...

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Matematika

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Matematika
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Matematika merupakan ilmu yang penting dalam kehidupan kita dan
merupakan induk dari segala ilmu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
perkembangan kebudayaan manusia dan kehidupan sehari-hari tidak lepas
dari unsur matematika. Pembelajaran matematika bertujuan untuk
membekali siswa agar memenuhi kemampuan berfikir logis, analitis,
sistematis, kritis, dan kreatif. Oleh karena itu, sekarang ini matematika
sudah diajarkan sejak pendidikan dasar, bahkan di tingkatan Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD). Kompetensi matematika tersebut diperlukan
untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
berkembang sangat cepat, dan juga agar peserta didik dapat memiliki
kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi yang
nantinya akan berguna untuk bertahan hidup ditengah perkembangan
zaman sekarang ini.
Berdasarkan tuntutan di atas, peran seorang guru sangatlah penting
dalam proses pembentukan karakter dan pemahaman materi peserta didik
dalam upaya mewujudkan cita-cita pendidikan nasional. Selain itu tugas
seorang guru tidak hanya menyampaikan konsep, tapi juga mendidik dan
membentuk karakter diri yang baik pada masing-masing peserta didik
1
2
demi peningkatan mutu SDM (Sumber Daya Manusia). Seperti kita
ketahui bahwa kemajuan dan perkembangan suatu bangsa hanya dapat
tercapai melalui SDM yang tinggi dan penataan serta pengelolaan
pendidikan yang baik .
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pembaharuan
pendidikan antara lain adalah pembaharuan kurikulum, peningkatan
kualitas pembelajaran dan efektifitas metode pembelajaran.1 Kurikulum
harus tanggap terhadap perkembangan teknologi. Kualitas pembelajaran
matematika
harus ditingkatkan
untuk meningkatkan kualitas hasil
pendidikan. Jadi harus ditemukan strategi atau pendekatan pembelajaran
yang efektif khususnya pada pelajaran matematika, karena salah satu
faktor yang mendukung tersampainya materi kepada siswa dengan baik
adalah dengan adanya suasana yang menyenangkan dan siswa mengerti
tentang materi yang dia dipelajari dan tujuan dari mempelajari matematika
tersebut.
Kenyataan sekarang ini, proses pembelajaran masih mementingkan
kemampuan kognitif dan di lain pihak peserta didik
dituntut untuk
menyelesaikan standar materi yang banyak dan harus diselesaikan dengan
waktu yang singkat.
Terutama pada pelajaran matematika. Salah satu
karakteristik dari matematika adalah mempunyai objek yang bersifat
abstrak. Karena objek matematika yang abstrak tersebut menyebabkan
1
Nurhadi,dkk. Pembelajaran konstektual dan Penerapannya dalam KBK..(Malang: IKIP,
Malang. 2003), hal.1
3
banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam matematika.2 Kebanyakan
peserta didik itu beranggapan bahwa matematika adalah palajaran yang
terkenal dengan pelajaran yang sulit dan ditakuti oleh sebagian besar siswa
dan dianggap sebagai momok yang harus mereka hindari. Pikiran mereka
sudah tertanam anggapan yang negatif serta sebagian siswa juga kurang
mamahami tentang manfaat atau kegunaan pelajaran matematika dalam
kehidupan sehari-hari. Padahal tanpa mereka sadari, konsep matematika
itu sudah pernah mereka ketahui dan mereka alami dalam kehidupan
sehari-harinya dan sebenarnya kemampuan matematika itu sudah ada
dalam diri mereka. Rasa tidak suka dan anggapan yang negatif itulah yang
akan mempersulit siswa dalam memahami konsep yang diberikan dan
tentunya juga akan menyulitkan para guru untuk menyampaikan materi.
