...

Distribusi Kartu Perlindungan Sosial Terus Dimaksimalkan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Distribusi Kartu Perlindungan Sosial Terus Dimaksimalkan
Sekretariat Negara Republik Indonesia
Distribusi Kartu Perlindungan Sosial Terus Dimaksimalkan
Kamis, 10 Maret 2016
Pelaksanaan program
kesehatan masyarakat dan proses pendistribusian Kartu Perlindungan Sosial yaitu
Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga
Sejahtera (KKS), dan Program Keluarga Harapan (PKH) masih terus diupayakan agar
dapat terdistribusikan kepada rakyat dengan terus memperbaharui data agar dapat
diterima oleh mereka yang berhak.
"Ya sore hari ini saya
hanya ingin mengklarifikasi beberapa persoalan yang berkaitan dengan BPJS,
termasuk di dalamnya ada distribusi Kartu Indonesia Sehat dan juga mengenai
Kartu Indonesia Pintar," kata Presiden Joko Widodo kepada wartawan dalam
konferensi pers bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah
Indar Parawansa, dan Direktur Utama (Dirut) BPJS Fahmi Idris di Istana Merdeka,
Kamis, 10 Maret 2016. Demikian seperti dilansir Tim Komunikasi Presiden, Sukardi
Rinakit.
Â
Menanggapi isu bahwa
distribusi kartu perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah tidak berjalan
baik, Menko PMK mengatakan, bahwa memang saat ini pihaknya tengah melakukan hal
teknis sehingga pendistribusian terkesan kurang lancar. "Untuk
pendistribusian KIS sudah 90 persen terlaksana dan insya Allah sampai nanti
Maret-April, ini semua selesai dan bahkan verifikasi, validasi data juga kami update terus sehingga memang hanya
penerima yang berhak yang akan mendapatkan KIS," tutur Menko Puan.
Â
Tahun ini, penerima KIS
bertambah menjadi 92 juta, yaitu terdiri dari 92 juta untuk masyarakat dan 400
ribu untuk bayi yang baru lahir dari keluarga kurang mampu. Pada posisi ini,
pemerintah sudah bisa menyiapkan sekitar 35% dari 40% data untuk keluarga
kurang mampu, dan sementara KKS itu sendiri menyasar sekitar 25% keluarga
kurang mampu.
http://www.setneg.go.id
www.setneg.go.id
DiHasilkan: 6 July, 2016, 03:03
Sekretariat Negara Republik Indonesia
"Harapannya adalah 40
persen ini bisa mendapatkan berbagai program perlindungan sosial apakah KKS,
KIP, KIS, ataupun PKH," ucap Mensos.
Â
Dalam kesempatan yang sama,
masalah BPJS juga disinggung karena menjadi atensi Presiden. Dirut BPJS Fahmi
Idris menjelaskan, bahwa Presiden memberikan perhatian terhadap distribusi KIS
dan juga mengenai isu BPJS yang mengalami pailit. "Bapak Presiden sangat
memberi perhatian karena ini telah menjadi opini. Jangan sampai membuat gelisah
baik itu rumah sakit kemudian tenaga kesehatan," ujar Dirut BPJS.
Â
Lebih lanjut, Fahmi
menegaskan, bahwa kondisi keuangan BPJS antara pemasukan dan pengeluaran saat
ini adalah seimbang. Fahmi menambahkan, bahwa pemasukan BPJS bersumber dari dua
hal, yaitu iuran peserta dan sumber dana lain (alokasi dana) sehingga masalah
kekurangan dana dapat teratasi. "Masyarakat tidak usah khawatir tentang
isu defisit ini karena pada dasarnya balance
sheet-nya sudah kita persiapkan sejak 6 bulan yang lalu," tutup Fahmi.
(Humas Kemensetneg)
http://www.setneg.go.id
www.setneg.go.id
DiHasilkan: 6 July, 2016, 03:03
Fly UP