...

1 MIKROBA ENDOFIT “SI PEMBUNUH” Escherichia coli

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

1 MIKROBA ENDOFIT “SI PEMBUNUH” Escherichia coli
MIKROBA ENDOFIT “SI
PEMBUNUH” Escherichia coli
eksplorasi (pengambilan langsung) dari hutan
(Masyhud 2010). Setiap tumbuhan memiliki
metabolit sekunder sebagai antibakteri yang
dihasilkan oleh bakteri endofit secara
berkoloni. Dari 30.000 jenis tumbuhan yang
ada di bumi memiliki satu atau lebih jenis
bakteri dan jamur endofit yang berguna
sebagai antibakteri dan antifungi (Strobel et al.
2003) .
Salah satu contoh tanaman obat adalah
benalu. Benalu merupakan tanaman perdu
yang bersifat parasit pada tanaman budidaya
yang memiliki banyak manfaat sebagai obat
herbal yang dapat mengobati beberapa
penyakit contohnya diare yang disebabkan
oleh bakteri patogen Escerichia coli.
Pada saat sekarang ini banyak antibiotik
baru yang didapat dari ekstrak tanaman herbal
sebagai
antimikroba
hal
ini
karena
pengggunaan antibiotik kimiawi sangat mahal
dan dapat merusak kesehatan manusia. Maka
banyak dilakukan penelitian tentang antibiotik
dari
ekstrak
tanaman
herbal
tetapi,
penggunaan ekstrak dari tanaman herbal tidak
efektif karena membutuhkan banyak jumlah
bagian tanaman untuk diekstrak. Oleh karena
itu, untuk efisiensi dalam menghasilkan
antibiotik baru maka dilakukan isolasi dan
seleksi mikroba endofit sebagai antimikroba
dari tanaman benalu Helixanthera sp. dan
menguji
aktivitas
antibakteri
terhadap
Escerichia coli.
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
memperoleh isolat mikroba endofit (jamur
dan bakteri) dari benalu (Helixanthera sp.)
pada inang yang berbeda yaitu: sawo
(Manilkara zapota), coklat (Theobroma
cacao) dan kopi (Coffea arabica) dan menguji
aktivitas antibakteri terhadap E. coli.
Febri Walpajri 1), Rohyani 2), Sari Umayah 3),
1
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Riau
Email: [email protected]
2
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Riau
Email: [email protected]
3
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Riau
Email: [email protected]
Abstract
Endophytic microbes are microscopic
microorganisms (bacteria and fungi) that live
in the tissues of plants, leaves, roots, fruits and
stems. The parasite plants (Helixanthera sp.)
on sapodilla (Manilkara zapota), cocoa
(Theobroma cacao) and coffee (Coffea
arabica) are medicinal plants. These plants
have endophytic microbes that have
antibacterial compounds as antibiotics. The
purpose of this study was to get endophytic
microbial isolates from parasite plants
(Helixanthera sp.) on sapodilla, cocoa and
coffee, and determine the antibacterial activity
against Escherichia coli. Sampling was
conducted in Kampar regency and Pekanbaru
city. The parasite plants were collected from
the field and their endophytic microbes were
isolated using surface sterilization method and
purified before being tested the activity against
E. coli. The selected microbes were then
characterized. The results obtained 30
endophytic bacterial isolates and 10
endophytic fungi that had activity against E.
coli. Endophytic bacteria isolate which had
the highest activity against E. coli was Bbs4
isolate from sapodilla parasites with 12,1 mm
inhibition zone diameter and endophytic fungi
isolate which had the highest activity against
E. coli was Jbc2 isolate (genus Penicillium)
from cocoa parasites with 12,1 mm inhibition
zone diameter.
2. METODE
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan
November 2013 – April 2014. Sampel benalu
diambil dari kota Pekanbaru dan Kab. Kampar
Propinsi Riau. Isolasi dan uji aktivitas
antibakteri dilakukan di Laboratorium
Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Riau.
