...

hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP
DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
PADA IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN
LUBUK SIKAPING TAHUN 2011
Laporan Penelitian ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA KEDOKTERAN
OLEH:
Hilya Haniek
NIM 108103000066
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2011 M
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Laporan penelitian ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan
untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau
merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia
menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ciputat, 21 September 2011
Hilya Haniek
ii
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN
PERILAKU BERSIH DAN SEHAT PADA IBU RUMAH TANGGA DI
KECAMATAN LUBUK SIKAPING TAHUN 2011
Laporan Penelitian
Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan
Ilmu Kesehatan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana
Kedokteran (S. Ked)
Oleh
Hilya Haniek
NIM: 108103000066
Pembimbing I
Pembimbing II
Zeti Harriyati, M.Biomed
dr. Rachmania Diandini, MKK
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2011 M
iii
PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Laporan Penelitian berjudul HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN
SIKAP DENGAN PERILAKU BERSIH DAN SEHAT PADA IBU RUMAH
TANGGA DI KECAMATAN LUBUK SIKAPING TAHUN 2011 yang
diajukan oleh Hilya Haniek (NIM: 108103000066), telah diujikan dalam sidang di
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan pada 21 September 2011. Laporan
penelitian ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana
Kedokteran (S. Ked) pada Program Studi Pendidikan Dokter.
Ciputat, 21 September 2011
iv
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan tepat
waktu. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW.
Adapun judul yang penulis pilih untuk penelitian ini adalah ”Hubungan
Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Bersih dan Sehat pada Ibu Rumah
Tangga di Kecamatan Lubuk Sikaping Tahun 2011”.
Penulisan penelitian ini juga dapat terlaksana berkat dukungan, bimbingan
dan bantuan dari berbagai pihak yang pada kesempatan ini izinkanlah penulis
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada yang terhormat :
1) Prof. DR. (hc). Dr. M.K. Tadjudin, SpAnd, Drs. H. Achmad Ghalib, MA,
dan Dra. Farida Hamid, M.Pd selaku Dekan dan Pembantu Dekan FKIK
UIN Syarif Hidayatullah.
2) DR. Dr. Syarief Hasan Lutfie, SpRM selaku Kaprodi PSPD dan untuk
seluruh staf pengajar yang telah membimbing dan memberikan
kesempatan untuk menimba ilmu selama penulis menjalani masa
pendidikan di PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3) Ibu Zeti Hariyati M.Biomed selaku dosen pembimbing I dan dr.
Rachmania Diandini MKK sebagai pembimbing II serta Ibu Silvia Fitrina
Nasution selaku penanggung jawab riset angkatan 2008 yang telah banyak
menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing dan
mengarahkan penulis dalam penyusunan penelitian ini.
4) Pemerintah Kecamatan Lubuk Sikaping yang telah memberikan izin dan
seluruh warga yang telah bersedia untuk mengisi data kuesioner.
5) Papa Ernofialdi Mazna, SE, M.Si, mama dr. Hidayah, abang Rahmat
Syawqi, adik Fathina Zuhda dan (alm) Rahimal Awfa atas semua
v
perhatian dan kasih sayang, motivasi dan dukungan, serta kebaikan dan
doa yang tidak ternilai harganya.
6) Seluruh keluarga besar atas dukungan yang selama ini diberikan.
7) Sahabat seperjuangan riset, Gina Aghnia Huda, Hani Handayani, Hilda
Fakhrani Fardiani, dan Karis Amalia Derina atas semua bantuan dan
dukungan.
8) Arini Estetia Putri, Ira Rahmanita, Lilik Nurwahida, dan Miftahul Jannah
atas bantuan dan kesediaan berbagi ilmu.
9) Seluruh teman dan sahabat di PSPD, khususnya angkatan 2008, atas segala
semangatnya, Niken Putri Lestari atas dukungan dan bantuannya selama
ini, dan semua teman yang penulis kenal atas semangat dan doanya.
10) Semua pihak yang telah memberikan kontribusi secara langsung maupun
tidak langsung dalam proses penyelesaian penelitian ini, yang tidak dapat
disebutkan satu-persatu.
Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu
pengetahuan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ciputat, September 2011
Penulis
vi
ABSTRAK
Hilya Haniek. Program Studi Pendidikan Dokter. Hubungan Pengetahuan
dan Sikap terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Ibu Rumah
Tangga di Kecamatan Lubuk Sikaping Tahun 2011.
Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan untuk mendukung upaya peningkatan
perilaku sehat ditetapkan dalam Visi Nasional Promosi Kesehatan sesuai
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1193/MENKES/SK/X/2004 yaitu “Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat 2010” (PHBS 2010). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku hidup bersih
dan sehat pada ibu rumah tangga di Kecamatan Lubuk Sikaping tahun 2011.
Metode penelitian bersifat studi cross sectional. Sampel adalah ibu rumah tangga
yang dipilih berdasarkan metode cluster random sampling. Pengumpulan data
dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
responden yang berpengetahuan baik sebanyak 17,6%, cukup sebanyak 70,6%,
dan kurang sebanyak 11,8%; bersikap baik sebanyak 8,8%, cukup sebanyak
77,5%, dan kurang sebanyak 13,7%; berperilaku baik sebanyak 12,7%, cukup
sebanyak 76,5%, dan kurang sebanyak 10,8%. Hasil uji statistik (uji chi square)
menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan
sikap responden serta antara sikap dan perilaku responden.
Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perilaku hidup bersih dan sehat, ibu
ABSTRACT
Hilya Haniek. Medical Education Study Program. Relation between Knowledge
and Attitude with Healthy and Hygienic Behavior of Housewife at Kecamatan
Lubuk Sikaping in 2011.
A National Health Promotion Policy to support developing of healthy lifestyle
attempt, has already stated on National Vision of Health Promotion according to
Minister of Health Decree No. 1193/MENKES/SK/X/2004 regarding “Healthy
and Hygienic Behavior 2010” (PHBS 2010). The research objective was to
discover relation between knowledge and attitude with healthy and hygienic
behavior of housewife at Kecamatan Lubuk Sikaping in 2011. The research
method was cross sectional study with housewife as a sample who was chosen
according to cluster random sampling method. Data collected by a questionnaire
filled by respondent. The result find that 17,6% respondents have good
knowledge, 70,6% respondents have moderate knowledge, and 11,8% respondents
have poor knowledge; 8,8% respondents have good attitude, 77,5% respondents
have moderate attitude, and 13,7% respondents have poor attitude; 12,7%
respondents have good behavior, 76,5% respondents have moderate behavior,
and 10,8% respondents have poor behavior. Chi square test result did not show
significant relation between knowledge and attitude; and between attitude and
behavior.
Keywords: knowledge, attitude, healthy and hygienic behavior, housewife
vii
DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL................................................................................................. . i
LEMBAR PERNYATAAN................................................................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................................iii
LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................. iv
KATA PENGANTAR............................................................................................ v
ABSTRAK............................................................................................................ vii
DAFTAR ISI....................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL................................................................................................. x
DAFTAR BAGAN............................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................... xii
BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penelitian…............................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian................................................................................. 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA............................................................................ 4
2.1 Landasan Teori.......................................................................................4
2.1.1 Sehat........................................................................................4
2.1.2 Indonesia Sehat 2010............................................................ . 8
2.1.3 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.................................. ....... 11
2.1.4 Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku.................................. ...... 13
2.2 Kerangka Konsep..................................................................... ........... 15
2.3 Definisi Operasional.............................................................................16
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.......................................................... .. 17
3.1 Desain Penelitian................................................................................. 17
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................. 17
3.3 Populasi dan Sampel ........................................................................... 17
3.3.1 Populasi Penelitian ............................................................... 17
3.3.2 Sampel Penelitian................................................................. 17
3.3.3 Kriteria Sampel .................................................................... 18
3.4 Cara Kerja Penelitian .......................................................................... 19
3.5 Managemen Data ................................................................................ 19
3.5.1 Metode Pengumpulan Data ................................................... 19
3.5.2 Pengolahan, Analisis, dan Penyajian Data ............................ 20
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................... 21
4.1 Gambaran Umum Penelitian ............................................................... 21
4.2 Keterbatasan Penelitian… ................................................................... 21
4.3 Analisa Univariat ................................................................................ 22
4.3.1 Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan................. 22
4.3.2 Distribusi Responden Berdasarkan Sikap ............................ 25
4.3.3 Distribusi Responden Berdasarkan Perilaku ........................ 27
4.4 Analisa Bivariat .................................................................................. 28
4.4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan
antara Pengetahuan dengan Sikap ................................................ 28
viii
4.4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan
antara Sikap dengan Perilaku ........................................................ 29
BAB V SIMPULAN DAN SARAN .................................................................... 31
5.1 Simpulan ............................................................................................. 31
5.2 Saran ................................................................................................... 31
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 32
LAMPIRAN ......................................................................................................... 34
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Tabel 4.1
Tabel 4.2
Tabel 4.3
Tabel 4.4
Tabel 4.5
Tabel 4.6
Tabel 4.7
Tabel 4.8
Definisi Operasional.............................................................. 16
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden terhadap
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.......................................... 22
Gambaran Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat...................................................................................... 23
Distribusi Frekuensi Sikap Responden terhadap Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat……..…………………….............. 25
Gambaran Sikap tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat……..……………………............................................ 26
Distribusi Frekuensi Perilaku Responden terhadap Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat……..…………………….............. 27
Gambaran Perilaku tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat……..……………………............................................ 27
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan
antara Pengetahuan dengan Sikap......................................... 28
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan
antara Sikap dengan Perilaku….....………..……….............. 29
x
DAFTAR BAGAN
Bagan 2.1.
Bagan 3.1.
