...

LAMPIRAN 4: TOR: PENGAWASAN LINGKUNGAN SELAMA

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

LAMPIRAN 4: TOR: PENGAWASAN LINGKUNGAN SELAMA
LAMPIRAN 4:
TOR: PENGAWASAN LINGKUNGAN
SELAMA KONSTRUKSI
Daftar Isi 1.1 Umum .................................................................................................................................. 2 1.2 Tujuan .................................................................................................................................. 2 1.3 Cakupan Layanan: ................................................................................................................. 3 1.3.1 Tahap I: Persiapan ................................................................................................... 3 1.3.2 Tahap II: Kegiatan Pengawasan Konstruksi ............................................................ 4 1.4 Mulainya Proyek dan Pengisian Staf .................................................................................... 6 1.5 Pelaporan ............................................................................................................................... 6 1 1.1 Umum
Untuk mengindari kerugian dan gangguan terhadap masyarakat sekitar, dan untuk meminimalkan dampak‐dampak terhadap lingkungan selama konstruksi PLTA Upper Cisokan, dokumen‐dokumen berikut telah dipersiapkan untuk diikuti oleh semua Konsultan, Kontraktor dan karyawannya: •
Rencana Pengelolaan Lingkungan (EMP) PLTA Upper Cisokan, 2010 •
Spesifikasi Lingkungan untuk Kontraktor 1.2 Tujuan
Konsultan Supervisi Teknis menyediakan jasa‐jasa teknis professional untuk memastikan implementasi yang efektif untuk Rencana Pengelolaan Lingkungan (EMP) PLTA Upper Cisokan, dan untuk Spesifikasi Lingkungan Kontraktor selama konstruksi (termasuk tahap‐tahap sebelum konstruksi). Untuk mencapai tujuan meminimalkan dampak‐dampak lingkungan negatif proyek, EMP telah diadopsi menjadi dokumen spesifikasi teknis dan kontrak. Hal‐hal yang harus dengan teliti diikuti dan diimplementasikan oleh Kontraktor. •
Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kontraktor (SEO) bertanggung jawab untuk mengimplementasikan EMP dan kegiatan yang berkaitan dengan masalah‐masalah keamanan dan lingkungan lainnya. •
Pengawas Teknis Konstruksi (CSE) bertanggung jawab untuk mengawasi dan memantau segala kegiatan konstruksi dan memastikan kontraktor memenuhi tuntutan‐tuntutan kontrak dan EMP. CSE akan memuat Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (SES). Struktur organisasi pengawasan masalah‐masalah lingkungan selama konstruksi yang diperlihatkan dalam diagram berikut. Gambar 1 Struktur Organisasi untuk Pnegelolaan Lingkungan selama Konstruksi PLN PHJ (Unit Lingkungan)
Panel independen
Mereview dan memberi saran aspek lingkungan dan sosial
P
e
l
a
p
o
r
a
n Konsultan Supervisi (Unit Lingkungan)
Kontraktor
S
u
p
e
r
v
i
s
i
Subkontraktor
2 Kerangka Acuan untuk Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (SES) sebagai bagian dari Konsultan Supervisi (Unit Lingkungan) 1.3 Cakupan Layanan:
Layanan yang secara umum disediakan oleh SES adalah untuk memeriksa, memantau dan mengaudit kegiatan konstruksi1 untuk memastikan upaya‐upaya pencegahan dalam EMP diimplementasi secara tepat, dan dampak‐dampak negatif lingkungan proyek terminimalkan. Kontraktor bertanggung jawab untuk memastikan pemenuhan EMP access road dan syarat‐syarat kontrak selama mengerjakan proyek. Kegiatan ini diawasi SES. Maka SES harus menjadi pemantau independen untuk memastikan pelaksanaan masalah lingkungan Kontraktor secara tepat. SES akan memeriksa, memonitor dan melaksanakan review berkaitan dengan lingkungan terhadap semua kontrak jalan dan lahan di pekerjaan utama. SES harus mempunyai pengetahuan yang luas dan pengalaman dalam bidang pengawasan, pemantauan dan audit lingkungan untuk memberikan saran yang independen, obyektif dan profesional pada klien pelaksanaan lingkungan proyek. Ketua tim SES harus mengenali pekerjaan proyek melalui review dari laporan yang berkaitan, termasuk EIA, EMP juga spesifikasi teknis proyek dan dokumen‐dokumen kontrak. Sebagai bagian pengawasan EMP, SES diharapkan untuk melakukan tugas‐tugas sebagai berikut: 1.3.1
