv. iii.
The cumulative change in the fair value of the
hedging instrument is expected to be between
80% - 125% of the cumulative change in the fair
value or cash flows of the hedged item
attributable to the risk hedged (i.e. it is expected
to be highly effective);
iv.
Efektivitas lindung nilai dapat diukur secara andal;
dan
v. iv.
The effectiveness of the hedge can be reliably
measured; and
v.
Lindung nilai tetap sangat efektif pada setiap
tanggal yang diuji.
vi. v.
The hedge remains highly effective on each date
tested.
Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan
sebagai aset atau liabilitas jangka panjang ketika jatuh
tempo yang tersisa unsur yang dilindung nilai lebih dari
12 bulan, dan sebagai aset atau liabilitas jangka pendek
ketika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Derivatif untuk tujuan diperdagangkan diklasifikasikan
sebagai aset atau liabilitas lancar.
ii. i.
iii.
ii.
At the inception of the hedge there is formal
designation and documentation of the hedging
relationship and the Company and subsidiaries risk
management
objective
and
strategy
for
undertaking the hedge;
For cash flow hedges, the hedged item in a
forecast transaction is highly probable and
presents an exposure to variations in cash flows
that could ultimately affect profit or loss;
The full fair value of a hedging derivative is classified
as a non-current asset or liability when the remaining
maturity of hedged item is more than 12 months, and
as a current asset or liability when the remaining
maturity of the hedged item is less than 12 months.
Trading derivatives are classified as a current asset or
liability.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/27
Exhibit E/27
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
k.
Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung
nilai (Lanjutan)
i. Lindung nilai arus kas
2.
SUMMARY OF
(Continued)
h. k.
SIGNIFICANT
Derivative
financial
accounting (Continued)
ACCOUNTING
instruments
and
POLICIES
Hedge
ii. i. Cash flow hedges
Ketika derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung
nilai arus kas, bagian efektif perubahan di dalam
nilai wajar derivatif diakui di dalam pendapatan
komprehensif lain dan diakumulasikan di dalam
cadangan lindung nilai. Semua bagian tidak efektif
perubahan nilai wajar derivatif diakui langsung di
dalam laba rugi pada “rugi selisih kurs - bersih”.
Jumlah yang diakumulasi di dalam ekuitas di dalam
pendapatan komprehensif lain dan direklasifikasikan
ke dalam laba rugi pada periode yang sama atau
periode selama unsur yang dilindung nilai
mempengaruhi laba atau rugi (misalnya ketika
prakiraan penjual yang dilindung nilai terjadi). Laba
atau rugi yang terkait dengan bagian efektif lindung
nilai tingkat suku bunga pinjaman pertukaran (swap)
pada utang berbunga mengambang diakui di dalam
rugi pada “beban keuangan - bunga”.
When a derivative is designated as a cash flow
hedging instrument, the effective portion of
changes in the fair value of the derivative is
recognized in other comprehensive income and
accumulated in hedging reserve. Any ineffective
portion of changes in fair value of the derivative is
recognized immediately in profit or loss within
“loss on foreign exchange – net”. The amount
accumulated in equity is retained in other
comprehensive income and reclassified to profit or
loss in the same period or periods during the
hedged item affects profit of loss (i.e when the
forecast sale that is hedged takes place). The gain
or loss relating to the effective portion of interest
rate swaps hedging floating rate borrowings is
recognized in profit or loss within “finance expense
interest”.
Ketika prakiraan transaksi yang dilindung nilai
muncul di dalam pengakuan aset non keuangan
(misalnya aset tetap), kumulatif keuntungan
(kerugian) yang sebelumnya ditangguhkan di dalam
ekuitas, dialihkan dari ekuitas dan dicantumkan pada
pengukuran awal sebesar nilai perolehan aset.
When the forecast transaction that is hedged results
in the recognition of a non-financial asset (e.g.
property, plant and equipment), the cumulative
loss/(gain) previously deferred in equity are
transferred from equity and included in the initial
measurement of the cost of the asset.
Apabila instrumen lindung nilai tidak lagi memenuhi
kriteria akuntansi lindung nilai, kedaluarsa maupun
dijual,
dihapus
maupun
dilaksanakan,
atau
penetapan tersebut dibatalkan, maka akuntansi
lindung nilai tidak dilanjutkan secara prospektif.
Apabila prakiraan transaksi tidak lagi diharapkan,
mana kumulatif keuntungan atau kerugian yang ada
di
dalam
pendapatan
komprehensif
lain
direklasifikasi langsung dari cadangan lindung nilai ke
dalam laba rugi pada “keuntungan (kerugian) bersih
lain-lain”.
If the hedging instrument no longer meets the
criteria for hedge accounting, expires or is sold,
terminated or exercised, or the designation is
revoked, then hedge accounting is discontinued
prospectively. If the forecast transaction is no
longer expected, then any cumulative gain or loss
existing in other comprehensive income is
reclassified from the hedging reserve to profit or
loss immediately within “other gains / (losses) –
net”.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/28
Exhibit E/28
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
k.
l.
2.
SUMMARY OF
(Continued)
SIGNIFICANT
Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung
nilai (Lanjutan)
g. k.
Derivative
financial
accounting (Continued)
ii. Lindung nilai nilai wajar
iii.
ii. Fair value hedge
ACCOUNTING
instruments
and
POLICIES
Hedge
Apabila derivatif digunakan untuk melindung nilai
nilai wajar eksposur risiko tingkat suku bunga
(misalnya
tingkat
suku
bunga
tetap
atau
mengambang swap), maka unsur yang dilindung nilai
diukur untuk menghitung keuntungan atau kerugian
yang diatribusikan terhadap risiko yang dilindung
nilai (misalnya dalam hal pinjaman bertingkat suku
bunga tetap, risiko yang dilindung nilai merupakan
perubahan nilai wajar utang berbunga tetap yang
dilindung nilai yang dapat diatribusikan terhadap
risiko tingkat suku bunga.
Where derivatives are used to hedge the Company's
exposure to fair value interest rate risk (i.e. fixed
to floating rate swaps), the hedged item is
remeasured to take into account the gain or loss
attributable to the hedged risk (i.e. in the case of a
fixed loan, the hedged risk is the changes in the fair
value of interest rates) with the arising gains or
losses relating to effective portion recognized in
profit or loss within the “finance costs”, together
with changes in the fair value of the hedged fixed
rate borrowings attributable to interest rate risk.
Apabila lindung nilai tersebut tidak lagi memenuhi
kriteria akuntansi lindung nilai, maka penyesuaian
nilai wajar unsur yang diilindung nilai dengan
menggunakan tingkat suku bunga efektif, diakui di
dalam laba rugi pada “beban keuangan - lain-lain”.
If the hedge no longer meets the criteria for hedge
accounting, the adjustment to the carrying amount
of a hedged item, for which the effective interest
method is used, is recognized in profit or loss
within “finance expenses - other”.
Sewa
k. l.
Lease
Penentuan apakah suatu pengaturan adalah, atau
mengandung suatu sewa, ditentukan berdasarkan
substansi pengaturan dan penilaian apakah pemenuhan
pengaturan tersebut bergantung pada penggunaan aset
spesifik atau aset, dan pengaturan tersebut memberikan
hak untuk menggunakan aset.
Determination whether an arrangement is, or contains,
a lease is made based on the substance of the
arrangement and assessment of whether fulfillment of
the arrangement is dependent on the use of a specific
asset or assets, and the arrangement conveys a right to
use the asset.
Apabila secara substantif seluruh manfaat dan risiko
yang terkait dengan kepemilikan aset sewa telah
dialihkan kepada Perusahaan (“sewa pembiayaan”),
maka aset tersebut diperlakukan seolah-olah sebagai
pembelian biasa. Jumlah sewa pembiayaan yang awalnya
diakui sebagai aset, diukur mana yang lebih rendah
antara nilai wajar properti dan nilai kini utang
pembayaran sewa minimum selama masa sewa.
Komitmen sewa disajikan sebagai liabilitas. Pembayaran
sewa dianalisis antara modal dan bunga. Unsur bunga
sewa diperhitungkan dan dibebankan di dalam laba rugi
selama periode sewa sehingga mencerminkan proporsi
tetap liabilitas sewa. Unsur modal mengurangi saldo
lessor.
Where substantially all of the risks and rewards
incidental to ownership of a leased asset have been
transferred to the Company (a “finance lease”), the
asset is treated as if it had been purchased outright.
The amount initially recognized as an asset is the lower
of the fair value of the leased property and the present
value of the minimum lease payments payable over the
term of the lease. The corresponding lease commitment
is shown as a liability. Lease payments are analyzed
between capital and interest. The interest element is
charged to profit or loss over the period of the lease
and is calculated so that it represents a constant
proportion of the lease liability. The capital element
reduces balance owed to the lessor.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/29
Exhibit E/29
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
l.
S e w a (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
k. l.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
L e a s e (Continued)
Apabila secara substantif seluruh manfaat dan risiko
terkait kepemilikan aset tidak dialihkan kepada
Perusahaan (“sewa operasi”), maka total utang sewa
dibebankan di dalam laba rugi dengan metode garis lurus
selama masa sewa. Manfaat agregat insentif sewa diakui
sebagai pengurang beban sewa selama masa sewa
dengan basis garis lurus.
Where substantially all of the risks and rewards
incidental to ownership are not transferred to the
Company (an “operating lease”), the total rentals
payable under the lease are charged to profit or loss on
a straight-line basis over the lease term. The aggregate
benefit of lease incentives is recognized as a reduction
of the rental expense over the lease term on a straightline basis.
Perusahaan dan entitas anak sebagai lessee
The Company and subsidiaries as lessee
Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika
mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan. Di mana
secara substansial semua risiko dan manfaat mengiringi
kepemilikan aset sewa yang dialihkan kepada Perusahaan
dan entitas anak, maka aset diperlakukan seolah-olah
telah dibeli sekaligus. Pada pengakuan awal, aset sewa
dinilai sebesar mana yang lebih rendah antara nilai aset
properti sewa dan nilai kini pembayaran utang sewa
selama masa sewa. Nilai komitmen sewa ditampilkan
sebagai liabilitas. Pembayaran sewa dianalisis antara
modal dan bunga. Unsur bunga dibebankan ke dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian interim selama periode sewa dan dihitung
sehingga jumlah tersebut menyajikan proporsi tetap
liabilitas sewa. Unsur modal mengurangi saldo yang
dimiliki oleh lessor.
Leases are classified as finance leases when the terms
of the lease agreement transfer substantially all the
risk and rewards of ownership to the lessee, in which
substantially all the risks and rewards of ownership of
assets to accompany the lease transferred to the
Company and subsidiaries, then the asset is treated as
if it had been purchased at once. On initial recognition,
the leased assets are accounted for at the lower of the
value of property assets and the present value of the
lease payments during the lease rental period. Value of
lease commitments is shown as a liability. Lease
payments are analyzed between capital and interest.
The interest element is charged to the interim
consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income during the period of the lease
and is calculated so that the amount present fixed
proportion liabilities lease. Capital element reduces
the balance owned by the lessor.
Perusahaan sebagai lessor
The Company as lessor
Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan sebagai sewa
operasi, di mana secara substansial semua risiko dan
manfaat mengiringi kepemilikan aset sewa tidak
dialihkan kepada Perusahaan dan entitas anak (“sewa
operasi”), maka jumlah utang sewa dibebankan kepada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian interim berdasarkan basis garis lurus
selama masa sewa. Manfaat agregat insentif sewa diakui
sebagai pengurang beban sewa selama masa sewa
berdasarkan metode garis lurus.
Leases are classified as operating leases, when
substantially all the risks and rewards of ownership of
assets to accompany the lease is not transferred to the
Company and subsidiaries (“operating lease”), the
amount of rental liabilities is charged to the interim
consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income based on a straight-line basis
over the lease term. Aggregate benefits of lease
incentives are recognized as a reduction of rental
expense over the lease term based on a straight-line
method.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/30
Exhibit E/30
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
m. Imbalan pasca kerja
n.
2.
SUMMARY OF
(Continued)
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
l. m. Post - Employment Benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui dengan metode
akrual, sedangkan imbalan pasca-kerja dan pesangon
pemutusan
hubungan
kerja
dihitung
dengan
menggunakan metode actuarial, berdasarkan jasa yang
diberikan oleh karyawan sampai dengan tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian interim sesuai dengan
Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (UndangUndang Tenaga Kerja) dan telah sesuai dengan standar
tersebut di atas. Imbalan pasca kerja tersebut diestimasi
menggunakan perhitungan aktuarial dengan metode
Projected Unit Credit.
Short-term employee benefits are recognized using the
accrual method and the provision for post-employment
benefits and termination benefits are calculated using
the actuarial method, based on and pursuant to
services given by employees until the interim
consolidated statements of financial position date
according to Labor Law No. 13/2003 (Manpower Law)
and have been complied with the standard above. Postemployment benefits are estimated using actuarial
calculations using the Projected Unit Credit method.
Sebelum 1 Januari 2015, Perusahaan dan entitas anak
mengakui keuntungan atau kerugian aktuaria sebagai
pendapatan atau beban ketika akumulasi keuntungan
atau kerugian aktuaria neto yang belum diakui pada
akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari
nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian aktuaria tersebut diakui
menggunakan metode garis lurus selama estimasi sisa
masa kerja rata-rata karyawan (corridor method).
Prior to 1 January 2015, the Company and subsidiaries
recognizes actuarial gains and losses as income or
expense when the net cumulative unrecognized
actuarial gains and losses for each individual plan at
the end of the previous reporting year exceeded 10%
the greater of the defined benefit obligation and plan
assets at that date. These gains or losses are recognized
on a straight line basis over the expected average
remaining working lives of the employees (corridor
method).
Mulai 1 Januari 2015, Perusahaan dan entitas anak
menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja”,
yang mengatur perlakuan akuntansi dalam mengakui
keuntungan atau kerugian aktuaria. Keseluruhan dari
keuntungan dan kerugian aktuaria diakui sebagai bagian
dari
pendapatan
komprehensif
lainnya
(other
comprehensive income method).
Starting 1 January 2015, the Company and subsidiaries
adopted SFAS No. 24 (Revised 2013), “Employee
Benefits”, which regulates accounting treatment in
recognizing the actuarial gains and losses. All actuarial
gains and losses are recognized as other comprehensive
income (other comprehensive income method).
Pengakuan pendapatan dan beban
k. n.
Revenue and Expenses Recognition
Pendapatan diakui ketika kemungkinan besar manfaat
ekonomi masa depan akan mengalir ke Perusahaan dan
entitas anak dan manfaat ini dapat diukur secara handal.
Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang
diterima, dikurangi diskon dan Pajak Pertambahan Nilai
(PPN).
Revenue is recognized when it is likely that future
economic benefits will flow to the Company and
subsidiaries and these benefits can be measured
reliably. Revenue is measured at the fair value of the
consideration received, net of discounts and Value
Added Tax (VAT).
Pendapatan sewa menara diakui selama masa sewa.
Pendapatan sewa menara diterima di muka disajikan
sebagai akun “Pendapatan yang diterima di muka”.
Pendapatan sewa menara yang belum ditagih disajikan
sebagai akun “Pendapatan yang masih harus diterima” di
laporan posisi keuangan konsolidasian interim. Beban
diakui berdasarkan metode akrual (accrual method).
Tower rental revenue is recognized over the lease
period. Tower rental revenue received in advance is
presented as “Unearned income”. Tower rental revenue
that has not been billed yet is presented as “Accrued
revenue” in the interim consolidated statements of
financial position. Expenses are recognized based on
accrual method.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/31
Exhibit E/31
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
o.
Perpajakan
2.
SUMMARY OF
(Continued)
l. o.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Taxation
Beban pajak terdiri pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak diakui di laba rugi, kecuali sepanjang pajak
tersebut terkait dengan unsur-unsur yang terkait di
dalam pendapatan komprehensif lain atau terkait
langsung di dalam ekuitas. Dalam hal ini, pajak juga
diakui masing-masing di dalam pendapatan komprehensif
lain atau langsung diakui di dalam ekuitas.
The tax expense comprises current and deferred tax.
Tax is recognized in profit or loss, except to the extent
that it relates to items recognized in other
comprehensive income or directly in equity. In this
case, the tax is also recognized in other comprehensive
income or directly in equity, respectively.
Pajak Kini
Current Tax
Aset dan atau liabilitas pajak kini terdiri dari liabilitas
kepada, atau klaim dari Kantor Pelayanan Pajak terkait
dengan periode kini dan periode sebelumnya pelaporan,
yang belum dibayar pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian interim. Pendapatan aset dan
atau liabilitas pajak dihitung sesuai dengan tarif pajak
dan ketentuan perpajakan yang berlaku pada periode
fiskal yang terkait, berdasarkan laba kena pajak periode
berjalan. Semua perubahan aset atau liabilitas pajak kini
diakui sebagai komponen beban pajak penghasilan di
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian interim.
Current income tax assets and or liabilities comprise
those obligations to, or claims from Tax Authorities
relating to the current or prior reporting period, that
are unpaid at the interim consolidated statements of
financial position date. Income tax assets and liabilities
are calculated according to the tax rates and tax laws
applicable to the fiscal periods to which they relate,
based on the taxable profit for the period. All changes
to current tax assets or liabilities are recognized as a
component of income tax expense in the interim
consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income.
Pajak Tangguhan
n.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui bagi
perbedaan temporer antara basis komersial dan basis
fiskal aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui bagi seluruh perbedaan
temporer yang dapat dikurangkan yang memiliki
kemungkinan tersedianya laba kena pajak di masa depan
terhadap perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
yang dapat diutilisasi. Liabilitas pajak tangguhan diakui
bagi seluruh perbedaan kena pajak temporer. Manfaat
pajak di masa depan, seperti saldo rugi fiskal yang
belum digunakan juga diakui apabila besar kemungkinan
manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada
setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
interim dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak
memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua
aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum
diakui dinilai ulang pada setiap tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian interim dan diakui sejauh yang
telah menjadi kemungkinan penghasilan kena pajak di
masa depan bahwa akan memungkinkan aset pajak
tangguhan untuk dipulihkan.
Deferred Tax
Deferred tax assets and liabilities are recognized for
temporary differences between the financial and the
tax bases of assets and liabilities at each reporting
date. Deferred tax assets are recognized for all
deductible temporary differences to the extent that it
is probable that future taxable income will be
available against which the deductible temporary
difference can be utilized. Deferred tax liabilities are
recognized for all taxable temporary differences.
Future tax benefits, such as the carry-forward of
unused tax losses, are also recognized to the extent
that realization of such benefits is probable.
o.
The carrying amount of deferred tax assets is reviewed
at each interim consolidated statements of financial
position date and reduced to the extent that it is no
longer probable that sufficient taxable profit will be
available to allow all or part of the deferred tax asset
to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are
reassessed at each interim consolidated statements of
financial position date and are recognized to the extent
that it has become probable that future taxable income
will allow the deferred tax asset to be recovered.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/32
Exhibit E/32
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
o.
2.
SUMMARY OF
(Continued)
Perpajakan (Lanjutan)
Pajak Tangguhan (Lanjutan)
o.
p.
ACCOUNTING
POLICIES
Taxation (Continued)
Deferred Tax (Continued)
Jumlah aset atau liabilitas yang ditentukan dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substansial berlaku pada tanggal pelaporan dan
diharapkan berlaku pada saat liabilitas pajak
tangguhan/(aset) yang telah diselesaikan/ (dipulihkan).
The amount of the asset or liability is determined using
tax rates that have been enacted or substantively
enacted by the reporting date and are expected to
apply when the deferred tax liabilities/ (assets) are
settled/(recovered).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disaling hapus
apabila Perusahaan dan entitas anak memiliki hak legal
yang dapat dipaksakan untuk men-saling hapus aset dan
liabilitas pajak kini.
q.
Deferred tax assets and liabilities are offset when the
Company and subsidiaries have a legally enforceable
right to offset current tax assets and liabilities.
Hal-hal perpajakan lainnya
m.
Other taxation matters
Perubahan kewajiban perpajakan dicatat ketika surat
ketetapan pajak (SKP) diperoleh dan/ atau, apabila
terdapat keberatan dan/ atau banding terhadap entitas
dan entitas anak, ketika hasil keberatan dan/ atau
banding ditetapkan.
p.
SIGNIFICANT
Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing
Amendments to tax obligations are recorded when an
assessment letter is received and/or, if objected to
and/or appealed against by the Company and
Subsidiaries, when the result of the objection and/or
appeal is determined.
p.
Transaction and Foreign Currency
Transaksi di dalam mata uang selain Rupiah diukur
dengan mata uang fungsional Perusahaan dan entitas
anak, dan dicatat pada tanggal awal pengakuan mata
uang fungsional pada kurs nilai tukar yang mendekati
tanggal transaksi.
Transactions involving currencies other than Rupiah are
measured by the functional currency of the Company
and subsidiaries, and are recorded on the date of initial
recognition of the functional currency using the
exchange rate that is close to the transaction date.
Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain
rupiah dijabarkan pada kurs nilai tukar pada akhir
periode pelaporan. Item-item non-moneter yang diukur
pada biaya historis di dalam mata uang selain Rupiah
dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar pada
tanggal transaksi. Item-item non-moneter yang diukur
pada nilai wajar dalam mata uang selain Rupiah
dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar pada
tanggal ketika nilai wajar ditentukan.
Monetary assets and liabilities expressed involving
currencies other than Rupiah are translated at the
exchange rate at the end of the period reporting. Nonmonetary items measured at historical cost involving
currencies other than Rupiah are translated using the
exchange rate on the transaction date. Non-monetary
items measured at fair value involving currencies other
than Rupiah are translated using the exchange rate on
the date at which the fair value was determined.
Selisih nilai tukar yang timbul dari transaksi dalam mata
uang asing dan penjabaran aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing ke mata uang Rupiah, diakui di
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian interim.
Exchange gains and losses arising from foreign currency
transactions and from the translation of foreign
currency monetary assets and liabilities into Rupiah,
are recognized in the interim consolidated statements
of profit or loss and other comprehensive income.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/33
Exhibit E/33
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
p.
q.
Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
p.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Transaction and Foreign Currency (Continued)
Pembukuan akun TBG Global Pte. Ltd., entitas anak
(Catatan 1c), dilakukan di dalam mata uang selain
Rupiah. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan
konsolidasian interim, aset dan liabilitas entitas anak
pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
interim, dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs nilai tukar pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian interim, sementara laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
interim dijabarkan dengan menggunakan kurs nilai tukar
periode
yang
bersangkutan.
Hasil
penyesuaian
penjabaran ditampilkan sebagai bagian ekuitas sebagai
“Selisih Translasi atas Mata Uang Asing”.
The accounting of TBG Global Pte. Ltd., a subsidiary
(Note 1c), is maintained in currency other than Rupiah.
For presentation purposes of the interim consolidated
financial statements, assets and liabilities of the
subsidiaries at interim consolidated statements of
financial position date are translated into Rupiah using
the exchange rates at interim consolidated financial
position date, while interim consolidated statements of
profit or loss and other comprehensive income are
translated at the average rates of exchange for the
respective period. Resulting translation adjustments
are shown as part of equity as “Difference from
Translation of Foreign Currency”.
Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014
kurs tengah yang digunakan untuk US$ 1 masing-masing
adalah Rp 14.657 dan Rp 12.440 (nilai penuh).
On 30 September 2015 and 31 December 2014, the
exchange rates per US$ 1 equivalents to Rp 14,657 and
Rp 12,440 (full amount), respectively.
Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
q.
Transactions with Related Parties
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan dan
entitas anak jika:
A party is considered to be related party to the
Company and subsidiaries if:
a)
Langsung atau tidak langsung melalui satu atau
lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan atau
dikendalikan oleh, atau berada di bawah
pengendalian bersama dengan Perusahaan dan
entitas anak; (ii) memiliki kepentingan dalam
Perusahaan dan entitas anak yang memberikan
pengaruh signifikan atas Perusahaan dan entitas
anak; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas
Perusahaan dan entitas anak;
a)
directly or indirectly through one or more
intermediaries, the party (i) controls, or is
controlled by, or is under common control with the
Company and subsidiaries; (ii) has an interest in
the Company and subsidiaries that gives significant
influence over the Company and subsidiaries; or
(iii) has joint control over the Company and
subsidiaries;
b)
suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan dan
entitas anak;
b)
the party is an associated of the Company and
subsidiaries;
c)
suatu pihak adalah ventura bersama dimana
Perusahaan dan entitas anak sebagai venture;
c)
the party is a joint venture in which the Company
and subsidiaries is a venturer;
d)
suatu pihak adalah anggota dari personil
manajemen kunci Perusahaan dan entitas anak atau
induk;
d)
the party is a member of the key management
personnel of the Company and subsidiaries or its
parent;
e)
suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dengan
individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
e)
the party is a close member of the family of any
individual referred to (a) or (d);
f)
suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan,
dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan
oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada
beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung,
individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e);
atau
f)
the party is an entity that is controlled, jointly
controlled or significant influenced by or for which
significant voting power in such entity resides
with, directly or indirectly, any individual referred
to (d) or (e); or
g)
suatu pihak adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan dan
entitas anak atau entitas lain yang terkait dengan
Perusahaan dan entitas anak.
g)
the party is a post-employment benefits plan for
the benefit or employees of the Company and
subsidiaries, or any entity that is a related party
of the Company and subsidiaries.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/34
Exhibit E/34
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
q.
r.
2.
Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi (Lanjutan)
SUMMARY OF
(Continued)
q.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Transactions with Related Parties (Continued)
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang
disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang
dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
The transactions are made based on the terms agreed
by the parties, such term may not be the same as those
transactions with unrelated parties.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihakpihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian interim.
All material transactions and balances with related
parties are disclosed in the notes to the interim
consolidated financial statements.
Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
r.
Transaksi restrukturisasi entitas sepengendali berupa
pengalihan aset, liabilitas, saham atau instrumen
kepemilikan lainnya yang dilakukan dalam rangka
reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu
Perusahaan dan entitas anak yang sama, bukan
merupakan perubahan pemilikan dalam arti substansi
ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak dapat
menimbulkan laba atau rugi bagi seluruh kelompok
perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam
kelompok perusahaan tersebut.
r.
Restructuring transactions of entities under common
control represent transfer of assets, liabilities, shares
or other ownership instruments to reorganize entities
within the same Company and subsidiaries, therefore
resulting in no changes of ownership in terms of
economic substance, and should not result in any gains
or losses for the whole Company and subsidiaries
companies or for the individual entity in the Company
and subsidiaries.