Kerangka Konsep Penelitian................................................. 15
Cara Kerja Penelitian............................................................. 19
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Daftar Riwayat Hidup........................................................... 34
Kuesioner............................................................................... 35
Hasil Uji Statistik.................................................................. 41
xii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Sehat merupakan hak asasi manusia dan merupakan intervensi untuk
kehidupan yang produktif. Sehat juga merupakan prasyarat agar hidup kita
menjadi berarti, sejahtera, dan bahagia. Untuk mewujudkan hal tersebut seseorang
wajib menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatan secara terus-menerus. 1
Kebijakan Indonesia Sehat 2010 menetapkan tiga pilar utama yaitu
lingkungan sehat, perilaku sehat dan pelayanan kesehatan bermutu adil dan
merata. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan untuk mendukung upaya
peningkatan perilaku sehat ditetapkan dalam Visi Nasional Promosi Kesehatan
sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. No. 1193/MENKES /SK/X/2004 yaitu
“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010” (PHBS 2010). 2
PHBS dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pada lingkungan
sekitar, seperti lingkungan rumah tangga, sekolah, dan tempat kerja. PHBS pada
tatanan rumah tangga merupakan bentuk perwujudan paradigma sehat dalam
budaya hidup perorangan dan keluarga, yang bertujuan untuk meningkatkan,
memelihara dan melindungi kesehatannya.
Keluarga merupakan unit terkecil dari suatu bangsa. Di dalam keluarga
terjadi interaksi dan komunikasi antara anggota keluarga yang menjadi awal
penting dari suatu proses pendidikan. Ditanamkannya PHBS sejak dini dalam
keluarga dapat menciptakan keluarga yang sehat. Keluarga yang sehat akan
membentuk masyarakat, desa dan kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi dan
bangsa yang sehat. Bangsa yang sehat memiliki derajat kesehatan yang tinggi,
sehingga meningkatkan produktivitas bangsa tersebut. 3
Dalam rumah tangga ibu mempunyai peran yang sangat besar dalam
memberi contoh, teladan, pendidikan di suatu keluarga daripada ayah.
4
Ibu juga
lebih mendominasi dalam hal pengaturan menu makanan dan menjaga kebersihan
rumah, termasuk di dalam memberikan pendidikan kesehatan di keluarga, seperti
menanamkan PHBS. 5
1
2
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan penduduk
yang telah memenuhi kriteria PHBS baik hanya sebesar 38,7% dengan pencapaian
PHBS rendah berturut-turut adalah di Papua (24,4%), Nusa Tenggara Timur
(26,8%), Gorontalo (27,8%), Riau (28,1%) dan Sumatera Barat (28,2%).
. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman menunjukkan hanya angka
pemberian ASI eksklusif, pemanfaatan air bersih, dan pemanfaatan jamban yang
dapat mencapai target yang diinginkan serta hanya 40,48% rumah tangga yang
berperilaku hidup bersih dan sehat di Kabupaten Pasaman.
Oleh karena itu, PHBS dalam rumah tangga perlu dibiasakan, karena
rumah tangga merupakan suatu bagian masyarakat terkecil di mana perubahan
perilaku dapat membawa dampak besar dalam kehidupan dan tingkat kesehatan
anggota keluarga di dalamnya. Rumah tangga sehat juga merupakan suatu aset
dan modal utama pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan
dan dilindungi kesehatannya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut di atas dapat
dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
Bagaimana hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku bersih dan
sehat pada ibu rumah tangga di Kecamatan Lubuk Sikaping tahun 2011?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku
bersih dan sehat pada ibu rumah tangga di Kecamatan Lubuk Sikaping sehingga
dapat meningkatkan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya gambaran pengetahuan ibu rumah tangga mengenai
perilaku hidup bersih dan sehat di Kecamatan Lubuk Sikaping tahun
2011.
3
b. Diketahuinya gambaran sikap ibu rumah tangga mengenai perilaku
hidup bersih dan sehat di Kecamatan Lubuk Sikaping tahun 2011.
c. Diketahuinya gambaran perilaku ibu rumah tangga mengenai perilaku
hidup bersih dan sehat di Kecamatan Lubuk Sikaping tahun 2011.
d. Diketahuinya hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku
hidup bersih dan sehat ibu rumah tangga di Kecamatan Lubuk
Sikaping tahun 2011.
1.4 Manfaat Penelitian
a. Meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama ibu, mengenai
perilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat memperbaiki sikap dan
perilaku ibu dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
b. Sebagai bahan masukan untuk intervensi atau penyuluhan bagi ibu-ibu
oleh pemberi layanan kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan
sehat.
c. Meningkatkan status kesehatan masyarakat.
4
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Sehat
2.1.1.1 Definisi Sehat
Menurut Undang-Undang No. 23/1992, kesehatan adalah suatu keadaan
sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dalam pengertian ini
maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsurunsur fisik, mental dan sosial. Kesehatan jiwa juga merupakan bagian yang
terintegrasi ke dalam kesehatan.
Menurut WHO, sehat dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang
sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari
penyakit atau kelemahan.
Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat
meningkatkan konsep sehat yang positif, yaitu: memperhatikan individu sebagai
sebuah sistem yang menyeluruh, memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal, dan penghargaan terhadap pentingnya peran
individu dalam hidup.
Sehat merupakan suatu penyesuaian dan proses. Proses disini adalah
adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi juga terhadap
lingkungan sosialnya.
Menurut Pender, sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh
melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (aktualisasi). Perilaku
yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesuaian
diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. 6
Menurut Paune, sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber
perawatan diri (self care resources) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri
(self care actions) secara adekuat. Self care resources mencakup pengetahuan,
4
5
keterampilan, dan sikap. Sedangkan self care actions adalah perilaku yang sesuai
dengan tujuan yang diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan, dan
meningkatkan fungsi psikososial dan spiritual. Sehat menurut model Neuman
adalah suatu keseimbangan biopsiko–sosio–cultural dan spiritual pada tiga garis
pertahanan yaitu fleksibel, normal dan resisten. 6
Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural, sosial dan pengertian
profesional yang beragam. Dulu dari sudut pandangan kedokteran, sehat sangat
erat kaitannya dengan kesakitan dan penyakit. Dalam kenyataannya tidaklah
sesederhana itu, sehat harus dilihat dari berbagai aspek. WHO melihat sehat dari
berbagai aspek.
7
WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan
sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang. Oleh para
ahli kesehatan, antropologi kesehatan sehat dipandang sebagai disiplin biobudaya
yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah
laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang
sejarah kehidupan manusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Penyakit
sendiri ditentukan oleh budaya: hal ini karena penyakit merupakan pengakuan
sosial bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar.
2.1.1.2 Paradigma Sehat
Paradigma sehat adalah cara pandang atau pola pikir pembangunan
kesehatan yang bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah yang
dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu
wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan
terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk
yang sakit. 8
Secara makro berarti bahwa pembangunan semua sektor harus
memperhatikan
dampaknya
di
bidang
kesehatan,
minimal
memberikan
sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan perilaku sehat. 9
Secara mikro berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan
pada upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan
rehabilitatif. 9
6
Paradigma sehat dengan sebutan: “Gerakan Pembangunan yang
Berwawasan Kesehatan” dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal: 1 Maret
1999. Hal ini dilatarbelakangi bahwa sehat adalah hak asasi manusia: sehat
merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia, yang perlu
dipertahankan dan dipelihara. Selain itu, sehat merupakan investasi. Untuk
kehidupan yang produktif, sehat bukannya sesuatu yang konsumtif, tetapi
merupakan prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan bahagia.
Sehat juga merupakan salah satu dari tiga faktor utama kualitas sumber
daya manusia, disamping pendidikan dan pendapatan. Sehat merupakan karunia
Tuhan yang patut disyukuri. Bersyukur dengan perbuatan berarti berupaya
memelihara dan meningkatkan kesehatan, yang dianggap lebih efektif daripada
mengobati.
Derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku,
pelayanan kesehatan dan keturunan. Faktor lingkungan dan perilaku mempunyai
kontribusi sangat besar terhadap kualitas derajat kesehatan.
2.1.1.3 Indikator Sehat
Infant Mortality Rate (IMR), Crude Death Rate (CDR), Life expectancy
masih cocok disebut sebagai indikator kesehatan penduduk. Untuk dapat menilai
berapa banyak penduduk yang sehat tidak mungkin digunakan angka kematian
dan angka kesakitan penduduk. Untuk dapat mengukur status kesehatan penduduk
yang tepat perlu digunakan indikator positif (sehat), dan bukan hanya indikator
negatif (sakit, mati) yang dewasa ini masih dipakai.
WHO menyarankan indikator kesehatan penduduk harus mengacu pada
kesehatan positif dan konsep holistik yang terdiri dari 6 hal yaitu :
a. Melihat ada tidaknya kelainan patofisiologis pada seseorang
b. Mengukur kemampuan fisik seseorang
c. Penilaian atas kesehatan sendiri
d. Indeks masa tubuh
e. Kesehatan mental
f. Kesehatan spiritual
7
2.1.1.4 Indikator Perilaku Sehat Skala Nasional
Sebagai indikator perilaku sehat skala nasional, Pusat Promosi
Kesehatan bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
serta Badan Pusat Statistik berupaya untuk memasukkan 3 indikator; yaitu tidak
merokok, pola makan yang baik, dan melakukan aktivitas fisik; ke dalam daftar
pertanyaan Survei Sosial Ekonomi Nasional Pokok (setiap tahun) dan Sasaran
(setiap 3 tahun). 10
Indikator perilaku sehat lainnya dapat diperoleh dari survei Demografi
dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Survei Kehidupan Rumah Tangga Indonesia
(SAKERTI), dan survei lain yang bersifat regional seperti Studi Evaluasi Manfaat
(SEM) dan survei-survei yang bersifat lokal yang dilakukan oleh berbagai pihak
sesuai kebutuhan daerah. 10
Data UNDP tahun 2001 mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia
(Human Development Indexs) di Indonesia masih menempati urutan ke 102 dari
162 negara. Tingkat pendidikan, pendapatan serta kesehatan penduduk Indonesia
belum memuaskan. 10
Peranan keberhasilan pembangunan kesehatan sangat menentukan
tercapainya tujuan pembangunan nasional, karena pendidik yang sehat akan
menunjang keberhasilan program pendidikan dan juga akan mendorong
peningkatan produktivitas dan pendapatan penduduk. 10
Visi Indonesia Sehat 2010 yang telah ditetapkan sebagai gambaran
prediksi atau harapan tentang keadaan masyarakat pada tahun 2010, haruslah
dapat mewujudkan dan dilaksanakan secara bertaat azas dan berkesinambungan.
