...

Siaran Pers Rencana Investasi PMA Tahun 2015 Terbesar

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Siaran Pers Rencana Investasi PMA Tahun 2015 Terbesar
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
Siaran Pers
Rencana Investasi PMA Tahun 2015 Terbesar dari Tiongkok
Jakarta, 4 Januari 2016 – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat rencana
investasi PMA sepanjang tahun 2015 paling banyak berasal dari Tiongkok. Lembaga tersebut
mencatat, pengajuan izin prinsip ke BKPM dari Tiongkok periode 1 Januari-31 Desember 2015
sebesar Rp 277,59 Triliun atau 22,96% dari total izin prinsip PMA yang masuk ke BKPM dalam
periode yang sama Rp 1.208,80 Triliun. Nilai pengajuan izin prinsip Tiongkok tahun 2015 ini
naik 67% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 166,21 Triliun.
Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan tingginya pengajuan izin prinsip dari Tiongkok ini
menunjukkan Indonesia merupakan negara tujuan investasi utama bagi investor dari
Tiongkok. Menurutnya, tantangan BKPM selanjutnya adalah mendorong rencana investasi
yang sudah dimasukkan tersebut dapat terealisasi. Dia mengakui, rasio realisasi investasi
Tiongkok hanya 7%, masih lebih rendah dibandingkan negara mitra investasi lainnya seperti
Jepang, Korea Selatan dan Singapura yang mencapai lebih dari 60%.
“Setahun terakhir memang investor dari Tiongkok cukup agresif yang ditunjukkan dengan
pengajuan izin prinsip paling besar. Kami akan mendorong agar rencana investasi yang sudah
diajukan ke BKPM dapat terealisasikan sehingga realisasi investasi dari Tiongkok dapat
meningkat,” jelas Franky melalui keterangan resmi ke media hari ini (4/1).
Franky menambahkan, sektor-sektor yang diminati oleh investor Tiongkok lebih banyak
terfokus di sektor infrastruktur. Menurut data BKPM, rencana investasi terbesar yang diajukan
oleh investor Tiongkok adalah sektor kelistrikan sebesar Rp 150,89 triliun atau 54,36% dari
total rencana investasi Tiongkok. Diikuti oleh sektor angkutan kereta api sebesar Rp 73,90
triliun atau 26,62%, sektor industri logam dasar Rp 16,78 triliun atau 6,04%, sektor
perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 13,96 triliun atau 5,03% serta sektor
perdagangan sebesar Rp 9,32 triliun atau 3,36%.
“Tingginya minat investasi di sektor kelistrikan ini menunjukkan langkah agresif pemerintah
untuk menawarkan potensi investasi sektor tersebut disambut baik investor. Kita tentu ingat,
pada saat awal menjabat Presiden Jokowi sudah menawarkan potensi investasi infrastruktur,
termasuk kelistrikan kepada investor Tiongkok saat menghadiri KTT APEC di Beijing,” tambah
Franky.
1
BKPM juga mencatat, selain Tiongkok, negara lainnya yang investornya banyak mengajukan
izin prinsip ke BKPM adalah Singapura Rp 203,89 triliun, Jepang Rp 100,64 triliun, Malaysia Rp
69,13 triliun, Korea Selatan Rp 60,52 triliun dan Amerika Serikat Rp 56,31 triliun.
--Selesai-Untuk keterangan lebih lanjut,hubungi:
Ariesta Riendrias Puspasari
Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan, Hubungan Masyarakat dan Tata Usaha Pimpinan
Jl. Jend. Gatot Subroto No.44 Jakarta 12190
Telepon : 021-5269874
HP : 08161946825
E-mail : [email protected]
2
Fly UP