Tahap I: Persiapan
Tujuan tahap I adalah membuat pokok‐pokok kesuksesan eksekusi proyek. Dalam tahap ini, SES harus: (i) mereview EIA, EMP, desain proyek dan spesifikasi teknis dan memastikan tidak ada upaya‐upaya pencegahan penting yang terlewatkan; (ii) mempersiapkan panduan kontraktor untuk mengimplementasikan EMP; dan, (iv) membangun dan mengeksekusi program pelatihan untuk semua yang terlibat dalam kegiatan konstruksi. Tugas‐tugas dalam tahap ini mencakup: Review Dokumen Proyek: SES akan mereview EIA, EMP, dan desain jalan dan spesifikasi teknis dan memastikan secara tertulis bahwa tidak dihapusnya upaya‐upaya pencegahan yang berlebihan. Jika terdapat masalah‐masalah yang ditemukan, SES akan mengusulkan Tim Pengelolaan Proyek PLN (Unit Lingkungan) (PLN) memperbaharui EMP dan desain dan spesifikasi teknis untuk menyelesaikan masalah‐
masalah ini. Saat sudah disetujui oleh PLN, SES akan memperbaharui EMP. Daftar Periksa Pengawasan Lingkungan: SES akan membuat daftar periksa yang komprehensif yang akan digunakan selama konstruksi proyek untuk memantau pelaksanaan kontraktor. Hal ini mencakup hampir seluruh aspek proyek yang dibutuhkan untuk upaya‐upaya pencegahan/pengendalian dan jadwal implementasinya. Buku Catatan Harian: SES akan menyimpan buku catatan harian tentang setiap keadaan dan perubahan pada keadaan yang dapat mempengaruhi analisa mengenai dampak lingkungan dan pihak yang tidak memenuhi EMP dengan rekomendasi yang dibuat oleh SES untuk menengahi pihak yang tidak memenuhi EMP. 1
Istilah ‘kegiatan konstruksi’ dalam TOR berkaitan dengan tahap pra-konstruksi dan konstruksi termasuk,
namun tidak terbatas pada, semua lokasi konstruksi (bendungan, power station, switchyard, jembatan, dll.),
barak/basecamp permanen dan sementara, kegiatan di luar proyek (lokasi pembuangan, borrow pit), semua
fasilitas yang berkaitan (tempat penghancur,tempat pembuatan aspal, lapangan tempat pemeliharaan), lalu lintas
dan gangguan (debu dan kebisingan) di jalan sekitar, pembersihan lahan reservoir dan daerah yang terkena
dampak dari lokasi proyek. EIA dan EMP proyek berisikan deskripsi penuh kegiatan-kegiatan tersebut.
3 Pelatihan Lingkungan: SES mendesain dan mengeksekusikan program pelatihan yang komprehensif untuk semua pihak: Konsultan Supervisi, Staf PLN, Kontraktor SEO (dan staf‐staf sebagai bagian pelatihan diberikan oleh SEO), pada syarat‐syarat lingkungan proyek, dan bagaimana mereka akan diawasi, dipantau dan diaudit, dengan perhatian khusus pada: •
EMP: syarat‐syarat EMP, daftar periksa pengawasan lingkungan yang telah disetujui, form pengawasan lingkungan, bagaimana pihak yang tidak memenuhi EMP dapat ditangani, dan semua masalah‐masalah utama lainnya untuk dapat diselesaikan. Perhatian khusus akan diterapkan untuk ketentuan tertentu dalam setiap spesifikasi teknis kontrak yang mengindikasikan bagaimana EMP dipenuhi. •
Keselamatan dan Kesehatan Kerja : syarat‐syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja proyek dapat dengan jelas diidentifikasi dan dikomunikasikkan dengan Kontraktor. Ringkasan seluruh pelatihan pihak‐pihak akan ditandatangani dengan pernyataan yang mengakui kesadaran mereka mengenai peraturan lingkungan, EMP, kerangka pemenuhan EMP, dan kewajiban Keselamatan dan Kesehatan Kerja. CSE akan menandatangani pernyataan yang mengkonfirmasi pemahaman mereka terhadap tanggung jawab pengawasan. Hal ini akan disediakan PLN. 1.3.2
Tahap II: Kegiatan Pengawasan Konstruksi
SES akan: a. Mereview, memeriksa dan mereview secara independen, obyektif dan profesional dalam semua aspek implementasi EMP; b. Melaksanakan pengecekan pemantauan secara acak dan mereview semua catatan yang disiapkan SEO Kontraktor; c. Melakukan pemeriksaan lokasi secara tetap; d. Mereview status implementasi upaya‐upaya perlindungan lingkungan yang bertentangan dengan EMP dan dokumen kontrak; e. Mereview keefektifan upaya‐upaya pencegahan lingkungan dan pelaksanaan lingkungan proyek; f.
