...

DATA PERKEBUNAN DALAM ANGKA 5 (LIMA) TAHUN TERAKHIR

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

DATA PERKEBUNAN DALAM ANGKA 5 (LIMA) TAHUN TERAKHIR
OLEH : GUBERNUR MALUKU UTARA
GAMBARAN UMUM
PERKEBUNAN MALUKU UTARA
Mencermati kondisi geografis Maluku Utara yang
merupakan
daerah
kepulauan
dengan
berbagai
keragaman potensi perkebunan pada setiap daerah,
maka
pembangunan
perkebunan
Maluku
Utara
dilaksanakan
melalui
Pengembangan
Kawasan
Pembangunan Perkebunan Berbasis Kepulauan.,
yakni pengembangan kawasan dengan fokus komoditi
perkebunan.
Secara umum perkebunan Maluku Utara didominasi oleh
perkebunan rakyat dengan total luasan 312.193 ha
dan perkebunan Swasta Seluas 10.100 Ha (Komoditi
Sawit)
2
PENGEMBANGAN KOMODITAS
Pengembangan Komoditas Perkebunan di Maluku Utara di
Fokuskan pada 5 Komoditas Utama yakni :
No
1.
2.
Komoditas
Kelapa
Kakao
3.
4.
5.
Pala
Cengkeh
Jambu Mete
Jumlah
Luas (Ha)
213.053
30.809
38.509
19.003
5.761
307.135
3
PENYEBARAN PERKEBUNAN RAKYAT
Luas Areal (Ha)
No
Kabupaten /Kota
Kelapa
Kakao
Pala
Cengkeh
J.Mete
1.
Kab. Halmahera Utara
48.825
5.940
6.791
3.139
0
2.
Kab. Halmahera Selatan
29.726
4.120
4.147
3.170
58
3.
Kab. Halmahera Barat
31.695
4.210
3.780
1.916
17
4.
Kab. Halmahera Timur
11.469
437
1.816
736
0
5.
Kab. Halmahera Tengah
10.213
3.206
10.049
1.397
0
6.
Kab. Kepulauan Sula
59.464
11.882
2.074
3.464
5.888
7.
Kab. Pulau Morotai
12.374
1.298
2.966
2.074
0
8.
Kota Ternate
1.813
107
3.816
1.779
0
9.
Kota Tidore
8.541
484
3.070
1.028
6
214.120
31.684
38.509
18.703
5.969
10. Kab. Pulau Taliabu
Jumlah
PEMETAAN WILAYAH KAWASAN
1.
2.
3.
4.
5.
Kawasan Pulau
Halmahera
Kawasan Pulau
Bacan dan Obi
Kawasan Kepulauan
Sula
Kawasan Pulau
Morotai dan
Kawasan Pulau
Ternate dan Tidore
KAWASAN HALMAHERA I
1.
Wilayah Dokuno, meliputi Kecamatan
Tobelo Utara, Galela, Galela Selatan,
Galela Barat, Galela Utara, Loloda
Utara, Loloda, Ibu Utara, Ibu Tengah,
Ibu Selatan
2.
Wilayah Wowongira, meliputi
Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah,
Tobelo Selatan, Tobelo Barat, Tobelo
Timur, Kao Utara, Kao, Malifut dan
Kao Teluk
3.
Wilayah Ake Sahu, meliputi
Kecamatan Jailolo, Jailolo Selatan,
Sahu dan Sahu Timur
Komoditi Pendukung ;
Pala, Cengkeh Kakao
Kawasan Perkebunan Kelapa
Integrasi ; Ternak (sapi,
Ayam), Pangan (Padi,
Jagung)
KAWASAN HALMAHERA II
1.
Wilayah Bidadari I, meliputi
Kecamatan Wasile Selatan, Wasile
Tengah, Wasile, Wasile Utara dan
Wasile Timur
2.
Wilayah Bidadari II, meliputi
Kecamatan Maba Selatan, Maba
Tengah, Maba, Kota Maba dan Maba
Utara
Komoditi Pendukung ;
Pala dan Cengkeh
Integrasi ; Ternak (sapi,
Ayam), Pangan (Padi,
Jagung)
Kawasan Perkebunan Kelapa
KAWASAN HALMAHERA III
1.
Wilayah Gosora I, meliputi
Kecamatan Pulau Gebe, Patani
Utara, Patani Selatan dan Patani
Barat Barat
2.
Wilayah Gosora II meliputi
Kecamatan Weda Utara, Weda
Tengah, Weda, Weda Selatan, Gane
Timur, Gane Timur Tengah, dan Gane
Timur Selatan
3.
Wilayah Gosora III, meliputi
Kecamatan Oba Utara, Oba Tengah,
Oba, Oba Selatan, Gane Barat Utara,
Gane Barat dan Gane Barat Selatan
Komoditi Pendukung ;
Kelapa, Cengkeh
Kawasan Perkebunan Pala
Integrasi ; Ternak (sapi,