Karena
transaksi
restrukturisasi
antara
entitas
sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi
ekonomi pemilikan atas aset, liabilitas, saham, atau
instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka
aset maupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan
(dalam bentuk hukumnya) harus dicatat sesuai dengan
nilai tercatat seperti penggabungan usaha berdasarkan
metode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interest).
s.
Since restructuring transactions of entities under
common control do not result in changes in economic
substance of ownership in transferred assets, shares,
liabilities or other ownership instruments, the
transferred assets or liabilities (in legal form) should
be recorded at book value in a manner similar to
business combination transactions using the pooling-ofinterest method.
Unsur-unsur laporan keuangan dari perusahaan yang
direstrukturisasi untuk periode terjadinya restrukturisasi
tersebut dan untuk periode perbandingan yang disajikan,
harus disajikan sedemikian rupa seolah-olah Perusahaan
tersebut telah bergabung sejak permulaan periode yang
disajikan tersebut.
r.
The financial statements items of the restructured
companies for the period in which the restructuring
occurs and for any comparative periods should be
presented as if the Companies had been combined from
the beginning of the earliest period presented.
Sebelum 1 Januari 2013, selisih antara harga pengalihan
dengan nilai tercatat setiap transaksi restrukturisasi
antara entitas sepengendali dibukukan dalam akun
”Selisih
nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
sepengendali”. Saldo akun tersebut selanjutnya disajikan
sebagai unsur ekuitas.
o.
Before 1 January 2013, the difference between transfer
price and book value for each restructuring transaction
of entities under common control is recorded in an
account
entitled
“Differences
arising
from
restructuring transactions of entities under common
control”. The account balance is presented as a
component of the equity.
Efektif 1 Januari 2013, selisih antara harga pengalihan
dengan nilai tercatat setiap transaksi restrukturisasi
antara entitas sepengendali dibukukan dalam akun
“Tambahan modal disetor”.
p.
q.
r.
Restructuring Transactions
Common Control
of
Entities
Under
Effective 1 January 2013, the difference between
transfer price and book value for each restructuring
transaction of entities under common control is
recorded in an account entitled “Additional paid-in
capital.”
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/35
Exhibit E/35
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
s.
Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak
s.
s.
Apabila nilai ekuitas entitas anak yang menjadi bagian
Perusahaan sesudah transaksi perubahan ekuitas entitas
anak berbeda dengan nilai ekuitas entitas anak yang
menjadi bagian Perusahaan sebelum transaksi perubahan
ekuitas entitas anak, maka perbedaan tersebut oleh
Perusahaan diakui sebagai selisih transaksi perubahan
ekuitas entitas anak yang dicatat dalam akun
“Pendapatan Komprehensif Lainnya”.
s.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Differences Arising from Changes in Subsidiaries
Equity
If the equity value of a subsidiary which becomes part
of the Company following transactions concerning
equity change in a subsidiary is different to the equity
value of a subsidiary which formed part of the Company
prior to transactions concerning equity change in a
subsidiary, then that difference is acknowledged by the
Company as differences arising from changes in the
subsidiaries equity and recorded in account “Other
Comprehensive Income”.
t.
t.
Pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan, jumlah
selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak yang
terkait diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
periode yang sama pada waktu keuntungan atau kerugian
pelepasan diakui.
u.
At the time when related investment is ceased, the
difference in change of equity of subsidiaries
concerned is recognized as income or expenses in the
same period at the same time as when gains and losses
from the release are recognized.
Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 15
(Revisi 2009), “Investasi pada Entitas Asosiasi” yang
menggantikan PSAK No. 15 (1994), “Akuntansi untuk
Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi” dan PSAK No. 40
(1997), “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak
Perusahaan/ Perusahaan Asosiasi”.
v.
The Company and subsidiaries adopted SFAS No. 15
(Revised 2009), “Investment in Associates”, which
replaces of SFAS No. 15 (1994), “Accounting for
Investments in Associates” and SFAS No. 40 (1997),
“Difference Arising from Changes in Subsidiaries/
Associates Equity”.
Laba (Rugi) per Saham Dasar yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemegang Saham Biasa Entitas Induk
t.
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi
laba (rugi) bersih pada periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa Perusahaan
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar
dalam periode berjalan dan telah dikurangi dengan
saham treasuri.
u.
Hirarki pengukuran nilai wajar PSAK 68
Basic Earnings (Loss) per Share Attributable to the
Common Equity Holders of the Parent Company
Basic earnings (loss) per share are calculated by
dividing net profit (loss) for the current period
attributable to the common equity holders of the
Company by the weighted average number of
outstanding shares during the current period and has
been reduced by treasury stock.
u.
SFAS 68 fair value measurement hierarchy
PSAK 68 mensyaratkan pengungkapan tertentu yang
mensyaratkan klasifikasi aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar dengan
menggunakan hirarki nilai wajar yang mencerminkan
signifikansi input yang digunakan di dalam melakukan
pengukuran nilai wajar (lihat Catatan 3). Hirarki nilai
wajar memiliki tingkatan sebagai berikut:
SFAS 68 requires certain disclosures which require the
classification of financial assets and financial liabilities
measured at fair value using a fair value hierarchy that
reflects the significance of the inputs used in making
the fair value measurement (see Note 3). The fair value
hierarchy has the following levels:
a.
a.
quoted prices (unadjusted) in active markets for
identical assets or liabilities (Level 1);
b.
inputs other than quoted prices included within
Level 1 that are observable for the asset or
liability, either directly (i.e. as prices) or
indirectly (i.e. derived from prices) (Level 2); and
b.
Kuotasi pasar (belum disesuaikan) di dalam pasar
aktif bagi aset maupun liabilitas yang identikal
(Tingkat 1);
Input selain kuotasi pasar yang termasuk di dalam
Tingkat 1 yang dapat diobservasi bagi aset atau
liabilitas, baik langsung (misalnya, harga) maupun
tidak langsung (misalnya, derivatif harga) (Tingkat
2); dan
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/36
Exhibit E/36
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
u.
2.
Hirarki pengukuran nilai wajar PSAK 68 (Lanjutan)
c.
SUMMARY OF
(Continued)
u.
Input bagi aset dan liabilitas yang bukan
berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
(input yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).
v.
value
ACCOUNTING
measurement
POLICIES
hierarchy
inputs for the asset or liability that are not based
on observable market data (unobservable inputs)
(Level 3).
The level in the fair value hierarchy within which the
financial assets or financial liability is categorised is
determined on the basis of the lowest level input that
is significant to the fair value measurement. Financial
assets and financial liabilities are classified in their
entirety into only one of the three levels.
Penurunan Nilai Aset
Sehubungan dengan PSAK No. 48 (Revisi 2009),
“Penurunan Nilai Aset”, pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian interim, Perusahaan dan entitas
anak mengkaji kemungkinan adanya indikasi penurunan
nilai aset atau tidak.
SFAS 68 fair
(Continued)
c.
Tingkatan di dalam hirarki nilai wajar di mana aset
keuangan maupun liabilitas keuangan dikategorisasi,
ditetapkan pada basis tingkatan input paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar. Aset
keuangan dan liabilitas keuangan diklasifikasikan di
dalam keseluruhan hanya ke dalam salah satu dari ketiga
tingkatan tersebut.
SIGNIFICANT
v. v.
r.
Impairment of Assets
In accordance with SFAS No. 48 (Revised 2009),
“Accounting for Impairment of Assets”, at the interim
consolidated statements of financial position date, the
Company and subsidiaries reviews whether there is any
indication of asset impairment or not.
Informasi dari sumber eksternal:
a. nilai pasar aset telah turun secara signifikan lebih
dari yang diekspektasikan sebagai akibat dari
berjalannya waktu atau pemakaian normal;
b. perubahan signifikan dalam hal teknologi, pasar
ekonomi atau lingkup hukum tempat Perusahaan
dan entitas anak beroperasi yang akan terjadi dalam
waktu dekat;
c. suku bunga pasar atau tingkat imbalan pasar dari
investasi telah meningkat selama periode tersebut,
dimana kenaikannya mempengaruhi tingkat diskonto
yang digunakan dalam menghitung nilai pakai aset
dan menurunkan jumlah terpulihkan aset secara
material;
d. jumlah tercatat aset neto Perusahaan dan entitas
anak melebihi kapitalisasi pasarnya.
Information from external sources:
a. market value of assets has come down significantly
over expected market value as a result of the
passage of time or normal use;
b. significant changes in terms of technology, market,
economic or legal aspects where the Company and
subsidiaries operate will happen in the near
future;
c. market interest rate or rate of return of the
investment market has increased during the
period, where the increase is affecting the
discount rate used in calculating the value in use
of assets and reduces asset recoverable amount
materially;
d. the carrying amount of net assets of the Company
and subsidiaries exceeds its market capitalization.
Informasi dari sumber internal:
a. terdapat bukti mengenai keusangan atau kerusakan
fisik aset;
b. telah terjadi perubahan yang signifikan dalam waktu
dekat dan/atau akan terjadi yang berdampak
merugikan sehubungan dengan seberapa jauh, cara,
aset
digunakan
atau
diekspektasikan
akan
digunakan;
c. terdapat bukti dari pelaporan internal yang
mengindikasikan bahwa kinerja ekonomi aset lebih
buruk, atau akan lebih buruk dari yang
diekspektasikan.
Information from internal sources:
a. there is evidence of obsolescence or physical
damage to assets;
b. there has been a significant change recently and /
or will occur that adversely impact with respect to
how the assets are used or expected to be used;
c.
there is evidence from internal reporting that
indicates the economic performance of the asset
worsens, or it will be worse than what is expected
from.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/37
Exhibit E/37
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
v.
2.
Penurunan Nilai Aset (Lanjutan)
SUMMARY OF
(Continued)
w.v.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Impairment of Assets (Continued)
Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi dibandingkan
nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset atau unit
penghasil kas dan nilai pakainya dan ditentukan sebagai
suatu aset individual, kecuali aset tersebut tidak
menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar
independen dari aset lain. Di dalam menilai nilai pakai,
estimasi arus kas yang diharapkan diperoleh dari aset
didiskontokan
terhadap
nilai
kininya
dengan
menggunakan suku bunga diskon sebelum pajak yang
mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu
uang dan risiko spesifik aset. Di dalam menilai nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual, dibutuhkan model
penilaian yang tepat.
The recoverable value of an asset is the higher of its
fair value less costs to sell an asset or cash-generating
unit and its value in use and is determined as an
individual asset, unless the asset does not generate
cash inflows that are largely independent from other
assets. In assessing value in use, the estimated
expected cash flows derived from the asset are
discounted to present value using a pre-tax discount
rate that reflects current market assessments of the
time value of money and the risks specific assets. In
assessing the fair value less costs to sell, it needs
proper assessment model.
Ketika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya,
maka aset tersebut dicatat sebesar nilai terpulihkan.
Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
interim kecuali aset yang relevan dinilai pada jumlah
yang direvaluasi, yang dalam hal ini kerugian penurunan
nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
When the carrying amount of an asset exceeds its
recoverable amount, the assets are recorded at their
recoverable value. Impairment losses are recognized in
the interim consolidated statements of profit or loss
and other comprehensive income unless the relevant
asset is revaluated, in which case the impairment loss
is treated as a revaluation decrease.
Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal pelaporan
sebagaimana apabila terdapat segala indikasi bahwa
kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya sudah
tidak ada lagi atau mengalami penurunan.
An assessment is made at each reporting date as if
there is any indication that an impairment loss
previously recognized no longer exists or has decreased.
Suatu kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya,
dibalikkan nilainya jika terdapat perubahan estimasi
yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan aset
sejak pengakuan terakhir kerugian penurunan nilai.
Apabila demikian kondisinya, nilai tercatat aset
meningkat pada jumlah terpulihkannya. Kenaikan
tersebut tidak dapat melebihi nilai tercatat yang telah
ditentukan, penyusutan bersih, tidak ada kerugian
penurunan nilai yang diakui sebelumnya. Pembalikkan
nilai tersebut diakui di dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim
kecuali aset tersebut diukur pada jumlah revaluasian,
yang dalam hal ini diperlakukan sebagai kenaikan
revaluasi.
An impairment loss which is recognized previously, will
reverse its value if there is a change in the estimates
used to determine the recoverable value of assets since
the last impairment loss recognition. In such
circumstances, the carrying value of assets will increase
to its recoverable amount. The increase can not exceed
the carrying amount that would have been determined,
net of depreciation, as if no impairment loss previously
recognized. The value of the reversal is recognized in
the interim consolidated statements of profit or loss
and other comprehensive income unless the asset is
measured at revalued amount, in which case it is
treated as a revaluation increase.
w. Tambahan Modal Disetor - Bersih
Tambahan modal disetor – bersih merupakan selisih
antara harga penawaran dari hasil penawaran umum
perdana saham Perusahaan dengan nilai nominal saham,
setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi
sehubungan dengan penawaran umum perdana saham
tersebut.
u.
w. Additional Paid-in Capital – Net
Additional paid-in capital – net represents the
difference between the offering price of the shares of
the Company at the initial public offering with the par
value of such shares, net of shares issuance costs.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/38
Exhibit E/38
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
2.
3.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
2.
SUMMARY OF
(Continued)
x.
x.
x.
Aset Tak Berwujud
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
Intangible Assets
Perusahaan dan entitas anak telah mengadopsi PSAK 19
(Revisi 2010), “Aset tak Berwujud”. Aset tak berwujud
terdiri dari aset tak berwujud yang berasal dari akuisisi
entitas anak. Aset tak berwujud diakui jika Perusahaan
dan entitas anak kemungkinan besar akan memperoleh
manfaat ekonomis masa depan dari aset tak berwujud
tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan
andal.
The Company and subsidiaries have adopted SFAS 19
(Revised 2010), “Intangible Assets”. Intangible assets
consist of intangible assets from acquisition of
subsidiaries. Intangible asset is recognized if the
Company and its subsidiaries is likely to obtain future
economic benefits of the intangible asset and the cost
of the asset can be measured reliably.
Aset tak berwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan
dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai, jika
ada. Aset tak berwujud diamortisasi berdasarkan
estimasi masa manfaat. Perusahaan dan entitas anak
harus mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali
dari aset tak berwujud. Apabila nilai tercatat aset tak
berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali, maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan
menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali.
Intangible assets are recorded at cost less accumulated
amortization and impairment, if any. Intangible assets
are amortized based on estimated useful lives. The
Company and subsidiaries shall estimate the
recoverable value of intangible assets. If the carrying
value of intangible assets exceeds the estimated
recoverable value, the carrying value of these assets is
revealed to be of value in return.
Aset tak berwujud, disusutkan dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat
aset tak berwujud yaitu 10 (sepuluh) tahun.
Intangible assets are amortized using the straight- line
method based on estimated useful lives of intangible
assets of 10 (ten) years.
PERTIMBANGAN,
SIGNIFIKAN
ESTIMASI
DAN
ASUMSI
AKUNTANSI
3.
SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak
mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang
dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode
pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
m. The preparation of the Company and subsidiaries financial
statements requires management to make judgments,
estimates and assumptions that affect the reported amounts
of revenues, expenses, assets and liabilities, and the
disclosure of contingent liabilities, at the end of the
reporting period. Uncertainty about these assumptions and
estimates could result in outcomes that require a material
adjustment to the carrying amount of the asset and liability
affected in future periods.
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam
rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan
entitas anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
interim:
n.
The following judgments are made by management in the
process of applying the Company and subsidiaries accounting
policies that have the most significant effects on the
amounts recognized in the interim consolidated financial
statements:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
o.
Classification of Financial assets and Financial Liabilities
Perusahaan dan entitas anak menetapkan klasifikasi atas aset
dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan pertimbangan bila definisi yang ditetapkan
PSAK No. 55 (Revisi 2011) terpenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak seperti yang
dijelaskan pada Catatan 2d dan 2j.
p.
The Company and subsidiaries determine the classifications
of certain assets and liabilities as financial assets and
financial liabilities by judging if they meet the definitions
set forth in SFAS No. 55 (Revised 2011). Accordingly, the
financial assets and financial liabilities are accounted for in
accordance with the Company and subsidiaries accounting
policies described in Notes 2d and 2j.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/39
Exhibit E/39
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
3.
PERTIMBANGAN, ESTIMASI
SIGNIFIKAN (Lanjutan)
DAN
ASUMSI
AKUNTANSI
3.
SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (Continued)
Penyisihan atas Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
q.
Allowance for Impairment of Trade Receivables
Perusahaan dan entitas anak mengevaluasi akun tertentu jika
terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak
dapat memenuhi liabilitas keuangannya.
r.
The Company and subsidiaries evaluate specific accounts
where they have information that certain customers are
unable to meet their financial obligations.
Dalam hal tersebut, Perusahaan dan entitas anak
mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu
hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan
berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar
yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas
jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang
yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan entitas
anak. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan
jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah
penyisihan untuk piutang usaha.
s.
In these cases, the Company and subsidiaries use judgment,
based on the best available facts and circumstances,
including but not limited to, the length of their relationship
with the customer and the customer’s current credit status
based on third party credit reports and known market
factors, to record specific provisions for customers against
amounts due to reduce the receivable amounts that the
Company and subsidiaries expect to collect. These specific
provisions are re-evaluated and adjusted as additional
information received affects the amounts of allowance for
impairment of trade receivables.
Nilai tercatat bersih atas piutang usaha Perusahaan dan
entitas anak pada tanggal 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 masing-masing sebesar Rp 592.156 dan
Rp 491.056.
t.
The net carrying value of accounts receivable in the
Company and subsidiaries as of 30 September 2015 and
31 December 2014, amounting to Rp 592,156 and
Rp 491,056, respectively.
Estimasi dan Asumsi
u.
Estimates and Assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi
ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap
nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya
diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan entitas anak
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang
tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian interim
disusun.
v.
The key assumptions concerning the future and other key
sources of estimation uncertainty at the end of period
reporting date that have a significant risk of causing a
material adjustment to the carrying amounts of assets and
liabilities within the next financial period are disclosed
below. The Company and subsidiaries based their
assumptions and estimates on parameters available when
the interim consolidated financial statements were
prepared.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar
kendali Perusahaan dan entitas anak. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
w.
Existing circumstances and assumptions about future
developments may change due to market changes or
circumstances arising beyond the control of the Company
and subsidiaries. Such changes are reflected in the
assumptions when they occur.
Penilaian tanah dan properti investasi
x.
Valuation of land and investment property
Perusahaan menerima penilaian yang dilakukan oleh penilai
independen untuk menetapkan nilai wajar properti investasi.
Penilaian ini dilakukan berdasarkan asumsi yang mencakup
pendapatan sewa di masa depan, biaya pemeliharaan yang
diantisipasi, biaya pengembangan di masa depan, dan tingkat
suku bunga diskon yang sesuai. Penilai juga membuat
referensi terhadap bukti pasar harga transaksi properti yang
serupa.
y.
The Company obtains valuations performed by an
independent appraiser in order to determine the fair value
of its investment property. These valuations are based upon
assumptions including future rental income, anticipated
maintenance costs, future development costs and the
appropriate discount rate. The valuers also make reference
to market evidence of transaction prices for similar
properties.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/40
Exhibit E/40
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
3.
PERTIMBANGAN, ESTIMASI
SIGNIFIKAN (Lanjutan)
DAN
ASUMSI
AKUNTANSI
3.
SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (Continued)
Pensiun dan Imbalan Kerja
z.
Pension and Employee Benefits
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan
kerja Perusahaan dan entitas anak bergantung pada
pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen
dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat
kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
aa. The determination of the Company and subsidiaries
obligation and cost for pension and employee benefits
liabilities is dependent on the selection of certain
assumptions used by the independent actuaries in
calculating such amounts. Those assumptions include
discount rates, future annual salary increase, annual
employee turn-over rate, disability rate, retirement age
and mortality rate.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan
Perusahaan dan entitas anak langsung diakui dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
interim pada saat terjadinya. Sementara Perusahaan dan
entitas anak berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
Perusahaan dan entitas anak dapat mempengaruhi secara
material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja
dan beban imbalan kerja bersih.
bb. Actual results that differ from the Company and subsidiaries
assumptions are recognized immediately in the interim
consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income as and when they occur. While the
Company and subsidiaries believe that the assumptions are
reasonable and appropriate, significant differences in actual
experiences or significant changes in the Company and
subsidiaries assumptions may materially affect their
estimated liabilities for pension and employee benefits and
net employee benefits expense.
Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi imbalan kerja
Perusahaan dan entitas anak pada tanggal 30 September 2015
dan 31 Desember 2014 sebesar Rp 29.833 dan Rp 30.948.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 32.
cc. The carrying amount of the Company and subsidiaries
estimated liabilities for employee benefits as of
30 September 2015 and 31 December 2014, were Rp 29,833
and Rp 30,948, respectively. Further details are disclosed in
Note 32.
Penyusutan Aset Tetap
dd. Depreciation of Property and Equipment
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap antara 4-20 tahun. Ini adalah umur yang
secara umum diharapkan dalam industri di mana Perusahaan
dan entitas anak menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
pemakaian
dan
perkembangan
teknologi
dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset,
dan karenanya beban penyusutan masa depan mungkin
direvisi.
ee. The costs of property and equipment are depreciated on a
straight-line method over their estimated useful lives.
Management estimates the useful lives of these property
and equipment to be within 4-20 years. These are common
life expectancies applied in the industries where the
Company and subsidiaries conduct their businesses. Changes
in the expected level of usage and technological
development could impact the economic useful lives and the
residual values of these assets, and therefore future
depreciation charges could be revised.
Nilai tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan dan entitas
anak pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014
adalah sebesar Rp 97.367 dan Rp 165.141. Penjelasan lebih
rinci diungkapkan dalam Catatan 12.
ff.
Pajak Penghasilan
gg. Income Tax
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi
atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Perusahaan dan
entitas anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak
penghasilan badan.
The net carrying amount of the Company and subsidiaries
property and equipment as of 30 September 2015 and
31 December 2014 were Rp 97,367 and Rp 165,141,
respectively. Further details are disclosed in Note 12.
Significant judgment is involved in determining the
provision for corporate income tax. There are certain
transactions and computation for which the ultimate tax
determination is uncertain during the ordinary course of
business. The Company and subsidiaries recognizes
liabilities for expected corporate income tax issues based on
estimates of whether additional corporate income tax will
be due.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/41
Exhibit E/41
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
4.
KAS DAN BANK
4.
CASH ON HAND AND IN BANKS
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 D ecember
2015
2014
831
Kas
784
Bank
Rupiah
Deutsche Bank AG
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
JP Morgan Chase Bank, N.A
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank BNP Paribas Indonesia
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd.
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd
PT Bank DBS Indonesia
US Dolar
PT Bank UOB Indonesia
JP Morgan Chase Bank, N.A
PT Bank OCBC NISP Indonesia
Deutsche Bank AG
PT Bank Central Asia Tbk
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank Permata Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd.
PT Bank DBS Indonesia
Sub-jumlah bank
Jumlah
Cash on hand
Cash in banks
Rupiah
70.129
5.077
2.827
1.754
914
208
179
93
82
66
58
39
27
16
54.141
61.971
376.929
7.129
1.054
330
1
76
76
37
58
542
24
6.452
11
11
37.500
227
81.491
546.547
107.366
85.580
62.224
13.355
3.341
109.969
1.158
595
2.712
127.804
3.236
2.725
1.615
886
251
61
32
37
83.651
1.361
17.198
6.594
1.569
53
153
428
280.709
353.245
362.200
899.792
363.031
900.576
Deutsche Bank A G
PT Bank Central A sia Tbk
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
JP Morgan Chase Bank, N.A
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank BNP Paribas Indonesia
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank A NZ Indonesia
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd.
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd
PT Bank DBS Indonesia
US D ollar
PT Bank UOB Indonesia
JP Morgan Chase Bank, N.A
PT Bank OCBC NISP Indonesia
Deutsche Bank A G
PT Bank Central A sia Tbk
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank A NZ Indonesia
PT Bank Permata Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd.
PT Bank DBS Indonesia
Sub-total cash in banks
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/42
Exhibit E/42
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
5.
PIUTANG USAHA
5.
TRADE RECEIVABLES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pihak ketiga
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT XL Axiata Tbk (Catatan 29)
PT Telekomunikasi Selular
PT Internux
PT Bakrie Telecom Tbk
PT Indosat Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
Lainnya (masing-masing di bawah Rp 1 miliar)
Penc adangan kerugian penurunan nilai
(
223.815
173.798
69.420
52.737
50.396
47.982
19.268
5.127
9
142.278
56.549
146.676
39.221
130.675
2.128
18.151
5.659
115
642.552
541.452
50.396) (
592.156
Jumlah - bersih
Mutasi cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
50.396)
491.056
Third parties
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT XL A xiata Tbk (Note 29)
PT Telekomunikasi Selular
PT Internux
PT Bakrie Telecom Tbk
PT Indosat Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
Others (each below Rp 1 billion)
Allowance for impairment losses
Total - net
Changes in the allowance for impairment are as follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Saldo aw al
Penambahan cadangan penurunan nilai
(
50.396) (
(
13.190)
37.206)
Beginning balance
A dditional allowance for impairment
Saldo akhir
(
50.396) (
50.396)
Ending balance
Umur piutang usaha sejak tanggal faktur adalah sebagai
berikut:
Aging of trade receivables from the date of invoice is as
follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Belum jatuh tempo
Jatuh tempo
1 – 30 hari
31 – 60 hari
61 – 90 hari
Lebih dari 90 hari
Sub-jumlah
Dikurangi : Pencadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah - bersih
(
352.231
198.317
67.591
85.518
137.212
146.839
19.658
45.234
131.404
Current
Overdue
1 – 30 days
31 – 60 days
61 – 90 days
Over 90 days
642.552
541.452
Sub-total
50.396) (
592.156
50.396)
491.056
L e s s : A llowance for
impairment losses
Total - net
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/43
Exhibit E/43
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
5.
PIUTANG USAHA (Lanjutan)
5.
Berdasarkan penelaahan atas saldo piutang usaha secara
individu pada akhir periode/tahun, manajemen berpendapat
bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 September 2015 dan 31 Desember 2014 cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya
piutang.
6.
PIUTANG LAIN-LAIN
TRADE RECEIVABLES (Continued)
Based on the review of the status of the individual
receivable accounts at the end of the period/year, the
management believes that the allowance for impairment
losses as of 30 September 2015 and 31 December 2014 are
adequate to cover any possible losses from uncollectible
receivables.
6.
OTHER RECEIVABLES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
7.
Pihak ketiga
Operator selular - Tagihan listrik
Karyawan
Asuransi
Lainnya
123.439
9.858
606
34.057
31.214
10.127
582
27.804
Third parties
Cellular operator - Electricity bills
Employees
Insurance
Others
Jumlah
167.960
69.727
Total
UANG MUKA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM
7.
