...

profitabilitas ekuitas dan beberapa faktor yang

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

profitabilitas ekuitas dan beberapa faktor yang
PROFITABILITAS EKUITAS DAN BEBERAPA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
(STUDI PADA BEBERAPA KUD DI KOTA AMBON)
Pieter Leunupun
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Indonesia Maluku
ABSTRAK
Sorotan utama penelitian ini adalah profitabilitas ekuitas dengan dasar
pemikiran bahwa modal sendiri merupakan hal yang sangat urgen bagi
KUD dalam konteks kemandiriannya, karena walaupun KUD tidak
bertujuan untuk mengejar keuntungan tetapi harus memperoleh
keuntungan untuk berkembang di masa yang akan datang.
Bertolak dari alasan di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui: ada tidaknya hubungan kausal antara profit
margin, investment turnover, dan equity multiplier sebagai variabel
independen, dengan profitabilitas ekuitas sebagai variabel dependen dalam
arah yang positif bagi kelompok KUD Mandiri dan KUD Calon Mandiri.
Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka data selama tahun 1999
- 2002 untuk lima KUD Mandiri dan lima KUD Calon Mandiri
dikumpulkan dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon, dianalisis secara
sistematis dengan menggunakan regresi linier sebagai model penelitian.
Hasil regresi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut
secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas ekuitas. Pada KUD Mandiri, dominasi pengaruh terletak pada
variabel profit margin dan investment turnover sedangkan bagi KUD
Calon Mandiri dominasi terletak pada investment turnover.
Kata kunci:
profit margin, investment turnover, equity multiplier,
profitabilitas ekuitas.
ABSTRACT
The prime target of research is return on equity with base of think that
equity was the most urgent thing for KUD in autonomy context, because
even KUD not purpose to get profit is still need to develop it in the future.
Leave from all reason above, this research is perform intend to know :
is there any causal relation or not between profit margin, investment
turnover, and equity multiplier as independent variable, with return on
equity as dependent variable on positive direction for KUD autonomy and
autonomy candidate.
To get a succesful research, we use the data during 1999 – 2002 of five
autonomy and candidate KUD from Cooperation and UKM Department
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
134
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
in Ambon, with sistematic analysis using linier regression as research
model. Result of regresion shows that the three independent variable as a
partial or simultant influence on return on equity. And for autonomy
KUD, dominate influence stay at the variable of profit margin and
investment turnover, where as KUD autonomy candidate is dominate stay
on investment turnover.
Keywords: profit margin, investment turnover, equity multiplier, return
on equity.
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian menyebutkan bahwa
koperasi Indonesia adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan
hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Pengertian ini mengisyaratkan bahwa koperasi adalah badan hukum yang bertujuan
untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya. Jadi pada dasarnya koperasi merupakan salah satu badan usaha yang
sekaligus merupakan pranata ekonomi Indonesia umumnya didirikan dengan harapan
dapat mengatasi persoalan anggotanya. Untuk itu koperasi perlu dibina secara
profesional baik dalam bidang organisasi maupun dalam bidang mental dan usaha.
Khusus dalam bidang usaha, karena koperasi merupakan suatu badan usaha yang
sedikit banyak berkecimpung dalam lapangan ekonomi, maka dalam mencari
pemecahan suatu persoalan manajemen, akan dibutuhkan pengetahuan tentang
prinsip-prinsip ekonomi (Partadiredja 1995:2). Artinya bahwa koperasi dalam
menjalankan usahanya tidak dapat meninggalkan sifat dan syarat ekonominya untuk
mencapai efisiensi, karena koperasi tengah berada dalam suatu lingkungan dunia
usaha (business environment) yang di dalamnya terdapat bentuk perusahaan lain yang
sama-sama berusaha menggali potensi sumber daya yang ada.
Harus diakui bahwa untuk mengembangkan koperasi secara baik sebagaimana
yang diharapkan, maka pengelolaannya harus baik pula. Artinya koperasi tidak dapat
berdiri tegak dan kuat tanpa adanya pengelolaan yang baik dan sehat. Koperasi
dituntut demikian karena kedudukannya dewasa ini bukan hanya mengejar asas
kekeluargaan dan kegotong-royongan tetapi perlu menjalankan fungsinya demi
kesejahteraan anggota. Konotasinya bahwa walaupun koperasi bukan kumpulan modal
tetapi harus mempunyai modal untuk berkembang atau dengan kata lain, koperasi
tidak bertujuan untuk mengejar keuntungan tetapi diharapkan memperoleh
keuntungan untuk berkembang di masa yang akan datang. Tentang harapan
memperoleh keuntungan di masa yang akan datang, tidak terlepas dari upaya efisiensi
dalam koperasi itu sendiri, karena makin tinggi tingkat efisiensi pada akhirnya akan
membawa koperasi pada pencapaian profitabilitas yang tinggi.
Seperti halnya lembaga-lembaga atau badan usaha lain, maka koperasi selalu
menghadapi berbagai persoalan di mana persoalan tersebut pada hakikatnya timbul
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
135
dari suasana lingkungan yang secara langsung mempengaruhi operasionalisasi
koperasi itu sendiri (Reksohadiprojo 1998:3). Khusus tentang lingkungan internal,
maka pada kebanyakan koperasi (termasuk di Daerah Kota Ambon yang menjadi obyek
penelitian ini) belum mampu mengadministrasikan kegiatan-kegiatannya secara baik
sesuai standar tertentu sehingga penyediaan data untuk mengambil keputusan juga
belum lengkap, termasuk di dalamnya pengambilan keputusan dalam hal pengelolaan
dana.
Terkait dengan keputusan dalam hal pengelolaan penggunaan dana, maka pihak
koperasi harus mampu mengalokasikan sumberdaya keuangan yang dimiliki secara
efisien serta menekan biaya-biaya penggunaan dana sehingga
akan mampu
menigkatkan laba atau yang disebut dengan sisa hasil usaha (SHU) pada saat
mendatang. Jadi efisiensi yang dimaksudkan adalah bagaimana koperasi mampu
menghasilkan laba (SHU) dengan kekayaan atau modal yang dimiliki, baik modal
asing maupun modal sendiri (equity).
Berdasarkan data selama masa pengamatan (1999-2002) untuk KUD di daerah kota
Ambon sesuai klasifikasi kemandiriannya, terlihat bahwa secara rata-rata perolehan
hasil usaha kelompok KUD Mandiri lebih besar dari kelompok KUD Calon Mandiri.