Menyikapi persoalan tersebut, seorang guru harus pandai untuk
menerapkan berbagai macam metode dan pendekatan pembelajaran
yang disesuaikan materi yang disampaikan, khususnya yang sesuai materi
dalam
matematika. Dengan adanya pendekatan atau metode
yang
bermacam-macam tersebut, siswa tidak akan bosan dengan matematika
dan dapat mengubah anggapan bahwa matematika itu sulit menjadi
pemikiran bahwa matematika adalah pelajaran yang menyenangkan serta
mereka merasa membutuhkan matematika. Berdasarkan pemikiran siswa
yang sudah menganggap matematika itu menyenangkan, siswa akan
dengan mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu,
2
I Gusti Putu Suharta.2001. Pembelajaran Pecahan dalam Matematika. Disampaikan pada
seminar nasional “Realistic Mathematics Education (RME)”. Di jurusan FMIPA UNESA, 24
Pebruari 2001.
4
manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali
(reinvention) dan mengkonstruksi konsep matematika dengan bimbingan
orang dewasa (Gravemeijer,1994, van der kooij, 1998). Begitu juga, para
siswa yang membutuhkan arahan dan bimbingan orang dewasa dalam hal
ini adalah seorang guru. Untuk mengatasi hal itu dalam pendidikan
matematika tersebut, sekarang ini telah dikembangkan beberapa metode,
model, dan pendekatan pembelajaran. Salah satunya yaitu Realistic
Mathematematics Education(RME) atau lebih sering disebut pendekatan
pembelajaran matematika realistik.
Realistic Mathematics Education (RME) yang di Indonesia lebih
dikenal dengan istilah Matematika realistik merupakan pendekatan
pengajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang nyata bagi peserta didik,
menekankan keterampilan “proses of doing mathematics”, berdiskusi dan
berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka
dapat menemukan sendiri konsep matematikanya dan pada akhirnya
menggunakan matematika tersebut untuk menyelesaikan masalah baik
secara individu maupun kelompok. Dengan cara ini diharapkan siswa
dapat menemukan sendiri bentuk penyelesaian suatu soal atau masalah
yang diberikan kepada mereka. Dengan siswa menemukan sendiri
penyelesaiannya, mereka akan membangun konsep materi yang dia dapat
dan akan diperkuat dengan definisi atau konsep formal yang disampaikan
oleh guru.
5
Pendekatan RME menuntut aktivitas siswa secara optimal. Konsep
matematika dipandang sebagai sesuatu yang dapat dikonstruksi oleh siswa,
bukan sesuatu bahan yang disampaikan oleh guru secara informatif. Siswa
diberi peluang untuk menggali dan membangun konsep secara mandiri.
Untuk dapat mengkonstruksi konsep atau memahami suatu konsep, siswa
dibawa dalam situasi nyata ( realitas). Realitas disini mempunyai makna
secara fisik maupun non-fisik. Makna secara fisik berarti siswa dibawa ke
objek(benda) nyata dalam lingkungannya, sedangkan secara non-fisik
berarti siswa dibawa dalam pemahaman-pemahaman yang sudah ia ketahui
sebelumnya.3
Salah satu prinsip dari RME adalah memberikan pengertian yang
jelas dan operasional kepada siswa bahwa matematika adalah suatu bidang
kajian yang dapat dikontruksi dan dikembangkan sendiri oleh siswa, tidak
hanya oleh mereka yang disebut pakar (ahli) dalam bidang tersebut.
Kondisi yang diperlukan untuk proses belajar mencakup kondisi yang
fleksibel, lingkungan yang responsif, kondisi yang memudahkan untuk
memusatkan perhatian dan yang bebas tekanan.
RME mampu membuat siswa aktif dan guru hanya berperan
sebagai fasilisator, motivator, dan pengelola kelas yang dapat menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan. Setiap siswa bebas mengemukakan
dan mengkomunikasikan idenya dengan siswa lain dalam kegiatan
berdiskusi. Selain itu penerapan RME di Indonesia sudah disesuaikan
3
Maga T. budiarto dan Tatag Y.E siswono. Implementasi Realistik dalam pembelajaran
Matematika. Seminar Nasional RME.2001
6
dengan kultur Indonesia sehingga diharapkan dapat dilaksanakan dan
dimengerti siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Umi Nadhiroh
yang berjudul Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap
Pemahaman Konsep Dan Hasil Belajar Pada Pokokbahasan Bangun Datar
Siswa Kelas III Sd Negeri Kerjen Srengat Blitar Tahun Ajaran 2009/2010,
menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran
matematika realistik terhadap hasil belajar siswa dan pengaruhnya adalah
positif. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan t-test sebesar 2,554
yang jauh lebih besar dari  = 2,021 pada taraf signifikansi 5%.