ADVANCE FOR SHARES REPURCHASE
Akun ini merupakan uang muka pembelian kembali saham
PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP), entitas anak. Rincian
pembelian kembali saham yang sudah dilakukan selama
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2015
dan tahun yang berakhir 31 Desember 2014 adalah sebagai
berikut :
This account represents advance for shares repurchase of
PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP), a subsidiary. Details of
shares repurchase during the period of 9 (nine) months
ended 30 September 2015 and for the year ended
31 December 2014 are as follows :


Pada tanggal 21 Maret 2014, berdasarkan Perjanjian
Pengikatan Jual beli Kembali Saham SKP, pemegang
saham
non-pengendali
SKP
menyetujui
untuk
mengalihkan 70.183 saham miliknya kepada SKP.
Jumlah saham tersebut merepresentasikan 4,10% seluruh
saham beredar SKP dan nilai pembelian kembali saham
tersebut adalah sebesar Rp 249.513. Dengan demikian,
SKP menjadi memiliki sahamnya sendiri sebanyak 70.183
saham atau 4,10% dari seluruh saham yang beredar.
Setelah transaksi pembelian saham, selanjutnya
menghentikan saham beredar yang dibeli oleh SKP
tersebut.
Based on SKP Shares Purchase Agreement dated
21 March 2014, the non-controlling shareholders of SKP
agreed to sell their 70,183 shares to SKP.
The number of shares represents 4.10% of total shares
outstanding of SKP, and value of shares repurchased
amounted to Rp 249,513. Accordingly, SKP now has as
many as 70,183 shares of its own or 4.10% of the total
shares outstanding. After the transaction of share
repurchase, SKP terminated outstanding shares that
have been purchased by SKP.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/44
Exhibit E/44
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
7.
UANG MUKA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM (Lanjutan)
7.
ADVANCE FOR SHARES REPURCHASE (Continued)
Selanjutnya sesuai akta Notaris No. 36 tanggal
24 April 2014 yang dibuat dihadapan Notaris yang sama,
SKP telah melaporkan perubahan susunan pemegang
saham kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
terkait pembelian kembali saham. Perubahan anggaran
dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal
16 Mei 2014 sesuai Surat Keputusan No. AHU04548.40.20.2014.


Pada tanggal 5 Nopember 2014, berdasarkan Perjanjian
Pengikatan Jual beli Kembali Saham SKP, pemegang
saham
non-pengendali
SKP
menyetujui
untuk
mengalihkan 89.873 saham miliknya kepada SKP.
Subsequently, pursuant to the Notarial deed No. 36
dated 24 April 2014 that was made before the same
Notary, SKP has reported changes in its shareholding
structure to the Ministry of Law and Human Rights
related to the share repurchases. Changes to articles of
association have been approved by the Ministry of Law
and Human Rights of the Republic of Indonesia on
16 May 2014 as confirmed in his Decision Letter
No. AHU-04548.40.20.2014.

Based on SKP Shares Purchase Agreement dated
5 November 2014, the non-controlling shareholders of
SKP agreed to sell their 89,873 shares to SKP.
Jumlah saham tersebut merepresentasikan 5,47% seluruh
saham beredar SKP dan nilai pembelian kembali saham
tersebut adalah sebesar Rp 349.977. Dengan demikian,
SKP menjadi memiliki sahamnya sendiri sebanyak 89.873
saham atau 5,47% dari seluruh saham yang beredar.
Setelah transaksi pembelian saham, selanjutnya
menghentikan saham beredar yang dibeli oleh SKP
tersebut.
The number of shares represents 5.47% of total shares
outstanding of SKP, and value of shares repurchased
amounted to Rp 349,977. Accordingly, SKP now has as
many as 89,873 shares of its own or 5.47% of the total
shares outstanding. After the transaction of share
repurchase, SKP terminated outstanding shares that
have been purchased by SKP.
Selanjutnya sesuai akta Notaris No. 7 tanggal
5 Nopember 2014 yang dibuat dihadapan Notaris yang
sama, SKP telah melaporkan perubahan susunan
pemegang saham kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia terkait pembelian kembali saham. Perubahan
anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-0000371.AH.01.02.Tahun 2015
tanggal 12 Januari 2015.
Subsequently, pursuant to the Notarial deed No. 7
dated 5 November 2014 that was made before the same
Notary, SKP has reported changes in its shareholding
structure to the Ministry of Law and Human Rights
related to the share repurchases. Changes to articles of
association have been approved by the Minister of Law
and Human Rights through its Decree Letter No. AHU0000371.AH.01.02.Tahun 2015 dated 12 January 2015.
Pada tanggal 20 April 2015, berdasarkan Perjanjian
Pengikatan Jual beli Kembali Saham SKP, pemegang
saham
non-pengendali
SKP
menyetujui
untuk
mengalihkan 29.417 saham miliknya kepada SKP.
Jumlah saham tersebut merepresentasikan 1,89% seluruh
saham beredar SKP dan nilai pembelian kembali saham
tersebut adalah sebesar Rp 141.452. Dengan demikian,
SKP menjadi memiliki sahamnya sendiri sebanyak 29.417
saham atau 1,89% dari seluruh saham yang beredar.
Setelah transaksi pembelian saham, selanjutnya
menghentikan saham beredar yang dibeli oleh SKP
tersebut.

Based on SKP Shares Purchase Agreement dated
20 April 2015, the non-controlling shareholders of SKP
agreed to sell their 29,417 shares to SKP.
The number of shares represents 1.89% of total shares
outstanding of SKP, and value of shares repurchased
amounted to Rp 141,452. Accordingly, SKP now has as
many as 29,417 shares of its own or 1.89% of the total
shares outstanding. After the transaction of share
repurchase, SKP terminated outstanding shares that
have been purchased by SKP.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/45
Exhibit E/45
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
7.
8.
UANG MUKA PEMBELIAN KEMBALI SAHAM (Lanjutan)
7.
ADVANCE FOR SHARES REPURCHASE (Continued)
Selanjutnya sesuai akta Notaris No. 73 tanggal
20 April 2015 yang dibuat dihadapan Notaris yang sama,
SKP telah melaporkan perubahan susunan pemegang
saham kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
terkait pembelian kembali saham. Perubahan anggaran
dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-3525440.AH.01.11.Tahun 2015
tanggal 26 Juni 2015.
Subsequently, pursuant to the Notarial deed No. 73
dated 20 April 2015 that was made before the same
Notary, SKP has reported changes in its shareholding
structure to the Ministry of Law and Human Rights
related to the share repurchases. Changes to articles of
association have been approved by the Minister of Law
and Human Rights through its Decree Letter No. AHU3525440.AH.01.11.Tahun 2015 dated 26 June 2015.
Jumlah pembayaran uang muka pembelian kembali saham
selama periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir
30 September 2015 adalah sebesar Rp 253.777.
Total payment of advance for share repurchase for the
period of 9 (nine) months ended 30 September 2015
amounting to Rp 253,777.
Pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, saldo uang
muka pembelian kembali saham masing-masing adalah
sebesar Rp 450.030 dan Rp 320.561.
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
balance of advance for shares repurchase are amounting to
Rp 450,030 and Rp 320,561, respectively.
INVESTASI
8.
INVESTMENT
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Investasi penyertaan saham –
tersedia untuk dijual
PT Smartfren Telecom Tbk
- Nilai perolehan
Perubahan nilai wajar
Jumlah - bersih
(
16.710
16.710
15.930) (
15.201)
780
1.509
Investment in shares – availablefor-sale
PT Smartfren Telecom Tbk
Cost Change in fair value
Total - net
Pada 31 Desember 2009, PT Solu Sindo Kreasi Pratama,
entitas anak, memiliki 331.551.387 saham PT Smartfren
Telecom Tbk (dahulu PT Mobile-8 Telecom Tbk) (FREN)
dengan nilai perolehan per saham sebesar Rp 50,4 (nilai
penuh). Pada 16 Februari 2012, FREN melakukan peningkatan
harga per saham (reverse stock) dengan rasio 20:1. Dengan
demikian, nilai per saham FREN yang semula Rp 50,4 (nilai
penuh) meningkat menjadi Rp 1.000 (nilai penuh). Akibat hal
tersebut, kepemilikan saham Perusahaan pada FREN berubah
menjadi sebanyak 16.577.569 saham.
On 31 December 2009, PT Solu Sindo Kreasi Pratama,
a subsidiary had 331,551,387 shares of Smartfren Telecom
Tbk (formerly PT Mobile-8 Telecom Tbk) (FREN) with the
cost of acquisition per share of Rp 50.4 (full amount). On
16 February 2012, FREN increased the price per share
(reverse stock) with a ratio of 20:1. Accordingly, FREN value
per share increased from originally Rp 50.4 (full amount) to
Rp 1,000 (full amount). As a result, SKP’s number of shares
owned in FREN decreased to 16,577,569 shares.
Perubahan nilai wajar untuk 9 (sembilan) bulan yang berakhir
30 September 2015 dan tahun yang berakhir 31 Desember
2014 masing-masing sebesar Rp 15.930 dan Rp 15.201 dicatat
pada akun pendapatan komprehensif lainnya sebagai bagian
dari ekuitas. Manajemen berpendapat bahwa nilai penyertaan
saham pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
interim telah mencerminkan nilai wajar saham FREN.
Change in fair value for the 9 (nine) months ended
30 September 2015 and for the year ended 31 December
2014 amounted to Rp 15,930 and Rp 15,201, respectively,
were recorded in other comprehensive income account as
part of the equity. The management believes that the value
of such investment on the interim consolidated statements
of financial position has reflected the fair value of FREN
shares.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/46
Exhibit E/46
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
9.
PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA
9.
ACCRUED REVENUE
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pihak ketiga
PT Telekomunikasi Selular
PT XL Axiata Tbk (Catatan 29)
PT Indosat Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Bakrie Telecom Tbk
PT Internux
PT Smart Telecom
Lainnya (masing-masing di bawah Rp 1 miliar)
261.130
164.550
62.458
41.401
26.049
20.484
12.767
9.766
9.019
-
253.063
109.919
64.048
23.869
64.489
15.852
20.586
6.605
4.372
314
Third parties
PT Telekomunikasi Selular
PT XL A xiata Tbk (Note 29)
PT Indosat Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Bakrie Telecom Tbk
PT Internux
PT Smart Telecom
Others (each below Rp 1 billion)
Jumlah
607.624
563.117
Total
Akun ini merupakan pendapatan sewa menara yang belum
ditagih, karena proses pengujian fisik menara dan verifikasi
dokumen yang belum selesai pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian interim.
10. PERSEDIAAN DAN PERLENGKAPAN
This account represents unbilled rental income of towers
due to the customer’s site visit and verification of
documents not being completed as of the interim
consolidated statements of financial position date.
10. INVENTORIES AND SUPPLIES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Material menara
Suku cadang
Bahan bakar
Peralatan
408.916
19.041
524
18
384.802
19.041
516
18
Tower material
Spareparts
Fuel
Tools
Jumlah
428.499
404.377
Total
Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2015,
manajemen berpendapat tidak perlu membentuk penyisihan
penurunan nilai atas akun persediaan. Kecuali material
menara, seluruh persediaan dan perlengkapan akan diakui
sebagai beban pada saat penggunaan.
Based on a review at the end of the period of 9 (nine)
months ended 30 September 2015, management determines
that no impairment provision is necessary. Except for tower
material, all inventories and supplies will be recognized as
an expense at the time of use.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/47
Exhibit E/47
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
11. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA
11. ADVANCE PAYMENTS AND PREPAID EXPENSES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Uang muka operasional
Perijinan
Retribusi
Sewa kantor
Asuransi
Lainnya
115.208
15.867
12.119
9.500
8.614
25.819
112.396
12.024
20.648
6.029
15.264
22.774
Operational advances
Licenses
Retribution
Office rental
Insurance
Others
Jumlah
187.127
189.135
Total
12. ASET TETAP
30 September 2015
(9 bulan)
Aset tetap dalam
penyelesaian
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Peralatan,
perlengkapan kantor
dan komputer
Perangkat lunak
Kendaraan
Genset
Menara bergerak
Micro Cell Pole
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Akumulasi
penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan
Peralatan,
perlengkapan kantor
dan komputer
Perangkat lunak
Kendaraan
Genset
Menara bergerak
Micro Cell Pole
Sewa pembiayaan
Kendaraan
12. PROPERTY AND EQUIPMENT
Saldo awal/
Beginning
balance
308.418
Penambahan/
Additions
112.195
10.387
21.145
69.047
3.688
23.493
30.382
36.450
78.024
Reklasifikasi/
Reclassifications
-
-
-
3.500
1.357
-
12.850
-
4.199
118
1.053
23.077
17.194
289.810
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi ke
properti
investasi/
Reclassified into
investment
properties
1.502
-
46.294
1.352
10.314
29.591
15.099
5.642
9.265
225
4.410
604
2.734
-
Nilai tercatat
10.597
124.669
165.141
Jumlah
473.559
2.687
(
(
2.085
20.825 (
87)
-
(
-
5.780
-
-
-
331
5.311 ) (
5.311 )
13.887
22.502
-
84.584
3.688
27.605
30.500
36.450
331)
-
75.337 )
-
75.337)
18.334
237.550
(
-
420.613
-
2.687) (
87
Saldo akhir/
Ending
balance
-
7.282
-
55.890
1.577
14.724
30.195
17.833
-
-
30 September 2015 (9
months)
Property and
equipment in progress
Cost
Direct ownership
Land
Building
Tools, office
equipment and
computers
Software
Vehicles
Gensets
Transportable towers
Micro Cell Pole
Finance lease
Vehicles
Accumulated
depreciation
Direct ownership
Building
Tools, office equipment
and computer
Software
Vehicles
Gensets
Transportable towers
Micro Cell Pole
Finance lease
Vehicles
12.682
140.183
97.367
Carrying value
517.980
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/48
Exhibit E/48
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
12. ASET TETAP (Lanjutan)
31 Desember 2014
(1 tahun)
Aset tetap dalam
penyelesaian
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Peralatan,
perlengkapan kantor
dan komputer
Perangkat lunak
Kendaraan
Genset
Menara bergerak
Micro Cell Pole
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Akumulasi
penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan
Peralatan,
perlengkapan kantor
dan komputer
Perangkat lunak
Kendaraan
Genset
Menara bergerak
Micro Cell Pole
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Nilai tercatat
Jumlah
12. PROPERTY AND EQUIPMENT (Continued)
Saldo awal/
Beginning
balance
128.963
10.387
16.477
57.107
1.712
16.719
30.382
36.450
-
Penambahan/ Pengurangan/
Additions
Deductions
179.455
4.668
14.627
1.976
7.562
75.337
11.714
180.948
Reklasifikasi/
Reclassifications
-
-
(
10.387
21.145
2.687)
(
788)
2.687
180 )
180 )
4.872 (
109.042 (
308.418
-
-
Saldo akhir/
Ending
balance
788
-
69.047
3.688
23.493
30.382
36.450
78.024
17.194
289.810
31 December 2014 (1 year)
Property and
equipment in progress
Cost
Direct ownership
Land
Building
Tools, office
equipment and computers
Software
Vehicles
Gensets
Transportable towers
Micro Cell Pole
Finance lease
Vehicles
3.830
1.950
-
-
5.780
Accumulated
depreciation
Direct ownership
Building
36.132
591
6.388
23.824
11.454
10.162
761
4.120 (
5.767
3.645
5.642
-
-
46.294
1.352
10.314
29.591
15.099
5.642
Tools, office equipment
and computer
Software
Vehicles
Gensets
Transportable towers
Micro Cell Pole
8.176
90.395
90.553
2.334
34.381 (
-
-
107 )(
-
219.516
87)
87
107 )
-
Finance lease
Vehicles
10.597
124.669
165.141
Carrying value
473.559
Total
Aset tetap dalam penyelesaian merupakan pembangunan
ruang perkantoran. Pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014, persentase penyelesaiannya masingmasing telah mencapai 85%.
Property and equipment in progress represent the office
space develepment. As of 30 September 2015 and
31 December 2014, the percentage of completion has
reached 85%, respectively.
Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir
30 September 2015 dan 2014, beban penyusutan dialokasikan
pada beban pokok pendapatan dan beban usaha masingmasing sebesar Rp 2.734 (2014: Rp 2.734) dan Rp 12.780
(2014: Rp 18.877) (Catatan 30 dan 31).
For the period of 9 (nine) months ended 30 September 2015
and 2014, depreciation charged to cost of revenue and
operating expenses amounted to Rp 2,734 (2014: Rp 2,734)
and Rp 12,780 (2014: Rp 18,877), respectively (Notes 30 and
31).
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/49
Exhibit E/49
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
12. ASET TETAP (Lanjutan)
12. PROPERTY AND EQUIPMENT (Continued)
Keuntungan pelepasan aset tetap pada tanggal 30 September
2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Gain on disposal of property and equipments in
30 September 2015 and 31 December 2014 are as follows:
30 September/
30 September
2015
31 Desember/
31 December
2014
Nilai perolehan
Akumulasi penyusutan
-
Nilai tercatat
-
73
Carrying value
Harga jual
-
93
Selling price
Keuntungan pelepasan
-
20
Gain on disposal
(
180
107)
Cost
Accumulated depreciation
Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, aset
tetap-sewa pembiayaan berupa kendaraan telah dijadikan
jaminan atas liabilitas sewa pembiayaan (Catatan 21).
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, leased
vehicles are collateralized for finance lease liabilities (Note
21).
Pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, seluruh aset
tetap telah diasuransikan terhadap kebakaran, pencurian dan
risiko kerugian lainnya kepada pihak ketiga berdasarkan suatu
paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan masingmasing sebesar Rp 50.156 dan Rp 12.570. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko yang
dipertanggungkan.
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, all
property and equipment have been insured against fire,
theft and other losses to third parties under a blanket
policy with a sum insured of Rp 50,156 and Rp 12,570,
respectively. Management believes that the sum insured is
adequate to cover possible losses from such risks.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan manajemen, tidak
terdapat kejadian atau perubahan atas keadaan yang
menunjukan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal
30 September 2015 dan 31 Desember 2014.
Based on evaluation of Management, there were no events
or changes in circumstances to indicate any impairment of
property and equipment as of 30 September 2015 and
31 December 2014.
13. PROPERTI INVESTASI
13. INVESTMENT PROPERTIES
Sehubungan dengan penerapan PSAK No. 13 (Revisi 2011),
“Properti Investasi”, Perusahaan dan entitas anak telah
memilih model nilai wajar untuk pengukuran setelah
pengakuan awal. Nilai wajar properti investasi per
31 Desember 2014 ditentukan berdasarkan penilaian dari
penilai independen KJPP Martokoesoemo Prasetyo & Rekan
dalam laporannya tanggal 16 Februari 2015 dan telah sesuai
dengan peraturan Bapepam-LK No. VIII.C.4 mengenai
pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti
di pasar modal.
Regarding the implementation of SFAS No. 13 (Revised
2011), “Investment Property”, the Company and subsidiaries
has chosen the fair value model for the measurement after
initial recognition. The fair value of investment property as
of 31 December 2014 is determined based on the appraisal
of KJPP Martokoesoemo Prasetyo & Rekan in their report
dated 16 February 2015 and incorporates the regulation of
Bapepam-LK No. VIII.C.4 regarding the guidelines of
appraisal and presentation of property appraisal report to
capitals market.
Dalam menentukan nilai wajar, Penilai Independen
menggunakan metode penilaian dengan mengkombinasikan
dua pendekatan, yaitu pendekatan pendapatan yang
mendiskontokan penerimaan kas dimasa depan, dan
pendekatan biaya yang menggunakan biaya penggantian pada
saat ini.
To determine the fair value, the Independent Appraiser
utilizes a combination of two approaches as the appraisal
method: the income approach, which discounts future cash
flows, and the cost approach, which is based on current
replacement cost.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/50
Exhibit E/50
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
13. PROPERTI INVESTASI (Lanjutan)
13. INVESTMENT PROPERTIES (Continued)
Pada 30 September 2015, asumsi utama yang digunakan oleh
Manajemen adalah sebagai berikut:
a. Inflasi per tahun adalah 6,83%;
b. Tingkat bunga diskonto per tahun sebesar 10,50%.
As of 30 September 2015, Management used the following
key assumptions:
a. Inflation per year of 6.83%;
b. Discount rate per year of 10.50%.
Pada 31 Desember 2014, asumsi utama yang digunakan oleh
Penilai Independen adalah sebagai berikut:
a. Inflasi per tahun adalah 8,36%;
b. Tingkat bunga diskonto per tahun sebesar 10,63%.
As of 31 December 2014, the Independent Appraiser used
the following key assumptions:
a. Inflation per year of 8.36%;
b. Discount rate per year of 10.63%.
Laba atau rugi antara nilai wajar saat ini dan sebelumnya
diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian interim.
Gain or losses in relation to the difference between current
and prior fair values are recognized in the interim
consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income.
Rincian properti investasi adalah sebagai berikut:
The details of investment properties are as follows:
30 September
2015
Saldo awal/
Beginning
balance
Properti
investasi dalam
penyelesaian
679.825
Tanah
Bangunan menara
Repeater
Micro Cell Pole
32.154
12.070.274
133.225
-
Akumulasi kenaikan
nilai wajar
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
614.121
-
202
-
-
Reklasifikasi/
Reclassifications
(
969.907 )
-
-
917.744
8.413
43.750
-
969.907
7.650
-
12.235.653
7.852
2.125.687
175.717
Reklasifikasi dari
aset tetap/
Reclassifications
from property
and equipment
Saldo akhir/
Ending
balance
30 September 2015
-
324.039
Investment properties
in progress
75.337
32.356
12.988.018
149.288
119.087
Land
Tower building
Repeater
Micro Cell Pole
75.337
13.288.749
2.301.404
Accumulated increase
of fair value
Nilai wajar
14.361.340
15.590.153
Fair value
Jumlah
15.041.165
15.914.192
Total
31 Desember 2014
Saldo awal/
Beginning
balance
Properti
investasi dalam
penyelesaian
1.044.311
Tanah
Bangunan menara
Repeater
31.697
10.285.127
128.602
Akumulasi kenaikan
nilai wajar
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
1.425.284
-
457
-
10.445.426
457
-
1.475.055
650.632
-
Reklasifikasi/
Reclassifications
(
Saldo akhir/
Ending
balance
31 December 2014
679.825
Investment properties
in progress
1.785.147
4.623
32.154
12.070.274
133.225
Land
Tower building
Repeater
1.789.770
12.235.653
1.789.770 )
2.125.687
Accumulated increase
of fair value
Nilai wajar
11.920.481
14.361.340
Fair value
Jumlah
12.964.792
15.041.165
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/51
Exhibit E/51
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
13. PROPERTI INVESTASI (Lanjutan)
13. INVESTMENT PROPERTIES (Continued)
Rincian properti investasi dalam penyelesaian adalah sebagai
berikut:
The details of investment properties in progress are as
follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Persentase penyelesaian
Percentage of completion
Dibawah 50%
Diatas 50%
197.664
126.375
414.693
265.132
Below 50%
A bove 50%
Jumlah
324.039
679.825
Total
Pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, seluruh
properti investasi telah diasuransikan terhadap risiko
kebakaran, pencurian, bencana alam, liabilitas kepada pihak
ketiga, gangguan usaha (business interruption) dan risiko
kerugian lainnya kepada pihak ketiga (PT Jaya Proteksindo
Sakti, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika dan PT Adi Antara
Asia) berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 9.389.213 dan Rp 10.728.584.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko yang
dipertanggungkan.
14. SEWA LAHAN JANGKA PANJANG
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, investment
properties are insured against fire, theft, natural disasters,
third party liability, business interruption, and other risks
to third parties (PT Jaya Proteksindo Sakti, PT Asuransi
Mitra Pelindung Mustika and PT Adi Antara Asia) under
blanket policies with a sum insured of Rp 9,389,213 and
Rp 10,728,584, respectively. Management believes that the
sum insured is adequate to cover possible losses from such
risks.
14. LONG-TERM LANDLEASE
Akun ini merupakan sewa lahan untuk properti investasi,
dimana jangka waktu umumnya sesuai dengan masa kontrak
sewa dengan pelanggan (sekitar 10-11 tahun), dengan rincian
sebagai berikut:
This account represents land leases for investment
properties, generally with a term equal to the length of the
contract term with customers (mostly 10-11 years), with
details as follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Kurang dari satu tahun
Satu sampai lima tahun
Diatas lima tahun
82.222
112.528
1.278.302
156.385
535.222
652.422
Less than one year
Between one and five years
More than five years
Jumlah
1.473.052
1.344.029
Total
15. UANG JAMINAN
15. REFUNDABLE DEPOSITS
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Sewa
Listrik
Telepon
Lainnya
4.788
393
49
658
4.622
393
49
827
Rental
Electricity
Telephones
Others
Jumlah
5.888
5.891
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/52
Exhibit E/52
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
16. UTANG USAHA
16. TRADE PAYABLES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pihak ketiga
Rupiah
PT Multimedia Sarana Konvergensi
PT Kepland Investama
CV Lintas Reka Cipta
PT Teknologi Riset Global
PT Maxima Arta
Lainnya (masing-masing di bawah Rp 2 miliar)
Sub-jumlah
6.286
4.522
3.377
3.000
2.946
41.182
61.313
3.396
38.220
41.616
US Dolar
Global Tradinglinks Ltd.
(saldo pada tanggal 30 September 2015 dan
dan 31 Desember 2014 masing-masing
adalah sebesar US$ 12.038.190
dan US$ 2.743.336)
176.444
34.127
Asia Pasific Intertrading Pte Ltd.
(saldo pada tanggal 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 masing-masing adalah
sebesar US$ 2.744.934 dan US$ 8.209.236)
40.232
102.123
216.676
136.250
277.989
177.866
Sub-jumlah
Jumlah
17. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan utang lain-lain ke pihak ketiga atas
asuransi, dan lainnya masing-masing sebesar Rp 53.657 dan
Rp 37.112 pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember
2014.
Third parties
Rupiah
PT Multimedia Sarana Konvergensi
PT Kepland Investama
CV Lintas Reka Cipta
PT Teknologi Riset Global
PT Maxima A rta
Others (each below Rp 2 billion)
Sub-total
US Dollar
Global Tradinglinks Ltd.
(as of 30 September 2015 and 31 December
2014 the outstanding balance are
US$ 12,038,190 and
US$ 2,743,336, respectively)
A sia Pasific Intertrading Pte Ltd.
(as of 30 September 2015 and 31 December
2014 the outstanding balance are
US$ 2,744,934 and US$ 8,209,236,
respectively)
Sub-total
Total
17. OTHER PAYABLES
This account represents other payables to third parties
for insurance, and others amounting to Rp 53,657 and
Rp 37,112 as of 30 September 2015 and 31 December 2014,
respectively.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/53
Exhibit E/53
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
18. PERPAJAKAN
a.