Hal ini terlihat jelas di mana kenaikan hasil usaha KUD Mandiri sebesar 94,40% yang
lebih besar dari kenaikan hasil usaha KUD Calon Mandiri, yaitu 83,79%. Pada sisi
lain, modal sendiri yang digunakan untuk menunjang aktivitas memperoleh hasil
usaha pada kelompok KUD Calon Mandiri justru lebih besar dibanding kelompok KUD
Mandiri (36,96% : 30,4%). Indikasi yang diperoleh dari kondisi seperti ini adalah bahwa
hasil usaha yang meningkat tidak selalu menjamin meningkatnya profitabilitas
(profitabilitas ekuitas).
Sorotan penelitian ini pada profitabilitas ekuitas dengan dasar pemikiran bahwa
modal sendiri merupakan hal yang sangat urgent bagi KUD dalam konteks
kemandiriannya. Hal ini menarik untuk dikaji lebih jauh agar dapat diperoleh jawaban
yang secara teoritis dapat dipertanggungjawabkan dan mendekati kepastian tentang
profitabilitas ekuitas itu sendiri dan beberapa faktor internal yang mempengaruhinya.
antara lain; profit margin, investment turnover dan equity multiplier.
1.2 Perumusan Masalah
Memperhatikan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah
penelitian sebagai berikut: “apakah profit margin, investment turnover dan equity
multipiler berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas masing-masing
kelompok KUD”.
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai rumusan masalah, maka variabel-variabel penelitian ini akan diuji secara
empirik dengan maksud untuk mengetahui :
a. Ada tidaknya pengaruh signifikan dari profit margin terhadap profitabilitas ekuitas
masing-masing kelompok KUD.
b. Ada tidaknya pengaruh signifikan dari investment turnover terhadap profitabilitas
ekuitas masing-masing kelompok KUD.
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
136
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
c. Ada tidaknya pengaruh signifikan dari equity multiplier terhadap profitabilitas
ekuitas masing-masing kelompok KUD.
1.4. Kajian Teoritik
Umumnya masalah profitabilitas lebih penting dari masalah profit, karena profit
yang besar belum merupakan ukuran bahwa perusahaan (koperasi) telah bekerja
dengan efisien. Efisiensi baru dapat diketahui jika profit dibandingkan dengan
kekayaan atau modal yang digunakan untuk menghasilkan profit tersebut. Dengan
demikian perusahaan (koperasi) hendaknya tidak hanya memperhatikan bagaimana
usaha untuk memperbesar profit tetapi yang lebih penting ialah usaha untuk
mempertinggi profitabilitasnya, karena profitabilitas yang tinggi merupakan
pencerminan efisiensi yang tinggi pula.
Dengan uraian di atas, maka yang disebut profitabilitas adalah kemampuan
menghasilkan laba (profit) selama periode tertentu dengan menggunakan aktiva atau
modal, baik modal secara keseluruhan maupun modal sendiri (Van Horn dan
Wachowicz 1997:148-149). Kemampuan menghasilkan laba yang dimaksud dalam
penelitian ini tentunya adalah kemampuan menghasilkan laba dengan menggunakan
modal sendiri atau profitabilitas ekuitas (return on equity = ROE), yang persamaan
matematisnya adalah:
ROE =
Net Profit After Tax
Equity
Perhitungan return on equity dapat pula dilakukan dengan mengalikan return on
assets (ROA) dan equity multiplier atau total assets to equity (EM atau TATE). Return
on assets (ROA) adalah profit margin (PM) dikalikan dengan investment turnover atau
total assets turnover (ITO atau TATO). Atas dasar pemikiran ini, maka persamaan di
atas dapat dimodifikasi menjadi (Brigham and Gapenski 1993:697):
ROE = ROA x EM
= PM x TATO x EM
Mencermati persamaan di atas, maka jelaslah bahwa return on equity adalah fungsi
dari profit margin, assest turnover dan equity multiplier. Atas dasar ini maka variabelvariabel utama dalam penelitian ini yang mempengaruhi profitabilitas ekuitas adalah
profit margin, total assets tornover dan equity multiplier sebagai faktor yang terkait
langsung dengan kemampuan internal koperasi. Karena itu model teoritis yang
dikembangkan sebagai kerangka pemikiran penelitian ini adalah sebagai berkut:
Gambar 1
Model Teoritis
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
137
PM
TATO
ROE
EM
(Sumber: Hasil olahan penulis)
Profit margin (PM), merupakan rasio antara laba bersih dengan penjualan, yaitu
penjualan sesudah dikurangi dengan seluruh biaya termasuk pajak dibandingkan
dengan penjualan. Semakin tinggi profit margin semakin baik usaha koperasi karena
menampakan kemampuan koperasi dalam memperoleh sisa hasil usaha (SHU) dari
penjualan. Formula profit margin adalah sebagai berikut:
PM =
Net Profit After Tax
Sales
Total assets turnover atau investment turnover (TATO atau ITO), merupakan rasio
antara jumlah aktiva yang digunakan dengan jumlah penjualan yang diperoleh selama
periode tertentu. Rasio ini merupakan ukuran sampai seberapa jauh aktiva telah
dipergunakan dalam kegiatan koperasi atau menunjukan berapa kali aktiva berputar
dalam periode tertentu. Apabila dalam menganalisis rasio ini selama beberapa periode
menunjukan suatu trend yang cenderung meningkat, memberikan gambaran bahwa
semakin efisiensi penggunaan aktiva sehingga hasil usaha akan meningkat (Sawir
2001:56). Perhitungan total assets turnover dapat dilakukan dengan rumus sebagai
berikut:
Sales
TATO =
Total Assers
Kedua faktor di atas (PM dan TATO) apabila dijabarkan lebih lanjut, maka
dipengaruhi oleh berbagai hal lain. Profit margin dipengaruhi oleh sisa hasil usaha
yaitu penjualan sesudah dikurangi seluruh biaya termasuk pajak dibandingkan dengan
penjualan. Semakin tingginya profit margin semakin baik operasi suatu koperasi
karena menampakan keberhasilannya dalam meningkatkan penjualan yang dibarengi
dengan peningkatan yang sangat besar dalam pengorbanan biayanya. Sedangkan total
assets turnover dipengaruhi oleh besar-kecilnya penjualan dan total aktiva, baik aktiva
lancar maupun aktiva tetap. Karena itu, total assets turnover dapat diperbesar dengan
menambah aktiva pada satu sisi dan pada sisi lain diusahakan agar penjualan dapat
meningkat relatif lebih besar dari peningkatan aktiva atau dengan mengurangi
penjualan disertai dengan pengurangan relatif terhadap perputaran aktiva. Menurut
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
138
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
Weston dan Brigham (1998:304), sebaiknya aktiva yang digunakan adalah aktiva ratarata, yaitu [(aktiva awal + aktiva akhir)/2].