Bila diperlukan, mereview penerimaan lingkungan metodologi konstruksi (baik pekerjaan temporer dan permanen), rencana desain yang berkaitan dan kepatuhan. Bila dibutuhkan, SES akan mencari dan merekomendasikan dampak alternatif lingkungan dengan konsultasi bersama pembuat desain, Kontraktor, dan PLN; g. Memverifikasi hasil investigasi pihak yang tidak memenuhi kualitas pelaksanaan lingkungan dan keefektivan upaya‐upaya korektif. h. Memberikan masukan hasil audit secara teratur kepada PLN dan Tim CSE sesuai dengan prosedur‐prosedur pihak yang tidak memenuhi EMP; i.
Memberikan program pelatihan sedikitnya setiap enam bulan sekali dan setiap terdapat pekerja‐
pekerja baru atau kontraktor baru yang datang ke lokasi. Staf CSE dan PLN akan menjelaskan mereka tentang masalah‐masalah yang ditemukan dan bagaimana perbaikan berkelanjutan lingkungan. Review Rencana Lokasi: Untuk memastikan konsistensi seluruh proyek, SES akan meberikan review final dan merekomendasikan rencana pembersihan lokasi yang dapat mempengaruhi lingkungan. Hal‐hal tersebut termasuk, tetapi tidak dibatasi pada: rencana borrow pit dan tempat buangan, rencana barak/basecamp pekerja. SES akan mereview dan menyetujui rencana implementasi EMP dan Rencana Implementasi lahan yang disampaikan kontraktor. Bila rencana‐rencana ini tidak dianggap sesuai dengan EMP, EIA atau RAP, SES akan bekerja sama dengan CSE dan Kontraktor untuk membangun solusi yang sesuai. 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Untuk memastikan konsistensi seluruh proyek, SES akan memberikan review final dan rekomendasi pembersihan rencana keselamtan Kontraktor dan berdasarkan hal ini, dengan input dari CSE, akan mempersiapkan keseluruhan PASP. PASP akan mencakup prosedur‐prosedur seperti pengelolaan peledakan, keselamatan selama konstruksi, pencegahan erosi selama musim hujan, dll. Rencana‐rencana ini akan direview setiap tahunnya dan diperbaharui jika diperlukan. SES akan memastikan pemenuhan syarat‐syarat klausa Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam dokumen kontrak. Hal ini akan mencakup: (i) kegiatan konstruksi; (ii) kampanye pendidikan HIV/AIDS; (iii) Pemenuhan hukum ketenagakerjaan Indonesia; dan (iv) keselamatan jalan. Untuk HIV/AIDS tidak hanya terfokus hanya pada lokasi konstruksi saja, tetapi juga membantu masyarakat sekitar. Pemeriksaan Lokasi: SES akan secara teliti mengaudit kegiatan konstruksi melalui pemeriksaan lokasi secara tetap dilakukan dengan kunjungan ke lokasi setiap hari, pemeriksaan dengan berjalan dan melihat dan mengidentifikasi daerah dengan potensial masalah lingkungan dan kepentingannya. Seperti yang tercatat di footnote 1 TOR ini, daerah pemeriksaan akan mencakup baik daerahkonstruksi dan lingkungan di luar daerah lokasi yang dapat terkena dampak, secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan Kontraktor. Pemeriksaan harus dilaksanakan secara independen oleh staf Kontraktor. Diharapkan SES akan mempunyai lahan mereka sendiri untuk peralatan pemantauan seperti kamera, pengangkutan dan sumber‐sumber lainnya. Dimana pengawasan pasti diperlukan untuk menyelesaikan masalah‐masalah yang rentan perselisihan atau yang dapat berakibat hukuman, SES dapat membuat kontrak dengan pihak ketiga untuk melaksanakan pemantauan spesifik di lokasi yang sedang direview. Dimana terdapat pelanggaran terhadap spesifikasi teknis, syarat kontrak, atau EMP, SES akan segera melaporkannya pada Ketua Enjinir Kontraktor (atau yang selevel), Ketua Konsultan Supervisi dan PLN. SES juga akan melaporkan semua pelanggaran pada PLN sebagai bagian dari pelaporan setiap bulan. Pemeriksaan lingkungan bersama yang tetap (misalnya setiap minggu) harus diatur oleh Tim SES dan CSE, dengan partisipasi dari Petugas Lingkungan