Ayam), Pangan (Padi,
Jagung)
KAWASAN INTEGRASI CAPAI (HALMAHERA IV)
Kawasan Halmahera IV adalah
Kawasan Integrasi Capai, secara
adminstratif merupakan Kawasan
yang bersinggungan antara tiga
wilayah pemerintahan kabupaten
diantaranya :
1. Kabupaten Halmahera Utara
Kecamatan Kao Teluk,
2. Kabupaten Halmahera Barat
Kecamatan Jailolo Selatan dan
3. Kabupaten Halmahera Timur
Kecamatan Wasile Selatan.
Komoditi Pendukung ;
Kelapa, Pala
Kawasan Perkebunan Cengkeh
Integrasi ; Ternak
(Ayam), Pangan (Padi,
Jagung)
KAWASAN
GUGUSAN PULAU BACAN OBI
1.
Wilayah Makayoa, meliputi
Kecamatan Pulau Makian, Makian
Barat, Kayoa, Kayoa Utara, Kayoa
Barat dan Kayoa Selatan
2.
Wilayah Sibela meliputi Kecamatan
Bacan, Bacan Barat, Bacan Barat
Utara, Bacan Selatan, Bacan Timur,
Bacan Timur Selatan, Bacan Timur
Tengah, Kasiruta Barat, Kasiruta
Timur, Kep. Batanglomang, Kep.
Joronga, Mandaoli Selatan dan
Mandaoli Utara
3.
Wilayah Bualawa, meliputi
Kecamatan Obi, Obi Utara, Obi Barat,
Obi Timur dan Obi Selatan
Komoditi Pendukung ;
Kelapa, Pala, Cengkeh
Kawasan Perkebunan Kakao
Integrasi ; Ternak (Sapi,
Ayam), Pangan (Padi,
Jagung)
KAWASAN PULAU MOROTAI
Dalam pengembangan ekonomi
nasional, Kawasan Pulau Morotai
telah dicanangkan sebagai Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK), untuk itu
dengan memacu pada Strategi
Pembangunan Perkebunan Berbasis
Kepulauan maka Kawasan Pulau
Morotai dijadikann sebagai Kawasan
Ekonomi dan Agribisnis
Perkebunan dengan pusat
pertumbuhan di Daruba.
Komoditi Pendukung ;
Pala, Cengkeh
Kawasan Perkebunan Kelapa
Integrasi ; Ternak (Sapi,
Ayam), Pangan (Padi,
Jagung), Hortikultura
KAWASAN
GUGUSAN KEPULAUAN SULA
1.
3.
2.
Wilayah Talabu meliputi Kecamatan Taliabu
Barat, Taliabu Barat Laut, Taliabu Selatan,
Taliabu Timur, Taliabu Timur Selatan dan
Taliabu Utara
Kawasan Perkebunan Jambu Mete
Wilayah Sulabesi
meliputi
Kecamatan
Sanana, Sanana
Utara, Sulabesi
Barat, Sulabesi
Selatan,
Sulabesi Tengah
dan Sulabesi
Timur
Wilayah Mangoli meliputi Kecamatan
Lede, Mangoli Barat, Mangoli
Selatan, Mangoli Tengah, Mangoli
Timur, Mangoli Utara dan Mangoli
Utara Timur
Komoditi Pendukung ;
Kelapa, Kakao, Cengkeh
Integrasi ; Ternak (Sapi,
Ayam), Pangan (Padi,
Jagung)
KAWASAN
GUGUSAN PULAU TERNATE TIDORE
1. Wilayah Gamalama meliputi
Kecamatan Kota Ternate
Utara, Kota Ternate Tengah,
Kota Ternate Selatan, Pulau
Ternate, Pulau Hiri dan
Batang Dua
2. Wilayah Tidore meliputi
Kecamatan Tidore, Tidore
Selatan, Tidore Utara, Tidore
Timur, Pulau Mare dan Pulau
Moti
Komoditi Pendukung ;
Cengkeh
Kawasan Perkebunan Pala
Integrasi ; Ternak
(Kambing, Ayam),
Pangan (Padi, Jagung)
PENATAAN PERIZINAN PERKEBUNAN
1. Melakukan Penataan Terhadap Izin
yang telah dikeluarkan
2. Membentuk Tim Pelaksana Penilaian
Usaha Perkebunan
3. Melakukan Penilaian Usaha
Perkebunan Swasta dan Menetapkan
Hasil Penilaian Usaha Perkbunan
MEMBANGUN SISTEM PENGENDALIAN
ANTI KORUPSI
1. Melakukan
Penyempurnaan
Standart
Operasional
Pelayanan (SOP)
Perizinan Usaha
Perkebunan
2. Publikasi Hasil
pemberian Izin
Melalui Media
Masa Cetak dan
Elektronik
Secara Berkala
Triwulan
3.
Memperketat
Pengawasan
Terhadap
Perusahaan
Dalam
Perizinan
16
Fly UP