Untuk itu rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 telah
disusun dan selanjutnya akan digunakan sebagai acuan program kesehatan dalam
mengembangkan rencana strategis untuk mencapai indikator keberhasilan
pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan. 10
Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup sehat yang
didefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman
penyakit, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. 10
8
Saat ini pembangunan bidang kesehatan di Indonesia mempunyai beban
ganda, dimana penyakit infeksi dan menular masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat, sementara itu telah terjadi peningkatan penyakit tidak menular seperti
jantung, stroke, kanker, diabetes melitus yang semuanya erat kaitannya dengan
gaya hidup seperti kebiasaan makan yang buruk, kurang aktivitas fisik dan
merokok. 10
Hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT) tahun 1995
menunjukan bahwa 83 per 1000 penduduk menderita hipertensi, 3 per 1000
penduduk mengalami penyakit jantung iskemik dan strok, 1,2% penduduk
mengalami diabetes, 6,8% mengalami kelebihan berat badan dan 1,1% mengalami
obesitas. Penyakit kanker merupakan 6% penyebab kematian di Indonesia.
Penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian telah meningkat dari urutan
ke-11 (SKRT 1972) menjadi urutan ke-3 (SKRT 1986) dan menjadi penyebab
kematian utama (SKRT 1992 dan 1995). WHO memperkirakan penyakit tidak
menular telah menyebabkan sekitar 60% kematian dan 43% seluruh kesakitan
didunia. Penyakit-penyakit akibat gaya hidup tersebut dapat dicegah dengan
meniadakan faktor resiko dan merubah perilaku dengan cara antara lain tidak
merokok, meningkatkan aktivitas fisik dan olah raga, serta menjaga pola makan.
10
2.1.2 Indonesia Sehat 2010
Indonesia Sehat adalah suatu kondisi yang merupakan gambaran
masyarakat Indonesia di masa depan, yakni masyarakat, bangsa, dan negara yang
ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan yang sehat dan berperilaku
hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggitingginya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam Indonesia Sehat 2010, lingkungan yang diharapkan adalah yang
kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat, yaitu lingkungan yang bebas dari
polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan
pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta
9
terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan
memelihara nilai-nilai budaya bangsa. 11
Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang
bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko
terjadinya penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
Selanjutnya kemampuan masyarakat yang diharapkan pada masa depan adalah
yang mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya
hambatan, baik yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Pelayanan
kesehatan bermutu yang dimaksud di sini adalah pelayanan kesehatan yang
memuaskan pemakai jasa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai dengan
standar dan etika pelayanan profesi. Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan
dan perilaku hidup sehat serta meningkatnya kemampuan masyarakat tersebut di
atas, derajat kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat dapat ditingkatkan
secara optimal. 11
Dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 574/Menkes/SK/IV/2000 ditetapkan Visi dan Misi serta Strategi baru
Pembangunan Kesehatan. Visi baru, yaitu Indonesia Sehat 2010, akan dicapai
melalui berbagai program pembangunan kesehatan yang telah tercantum dalam
Undang-Undang Nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional
(Propenas). 11
Visi Pembanguan Kesehatan: “Indonesia Sehat 2010” adalah gambaran
masyarakat Indonesia dimasa depan yang penduduknya hidup dalam lingkungan
dan perilaku sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil
dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi tingginya.
a. Sehat meliputi kesehatan jasmani, rohani, serta sosial dan bukan
hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan
b. Lingkungan
sehat
adalah
lingkungan
yang
konduksif
bagi
terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas polusi,
tersedianya
air
bersih,
sanitasi
lingkungan
yang
memadai,
perumahan dan pemukimam yang sehat, perencanaan kawasan
berwawasan kesehatan,
menolong
kehidupan masyarakat
saling tolong
10
c. Perilaku sehat adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit,
melindungi diri dari ancaman penyaki, berperan aktif dalam gerakan
kesehatan masyarakat
Guna mempertegas rumusan Visi Indonesia Sehat 2010 itu, telah
ditetapkan indikator-indikatornya secara lebih terperinci. Di samping itu, telah
ditetapkan pula target yang ingin dicapai di tahun 2010, untuk setiap indikator
tersebut. 11
Indikator Indonesia Sehat 2010: 11
a. Indikator derajat kesehatan yang merupakan hasil akhir, yang terdiri
atas indikator-indikator mortalitas, indikator-indikator morbiditas, dan
indicator-indikator status gizi
b. Indikator hasil antara yang terdiri atas indikator-indikator keadaan
lingkungan, indikator-indikator perilaku hidup masyarakat, serta
indikator-indikator akses dan mutu pelayanan kesehatan
c. Indikator proses dan masukan yang terdiri atas indikator-indikator
pelayanan kesehatan, indikator-indikator sumber daya kesehatan,
indikator-indikator menejemen kesehatan, dan indikator-indikator
kontribusi sektor-sektor terkait.
Dalam mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2010 tela ditetapkan Misi
Pembangunan Kesehatan, 11 yaitu:
1. Menggerakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3. Meningkatkan pelayanan kesehatan bermutu, merata, terjangkau
4. Meningkatkan
kesehatan
individu,
keluarga,
masyarakat
dan
lingkungan
Untuk melaksanakan Misi Pembangunan Kesehatan diperlukan promosi
kesehatan yang berorientasi pada proses pemberdayaan masyarakat untuk
berperilaku hidup bersih dan sehat.
Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan
nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk
11
hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal.
2.1.3 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi, serta
adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit, maka masalah penyakit
akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan
sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Perbaikannya tidak hanya
dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan, perbaikan pada lingkungan dan
merekayasa kependudukan atau faktor keturunan, tetapi perlu memperhatikan
faktor perilaku yang secara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat
kesehatan.
Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar,
maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat
menjadi sehat. Salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS).
Program PHBS telah diluncurkan sejak tahun 1996 oleh Pusat
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, yang sekarang bernama Pusat Promosi
Kesehatan. Sebagai daerah model/laboratoriumnya adalah Kabupaten Bekasi dan
Kabupaten Tangerang, Provinsi Jawa Barat.
2.1.3.1 Defenisi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
1. Perilaku Sehat
Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk
memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari
ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. 9
2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
PHBS adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan
mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program prioritas yaitu KIA,
Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat / Asuransi Kesehatan /
JPKM. 9
12
3. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program PHBS dalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau
menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat,
dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan
edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui
pendekatan pimpinan, binasuasana dan pemberdayaan masyarakat. Dengan
demikian, masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri dan
dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara, dan
meningkatkan kesehatannya. 9
PHBS pada tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan
anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko terjadinya penyakit
dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan
kesehatan di masyarakat. PHBS tatanan institusi pendidikan adalah upaya
pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan
sehat di tatanan institusi pendidikan. PHBS tatanan tempat umum adalah upaya
pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan
sehat di tatanan tempat umum. PHBS tatanan pelayanan kesehatan adalah upaya
pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan
sehat di tatanan pelayanan kesehatan. PHBS tatanan tempat kerja adalah upaya
pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan
sehat di tatanan tempat kerja.
2.1.3.2 Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 13
a. Anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
b. Anak tumbuh sehat dan cerdas
c. Produktivitas anggota keluarga meningkat
d. Pengeluaran biaya dapat di alokasikan untuk pemenuhan gizi
keluarga,
pendapatan
pendidikan
dan
modal
usaha
untuk
peningkatan
13
2.1.3.3 Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indikator
lingkungan. Adapun indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada
tatanan rumah tangga, 12 adalah:
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
b. Memberi bayi ASI eksklusif
c. Menimbang balita setiap bulan
d. Menggunakan air bersih
e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
f. Menggunakan jamban sehat
g. Memberantas jentik nyamuk di rumah sekali seminggu
h. Makan buah dan sayur setiap hari
i. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
j. Tidak merokok di rumah
2.1.4 Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku
2.1.4.1 Pengetahuan
Pengetahuan
adalah
pengenalan,
kesadaran,
dan
pemahaman.
Pengetahuan dapat juga berarti segala sesuatu yang telah diamati dan dimengerti
oleh pikiran; ilmu pengetahuan; pengertian. 14
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang
melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui
pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian
besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. 14
Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat
pengetahuan atau kesadaran terhadap kesehatan, sebagai berikut: 15
a.
Pengetahuan tentang sakit dan penyakit yang meliputi penyebab
penyakit, gejala atau tanda-tanda penyakit, bagaimana cara
pengobatan, bagaimana cara penularan, dan bagaimana cara
pencegahan.
14
b.
Pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan cara hidup
sehat yang meliputi pengetahuan tentang jenis-jenis makanan
bergizi, manfaat makanan bergizi, pentingnya olahraga, pentingnya
istirahat cukup, penyakit-penyakit atau bahaya merokok, narkoba,
dan sebagainya.
c.
Pengetahuan tentang kesehatan lingkungan berupa pengetahuan
mengenai manfaat air bersih, cara-cara pembuangan limbang yang
sehat, akibat polusi bagi kesehatan, dan manfaat pencahayaan.
2.1.4.2 Sikap
Sikap adalah tanggapan atau reaksi responden berdasarkan pendirian,
pendapatan, dan keyakinan individu tersebut.
14
Indikator sikap kesehatan sejalan
dengan pengetahuan kesehatan, antara lain: 15
a.
Sikap terhadap sakit dan penyakit adalah bagaimana penilaian atau
pendapat seseorang terhadap gejala atau tanda-tanda penyakit,
penyebab penyakit, cara penularan penyakit, dan sebagainya.
b.
Sikap cara pemeliharaan dan cara hidup sehat adalah penilaian atau
pendapat seseorang terhadap cara-cara memelihara dan cara-cara
(berperilaku) hidup sehat.
c.
Sikap terhadap kesehatan lingkungan adalah pendapat atau
penilaian seseorang terhadap lingkungan dan pengaruhnya
terhadap kesehatan.