18. TAXATION
Pajak Dibayar di Muka
a. Prepaid Taxes
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pajak
Pajak
Pajak
Pajak
Pajak
Penghasilan Pasal 4 (2)
Penghasilan Pasal 23
Penghasilan Pasal 26
Penghasilan Pasal 28
Pertambahan Nilai – Masukan
Jumlah
b.
22.155
4.339
124
50.194
217.932
22.153
4.038
124
15.056
170.777
Income Tax A rticle 4 (2)
Income Tax A rticle 23
Income Tax A rticle 26
Income Tax A rticle 28
Value-A dded Tax - Input
294.744
212.148
Total
Utang Pajak
b. Taxes Payable
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pajak
Pajak
Pajak
Pajak
Pajak
Pajak
Pajak
Penghasilan Pasal 4 (2)
Penghasilan Pasal 21
Penghasilan Pasal 23
Penghasilan Pasal 25
Penghasilan Pasal 26
Penghasilan Pasal 29
Pertambahan Nilai – Keluaran
Jumlah
c.
25.771
2.615
31.264
5.791
14.435
81.193
29.979
70.057
2.501
33.885
5.307
24.633
21.831
28.865
Income Tax A rticle 4 (2)
Income Tax A rticle 21
Income Tax A rticle 23
Income Tax A rticle 25
Income Tax A rticle 26
Income Tax A rticle 29
Value-A dded Tax - Output
191.048
187.079
Total
Perhitungan Pajak Penghasilan
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian interim dengan taksiran laba kena
pajak untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir
30 September 2015 dan 2014, adalah sebagai berikut:
c.
Income Tax Calculation
A reconciliation between profit before income
tax as shown in the interim consolidated statements of
profit or loss and other comprehensive income with
estimated taxable profit for the period of 9 (nine)
months ended 30 September 2015 and 2014, are as
follows:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/54
Exhibit E/54
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
18. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c.
18. TAXATION (Continued)
Perhitungan Pajak Penghasilan (Lanjutan)
c.
Income Tax Calculation (Continued)
30 September / 30 September
2015
2014
Laba sebelum pajak penghasilan,
Profit before income tax,
menurut laporan laba rugi
as per consolidated statements
komprehensif konsolidasian
941.736
1.264.768
Bagian laba entitas anak sebelum
pajak penghasilan - bersih
Profit of subsidiairies
(
147.278) (
126.304)
Laba Perusahaan
794.458
1.138.464
41
49
Koreksi fiskal :
Beda tetap :
Temporary differences
Permanent differences :
(
831.870) (
25.562
1.111.361)
27.672
(
806.267) (
1.083.640)
(
11.809)
Lainnya - Bersih
Taksiran (rugi fiskal)
laba kena pajak – Perusahaan
before income tax
Fiscal corrections :
Beda temporer
Jumlah koreksi fiskal
before income taxes - net
The Company’s profit
sebelum pajak penghasilan
Bagian laba dari entitas anak
of comprehensive income
Gain from subsidiaries
Others – Net
Total fiscal correction
Estimated (tax loss)
Taksiran beban pajak penghasilan dan utang pajak
penghasilan untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir 30 September 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
54.824
taxable income – the Company
Estimated income tax expenses and income tax payable
for the period of 9 (nine) months ended 30 September
2015 and 2014, are as follows:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/55
Exhibit E/55
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
18. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c.
18. TAXATION (Continued)
Perhitungan Pajak Penghasilan (Lanjutan)
c.
Income Tax Calculation (Continued)
30 September / 30 September
2015
2014
Taksiran laba kena pajak (rugi fiskal)
Estimated taxable income (tax loss)
Perusahaan
(
11.809)
54.824
418.860 (
165.890)
Perusahaan
-
-
Entitas anak
125.536
Entitas anak - Bersih
The Company
Subsidiaries - Net
Taksiran beban pajak penghasilan
Estimated income tax expenses
The Company
77.612
Subsidiaries
Taksiran beban pajak penghasilan
Estimated income tax expenses
menurut laporan laba rugi
as per consolidated statements of
125.536
komprehensif konsolidasian
77.612
comprehensive income
Dikurangi :
Less:
Pajak Penghasilan Pasal 23
(
57.419) (
30.063)
Income Tax A rticle 23
Pajak Penghasilan Pasal 25
(
50.830) (
43.810)
Income Tax A rticle 25
Jumlah
(
108.249) (
73.873)
Total
Taksiran utang pajak penghasilan
Estimated income tax payable
periode berjalan
17.287
3.739
63.906
29.488
81.193
33.227
for the current period
Utang pajak penghasilan
Income tax payable
periode sebelumny a
Jumlah utang Pajak Penghasilan Pasal 29
d.
Pajak tangguhan
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Rugi fiskal
Cadangan imbalan pasca-kerja
Pencadangan kerugian penurunan
nilai piutang
Penyusutan aset tetap
Total income tax payable Article 29
d. Deferred tax
Aset (liabilitas) pajak tangguhan yang timbul dari
perbedaan temporer antara pendapatan dan beban, yang
diakui secara komersial dan perpajakan, adalah sebagai
berikut:
30 September 2015
prior period
Saldo aw al/
Beginning
balance
Deferred tax assets (liabilities) occuring from
temporary differences of revenues and expenses
recognition between the commercial and tax base are
as follows:
Manfaat (Beban)
pajak tangguhan/
Deferred tax
benefits
(expense)
393.610
6.872
3.297
6.214 (
25.302
1.755
40)
Saldo akhir/
Ending
balance
Deferred tax assets (liabilities)
Tax loss
Post-employment benefits
A llowance for impairment losses of
3.297
trade receivables
Depreciation of
6.174
property and equipment
418.912
8.627
Aset (liabilitas) pajak
tangguhan - Bersih
30 September 2015
Deferred tax assets
409.993
27.017
437.010
(liabilities) - Net
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/56
Exhibit E/56
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
18. PERPAJAKAN (Lanjutan)
d.
18. TAXATION (Continued)
Pajak tangguhan (Lanjutan)
31 Desember 2014
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Rugi fiskal
Cadangan imbalan pasca-kerja
Pencadangan kerugian penurunan
nilai piutang
Penyusutan aset tetap
d. Deferred tax (Continued)
Saldo aw al/
Beginning
Manfaat (Beban)
pajak tangguhan/
Deferred tax
benefits
Saldo akhir/
Ending
balance
(expense)
balance
362.447
6.872
31.163
-
3.297
-
6.241 (
27)
Deferred tax assets (liabilities)
Tax loss
Post-employment benefits
A llowance for impairment losses of
3.297
trade receivables
Depreciation of
6.214
property and equipment
393.610
6.872
Aset (liabilitas) pajak
tangguhan - Bersih
e.
31 December 2014
Deferred tax assets
378.857
31.136
Taksiran Klaim Pajak Penghasilan
409.993
(liabilities) - Net
e. Estimated Claims for Income Tax refund
Akun ini merupakan taksiran jumlah lebih bayar pajak
penghasilan.
19. PENDAPATAN YANG DITERIMA DI MUKA
This account represents estimated claims for income
tax refund.
19. UNEARNED INCOME
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pihak ketiga
PT Telekomunikasi Selular
PT Indosat Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
PT XL Axiata Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Smart Telecom
PT Bakrie Telecom Tbk
PT Sampoerna Telecom
PT Internux
Lain-lain
269.205
167.054
141.960
122.741
34.049
14.117
2.880
2.204
1.515
278
114
183.145
147.397
57.554
74.407
30.369
52.552
3.883
2.149
962
295
18
Third parties
PT Telekomunikasi Selular
PT Indosat Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
PT XL A xiata Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Smart Telecom
PT Bakrie Telecom Tbk
PT Sampoerna Telecom
PT Internux
Others
Jumlah
756.117
552.731
Total
Sesuai perjanjian sewa, entitas anak telah menerima
pembayaran di muka dari pelanggan untuk jangka waktu
1 (satu) bulan, 3 (tiga) bulan dan 1 (satu) tahun.
Based on the rental agreements, the subsidiaries have
received payments in advance for period of 1 (one) month,
3 (three) months and 1 (one) year.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/57
Exhibit E/57
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
20. ACCRUED EXPENSES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Estimasi biaya pembangunan
properti investasi
Beban bunga :
Surat utang (Catatan 23)
Pinjaman jangka panjang (Catatan 22)
Karyawan
Perbaikan dan pemeliharaan menara
Listrik
Keamanan
Jasa konsultan
Lainnya
Jumlah
305.099
570.514
297.566
60.006
64.953
32.855
24.451
5.104
2.018
16.974
42.716
78.069
77.062
33.254
19.926
5.389
2.559
25.587
Estimated construction cost of
investment properties
Interest expenses :
Notes (Note 23)
Long-term loans (Note 22)
Employees
Towers repair and maintenance
Electricity
Security
Consultant fees
Others
809.026
855.076
Total
Estimasi biaya pembangunan properti investasi merupakan
estimasi beban masih harus dikeluarkan atas properti
investasi yang telah selesai pembangunannya namun belum
ditagihkan seluruh biayanya oleh kontraktor.
21. PINJAMAN JANGKA PANJANG - SEWA PEMBIAYAAN
Estimated construction cost of investment properties
represents the estimated costs to be incurred by the
Company in relation to work performed on the investment
properties which have been completed but not yet invoiced
by contractors.
21. LONG-TERM LOANS - FINANCE LEASES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Jumlah sewa pembiayaan
Dikurangi :
Saldo y ang jatuh tempo dalam satu tahun
Saldo y ang jatuh tempo lebih dari satu tahun
12.828
(
10.890
Total finance lease
3.475) (
3.031)
Less:
Balance due less than one year
9.353
7.859
Balance due more than one year
Sewa pembiayaan ini dijamin dengan aset kendaraan yang
menjadi obyek pembiayaan.
The finance lease is secured by the respective vehicle
assets.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/58
Exhibit E/58
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
22. PINJAMAN JANGKA PANJANG – PIHAK KETIGA
22. LONG-TERM LOANS – THIRD PARTIES
Akun ini merupakan pinjaman dari pihak ketiga sebagai
berikut:
This account represents loans from third parties as follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pinjaman sindikasi
Syndicated loans
a.
a.
b.
Fasilitas US$1 miliar (saldo pada 30 September
2015 dan 31 Desember 2014 masing-masing
sebesar US$ 665 juta dan US$ 690 juta)
Fasilitas US$ 300 juta (saldo pada 30 September
2015 dan 31 Desember 2014
masing-masing sebesar nihil
dan US$ 300 juta)
9.746.905
-
Jumlah pinjaman
Dikurangi : Biaya pinjaman (Catatan 2d)
9.746.905
(
Jumlah pinjaman - bersih
Saldo yang jatuh tempo dalam satu tahun
150.411) (
9.596.494
(
3.732.000
US$1 billion facility (balance as of
30 September 2015 and 31 December 2014
amounted to US$ 665 million and
US$ 690 million, respectively)
b.
US$ 300 million facility (balance as of
30 September 2015 and 31 December 2014
amounted to nil and US$ 300 million,
repectively)
12.315.600
Total loans
8.583.600
134.135)
Less : Unamortized borrowing cost (Note 2d)
12.181.465
3.858.430) (
7.311.207)
5.738.064
4.870.258
Total loans - net
Balance due less than one year
Saldo y ang jatuh tempo lebih dari satu
tahun
a.
Fasilitas Pinjaman US$ 1 miliar
Balance due more than one year
a. US$ 1 billion Credit Facilities
Pada tanggal 21 Nopember 2014, entitas anak tertentu
dari Perusahaan menandatangani perjanjian fasilitas
pinjaman (“Perjanjian Fasilitas Pinjaman”) sebesar
US$ 1.000.000.000 untuk melunasi program pinjaman
US$ 2.000.000.000 pada saat itu dan untuk menyediakan
tambahan dana untuk modal kerja.
On 21 November 2014, certain subsidiaries of the
Company entered into a US$ 1,000,000,000 credit facility
agreement (the “Credit Facilities Agreement”) to
refinance the existing US$ 2,000,000,000 debt
programme and to provide additional funding for
working capital.
Pinjaman ini tidak memiliki jaminan, dan entitas anak
yang menjadi peserta fasilitas pinjaman ini memberikan
jaminan bersama (cross guarantee) atas Perjanjian
Fasilitas Pinjaman.
These loans are unsecured, and the subsidiaries who
participated in the Credit Facilities provide a cross
guarantee for the Lenders under the Credit Facilities
Agreement.
Dalam Perjanjian Fasilitas Pinjaman tersebut, entitas
anak diharuskan untuk memenuhi beberapa kondisi,
diantaranya:
a. Net senior debt dari entitas anak/ EBITDA yang
disesuaikan dan disetahunkan maksimum sebesar
5 kali;
b. Top tier revenue ratio minimum sebesar 50,00%.
Under the Credit Facilities Agreement, the subsidiaries
are required to adhere to the following conditions,
among others, as follows:
a. Net senior debt of subsidiaries/ annualized adjusted
EBITDA ratio shall not exceed 5 times;
b. Minimum top tier revenue ratio of 50.00%.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/59
Exhibit E/59
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
22. PINJAMAN JANGKA PANJANG – PIHAK KETIGA (Lanjutan)
22. LONG-TERM LOANS - THIRD PARTIES (Continued)
Pinjaman Sindikasi (Lanjutan)
Syndication loan (Continued)
a.
a. US$ 1 billion Credit Facilities (Continued)
Fasilitas Pinjaman US$ 1 miliar (Lanjutan)
Kreditor yang berpartisipasi pada fasilitas ini adalah:
The lenders who participated in this facility are:
















Oversea-Chinese Banking Corporation Limited
United Overseas Bank Limited
DBS Bank Ltd
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation
Limited
Credit Agricole Corporate and Investment Bank
CIMB Bank Berhad
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
CTBC Bank Co, Ltd.
Chang Hwa Commercial Bank
The Bank of Tokyo-Mitshubishi UFJ, Ltd.
PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank BNP Paribas Indonesia








Fasilitas pinjaman ini terdiri dari 3 fasilitas yaitu:
1. Fasilitas A sebesar US$ 400 juta
Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd
United Overseas Bank Limited
DBS Bank Ltd
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation
Limited
Credit Agricole Corporate and Investment Bank
CIMB Bank Berhad
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
CTBC Bank Co, Ltd.
Chang Hwa Commercial Bank
The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd.
PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank BNP Paribas Indonesia
There are 3 facilities under this credit facilities:
1.
1. Facility A US$ 400 million Term Loan Facility
Fasilitas ini dikenakan marjin bunga sebesar 2,10%
per tahun di atas LIBOR untuk kreditur dalam negeri,
dan 2,00% per tahun untuk kreditur luar negeri.
This facility bears interest margin of 2.10% above
LIBOR per annum for onshore lenders and 2.00% per
annum for offshore lenders.
Fasilitas ini akan jatuh tempo pada bulan Januari
2020.
This Facility will mature in January 2020.
Entitas anak telah menarik seluruh fasilitas pinjaman
ini.
The subsidiaries had fully drawn this loan facility.
Saldo pada tanggal
31 Desember
2014
US$ 400.000.000.
The outstanding balance as of 30 September 2015 and
31 December 2014 was amounted to US$ 400,000,000,
respectively.
2. Fasilitas Pinjaman
US$ 300 juta
30 September 2015 dan
masing-masing
sebesar
sebesar
1.
2. Facility B of US$ 300 million Revolving Loan
Facility
Fasilitas ini dikenakan marjin bunga sebesar 1,85%
per tahun di atas LIBOR untuk kreditur dalam negeri,
dan 1,75% per tahun untuk kreditur luar negeri.
This facility bears interest margin of 1.85% above
LIBOR per annum for onshore lenders and 1.75% per
annum for offshore lenders.
Fasilitas ini akan jatuh tempo pada bulan Juni 2018.
This Facility will mature in June 2018.
Saldo pada tanggal 30 September 2015 dan
31
Desember
2014
masing-masing
sebesar
US$ 65.000.000 dan nihil.
The outstanding balance as of 30 September 2015 and
31 December 2014 was amounted to US$ 65,000,000
and nil, respectively.
3. Fasilitas Pinjaman
US$ 300 juta
Revolving
Revolving
Seri
Seri
B
C
sebesar
Fasilitas ini dikenakan marjin bunga sebesar 1,60%
per tahun di atas LIBOR untuk kreditur dalam negeri
dan 1,50% untuk kreditur luar negeri.
3.
3. Facility C of US$ 300 million Revolving Loan
Facility
This facility bears interest margin of 1.60% above
LIBOR per annum for onshore lenders and 1.50% for
offshore lenders.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/60
Exhibit E/60
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
22. PINJAMAN JANGKA PANJANG – PIHAK KETIGA (Lanjutan)
22. LONG-TERM LOANS - THIRD PARTIES (Continued)
Pinjaman Sindikasi (Lanjutan)
Syndication loan (Continued)
a.
a. US$ 1 billion Credit Facilities (Continued)
Fasilitas Pinjaman US$ 1 miliar (Lanjutan)
3. Fasilitas Pinjaman Revolving
US$ 300 juta (Lanjutan)
b.
Seri
C
sebesar
4.
3. Facility C of US$ 300 million Revolving Loan
Facility (Continued)
Fasilitas ini akan jatuh tempo bulan Nopember 2015.
This Facility will mature in November 2015.
Saldo pada tanggal 30 September 2015 dan
31 Desember
2014
masing-masing
sebesar
US$ 200.000.000 dan US$ 290.000.000.
The outstanding balance as of 30 September 2015 and
31 December 2014 was amounted to US$ 200,000,000
and US$ 290,000,000, respectively.
Fasilitas Pinjaman Revolving sebesar US$ 300 juta
4. b. US$ 300 million Revolving Loan Facility
Pada tanggal 21 Nopember 2014, entitas anak tertentu
dari Perusahaan menandatangani perjanjian fasilitas
pinjaman (“Perjanjian RLF”) sebesar US$ 300.000.000
untuk melunasi program pinjaman US$ 2.000.000.000
pada saat itu dan untuk menyediakan tambahan dana
untuk modal kerja.
On 21 November 2014, certain subsidiaries of the
Company entered into a US$ 300,000,000 revolving loan
facility agreement (the “RLF Agreement”) to refinance
the existing US$ 2,000,000,000 debt programme and to
provide additional funding for working capital.
Pinjaman ini tidak memiliki jaminan, dan entitas anak
yang menjadi peserta RLF ini memberikan jaminan
bersama (cross guarantee) atas Perjanjian RLF.
The loan is unsecured, and the subsidiaries who
participated in the RLF provide a cross guarantee for the
Lenders under the RLF Agreement.
Dalam Perjanjian RLF tersebut, entitas anak diharuskan
untuk memenuhi beberapa kondisi, diantaranya:
Under the RLF Agreement, the subsidiaries are required
to adhere to the following covenants, among others, as
follows:
a. Net senior leverage of subsidiaries/ annualized
adjusted EBITDA ratio shall not exceed 5 times;
a. Net senior leverage dari entitas anak/ EBITDA yang
disesuaikan dan disetahunkan maksimum sebesar
5 kali;
b. Top tier revenue ratio minimum sebesar 50,00%.
b. Minimum top tier revenue ratio of 50.00%.
Fasilitas ini dikenakan marjin bunga sebesar 1,30% per
tahun di atas LIBOR untuk kreditur dalam negeri, dan
1,20% per untuk kreditur luar negeri.
This facility bears interest margin of 1.30% above LIBOR
per annum for onshore lenders and 1.20% per annum for
offshore lenders.
Fasilitas ini akan jatuh tempo pada bulan Nopember
2015.
This Facility will mature in November 2015.
Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada tanggal
11 Februari 2015 dan fasilitas ini telah dibatalkan di
bulan April 2015.
This loan was fully repaid on 11 February 2015 and the
facility was cancelled in April 2015.
Jika bagian pinjaman dalam valuta asing yang telah dilindung
nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, maka
saldo pinjaman jangka panjang pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 setelah dikurangi biaya pinjaman yang
belum diamortisasi adalah sebagai berikut:
If the hedged portion of foreign currency loans are valued
using their hedged rate, the outstanding balance of longterm loans as of 30 September 2015 and 31 December 2014
net of unamortized borrowing cost are as follows:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/61
Exhibit E/61
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
22. PINJAMAN JANGKA PANJANG – PIHAK KETIGA (Lanjutan)
22. LONG-TERM LOANS - THIRD PARTIES (Continued)
Pinjaman Sindikasi (Lanjutan)
Syndication loan (Continued)
30 September/
30 September
2015
31 Desember/
31 December
2014
Saldo pinjaman /
The balance of loans
Saldo pinjaman /
The balance of loans
Kurs
laporan posisi
keuangan /
Rate of
consolidated
statements of
financial
position date
Pinjaman sindikasi
Dikurangi :
Biaya pinjaman yang belum
diamortisasi (Catatan 2d)
Kurs
lindung
nilai /
Hedging
rate
9.746.905
(
Jumlah - Bersih
Kurs
laporan posisi
keuangan /
Rate of
consolidated
statements of
financial
position date
7.833.551
150.411) (
9.596.494
12.315.600
150.411) (
7.683.140
23. SURAT UTANG
Kurs
lindung
nilai /
Hedging
rate
11.522.437
134.135) (
134.135)
12.181.465
11.388.302
Syndication loans
Less:
Unamortized borrowing costs
(Note 2d)
Total - Net
23. NOTES
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Surat utang terdiri dari:
US Dolar
a.
5,25% Unsecured Senior Notes (saldo pada
30 September 2015 dan 31 Desember 2014
masing-masing sebesar US$ 350 juta
dan nihil)
b.
4,625% Unsecured Senior Notes (saldo pada
30 September 2015 dan 31 Desember 2014
masing-masing sebesar US$ 300 juta)
5.129.950
Rupiah
c.
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I
Jumlah
Dikurangi:
Biaya pinjaman yang belum
diamortisasi (Catatan 2d)
(
-
4.397.100
3.732.000
9.527.050
3.732.000
190.000
190.000
9.717.050
3.922.000
94.432) (
52.114)
Notes consist of:
US Dollar
a. 5.25% Senior Unsecured Notes (balance as of
30 September 2015 and 31 December 2014
amounted to US$ 350 million and nil,
respectively)
b. 4.625% Senior Unsecured Notes (balance as of
30 September 2015 and 31 December 2014
was amounted to US$ 300 million)
c.
Rupiah
Continuous Bonds I Phase I
Total
L e s s:
Unamortized borrowing cost
(Note 2d)
Saldo y ang jatuh tempo lebih dari satu
tahun
9.622.618
3.869.886
Balance due more than one year
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/62
Exhibit E/62
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
23. SURAT UTANG (Lanjutan)
a.
Surat Utang dalam USD sebesar US$ 350 juta
23. NOTES (Continued)
a.
Notes in USD amounted to US$ 350 million
Pada tanggal 10 Februari 2015, TBG Global Pte. Ltd
(TBGG), entitas anak, menerbitkan 5,25% Unsecured
Senior Notes ("Surat Utang") dengan nilai agregat sebesar
US$ 350.000.000. Surat Utang ini dikenakan bunga
sebesar 5,25% per tahun yang jatuh tempo pada tanggal
10 Februari dan 10 Agustus setiap tahun, dimulai pada
tanggal 10 Agustus 2015. Surat Utang ini akan jatuh
tempo pada tanggal 10 Februari 2022. Surat Utang ini
dijamin oleh Perusahaan dan tidak dapat dibeli kembali
sebelum 4 (empat) tahun.
On 10 February 2015, TBG Global Pte. Ltd. (TBGG), a
subsidiary, issued 5.25% Senior Unsecured Notes
("Notes") with an aggregate value of US$ 350,000,000.
These notes bear interest at 5.25% per annum and pay
interest on 10 February and 10 August each year,
commencing on 10 August 2015. The Notes will mature
on 10 February 2022. The Notes are guaranteed by the
Company and have a 4 (four) years non-call provision.
Dana dari penerbitan Surat Utang tersebut digunakan
untuk membiayai kembali (a) pinjaman sebesar US$ 300
juta berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Revolving
(lihat Catatan 22), (b) sebagian pinjaman revolving seri
C berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman, dan (c)
sisanya digunakan untuk mendukung kebutuhan lainnya.
The proceeds from the issuance of the Notes were used
to refinance (a) all outstanding loan amounting to
US$ 300 million under Revolving Loan Facility
Agreement (see Note 22), (b) part of outstanding loan
facility C of revolving loan facility under the Credit
Facility Agreement, and (c) the remaining amount to be
used for general corporate purposes.
Sesuai pembatasan-pembatasan yang mengatur tentang
Surat Utang, Perusahaan dan entitas anak Yang Dibatasi,
memiliki keterbatasan untuk melakukan tindakantindakan, antara lain, sebagai berikut:
Under the covenants governing the Notes, the Company
and its restricted subsidiaries are restricted from
performing certain actions such as:
1.
1. Incurrence of indebtedness
preferred stock, unless :
Menambah pinjaman baru dan menerbitkan saham
preferen, kecuali :
a.
2.
Rasio Utang/Arus Kas Tahunan tidak lebih dari
6,25 kali.
Melakukan pembayaran yang dibatasi, seperti :
a)
b)
menyatakan atau membayar dividen atau
melakukan suatu pembayaran atau pembagian
untuk kepentingan Penjamin Induk Perusahaan
atau setiap Hak Kepemilikan Atas Ekuitas
Entitas Anak Yang Dibatasi atau kepada para
pemilik langsung atau tidak langsung dari
Penjamin Induk Perusahaan atau setiap Hak
Kepemilikan Atas Ekuitas dari Entitas Anak
Yang Dibatasi;
membeli, menebus atau dengan cara lain
mendapatkan atau membebaskan untuk nilai
setiap Hak Kepemilikan Atas Ekuitas dari
Penjamin Induk Perusahaan atau setiap induk
langsung atau tidak langsung dari Penjamin
Induk Perusahaan;
a.
and
issuance
of
Debt to Annualized Cash Flow Ratio would have
been no greater than 6.25 times.
2. Making restricted payments, such as :
a)
declare and pay dividend or make any other
payment or distribution on account of Parent
Guarantor or any of its Restricted Subsidiaries
Equity Interests or to the direct or indirect
holders of Parent Guarantor or any of its
Restricted Subsidiaries Equity Interests;
b)
purchase, redeem or otherwise acquire or
retire for value any Equity Interest of Parent
Guarantor or any direct or indirect parent of
Parent Guarantor;
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/63
Exhibit E/63
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
23. SURAT UTANG (Lanjutan)
a.
