...

PEMAKNAAN LIRIK LAGU “PALING SUKA 69” SKRIPSI

by user

on
Category: Documents
6

views

Report

Comments

Transcript

PEMAKNAAN LIRIK LAGU “PALING SUKA 69” SKRIPSI
PEMAKNAAN LIRIK LAGU “PALING SUKA 69”
(Studi Semiotik Tentang Pemaknaan Lirik Lagu ”Paling Suka 69” yang
Dibawakan oleh Julia Perez)
SKRIPSI
Oleh :
Adindasyah Putra
NPM: 0943210002
YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA
TIMUR FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
SURABAYA
2012
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
PEMAKNAAN LIRIK LAGU “PALING SUKA 69”
(Studi Semiotik Tentang Pemaknaan Lirik Lagu “Paling Suka 69”
yang Dibawakan oleh Julia Perez)
Disusun Oleh:
Adindasyah Putra
NPM : 0943210002
Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Skripsi
Menyetujui,
PEMBIMBING
Dr. Catur Suratnoadji, Msi
NPT. 3 7206 95 00461
Mengetahui,
DEKAN
Dra. Ec. Hj. Suparwati, Msi
NIP. 19550718 198302 2001
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
PEMAKNAAN LIRIK LAGU “PALING SUKA 69”
(Studi Semiotik Tentang Pemaknaan Lirik Lagu “Paling Suka 69”
yang Dibawakan oleh Julia Perez)
Oleh:
Adindasyah Putra
NPM : 0943210002
Telah dipertahankan di hadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi
Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Pada tanggal 14 Juni 2012
Pembimbing
Tim Penguji :
1. Ketua
Dr. Catur Suratnoadji, Msi
NPT. 3 7206 95 00461
Juwito, S.Sos, Msi
NPT. 3 6704 95 00361
2. Sekretaris
Drs. Saifuddin Zuhri, Msi
NIP. 3 7706 94 00351
3. Anggota
Dr. Catur Suratnoadji, Msi
NPT. 3 7206 95 00461
Mengetahui,
DEKAN
Dra. Ec. Hj. Suparwati, Msi
NIP. 19550718 198302 2001
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
ABSTRAKSI
ADINDASYAH PUTRA. 0943210002. PEMAKNAAN LIRIK LAGU “PALING
SUKA 69” (Studi Semiotik tentang Pemaknaan Lirik Lagu “Paling Suka 69”
yang Dibawakan oleh Julia Perez)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan lirik lagu ‘Paling Suka
69” yang dibawakan oleh Julia Perez. Kajian yang digunakan adalah musik dan lirik
lagu, seks dan seksualitas, dan metode semiotik Ferdinand de Saussure.
Penelitian ini dilakukan dengan cara memaknai setiap kata, baris kalimat,
setiap bait, dan keseluruhan lirik lagu “Paling Suka 69”, sehingga menghasilkan
pemaknaan terhadap lirik lagu “Paling Suka 69”. Makna yang dapat dilihat secara
keseluruhan yaitu penggambaran tentang proses kegiatan beradegan intim mulai dari
pemanasan (foreplay), inti permainan, sampai dengan penutupan (afterplay). Dalam
lirik lagu ini terkesan tidak mendidik karena ditulis secara terbuka dengan kata-kata
yang lugas sehingga terkesan vulgar.
Kesimpulan dari analisis terhadap lirik lagu “Paling Suka 69” adalah
penggambaran kegiatan beradegan intim mulai dari proses pemanasan (foreplay),
kemudian inti permainan, sampai dengan proses penutupan (afterplay).
Kata kunci: kegiatan beradegan intim, lagu paling suka 69, semiotik.
ABSTRACT
ADINDASYAH PUTRA. 0943210002. REPRESENTATION OF SEX STYLE in
the song "PALING SUKA 69" (Semiotic Studies about The Representation of
Sex Style in the song "Paling Suka 69" sung by Julia Perez)
This study aims to knowing the meaning lyrics of the song “Paling Suka 69"
sung by Julia Perez. Studies that used is the music and lyrics of the song, sex and
sexuality, and semiotic methods of Ferdinand de Saussure.
This research done by interpreted of each word, each sentence, each byte, and
the entire song "Paling Suka 69", so that produced the meaning lyrics of the song
“Paling Suka 69”. The meaning can be looked entirely from representation of the
activity process intimate scenes from the foreplay, the core play, until the after play.
The lyrics is not educate because its words is too vulgar.
Conclusions of the analysis of the lyrics of the song "Paling Suka 69" is an
intimate scene of activities ranging from foreplay, the core play, until the after play.
Keywords: scene of sex activities, song of paling suka 69, semiotic.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat
dan
Hidayah-Nya
kepada
peneliti
sehingga
proposal
dengan
judul
“PEMAKNAAN LIRIK LAGU “PALING SUKA 69” (Studi Semiotik
Tentang Pemaknaan Lirik Lagu “Paling Suka 69” yang Dibawakan oleh
Julia Perez) dapat terselesaikan dengan baik.
Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Catur Suratnoadji, Msi
selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan
bimbingan, nasehat serta motivasi kepada peneliti. Peneliti juga banyak
menerima bantuan dari berbagai pihak, baik itu berupa moril, spirituil maupun
materiil. Untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada:
1.
Ibu Dra.Ec.Hj.Suparwati, M.si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2.
Bapak Juwito, S.Sos., Msi selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jawa Timur.
3.
Bapak Drs. Saifuddin Zuhri, Msi, selaku sekretaris Program Studi Ilmu
Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Jawa Timur.
4.
Bapak Dr. Catur Suratnoadji selaku Dosen Pembimbing sehingga peneliti
dapat menyelesaikan proposal ini, matur nuwun pak.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
i
5.
Kedua orang tua peneliti Arliansyah dan Sulistyowati, semoga anak kalian
ini mampu membuat kalian tersenyum bangga nantinya.
6.
Kakakku Anandasyah Putra, yang selalu memberikan doa dan dukungan
moril maupun spirituil di saat peneliti sedang dalam proses kejenuhan dan
sempat mengalami keputusasaan.
7.
Wanita spesial yang menambah warna dalam hidupku Irma Sofianti.
8.
Teman-teman IISIP Jakarta (Institut Ilmu Politik dan Ilmu Sosial)
angkatan 2005 yang selama kurang lebih 3 tahun secara tidak langsung telah
memberikan pengalaman berharga kepada peneliti selama di ibu kota Jakarta.
9.
Teman-teman Soufa band dan musisi tanah air (mas Eko Bunglon band,
Kaimsasikun band, Ronald ambon sound enginering dan additional guitar
player Mocca band) terima kasih atas pengalaman hidupnya selama ini.
10. Teman-teman KKN UPN Jatim kelompok 4 gelombang 2 tahun 2011.
11. Serta teman-teman UPN Jatim jurusan Ilmu Komunikasi dan seluruh
Pihak yang belum atau tidak dapat disebutkan satu per satu. Terima kasih atas
doa dan dukungannya.
Peneliti menyadari bahwa didalam proposal ini masih ditemukan banyak
kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak
sangat diharapkan demi kesempurnaan proposal ini.
Surabaya, 4 Mei
Peneliti
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
ii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ...............................................................................
i
DAFTAR ISI ............................................................................................. iii
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................
v
BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................
1
1.1. Latar Belakang Masalah .....................................................................
1
1.2. Perumusan Masalah............................................................................
5
1.3. Tujuan Penelitian ...............................................................................
5
1.4. Manfaat Penelitian……...........……………………………………….. 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................................................................
6
2.1. Landasan Teori..................................................................................
6
2.1.1. Musik dan Lirik Lagu ....................................................................
6
2.1.2. Interpretasi Tanda dalam Lirik Lagu................................................ 10
2.1.3. Seks dan seksualitas.......................................................................... 11
2.1.4. Kamasutra Ala India Kuno dan Ala Jawa.….............……………... 14
2.1.5. Posisi dalam Adegan Intim dan Variasi Pengembangannya….....… 18
2.1.6. Komunikasi Verbal............................................................................ 21
2.2. Analisa Semiotik Ferdinand De Saussure............................................... 22
2.3. Kerangka Berpikir................................................................................... 28
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
iii
BAB III METODOLOGI PENELITIAN................................................... 30
3.1. Pemaknaan Lirik Lagu “Paling Suka 69”…………............................... 32
3.2. Unit Analisis dan Corpus……………………………………………… 33
3.2.1. Unit Analisis…………………………………………………….….. 33
3.2.2. Corpus……………………..……………………………………….. 33