Dalam kaitan dengan profitabilitas ekuitas ini pula, maka faktor total aktiva
terhadap modal sendiri atau equity multiplier (EM) perlu pula mendapat perhatian.
Rasio total aktiva terhadap modal sendiri dihitung dengan rumus sebagai berikut:
EM =
Total Asse ts
Equity
Rasio ini sebenarnya menjelaskan sampai seberapa jauh kemampuan koperasi
menginvestasi modal pada aktiva dengan menggunakan modal sendiri. Semakin besar
rasio ini maka semakin besar pula penggunaan modal sendiri dalam aktiva koperasi
tersebut untuk menghasilkan profit (SHU).
Mencermati kembali kerangka pemikiran (model teoritis) di atas dikaitkan dengan
rumusan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini, dapat diajukan hipotesis
mayor dan minor berikut ini:
1. Hipotesis Mayor sebagai berikut:
Diduga profit margin, investment turnover dan equity multipiler secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas masing-masing kelompok
KUD.
2. Hipotesis Minor
Untuk memperjelas hipotesis mayor, maka dapat dikemukakan hipotesis minor
sebagai berikut:
a. Profit margin berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas masingmasing kelompok KUD.
b. Investment turnover berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas
masing-masing kelompok KUD.
c. Equity multiplier berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas masingmasing kelompok KUD.
2. METODE PENELITIAN
2.1 Desain Penelitian
Sebagaimana diketahui bahwa koperasi dapat diklasifikasikan menjadi koperasi
yang bukan Koperasi Unit Desa (Non-KUD) dan Koperasi Unit Desa (KUD). Dalam
penelitian ini, pengertian koperasi yang dimaksudkan adalah Koperasi Unit Desa
(KUD). Dipilihnya Koperasi Unit Desa sebagai obyek penelitian karena prioritas dan
sasaran pengembangan koperasi semenjak PJP I ditujukan kepada koperasi di
pedesaan, yaitu Koperasi Unit Desa.
Proses penelitian ini dibagi dalam tiga tahapan, yaitu; tahapan pertama, melakukan
studi pustaka untuk memperoleh landasan teori dengan maksud untuk digunakan
dalam analisis. Dasar teori ini diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan
masalah yang ingin diteliti. Tahapan kedua, melakukan studi lapangan untuk
menjaring data yang diperlukan. Tahapan kedua ini dibagi dalam dua bagian, yaitu (1)
penelitian pendahuluan yang diperlukan untuk memperoleh data awal dan gambaran
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
139
tentang lokasi/obyek penelitian. Data awal dan gambaran lokasi/obyek penelitian
diperoleh dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon melalui wawancara dengan
pimpinan kantor menyangkut jumlah KUD yang ada di Kota Ambon beserta
aktivitasnya, (2) penelitian pokok dengan tujuan mengumpulkan data KUD yang ada
dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon. Tahapan ketiga, mengolah data yang telah
dikumpulkan dan dianalisis serta menyusunnya dalam suatu laporan penelitian.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang menggambarkan secara
sistematik, faktual, dan aktual mengenai hubungan antar variabel-variabel yang
diselidiki, menguji hipotesis, membuat prediksi dan memberi makna dengan membuat
implikasi terhadap pemecahan masalah. Dengan demikian yang ingin diketahui adalah
berapa besar nilai-nilai variabel yang digunakan atau berapa besar pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen.
Variabel dependen (terpengaruh) atau Y adalah profitabilitas ekuitas, yaitu
perbandingan SHU dengan modal sendiri. Sedangkan variabel independen (pengaruh)
adalah profit margin, investment turnover, dan equity multiplier. Profit margin
disimbolkan dengan X1, yaitu perbandingan antara SHU dengan penjualan, investment
turnover yang disimbolkan dengan X2, yaitu perbandingan antara penjualan dengan
aktiva rata-rata, equity multiplier yang disimbolkan dengan X3, yaitu perbandingan
antara aktiva rata-rata dengan modal sendiri. Aktiva rata-rata adalah aktiva awal
periode ditambah aktiva akhir periode dibagi dua. Menghitung nilai variabel-variabel
tersebut dengan menggunakan data selama empat tahun (1999 – 2002) untuk setiap
KUD yang dijadikan sampel penelitian.
2.2 Populasi dan Penentuan Sampel
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengamati beberapa variabel yang berpengaruh
terhadap profitabilitas ekuitas pada beberapa KUD yang berada di Wilayah Kota
Ambon. Jumlah KUD di Wilayah Kota Ambon dan status kemandiriannya terlihat pada
tabel 1.
Untuk kepentingan analisis, maka sampel dalam penelitian ini dibagi dalam dua
kelompk sesuai status kemandirian KUD. Jumlah KUD Mandiri (termasuk Mandiri
Inti) sebanyak tujuh dan KUD Calon Mandiri sebanyak enam. Untuk menarik sampel
penelitian perlu memperhatikan ada tidaknya aktivitas yang dilaksanakan sampai
sekarang ini. Untuk kelompok KUD Mandiri terdapat dua KUD yang tidak
melaksanakan kegiatannya secara normal, yaitu KUD Pancaran Tujuh sejak
pertengahan tahun 1998 dan KUD Sumber Jaya selama tahun 2000. Kemudian untuk
kelompok KUD Calon Mandiri hanya satu KUD yang tidak melaksanakan kegiatannya
secara normal sejak pertengahan tahun 1999, yaitu KUD Minakarso. Dengan demikian
KUD Mandiri yang tetap melaksanakan aktivitasnya adalah lima, demikian pula
dengan KUD Calon Mandiri yang jumlahnya lima. Jumlah masing-masing KUD inilah
yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian.
Tabel 1
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
140
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
Jumlah KUD di Kota Ambon dan Status Kemandiriannya
No.