Surat Utang
(Lanjutan)
c)
d)
USD
sebesar US$
350 juta
a.
melakukan pembayaran atas atau sehubungan
dengan, melakukan penebusan dengan tidak
dapat dicabut kembali, atau membeli,
menebus, melakukan penjaminan efek atau
dengan
cara
lain
mendapatkan
atau
membebaskan untuk nilai dari setiap utang dari
TBGG sebagai penerbit atau setiap Surat Utang
Penjamin
yang
secara
kontraktual
disubordinasikan kepada Surat Utang atau
setiap Jaminan Surat Utang (tidak termasuk
pinjaman antar Perusahaan dan utang antar
Perusahaan), kecuali suatu pembayaran bunga
atau pokok pada tanggal jatuh tempo; dan
membuat setiap investasi yang dibatasi
Notes in USD
(Continued)
amounted
to
US$
350
million
c)
make any payment on or with respect to,
irrevocably call for redemption, or purchase,
redeem, defease or otherwise acquire or retire
for value any indebtedness of the Issuer or any
Note
Guarantor
that
is
contractually
subordinated to the Notes or to any Note
Guarantee (excluding intercompany loans and
Indebtedness), except for payment of interest
and principal at maturity; and
d)
make any restricted investment
Perusahaan dapat melakukan Pembayaran Yang Dibatasi
tersebut di atas, jika:
The company can make Restricted Payments described
above, if:
1.
Tidak ada wanprestasi atau peristiwa wanprestasi
telah terjadi dan berlanjut atau akan terjadi; dan
Rasio Arus Kas Teranualisasi tidak lebih dari 6,25
kali.
1. No Default or Event of Default has occurred and is
continuing or would occur; and
2. Debt to Annualized Cash Flow Ratio would have
been no greater than 6.25 times.
Transaksi ini telah memenuhi peraturan Bapepam-LK
No. IX.E.2 tentang transaksi material, dan Perusahaan
telah melaporkan penerbitan Notes tersebut kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (dahulu Bapepam-LK) pada
tanggal 8 Mei 2014. Notes ini didaftarkan pada pasar
modal Singapura.
This transaction has fulfilled the regulation of
Bapepam-LK No. IX.E.2 regarding material transactions,
and the Company has reported the issuance of the
Notes to the Indonesia Financial Service Authority (OJK)
(formerly Bapepam-LK) on 8 May 2014. The Notes are
listed on the Singapore Exchange.
2.
b.
dalam
23. NOTES (Continued)
Surat Utang dalam USD sebesar US$ 300 juta
b.
Notes in USD amounted to US$ 300 million
Pada 3 April 2013, TBG Global Pte. Ltd (TBGG), entitas
anak, menerbitkan 4,625% Unsecured Senior Notes
("Surat Utang") dengan nilai agregat sebesar
US$ 300.000.000. Notes ini dikenakan bunga sebesar
4,625% per tahun yang jatuh tempo pada tanggal 3 April
dan 3 Oktober setiap tahun, dimulai pada tanggal
3 Oktober 2013. Surat Utang ini akan jatuh tempo pada
tanggal 3 April 2018. Surat Utang ini dijamin oleh
Perusahaan dan tidak dapat dibeli kembali sebelum
3 (tiga) tahun.
On 3 April 2013, TBG Global Pte. Ltd. (TBGG), a
subsidiary, issued 4.625% Senior Unsecured Notes
("Notes") with an aggregate value of US$ 300,000,000.
These notes bear interest at 4.625% per annum and pay
interest on 3 April and 3 October each year,
commencing on 3 October 2013. The Notes will mature
on 3 April 2018. The Notes are guaranteed by the
Company and have a 3-year non-call provision.
Dana dari penerbitan Surat Utang tersebut digunakan
untuk membiayai kembali (a) pinjaman sindikasi seri 2
sebesar US$ 50.000.000 yang termasuk dalam Perjanjian
Program Pinjaman, (b) pinjaman non-sindikasi sebesar
US$ 50.500.000 berdasarkan Fasilitas Perjanjian
Pinjaman, (c) pinjaman non-sindikasi sebesar Rp 426.015
berdasarkan Fasilitas Perjanjian Pinjaman Rupiah, dan
(d) sisanya digunakan untuk mendukung kebutuhan
lainnya.
The proceeds from the issuance of the Notes were used
to refinance (a) all outstanding revolving credit
indebtedness amounting to US$ 50,000,000 under the
Second Series - the Debt Programme Agreement, (b) all
outstanding indebtedness amounting to US$ 50,500,000
under the Senior Loan Facility Agreement (c) all
outstanding indebtedness amounting to Rp 426,015
million under the Loan Facility Agreement, and (d) the
remaining amount to be used for general corporate
purposes.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/64
Exhibit E/64
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
23. SURAT UTANG (Lanjutan)
b.
Surat Utang
(Lanjutan)
dalam
23. NOTES (Continued)
USD
sebesar US$
300 juta
b.
Notes in USD
(Continued)
amounted
to
US$
300
million
Sesuai pembatasan-pembatasan yang mengatur tentang
Surat Utang, Perusahaan dan Entitas Anak Yang Dibatasi,
memiliki keterbatasan untuk melakukan tindakantindakan, antara lain, sebagai berikut:
Under the covenants governing the Notes, the Company
and its Restricted Subsidiaries are restricted from
performing certain actions such as:
1.
1. Incurrence of indebtedness
preferred stock, unless :
Menambah pinjaman baru dan menerbitkan saham
preferen, kecuali :
Rasio Utang/Arus Kas Tahunan tidak lebih dari 6,25
kali.
2.
Melakukan pembayaran yang dibatasi, seperti :
a)
b)
c)
d)
menyatakan atau membayar dividen atau
melakukan suatu pembayaran atau pembagian
untuk kepentingan Penjamin Induk Perusahaan
atau setiap Hak Kepemilikan Atas Ekuitas
Entitas Anak Yang Dibatasi atau kepada para
pemilik langsung atau tidak langsung dari
Penjamin Induk Perusahaan atau setiap Hak
Kepemilikan Atas Ekuitas dari Entitas Anak
Yang Dibatasi;
membeli, menebus atau dengan cara lain
mendapatkan atau membebaskan untuk nilai
setiap Hak Kepemilikan Atas Ekuitas dari
Penjamin Induk Perusahaan atau setiap induk
langsung atau tidak langsung dari Penjamin
Induk Perusahaan;
melakukan pembayaran atas atau sehubungan
dengan, melakukan penebusan dengan tidak
dapat dicabut kembali, atau membeli,
menebus, melakukan penjaminan efek atau
dengan
cara
lain
mendapatkan
atau
membebaskan untuk nilai dari setiap utang dari
TBGG sebagai penerbit atau setiap Surat Utang
Penjamin
yang
secara
kontraktual
disubordinasikan kepada Surat Utang atau
setiap Jaminan Surat Utang (tidak termasuk
pinjaman antar Perusahaan dan utang antar
Perusahaan), kecuali suatu pembayaran bunga
atau pokok pada tanggal jatuh tempo; dan
membuat setiap investasi yang dibatasi
and
issuance
of
Debt to Annualized Cash Flow Ratio would have
been no greater than 6.25 times.
2. Making restricted payments, such as :
a)
declare and pay dividend or make any other
payment or distribution on account of Parent
Guarantor or any of its Restricted Subsidiaries
Equity Interests or to the direct or indirect
holders of Parent Guarantor or any of its
Restricted Subsidiaries Equity Interests;
b)
purchase, redeem or otherwise acquire or
retire for value any Equity Interest of Parent
Guarantor or any direct or indirect parent of
Parent Guarantor;
c)
make any payment on or with respect to,
irrevocably call for redemption, or purchase,
redeem, defease or otherwise acquire or retire
for value any indebtedness of the Issuer or any
Note
Guarantor
that
is
contractually
subordinated to the Notes or to any Note
Guarantee (excluding intercompany loans and
Indebtedness), except for payment of interest
and principal at maturity; and
d)
make any restricted investment
Perusahaan dapat melakukan Pembayaran Yang Dibatasi
tersebut di atas, jika:
The company can make Restricted Payments described
above, if:
1.
1. No Default or Event of Default has occurred and is
continuing or would occur; and
2. Debt to Annualized Cash Flow Ratio would have
been no greater than 6.25 times.
2.
Tidak ada wanprestasi atau peristiwa wanprestasi
telah terjadi dan berlanjut atau akan terjadi; dan
Rasio Arus Kas Teranualisasi tidak lebih dari 6,25
kali.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/65
Exhibit E/65
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
23. SURAT UTANG (Lanjutan)
b.
Surat Utang
(Lanjutan)
dalam
23. NOTES (Continued)
USD
sebesar US$
300 juta
b.
Notes in USD
(Continued)
amounted
to
US$
300
million
Transaksi ini telah memenuhi peraturan Bapepam-LK
No. IX.E.2 tentang transaksi material, dan Perusahaan
telah melaporkan penerbitan Notes tersebut kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (dahulu Bapepam-LK) pada
tanggal 5 April 2013. Notes ini didaftarkan pada pasar
modal Singapura.
This transaction has fulfilled the regulation of
Bapepam-LK No. IX.E.2 regarding material transactions,
and the Company has reported the issuance of the
Notes to the Indonesia Financial Service Authority (OJK)
(formerly Bapepam-LK) on 5 April 2013. The Notes are
listed on the Singapore Exchange.
Entitas anak telah memperoleh Persetujuan dari
pemegang Surat Utang sebesar US$ 300 juta untuk
menyelaraskan ketentuan ketentuan yang terdapat pada
Surat Utang sebesar US$ 300 juta dengan ketentuanketentuan yang terdapat pada Surat Utang sebesar
US$ 350 juta, termasuk didalamnya penghapusan klausul
mengenai ketentuan Rasio Kas Teranualisasi yang akan
turun dari 6,25 kali menjadi 5,75 kali pada tanggal
30 Juni 2016 dan seterusnya.
The subsidiary has obtained Consent from Notes
amounted to US$ 300 million bondholders to bring the
indenture in conformity with the Notes amounted to
US$ 350 million, including the removal of step down
requirement of Debt to Annualized Cash Flow from 6.25
to 5.75 on 30 June 2016 onwards.
Jika bagian utang yang telah dilindung nilai diukur
dengan menggunakan kurs lindung nilainya, maka saldo
surat utang jangka panjang pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 setelah dikurangi biaya pinjaman
yang belum diamortisasi adalah sebagai berikut:
If the hedged portion of the long-term notes are valued
using their hedge rate, the outstanding balance of the
Long-term notes as of 30 September 2015 and
31 December 2014 net of unamortized borrowing costs
are as follow:
30 September/
30 September
2015
31 Desember/
31 December
2014
Saldo pinjaman /
The balance of loans
Saldo pinjaman /
The balance of loans
Kurs
laporan posisi
keuangan /
Rate of
consolidated
statements of
financial
position date
Surat utang
Dikurangi :
Biaya pinjaman yang belum
diamortisasi (Catatan 2d)
Jumlah - Bersih
9.717.050
(
94.432) (
9.622.618
Kurs
lindung
nilai /
Hedging
rate
Kurs
laporan posisi
keuangan /
Rate of
consolidated
statements of
financial
position date
7.606.500
94.432) (
7.512.068
3.922.000
52.114) (
3.869.886
Kurs
lindung
nilai /
Hedging
rate
3.301.500
52.114)
3.249.386
Notes
Less:
Unamortized borrowing costs
(Note 2d)
Total - Net
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/66
Exhibit E/66
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
23. SURAT UTANG (Lanjutan)
c.
Surat Utang dalam IDR
23. NOTES (Continued)
c.
Notes in IDR
Pada tanggal 12 Desember 2013, Perusahaan
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I PT Tower Bersama
Infrastructure Tbk Tahap I Tahun 2013 dengan Tingkat
Bunga Tetap (“Obligasi Berkelanjutan I Tahap I”).
Nominal Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini adalah
sebesar Rp 740.000.
On 12 December 2013, the Company issued Continuous
Bonds I PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Phase I
Year 2013 with Fixed Interest Rate (“Continuous Bonds I
Phase I”). The Continuous Bonds I Phase I have a total
principal amount of Rp 740,000.
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini diterbitkan dalam
beberapa seri sebagai berikut:
These continuous Bonds I Phase I were issued in series
consisting of:
a.
a.
b.
Obligasi seri A dengan nilai nominal sebesar
Rp 550.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar
9,00% per tahun. Jangka waktu obligasi seri A
adalah 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender.
Obligasi ini telah dilunasi di bulan Desember 2014.
Obligasi seri B dengan nilai nominal sebesar
Rp 190.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar
10,00% per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun.
b.
Series A Bonds with nominal value of Rp 550,000 at
a fixed interest rate of 9.00% per year. The term
of the Series A Bonds is 370 (three hundred and
seventy) Calendar Days. These notes has been fully
paid in December 2014.
Series B Bonds with nominal value of Rp 190,000 at
a fixed interest rate of 10.00% per year. The term
of the Series B Bonds is 3 (three) years.
Hasil bersih yang diperoleh dari penerbitan Obligasi
Bekelanjutan I Tahap I akan digunakan untuk: a) 50%
digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban
keuangan entitas anak, dan b) sisanya digunakan untuk
belanja modal yang terkait dengan pembangunan site
telekomunikasi baru yang dilakukan oleh entitas anak.
The net proceeds from the issuance of the Continuous
Bonds I Phase I will be used as follows : a) 50% shall be
used for payments of financial liabilities of
subsidiaries; and b) the remaining funds for capital
expenditures related to the tower construction through
subsidiaries of the Company.
Bunga Obligasi Berkelanjutan I Tahap I akan dibayarkan
setiap kuartal sesuai dengan tanggal pembayaran bunga.
Pembayaran pertama dari bunga Obligasi Seri A dan
Obligasi Seri B adalah pada tanggal 12 Maret 2014.
Tanggal pembayaran bunga terakhir, yang juga
merupakan tanggal jatuh tempo Obligasi Bekelanjutan I
Tahap I, adalah pada tanggal 22 Desember 2014 untuk
Obligasi Seri A dan 12 Desember 2016 untuk Obligasi
Seri B.
Interest for the Continuous Bonds I Phase I are payable
on a quarterly basis on the interest payment dates. The
first interest payment of Series A Bonds and Series B
Bonds was on 12 March 2014. The last interest payment
dates, which are also the respective maturity dates of
the Continuous Bonds I Phase I, will be on 22 December
2014 for Series A Bonds and 12 December 2016 for
Series B Bond.
Obligasi Bekelanjutan I Tahap I ini tidak dijamin oleh
suatu jaminan tertentu, namun dijamin dengan seluruh
kekayaan Perusahaan, baik barang bergerak maupun
tidak bergerak, dan yang telah ada maupun yang akan
ada di kemudian hari.
The Continuous Bonds I Phase I is not secured by
specific collateral, however it is secured by all assets of
the Company, for existing and future fixed or moveable
assets.
Penerbitan Obligasi Bekelanjutan I Tahap I ini dilakukan
sesuai dengan Akta Adendum II dan Pernyataan Kembali
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Bekelanjutan I
Tower Bersama Infastructure Tahap I Tahun 2013 No. 41
tanggal 27 Nopember 2013 yang dibuat di hadapan
Notaris Jose Dima Satria, S.H. M.Kn. Bertindak sebagai
wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk (“Wali Amanat”).
The issuance of Continuous Bonds I Phase I was covered
in the Deed of Second Amendment and Restatement of
Trusteeship
Agreement
of
Tower
Bersama
Infrastructure Continuous Bond I Phase I Year 2013
No. 41 dated 27 November 2013, of a Notary Jose Dima
Satria, S.H., M.Kn. The bond trustee is PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk (the “Trustee”).
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/67
Exhibit E/67
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
23. SURAT UTANG (Lanjutan)
c.
23. NOTES (Continued)
Surat Utang dalam IDR (Lanjutan)
c.
Notes in IDR (Continued)
Sesuai persyaratan yang disepakati dalam penerbitan
Obligasi Bekelanjutan I Tahap I ini, maka Perusahaan
tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak
diperkenankan untuk melakukan tindakan-tindakan,
antara
lain:
melakukan
penggabungan
atau
pengambilalihan usaha, merubah bidang usaha utama,
mengurangi modal dasar dan modal disetor, menjual,
mengalihkan atau melepaskan seluruh atau sebagian
aset, memberikan opsi, waran, dan memberikan
pinjaman kepada pihak ketiga, kecuali kepada entitas
anak Perusahaan, di luar kegiatan usaha Perusahaan dan
entitas anak.
Under the covenants governing the Continuous Bonds I
Phase I, the Company, without the written consent of
the Trustee, shall not, among others: merge or acquire,
change the scope of main activities, reduce the
authorized and paid up capital, sale, transfer or
dispose all or part of asset by the Company’s
subsidiaries, sale, transfer, or giving options, warrants,
and grant loans to third parties, except to the
Company’s subsidiaries, outside the Company’s and
Subsidiaries business activities.
Perusahaan juga disyaratkan untuk mempertahankan
perbandingan antara jumlah pinjaman konsolidasian
proforma dengan EBITDA proforma dari kuartal terakhir
dikalikan 4 (empat) tidak melebihi 6,25 kali.
In addition, the Company is required to maintain the
comparative of total proforma consolidation loans with
proforma EBITDA from last quarter multiplied by
4 (four) of no more than 6.25 times.
Pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014,
Perusahaan telah memenuhi semua kondisi yang
disyaratkan dalam perjanjian perwaliamanatan tersebut.
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
Company has complied with the restrictions set out in
these trusteeship agreements.
Pada 17 Maret 2014, Fitch Indonesia, lembaga
pemeringkat efek independen, telah memberikan
peringkat “AA-” (Double A Minus) untuk Obligasi
Bekelanjutan I Tahap I ini.
On 17 March 2014, Fitch Indonesia, an independent
credit rating agency, rated the Continuous Bonds I “AA” (Double AA Minus).
Pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, beban bunga
Surat Utang adalah sebesar Rp 297.566 dan Rp 42.716 dan
disajikan sebagai bagian dari akun “Beban Masih Harus
Dibayar” pada laporan posisi keuangan (Catatan 20). Beban
bunga disajikan sebagai bagian dari akun “Beban Keuangan”
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian interim.
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
accrued interest for Notes amounts to Rp 297,566 and
Rp 42,716 and is presented as part of “Accrued Expenses” in
the statement of financial position (Note 20). The related
interest expense is presented as part of “Financing Expense”
in the interim consolidated statements of profit or loss and
other comprehensive income.
24. MODAL SAHAM
24. SHARE CAPITAL
Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014,
susunan pemegang saham dan kepemilikannya adalah sebagai
berikut:
Pemegang saham
PT Wahana Anugerah Sejahtera
PT Provident Capital Indonesia
Masyarakat
Jumlah
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
structure of shareholders and their respective shareholdings
are as follows:
30 September / 30 September 2015
Lembar saham
(nilai penuh)/
% Kepemilikan/
No. of shares
Jumlah/
% ownership
(full amount)
Amount
Shareholders
27,52
24,67
47,81
1.319.871.198 Rp
1.183.140.806 Rp
2.293.514.195 Rp
131.987
118.314
229.352
PT Wahana Anugerah Sejahtera
PT Provident Capital Indonesia
Public
100,00
4.796.526.199 Rp
479.653
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/68
Exhibit E/68
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
24. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Pemegang saham
PT Wahana Anugerah Sejahtera
PT Provident Capital Indonesia
Masyarakat
Jumlah
24. SHARE CAPITAL (Continued)
31 Desember / 31 December 2014
Lembar saham
(nilai penuh)/
% Kepemilikan/
No. of shares
Jumlah/
% ownership
(full amount)
Amount
30,08
25,25
44,67
1.442.915.336 Rp
1.211.140.806 Rp
2.142.470.057 Rp
144.292
121.114
214.247
PT Wahana Anugerah Sejahtera
PT Provident Capital Indonesia
Public
100,00
4.796.526.199 Rp
479.653
Total
Pada 30 September 2015 dan 31 Desember 2014, Komisaris
dan Direksi Perusahaan yang memiliki langsung saham
Perusahaan masing-masing sebanyak 58.057.310 saham atau
masing masing setara dengan 1,21% dari jumlah saham
beredar.
25. SAHAM TREASURI
a.
Shareholders
Pada tanggal 24 Juli 2013, Perusahaan mengadakan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB ini memberikan persetujuan kepada Perusahaan
untuk membeli kembali sebesar maksimum 5% saham
beredarnya atau sebanyak 239.800.000 saham melalui
Bursa Efek Indonesia.
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
Company’s Commissioners and Directors directly owned
58,057,310 shares respectively in the Company, each is
equivalent to 1.21% of total shares outstanding.
25. TREASURY STOCK
a.
On 24 July 2013, the Company held the Extraordinary
General Meeting of Shareholders (EGMS). The EGMS
approved plans to repurchase a maximum of 5% of the
issued shares or 239,800,000 shares of the Company on
the Indonesia Stock Exchange.
Sesuai peraturan OJK, pembelian kembali saham
tersebut harus dilakukan melalui bursa saham dan
persetujuan tersebut berlaku selama 18 (delapan belas)
bulan. Maksimum dana yang akan digunakan untuk
membeli kembali saham tersebut adalah sebesar Rp 1,44
trilyun (nilai penuh) termasuk biaya transaksi, perantara
pedagang efek dan biaya terkait lainnya.
According to the OJK’s regulation, these shares will be
repurchased through the stock exchange and the
approval is valid for 18 (eighteen) months. The
maximum fund to be used for the shares repurchase is
amounting to Rp 1.44 trillion (full amount), including
transaction, brokerage and other costs to be incurred.
Pada bulan Maret 2014, Perusahaan membeli kembali
saham beredarnya dari bursa saham sebanyak
78.705.310 saham dengan biaya perolehan sebesar
Rp 459.254. Jumlah saham tersebut mencerminkan
1,6408% dari seluruh saham beredar Perusahaan.
In March 2014, the Company repurchased its 78,705,310
outstanding shares from the stock exchange at cost of
Rp 459,254. Those number of shares represents 1.6408%
of the Company's outstanding shares.
Sesuai surat Perusahaan No. 0478/TBG-TBI-001/FAL/
05/IV/2014 tangal 28 April 2014, Perusahaan telah
menyampaikan kepada OJK untuk menghentikan
pelaksanaan pembelian kembali saham. Dengan
demikian, pelaksanaan pembelian kembali saham
tersebut dinyatakan telah selesai dan selanjutnya
pengalihan saham hasil pembelian kembali tersebut akan
dilakukan sesuai peraturan yang berlaku, khususnya
peraturan OJK No. XI.B2 lampiran keputusan Ketua
Bapepam-LK No. Kep-105/BL/2010 tanggal 13 April 2010.
According to the Company’s letter No. 0478/TBG-TBI001/FAL/05/IV/2014 dated 28 April 2014, the Company
has advised to OJK to suspend the execution of
repurchase of its outstanding shares. Accordingly, the
shares repurchase has been completed, and those
shares will be transferred in accordance with the
applicable regulations, particularly to OJK's regulation
No. XI.B2 attachment to the decision of the Chairman
of Bapepam-LK No. Kep-105/BL/2010 dated 13 April
2010.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/69
Exhibit E/69
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
25. SAHAM TREASURI (Lanjutan)
b.
25. TREASURY STOCK (Continued)
Pada tanggal 27 Mei 2015, Perusahaan mengadakan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). RUPST
ini memberikan persetujuan kepada Perusahaan untuk
membeli kembali sebesar maksimum 5% saham
beredarnya atau sebanyak 236.000.000 saham melalui
Bursa Efek Indonesia.
b.
On 27 May 2015, the Company held the Annual General
Meeting of Shareholders (AGMS). The AGMS approved
plans to repurchase a maximum of 5% of the issued
shares or 236,000,000 shares of the Company on the
Indonesia Stock Exchange.
Sampai dengan bulan September 2015, Perusahaan telah
membeli kembali saham beredarnya dari bursa saham
sebanyak 70.193.300 saham dengan biaya perolehan
sebesar Rp
466.002.
Jumlah
saham tersebut
mencerminkan 1,4878% dari seluruh saham beredar
Perusahaan.
Up to September 2015, the Company has repurchased
its 70,193,300 outstanding shares from the stock
exchange at cost of Rp 466,002. Those numbers of
shares represents 1.4878% of the Company's outstanding
shares.
Dengan demikian, jumlah saham beredar yang telah dibeli
kembali oleh Perusahaan adalah sebanyak 148.898.610 saham
atau 3,1% dari seluruh jumlah saham beredar pada
30 September 2015.
Accordingly, the numbers of outstanding shares that
have been repurchased by the Company are amounting
to 148.898.610 shares or 3.1% of the total number of
shares outstanding as of 30 September 2015.
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
26. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Agio saham:
Penawaran Umum Perdana
PT Indosat Tbk
PT Saratoga Infrastructure
Biay a emisi efek ekuitas:
Penawaran Umum Perdana
Selisih transaksi dengan
pihak non-pengendali
Selisih nilai
transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali (Catatan 2r)
Jumlah - Bersih
1.060.889
733.101
185.244
1.060.889
733.101
185.244
(
62.275) (
62.275)
(
1.252.302) (
1.130.348)
(
2.394) (
2.394)
662.263
Premium of paid-in capital:
Initial Public Offering
PT Indosat Tbk
PT Saratoga Infrastructure
Share issuance costs:
Initial Public Offering
Difference arising from transaction
with non-controlling interest
Difference arising from
restructuring transaction of entities
under common control (Note 2r)
784.217
Total-Net
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali
Difference in arising
controlling parties
from
transactions
with
non-
Akun ini merupakan bagian Perusahaan atas perubahan
ekuitas PT Metric Solusi Integrasi (MSI), entitas anak (Catatan
1c) karena pembelian kembali saham beredar oleh PT Solu
Sindo Kreasi Pratama (SKP) (Catatan 7).
This account represents the Company’s portion upon the
change in the equity of the PT Metric Solusi Integrasi (MSI),
a subsidiary (Note 1c) due to the repurchase of outstanding
shares of PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) (Note 7).
Setelah pelaksanaan pembelian kembali saham, kepemilikan
efektif MSI atas SKP pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 berubah menjadi 91,89% dan 90,15%.
