...

Interpretasi Kontrak Bisnis Tidak Jelas

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Interpretasi Kontrak Bisnis Tidak Jelas
Interpretasi Kontrak Bisnis Tidak Jelas
Diunggah : Senin, 24 Agustus 2015 — Satria
Kegiatan bisnis kian berkembang pesat dewasa ini. Kondisi ini tidak menutup kemungkinan
terjadinya sengketa atau dispute di antara para pihak yang terlibat. Sengketa muncul disebabkan
berbagai alasan dan masalah yang melatarbelakanginya, terutama karena adanya conflict of interest
di antara para pihak. Sengketa yang timbul di antara pihak-pihak yang terlibat dalam berbagai
macam kegiatan bisnis atau perdagangan biasa disebut sebagai sengketa bisnis.
“Sengketa bisnis ini perlu dicarikan alternatif penyelesaiannya secara tepat dan tidak
berkepanjangan,” kata Bambang Sutiyoso, S.H., M.Hum dalam ujian terbuka program doktor
Fakultas Hukum UGM, Senin (24/8) di Fakultas Hukum UGM.
Bambang Sutiyoso dalam kesempatan itu mempertahankan disertasinya berjudul "Interpretasi
Kontrak dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis di Pengadilan".
Menurut Bambang, salah satu sebab terjadinya sengketa bisnis adalah adanya pemahaman dan
interpretasi yang berbeda terhadap isi kontrak yang telah dibuat oleh pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya. Hal ini terjadi karena masih banyak dijumpai kontrak yang memuat norma samar, baik
rumusan kata-katanya tidak jelas/kabur, terlalu umum, hingga bermakna ganda.
“Pembuatan kontrak merupakan perbuatan hukum dalam ranah hukum bisnis, khususnya hukum
kontrak,” kata dosen Fakultas Hukum UII ini.
Penelitian yang dilakukan Bambang ini membahas beberapa persoalan terkait interpretasi kontrak
dalam penyelesaian sengketa bisnis di pengadilan, khususnya dilingkungan Mahkamah Agung (MA).
Kontrak yang dibuat para pihak masih berpeluang menimbulkan sengketa bisnis, terutama terkait
dengan rumusan isi kontrak yang tidak jelas, sehingga dalam penyelesaian kasusnya di lembaga
peradilan memerlukan interpretasi untuk mengetahui apa sesungguhnya maksud yang dikehendaki
para pihak sehingga kontrak dapat diimplementasikan sebagaimana mestinya.
Universitas Gadjah Mada |05 July 2016
Dari hasil penelitian tersebut terungkap ada beberapa faktor internal dan eksternal yang
menyebabkan ketidkjelasan interpretasi kontrak. Faktor internal itu antara lain kurangnya wawasan
hukum para subjek kontrak. Sementara itu, faktor eksternal antara lain perangkat aturan hukum
belum mengatur atau tidak ada.
“Dijumpai perbedaan interpretasi kontrak oleh hakim dalam penyelesaian sengketa bisnis di
pengadilan,” tegas Bambang.
Di akhir disertasi Bambang berharap agar perusahaan atau unit bisnis lainnya perlu meningkatkan
kemampuan SDM-nya dalam pembuatan kontrak melalui berbagai pendidikan dan pelatihan dengan
melibatkan konsultan ahli di bidang kontrak bisnis. (Humas UGM/Satria)
Berita Terkait
●
●
●
●
●
Penandatanganan Kontrak Kerja Sama Pembangunan Rumah Sakit Akademik UGM
Mayoritas Pelaku UMKM di Gunung Kidul Tidak Menggunakan Kontrak Dagang
Pengingkaran Kontrak Psikologis Picu Perilaku Kerja Kontraproduktif
Citra Pengindraan Jauh Untuk Memetakan Wilayah Rentan Penyakit Menular
FK UGM Kembangkan Inovasi Pelayanan Kesehatan Daerah Terpencil
Universitas Gadjah Mada |05 July 2016
Fly UP