Keywords: antibacterial, endophytic
microbes, Escherichia coli, parasite plant
1. PENDAHULUAN
Indonesia dikenal memiliki berbagai
macam tanaman obat yaitu sebanyak 940
spesies digunakan sebagai bahan obat, dari
sekian banyak jenis tanaman obat baru 2022% yang dibudidayakan dan diketahui
khasiatnya, dan sekitar 78% diperoleh dari
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian
ini adalah cawan petri, rak tabung reaksi,
tabung reaksi, gunting, erlenmeyer, pipet
volume, pipet tetes, tissue, mikropipet,
1
alumunium foil, kapas, kain kasa, beaker glass,
kertas label, bunsen, plastik, kertas, glass
object, jarum ose, mikroskop, autoklaf, oven,
laminar air flow, microwave, timbangan,
sprayer, dan jangka sorong.
Bahan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah tumbuhan benalu sawo, coklat dan
kopi, biakan E. coli (koleksi Fakultas
Kedokteran Universitas Riau), kristal violet,
iodine, etanol, safranin, alkohol 96%, kentang,
dekstrosa,
NaNO3,
K2HPO4,
KCl,
MgSO4.7H2O, FeSO4.7H2O, yeast extract,
sukrosa, aquades, alkohol 70%, spritus,
nutrient broth, air, etanol 75%, natrium
hipoklorit 5,3%, dan agar.
berisi 10 ml NB. Lalu diinkubasi selama 1824 jam pada suhu ruang.
Uji Aktivitas Mikroba Endofit
Pengujian aktivitas mikroba endofit
menggunakan metode agar disc. Kultur murni
E. coli yang berumur 18-24 jam diambil 1 ml
lalu dimasukkan ke dalam cawan petri.
Setelah itu sebanyak 10 ml Nutrient Agar
(NA) dituangkan ke dalam cawan petri dengan
metode pour plate lalu dibiarkan sampai
dingin.
Kemudian diletakkan potongan agar
biakan bakteri (48 jam) dan jamur (5 hari)
masing-masing berdiameter 6 mm (Al-askar
2011) dengan posisi ditengah cawan petri lalu
diinkubasi pada suhu ruang selama 3 hari
untuk bakteri dan 5 hari untuk jamur. Setelah
itu diamati dan diukur zona hambat yang
terbentuk dengan menggunakan jangka
sorong.
Isolasi Mikroba Endofit
Isolasi mikroba endofit dilakukan
dengan metode Tomita (2003). Tanaman
benalu diambil dari lapangan dan kemudian
sampel tanaman dibersihkan dari kotoran
dengan cara mencucinya dengan air mengalir.
Kemudian bagian tanaman dipotong dengan
ukuran 2x2 cm yaitu bagian daun dan bongkol
benalu sedangkan bagian ranting dengan
ukuran panjang 2 cm dan selanjutnya
disterilisasi permukaan menggunakan larutan
etanol 75% selama 1 menit, Natrium
Hipoklorit 5,3% selama 5 menit dan terakhir
dibilas dengan etanol kembali selama 30 detik.
Setelah itu sampel dibilas dengan air
steril beberapa kali dan kemudian overlay
pada medium NA untuk bakteri endofit dan
pada medium PDA untuk jamur endofit
dengan cara membelah bagian tanaman dan
meletakkan pada posisi tertelungkup. Cawan
petri yang telah berisi sampel tanaman
diinkubasi pada suhu ruang selama 2-4 hari.
Mikroba endofit yang tumbuh secara
bertahap dimurnikan satu per satu (bentuk dan
warna koloni yang berbeda) dengan cara
memindahkan bakteri dan jamur endofit yang
telah tumbuh pada medium NA dan PDA.
Karakterisasi Mikroba Endofit
Karakterisasi bakteri endofit meliputi
morfologi koloni (bentuk, elevasi, bentuk
tepian, ukuran, permukaan dan warna) (Lay
1994) dan morfologi sel (bentuk sel dan
Pewarnaan gram) (Hadioetomo 1993).