Subsequent to the share repurchase execution, the effective
ownership of MSI over SKP as of 30 September 2015 and
31 December 2014 has changed to 91.89% and 90.15%,
respectively.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/70
Exhibit E/70
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH (Lanjutan)
26. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL – NET (Continued)
Rincian dari perhitungan akun tersebut adalah sebagaI
berikut :
Details of the calculation of these accounts are as follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Nilai tercatat investasi MSI pada SKP pada saat
pelaksanaan pembelian kembali saham
Nilai tercatat investasi MSI pada SKP setelah
pelaksanaan pembelian kembali saham dengan
kepemilikan efektif 91,89% dan 90,15%
masing-masing pada 30 September 2015
dan 31 Desember 2014
Penurunan bagian investasi yang dicatat MSI
sebagai selisih perubahan ekuitas
entitas anak
Kepemilikan perusahaan di MSI
(
1.583.706
1.363.262
331.404
232.914
1.252.302) (
100,00%
1.130.348)
100,00%
Decrease of investment obtained by MSI and
recorded as the change of the
shareholders’ equity in subsidiary
The ownership of the Company in MSI
Difference arising from transactions with
non-controlling parties as
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali
y ang dic atat Perusahaan
MSI investment at SKP on the date
of treasury stock executed
MSI investment at SKP after the date
treasury stock executed with ownership
effective 91.89% and 90.15% as of
30 September 2015 and 31 December 2014,
respectively
(
1.252.302) (
1.130.348)
recorded by the Company
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
Difference Arising from Restructuring Transaction of
Entities Under Common Control
Pada tanggal 7 Januari 2009, PT Tower Bersama (TB), entitas
anak, melakukan pembelian saham PT Prima Media Selaras
sebanyak 15.000 saham dari PT Prime Asia Capital, pihak
hubungan berelasi. Selisih antara nilai perolehan dan
nilai wajar aset bersih yang diperoleh sebesar Rp 2.008
disajikan sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi
Entitas Sepengendali” sebagai bagian dari ekuitas
(Catatan 2r).
On 7 January 2009, PT Tower Bersama (TB), a subsidiary,
acquired 15,000 shares of PT Prima Media Selaras from
PT Prime Asia Capital, a related party. The difference
between the cost and the fair value of net assets acquired
amounting to Rp 2,008 is presented as “Differences Arising
From Restructuring Transactions of Entities Under Common
Control” as part of equity (Note 2r).
Pada bulan Januari 2013, TBG Global Pte Ltd (TBGG), entitas
anak, memperoleh 100% kepemilikan saham Tower Bersama
Singapore Pte Ltd, dari Perusahaan. Selisih antara nilai
perolehan dan nilai wajar aset bersih yang diperoleh sebesar
Rp 386 disajikan sebagai “Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali” sebagai bagian dari
ekuitas (Catatan 2r).
In January 2013, TBG Global Pte Ltd (TBGG), a subsidiary,
acquired 100% ownership Tower Bersama Singapore Pte
Ltd., from the Company. The difference between the
acquisition cost and the fair value of net assets acquired
amounted to Rp 386 is presented as the "Restructuring
Transactions of Entities under Common Control" as part of
the equity (Note 2r).
27. NILAI WAJAR PROPERTI INVESTASI
Entitas anak menetapkan nilai wajar properti investasinya
pada tanggal 30 September 2015 dan 2014 berdasarkan
perhitungan yang dilakukan oleh manajemen, di mana
hasilnya adalah terdapat kenaikan nilai wajar atas properti
investasi tersebut masing-masing sebesar Rp 175.717 dan
Rp 457.357.
27. FAIR VALUE OF INVESTMENT PROPERTIES
The subsidiaries have determined the fair value of
investment properties as at 30 September 2015 and 2014
based on management’s valuation, resulting in an increase
in the fair value of investment properties amounted to
Rp 175,717 and Rp 457,357, respectively.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/71
Exhibit E/71
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
28. PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA
28. OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Akun ini merupakan selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas anak dan pendapatan komprehensif lainnya dengan
rincian sebagai berikut:
This account represents differences arising from change in
subsidiaries equity and other comprehensive income with
details as follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Selisih translasi atas mata uang asing
Keuntungan aktuaria yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lainnya
Perubahan nilai wajar investasi - tersedia
untuk dijual
Cadangan lindung nilai arus kas
(
(
14.638) (
1.898.226) (
13.704)
489.018)
Difference from translation of foreign currency
A ctuarial gain recognized in
other comprehensive income
Change in fair value of investment - availablefor-sale
Cash flows hedging reserves
Jumlah
(
1.906.245) (
499.714)
Total
a.
6.016
3.008
603
Cadangan lindung nilai arus kas
-
a.
Cash flows hedging reserves
Perusahaan dan entitas anak melakukan kontrak lindung
nilai dalam rangka mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat
bunga dan nilai tukar mata uang asing atas pinjaman
bank dalam mata uang asing. Nilai wajar tagihan
derivatif pada tanggal 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 masing-masing adalah sebesar
Rp 2.187.138 dan Rp 916.804.
The Company and subsidiaries entered into hedging
contracts in order to mitigate the fluctuations in
interest rates and exchange rates from bank loans in
foreign currency. Fair value of derivatives receivable as
of 30 September 2015 and 31 December 2014 amounted
to Rp 2,187,138 and Rp 916,804, respectively.
Instrumen derivatif ini telah memenuhi kriteria
akuntansi lindung nilai berdasarkan PSAK No. 55 (Revisi
2011). Oleh karena itu, nilai wajar bersih dari tagihan
derivatif pada tanggal 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 sesudah memperhitungkan perubahan
kurs
pinjaman
yang
dilindung
nilai
sebesar
(Rp 1.908.887) dan (Rp 496.859) diakui sebagai bagian
efektif atas laba instrumen lindung nilai pada entitas
anak dan dicatat pada akun ”Cadangan Lindung Nilai
Arus Kas” dan ”Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas
Entitas Anak” pada Ekuitas Perusahaan masing- masing
sebesar (Rp 1.898.226) dan (Rp 489.018).
These derivative instruments qualified the criteria of
hedge accounting based on SFAS No. 55 (Revised 2011).
Therefore, the net fair value of derivative receivable
as of 30 September 2015 and 31 December 2014 after
considering the foreign exchange translation of related
hedged loans of (Rp 1,908,887) and (Rp 496,859), are
recognized as effective portion of gains (losses) on
hedging instruments at the subsidiaries level and
presented as “Cash Flows Hedging Reserves” and
”Difference Arising from Changes in Subsidiaries
Equity” in the Company shareholders’ equity section of
(Rp 1,898,226) and (Rp 489,018), respectively.
Rincian dari masing-masing komponen tersebut diatas
adalah sebagai berikut:
Details of each component above are as follows:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/72
Exhibit E/72
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
28. PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA (Lanjutan)
a.
Cadangan lindung nilai arus kas (Lanjutan)
28. OTHER COMPREHENSIVE INCOME (Continued)
a.
Cadangan lindung
nilai arus kas /
Cash flows
hedging reserves
30 September / 30 September 2015
Perusahaan / The Company
Entitas anak / Subsidiaries :
PT Tower Bersama
PT Triaka Bersama
PT Solusi Menara Indonesia
PT Telenet Internusa
Entitas yang berada dibawah pengendalian bersama antara
Perusahaan dan entitas anak sebagai berikut / Entity
controlled directly or indirectly between the Company and
the following subsidiaries :
PT Metric Solusi Integrasi
PT United Towerindo
PT Tower Bersama
PT Tower One
Jumlah / T o t a l
(
(
(
Entitas anak / Subsidiaries :
PT United Towerindo
PT Tower Bersama
PT Triaka Bersama
PT Solusi Menara Indonesia
PT Telenet Internusa
Entitas yang berada dibawah pengendalian bersama antara
Perusahaan dan entitas anak sebagai berikut / Entity
controlled directly or indirectly between the Company and
the following subsidiaries :
PT Metric Solusi Integrasi
PT United Towerindo
PT Tower Bersama
PT Tower One
Jumlah / T o t a l
50.069)
98,00% (
100,00%
70,03% (
99,50%
3.336)
94.412)
-
(
66.134)
-
(
(
(
(
(
100,00% (
100,00%
98,00% (
99,90%
1.901.551)
Cadangan lindung
nilai arus kas /
Cash flows
hedging reserves
(
Persentase
kepemilikan /
Percentage
of ownership
(
-
(
Cadangan lindung
nilai arus kas
dic atat Perusahaan /
Cash flows hedging
reserves recorded
by the Company
1.687.600)
-
31 Desember / 31Dec ember 2014
Perusahaan / The Company
Cash flows hedging reserves (Continued)
(
Persentase
kepemilikan /
Percentage
of ownership
1.687.600)
49.067)
2.336)
-
94.412)
64.811)
1.898.226)
Cadangan lindung
nilai arus kas
dic atat Perusahaan /
Cash flows hedging
reserves recorded
by the Company
381.646)
(
381.646)
234
37.774)
58
8.368
272
100,00%
98,00% (
100,00%
70,03%
99,50%
234
37.018)
58
5.860
271
62.070)
105
15.671)
547
100,00% (
100,00%
98,00% (
99,90%
62.070)
105
15.358)
546
487.577)
(
489.018)
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/73
Exhibit E/73
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
28. PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA (Lanjutan)
b.
28. OTHER COMPREHENSIVE INCOME (Continued)
Perubahan nilai wajar investasi – tersedia untuk
dijual
b.
Transaksi ini merupakan perubahan nilai wajar investasi
penyertaan saham PT Smartfren Telecom Tbk, (lihat
Catatan 2d dan 8).
c.
Selisih translasi atas mata uang asing
29. PENDAPATAN
Lainnya
Jumlah
Difference from translation of foreign currency
This transaction represents difference from translation
of foreign currency of TBG Global Pte. Ltd, a subsidiary
(see Notes 1c and 2p).
29. REVENUE
Rincian pelanggan pihak ketiga untuk periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir 30 September 2015 dan 2014 adalah
sebagai berikut:
PT Telekomunikasi Selular
PT Indosat Tbk
PT XL Axiata Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Axis Telekom Indonesia
PT Bakrie Telecom Tbk
This transaction represents the change in fair value of
investment in shares of PT Smartfren Telecom Tbk,
(see Notes 2d and 8).
c.
Transaksi ini merupakan selisih translasi atas mata uang
asing TBG Global Pte. Ltd, entitas anak (lihat Catatan 1c
dan 2p).
Change in fair value of investment – available for
sale
Details of third party customers for the period of 9 (nine)
months ended 30 September 2015 and 2014 are as follows:
Pendapatan /
Revenue
Persentase dari
penjualan / Percentage
of total revenue
30 September/
30 September
2015
2014
30 September/
30 September
2015
2014
980.543
609.508
382.381
276.851
149.016
67.458
75.395
863.846
547.843
341.686
248.365
201.861
61.566
35.432
78.899
52.334
38,59%
23,99%
15,05%
10,89%
5,86%
2,65%
2,97%
35,52%
22,53%
14,05%
10,21%
8,30%
2,53%
1,46%
3,24%
2,15%
PT Telekomunikasi Selular
PT Indosat Tbk
PT XL A xiata Tbk
PT Hutchison 3 Indonesia
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT A xis Telekom Indonesia
PT Bakrie Telecom Tbk
2.541.152
2.431.832
100,00%
100,00%
Total
Others
Pendapatan yang diperoleh dari PT Axis Telekom Indonesia
pada periode 2014 adalah hanya dari tanggal 1 Januari 2014
sampai 19 Maret 2014.
Revenue earned form PT Axis Telekom Indonesia in period of
2014 was just from 1 January 2014 to 19 March 2014.
Pada tanggal 19 Maret 2014, PT XL Axiata Tbk (XL) dan
PT Axis Telekom Indonesia (Axis) telah melakukan
penggabungan usaha (merger). Pada merger tersebut, Axis
sebagai perusahaan yang menggabungkan diri akan berakhir
demi hukum. Akibatnya, seluruh aset dan liabilitas Axis akan
beralih seluruhnya kepada XL sebagai perusahaan penerima
penggabungan.
On 19 March 2014, PT XL Axiata Tbk (XL) and PT Axis
Telekom Indonesia (Axis) accomplished their merger. Axis as
the merged company discontinued operations by law. As a
result, all assets and liabilities of Axis shifted entirely to XL
as the merged recipient company.
Dengan demikian, sejak merger antara XL dan Axis menjadi
efektif pada tanggal 19 Maret 2014, maka seluruh hak dan
kewajiban Perusahaan kepada Axis telah beralih seluruhnya
kepada XL.
Accordingly, since the merger between XL and Axis became
effective on 19 March 2014, all rights and obligations of the
Company to the Axis shifted entirely to XL.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/74
Exhibit E/74
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
30. BEBAN POKOK PENDAPATAN
30. COST OF REVENUE
30 September/
30 September
2015
2014
Amortisasi sewa lahan dan perijinan
Perbaikan dan pemeliharaan
Keamanan
Asuransi
Listrik
Penyusutan menara
bergerak (Catatan 12)
Lainnya
174.102
97.199
28.598
20.312
9.263
129.457
94.947
25.638
12.651
101.261
2.734
8.543
2.734
8.687
Land lease and licences cost – amortization
Repairs and maintenance
Security
Insurance
Electricity
Depreciation of transportable
towers (Note 12)
Others
Jumlah
340.751
375.375
Total
Tidak terdapat pihak penjual/ pemasok yang memiliki nilai
transaksi atau nilai pembelian yang melebihi 10% dari
pendapatan.
There is no subcontractor/ supplier that has a transaction
value exceeding 10% of the revenue.
Seluruh beban adalah kepada pihak ketiga.
All expenses are borne by the third parties.
31. BEBAN USAHA
31. OPERATING EXPENSES
30 September/
30 September
2015
2014
Gaji dan tunjangan
Sponsor dan representasi
Sewa kantor
Jasa profesional
Beban kantor
Beban manfaat karyawan (Catatan 32)
Penyusutan (Catatan 12)
Perjalanan dinas
Sewa kendaraan bermotor
Telekomunikasi
Lainnya
128.077
18.247
15.001
15.088
11.287
10.046
12.780
6.586
4.803
1.526
14.368
114.100
21.120
12.243
8.405
7.557
6.883
18.877
5.564
4.579
1.307
9.099
Salaries, wages and allowance
Sponsorship and representation
Office rent
Professional fees
Office expenses
Employee benefits expense (Note 32)
Depreciation (Note 12)
Travel duty
Rental vehicles
Telecommunication
Others
Jumlah
237.809
209.734
Total
Seluruh beban adalah kepada pihak ketiga.
All expenses are borne by the third parties.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/75
Exhibit E/75
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
32. CADANGAN IMBALAN PASCA-KERJA
32. PROVISION FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS
Perusahaan dan entitas anak menyiapkan pencadangan
imbalan untuk karyawannya yang akan mencapai usia pensiun
pada saat berumur 55 tahun sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003.
Program imbalan pasca-kerja ini tidak dikelola oleh
Perusahaan dan entitas anak.
The Company and subsidiaries provide benefits for
employees who will reach their retirement age at
55 years old in accordance with Labor Law No. 13/2003
dated 25 March 2003. The post-employment benefits
program is not managed by the Company and subsidiaries.
Perhitungan
cadangan
imbalan
pasca-kerja
pada
30 September 2015 dan 31 Desember 2014 adalah
berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh manajemen dan
PT Padma Radya Aktuaria, aktuaris independen, sesuai
laporannya tanggal 20 Januari 2015.
The calculation of provision for post-employment benefits
as of 30 September 2015 and 31 December 2014 are based
on calculations performed by management and independent
actuary, PT Padma Radya Aktuaria according to its report
dated 20 January 2015.
Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan cadangan
manfaat karyawan per 30 September 2015 dan 31 Desember
2014, adalah sebagai berikut:
Assumptions used in determining the provision for postemployment benefits as of 30 September 2015 and
31 December 2014, are as follows:
Tingkat diskonto per tahun
:
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat kematian
Tingkat cacat
Tingkat pengunduran diri
:
:
:
:
Usia pensiun normal
Metode
:
:
8,25% (31 Desember/31 December 2014:
8,25%)
10%
100% TMI3
5% TMI3
8% per tahun sampai dengan usia
30 tahun, kemudian menurun secara linear
hingga 0% pada usia 55 tahun/ 8% p.a. until
age 30, then decrease linearly into 0% at
age 55
55 tahun/ years
Projected Unit Credit
:
Discount rate per annum
:
:
:
:
Wages and salaries increase per annum
Mortality rate
Morbidity rate
Resignation rate
:
:
Normal retirement age
Method
Tabel di bawah merupakan rangkuman komponen dari
cadangan manfaat karyawan.
Below table is a summary of the components of the
provision for post – employment benefits.
a.
a.
Liabilitas manfaat karyawan
Provision for post-employment benefits
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Nilai kini liabilitas
Rugi aktuaria yang tidak diakui
Jumlah liabilitas
(
30.948
1.115) (
31.898
950)
29.833
30.948
Present value obligation
Unrecognized actuarial loss
Total liabilities
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/76
Exhibit E/76
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
32. CADANGAN IMBALAN PASCA-KERJA (Lanjutan)
b.
32. PROVISION
(Continued)
Beban imbalan kerja
b.
FOR
POST-EMPLOYMENT
BENEFITS
Employee benefits expense
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Beban jasa kini
Beban bunga
Rugi (laba) aktuaria yang diakui
Beban jasa lalu - Vested
Penyesuaian
8.193
1.195
506 (
152
(
10.046
Jumlah beban
c.
7.610
2.138
69)
374
470)
Liabilitas manfaat karyawan
Current service cost
Interest cost
Recognized actuarial loss (gain)
Past service cost - Vested
A djustment
9.583
c.
Total expenses
Provision for post-employment benefits
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Liabilitas awal periode/tahun
Beban bersih periode/tahun berjalan
Keuntungan aktuaria yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lainnya
Penyesuaian/Akuisisi
Liabilitas akhir periode/tahun
30.948
10.046
(
603
11.764) (
29.833
33. DISTRIBUSI SALDO LABA
24.147
9.583
2.782)
30.948
Liabilities at the beginning of period/year
Net expense for the period/year
A ctuarial gain recognized in
other comprehensive income
A djustment/A cqusition
Liabilities at the end of period/year
33. DISTRIBUTION OF RETAINED EARNINGS
Tahun buku 2014
Year 2014
Pada tanggal 27 Mei 2015, Perusahaan menyelenggarakan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang
hasilnya antara lain menyetujui dan mengesahkan laporan
keuangan Perusahaan untuk Tahun Buku 2014 dengan
pencapaian laba bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas induk (laba bersih) sebesar
Rp 1.301.496.
On 27 May 2015, the Company held the Annual General
Shareholders Meeting (AGMS). The result of the AGMS,
among others, was to approve and endorse the financial
statements for the year 2014 with achievement of net
income attributable to common shareholders of the Parent
Company (net income) amounting to Rp 1,301,496.
Kemudian sebesar Rp 10.000 dari laba bersih tahun 2014
dijadikan sebagai cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan
Pasal 70 Undang-Undang Peseroan Terbatas No. 40 Tahun
2007.
In addition, Rp 10,000 of net income of year 2014 was
provided for statutory reserves to fulfill the article 70 of
the Limited Liability Company Law No. 40 of 2007.
Tahun buku 2013
Year 2013
Pada tanggal 8 Mei 2014, Perusahaan menyelenggarakan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang
hasilnya antara lain menyetujui dan mengesahkan laporan
keuangan Perusahaan untuk Tahun Buku 2013 dengan
pencapaian laba bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas induk (laba bersih) sebesar
Rp 1.247.994.
On 8 May 2014, the Company held the Annual General
Shareholders Meeting (AGMS). The result of the AGMS,
among others, was to approve and endorse the financial
statements for the year 2013 with achievement of net
income attributable to common shareholders of the Parent
Company (net income) amounting to Rp 1,247,994.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/77
Exhibit E/77
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
33. DISTRIBUSI SALDO LABA (Lanjutan)
33. DISTRIBUTION OF RETAINED EARNINGS (Continued)
Dari laba bersih tersebut, sebesar Rp 575.579 atau 42% dari
laba bersih tahun 2013 ditetapkan sebagai dividen final tahun
buku 2013. Pembayaran dividen final tersebut dilaksanakan
dengan memperhitungkan pembayaran dividen sebesar Rp 60
(nilai penuh) per saham atau sebesar Rp 287.792. Perusahaan
telah membayar dividen tersebut pada tanggal 3 Oktober
2013. Selanjutnya, pada tanggal 20 Juni 2014, Perusahaan
telah membayar sisa dividen final tahun buku 2013 sebesar
Rp 287.787 atau Rp 61 (nilai penuh) per saham, setelah
dikurangi jumlah saham treasuri (Catatan 25).
From the net income, Rp 575,579 or 42% of net income for
the year 2013 was assigned as final dividend for the fiscal
year 2013. The payment of final dividend would be realized
by taking into account the dividend payment of Rp 60 (full
amount) per share or equivalent to Rp 287,792. The
Company has paid dividend on 3 October 2013. Hereafter,
on 20 June 2014, the Company had paid the remainder of
the fiscal year 2013 final dividend of Rp 287,787 or Rp 61
(full amount) per share, after deducting the treasury shares
(Note 25).
Kemudian sebesar Rp 10.000 dari laba bersih tahun 2013
dijadikan sebagai cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan
Pasal 70 Undang-Undang Peseroan Terbatas No. 40 Tahun
2007.
In addition, Rp 10,000 of net income of year 2013 was
provided for statutory reserves to fulfill the article 70 of
the Limited Liability Company Law No. 40 of 2007.
34. ASET TIDAK BERWUJUD DAN GOODWILL
34. INTANGIBLE ASSETS AND GOODWILL
Sehubungan dengan penerapan PSAK No. 48 (Revisi 2009),
“Penurunan Nilai Aset”, Perusahaan dan entitas anak
melakukan uji penurunan nilai wajar atas goodwill.
Regarding the implementation of SFAS No. 48 (Revised
2009), “Impairment of Assets”, the Company and
subsidiaries have done an impairment test of goodwill.
Nilai wajar goodwill pada 31 Desember 2014 ditentukan
berdasarkan penilaian dari penilai independen KJPP Yanuar
Bey dan Rekan dalam laporannya tanggal 18 Februari 2015
dan telah sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No. VIII.C.5
mengenai pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian
aset tak berwujud.
The fair value of goodwill as of 31 December 2014 was
determined based on a valuation from KJPP Yanuar Bey and
Partners in their report dated 18 February 2015 and was in
accordance with Bapepam-LK. No. VIII.C.5 guidelines
regarding assessment and presentation of intangible asset
valuation.
Dalam menentukan nilai wajar, Penilai Independen
menggunakan metode penilaian dengan mengkombinasikan
dua pendekatan, yaitu pendekatan pendapatan yang
mendiskontokan penerimaan kas dimasa depan dan
pendekatan aset.
To determine the fair value, the Independent Appraiser
utilizes a combination of two approaches as the appraisal
method: the income approach, which discounts future cash
flows, and the assets approach.
Asumsi utama yang digunakan oleh Penilai Independen adalah
sebagai berikut:
a. Sewa menara yang akan jatuh tempo akan diperpanjang
kembali selama periode sewa yang sama;
b. Kenaikan harga sewa menara pada saat jatuh tempo
adalah sebesar 30,00%;
c. Tingkat inflasi sebesar 5,00% per tahun;
d. Tingkat diskonto sebesar 10,24% sampai 11,48%.
The Independent Appraiser uses the following key
assumptions:
a. Rent of towers will be renewed for the same rental
period;
b. Price of renewed rent of towers increases by 30.00%;
Hal ini telah sesuai dengan Bapepam-LK No. VIII.C.5
mengenai pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian
aset tak berwujud di pasar modal.
It incorporates the regulation of Bapepam-LK No. VIII.C.5
regarding the guidelines of appraisal and presentation of
intangible assets valuation report to capitals market.
a. Pada bulan Agustus 2011, Perusahaan melalui entitas anak
memperoleh 100% kepemilikan saham di PT Mitrayasa
Sarana Informasi.
a. In August 2011, the Company through its subsidiaries
acquired 100% shares ownership in PT Mitrayasa Sarana
Informasi.
c. Inflation is 5.00% per year;
d. Discount rate is amounted to 10.24% until 11.48%.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/78
Exhibit E/78
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
34. ASET TIDAK BERWUJUD DAN GOODWILL (Lanjutan)
34. INTANGIBLE ASSETS AND GOODWILL (Continued)
Dampak dari akuisisi tersebut adalah sebagai berikut:
Posisi Keuangan
Effects from that acquisition are as follows:
Nilai wajar/
Fair value
Nilai tercatat/
Carrying value
Financial Position
ASET LANCAR
351.152
351.152
CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR
353.940
353.940
NON-CURRENT ASSETS
JUMLAH ASET
705.092
705.092
TOTAL ASSETS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
395.712
395.712
SHORT-TERM LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG
333.474
333.474
LONG-TERM LIABILITIES
JUMLAH LIABILITAS
729.186
729.186
TOTAL LIABILITIES
24.094
24.094
200.000
FAIR VALUE OF IDENTIFIABLE
NET ASSETS
SHARES PURCHASE PRICE
224.094
TOTAL
5.474
INTANGIBLE ASSETS THAT
RECORDED AS OTHER ASSETS
(Note 2v)
218.620
GOODWILL
NILAI WAJAR DARI ASET BERSIH YANG
DAPAT DIIDENTIFIKASI
HARGA PEMBELIAN SAHAM
JUMLAH
ASET TIDAK BERWUJUD YANG DICATAT
SEBAGAI ASET LAINNYA (Catatan 2v)
GOODWILL
b. Pada bulan April 2010, PT Metric Solusi Integrasi
memperoleh 70% kepemilikan saham di PT Solu Sindo
Kreasi Pratama. Goodwill yang timbul atas transaksi ini
adalah sebesar Rp 133.840. Untuk tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2014, berdasarkan perhitungan penilai
independen, tidak terdapat penurunan nilai goodwill.
Nilai tercatat goodwill pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 126.347.
b. In April 2010, PT Metric Solusi Integrasi acquired
70% shares ownership in PT Solu Sindo Kreasi Pratama.
Goodwill arising from the transaction was Rp 133,840.
For the year ended 31 December 2014, based on the
calculation from an independent appraiser, there is no
impairment of goodwill. The carrying value of goodwill
as of 30 September 2015 and 31 December 2014
amounted to Rp 126,347.
c. Pada bulan Juni 2008, PT Prima Media Selaras (PMS)
menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu
(subscription rights (SR)) kepada pemegang saham
pendiri. SR tersebut memberikan hak kepada pemiliknya
untuk dapat memesan terlebih dahulu saham-saham baru
yang akan diterbitkan PMS sebanyak 60.000 (nilai penuh)
saham.
c. In June 2008, PT Prima Media Selaras (PMS) issued
subscription rights (SR) to its former shareholders,
providing rights to subscribe 60,000 (full amount) new
PMS shares.