3.3. Metode Analisis Data…………………...…………………………….. 35
3.4. Teknik Pengumpulan Data…………………………………………….. 36
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………… 37
4.1. Gambaran Umum……………………………………………………… 37
4.1.2. Penyanyi Julia Perez………………………………………………… 37
4.1.3. Sinetron……………………………………………………………… 41
4.1.4. Film………………………………………………………………….. 42
4.1.5. Album……………………………………………………………….. 43
4.1.6. Hit Single…………………………………………………………….. 43
4.2. Penyajian Data………………………………………………………….. 43
4.3. Pemaknaan Lirik Lagu “Paling Suka 69” Menurut Teori Saussure……. 45
4.4. Makna Secara Keseluruhan…………………………………………….. 74
4.5. Adegan Vulgar dalam Lagu “Paling Suka 69”…………………………. 76
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………….. 78
5.1. Kesimpulan……………………………………………………………... 78
5.2. Saran……………………………………………………………………. 79
DAFTAR PUSTAKA
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
iv
DAFTAR LAMPIRAN
1. Gambar 3.3. Diagram Semiotik Saussure……………………………………....... 82
2. Gambar 3.2.2. Lirik Lagu “Paling Suka 69”……………………………………... 35
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
v
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Mengangkat masalah seks sebenarnya tidak terlepas dari keingintahuan
masyarakat akan masalah yang selama ini dianggap sebagai hal yang tabu.
Ketabuan membuat orang tidak berani mengungkapkan secara terbuka.
Akibatnya seks dianggap sebagai sesuatu yang begitu rahasia dan misterius.
Inilah yang menjadikan segala hal yang berhubungan dengan seks sebagai
sesuatu yang fenomenal, kontroversial, dan membuat orang untuk ingin tahu
lebih banyak. (Hidayana. 2004 : 3)
Sesungguhnya seks mengandung pengertian yang khas, intim, dan mesra
dalam kaitannya dengan bermacam-macam hubungan antara pria dan wanita.
Seks bukanlah sesuatu yang menakutkan, karena seks merupakan karunia dari
Tuhan dipergunakan untuk melestarikan kehidupan di muka bumi, seks dapat
dikatakan sebagai kenikmatan bagi setiap orang, asal dilakukan dalam konteks
yang sebenarnya yaitu dalam ikatan pernikahan. Tetapi bila seks disalahgunakan
akan menimbulkan kesengsaraan, rasa bersalah, gelisah, dimanfaatkan, takut,
dan lain sebagainya.
Pada kenyataannya di jaman yang modern ini kehidupan seks di masyarakat
sudah semakin kurang terkendali karena adanya pengaruh dari budaya asing
(westernisasi) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa kita dan norma
ketimuran. Banyak kejadian yang sering kita dengar dan kita lihat, dimana orang
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
1
2
melakukan hubungan seks bebas yang oleh sebagian orang dikatakan sebagai
gaya hidup atau tren. (Hidayana. 2004 : 5)
Berangkat dari fenomena sosial diatas, lagu “Paling Suka 69” yang
dibawakan oleh Julia Perez dengan nada dan suaranya yang erotis, mendesah,
penuh nafsu, dan tekanan pada bait-bait lirik yang menggambarkan adegan
intim dan gaya bercinta sang penyanyi menjadi permasalahan, selain itu
penulisan pada lirik lagunya yang ditulis terlalu vulgar, terkesan tidak mendidik,
nakal, dan mengarah ke pornografi.
Musik merupakan hasil budaya manusia yang menarik diantara banyak
budaya manusia yang lain, dikatakan menarik karena memegang peranan yang
sangat banyak diberbagai bidang. Jika dilihat dari sisi psikologisnya, musik
kerap menjadi sarana pemenuhan kebutuhan manusia dalam hasrat akan seni
dan berkreasi. Dari sisi sosial musik juga dapat disebut sebagai cermin tatanan
sosial yang ada dalam masyarakat saat musik tersebut diciptakan. Dan dari segi
ekonomi pun musik telah bergerak pesat menjadi suatu komoditi yang
menguntungkan. Musik merupakan suatu karya seni (budaya). Sebuah karya
seni memerlukan sebuah media dalam menyampaikan pesannya, salah satunya
melalui musik.
Keberadaan lirik lagu sangat penting selain perpaduan dari alat musik yang
dimainkan dan karakter suara dari penyanyinya. Kekuatan lirik dari suatu lagu
juga merupakan unsur yang penting bagi keberhasilan lagu itu sendiri, karena
melalui lirik lagu pencipta berusaha menyampaikan apa yang ingin
diungkapkannya, pencipta lagu ingin menyampaikan pesan yang merupakan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
3
pengekspresian dirinya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi disekitarnya