Nama KUD
Kode
Status KUD
Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
KUD Senyum
KUD Tri Dharma
KUD Pancaran Tujuh
KUD Inatuni
KUD Sumber Jaya
KUD Teluk Ambon
KUD Hundap
KUD Tunas Baru
KUD Ire
KUD Uriama
KUD Jabal Rahmah
KUD Mina Wairuhu
KUD Minakarso
SM
TD
PT
IT
SJ
TA
HP
TB
IR
UM
JR
MW
MK
Mandiri Inti
Calon Mandiri
Mandiri
Calon Mandiri
Mandiri
Mandiri
Calon Mandiri
Mandiri
Mandiri
Calon Mandiri
Mandiri
Calon Mandiri
Calon Mandiri
Sampel
Sampel
Bukan Sampel
Sampel
Bukan Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Sampel
Bukan Sampel
(Sumber: Dinas Koperasi & UKM Kota Ambon, diolah kembali)
2.3 Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini tidak menggunakan data primer tetapi data sekunder. Penggunaan
data sekunder untuk penelitian semacam ini bukanlah hal yang baru karena sudah
sering dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Yang terpenting adalah bahwa data
sekunder yang digunakan cukup reliable untuk menggambarkan profitabilitas ekuitas
dan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Dengan demikian yang menjadi sumber
data adalah Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon. Jenis informasi yang
dijaring dari sumber tersebut berupa laporan keuangan (neraca dan laba-rugi) yang
dilaporkan oleh setiap KUD di Kota Ambon selama tahun 1999-2000. Cara pengukuran,
skala pengukuran dan teknik pengumpulan data selengkapnya dapat dilihat pada
matriks dalam tabel 2.
Tabel 2
Pengukuran Variabel, Jenis Data, Sumber Data, dan Teknik Pengumpulan
Cara
No Var
Pengukuran
1
Y Perbandingan SHU
dengan modal sendiri
2
X 1 Perbandingan SHU
dengan penjualan
3
X 2 Perbandingan
penjualan
dengan aktiva
4
X 3 Perbandingan aktiva
dengan modal sendiri
Skala
Jenis
Data
Data
Rasio SHU
Modal sendiri
Rasio SHU
Penjualan
Rasio Penjualan
Aktiva rata-rata
Rasio
Sumber
Data
Laba-Rugi
Neraca
Laba-rugi
Laba-rugi
Laba-rugi
Neraca
Aktiva rata-rata Neraca
Modal sendiri
Neraca
Teknik
Pengumpulan
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi
Dokumentasi
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
141
(Sumber: Penulis)
2.4 Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini,
digunakan persamaan regresi berganda, yaitu : Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e (Hanke
and Reitsch 1995:261). Persamaan ini digunakan untuk meregresi variabel independen
dengan variabel dependen untuk masing-masing kelompok KUD secara terpisah, di
mana:
Y
= Profitabilitas Ekuitas
X1
= Profit Margin
X2
= Investment Turnover
X3
= Equity Multiplier
a
= Intersep
b1, b2 ,b3 = Koefisien Regresi Variabel Independen
e
= Variabel Pengganggu.
Untuk menghindari kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam analisis perlu
adanya pengujian terhadap beberapa asumsi klasik (Gujarati 1995). Dalam kaitan
dengan penelitian ini, maka asumsi klasik yang digunakan adalah :
a. Tidak terdapat multikolineariti antar variabel independen.
b. Tidak terdapat autokorelasi antar residual setiap variabel independen.
c. Variabel pengganggu (disturbance error) konstan (homoskedastisitas).
Pengujian asumsi pertama adalah dengan meregresi variabel yang saling
berkorelasi (berdasarkan tabel matriks korelasi), yang nilai r-nya lebih dari nilai kritis
dengan uji dua sisi pada tingkat signifikan 5%. Kemudian berdasarkan konsep teoritis
mengenai hubungan kedua variabel yang diregresi dan uji F, dapat ditarik kesimpulan
mengenai signifikansi korelasi antara dua variabel independen yang diregresi. Bila
hasil uji F menunjukkan terjadi multikolinearitas, maka salah satu variabel akan
dikeluarkan dari model. Variabel yang dikeluarkan dari model adalah variabel yang
nilai t-nya paling rendah atau variabel independen yang berkorelasi dengan variabel
independen lain.
Asumsi kedua diuji dengan menggunakan uji Durbin-Watson (Durbin-Watson Test),
yaitu dengan menghitung nilai d statistik. Nilai d statistik ini selanjutnya
dibandingkan dengan nilai d dari tabel dengan tingkat signifikansi 5%. Bila nilai d
hitung berada di antara interval nilai dU dan 4-dU, maka asumsi kedua terpenuhi, dan
sebaliknya bila nilai d hitung berada di luar interval tersebut berarti terjadi
penyimpangan asumsi kedua.
Asumsi ketiga dilakukan dengan menggunakan uji Glejser (Glejser Test), yaitu
dengan meregresi nilai absolut residual dengan variabel independen. Bila nilai F tidak
signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi ketiga ini terpenuhi.
Dalam kaitan dengan hipotesis penelitian ini, maka untuk menguji signifikan
tidaknya pengaruh progit margin, investment turnover, dan equity multiplier terhadap
profitabilitas ekuitas, maka keputusan untuk menerima atau menolak Ho didasarkan
pada nilai t, dengan kriteria sebagai berikut:
th > tt (1 - α / 2 ; n – k) : Ho diterima dan menolak Ha
th < tt (1 - α / 2 ; n – k) : Ho ditolak dan menerima Ha
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
142
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Deskripsi Variabel Penelitian
Variabel-variabel penelitian yang dijelaskan dalam model teoritis perlu
dideskripsikan secara jelas sehingga menjadi patokan dalam analisis lebih lanjut. KUD
yang dideskripsikan adalah yang terpilih sebagai sampel penelitian sedangkan data
yang diamati adalah data tahun 1999 – 2002 yang selengkapnya dapat dilihat pada
tabel 3.
Return on equity (ROE) adalah return on equity yang menggambarkan tingkat
pengembalian modal sendiri selama tahun 1999 - 2002 secara rata-rata sebesar 11,67%
untuk KUD Mandiri dan 10,84% untuk KUD Calon Mandiri. Walaupun rasio ini cukup
tinggi namun tidak dapat diartikan bahwa koperasi sudah efisien dalam pengelolaan
dana yang tersedia, karena besarnya modal sendiri koperasi secara rata-rata lebih kecil
dari keseluruhan dana yang digunakan, yaitu rata-rata sebesar 30,4% untuk KUD
Mandiri dan 36,96% untuk KUD Calon Mandiri .