2.1.4.3 Perilaku
Perilaku adalah tanggapan atau reaksi inividu yang terwujud dalam
gerakan (sikap), tidak hanya badan atau ucapan. Sedangkan batasan-batasan
perilaku menurut Chaplin adalah: respon (reaksi, tanggapan, jawaban, dan
balasan) yang dilakukan suatu organism, secara khusus merupakan bagian dari
kesatuan pola reaksi suatu perbuatan atau aktivitas, suatu gerak atau kompleks
gerak-gerik. 14
15
Indikator perilaku terhadap kesehatan antara lain: 15
a.
Tindakan (praktek) sehubungan dengan penyakit yang mencakup,
antara lain: 1) pencegahan penyakit, mengimunisasi anak,
menguras
bak
seminggu
sekali,
dan
sebagainya
dan
2)
penyembuhan penyakit, minum obat sesuai petunjuk dokter,
melakukan anjuran dokter, dan sebagainya.
b.
Tindakan (praktek) pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang
mencakup, antara lain: mengkonsumsi makanan dengan gizi
seimbang, olahraga secara teratur, tidak merokok, dan sebagainya.
c.
Tindakan (praktek) kesehatan lingkungan yang mencakup, antara
lain: buang air besar di jamban, membuang sampah pada
tempatnya, dan sebagainya.
2.2 Kerangka Konsep
Variabel
Independen
Variabel
Dependen
Pengetahuan
responden mengenai
PHBS
Sikap responden
mengenai PHBS
Perilaku responden
mengenai PHBS
Bagan 2.1 Kerangka Konsep Penelitian
16
2.3 Defenisi Operasional
Tabel 2.1 Defenisi Operasional
Alat Ukur
& Cara
Ukur
Variabel
Defenisi
Pengetahuan
tentang PHBS
Rumah Tangga
Segala
sesuatu
yang
diketahui oleh responden
tentang perilaku hidup
bersih dan sehat, seperti:
a.Persalinan ditolong oleh
tenaga kesehatan
b.Memberi bayi ASI
eksklusif
c.Menimbang balita setiap
bulan
d.Menggunakan air bersih
e.Mencuci tangan dengan
air bersih dan sabun
f.Menggunakan jamban
sehat
g.Memberantas
jentik
nyamuk di rumah sekali
seminggu
h.Makan buah dan sayur
setiap hari
i.Melakukan
aktivitas
fisik setiap hari
j.Tidak merokok di rumah
Tanggapan
responden
mengenai perilaku hidup
bersih dan sehat dengan
pilihan:
a.Setuju
b.Ragu-ragu
c.Tidak setuju
Kuesioner
1.Pengetahuan baik;
bila skor > mean +
standar deviasi
2.Pengetahuan cukup;
bila skor > mean –
standar deviasi dan <
mean
+
standar
deviasi
3.Pengetahuan
kurang; bila skor <
mean
–
standar
deviasi
Ordinal
Kuesioner
Ordinal
Segala
tindakan
responden
terhadap
perilaku hidup bersih dan
sehat dengan pilihan:
1.Selalu
2.Kadang-kadang
3.Tidak pernah
Kuesioner
1.Sikap baik; bila
skor > mean +
standar deviasi
2.Sikap cukup; bila
skor > mean –
standar deviasi dan <
mean
+
standar
deviasi
3.Sikap kurang; bila
skor < mean –
standar deviasi
1.Perilaku baik; bila
skor > mean +
standar deviasi
2.Perilaku cukup; bila
skor > mean –
standar deviasi dan <
mean
+
standar
deviasi
3.Perilaku
kurang;
bila skor < mean –
standar deviasi
Sikap terhadap
PHBS Rumah
Tangga
Perilaku
terhadap
PHBS Rumah
Tangga
Kategori
Skala
Ordinal
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan rancangan
cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan
dan sikap dengan perilaku bersih dan sehat pada ibu rumah tangga di Kecamatan
Lubuk Sikaping tahun 2011.
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini bertempat di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten
Pasaman, Sumatera Barat dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 - September
2011.
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
3.3.1 Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah seluruh ibu rumah tangga di Kecamatan
Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Sedangkan sampel adalah
ibu rumah tangga yang dapat mewakili populasi.
3.3.2 Sampel Penelitian
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random
sampling. Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini digunakan
rumus sebagai berikut:
N1 = N2 =
( Zα √
+ Zβ √
)2
( P1-P2 )2
Dari kasus diketahui bahwa :
Kesalahan tipe I ditetapkan sebesar 5%, hipotesis dua arah sehingga
Zα = 1,96
Kesalahan tipe II ditetapkan sebesar 20%, maka Zβ = 0,84
1
17
18
P1-P2 = peneliti menetapkan nilai P1-P2 sebesar 0,2
P2 = 0,3
Dengan demikian,
P1 – P2 = 0,2
P1= 0,2 + P2 = 0,5
Q2 = 1-P2=0,7
Q1 = 1-P1=0,5
P=(P1+P2)/2 = 0,8/2=0,4
Q=(Q1+Q2)/2 = 1,2/2=0,6
Dengan memasukkan nilai-nilai di atas pada rumus, diperoleh :
N1 = N2 =
N1 = N2 =
( Zα √
+ Zβ √
)2
( P1-P2 )2
+ 0,84 √
( (1,96 √
)2
( 0,5-0,3 )2
2
N1 = N2 = (((1,96x0,69) + (0,84x0,68))
(0,2)2
N1 = N2 =
(1,35+0,57 )2
(0,2)2
N1=N2 = 92,25
Hasil ditambahkan dengan 10% dari jumlah sampel. Dengan demikian
disimpulkan besar sampel 102.
3.3.3 Kriteria Sampel
Kriteria sampel:
a. Kriteria inklusi: ibu di Kecamatan Lubuk Sikaping yang telah
menikah dan memiliki anak serta bersedia menjadi responden.
b. Kriteria eksklusi: ibu di Kecamatan Lubuk Sikaping yang sudah
menikah namun belum memiliki anak, bercerai dan tidak memiliki
19
anak, menolak menjadi responden, dan tidak dapat ditemui dalam
maksimal satu kali pertemuan.
3.4 Cara Kerja Penelitian
Bagan 3.1 Cara Kerja Penelitian
3.5 Managemen Data
3.5.1 Metode Pengumpulan Data
3.5.1.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengisian kuesioner oleh responden
yang dilakukan secara langsung oleh peneliti terhadap sampel penelitian.
20
3.5.1.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data jumlah penduduk yang didapatkan dari
pemerintah Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
3.5.2 Pengolahan, Analisis dan Penyajian Data
Semua data dicatat dalam status penelitian, dikumpulkan dan kemudian
diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.
Langkah awal dimulai
dengan editing, coding, data entry, dan dilanjutkan dengan tabulasi. Untuk
mengetahui gambaran distribusi frekuensi dan hubungan tiap variabel yang
diteliti, yaitu variabel dependen dan independen, akan digunakan analisis
univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian disajikan dalam
bentuk tekstular dan tabular.
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Penelitian
Penelitian dilakukan di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman,
Sumatera Barat. Kecamatan Lubuk Sikaping memiliki luas wilayah 346,50 km2
yang terdiri dari 6 nagari, yaitu: Nagari Tanjung Beringin, Jambak, Durian Tinggi,
Pauh, Air Manggis, dan Sundatar. Jumlah Penduduk Kecamatan Lubuk Sikaping
menurut Proyeksi Penduduk tahun 2009 adalah 45.726 orang. 16
Besar sampel yang dikumpulkan dalam kurun waktu penelitian adalah 102
sampel dengan karakteristik pendidikan terakhir sebagian besar responden adalah
lulusan SMA dan SLTP; dan karakteristik pekerjaan sebagian besar responden
adalah pegawai negeri sipil.
4.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian
ini
mempunyai
keterbatasan-keterbatasan
yang
dapat
mempengaruhi hasil penelitian. Keterbatasan-keterbatasan tersebut, yaitu:
a. Peneliti tidak dapat mengobservasi secara langsung sikap dan perilaku
responden terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga.
Dengan demikian, penelitian ini hanya mengkaji secara subjektif
kemudian dibandingkan dengan teori yang ada.
b. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui
penyebaran kuesioner saja sehingga sulit untuk mengetahui kebenaran dari
jawabannya
c. Instrument penelitian berupa kuesioner yang berisi pertanyaan untuk
menilai pengetahuan, sikap, dan perilaku yang sudah disediakan alternatif
jawabannya,
sehingga
memungkinkan
mengemukakan jawaban dengan bebas.
1
21
responden
tidak
dapat
22
4.3 Analisis Univariat
Setelah dilakukan analisa univariat diperoleh gambaran sebagai berikut:
4.3.1 Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan
Pengetahuan responden terhadap PHBS dinilai berdasarkan jawaban
responden terhadap 12 pertanyaan dalam kuesioner. Pertanyaan mencakup
pengetahuan responden mengenai indikator PHBS di rumah tangga dan hal-hal
yang berhubungan dengan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penilaian
pengetahuan responden tersebut dikategorikan menjadi pengetahuan baik, cukup,
dan kurang. Berdasarkan hal tersebut, maka didapatkan hasil pada tabel 4.1 di
bawah ini:
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden terhadap Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat
Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan baik
Pengetahuan cukup
Pengetahuan kurang
Jumlah
Frekuensi
18
72
12
102
Persentase
17,6
70,6
11,8
100,0
Berdasarkan tabel di atas, hanya 17,6% responden yang memiliki
pengetahuan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak responden
yang belum mendapatkan pengetahuan yang cukup mengenai perilaku hidup
bersih dan sehat. Besar kemungkinan bahwa responden belum menerapkan
perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari karena sebelum
seseorang mengadopsi perilaku (berperilaku baru), ia harus tahu terlebih dahulu
manfaat dari perilaku tersebut bagi dirinya atau keluarganya.