Karakterisasi
jamur
endofit
secara
makroskopis dan mikroskopis. Makroskopis
meliputi: diameter koloni, warna koloni,
elevasi koloni, tepian koloni dan ada atau
tidaknya tetes eksudat serta lingkaran
konsentris. Mikroskopis meliputi: bentuk hifa,
pigmentasi hifa dan spora (Gandjar 1999).
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Isolasi Jamur Endofit Benalu (Helixanthera
sp.) dari Tanaman Sawo (Manilkara
zapota), Coklat (Theobroma cacao) dan
Kopi (Coffea arabica)
Isolasi jamur endofit dari benalu sawo,
coklat dan kopi diperoleh total 27 isolat jamur
(12 isolat berasal dari ranting benalu, 7 dari
bongkol benalu dan 8 dari daun benalu).
Setiap bagian benalu memiliki jumlah jamur
endofit yang berbeda yang dapat dilihat pada
Tabel 2.
Elfina (2014) memperoleh 20 isolat fungi
endofit dari kulit manggis (Garcinia
mangostana L.).
Peremajaan Isolat Bakteri Escherichia coli
Isolat bakteri uji E. coli diremajakan
dengan metode streak plate pada medium NA
dan diinkubasi pada suhu ruang selama 24
jam.
Pembuatan Suspensi Bakteri Escherichia
coli
Suspensi bakteri E. coli dibuat dengan
mengambil satu ose kultur murni bakteri lalu
diinokulasi kedalam tabung reaksi yang telah
2
Tabel 2. Jumlah jamur endofit setiap bagian benalu sawo, coklat dan kopi
Bagian benalu
Benalu sawo
Benalu Coklat
Benalu kopi
Jumlah
Daun
Ranting
Bongkol
Jumlah
3
5
2
10
2
3
2
7
3
4
3
10
8
12
7
Total: 27
Menurut Petrini et al. (1992) bahwa
kehadiran jenis jamur endofit dihubungkan
dengan kondisi mikrohabitat tanaman inang
dan kecocokan genotip antara tanaman inang
dengan jamur
endofit, sehingga
akan
berpengaruh
terhadap
perbedaan dalam
komposisi koloni jamur endofit dan tingkat
infeksi tanaman inang yang ditempati oleh
jamur endofit pada lokasi yang sama.
a
b
c
Seleksi Bakteri Endofit terhadap
Escherichia coli dengan Agar Disc
Empat puluh isolat bakteri endofit yang
berhasil diisolasi dan diremajakan pada
medium Nutrient Agar (NA) kemudian diuji
terhadap bakteri patogen Escherichia coli
dengan metode agar disc.
Uji agar disc dilakukan untuk
mengetahui aktivitas bakteri endofit dalam
menghambat pertumbuhan E. coli.
Gambar 1. Aktivitas antibakteri bakteri endofit
isolat Bbs1 (benalu sawo) terhadap E.
coli. (a) zona hambat (b) koloni isolat
bakteri endofit (c) bakteri target E. coli.
Tabel 3. Aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit terhadap Escherichia coli dengan agar disc
No
Kode isolat
Zona hambat
No
(mm)
Kode isolat
Zona hambat (mm)
1
Bbs4
12,1
16
Bbk5
7,8
2
Bbc6
12,0
17
Bbc3
7,8
3
Bbs5
11,5
18
Bbk11
7,7
4
Bbs1
11,2
19
Bbc5
7,6
5
Bbs6
11,0
20
Bbs7
7,4
6
Bbc2
10,8
21
Bbk12
7,2
7
Bbc1
10,6
22
Bbs12
7,1
8
Bbs2
10,0
23
Bbk9
7,1
9
Bbk7
9,6
24
Bbk4
7,1
10
Bbk6
8,8
25
Bbs11
7,0
11
Bbs3
8,7
26
Bbc4
6,9
12
Bbk3
8,6
27
Bbk2
6,9
13
Bbk1
8,3
28
Bbs9
6,8
14
Bbk10
8,1
29
Bbk8
6,6
15
Bbs8
7,9
30
Bbs10
6,5
Keterangan: Bbs= bakteri benalu sawo, Bbc= bakteri benalu coklat dan Bbk= bakteri benalu kopi
3
Berdasarkan uji aktivitas antibakteri
diperoleh 30 isolat bakteri endofit yang
menunjukan
zona
hambat
terhadap
pertumbuhan E. coli. Pada Gambar 1 terlihat
adanya zona bening di sekeliling koloni yang
mengindikasikan adanya aktivitas antibakteri.