Profit margin ratio (PMR) adalah profit margin ratio merupakan perbandingan
antara laba dengan penjualan dan menggambarkan besarnya marjin laba atas
penjualan. Profit margin ratio menunjukkan angka yang positif dan berkisar rata-rata
0,235 untuk KUD Mandiri dan 0,207 untuk KUD Calon Mandiri. Artinya bahwa setiap
Rp.1 penjualan mampu menghasilkan SHU sebesar Rp.0,235 bagi KUD Mandiri dan
Rp.0,207 untuk KUD Calon Mandiri. Implikasi lain yang diharapkan adalah bahwa
laba bersih (SHU) yang mungkin dapat dicapai KUD Mandiri dimasa yang akan datang
rata-rata 23,5% sedangkan untuk KUD Calon Mandiri rata-rata 20,7% dari pendapatan
bersih periode sebelumnya.
Tabel 3
Nilai Variabel-Variabel Penelitian
KUD Mandiri
Tahun
1999
2000
2001
2002
Var
Y
X1
X2
X3
Y
X1
X2
X3
Y
X1
X2
X3
Y
X1
X2
X3
SM
0,022
0,187
0,063
1,870
0,090
0,309
0,103
2,830
0,020
0,183
0,061
1,790
0,060
0,153
0,251
1,560
TA
0,088
0,311
0,104
2,720
0,193
0,206
0,169
5,530
0,048
0,189
0,108
2,340
0,073
0,244
0,130
2,289
TB
0,056
0,214
0,072
3,630
0,059
0,191
0,064
4,840
0,147
0,180
0,322
2,537
0,158
0,308
0,103
4,990
IR
0,141
0,220
0,170
3,780
0,025
0,210
0,070
1,700
0,193
0,206
0,169
5,530
0,080
0,289
0,097
2,830
KUD Calon Mandiri
JR
0,218
0,306
0,188
3,789
0,207
0,261
0,154
5,142
0,196
0,241
0,147
5,520
0,260
0,284
0,161
5,690
TD
0,073
0,130
0,244
2,289
0,147
0,180
0,322
2,537
0,141
0,170
0,220
3,780
0,218
0,188
0,306
3,789
IT
0,060
0,153
0,251
1,560
0,020
0,183
0,061
1,790
0,025
0,210
0,070
1,700
0,022
0,187
0,063
1,870
HP
0,048
0,189
0,108
2,340
0,080
0,289
0,097
2,830
0,088
0,311
0,104
2,720
0,090
0,309
0,103
2,830
UM
0,027
0,156
0,152
1,120
0,158
0,308
0,103
4,990
0,056
0,214
0,072
3,630
0,059
0,191
0,064
4,840
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
MW
0,193
0,206
0,169
5,530
0,260
0,284
0,161
5,690
0,207
0,261
0,154
5,142
0,196
0,241
0,147
5,520
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
143
(Sumber: Dinas Koperasi & UKM Ambon, data diolah kembali)
Total assets turnover (TATO) adalah rasio perputaran total aktiva yang
menggambarkan berapa kali total aktiva yang dimiliki dan digunakan KUD mampu
menghasilkan penjualan. Atau dengan kata lain untuk mengetahui kemampuan modal
yang diinvestasikan dalam aktiva koperasi untuk menghasilkan penjualan. Total
assest turnover KUD Mandiri secara rata-rata sebesar 0,142 dan bagi KUD Calon
Mandiri sebesar 0,148. Ini menunjukkan bahwa setiap Rp.1 aktiva dapat menghasilkan
revenue sebesar Rp.0,142 bagi KUD Mandiri dan Rp.0,148 bagi KUD Calon Mandiri.
Total assets to equity (TATE) adalah total assets to equity atau juga disebut dengan
equity multiplier (EM) merupakan perbandingan antara total aktiva dengan modal
sendiri. Rata-rata Total assets to equtiy sebesar 3,55 untuk KUD Mandiri dan 3,32
untuk KUD Calon Mandiri, yang artinya bahwa perbandingan antara aktiva dengan
modal sendiri untuk KUD Mandiri adalah 3,55:1 dan untuk KUD Calon Mandiri 3,32:1.
Implikasinya bahwa koperasi lebih banyak menggunakan aktiva, sementara aktiva itu
sendiri sebagian besar didanai dengan modal asing.
3.2 Pengujian Asumsi Klasik
Penggunaan model regresi linier untuk estimasi atau menguji hipotesis secara
teoritis harus memenuhi asumsi klasik seperti telah dijelaskan sebelumnya. Tujuan
pemenuhan asumsi klasik ini adalah agar variabel independen sebagai estimator atas
variabel dependen tidak bias (unbiased estimators). Pengujian model atas ketiga asumsi
klasik yang digunakan dalam penelitian setelah diperhitungkan dapat disimpulkan
dalam tabel 4.
Tabel 4
Pengujian Asumsi Klasik Terhadap Variabel Independen
Keterangan
Korelasi X1 dengan X 2
Korelasi X1 dengan X 3
Korelasi X2 dengan X 3
d hitung
F hitung
KUD Mandiri
KUD Calon Mandiri
-0,173
-0,402
0,299
0,437
0,100
0,016
2,04
2,06
0,00
0,00
r tabel pada α 5% (uji dua arah) = ± 0,443
F tabel = 5,180
dl
= 0,90
du
= 1,83
4-du
= 2,17
(Sumber: Tabel 3, tabel r, tabel F, dan tabel d, data diolah kembali)
Hasil pengujian dengan menggunakan korelasi matriks menunjukkan bahwa
koefisien korelasi masing-masing variabel independen baik untuk kelompok KUD
Mandiri maupun kelompok KUD Calon Mandiri lebih kecil dari nilai kritis dengan uji
dua sisi pada tingkat signifikansi 5 % (lihat tabel 4). Nilai kritis dengan n = 20 adalah
0,443 sedangkan koefisien korelasi antar variabel independen yang paling tinggi untuk
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
144
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
kelompok KUD Mandiri adalah 0,299 dan untuk kelompok KUD Calon Mandiri 0,437.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asumsi pertama terpenuhi, artinya tidak
terdapat gejala multikolinearitas.