17
Sejalan dengan
penelitian Ramdaniati pada tahun 2008 di RW 04 Kelurahan Manggarai, yang
menyebutkan bahwa proses pembentukan hidup bersih dan sehat membutuhkan
pengetahuan yang tinggi dan sikap yang positif serta sarana dan prasarana yang
memadai. 18
Menurut penelitian Rogers, pengetahuan merupakan domain yang sangat
penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Karena dari pengalaman dan
penelitian, ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih bertahan
23
lama daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
5
Hasil penelitian
Iswati pada tahun 1987 di Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung mengemukakan
bahwa semakin tinggi nilai pengetahuan ibu tentang penimbangan dan gizi, maka
semakin tinggi persentase ibu-ibu yang menimbang anaknya ke Posyandu.
Gambaran pengetahuan responden tentang perilaku hidup bersih dan sehat
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.2 Gambaran Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Pengetahuan
1. Penolong persalinan tanpa penyulit
a. Dokter umum
b. Dokter spesialis kandungan
c. Bidan
d. Dukun beranak
e. Tidak tahu
2. Usia pemberian makanan pendamping ASI pada bayi
a. 1 bulan
b. 4 bulan
c. 6 bulan
d. 8 bulan
e. Tidak tahu
3. Batas usia pemberian ASI tetap dilanjutkan
a. 6 bulan
b. 1 tahun
c. 2 tahun
d. 3 tahun
e. Tidak tahu
4. Waktu untuk menimbang balita
a. 1 bulan sekali
b. 2 bulan sekali
c. 3 bulan sekali
d. 6 bulan sekali
e. Tidak tahu
5. Syarat-syarat air bersih
a. Tidak berasa
b. Tidak berwarna
c. Tidak berasa dan tidak berwarna
d. Tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau
e. Tidak tahu
6. Hal yang dibutuhkan untuk mencuci tangan dengan baik
a. Air bersih
b. Air bersih mengalir
c. Air bersih mengalir dan sabun
d. Air sabun
e. Tidak tahu
7. Waktu-waktu wajib mencuci tangan
Memilih 0-1 jawaban benar
Memilih 2-3 jawaban benar
Memilih 4-5 jawaban benar
Persentase
0,0
9,8
87,3
2,0
1,0
2,0
16,7
75,5
5,9
0,0
5,9
2,9
88,2
2,9
0,0
96,1
1,0
1,0
2,0
0,0
2,0
0,0
10,8
87,3
0,0
5,9
1,0
92,2
1,0
0,0
2,9
33,3
63,7
24
Tabel 4.2 Gambaran Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(Sambungan)
Pengetahuan
8. Jarak sumber air dengan septic tank
a. Minimal 1 meter
b. Minimal 3 meter
c. Minimal 5 meter
d. Minimal 10 meter
e. Tidak tahu
9. Pengertian 3M plus
a. Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan
air, mengubur barang-barang bekas , & menghindari gigitan nyamuk
b. Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan
air, membuang barang-barang bekas, & membakar sampah
c. Menguras tempat penampungan air, membuang barang-barang bekas,
menghindari gigitan nyamuk, & memakai kelambu ketika tidur
d. Menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas,
memakai kelambu ketika tidur, & memakai obat nyamuk
e. Tidak tahu
10. Porsi konsumsi buah dan sayur setiap hari
a. Tidak perlu mengkonsumsi buah dan sayur
b. 1 porsi buah dan 1 porsi sayur
c. 3 porsi buah dan 2 porsi sayur
d. 1 porsi sayur saja
e. Tidak tahu
11. Lama waktu untuk melakukan aktivitas fisik setiap hari
a. 5 menit sehari
b. 10 menit sehari
c. 30 menit sehari
d. 30 menit seminggu
e. Tidak tahu
12. Tempat merokok bagi perokok
a. Di luar rumah
b. Di dalam kamar
c. Di dalam rumah
d. Dimana saja
e. Tidak tahu
Persentase
2,0
5,9
28,4
60,8
2,9
57,8
28,4
5,9
6,9
1,0
2,0
67,6
21,6
1,0
7,8
9,8
27,5
48,0
2,9
11,8
91,2
0,0
3,9
3,9
1,0
Dari tabel di atas, 87,3% responden memilih bidan sebagai penolong
persalinan tanpa penyulit, 75,5% responden memilih usia 6 bulan sebagai usia
pemberian makanan pendamping ASI pada bayi, 88,2% responden memilih usia 2
tahun sebagai batas usia pemberian ASI tetap dilanjutkan, 96,1% responden
memilih 1 bulan sekali sebagai waktu untuk menimbang balita, 87,3% responden
memilih tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau sebagai syarat-syarat air
bersih, 92,2% responden memilih air bersih mengalir dan sabun sebagai hal yang
dibutuhkan untuk mencuci tangan dengan baik, 63,7% responden memilih 4-5
jawaban benar (setelah buang air besar, sebelum berkebun, setelah memegang
uang, sebelum menyiapkan makanan, sebelum memegang hewan peliharaan,
25
sebelum memberi makanan anak, setelah bangun tidur, sebelum makan, sebelum
menceboki anak, tidak tau) sebagai waktu-waktu wajib mencuci tangan, 60,8%
responden memilih jarak minimal 10 meter sebagai jarak sumber air dengan septic
tank, 57,8% responden memilih menguras tempat penampungan air, menutup
tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, dan menghindari
gigitan nyamuk sebagai pengertian 3M plus, 67,6% responden memilih 1 porsi
buah dan 1 porsi sayur sebagai porsi konsumsi buah dan sayur setiap hari, 48%
responden memilih 30 menit sehari sebagai lama waktu untuk melakukan aktivitas
fisik, 91,2% responden memilih di luar rumah sebagai tempat merokok bagi
perokok.
4.3.2 Distribusi Responden Berdasarkan Sikap
Sikap responden terhadap PHBS dinilai berdasarkan jawaban responden
terhadap 12 pertanyaan dalam kuesioner yang terdiri dari pertanyaan positif dan
negatif, dengan 3 pilihan jawaban, yaitu: setuju, ragu-ragu, dan tidak setuju. Hasil
penilaian sikap responden tersebut dikategorikan menjadi sikap baik, cukup, dan
kurang. Berdasarkan hal tersebut, maka didapatkan hasil pada tabel 4.3 di bawah
ini:
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Sikap Responden terhadap Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat
Tingkat Sikap
Sikap baik
Sikap cukup
Sikap kurang
Jumlah
Frekuensi
9
79
14
102
Persentase
8,8
77,5
13,7
100,0
Dari tabel di atas, sebagian besar responden memiliki sikap yang cukup
mengenai PHBS di rumah tangga, proporsinya sebesar 77,5%. Responden yang
bersikap baik sebanyak 8,8% dan responden yang bersikap kurang sebanyak
13,7%.
26
Gambaran sikap responden tentang perilaku hidup bersih dan sehat dapat
dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.4 Gambaran Sikap tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Sikap
1. Persalinan dibantu dukun beranak
2. Memberikan makanan tambahan ketika bayi
berusia 4 bulan
3. Berat badan tidak naik selama 3 bulan
berturut-turut merupakan tanda balita gizi
kurang
4. Air hujan merupakan salah satu sumber air
bersih
5. Cuci tangan tidak menggunakan sabun
6. Tidak ada genangan air di lantai jamban
7. Memeriksa tempat perkembangbiakan
nyamuk secara berkala
8. Menggantung pakaian di dalam kamar
9. Ada sedikit lubang bekas dimakan ulat dan
tetap segar adalah ciri-ciri sayur dan buah yang
baik
10. Tidak melakukan olahraga dapat
mengganggu kesehatan
11. Anggota keluarga sebaiknya tidak merokok
12. Perokok pasif lebih beresiko terkena
penyakit daripada perokok aktif
Setuju
7,8
35,3
Persentase
Ragu-ragu
4,9
9,8
Tidak Setuju
87,3
54,9
80,4
12,7
6,9
31,4
37,3
31,4
6,9
75,5
83,3
4,9
5,9
2,9
88,2
18,6
13,7
19,6
35,3
9,8
12,7
70,6
52,0
81,4
12,7
5,9
97,1
2,0
1,0
63,7
13,7
22,5
Dari tabel di atas, 89% responden tidak setuju persalinan dibantu dukun
beranak, 54,9% responden tidak setuju memberikan makanan tambahan ketika
bayi berusia 4 bulan, 80,4% responden setuju berat badan tidak naik selama 3
bulan berturut-turut merupakan tanda balita gizi kurang, 37,3% responden raguragu air hujan merupakan salah satu sumber air bersih, 88,2% responden tidak
setuju cuci tangan tidak menggunakan sabun, 75,5% responden setuju tidak ada
genangan air di lantai jamban, 83,3% responden setuju memeriksa tempat
perkembangbiakan nyamuk secara berkala, 70,6% responden tidak setuju
menggantung pakaian di dalam kamar, 52% responden tidak setuju ada sedikit
lubang bekas dimakan ulat dan tetap segar adalah ciri-ciri sayur dan buah yang
baik, 81,4% responden setuju tidak melakukan olahraga dapat mengganggu
kesehatan, 97,1% responden setuju anggota keluarga sebaiknya tidak merokok,
63,7% responden setuju perokok pasif lebih beresiko terkena penyakit daripada
perokok aktif.
27
4.3.3 Distribusi Responden Berdasarkan Perilaku
Perilaku responden terhadap PHBS di rumah tangga dinilai berdasarkan
jawaban responden terhadap 14 pertanyaan dalam kuesioner yang terdiri dari
pertanyaan positif dan negatif, dengan 3 pilihan jawaban, yaitu: selalu, kadangkadang, dan tidak pernah. Hasil penilaian perilaku responden tersebut
dikategorikan menjadi perilaku baik, cukup, dan kurang. Berdasarkan hal tersebut,
maka didapatkan hasil pada tabel 4.5 di bawah ini:
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Perilaku Responden terhadap Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat
Tingkat Perilaku
Perilaku baik
Perilaku cukup
Perilaku kurang
Jumlah
Frekuensi
13
78
11
102
Persentase
12,7
76,5
10,8
100,0
Dari tabel di atas, sebagian besar responden memiliki perilaku yang cukup
mengenai PHBS di rumah tangga, proporsinya sebesar 76,5%. Responden yang
berperilaku baik sebanyak 12,7% dan responden yang berperilaku kurang
sebanyak 10,8%.