Hasil pengukuran zona hambat dari 30
isolat bakteri endofit dari benalu sawo, benalu
coklat dan benalu kopi pada uji aktivitas
terhadap E. coli dapat dilihat pada Tabel 3.
Kiasaran zona hambat yang terbentuk 6,5-12,1
mm. Isolat Bbs4 dari benalu sawo
menunjukkan zona hambat tertinggi yaitu 12,1
mm.
Bakteri
endofit
mampu
menghasilkan
senyawa
bioaktif
(steroid)
untuk
menghambat
pertumbuhan
organisme
lainnya seperti E. coli
(Strobel 2007).
Keunggulan lain bakteri endofit mampu
meningkatkan
ketersediaan
nutrisi,
menghasilkan
hormon
pertumbuhan
(Kloepper et al. 1992), serta dapat
menginduksi ketahanan tanaman (Hallmann
2001).
medium Potato Dextrosa Agar (PDA) dan
kemudian dilakukan uji daya hambat terhadap
bakteri patogen E. coli dengan metode agar
disc. Adanya zona hambat yang terbentuk
menunjukkan adanya aktivitas antibakteri
(Gambar 2).
a
b
c
Gambar 2. Aktivitas antibakteri jamur endofit
isolat
Jbc3
(Penicillium
sp.)
terhadap E. coli (a) zona hambat (b) koloni
isolat bakteri (c) bakteri target E. coli.
Hasil uji daya hambat jamur endofit
diperoleh 10 isolat yang mampu menghambat
pertumbuhan E. coli dengan kisaran zona
hambat 6,1-12,1 mm (Tabel 4). Aktivitas
antibakteri tertinggi terhadap E. coli yaitu
isolat Jbc2 (Penicillium sp.) dari benalu sawo
dengan diameter zona hambat yaitu 12,1 mm
dan zona hambat terendah yaitu isolat Jbk3
dari benalu kopi.
Seleksi Jamur Endofit terhadap Escherichia
coli Metode Agar Disc
Diperoleh 27 isolat jamur endofit yang
berhasil diisolasi dan diremajakan pada
Tabel 4. Aktivitas antibakteri isolat jamur endofit terhadap
Escherichia coli dengan metode agar disc
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Kode isolat
Penicillium sp. (Jbc2)
Aspergillus sp. (Jbs3)
Aspergillus sp (Jbs5)
Aspergillus sp. (Jbs2)
Aspergillus sp. (Jbs1)
Paecilomyces sp. (Jbc1)
Aspergillus sp. (Jbk1)
Penicillium sp. (Jbk2)
Aspergillus sp. (Jbs4)
Jbk3
Zona hambat (mm)
12,1
11,3
9,5
9,2
9,1
8,8
8,7
7,8
7
6,1
Keterangan : Jbs= jamur benalu sawo, Jbc= Jamur benalu coklat dan jbk= Jamur benalu kopi
Menurut Cole dan Schweikert (2003),
Penicillium dapat menghambat bakteri patogen
dikarenakan
Penicillium
menghasilkan
antibiotik penisilin yang dapat menghambat
sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri.
Jauhari (2010) memperoleh 3 isolat fungi
endofit TIU2B, TIU1A dan TIU2A dari
tanaman temulawak (Curcuma xhanthrrhiza),
cocor bebek (Kalanchoe pinata) dan gambir
(Uncaria gambir) yang memiliki aktivitas
4
zona hambat terhadap E. coli masing-masing
sebesar 7,04 mm, 7,02 mm dan 6,84 mm.
kokus Pewarnaan bakteri endofit dapat dilihat
pada Gambar 3.