Pengujian terhadap gejala autokorelasi dilakukan dengan menggunakan DurbinWatson Test, yaitu membandingkan nilai d hitung dengan nilai dl dan du. Pengujian
model menghasilkan nilai d untuk kelompok KUD Mandiri sebesar 2,04 dan untuk
kelompok KUD Calon Mandiri sebesar 2,06. Kemudian nilai dl dan du pada n = 20 dan
k = 4 pada tingkat signifikansi 5% adalah 0,90 dan 1,83 (lihat tabel 4). Untuk kelompok
KUD Mandiri, nilai d hitung lebih besar dari nilai du atau 2,04 > 1,83 dan juga nilai d
hitung lebih kecil dari 4-du atau 2,04 < 2,17. Hasil ini menunjukkan bahwa asumsi
kedua terpenuhi, artinya tidak terdapat gejala autokorelasi. Kemudian bagi kelompok
KUD Calon Mandiri, terlihat bahwa nilai d hitung lebih besar dari nilai du atau 2,06 >
1,83 dan nilai d hitung lebih kecil dari 4-du atau 2,06 < 2,17. Kondisi ini sama dengan
kelompok KUD Mandiri di mana asumsi kedua terpenuhi, artinya bahwa tidak
terdapat gejala autokorelasi.
Uji gejala heteroskedastisitas yang dilakukan dengan menggunakan Glejser-Test
seperti ditunjukkan dalam tabel 4, menunjukkan bahwa baik untuk kelompok KUD
Mandiri maupun kelompok KUD Calon Mandiri tidak ada satupun nilai F hitung yang
siginifikan, karena semuanya lebih kecil dari nilai F tabel. Kondisi ini menunjukkan
bahwa variabel pengganggu (disturbance error) adalah homoskedastisitas.
Sesuai ketiga uji asumsi klasik terhadap variabel-variabel independen yang
mempengaruhi profitabilitas ekuitas baik untuk kelompok KUD Mandiri maupun
kelompok KUD Calon Mandiri, dapat disimpulkan bahwa model analisis yang
digunakan memenuhi syarat sebagai best linear unbiased estimators (BLUE) dan
sekaligus dinyatakan layak digunakan dalam pengujian hipotesis.
3.3 Analisis Regresi
Dalam analisis ini dikemukakan tentang pengaruh profit margin, investment
turnover dan equity multiplier terhadap profitabilitas ekuitas. Analisis ini diawali
dengan analisis statistik bagi masing-masing kelompok KUD dan kemudian
dilanjutkan dengan analisis ekonomisnya. Hasil perhitungan untuk regresi dengan
menggunkan paket program statistik Minitab dapat dirangkum dalam tabel 5.
Tabel 5
Analisis Regresi Masing-masing Kelompok KUD
Nama Variabel
Profit Margin (PM)
Investment Turnover (TATO)
Equity Multiplier (EM)
Simbol
KUD Mandiri
KUD Calon Mandiri
Variabel Koefisien
r2
t hitung Koefisien
r2
t hitung
Regeresi
Regeresi
X1
0,451
0,1823
4,14
0,349
0,1267
3,52
X2
0,557
0,2611
6,99
0,541
0,2256
7,68
X3
0,034
0,6545
9,09
0,034
0,6561
8,68
R2 (uji simultan)
F hitung
t tabel (α) 5%
F tabel (α) 5%
92,3%
64,31
=
1,740
=
5,180
92,7%
67,50
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
145
(Sumber: Tabel 3, data diolah kembali)
3.3.1 Kelompok KUD Mandiri
Informasi yang diperoleh dari tabel di atas menyangkut kelompok KUD Mandiri
adalah: pertama, profit margin ternyata memiliki pengaruh yang positif terhadap
profitabilitas ekuitas. Dalam artian bahwa setiap peningkatan profit margin akan
mempengaruhi profitabilitas ekuitas dengan kecenderungan meningkat sebesar 0,451.
Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap kenaikan 1% dalam profit margin
meningkatkan profitabilitas ekuitas sebesar 45,1%. Kemampuan variabel ini untuk
menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas sebesar 18,23% dan sisanya 81,77%
dijelaskan oleh variabel lain. Kemudian berdasarkan uji t diketahui bahwa profit
margin berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas karena nilai t hitung
4,14 lebih besar dari nilai t tabel 1,74.
Kedua, investment turnover ternyata mempunyai pengaruh positif terhadap
profitabilitas ekuitas, artinya setiap peningkatan dalam investment turnover akan
mempengaruhi profitabilitas ekuitas dengan kecenderungan meningkat sebesar 0,557.
Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap kenaikan 1% dalam investment turnover
akan meningkatkan profitabilitas ekuitas sebesar 55,7%. Kemampuan variabel ini
untuk menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas sebesar 26,11% sedangkan
sisanya sebesar 73,89% dijelaskan oleh variabel lain. Kemudian berdasarkan uji t
diketahui bahwa investment turnover berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas
ekuitas karena nilai t hitung 6,99 lebih besar dari nilai t tabel 1,74.
Ketiga, equity multiplier ternyata mempunyai pengaruh positif terhadap
profitabilitas ekuitas, artinya setiap peningkatan dalam equity multiplier akan
mempengaruhi profitabilitas ekuitas dengan kecenderungan meningkat sebesar 0,034.
Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap kenaikan 1% dalam investment turnover
akan meningkatkan profitabilitas ekuitas sebesar 3,4%. Kemampuan variabel ini untuk
menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas sebesar 65,45% sedangkan sisanya
sebesar 34,55% dijelaskan oleh variabel lain. Kemudian berdasarkan uji t diketahui
bahwa equity multiplier berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas karena
nilai t hitung 9,07 lebih besar dari nilai t tabel 1,74.
Kempat, berdasarkan uji F yang menguji pengaruh ketiga variabel independen
secara simultan ternyata ketiga variabel tersebut mempunyai pengaruh nyata terhadap
profitabilitas ekuitas karena F hitung lebih besar dari F tabel atau 67,50 > 5,18.
Sedangkan kemampuan ketiga variabel independen secara simultan dalam
menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas untuk kelompok KUD Mandiri sebesar
92,3% dan sisanya sebesar 7,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan
dalam model.
3.3.2 Kelompok KUD Calon Mandiri
Menyangkut kelompok KUD Calon Mandiri, maka berdasarkan tabel 6 diperoleh
informasi bahwa: pertama, profit margin ternyata memiliki pengaruh yang positif
terhadap profitabilitas ekuitas. Dalam artian bahwa setiap peningkatan profit margin
akan mempengaruhi profitabilitas ekuitas dengan kecenderungan meningkat sebesar
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
146
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
0,394. Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap kenaikan 1% dalam profit margin
meningkatkan profitabilitas ekuitas sebesar 39,4%. Kemampuan variabel ini untuk
menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas sebesar 12,67% dan sisanya 87,33%
dijelaskan oleh variabel lain. Kemudian berdasarkan uji t diketahui bahwa profit
margin berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas karena nilai t hitung
3,52 lebih besar dari nilai t tabel 1,74.