Gambaran perilaku responden tentang perilaku hidup bersih dan sehat
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.6 Gambaran Perilaku tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Perilaku
83,3
88,2
43,1
Persentase
Kadangkadang
10,8
10,8
17,6
Tidak
Pernah
5,9
1,0
39,2
91,2
98,0
55,9
86,3
76,5
7,8
2,0
42,2
12,7
23,5
1,0
0,0
2,0
1,0
0,0
15,7
51,0
32,4
42,2
66,7
47,1
61,8
41,2
17,6
2,0
5,9
16,7
54,9
85,3
40,2
12,7
4,9
2,0
Selalu
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Pemberian ASI ketika bayi berusia 0-6 bulan
3. Pemberian makanan tambahan ketika bayi berusia
0-6 bulan
4. Penimbangan balita di Posyandu sekali sebulan
5. Menggunakan air bersih sehari-hari
6. Mencuci tangan setelah memegang uang
7. Membersihkan jamban secara teratur
8. Menguras dan menyikat tempat penampungan air
sekali seminggu
9. Menggantung pakaian di dalam kamar
10. Mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari
11. Melakukan olahraga secara teratur
12. Melakukan pemanasan sebelum memulai
olahraga
13. Perokok aktif merokok di luar rumah
14. Mengingatkan anggota keluarga mengenai
bahaya rokok
28
Dari tabel di atas, 83,3% responden selalu ditolong oleh tenaga kesehatan
pada setiap persalinan, 88,2% responden selalu memberikan ASI ketika bayi
berusia 0-6 bulan, 43,1% responden selalu memberikan makanan tambahan ketika
bayi berusia 0-6 bulan, 91,2% responden selalu menimbang balita di Posyandu
sekali sebulan, 98% responden selalu menggunakan air bersih sehari-hari, 55,9%
responden selalu mencuci tangan setelah memegang uang, 86,3% responden
selalu membersihkan jamban secara teratur, 76,5% responden selalu menguras
dan menyikat tempat penampungan air sekali seminggu, 66,7% responden
kadang-kadang menggantung pakaian di dalam kamar, 51% responden selalu
mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, 61,8% responden kadang-kadang
melakukan olahraga secara teratur, 42,2% responden selalu melakukan pemanasan
sebelum memulai olahraga, 54,9% anggota keluarga responden yang merupakan
perokok aktif selalu merokok di luar rumah, 85,3% responden selalu
mengingatkan anggota keluarga mengenai bahaya rokok.
4.4 Analisis Bivariat
Setelah dilakukan analisa bivariat diperoleh gambaran sebagai berikut:
4.4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan antara
Pengetahuan dengan Sikap
Tabel 3x3 ini tidak layak untuk diuji dengan Chi-Square karena sel yang
nilai expected-nya kurang dari lima ada 44,4% jumlah sel. Langkah selanjutnya
adalah melakukan penggabungan sel. Setelah penggabungan sel, tabel berubah
menjadi tabel 2x2, setelah itu dilakukan uji Chi-Square kembali.
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan
antara Pengetahuan dengan Sikap
Sikap
Pengetahuan
P value
Kurang+Cukup
Baik
∑
%
∑
Kurang+Cukup
78
83,9%
6
66,7%
Baik
15
16,1%
3
33,3%
%
0,194
29
Hasil penelitian tentang hubungan antara pengetahuan dan sikap
responden
menunjukkan
bahwa
responden
yang
memiliki
pengetahuan
kurang+cukup dan sikap kurang+cukup adalah sebanyak 78 orang, dan responden
yang memiliki pengetahuan kurang+cukup dan sikap baik adalah sebanyak 6
orang. Responden yang memiliki pengetahuan baik dan sikap kurang+cukup
adalah sebanyak 15 orang dan responden yang memiliki pengetahuan baik dan
sikap baik adalah sebanyak 3 orang.
Berdasarkan uji Fisher didapatkan p-value = 0,194 maka secara statistik
tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap responden.
4.4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan antara
Sikap dengan Perilaku
Tabel 3x3 ini tidak layak untuk diuji dengan Chi-Square karena sel yang
nilai expected-nya kurang dari lima ada 44,4% jumlah sel. Langkah selanjutnya
adalah melakukan penggabungan sel. Setelah penggabungan sel, tabel berubah
menjadi tabel 2x2, setelah itu dilakukan uji Chi-Square kembali.
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan
antara Sikap dengan Perilaku
Perilaku
Sikap
Kurang+Cukup
P value
Baik
∑
%
∑
Kurang+Cukup
83
93,3%
10
76,9%
Baik
6
6,7%
3
23,1%
%
0,087
Hasil penelitian tentang hubungan antara pengetahuan dan sikap
responden menunjukkan bahwa responden yang memiliki sikap kurang+cukup
dan perilaku kurang+cukup
adalah sebanyak 83 orang, dan responden yang
memiliki sikap kurang+cukup dan perilaku baik adalah sebanyak 10 orang.
Responden yang memiliki sikap baik dan perilaku kurang+cukup adalah sebanyak
6 orang dan responden yang memiliki sikap baik dan perilaku baik adalah
sebanyak 3 orang.
30
Berdasarkan uji Fisher didapatkan p-value = 0,087 maka secara statistik
tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dan perilaku responden.
Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Alfii pada tahun 2009 yang
menyatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dan perilaku
responden (p-value = 0,415).
19
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian
Purnawan Juniadi dan kawan-kawan pada tahun 1989, tentang pengaruh
pengetahuan, sikap terhadap praktek ibu balita terhadap program UPGK
menyatakan bahwa secara umum pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap
praktek ibu balita adalah positif, artinya pengetahuan dan sikap dapat
mempengaruhi perilaku spesifik seseorang. Hasil penelitian ini juga tidak sesuai
dengan penelitian Kamal pada tahun 2003 yang menunjukkan hubungan antara
sikap dan praktek perilaku hidup bersih dan sehat responden (p-value = 0,000).
BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
a. Responden
yang
memiliki
pengetahuan
baik
sebanyak
17,6%,
pengetahuan cukup sebanyak 70,6% dan pengetahuan kurang sebanyak
11,8%.
b. Responden yang bersikap baik sebanyak 8,8%, sikap cukup sebanyak
77,5% dan sikap kurang sebanyak 13,7%.
c. Responden yang berperilaku baik sebanyak 12,7%, perilaku cukup
sebanyak 76,5% dan perilaku kurang sebanyak 10,8%.
d. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap
responden (p-value = 0,194).
e. Tidak terdapat hubungan bermakna antara sikap dan perilaku responden
(p-value = 0,087).
5.2 Saran
a. Tenaga kesehatan Kecamatan Lubuk Sikaping agar lebih mengenalkan
perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat berupa penyuluhan
baik individu maupun keluarga, terutama kepada ibu rumah tangga, agar
dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.
b. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menyediakan fasilitas yang dapat
mendukung agar masyarakat dapat selalu berperilaku hidup bersih dan
sehat dalam kehidupan sehari-hari.
c. Bagi individu dan keluarga agar selalu menerapkan perilaku hidup bersih
dan sehat.
d. Perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari tahu lebih lanjut
informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan kemungkinan
faktor-faktor yang berpengaruh, serta pada populasi yang lebih besar.
1
31
DAFTAR PUSTAKA
1
Dinas Kesehatan Subdin Promosi dan Kesehatan Masyarakat. Pedoman
pengembangan kabupaten/kota percontohan program perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS). Makasar: Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan
Subdin Promosi dan Kesehatan Masyarakat, 2006
2
Departemen Kesehatan RI. Panduan pembinaan dan penilaian perilaku hidup
bersih dan sehat di rumah tangga melalui tim penggerak PKK. Jakarta: Pusat
Promosi Kesehatan Bekerja Sama dengan Tim Penggerak PKK Pusat, 2008
3
Departemen Kesehatan RI. Keluarga sehat investasi bangsa. [Online]. November
2010
[diunduh
pada
31
Januari
2011];
Pada
web:
http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1309-keluarga-sehatinvestasi-bangsa.html
4
Gunarsih DS. Psikologi praktis anak, remaja, dan keluarga. Jakarta: PT. BPK
Gunung Mulia, 1991
5
Notoatmodjo S. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2003
6
Potter AP, Perry AG. Alih Bahasa: Yasmin Asih et al. Buku ajar fundamental
keperawatan: konsep, proses, dan praktek. ed. 4. Jakarta: EGC, 2005
7
Walukow A. Dari pendidikan kesehatan ke promosi kesehatan. Jakarta: Interaksi,
2004
8
Departemen Kesehatan RI. Paradigma sehat, pola hidup sehat, dan kaidah sehat.
Jakarta: Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, 1998
9
Departemen Kesehatan RI. Pedoman PHBS. [Online]. [diunduh pada 31 Januari
2011].
Pada
web:
http://dinkes-
sulsel.go.id/new/images/pdf/pedoman/pedoman%20phbs.pdf
10
Sianipar DRK. Indikator perilaku sehat skala nasional (tidak merokok, diet/pola
makan yang baik, melakukan aktivitas fisik/olahraga). Jakarta: Pusat Promosi
Kesehatan, 2002
1
32
33
11
Departemen Kesehatan RI. Indikator Indonesia sehat 2010 dan pedoman
penetapan indikator provinsi sehat dan kabupaten/kota sehat. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI, 2003
12
Departemen Kesehatan RI. Rumah tangga ber-perilaku hidup bersih dan sehat.
Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan, 2008
13
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. PHBS di rumah tangga. [Online].
[diunduh
pada
14
September
2011].
Pada
web:
http://www.diskes.jabarprov.go.id/index.php?mod=&idMenuKiri=50
14
Sasroasmoro S, Gatot D, Pudjiarto PS. Usulan penelitian. Dalam: Sasroasmoro
S, Ismael S, editor. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Jakarta: Binarupa
Aksara, 1995
15
Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta,
2007
16
Pemerintah Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. Kecamatan Lubuk Sikaping.
[Online].
[diunduh
pada
14
September
2011].