Karakter Bakteri Endofit
Diperoleh 30 isolat bakteri endofit yang
memiliki aktivitas dalam menghambat bakteri
uji E. coli dikarakterisasi secara makroskopis
dan mikroskopis berdasarkan Lay (1994).
Hasil dari karakterisasi 30 isolat bakteri
endofit berdasarkan pewarnaan gram terdapat
14 isolat bakteri endofit yang termasuk ke
dalam bakteri gram negatif dan terdapat 16
isolat bakteri endofit yang termasuk bakteri
gram positif. Berdasarkan bentuk sel bakteri
endofit yang diperoleh terdiri dari bentuk
Gambar 3. Pewarnaan gram bakteri endofit
perbesaran 1000x (a) bakteri gram
negatif (Bbs1) (b) bakteri gram positif
(Bbc5).
a
b
c
(A)
(B)
(C)
Gambar 4. Makroskopis dan mikroskopis jamur endofit Aspergillus sp. (Jbs3) (A) koloni yang
ditumbuhkan pada medium PDA (B) koloni pada medium CYA umur 7 hari (C)
karakter mikroskopis pada perbesaran 400x (a) konidia (b) vesikel (c) konidiofor.
a
b
c
(A)
(B)
(C)
Gambar 5. Makroskopis dan mikroskopis jamur endofit Penicillium sp. (Jbk2) (A)
koloni yang
ditumbuhkan pada medium PDA umur 7 hari (B) pada medium CYA (C) karakter
mikroskopis pada perbesaran 400x (a) konidiofor (b) fialid (c) konidia.
a
c
b
c
c
(A)
(B)
(C)
Gambar 6. Makroskopis dan mikroskopis jamur endofit Paecilomyces sp. (Jbc1) (A) koloni yang
ditumbuhkan pada medium PDA umur 7 hari (B) pada medium CYA (C) karakter
mikroskopis pada perbesaran 400x (a) konidia (b) fialid (c) konidiofor.
c
(A)
(B)
(C)
5
Gambar 7. Makroskopis dan mikroskopis jamur endofit Jbk3 (A) koloni yang ditumbuhkan pada
medium PDA umur 7 hari (B) pada medium PDA (C) mikroskopis isolat Jbk3.
tumbuhan Surian(Toona sureni Blume
Merr.)
yang
berpotensi
sebagai
penghasil antibakteri. Jurnal Bahan
Alam Indonesia. ISSN 1412-2855
Vol.8,No.1.
Elfina, D. 2014. Isolasi dan Karakterisasi
Fungi Endofit dari Kulit Buah Manggis
(Garcinia mangostana L.) Sebagai
Antimikroba
Terhadap
Candida
albicans, Staphylococcus aureus dan
Escherichia coli. skripsi. FMIPA
Universitas Riau, Pekanbaru.
Gandjar, I, Samsan, R.A, Tweelver, M.K,
Oetari, A, Santoso, I. 1999. Pengenalan
Kapang Tropik Umum. Yayasan Obor
Indonesia. Jakarta.
Hadioetomo, R.S. 1933. Mikrobiologi Dasar
Dalam Praktek dan Prosedur Dasar
Laboratorium.
Penerbit
Gramedia.
Jakarta.
Hallmann, J. 2001. Plant Interaction with
Endophytic Bacteria. in: Jeger, M.J,
Spence, N.J. editor. Biotic Interaction
in Plant-Pathogen Associations. CAB
International.
Jauhari, H.T. 2010. Seleksi dan Identifikasi
Kapang Endofit Penghasil Antimikroba
Penghambat Pertumbuhan Mikroba
Patogen. skripsi. FST UIN Syarif
Hidatatullah, Jakarta.
Kloepper, J.,W, Kabana R.R, Mcinroy, J,A,
Young, R.W.
1992.