Jika SR tersebut dilaksanakan, maka kepemilikan
PT Tower Bersama (TB) pada PMS akan terdilusi hingga
hanya menjadi sebesar 20%. Untuk mempertahankan
kepemilikannya tersebut pada bulan Agustus 2009,
TB telah membeli SR tersebut dari HKDN Investment Ltd.
sebagai pemilik akhir, sebesar US$ 25.900.000. Nilai
akuisisi dari pembelian SR tersebut serta biaya transaksi
lainnya adalah sebesar Rp 255.391 dicatat sebagai
goodwill.
If SR is implemented, then the ownership PT Tower
Bersama (TB) in the PMS will be diluted to only 20%. To
maintain the ownership in August 2009, TB has
purchased the SR of HKDN Investment Ltd. as the final
owner, for US$ 25,900,000. Acquisition value of the SR
purchase and other transaction costs are Rp 255,391 was
recorded as goodwill.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/79
Exhibit E/79
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
34. ASET TIDAK BERWUJUD DAN GOODWILL (Lanjutan)
34. INTANGIBLE ASSETS AND GOODWILL (Continued)
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014,
berdasarkan perhitungan penilai independen, terdapat
penurunan nilai goodwill adalah sebesar Rp 48.821. Nilai
tercatat goodwill pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 187.115.
For the year ended 31 December 2014, based on the
calculation from an independent appraiser, there is an
impairment of goodwill of Rp 48,821. The carrying value
of goodwill as of 30 September 2015 and 31 December
2014 are amounted to Rp 187,115.
d. Pada bulan Nopember 2008, PT Tower One (TO), entitas
anak, memperoleh 99,99% kepemilikan saham di PT Bali
Telekom (Balikom). Goodwill yang timbul atas transaksi
ini adalah sebesar Rp 103.318. Untuk tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2014, berdasarkan perhitungan penilai
independen, tidak terdapat penurunan nilai goodwill.
Nilai tercatat goodwill pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 masing-masing adalah sebesar
Rp 91.323.
d. In November 2008, PT Tower One (TO), a subsidiary of
the Company, acquired 99.99% share ownership of
PT Bali Telekom (Balikom). The goodwill arising from
this transaction amounted to Rp 103,318. For the year
ended 31 December 2014, based on the calculation from
an independent appraiser, there is no impairment of
goodwill. The carrying value of goodwill as of
30 September 2015 and 31 December 2014 are amounted
to Rp 91,323.
e. Pada bulan Mei 2008, Perusahaan memperoleh tambahan
kepemilikan saham di PT Telenet Internusa (TI), entitas
anak, sebesar 19,5%. Setelah transaksi tersebut,
kepemilikan Perusahaan di TI meningkat menjadi 99,5%.
Goodwill yang muncul dari transaksi tersebut adalah
sebesar Rp 10.018. Berdasarkan perhitungan penilai
independen, tidak terdapat penurunan nilai goodwill.
Nilai tercatat goodwill pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 masing-masing adalah sebesar
Rp 4.943.
e. In May 2008, the Company acquired an additional 19.5%
share ownership in PT Telenet Internusa (TI), a
subsidiary. Upon the transaction, the ownership of the
Company increased to become 99.5%. Goodwill arose
from this transaction was amounted to Rp 10,018. Based
on the calculation from an independent appraiser, there
is no impairment of goodwill. The carrying value of
goodwill as of 30 September 2015 and 31 December 2014
are amounted to Rp 4,943.
Penurunan nilai atas goodwill tersebut dicatat pada kerugian
atas penurunan nilai goodwill pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim.
Impairment of goodwill is recorded in loss on impairment of
goodwill in the interim consolidated statements of profit or
loss and other comprehensive income.
30 September 2015
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additional
Akuisisi/
Acquisition
Penurunan/
Impairment
Saldo akhir/
Ending
balance
30 September 2015
PT Metric Solusi
Integrasi
PT Tower Bersama
PT Tower One
PT Telenet Internusa
191.932
340.150
91.323
4.943
-
-
-
191.932
340.150
91.323
4.943
PT Metric Solusi
Integrasi
PT Tower Bersama
PT Tower One
PT Telenet Internusa
Jumlah
628.348
-
-
-
628.348
Total
Penambahan/
Additional
Akuisisi/
Acquisition
Penurunan/
Impairment
-
31 Desember 2014
Saldo awal/
Beginning
balance
PT Metric Solusi
Integrasi
PT Tower Bersama
PT Tower One
PT Telenet Internusa
191.932
388.971
91.323
4.943
-
-
Jumlah
677.169
-
-
(
48.821 )
-
(
48.821 )
Saldo akhir/
Ending
balance
31 December 2014
191.932
340.150
91.323
4.943
PT Metric Solusi
Integrasi
PT Tower Bersama
PT Tower One
PT Telenet Internusa
628.348
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/80
Exhibit E/80
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
35. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
35. NON-CONTROLLING INTEREST
30 September / 30 September 2015
Saldo aw al /
Beginning
balance
Entitas anak /
Subsidiaries
PT United Towerindo
PT Tower Bersama
PT Tower One
PT Metric Solusi Integrasi
PT Telenet Internusa
PT Triaka Bersama
PT Solusi Menara Indonesia
Porsi nonpengendali
atas laba
entitas anak /
Noncontrolling
portion on
net profit of
subsidiaries
20.608
88.093
320 (
45.343)
878
1.334
84.419
(
150.309
Jumlah / T o t a l
Porsi nonpengendali
dari perubahan
nilai w ajar
investasi tersedia untuk
dijual / Noncontrolling
portion from
change in
fair value
availablefor-sale
Porsi nonpengendali
dari instrumen
derivatif /
Noncontrolling
portion from
derivative
instrument
623
4.512
333)
25.611
42
(
(
(
12)
2.854)
1)
377 (
1)
(
-
-
328)
46.856 (
2.819) (
-
Saldo aw al /
Beginning
balance
Entitas anak /
Subsidiaries
PT United Towerindo
PT Tower Bersama
PT Tower One
PT Metric Solusi Integrasi
PT Telenet Internusa
PT Triaka Bersama
PT Solusi Menara Indonesia
Jumlah / T o t a l
(
20.188
83.551
280
42.447)
1.018 (
1.334
61.996
125.920
512
3.575
46
43.898
129)
92)
967
6)
4.041)
11)
(
(
(
-
10.510)
22.706 (
283)
70.608 (
3.466)
35 (
59) (
Porsi nonpengendali
dari instrumen
derivatif /
Noncontrolling
portion from
derivative
instrument
(
-
-
31 Desember / 31 December 2014
Porsi nonpengendali
atas laba
entitas anak /
Noncontrolling
portion on
net profit of
subsidiaries
59) (
16.401 (
Porsi nonpengendali
dari saham
treasuri /
Noncontrolling
portion from
treasury
stock
Porsi nonpengendali
peny esuaian
kepemilikan
efektif pada
Porsi nonentitas anak /
pengendali
Non-controlling
dari keuntungan portion from
aktuaria /
adjustment for
Non-controlling
effect on
portion from
ownership
actuarial gain
changes
(
8.724) (
-
-
-
10.510)
35 (
8.724)
Porsi nonpengendali
dari perubahan
nilai w ajar
investasi tersedia untuk
dijual / Noncontrolling
portion from
change in
fair value
availablefor-sale
Porsi nonpengendali
dari saham
treasuri /
Noncontrolling
portion from
treasury
stock
Porsi nonpengendali
peny esuaian
kepemilikan
efektif pada
entitas anak /
Non-controlling
portion from
adjustment for
effect on
ownership
changes
-
-
-
61
-
7.236 (
-
61
Saldo akhir /
Ending
balance
50.050) (
-
7.236 (
50.050)
21.219
89.751
14)
38.613)
919
1.334
100.492
175.088
Saldo akhir /
Ending
balance
20.608
88.093
320
45.343)
878
1.334
84.419
150.309
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/81
Exhibit E/81
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
36. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM BIASA ENTITAS
INDUK
36. BASIC EARNINGS PER SHARE ATTRIBUTABLE TO COMMON
SHAREHOLDERS OF THE PARENT COMPANY
Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir
30 September 2015 dan 2014, laba bersih yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk
yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar
masing-masing adalah Rp 796.361 dan Rp 1.138.464. Jumlah
rata-rata tertimbang saham (dalam nilai penuh) untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir 30 September 2015
dan 2014, masing-masing adalah sebanyak 4.710.990.315
saham dan 4.740.019.823 saham setelah dikurangi dengan
saham treasuri (Catatan 2t dan 25).
For the period of 9 (nine) months ended 30 September 2015
and 2014, net income attributable to common shareholders
of Parent Company which are used to calculate the basic
earnings per share were Rp 796,361 and Rp 1,138,464,
respectively. Total weighted average shares issued for the
period of 9 (sembilan) months ended 30 September 2015
and 2014, are 4,710,990,315 shares and 4,740,019,823
shares, respectively, after deducted by the treasury stock
(Notes 2t and 25).
37. PERJANJIAN PENTING
37. SIGNIFICANT AGREEMENTS
PERJANJIAN SEWA MENARA BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) DAN SISTEM TELEKOMUNIKASI DALAM GEDUNG
RENTAL AGREEMENT TOWER BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) AND TELECOMMUNICATIONS SYSTEMS IN BUILDINGS
Entitas anak (PT Tower Bersama, PT Telenet Internusa,
PT United Towerindo, PT Batavia Towerindo, PT Bali
Telekom, PT Prima Media Selaras, PT Solusi Menara
Indonesia, PT Solu Sindo Kreasi Pratama, PT Mitrayasa Sarana
Informasi, PT Towerindo Konvergensi, dan PT Triaka
Bersama) memiliki perjanjian sewa dengan para operator
sebagai berikut:
Subsidiaries (PT Tower Bersama, PT Telenet Internusa,
PT United Towerindo, PT Batavia Towerindo, PT Bali
Telekom, PT Prima Media Selaras, PT Solusi Menara
Indonesia, PT Solu Sindo Kreasi Pratama, PT Mitrayasa
Sarana Informasi, PT Towerindo Konvergensi, and PT Triaka
Bersama) have lease agreements with operators as follows:
1. PT Hutchison 3 Indonesia
1. PT Hutchison 3 Indonesia
Pada berbagai tanggal antara tahun 2007 sampai dengan
2015, entitas anak dan Hutchison menandatangani
Perjanjian Sewa Induk (“MLA”), mengenai sewa
pemanfaatan lokasi yang diperlukan untuk pengoperasian
peralatan komunikasi. Jangka waktu perjanjian ini adalah
12 tahun, dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu
6 tahun.
2. PT XL Axiata Tbk (XL)
On a number of dates in and between 2007 and 2015, the
subsidiaries and Hutchison signed Master Lease
Agreements (“MLA”) to lease telecommunication
infrastructure
space
for
installation
of
telecommunication equipment. The agreements are for
lease periods of 12 years and can be extended for
6 years.
2. PT XL Axiata Tbk (XL)
Pada berbagai tanggal antara tahun 2007 sampai dengan
2015, entitas anak dan XL menandatangani Perjanjian
Sewa Induk (“MLA”), sebagaimana telah diubah beberapa
kali dalam bentuk amandemen, mengenai sewa
pemanfaatan infrastruktur menara untuk penempatan
peralatan telekomunikasi. Jangka waktu perjanjian ini
adalah 10 tahun, dan dapat diperpanjang dengan
menginformasikan secara tertulis kepada entitas anak.
Jangka waktu sewa dimulai sejak tanggal sertifikat siap
instalasi (“RFI”) di masing-masing lokasi.
On a number of dates in and between 2007 and 2015, the
subsidiaries and XL signed the Master Lease Agreement
(“MLA”), as amended several times, regarding lease of
telecommunication infrastructure space for installation
of telecommunication equipment. The lease period is for
10 years and can be extended by agreement. The lease
periods start from the date of installation (“RFI”) on
each location.
Pada tanggal 19 Maret 2014, PT XL Axiata Tbk (XL) dan
PT Axis Telekom Indonesia (Axis) telah melakukan
penggabungan usaha (merger). Pada merger tersebut,
Axis sebagai perusahaan yang menggabungkan diri akan
berakhir demi hukum. Akibatnya, seluruh aset dan
liabilitas Axis akan beralih seluruhnya kepada XL sebagai
perusahaan penerima penggabungan (Catatan 29).
On 19 March 2014, PT XL Axiata Tbk (XL) and PT Axis
Telekom Indonesia (Axis) accomplished their merger.
Axis as the merged company discontinued operations by
law. As a result, all assets and liabilities of Axis shifted
entirely to XL as the merged recipient company
(Note 29).
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/82
Exhibit E/82
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
37. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)
37. SIGNIFICANT AGREEMENTS (Continued)
PERJANJIAN SEWA MENARA BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) DAN SISTEM TELEKOMUNIKASI DALAM GEDUNG
(Lanjutan)
RENTAL AGREEMENT TOWER BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) AND TELECOMMUNICATIONS SYSTEMS IN BUILDINGS
(Continued)
3. PT Axis Telekom Indonesia (AXIS)
3. PT Axis Telekom Indonesia (AXIS)
Pada berbagai tanggal antara tahun 2005 sampai dengan
2015, entitas anak dan AXIS telah menandatangani
beberapa Perjanjian Sewa Induk (“MLA”), mengenai
pemanfaatan menara untuk penempatan peralatan
telekomunikasi mengenai sewa pemanfaatan lokasi yang
diperlukan untuk pengoperasian peralatan komunikasi.
Jangka waktu perjanjian ini adalah 10 tahun, dan dapat
diperpanjang untuk jangka waktu 10 tahun, kecuali
apabila AXIS tidak ingin memperpanjang masa sewa dan
menginformasikan secara tertulis kepada entitas anak.
On a number of dates in and between 2005 and 2015, the
subsidiaries and AXIS signed few Master Lease
Agreements
(“MLA”)
regarding
lease
of
telecommunication infrastructure space for installation
of telecommunication equipment. The lease period is for
10 years and can be extended for another 10 years,
unless AXIS does not intend to extend by informing the
subsidiaries in writing.
Pada tanggal 19 Maret 2014, PT XL Axiata Tbk (XL) dan
PT Axis Telekom Indonesia (Axis) telah melakukan
penggabungan usaha (merger). Pada merger tersebut,
Axis sebagai perusahaan yang menggabungkan diri akan
berakhir demi hukum. Akibatnya, seluruh aset dan
liabilitas Axis akan beralih seluruhnya kepada XL sebagai
perusahaan penerima penggabungan (Catatan 29).
On 19 March 2014, PT XL Axiata Tbk (XL) and PT Axis
Telekom Indonesia (Axis) accomplished their merger.
Axis as the merged company discontinued operations by
law. As a result, all assets and liabilities of Axis shifted
entirely to XL as the merged recipient company
(Note 29).
4. PT Indosat Tbk (Indosat)
Pada berbagai tanggal antara tahun 2008 sampai dengan
2015, entitas anak dan Indosat telah menandatangani
beberapa Perjanjian Sewa Induk (“MLA”), mengenai sewa
pemanfaatan lokasi yang diperlukan untuk pengoperasiaan
peralatan telekomunikasi. Jangka waktu perjanjian ini
adalah 10 tahun, dan dapat diperpanjang untuk jangka
waktu 10 tahun, kecuali apabila Indosat tidak ingin
memperpanjang masa sewa dan menginformasikan secara
tertulis kepada entitas anak. Jangka waktu sewa dimulai
sejak tanggal sertifikat siap instalasi (“RFI”) di masingmasing lokasi.
5. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
Pada berbagai tanggal di tahun 2004 sampai dengan 2015,
entitas anak telah menandatangani sejumlah Perjanjian
Sewa Induk (“MLA”) dengan Telkomsel mengenai
pemanfaatan infrastruktur menara untuk penempatan
peralatan telekomunikasi. Jangka waktu perjanjian
adalah 10 tahun sejak tanggal penandatanganan Berita
Acara Penggunaan Site (BAPS) untuk masing-masing lokasi
menara.
4. PT Indosat Tbk (Indosat)
On a number of dates in and between 2008 and 2015,
the subsidiaries and Indosat signed a number of Master
Lease Agreements (“MLA”) regarding lease of
telecommunication infrastructure space for installation
of telecommunication equipment. The lease period is
for 10 years and can be extended for another 10 years,
unless Indosat does not intend to extend by informing
the subsidiaries in writing. The lease period starts from
the date of installation (“RFI”) on each location.
5. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
On a number of dates in and between 2004 and 2015,
the subsidiaries and Telkomsel signed a number of
Master Lease Agreement (“MLA”) regarding lease
telecommunication infrastructure space for installation
of telecommunication equipment. The lease period is
for 10 years, starting from when the Minutes of Site
Utilisation (BAPS) has been signed.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/83
Exhibit E/83
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
37. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)
37. SIGNIFICANT AGREEMENTS (Continued)
PERJANJIAN SEWA MENARA BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) DAN SISTEM TELEKOMUNIKASI DALAM GEDUNG
(Lanjutan)
RENTAL AGREEMENT TOWER BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) AND TELECOMMUNICATIONS SYSTEMS IN BUILDINGS
(Continued)
6. PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren)
6. PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren)
Pada berbagai tanggal di tahun 2005 sampai dengan 2015,
entitas anak dan Smartfren, telah menandatangani
beberapa Perjanjian Sewa Induk (“MLA”), sebagaimana
telah beberapa kali diubah dalam bentuk amandemen,
mengenai pemanfaatan infrastruktur menara untuk
penempatan peralatan telekomunikasi. Jangka waktu
awal sewa adalah 10 tahun dan dapat diperpanjang
berdasarkan kesepakatan tertulis dari masing-masing
pihak.
7. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)
Pada berbagai tanggal di tahun 2003 sampai dengan 2015,
entitas anak telah menandatangani beberapa Perjanjian
Sewa Induk (“MLA”) dengan Telkom, dan beberapa kali
mengalami perubahan dalam bentuk amandemen,
mengenai pemanfaatan infrastruktur menara untuk
penempatan peralatan telekomunikasi. Jangka waktu
perjanjian adalah 10 tahun sejak tanggal Berita Acara
Penggunaan Site (BAPS) untuk masing-masing lokasi
menara.
8. PT Bakrie Telecom Tbk (BTel)
Pada berbagai tanggal di tahun 2005 sampai dengan 2015,
entitas anak telah menandatangani beberapa Perjanjian
Sewa Induk (“MLA”) dengan BTel dan beberapa kali
mengalami perubahan dalam bentuk amandemen, tentang
sewa
pemanfaatan
infrastruktur
menara
untuk
penempatan peralatan telekomunikasi. Jangka waktu
perjanjian adalah 10 tahun sejak tanggal sertifikat siap
instalasi (“RFI”) di masing-masing lokasi dan dapat
diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
9. PT Internux
On a number of dates in and between 2005 and 2015,
the subsidiaries and Smartfren signed a number of
Master Lease Agreements (“MLA”), as amended several
times,
regarding
lease
of
telecommunication
infrastructure
space
for
installation
of
telecommunication equipment. The lease period is for
10 years and can be extended by agreement.
7. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)
On a number of dates in and between 2003 and 2015, the
subsidiaries and Telkom signed a number of Master
Lease Agreements (“MLA”), as amended several times,
regarding lease of telecommunication infrastructure
space for installation of telecommunication equipment.
The lease period is for 10 years, starting from when the
Minutes of Site Utilisation (BAPS) for each location has
been signed.
8. PT Bakrie Telecom Tbk (BTel)
On a number of dates in and between 2005 and 2015, the
subsidiaries and BTel signed a number of Master Lease
Agreements (“MLA”), as amended several times,
regarding lease of telecommunication infrastructure
space for installation of telecommunication equipment.
The lease period is for 10 years, starting from the date
of installation (“RFI”) for each location, and can be
extended by agreement.
9. PT Internux
Pada berbagai tanggal di tahun 2013, entitas anak telah
menandatangani Perjanjian Sewa Induk (“MLA”) dengan
PT Internux tentang sewa pemanfaatan infrastruktur
menara untuk penempatan peralatan telekomunikasi.
Jangka waktu perjanjian adalah 5 atau 10 tahun sejak
tanggal sertifikat siap instalasi (“RFI”) di masing-masing
lokasi dan dapat diperpanjang
On a number of dates In 2013, the subsidiaries and
PT Internux signed a number of Master Lease Agreements
(“MLA”)
regarding
lease
of
telecommunication
infrastructure
space
for
installation
of
telecommunication equipment. The lease period is for
5 or 10 years, starting from the date of installation
(“RFI”) for each location, and can be extended by
agreement.
Selain itu, berdasarkan perjanjian novasi yang dilakukan
pada berbagai tanggal di tahun 2013, PT First Media Tbk
mengalihkan seluruh hak, kewajiban dan kepentingannya
berdasarkan Perjanjian Sewa Induk (“MLA”) dengan
entitas anak sehubungan dengan penyewaan site
telekomunikasi milik entitas anak kepada PT Internux.
In addition, under the assignment agreement on various
dates in 2013, PT First Media Tbk assigned all of its
rights, obligations and interests under MLA among the
subsidiaries regarding the lease of telecommunication
sites owned by the subsidiaries to PT Internux.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/84
Exhibit E/84
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
37. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)
37. SIGNIFICANT AGREEMENTS (Continued)
PERJANJIAN SEWA MENARA BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) DAN SISTEM TELEKOMUNIKASI DALAM GEDUNG
(Lanjutan)
RENTAL AGREEMENT TOWER BASE TRANSCEIVER STATION
(BTS) AND TELECOMMUNICATIONS SYSTEMS IN BUILDINGS
(Continued)
10. PT Dayamitra Telekomunikasi (“Mitratel”)
10. PT Dayamitra Telekomunikasi (“Mitratel”)
Pada tanggal 9 Oktober 2014, Perusahaan telah
menandatangani perjanjian dengan PT Telkom Indonesia
Tbk. (“Telkom”) dimana Telkom akan memperoleh saham
Perusahaan melalui penerbitan saham baru, dengan
menukarkan
saham
Telkom
di
PT
Dayamitra
Telekomunikasi (“Mitratel”), entitas anak Telkom. Sesuai
dengan perjanjian ini, Telkom akan menukarkan 49%
kepemilikannya di Mitratel dengan 290 juta lembar saham
baru Perusahaan, yang mewakili sekitar 5,7% dari modal
disetor Perusahaan setelah penerbitan saham baru.
Setelah menyelesaikan pertukaran saham tahap awal,
Perusahaan akan memegang kendali manajemen dan
mengkonsolidasikan Mitratel dalam laporan keuangan
Perusahaan. Pada tanggal 30 September 2015, transaksi
pertukaran dengan Mitratel belum dapat diselesaikan.
38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014,
Perusahaan dan entitas anak memiliki aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
30 September/
30 September
2015
US$
(nilai penuh)/
(full amount)
Aset
Aset lanc ar
Kas dan bank
Ekuivalen
rupiah/
Rupiah
equivalent
On 9 October 2014, the Company has entered into an
agreement with PT Telkom Indonesia Tbk. ("Telkom")
where by Telkom will subscribe for new shares of the
Company in exchange for Telkom's shares in
PT Dayamitra Telekomunikasi ("Mitratel"), a subsidiary of
Telkom. Under this agreement, Telkom will initially
exchange its 49% ownership in Mitratel for up to 290
million new shares of the Company, representing
approximately 5.7% the Company enlarged paid in
capital. Upon completion of the initial exchange, the
Company will assume management control and
consolidate Mitratel into its accounts. As of
30 September 2015, share exchange transaction with
Mitratel had not been completed.
38. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN
FOREIGN CURRENCIES
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
Company and subsidiaries have assets and liabilities
dominated in foreign currency as follows:
31 Desember/
31 December
2014
US$
(nilai penuh)/
(full amount)
Ekuivalen
rupiah/
Rupiah
equivalent
19.152.419
280.717
28.397.268
353.245
Assets
Current assets
Cash on hand and in banks
Tagihan derivatif
149.221.413
2.187.138
73.698.060
916.804
Derivative receivables
Jumlah aset
168.373.832
2.467.855
102.095.328
1.270.049
Total assets
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/85
Exhibit E/85
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
(Lanjutan)
38. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN
FOREIGN CURRENCIES (Continued)
30 September/
30 September
2015
US$
(nilai penuh)/
(full amount)
Liabilitas
Pinjaman sindikasi
Surat utang
Utang usaha
Utang bunga :
Surat utang
31 Desember/
31 December
2014
Ekuivalen
rupiah/
Rupiah
equivalent
US$
(nilai penuh)/
(full amount)
Ekuivalen
rupiah/
Rupiah
equivalent
Liabilities
Syndication loan
Notes
Trade payables
Interest payables
Notes
665.000.000
650.000.000
14.783.107
9.746.905
9.527.050
216.676
990.000.000
300.000.000
10.952.572
12.315.600
3.732.000
136.250
20.233.567
296.563
6.057.927
75.361
3.287.887
48.191
2.187.676
27.215
Jumlah liabilitas
1.353.304.561
19.835.385
1.309.198.175
16.286.426
Total liabilities
Liabilitas - Bersih
1.184.930.729
17.367.530
1.207.102.847
15.016.377
Liabilities - Net
Pinjaman sindikasi
Pada tanggal 30 September 2015 dan 31 Desember 2014,
Perusahaan dan entitas anak telah melakukan lindung nilai
untuk pinjaman jangka panjang dan surat utang atas
risiko perubahan nilai mata uang asing dan suku bunga
pinjaman masing-masing sebesar US$ 1.505.700.000 dan
US$ 1.006.870.000.
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Syndication loan
As of 30 September 2015 and 31 December 2014, the
Company and subsidiaries have hedged their loan facility
and notes of US$ 1,505,700,000 and US$ 1,006,870,000,
respectively, over the risks from the volatility of foreign
exchange and interest rate.
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Aktivitas Perusahaan dan entitas anak mengandung berbagai
macam risiko-risiko keuangan: risiko pasar, risiko kredit,
risiko likuiditas dan risiko operasional. Secara keseluruhan,
program manajemen risiko keuangan Perusahaan dan entitas
anak terfokus untuk menghadapi ketidakpastian pasar uang
dan meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak pada
kinerja keuangan Perusahaan dan entitas anak.
The Company and subsidiaries activities are exposed to few
financial risks: market risk, credit risk, liquidity risk and
operational risk. The Company and subsidiaries overall risk
management program focuses to mitigate the volatility of
financial markets and to minimize potential adverse effects
on the Company and subsidiaries financial performance.
a. Risiko pasar
a. Market risk
Perusahaan dan entitas anak menyadari adanya risiko
pasar yang terjadi akibat fluktuasi mata uang Rupiah
terhadap US Dolar, serta fluktuasi suku bunga pinjaman,
sehingga entitas anak melakukan kontrak lindung nilai
dengan tujuan melakukan aktivitas lindung nilai atas
ketidakpastian fluktuasi suku bunga dan fluktuasi mata
uang asing yang timbul dari arus kas pokok dan bunga
pinjaman dari entitas anak.