Pada
web:
http://www.pasamankab.go.id/pages-kecamatan-lubuksikaping.html
17
Notoatmodjo S. Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta,
2005
18
Ramdaniati, Siti Nur. Pengetahuan dan sikap terhadap perilaku hidup bersih dan
sehat pada ibu rumah tangga RW 04 Kelurahan Manggarai Jakarta Selatan tahun
2008. [Skripsi]. Jakarta: FKM UI, 2008
19
Harahap, Alfii Nur. Pengetahuan, sikap dan perilaku tentang perilaku hidup
bersih dan sehat dalam menyongsong Indonesia Sehat 2010 pada mahasiswa
program studi pendidikan dokter FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun
2009. [Skripsi]. Jakarta: PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009
34
Lampiran 1
Daftar Riwayat Hidup
Nama
: Hilya Haniek
Tempat Tanggal Lahir
: Batu Hampar, 14 September 1990
Alamat
: Jl. Rohana Kudus No.7 Lubuk Sikaping 26311
Email
: [email protected]
No.Telpon
: 081363308122
Riwayat Pendidikan

1995 - 1996
:
TK Athaharah

1996 - 2002
:
SDN 05 Pauh Lubuk Sikaping

2002 - 2005
:
MTsN Lubuk Sikaping

2005 - 2008
:
SMAN 1 Lubuk Sikaping

2008 - Sekarang
:
FKIK Program Studi Pendidikan Dokter
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
35
Lampiran 2
Kuesioner
Informed Consent
Responden yang terhormat,
Saya Hilya Haniek, mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya sedang mengadakan penelitian tentang
“Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat pada Ibu Rumah Tangga di Kecamtan Lubuk Sikaping Tahun 2011”.
Dalam rangka mengumpulkan data, Saya memohon kesediaan Anda meluangkan
waktu untuk menjawab kuesioner ini. Data ini sangat tergantung jawaban Anda
yang sejujurnya dan sesuai dengan diri Anda. Identitas Anda akan dijamin
kerahasiaannnya.
Atas segala bantuan dan kerjasama yang Anda berikan, saya ucapkan terima
kasih.
Hormat saya,
Peneliti
IDENTITAS RESPONDEN
Nama (inisial)
: .....................
Usia
: .....................
Pendidikan
: ………….....
Pekerjaan
: .……………
Alamat
: .....................
Bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.
Lubuk Sikaping,
(
Juli 2011
)
36
(Lanjutan)
PENGETAHUAN
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tanda silang (x) pada pilihan yang
menurut Anda benar.
1. Persalinan tanpa penyulit/komplikasi cukup ditolong oleh:
a. Dokter umum
b. Dokter spesialis kandungan
c. Bidan
d. Dukun beranak
e. Tidak tau
2. Bayi diberi makanan pendamping ASI pada usia:
a. 1 bulan
b. 4 bulan
c. 6 bulan
d. 8 bulan
e. Tidak tau
3. Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia:
a. 6 bulan
b. 1 tahun
c. 2 tahun
d. 3 tahun
e. Tidak tau
4. Waktu untuk menimbang balita adalah:
a. 1 bulan sekali
b. 2 bulan sekali
c. 3 bulan sekali
d. 6 bulan sekali
e. Tidak tau
37
(Lanjutan)
5. Syarat-syarat air bersih adalah:
a. Tidak berasa
b. Tidak berwarna
c. Tidak berasa & tidak berwarna
d. Tidak berasa, tidak berwarna, & tidak berbau
e. Tidak tau
6. Mencuci tangan yang baik dengan:
a. Air bersih
b. Air bersih mengalir
c. Air bersih mengalir & sabun
d. Air sabun
e. Tidak tau
7. Mencuci tangan sebaiknya (pilihan bisa lebih dari satu):
a. Setelah buang air besar
b. Sebelum berkebun
c. Setelah memegang uang
d. Sebelum menyiapkan makanan
e. Sebelum memegang hewan peliharaan
f. Sebelum memberi makan anak
g. Setelah bangun tidur
h. Sebelum makan
i. Sebelum menceboki anak
j. Tidak tau
8. Salah satu syarat jamban sehat adalah tidak mencemari sumber air. Jarak
sumber air dengan septic tank sebaiknya adalah:
a. Minimal 1 meter
b. Minimal 3 meter
c. Minimal 5 meter
d. Minimal 10 meter
e. Tidak tau
38
(Lanjutan)
9. Salah satu cara memberantas nyamuk adalah dengan 3M plus, yang
dimaksud dengan 3M plus adalah:
a. Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air,
mengubur barang-barang bekas, & menghindari gigitan nyamuk
b. Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air,
membuang barang-barang bekas, & membakar sampah
c. Menguras tempat penampungan air, membuang barang-barang bekas,
menghindari gigitan nyamuk, & memakai kelambu ketika tidur
d. Menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas,
memakai kelambu ketika tidur, & memakai obat nyamuk
e. Tidak tau
10. Setiap anggota rumah tangga sebaiknya mengkonsumsi sayur & buah
setiap hari sebanyak:
a. Tidak perlu mengkonsumsi sayur & buah
b. 1 porsi buah & 1 porsi sayur
c. 3 porsi buah & 2 porsi sayur
d. Mengkonsumsi 1 porsi sayur saja
e. Tidak tau
11. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan:
a. 5 menit sehari
b. 10 menit sehari
c. 30 menit sehari
d. 30 menit seminggu
e. Tidak tau
12. Perokok sebaiknya merokok di:
a. Di luar rumah
b. Di dalam kamar
c. Di dalam rumah
d. Dimana saja
e. Tidak tau
39
(Lanjutan)
SIKAP
Isilah kolom di bawah ini dengan cek list (v) sesuai dengan keadaan Anda.
No.
Pernyataan
S
1.
Persalinan dibantu dukun beranak.
2.
Memberikan makanan tambahan (susu
formula, bubur, pisang) ketika bayi
berusia 4 bulan.
3.
Berat badan tidak naik selama 3 bulan
berturut-turut merupakan tanda balita
gizi kurang.
4.
Air hujan merupakan salah satu sumber
air bersih.
5.
Cuci tangan tidak menggunakan sabun.
6.
Tidak ada genangan air di lantai jamban.
7.
Memeriksa tempat perkembangbiakan
nyamuk (bak mandi, vas bunga, talang
air) secara berkala.
8.
Menggantung pakaian di dalam kamar.
9.
Ciri-ciri sayur dan buah yang baik yaitu
ada sedikit lubang bekas dimakan ulat
dan tetap segar.
10.
Tidak
melakukan
olahraga
dapat
mengganggu kesehatan.
11.
Anggota
keluarga
sebaiknya
tidak
merokok.
12.
Perokok pasif lebih beresiko terkena
penyakit daripada perokok aktif.
R
TS
40
(Lanjutan)
PERILAKU
Isilah kolom di bawah ini dengan cek list (v) sesuai dengan keadaan Anda.
No.
Pernyataan
S
1.
Setiap persalinan yang Anda lakukan
ditolong tenaga kesehatan.
2.
Ketika berusia 0-6 bulan, anak diberikan
ASI.
3.
Memberikan makanan tambahan ketika
anak berusia 0-6 bulan.
4.
Balita ditimbang di Posyandu setiap 1
kali dalam 1 bulan.
5.
Menggunakan air bersih sehari-hari.
6.
Mencuci tangan setelah memegang uang.
7.
Membersihkan jamban secara teratur.
8.
Menguras
dan
menyikat
tempat
penampungan air 1 kali dalam 1 minggu.
9.
Menggantung pakaian di dalam kamar.
10.
Mengkonsumsi sayur dan buah setiap
hari.
11.
Melakukan olahraga secara teratur.
12.
Melakukan pemanasan sebelum memulai
olahraga.
13.
Anggota
keluarga
yang
merupakan
perokok aktif merokok di luar rumah.
14.
Mengingatkan anggota keluarga tentang
bahaya rokok.
K
TP
41
Lampiran 3
Hasil Uji Statistik
Statistics
Skor_Pengetahuan
N
Valid
102
Missing
0
Mean
19.72
Median
20.06
Mode
a
21
Std. Deviation
2.748
Minimum
12
Maximum
24
a. Calculated from grouped data.