Rhizosphere
bacteria antagonistis to soybean cyst
(Heterodera glycines) and root knot
(Meloidogyne incognita) nematodes:
identification by fatty acid analysis
and foliar diseases. Australasian Plant
Pathol. 28(1):21-26.
Lay, B.W. 1994. Analisa Mikroba di
Laboratorium. PT.Grafindo Persada.
Jakarta.
Masyhud. 2010. Lokakarya Nasional Tanaman
Obat Indonesia (TOI). Badan Litbang
Kesehatan. Jakarta.
Petrini, O, Sieber, T.N, Toti, L, Viret, O. 1992.
Ecology metabolite production
and
substrate utilization in endophytic
fungi. Natural Toxins. 1:185-196.
Simarmata, R, Lekatompessy, H. Sukiman.
2007. Isolasi mikroba endofit dari
tanaman obat sambung nyawa (Gynura
Karakter Fungi Endofit
Sebanyak 10 isolat jamur endofit yang
memiliki aktivitas antibakteri dikarakterisasi
sampai tingkat genus dengan melihat
makroskopis dan mikroskopis berdasarkan
Gandjar et al. (1999).
Hasil karakterisasi dari 10 isolat jamur
endofit yang memiliki aktivitas antimikroba
diperoleh 6 isolat dari genus Aspergillus, 2
isolat dari Penicillium, 1 isolat dari
Paecilomyces dan 1 isolat belum diketahui
genusnya yaitu isolat Jbk3 yang dilihat pada
gambar dibawah ini.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan dapat disimpulkan, diperoleh 40
isolat bakteri endofit dari benalu sawo, coklat
dan kopi. Pada uji daya hambat terhadap E.
coli diperoleh 30 isolat bakteri endofit yang
menunjukkan adanya daya hambat terhadap E.
coli. Zona hambat tertinggi yaitu isolat Bbs4
dengan diameter zona hambat 12,1 mm. Hasil
isolasi jamur endofit diperoleh 27 isolat dari
benalu sawo, coklat dan kopi. Pada uji zona
hambat terhadap E. coli diperoleh 10 isolat
jamur endofit yang menunjukkan adanya daya
hambat terhadap E. coli. Zona hambat yang
tertinggi yaitu isolat Jbk3 dengan diameter
zona hambat 12,1 mm.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penelitian ini didanai oleh DIKTI
melalui
Program Kreativitas MahasiswaPenelitian (PKM-P) tahun anggaran 2014.
5. REFERENSI
Al-askar, A.A, Abdul, K.W.M, Rashay, Y.M.
2011. In vitro antifungal activity of
Streptomyces spororaveus RDS 28
againts some phytopathogenic fungi.
African
Journal
of
Agricultural
Research 6 (12): 2835-2842.
Cole, R.J, Schweikert, M.A. 2003. Handbook
of Secondary Fungal Metabolites.
Academic. Press Elseiver Science.
California.
Djamaan, A. 2012. Isolasi bakteri endofit dari
6
procumbens) dan analisis Potensinya
sebagai antimikroba. Berk. Penel.
Hayati, 13: P. 85-90.
Strobel, G, Daisy, B. 2003. Bioprospecting for
microbial endophytes and their natural
products. Microbiology and Molecular
Biology Reviews 67: 491–502.
Strobel, S.A, Strobel, G.A. 2007. Plant
Endophytes as a Platform for DiscoveryBased
Undergraduate
Science
Education. Nature Chemical Biology
Volume 3.
Tomit,a F. 2003. Endophytes in Southeast
Asian and Japan: their taxonomic
diversity and potential applications.
Fungal Diversity. 14: 187-204
Wulandari, H, Zakiatulyaqin, Supriyanto.
2012. Isolasi dan pengujian bakteri
endofit dari tanaman lada (Piper nigrum
L.) sebagai antagonis terhadap patogen
hawar beludru (Septobasidium sp.). J.
Perkebunan & Lahan Tropika, Vol. 2,
No. 2.
7
Fly UP