Kedua, investment turnover ternyata mempunyai pengaruh positif terhadap
profitabilitas ekuitas, artinya setiap peningkatan dalam investment turnover akan
mempengaruhi profitabilitas ekuitas dengan kecenderungan meningkat sebesar 0,541.
Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap kenaikan 1% dalam investment turnover
akan meningkatkan profitabilitas ekuitas sebesar 54,1%. Kemampuan variabel ini
untuk menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas sebesar 22,56% sedangkan
sisanya sebesar 77,44% dijelaskan oleh variabel lain. Kemudian berdasarkan uji t
diketahui bahwa investment turnover berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas
ekuitas karena nilai t hitung 7,68 lebih besar dari nilai t tabel 1,74.
Ketiga, equity multiplier ternyata mempunyai pengaruh positif terhadap
profitabilitas ekuitas, artinya setiap peningkatan dalam equity multiplier akan
mempengaruhi profitabilitas ekuitas dengan kecenderungan meningkat sebesar 0,034.
Angka tersebut mempunyai arti bahwa setiap kenaikan 1% dalam investment turnover
akan meningkatkan profitabilitas ekuitas sebesar 3,4%. Kemampuan variabel ini untuk
menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas sebesar 65,61% sedangkan sisanya
sebesar 34,31% dijelaskan oleh variabel lain. Kemudian berdasarkan uji t diketahui
bahwa equity multiplier berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas karena
nilai t hitung 8,68 lebih besar dari nilai t tabel 1,74.
Keempat, berdasarkan uji F yang menguji pengaruh ketiga variabel independen
secara simultan untuk kelompok KUD Calon Mandiri, ternyata ketiga variabel tersebut
mempunyai pengaruh nyata terhadap profitabilitas ekuitas karena F hitung lebih besar
dari F tabel atau 67,50 > 5,18. Sedangkan kemampuan ketiga variabel independen
secara simultan dalam menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas untuk
kelompok KUD Mandiri sebesar 92,7% dan sisanya sebesar 7,3% dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model.
Mengamati bahasan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen,
dapat disimpulkan bahwa; pertama, dilihat dari koefisien regresi, maka ketiga variabel
independen (profit margin, investment turnover, dan equity multiplier) mempunyai
pengaruh positif terhadap profitabilitas ekuitas, baik untuk kelompok KUD Mandiri
maupun kelompok KUD Calon Mandiri. Kedua, berdasarkan uji t untuk semua
variabel independen maupun uji F secara simultan untuk kedua kelompok KUD,
terlihat jelas bahwa pengaruh positif yang ditunjukkan oleh masing-masing variabel
independen tersebut terhadap variabel dependen adalah signifikan. Ini berarti bahwa
kecenderungan pengaruh yang ditunjukkan oleh variabel independen bagi kedua
kelompok KUD adalah sama. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini terbukti kebebenarannya.
3.4 Bahasan Tentang Model Teoritis
Variabel-variabel independen yang digambarkan dalam model teoritis setelah diuji
dengan analisis regersi menunjukkan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
147
ekuitas. Hal ini mengandung arti bahwa model teoritis yang diajukan sejalan dengan
kondisi empirisnya. Namun demikian kemampuan masing-masing variabel independen
dalam menjelaskan variasi terhadap variabel dependen tidak sama, maka perlu
pembahasan lebih lanjut sebagai berikut :
1. Variabel Profit Margin: dengan pengaruh yang positif, maka dampak dari
perubahan 1% profit margin adalah meningkatnya profitabilitas ekuitas kelompok
KUD Mandiri sebesar 45,1% dan kelompok KUD Calon Mandiri 39,4%. Dengan data
pada tabel 3 yang menunjukkan rata-rata ROE kelompok KUD Mandiri 0,1167
berarti kenaikan 1% profit margin akan meningkatkan profitabilitas ekuitas dari
11,67% menjadi (45,1% x 0,1167) + 0,1167 = 17%. Sedangkan rata-rata ROE
kelompok KUD Calon Mandiri adalah 0,1084 berarti kenaikan 1% profit margin
akan meningkatkan profotabilitas ekuitas dari 10,84% menjadi (38,4% x 0,1084) +
0,1084 = 15%.
2. Variabel Investment Turnover: dengan pengaruh yang positif, maka dampak dari
perubahan 1% investment turnover adalah meningkatnya profitabilitas ekuitas
kelompok KUD Mandiri sebesar 55,7% dan kelompok KUD Calon Mandiri 51,1%.
Dengan data pada tabel 3 yang menunjukkan rata-rata ROE kelompok KUD
Mandiri 0,1167 berarti kenaikan 1% investment turnover akan meningkatkan
profitabilitas ekuitas dari 11,67% menjadi (55,7% x 0,1167) + 0,1167 = 18%.
Sedangkan rata-rata ROE kelompok KUD Calon Mandiri adalah 0,1084 berarti
kenaikan 1% investment turnover akan meningkatkan profotabilitas ekuitas dari
10,84% menjadi (51,1% x 0,1084) + 0,1084 = 16%.
3. Variabel Equity Multiplier: dengan pengaruh yang positif, maka dampak dari
perubahan 1% equity multiplier adalah meningkatnya profitabilitas ekuitas
kelompok KUD Mandiri sebesar 3,4% dan kelompok KUD Calon Mandiri 3,4%.
Dengan data pada tabel 3 yang menunjukkan rata-rata ROE kelompok KUD
Mandiri 0,1167 berarti kenaikan 1% equity multiplier akan meningkatkan
profitabilitas ekuitas dari 11,67% menjadi (3,4% x 0,1167) + 0,1167 = 12%.
Sedangkan rata-rata ROE kelompok KUD Calon Mandiri adalah 0,1084 berarti
kenaikan 1% equity multiplier akan meningkatkan profitabilitas ekuitas dari
10,84% menjadi (3,4% x 0,1084) + 0,1084 = 11%.