Skor_Pengetahuan
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
12
1
1.0
1.0
1.0
13
2
2.0
2.0
2.9
14
1
1.0
1.0
3.9
15
5
4.9
4.9
8.8
16
3
2.9
2.9
11.8
17
9
8.8
8.8
20.6
18
12
11.8
11.8
32.4
19
10
9.8
9.8
42.2
20
14
13.7
13.7
55.9
21
17
16.7
16.7
72.5
22
10
9.8
9.8
82.4
23
12
11.8
11.8
94.1
24
6
5.9
5.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
42
(Lanjutan)
Penolong Persalinan tanpa Penyulit
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
2
1.9
1.9
1.9
B
10
9.6
9.6
11.5
C
89
85.6
85.6
97.1
D
2
1.9
1.9
99.0
E
1
1.0
1.0
100.0
104
100.0
100.0
Total
Usia Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
A
2
2.0
2.0
2.0
B
17
16.7
16.7
18.6
C
77
75.5
75.5
94.1
D
6
5.9
5.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
Batas Usia Pemberian ASI tetap Dilanjutkan
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
A
6
5.9
5.9
5.9
B
3
2.9
2.9
8.8
C
90
88.2
88.2
97.1
D
3
2.9
2.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
43
(Lanjutan)
Waktu untuk Menimbang Balita
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
A
98
96.1
96.1
96.1
B
1
1.0
1.0
97.1
C
1
1.0
1.0
98.0
D
2
2.0
2.0
100.0
102
100.0
100.0
Total
Syarat-syarat Air Bersih
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
A
2
2.0
2.0
2.0
C
11
10.8
10.8
12.7
D
89
87.3
87.3
100.0
102
100.0
100.0
Total
Hal yang Dibutuhkan untuk Mencuci Tangan dengan Baik
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
a
6
5.9
5.9
5.9
b
1
1.0
1.0
6.9
c
94
92.2
92.2
99.0
d
1
1.0
1.0
100.0
102
100.0
100.0
Total
44
(Lanjutan)
Waktu-waktu Wajib Mencuci Tangan
Cumulative
Frequency
Valid
Memilih 0-1
jawaban benar
Memilih 2-3
jawaban benar
Memilih 4-5
jawaban benar
Total
Percent
Valid Percent
Percent
3
2.9
2.9
2.9
34
33.3
33.3
36.3
65
63.7
63.7
100.0
102
100.0
100.0
Jarak Sumber Air dengan Septic Tank
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
a
2
2.0
2.0
2.0
b
6
5.9
5.9
7.8
c
29
28.4
28.4
36.3
d
62
60.8
60.8
97.1
e
3
2.9
2.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pengertian 3M Plus
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
a
59
57.8
57.8
57.8
b
29
28.4
28.4
86.3
c
6
5.9
5.9
92.2
d
7
6.9
6.9
99.0
e
1
1.0
1.0
100.0
102
100.0
100.0
Total
45
(Lanjutan)
Porsi Konsumsi Buah dan Sayur Setiap Hari
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
A
2
2.0
2.0
2.0
B
69
67.6
67.6
69.6
C
22
21.6
21.6
91.2
D
1
1.0
1.0
92.2
E
8
7.8
7.8
100.0
102
100.0
100.0
Total
Lama Waktu untuk Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
A
10
9.8
9.8
9.8
B
28
27.5
27.5
37.3
C
49
48.0
48.0
85.3
d
3
2.9
2.9
88.2
E
12
11.8
11.8
100.0
102
100.0
100.0
Total
Tempat Merokok bagi Perokok
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
A
93
91.2
91.2
91.2
C
4
3.9
3.9
95.1
d
4
3.9
3.9
99.0
E
1
1.0
1.0
100.0
102
100.0
100.0
Total
46
(Lanjutan)
Kategori Pengetahuan
Cumulative
Frequency
Valid
Valid Percent
Percent
Pengetahuan Kurang
12
11.8
11.8
11.8
Pengetahuan Cukup
72
70.6
70.6
82.4
Pengetahuan Baik
18
17.6
17.6
100.0
102
100.0
100.0
Total
Statistics
Skor Sikap
N
Percent
Valid
Missing
102
0
Mean
18.27
Median
19.00
Mode
Std. Deviation
19
2.626
Minimum
10
Maximum
24
47
(Lanjutan)
Skor Sikap
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
10
1
1.0
1.0
1.0
12
1
1.0
1.0
2.0
13
2
2.0
2.0
3.9
14
6
5.9
5.9
9.8
15
4
3.9
3.9
13.7
16
11
10.8
10.8
24.5
17
10
9.8
9.8
34.3
18
13
12.7
12.7
47.1
19
23
22.5
22.5
69.6
20
11
10.8
10.8
80.4
21
11
10.8
10.8
91.2
22
5
4.9
4.9
96.1
23
2
2.0
2.0
98.0
24
2
2.0
2.0
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 1
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
S
8
7.8
7.8
7.8
R
5
4.9
4.9
12.7
TS
89
87.3
87.3
100.0
102
100.0
100.0
Total
48
(Lanjutan)
Pertanyaan 2
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
S
36
35.3
35.3
35.3
R
10
9.8
9.8
45.1
TS
56
54.9
54.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 3
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
7
6.9
6.9
6.9
R
13
12.7
12.7
19.6
S
82
80.4
80.4
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 4
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
32
31.4
31.4
31.4
R
38
37.3
37.3
68.6
S
32
31.4
31.4
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 5
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
S
7
6.9
6.9
6.9
R
5
4.9
4.9
11.8
TS
90
88.2
88.2
100.0
102
100.0
100.0
Total
49
(Lanjutan)
Pertanyaan 6
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
19
18.6
18.6
18.6
R
6
5.9
5.9
24.5
S
77
75.5
75.5
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 7
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
14
13.7
13.7
13.7
R
3
2.9
2.9
16.7
S
85
83.3
83.3
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 8
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
S
20
19.6
19.6
19.6
R
10
9.8
9.8
29.4
TS
72
70.6
70.6
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 9
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
53
52.0
52.0
52.0
R
13
12.7
12.7
64.7
S
36
35.3
35.3
100.0
102
100.0
100.0
Total
50
(Lanjutan)
Pertanyaan 10
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
6
5.9
5.9
5.9
R
13
12.7
12.7
18.6
S
83
81.4
81.4
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 11
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
1
1.0
1.0
1.0
R
2
2.0
2.0
2.9
S
99
97.1
97.1
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 12
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TS
23
22.5
22.5
22.5
R
14
13.7
13.7
36.3
S
65
63.7
63.7
100.0
102
100.0
100.0
Total
Kategori Sikap
Cumulative
Frequency
Valid
Sikap Baik
Percent
Valid Percent
Percent
9
8.8
8.8
8.8
Sikap Cukup
79
77.5
77.5
86.3
Sikap Kurang
14
13.7
13.7
100.0
102
100.0
100.0
Total
51
(Lanjutan)
Statistics
Skor Perilaku
N
Valid
102
Missing
0
Mean
22.01
Median
22.00
Mode
21
Std. Deviation
3.589
Minimum
10
Maximum
28
Skor Perilaku
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
10
1
1.0
1.0
1.0
12
1
1.0
1.0
2.0
13
1
1.0
1.0
2.9
14
1
1.0
1.0
3.9
15
3
2.9
2.9
6.9
16
2
2.0
2.0
8.8
17
2
2.0
2.0
10.8
18
1
1.0
1.0
11.8
19
3
2.9
2.9
14.7
20
10
9.8
9.8
24.5
21
21
20.6
20.6
45.1
22
11
10.8
10.8
55.9
23
10
9.8
9.8
65.7
24
11
10.8
10.8
76.5
25
7
6.9
6.9
83.3
26
4
3.9
3.9
87.3
27
10
9.8
9.8
97.1
28
3
2.9
2.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
52
(Lanjutan)
Pertanyaan 1
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
6
5.9
5.9
5.9
K
11
10.8
10.8
16.7
S
85
83.3
83.3
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 2
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
1
1.0
1.0
1.0
K
11
10.8
10.8
11.8
S
90
88.2
88.2
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 3
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
S
44
43.1
43.1
43.1
K
18
17.6
17.6
60.8
TP
40
39.2
39.2
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 4
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
1
1.0
1.0
1.0
K
8
7.8
7.8
8.8
S
93
91.2
91.2
100.0
102
100.0
100.0
Total
53
(Lanjutan)
Pertanyaan 5
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
K
2
2.0
2.0
2.0
S
100
98.0
98.0
100.0
Total
102
100.0
100.0
Pertanyaan 6
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
2
2.0
2.0
2.0
K
43
42.2
42.2
44.1
S
57
55.9
55.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 7
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
1
1.0
1.0
1.0
K
13
12.7
12.7
13.7
S
88
86.3
86.3
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 8
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
K
24
23.5
23.5
23.5
S
78
76.5
76.5
100.0
102
100.0
100.0
Total
54
(Lanjutan)
Pertanyaan 9
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
S
16
15.7
15.7
15.7
K
68
66.7
66.7
82.4
TP
18
17.6
17.6
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 10
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
2
2.0
2.0
2.0
K
48
47.1
47.1
49.0
S
52
51.0
51.0
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 11
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
6
5.9
5.9
5.9
K
63
61.8
61.8
67.6
S
33
32.4
32.4
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 12
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
17
16.7
16.7
16.7
K
42
41.2
41.2
57.8
S
43
42.2
42.2
100.0
102
100.0
100.0
Total
55
(Lanjutan)
Pertanyaan 13
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
5
4.9
4.9
4.9
K
41
40.2
40.2
45.1
S
56
54.9
54.9
100.0
102
100.0
100.0
Total
Pertanyaan 14
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
TP
2
2.0
2.0
2.0
K
13
12.7
12.7
14.7
S
87
85.3
85.3
100.0
102
100.0
100.0
Total
Kategori Perilaku
Cumulative
Frequency
Valid
Percent
Valid Percent
Percent
Perilaku Baik
13
12.7
12.7
12.7
Perilaku Cukup
78
76.5
76.5
89.2
Perilaku Kurang
11
10.8
10.8
100.0
102
100.0
100.0
Total
56
(Lanjutan)
Pengetahuan * Sikap Crosstabulation
Sikap
Sikap Kurang –
Cukup
Pengetahuan Pengetahuan
Count
Kurang - Cukup
% within
Sikap
Pengetahuan
Count
Baik
% within
Sikap
Total
Count
% within
Sikap Baik
78
6
84
83.9%
66.7%
82.4%
15
3
18
16.1%
33.3%
17.6%
93
9
102
100.0%
Sikap
Total
100.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Asymp.
Value
Pearson Chi-Square
Continuity Correction
Likelihood Ratio
Exact Sig. (2-
Exact Sig. (1-
sided)
sided)
sided)
a
1
.196
.697
1
.404
1.431
1
.232
1.671
b
Df
Sig. (2-
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear Association
b
N of Valid Cases
.194
1.655
1
.194
.198
102
a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.59.
b. Computed only for a 2x2 table
57
(Lanjutan)
Sikap * Perilaku Crosstabulation
Perilaku
Perilaku Kurang
– Cukup
Sikap
Sikap Kurang Count
– Cukup
10
93
93.3%
76.9%
91.2%
6
3
9
6.7%
23.1%
8.8%
89
13
102
100.0%
100.0%
100.0%
Count
% within Perilaku
Total
Count
% within Perilaku
Total
83
% within Perilaku
Sikap Baik
Perilaku Baik
Chi-Square Tests
Asymp.
Value
Pearson Chi-Square
Continuity Correction
Likelihood Ratio
Exact Sig. (2-
Exact Sig. (1-
sided)
sided)
sided)
a
1
.052
2.006
1
.157
2.887
1
.089
3.762
b
df
Sig. (2-
Fisher's Exact Test
Linear-by-Linear Association
b
N of Valid Cases
.087
3.726
1
.087
.054
102
a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.15.
b. Computed only for a 2x2 table
Fly UP