yang dimana dia berinteraksi didalamnya, dalam artian bahwa pesan tersebut
bersumber pada pola pikirnya serta kerangka acuan (frame of reference) dan
pengalaman (field of experience) sebagai hasil dari interaksinya dengan
lingkungan sosial di sekitarnya. Lirik lagu adalah sebuah media komunikasi
verbal yang memiliki nilai yang sama dengan ribuan kata atau peristiwa, juga
secara individu mampu memikat perhatian.
Lirik lagu dalam musik yang sebagaimana bahasa, dapat menjadi sarana
atau media komunikasi untuk mencerminkan bentuk realitas sosial yang ada
dalam masyarakat. Lirik lagu dapat juga sebagai sarana sosialisasi terhadap
suatu sikap atau nilai. Oleh karena itu, ketika sebuah lirik lagu diaransir dan
diperdengarkan kepada khalayak juga mempunyai tanggung jawab besar atas
tersebarnya sebuah keyakinan, nilai-nilai, bahkan prasangka tertentu. Harus
diakui musik juga dapat mengekspresikan perasaan, kesadaran, bahkan
pandangan hidup (ideology) manusia. (Mulyana, D. 2005 : 22)
Lirik bisa dikatakan memegang peranan dan merupakan kunci utama dalam
sebuah lagu, hal itu bisa dinilai dari pemilihan kata-katanya (diksi), semakin
mudah dihafal dan mampu mewakili perasaan konsumen, maka lagu itu akan
sangat mungkin banyak dikenal oleh masyarakat atau penikmat musik. Namun
tidak dipungkiri sentuhan musik juga tidak kalah pentingnya untuk
menghidupkan bentuk ekspresi lagu tersebut secara keseluruhan. Untuk
menyampaikan sebuah pesan tidak hanya lirik yang dijadikan acuan sebagai
tanda untuk berinteraksi dalam menyikapi pesan yang terkandung didalamnya,
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
4
akan tetapi seluruh komponen yang terdapat didalam lagu itu secara keseluruhan
juga bisa menggugah konsumen. Dan juga bukan hanya alat musik ataupun
karakter suara penyanyi yang mendukung, akan tetapi faktor ketepatan waktu
saat penyampaian lagu tersebut juga sangat berpengaruh terhadap konsumen
atau penikmat musik, apakah lagu itu mampu mewakili perasaannya.
Konsep pesan dalam sebuah lagu juga bermacam-macam, ada yang berupa
ungkapan sedih, rasa kagum terhadap seseorang, rasa kecewa, dendam, ataupun
kritik terhadap suatu penyimpangan. Sehingga dapat dikatakan bahwa lirik lagu
tercipta bukan hanya dari rangkaian kata-kata indah semata, akan tetapi lirik
lagu merupakan representasi dari sebuah realitas atau fenomena yang dirasakan
oleh seorang pencipta lagu.
Jenis pelanggaran-pelanggaran dalam lagu “Paling Suka 69” antara lain
tertuang pada:
1. Undang-Undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002 pasal 36 ayat 5 dan 6
yang berbunyi (isi siaran dilarang menonjolkan hal-hal yang bermuatan cabul,
dilarang memperolok, merendahkan, melecehkan, dan atau mengabaikan nilainilai agama dan martabat manusia Indonesia).
2. Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3/SPS) tahun
2009 yakni pasal 9 (penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan),
pasal 13 (tentang perlindungan anak dan remaja), pasal 17 (pelanggaran
adegan seksual), dan pasal 19 (muatan seks dalam lagu dan video klip), pasal
36 (penggolongan program siaran). (http://kpi.go.id, diakses 27 Maret 2012)
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
5
Atas dasar inilah, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa makna
yang terkandung pada lirik lagu “Paling Suka 69“ yang dibawakan oleh Julia
Perez dan bagaimana semiotika yang muncul pada lagu ini, mengapa
mengandung makna negatif didalam masyarakat.
1.2. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka yang menjadi
permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana analisis semiotik pada
lirik lagu “Paling Suka 69”?
1.3. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimanakah pemaknaan lirik lagu “Paling Suka 69”
yang dibawakan oleh Julia Perez.
1.4. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Untuk menambah literatur penelitian kualitatif ilmu komunikasi khususnya
mengenai analisis pada lirik lagu dengan metode semiotik Saussure.
2. Manfaat Praktis
Membantu masyarakat, pembaca, penikmat, dan sekaligus pengamat musik
dalam menyikapi isi dari lirik lagu “Paling Suka 69” yang dibawakan oleh
Julia Perez.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
Fly UP