...

Nilai Tambah Sektor Pertambangan Perlu Terus Ditingkatkan

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

Nilai Tambah Sektor Pertambangan Perlu Terus Ditingkatkan
Nilai Tambah Sektor Pertambangan Perlu Terus Ditingkatkan
Oleh
Sektor pertambangan saat ini tetap menjadi salah satu sektor utama yang menggerakan roda
perekonomian Indonesia. Indikasi ini terlihat dari kontribusi penerimaan negara yang setiap
tahunnya meningkat. Sektor pertambangan juga menjadi pemicu pertumbuhan sektor lainnya
serta menyediakan kesempatan kerja yang besar bagi tenaga kerja langsung maupun tidak
langsung. Namun kontribusi sektor pertambangan dalam perekonomian nasional belum optimal
menyusul masih adanya sejumlah kendala yang perlu segera diselesaikan secara tuntas.
Demikian antara lain kesimpulan yang dari Focus Group Discussion ”Peranan Sektor
Pertambangan Dalam Perekonomian Nasional” yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan
Informasi ESDM, Departemen ESDM, di Jakarta, Selasa (4/12). Hadir pada acara tersebut
antara lain Kepala Pusdatin ESDM, Farida Zed, Direktur Pembinaan Pengusahaan
Pertambangan Mineral dan Batubara, M.S. Marpaung, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha
Batubara Indonesia (APBI), Soedjoko TS, Anggota Dewan penmasehat IMA dan Perhapi, Ir.
Kosim Gandataruna, Ketua Umum Perhapi, Irwandy Arif dan sejumlah tokoh senior
pertambangan lainnya.
Kesimpulan lainnya dari diskusi tersebut adalah bahwa penggunaan komoditi pertambangan
dalam negeri sebagai input bagi sektor industri lainnya (forward linkage) perlu terus
ditingkatkan demikian pula dengan industri-industri lainnya yang menjadi input (
backward
linkage
) bagi industri pertambangan. Hubungan ini tentu akan meningkatkan nilai tambah industri
pertambangan serta dapat menggerakkan sektor tenaga kerja yang cukup besar. Saat ini saja
misalnya, industri pertambangan mampu menyerap lebih dari 34 ribu tenaga kerja langsung
dan puluhan ribu lainnya yang merupakan tenaga kerja tidak langsung.
Dewasa ini, pasar komoditi logam dan mineral dunia sedang mengalami “booming” harga
sementara aktivitas eksplorasi dan investasi juga meningkat. Tetapi Indonesia masih belum
mampu memanfaatkan kondisi yang “menarik” ini secara optimal. Hal ini disebabkan masih
adanya beberapa permasalahan industri pertambangan seperti tumpang tindih lahan,
peraturan-peraturan daerah yang belum kondusif dan Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Sehubungan dengan kondisi-kondisi tersebut diatas, berapa rekomendasi yang dihasilkan dari
diskusi ini antara lain prlunya percepatan pengesahan RUU Mineral dan Batubara sinkronisasi
dan harmonisasi kebijakan seluruh produk hukum yang berkenaan dengan sektor
pertambangan yang sifatnya lintas sektoral baik pusat maupun daerah, perlunya
1/2
Nilai Tambah Sektor Pertambangan Perlu Terus Ditingkatkan
Oleh
peningkatantan local expenditure dengan meningkatkan pemanfaatan produk dari
industri-industri penunjang dalam negeri termasuk mendorong pertumbuhan industri
pengolahan produk mineral dalam negeri.
2/2
Fly UP