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa profit margin KUD Mandiri lebih besar dari
KUD Calon Mandiri, mengindikasikan bahwa pengeluaran atau biaya-biaya kelompok
KUD Calon Mandiri relatif tinggi sehingga SHU yang diperoleh berada di bawah
kelompok KUD Mandiri. Tingginya biaya tersebut sebagai akibat dari tingginya
investasi pada aktiva yang didanai dengan modal asing yang mencapai 63,04%
menyebabkan profitabilitas ekuitasnya lebih rendah dari KUD Mandiri (11,67%:
10,84%). Investment turnover secara rata-rata untuk kedua kelompok KUD sangat
rendah memberikan kesimpulan bahwa investasi pada aktiva tetap terlalu tinggi dan
kurang produktif sehingga pendanaan dari segi modal sendiri tidak dapat diandalkan
sepenuhnya dalam rangka meningkatkan SHU. Sementara pada tataran
kemandiriannya mesti lebih banyak mengupayakan penggunaan modal sendiri.
Rendahnya profitabilitas ekuitas membuat hasil usaha yang tersedia bagi para anggota
koperasi di masa yang akan datang menjadi berkurang sehingga pada akhirnya
harapan untuk mensejahterakan anggota kian jauh dari kenyataan.
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
148
Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 2, Nopember 2003: 133 - 149
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan kajian sebelumnya, ada beberapa hal pokok yang dapat disimpulkan
dari hasil penelitian ini, yaitu:
1. Secara umum kemampuan KUD Mandiri memperoleh SHU dengan menggunakan
modal sendiri selama tahun 1999 - 2002 jauh lebih baik dari KUD Calon Mandiri.
Hal ini dibuktikan dengan profitabilitas ekuitas rata-rata sebesar 11,67% bagi KUD
Mandiri sedangkan KUD Calon Mandiri 10,84%. Artinya bahwa KUD Mandiri lebih
efektif dalam mengelola modal sendiri.
2. Hasil analisis regresi variabel-variabel penelitian setelah lolos uji asumsi klasik
untuk masing-masing kelompok KUD menunjukkan bahwa:
a. Variabel profit margin berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas
dalam arah yang positif untuk masing-masing kelompok KUD. Kemampuan
profit margin menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas KUD Mandiri
sebesar 18,23% dan untuk KUD Calon Mandiri 12,67%. Dengan koefisien regresi
0,451 untuk KUD Mandiri dan 0,349 untuk KUD Calon Mandiri menunjukkan
bahwa KUD Mandiri lebih efisien dalam mengelola biaya-biaya sehingga pada
tingkat penjualan tertentu SHU dapat diperbesar.
b. Variabel investment turnover berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas
ekuitas dalam arah yang positif untuk masing-masing kelompok KUD.
Kemampuan investment turnover menjelaskan variasi dalam profitabilitas
ekuitas KUD Mandiri sebesar 26,11% dan untuk KUD Calon Mandiri 22,56%.
Dengan koefisien regresi 0,557 untuk KUD Mandiri dan 0,541 untuk KUD Calon
Mandiri menunjukkan bahwa kedua kelompok KUD cukup efektif menggunakan
dana yang diinvestasikan dalam aktiva untuk menghasilkan pendapatan.
c. Variabel equity multiplier berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ekuitas
dalam arah yang positif untuk masing-masing kelompok KUD. Kemampuan
equity multiplier menjelaskan variasi dalam profitabilitas ekuitas KUD Mandiri
sebesar 65,45% dan untuk KUD Calon Mandiri 65,41%. Dengan koefisien regresi
masing-masing sebesar 0,034 menunjukkan bahwa kedua kelompok KUD belum
efektif menggunakan modal sendiri dalam aktiva untuk memperoleh keuntungan
(SHU).
4.2 Saran
Berdasarkan kondisi KUD seperti yang disimpulkan di atas, ada beberapa saran
yang diberikan, yaitu :
1. Sudah saatnya pihak KUD lebih rasional dalam melakukan pengelolaan modal
sendiri secara efektif di mana :
a. Bagi kelompok KUD Mandiri disarankan agar minimal mempertahankan profit
margin dan investment turnover yang ada dan berupaya meningkatkan equity
multiplier yang dimiliki sehingga profitabilitas ekuitas akan lebih meningkat.
b. Bagi KUD Calon Mandiri disarankan agar minimal mempertahankan
investment turnover dan perlu memperbesar profit margin serta equity
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Profitalitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Leunupun P.)
149
multiplier sehingga akan mempengaruhi peningkatan dalam profitabilitas
ekuitas.
2. Sehubungan dengan saran pertama di atas, maka sebagai KUD mandiri dan yang
sedang menuju ke mandiri dan mandiri inti, sudah saatnya mengembangkan diri
yang mengarah pada cara kerja yang efisien demi mengantisipasi perkembangan
mendatang. Karena dengan cara ini koperasi akan mampu memperbaiki kinerjanya
sekaligus mampu memberikan yang terbaik bagi anggotanya.
3. Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon sebagai aparat pemerintah yang
bertanggungjawab membina KUD di Wilayah Kota Ambon, diharapkan terus
membina KUD dalam hal kemampuan kewirausahaan dan profesionalisme
pengurus, pengawas, anggota, dan karyawan, sehingga timbul minat yang kuat
untuk mengembangkan diri menghayati prinsip ekonomi koperasi dan
menerapkannya demi menunjang operasionalisasi dalam konteks kemandirian
koperasi.
DAFTAR PUSTAKA
Brigham, Eugene F and Gapensky, Louis C., (1993), Intermediate Financial
Management, Fourth Editions, USA: The Dryden Press.
Horn James C. dan John M. Wachowicz (1997), Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan,
(Buku Satu: Alih Bahasa Heru Sutojo), Edisi Kesembilan, Jakarta: Penerbit
Salemba Empat.
Partadiredja, Ace (1995), Manajemen Koperasi, Cetakan Keempat, Jakarta: Penerbit
Bhratara.
Reksohadiprojo, Sukanto (1998), Manajemen Koperasi, Edisi Kelima, Cetakan Ketiga,
Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi.
Sawir, Agnes (2001), Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan
Perusahaan, Cetakan Kedia, Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992, tentang Perkoperasian,
Cetakan Pertama, Semarang: Penerbit Aneka Ilmu.
Weston J., Fred dan Eugene F., Brigham (1998), Dasar-Dasar Manajemen Keuangan,
(Alih Bahasa Alfonsius Sirait), Jilid 1, Edisi Kesembilan, Cetakan Ketiga,
Jakarta: Penerbit Erlangga.
Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/accounting/
Fly UP