Kontraktor (SEO). Hal ini harus digunakan sebagai kesempatan untuk SES untuk lebih jauh melatih CSE dan Staf Kontraktor. Buku catatan harian petugas teknis lapangan SES harus disimpan tersedia untuk pemeriksaan oleh semua staf yang membantu dalam pengelolaan proyek, termasuk perwakilan dari Panel Independen. SES akan secara regular mereview semua catatan dari kontraktor untuk memastikan mereka memperbaharui data mereka, faktual dan memenuhi syarat pelaporan EMP (misalnya catatan pemantauan pengaduan lingkungan) Pengaduan: Pengaduan akan diterima oleh Kantor Lokasi Kontraktor dari masyarakat sekitar berkenaan dengan gangguan lingkungan seperti kebisingan, debu, keselamatan lalu lintas, dll. Tanggung jawab untuk pengolahan, penyampaian atau pencarian solusi pengaduan akan menjadi tanggungan Ketua Enjinir Kontraktor atau selevelnya dan SEO. SES akan memberikan duplikat pengaduan‐pengaduan tersebut dan SES akan memastikan pengaduan tersebut akan disampaikan secara tepat oleh Kontraktor dengan cara yang sama seperti kejadian‐kejadian selama pemeriksaan lokasi. Dampak yang tidak diperkirakan: dalam keadaan dimana terjadi kejadian yang tidak tercakup dalam EMP ataupun EIA, SES akan bekerja dengan CSE dan kontraktor untuk mencari solusi yang memuaskan terhadap kejadian tersebut. Pembayaran Bulanan: SES akan memastikan pembayaran bulanan untuk kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan seperti yang direkomendasikan oleh SES pada PLN. 5 Restorasi Lokasi dan Lahan: SES akan memantau segala kegiatan yang berhubungan dengan restorasi lokasi dan lahan dalam daerah borrow pit, quarry, barak/basecamp, tempat penghancur batu, dll, untuk memastikan kegiatan dapat diselesaikan tepat dan sesuai standar. SED akan setuju dengan kontraktor mengenai Rencana Restorasi dan Pembubaran Lokasi yang diimplementasikan sebelum selesainya tahap konstruksi dan sebelum penggenangan. 1.4 Mulainya Proyek dan Pengisian Staf
Sudah diantisipasi bahwa CSE dan SES akan dikerahkan selambatnya satu bulan sebelum mulainya kegiatan konstruksi. Mulainya tiga bulan tersebut akan dimanfaatkan oleh SES untuk review dan membiasakan dirinya dengan proyek, desain proyek, spesifikasi teknis, dokumen kontrak, EIA, EMP dan LARAP dan dokumen dan laporan proyek yang relevan lainnya. Sesudah mereview, SES akan mempersiapkan laporan singkat tentang masalah potensial dan tantangannya yang meningkat dari implementasi EMP dan syarat‐syarat dokumen kontrak dan membuat rekomendasi (bila diperlukan) pada PLN mengenai bagaimana membangun implementasi yang terbaik. SES diharapkan untuk dikerahkan saat dimulainya kontrak, mempersiapkan panduan, dokumentasi, pelatihan, dll. yang diperlukan. 1.5 Pelaporan
Sedikitnya SES akan mempersiapkan laporan tertulis sebagai berikut: Jenis Laporan dan Tujuannya Frekuensi Pengumpulan Laporan harian masalah‐masalah pihak yang tidak memenuhi Pada awal minggu, selama konstruksi EMP Laporan Lingkungan Perbulan, mencakup: •
Pada awal kalender setiap bulan, semalam konstruksi. Kemajuan Konstruksi – masalah‐masalah utama lingkungan •
Kejadian dan upaya pencegahan •
Pengaduan •
Hasil Pengawasan / Pemantauan lokasi Laporan penemuan Peninggalan Budaya Dalam 24 jam pada penemuan lokasi arkeologi, manusia purba atau artefak. Pada akhir proyek SES akan menyiapkan laporan final yang meringkas penemuan‐penemuan utama dari pekerjaan mereka, jumlah pelanggaran, pemecahan, dll. Juga saran dan paduan mengenai bagaimana tugas berikut dapat diselesaikan di masa mendatang. Selama masa proyek SES akan menyediakan rapat bila diminta PLN, BPLHD, Bank Dunia, Independent Review Panel, dan pihak lainnya mengenai pengelolaan dan pengawasan lingkungan. Sedikitnya rapat diharapkan dilaksanakan setiap enam bulan sekali. 6 
Fly UP