The Company and subsidiaries are aware of market risk
due to foreign exchange fluctuation of Rupiah against
US Dollar and interest rate fluctuation, hence, the
subsidiaries have entered into hedging contracts to
hedge the uncertainty of interest rate and foreign
exchange fluctuations arising from the loan principal and
interest payments from each subsidiaries.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/86
Exhibit E/86
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
a. Risiko pasar (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
a. Market risk (Continued)
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Foreign Exchange Rate
Perubahan nilai tukar telah, dan diperkirakan akan terus,
memberikan pengaruh terhadap hasil usaha dan arus kas
Perusahaan dan entitas anak. Beberapa pinjaman dan
belanja modal Perusahaan adalah, dan diperkirakan akan
terus, didenominasi dengan mata uang Dolar Amerika
Serikat. Sebagian besar pendapatan Perusahaan dan
entitas anak adalah dalam mata uang Rupiah.
Changes in exchange rates have affected and may
continue to affect the Company’s and subsidiaries
results of operations and cash flows. Some of the
Company’s debts and capital expenditures are, and
expected will continue to be, denominated in
US Dollars. Most of the Company’s and subsidiaries
revenues are denominated in Rupiah.
Pada saat ini, Perusahaan dan entitas anak melakukan
aktivitas lindung nilai terhadap sebagian besar dari
eksposur atas mata uang asing dikarenakan penerimaan
dari pendapatan usaha tahunan dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah
pembayaran belanja modal, pinjaman dan bunga dalam
mata uang Dolar Amerika Serikat.
Currently, the Company and subsidiaries hedges a large
portion of its foreign currency exposure principally
because the receipts of annual USD-denominated
operating revenue are less than the sum of payments of
USD-denominated capital expenditures.
Sebagai bagian dari usaha Perusahaan dan entitas anak
untuk mengelola eksposur atas mata uang asing,
Perusahaan melakukan kontrak berjangka dan kontrak
swap valuta asing dengan lembaga-lembaga keuangan
internasional. Untuk kontrak berjangka, pada umumnya
Perusahaan dan entitas anak membayar sejumlah premi
dengan jumlah yang tetap.
In an effort to manage foreign currency exposure, the
Company and subsidiaries enters into forward foreign
currency contracts with international financial
institutions. For the forward foreign currency contracts,
the Company and subsidiaries typically pays a fixed rate
premium.
Sebagai hasil dari kontrak tersebut, Perusahaan dan
entitas anak yakin bahwa Perusahaan dan entitas anak
telah mengurangi beberapa risiko nilai tukar mata uang
asing, meskipun aktivitas lindung nilai yang dilakukan oleh
Perusahaan dan entitas anak tidak mencakup seluruh
eksposur mata uang asing dan terdapat kemungkinan
bahwa perjanjian pengganti atas aktivitas lindung nilai
tersebut tidak tersedia pada saat kontrak lindung nilai
tersebut telah selesai.
As a result of these contracts, the Company and
subsidiaries believe that the Company and subsidiaries
have reduced some of the risk of foreign currency
exchange rates, although hedging activity undertaken by
the Company and subsidiaries do not include all foreign
currency exposure and there is the possibility that a
replacement agreement over the hedges are not
available at the time of the hedge contract has been
completed.
Pada tanggal 30 September 2015, jika Rupiah menguat 1%
terhadap Dolar Amerika Serikat namun seluruh variabel
lainnya tetap, maka laba periode berjalan lebih tinggi
sebesar Rp 47.015 (31 Desember 2014 : Rp 45.033)
terutama yang timbul sebagai akibat keuntungan selisih
kurs atas penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing.
On 30 September 2015, if the Rupiah had strengthened
by 1% against the US Dollar with all other variables held
constant, profit for the period would have been
Rp 47,015 (31 December 2014 : Rp 45,033) higher,
mainly as a result of foreign exchange gains on
translation of monetary assets and liabilities
denominated in foreign currency.
Jika bagian utang berbunga dalam valuta asing
(Catatan 22 dan 23) yang telah dilindung nilai diukur
dengan menggunakan kurs lindung nilainya, maka saldo
utang berbunga pada 30 September 2015 dan
31 Desember 2014 setelah dikurangi biaya pinjaman yang
belum diamortisasi masing-masing adalah sebagai berikut:
If the hedged portion of foreign-currency interestbearing-debt (Notes 22 and 23) is valued using it’s hedge
rate, the balance of interest-bearing debt on
30 September 2015 and 31 December 2014, net of
unamortized borrowing costs are as follow:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/87
Exhibit E/87
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
a. Risiko pasar (Lanjutan)
a. Market risk (Continued)
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing (Lanjutan)
30 September / 30 September
2015
31 Desember / 31 December
2014
Saldo pinjaman /
The balance of loans
Saldo pinjaman /
The balance of loans
Kurs
laporan posisi
keuangan /
Rate of
consolidated
statements of
financial
position date
Pinjaman sindikasi
Surat utang
Sewa pembiayaan
Dikurangi :
Biaya pinjaman yang belum
diamortisasi (Catatan 2d)
Jumlah - Bersih
Foreign Exchange Rate (Continued)
9.746.905
9.717.050
12.828
(
244.843) (
19.231.940
Kurs
lindung
nilai /
Hedging
rate
7.833.551
7.606.500
12.828
244.843) (
15.208.036
Kurs
laporan posisi
keuangan /
Rate of
consolidated
statements of
financial
position date
12.315.600
3.922.000
10.890
186.249) (
16.062.241
Kurs
lindung
nilai /
Hedging
rate
11.522.437
3.301.500
10.890
186.249)
14.648.578
Syndication loans
Notes
Finance lease
Less:
Unamortized borrowing costs
(Note 2d)
Total - Net
Risiko Tingkat Suku Bunga
Interest Rate Risk
Perusahaan dan entitas anak menghadapi risiko tingkat
suku bunga yang disebabkan oleh perubahan tingkat suku
bunga pinjaman yang dikenakan bunga. Suku bunga atas
pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dapat
berfluktuasi sepanjang periode pinjaman. Kebijakan
keuangan memberikan panduan bahwa eksposur tingkat
bunga
harus
diidentifikasi
dan
diminimalisasi/
dinetralisasi secara tepat waktu.
The Company and subsidiaries are exposed to interest
rate risk through the impact of rate changes on interestbearing liabilities. Interest rate for short and long-term
borrowing can fluctuate over the borrowing period. The
treasury policy sets the guideline that the interest rate
exposure shall be identified and minimised/ neutralised
promptly.
Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku bunga,
Perusahaan dan entitas anak melakukan analisa marjin
dan pergerakan suku bunga, dan melakukan transaksi
kontrak swap tingkat bunga untuk melindungi suku bunga
pinjaman dalam mata uang asing terhadap risiko
ketidakpastian tingkat suku bunga.
To measure market risk of interest rate fluctuation, the
Company and subsidiaries primarily uses interest margin
and spread analysis, and enters into interest rate swap
contracts to hedge the foreign currency interest loans
from interest rate uncertainty.
Profil liabilitas jangka panjang Perusahaan dan entitas
anak setelah memperhitungkan transaksi lindung nilai
adalah sebagai berikut:
The Company and subsidiaries long-term liabilities
profile after taking into account hedging transactions
are as follows:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/88
Exhibit E/88
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
a. Risiko pasar (Lanjutan)
a. Market risk (Continued)
Risiko Tingkat Suku Bunga (Lanjutan)
Interest Rate Risk (Continued)
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Sewa pembiayaan
Pihak ketiga
9.353
5.738.064
7.859
4.870.258
Long-term loans - net of
current portion
Finance lease
Third parties
Surat utang jangka panjang
9.622.618
3.869.886
Long-term notes
15.370.035
8.748.003
Total
Jumlah
b. Risiko kredit
b. Credit risk
Perusahaan memiliki risiko kredit yang terutama berasal
dari simpanan di bank, piutang usaha, piutang lain-lain,
piutang derivatif dan aset lain-lain-investasi bersih dalam
sewa pembiayaan.
The Company is exposed to credit risk primarily from
deposits with banks, trade receivables, other
receivables,
derivatives
receivables
and
other
assets-net investment in finance lease.
Entitas
anak
menghadapi
risiko
kredit,
yaitu
ketidakmampuan pelanggan untuk membayar sewa dari
menara ataupun pemancar milik entitas anak.
The subsidiaries are exposed to credit risk from the
customer’s inability to pay the tower or repeater rental
fees owed to the Company’s subsidiaries.
Kualitas Kredit Aset Keuangan
Credit Quality of Financial assets
Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko kredit yang
terkait dengan simpanan di bank dan piutang derivatif
dengan memonitor reputasi, peringkat kredit, dan
membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam
kontrak.
The Company and subsidiaries manages credit risk
exposed from its deposits with banks and derivatives
receivables by monitoring reputation, credit ratings and
limiting the aggregate risk to any individual
counterparty.
Terkait dengan kredit yang diberikan kepada pelanggan,
Perusahaan dan entitas anak menetapkan syarat dan
ketentuan fasilitas kredit kepada pelanggan selular dan
pelanggan lainnya, seperti dealer, distributor, operator
lainnya terkait interkoneksi dan jelajah internasional.
Jaminan tambahan juga disyaratkan dalam kondisi
tertentu. Umumnya jaminan yang digunakan adalah bank
garansi.
In respect of credit exposures given to customers, the
Company and subsidiaries established general terms and
conditions of credit facility to subscribers and nonsubscribers such as dealers, distributors, interconnection
and roaming partners. On a case by case basis, additional
security is required. Common type used is bank
guarantee.
Penyewaan jasa menara telekomunikasi kepada operator
selular dilakukan secara tunai. Kelayakan kredit dan
prosedur penagihan ditelaah secara baik dan tepat waktu.
Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan
terkait dengan piutang usaha, hal ini disebabkan
keragaman pelanggan.
Rental of telecommunication tower to the operators is
required to be settled in cash. Credit worthiness and
collection procedures are reviewed properly and
promptly. There are no significant concentrations of
credit risk with respect to trade receivables due to its
diverse customer base.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/89
Exhibit E/89
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
b. Risiko kredit (Lanjutan)
b. Credit risk (Continued)
Kualitas Kredit Aset Keuangan (Lanjutan)
Credit Quality of Financial assets (Continued)
Manajemen
yakin
terhadap
kemampuan
untuk
mengendalikan dan menjaga eksposur risiko kredit pada
tingkat yang minimal. Eksposur maksimum risiko kredit
pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Management is confident in its ability to control and
sustain minimal exposure of credit risk. The maximum
credit risk exposure at the reporting date is as follows:
30 September/ 31 Desember/
30 September 31 December
2015
2014
Kas dan bank
Piutang usaha - pihak ketiga
Piutang lain-lain - pihak ketiga
Pendapatan yang masih harus diterima
Ju mlah
363.031
592.156
167.960
607.624
900.576
491.056
69.727
563.117
Cash on hand and in banks
Trade receivables - third parties
Other receivables - third parties
A ccrued revenue
1.730.771
2.024.476
Total
c. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas timbul apabila Perusahaan dan
anak mengalami kesulitan dalam mendapatkan
pendanaan untuk membiayai modal kerja dan
modal. Risiko likuiditas juga dapat timbul
ketidaksesuaian atas sumber dana yang dimiliki
pembayaran liabilitas yang telah jatuh tempo.
c. Liquidity risk
entitas
sumber
belanja
akibat
dengan
Liquidity risk arises in situations where the Company and
subsidiaries have difficulties in obtaining funding sources
to fund their working capital and capital expenditure.
Liquidity risk also arises in situations where there is a
mismatch between the funding sources and any
obligations that have matured.
Perusahaan dan entitas anak melakukan mitigasi risiko
likuiditas dengan cara menganalisa ketersediaan arus kas
dan struktur pendanaan sesuai dengan Pedoman
Pengendalian Intern Perusahaan.
The Company and subsidiaries mitigate liquidity risk by
analyzing the cashflow availability as well as their
funding structure in accordance with the Company’s
Internal Control Manual.
Risiko likuiditas timbul dalam keadaan di mana
Perusahaan dan entitas anak mengalami kesulitan dalam
mendapatkan sumber pendanaan. Manajemen risiko
likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dan setara
kas. Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko
likuiditas dengan mengawasi arus kas aktual dan proyeksi
secara terus menerus dan mengawasi profil tanggal jatuh
tempo aset dan liabilitas keuangan.
Liquidity risk arises in situations where the Company and
subsidiaries has difficulties in obtaining funding. Prudent
liquidity risk management implies maintaining sufficient
cash and cash equivalents. The Company and subsidiaries
manages liquidity risk by continuously monitoring
forecast and actual cash flows and monitor the maturity
profiles of financial assets and liabilities.
Perusahaan dan entitas anak memonitor proyeksi
persyaratan
likuiditas
untuk
memastikan
bahwa
Perusahaan dan entitas anak memiliki saldo kecukupan
kas untuk memenuhi keperluan operasi serta menjaga
kecukupan dalam fasilitas pinjaman yang belum ditarik
sepanjang waktu sehingga Perusahaan dan entitas anak
memenuhi semua batas atau persyaratan fasilitas
pinjaman.
The Company and subsidiaries monitors forecasts of the
liquidity requirements to ensure that it has sufficient
cash to meet operational needs while maintaining
sufficient headroom on its undrawn committed
borrowing facilities at all times so that the Company and
subsidiaries does not breach the borrowing limits or
covenants on any of its borrowing facilities.
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/90
Exhibit E/90
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Risiko likuiditas (Lanjutan)
c. Liquidity risk (Continued)
Proyeksi
tersebut
mempertimbangkan
rencana
pembiayaan utang Perusahaan dan kepatuhan persyaratan
pinjaman. Manajemen percaya bahwa strategi melakukan
cash sweeping dan pooling of funds dari sejumlah
rekening bank ke dalam rekening bank operasional utama
dapat memastikan pendanaan yang terkonsentrasi dan
optimalisasi likuiditas yang lebih baik.
Such forecasting takes into consideration the Company’s
debt financing plans and covenant compliance.
Management believes that the strategy to manage cash
sweeping and pooling of funds across accounts in main
operating banks can ensure the better concentration of
funds and optimisation of liquidity.
Tabel berikut ini menunjukkan analisis jatuh tempo
liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak dalam
rentang waktu yang menunjukkan jatuh tempo
kontraktual untuk semua liabilitas keuangan non-derivatif
dan derivatif di mana jatuh tempo kontraktual sangat
penting untuk pemahaman terhadap arus kas. Jumlah
yang diungkapkan dalam tabel adalah arus kas kontraktual
yang tidak terdiskonto (termasuk pembayaran pokok dan
bunga).
The following table analyse the Company and
subsidiaries financial liabilities into relevant maturity
groupings based on their contractual maturities for all
non-derivative financial liabilities and derivative
financial instruments for which the contractual
maturities are essential for an understanding of the
timing of the cash flows. The amounts disclosed in the
table are the contractual undiscounted cash flows
(including principal and interest payment).
Jumlah
tercatat/
Carrying
amount
Utang usaha dan
utang lain-lain
Beban masih
harus dibayar
Pinjaman jangka
panjang
Surat utang
jatuh tempo lebih
dari satu tahun
Jumlah
30 September / 30 September
2015
Arus kas
Antara satu dan Lebih dari tiga
kontraktual/
Kurang dari
tiga tahun/
tahun/ More
Contractual
setahun/ Less Between one and
than three
cash flow
than one year
three years
years
331.646
331.646
331.646
-
809.026
809.026
809.026
-
9.609.322
9.759.733
3.887.580
9.622.618
9.717.050
20.372.612
20.617.455
5.028.252
Trade and other
payables
Accrued
expenses
Long-term
5.865.816
loans
Notes
balance due more
5.129.950
than one year
-
6.336
4.587.100
4.593.436
10.995.766
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/91
Exhibit E/91
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Risiko likuiditas (Lanjutan)
c. Liquidity risk (Continued)
Jumlah
tercatat/
Carrying
amount
Utang usaha dan
utang lain-lain
Beban masih
harus dibayar
Pinjaman jangka
panjang
Surat utang
jatuh tempo lebih
dari satu tahun
Jumlah
31 Desember / 31 December
2014
Arus kas
Antara satu dan Lebih dari tiga
kontraktual/
Kurang dari
tiga tahun/
tahun/ More
Contractual
setahun/ Less Between one and
than three
cash flow
than one year
three years
years
214.978
214.978
215.198
-
855.076
855.076
855.076
-
12.192.355
12.326.490
7.342.631
3.869.886
3.922.000
17.132.295
17.318.544
Berikut rincian pinjaman jangka panjang dan surat utang
jangka panjang sesuai dengan jadwal jatuh tempo:
190.000
Trade and other
payables
Accrued
expenses
Long-term
4.978.320
loans
Notes
balance due more
3.732.000
than one year
195.539
8.710.320
-
5.539
8.412.905
Total
Details of the long-term loans and long-term notes
according to the maturity schedule are as follow:
30 September / 30 September
2015
Jumlah
Arus kas
tercatat/
kontraktual/
Carrying
Contractual
amount
cash flows
Kurang dari setahun
3.802.863
3.887.580
Less than one year
Antara satu dan tiga tahun
4.557.817
4.593.436
Between one and three years
Lebih dari tiga tahun
10.871.259
10.995.766
More than three years
Jumlah
19.231.940
19.476.783
Total
31 Desember / 31 December
2014
Jumlah
Arus kas
tercatat/
kontraktual/
Carrying
Contractual
amount
cash flows
Kurang dari setahun
Antara satu dan tiga tahun
Lebih dari tiga tahun
Jumlah
7.314.238
7.342.631
Less than one year
193.992
195.539
Between one and three years
8.554.011
8.710.320
More than three years
16.062.241
16.248.490
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/92
Exhibit E/92
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
c. Risiko likuiditas (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Liquidity risk (Continued)
Estimasi nilai wajar
Fair value estimation
Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk
keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk
keperluan pengungkapan.
The fair value of financial assets and financial liabilities
must be estimated for recognition and measurement or
for disclosure purposes.
PSAK No. 68, “Pengukuran Nilai Wajar” mensyaratkan
pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat
hirarki nilai wajar sebagai berikut:
SFAS No. 68, “Fair Value Measurements” requires
disclosure of fair value measurements by level of the
following fair value measurement hierarchy:
a.
harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif
untuk
aset
atau
liabilitas
yang
identik
(tingkat 1);
a. quoted prices (unadjusted) in active markets for
identical assets or liabilities (level 1);
b.
input selain harga kuotasian yang termasuk dalam
tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau
secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga)
(tingkat 2); dan
b. inputs other than quoted prices included within level
1 that are observable for the asset or liability, either
directly (as prices) or indirectly (derived from prices)
(level 2); and
c.
input untuk aset atau liabilitas yang bukan
berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input
yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
c. inputs for the asset or liability that are not based on
observable market data (unobservable inputs)
(level 3).
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang diukur dan
diakui pada nilai wajar (tingkat 2) adalah piutang dan
utang derivatif.
The Company’s financial assets and liabilities that are
measured and recognized at fair value (level 2) are
derivative receivables and payables.
Nilai
wajar
untuk
instrumen
keuangan
yang
diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan
kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Kuotasi nilai
pasar yang digunakan Perusahaan dan entitas anak untuk
aset keuangan adalah harga penawaran (bid price),
sedangkan untuk liabilitas keuangan menggunakan harga
jual (ask price). Instrumen keuangan ini termasuk dalam
tingkat 1.
The fair value of financial instruments traded in active
markets is based on quoted market prices at the
reporting date. The quoted market price used for
financial assets held by the Company and subsidiaries is
the current bid price, while financial liabilities use ask
price. These instruments are included in level 1.
Nilai
wajar
instrumen
keuangan
yang
tidak
diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut
menggunakan data pasar yang dapat diobservasi
sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin mengacu
pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai
wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk
dalam tingkat 2.
The fair value of financial instruments that are not
traded in an active market is determined using valuation
techniques. These valuation techniques maximise the use
of observable market data where it is available and rely
as little as possible on estimates. If all significant inputs
required to fair value an instrument are observable, the
instrument is included in level 2.
Jika
satu
atau
lebih
input
yang
signifikan
tidakberdasarkan data pasar yang dapat diobservasi,
maka instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
If one or more of the significant inputs is not based on
observable market data, the instrument is included in
level 3.
Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan
nilai instrumen keuangan mencakup:
Specific valuation techniques used to value financial
instruments include:
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/93
Exhibit E/93
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Risiko likuiditas (Lanjutan)
c. Liquidity risk (Continued)
Estimasi nilai wajar (Lanjutan)
Fair value estimation (Continued)

penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau
pedagang efek untuk instrumen sejenis dan;

the use of quoted market prices or dealer quotes for
similar instruments and;

teknik lain seperti analisis arus kas yang didiskonto
digunakan untuk menentukan nilai instrumen
keuangan lainnya.

other techniques, such as discounted cash flows
analysis, are used to determine fair value for the
remaining financial instruments.
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan
nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:
30 September / 30 September
2015
Nilai tercatat/
Nilai wajar/
Carrying
Fair
amount
value
The following table shows the fair values of financial
assets and liabilities, together with the carrying
amounts, are as follow:
31 Desember / 31 December
2014
Nilai tercatat/
Nilai wajar/
Carrying
Fair
amount
value
Aset keuangan
Kas dan bank
Investasi
Pendapatan yang masih
harus diterima
Piutang usaha – pihak
ketiga
Piutang lain-lain – pihak
ketiga
Jumlah
363.031
780
363.031
780
900.576
1.509
900.576
1.509
607.624
607.624
563.117
563.117
592.156
592.156
491.056
167.960
167.960
69.727
1.731.551
1.731.551
2.025.985
30 September / 30 September
2015
Nilai tercatat/
Nilai wajar
Carrying
Fair
amount
value
Liabilitas keuangan
Utang usaha – pihak
ketiga
Utang lain-lain
Beban masih harus
dibayar
Pinjaman jangka panjang :
utang sewa pembiayaan
pihak ketiga
Surat utang :
saldo yang jatuh tempo
dalam satu tahun
saldo yang jatuh tempo
lebih dari satu tahun
Jumlah
Financial assets
Cash on hand and
in banks
Investment
Accrued revenue
Trade receivables –
491.056
third parties
Other receivables –
69.727
third parties
2.025.985
Total
31 Desember / 31 December
2014
Nilai tercatat/
Nilai wajar
Carrying
Fair
amount
value
277.989
53.657
277.989
53.657
177.866
37.112
Financial liabilities
Trade payables –
177.866
third parties
37.112
Other payables
809.026
809.026
855.076
855.076
12.828
9.596.494
12.828
9.596.494
10.890
12.181.465
-
-
-
9.622.618
9.622.618
3.869.886
20.372.612
20.372.612
17.132.295
Accrued expenses
Long –term loan :
10.890
finance lease
12.181.465
third parties
Long-term notes
Balance due less than
one year
Balance due more
3.869.886
than one year
17.132.295
Total
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued
in Indonesian Language
Ekshibit E/94
Exhibit E/94
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE 9 (SEMBILAN) BULAN YANG BERAKHIR
30 SEPTEMBER 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE PERIOD OF 9 (NINE) MONTHS ENDED
30 SEPTEMBER 2015
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)
(Lihat Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian
Interim)
(See Report on Review of Interim Consolidated Financial
Information)
39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
c. Risiko likuiditas (Lanjutan)
39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Liquidity risk (Continued)
Estimasi nilai wajar (Lanjutan)
Fair value estimation (Continued)
Nilai wajar atas sebagian besar aset dan liabilitas
keuangan mendekati nilai tercatat karena dampak
pendiskontoan yang tidak signifikan.
The fair value of most of the financial assets and
liabilities approximates their carrying amount, as the
impact of discounting is not significant.
Nilai wajar dari pinjaman jangka panjang dinilai
menggunakan discounted cash flows berdasarkan tingkat
suku efektif terakhir yang berlaku untuk masing-masing
pinjaman yang diutilisasi.
The fair value of long-term loans are estimated by using
discounted cash flows applying the effective interest
rate charged by the lenders for the last utilisation in
each currency borrowings.
Strategi Perusahaan selama tahun 2015 dan 2014 adalah
mempertahankan rasio utang senior bersih terhadap
EBITDA yang disesuaikan dan disetahunkan kurang dari
5 kali (Catatan 22).
The Company’s strategy for 2015 and 2014 was to
maintain the ratio of net senior debt to annualized
adjusted EBITDA to be less than 5 times (Note 22).
d. Risiko operasional
Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan
oleh kurang memadainya atau kegagalan dari proses
internal, faktor manusia dan sistem atau dari kejadiankejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua proses
bisnis, kegiatan operasional, sistem dan layanan
Perusahaan dan entitas anak.
e. Manajemen risiko permodalan
Tujuan Perusahaan dan entitas anak dalam mengelola
permodalan adalah untuk melindungi kemampuan
Perusahaan dan entitas anak dalam mempertahankan
kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap
memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan
manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan untuk
mengelola struktur modal yang optimal untuk
meminimalisasi biaya modal yang efektif. Dalam rangka
mengelola struktur modal, Perusahaan dan entitas anak
mungkin menyesuaikan jumlah dividen, menerbitkan
saham baru atau menambah/mengurangi jumlah utang.
40. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Pada tanggal 4 Nopember 2015, Perusahaan telah melunasi
sebagian Fasilitas Pinjaman Revolving Seri B (Catatan 22a)
sebesar US$ 40.000.000.
41. OTORISASI LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Perusahaan telah mengotorisasi laporan
keuangan konsolidasian interim untuk diterbitkan pada
tanggal 6 Nopember 2015.
d. Operational risk
Operational risk is the risk of losses resulting from
inadequate internal processes or a failure of such
processes, human factors and systems or from external
events. This risk is inherent in all business processes,
operations and services of the Company and subsidiaries.
e. Capital risk management
The objectives of the Company and subsidiaries when
managing capital are to safeguard the ability of the
Company and subsidiaries to continue as a going concern
in order to provide returns for shareholders and benefits
for other stakeholders and to maintain an optimal
capital structure to minimize the effective cost of
capital. In order to maintain the capital structure, the
Company and subsidiaries may from time to time adjust
the amount of dividends, issue new shares or
increase/reduce debt levels.
40. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD
On 4 November 2015, the Company has paid part of the
Series B Revolving Loan Facility (Note 22a) of
US$ 40,000,000.
41. AUTHORIZATION OF FINANCIAL STATEMENTS
The Company’s management has authorized to issue these
interim consolidated financial statements on 6 November
2015.
Fly UP