Berdasarkan hal itu pula, peneliti ingin mengatahui pengaruh pendekatan
RME terhadap hasil belajar siswa.
Selain
pendekatan
pembelajaran,
faktor
yang
mendukung
berhasilnya proses pengajaran adalah adanya motivasi belajar siswa.
Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya
motivasi belajar adalah sebagai berikut :
1) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
2) Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan
dengan teman sebaya. 3) Mengarahkan kegiatan belajar. 4) Membesarkan
semangat belajar. 5) Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan
kemudian bekerja yang bersinambungan.4
4
Ibid …hal 85
7
Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa
bermanfaat bagi guru, manfaat itu sebagai berikut :
1) Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa untuk
belajar sampai berhasil; membangkitkan, bila siswa tidak bersemangat,
meningkatkan, bila semangat belajarnya timbul tenggelam; memelihara,
bila semangatnya telah kuat untuk mencapai tujuan belajar. 2)
Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara
bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, instruktor,
teman diskusi, penyemangat, pemberi hadiah, atau pendidik, dan
seterusnya.5 Ahli lain, Mc. Cleland berpendapat bahwa setiap orang
memiliki tiga jenis kebutuhan dasar, yaitu (i) kebutuhan akan kakuasaan,
(ii) kebutuhan untuk berafiliasi, dan (iii) kebutuhan berprestasi
Dengan adanya motivasi siswa untuk belajar, siswa akan lebih
bersemangat dalam belajar dan rasa ingin tahunya semakin besar. Apabila
seorang peserta didik mempunyai motivasi belajar matematika, ia akan
mempelajarinya dengan sungguh-sungguh sehingga ia mempunyai
pengertian yang lebih dalam. Ia dengan mudah dapat mencapai tujuan
belajar matematika. Ini berarti peserta didik itu berhasil dalam belajar
matematika. Keberhasilan ini akan meningkatkan motivasi belajar
matematika. Sebaliknya, suatu kegagalan dapat mengakibatkan harga diri
turun, yang berakibat motivasi belajarnya menurun.6
5
6
hal. 100
Ibid…hal 85
Hudoyo, Herman. 1990. Strategi Mengajar Belajar Matematika. Malang: IKIP Malang,
8
Untuk itu, agar para siswa lebih termotivasi dan bersungguhsungguh dalam belajar matematika, guru seyogyanya:
a. Memperlihatkan betapa bermanfaatnya matematika dalam kehidupan
melalui contoh-contoh penerapan matematika yang relevan dengan
dunia keseharian siswa.
b. Menggunakan
teknik,
metode,
dan
pendekatan
pembelajaran
matematika yang tepat sesuai dengan karakteristik topik yang disajikan.
c. Memanfaatkan teknik, metode, dan pendekatan yang bervariasi dalam
pembelajaran matematika agar tidak monoton.7
Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Feni Indarwati yang pada hasil penelitiannya menyebutkan bahwa ada
pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dengan
nilai  = 4,0795444 pada taraf signifikasi 5%. Berdasarkan hal di
atas, peneliti bermaksud untuk meneliti tentang pengaruh jenis kelamin
terhadap hasil belajar siswa.
Semangat belajar tersebut selain karena adanya motivasi, tentunya
dipengaruhi oleh beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Yang salah
satunya tingkat emosi, yang tentunya sangat erat dengan jenis kelamin.
Kalau kita amati, kita sering mendengar bahwa siswa perempuan lebih
sering unggul dalam hal katerampilan dan ketekunan. Kebanyakan siswa
perempuan lebih bersemangat dari pada siswa laki-laki. Tetapi hasil
belajar mereka ketika diadakan ujian, siswa laki-laki juga tidak kalah
7
Erman Suherman, dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.
Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung : jicA. Hal 236
9
pandainya dengan siswa perempuan. Maccoby & Jacklin dan Krutetskii
mengatakan bahwa anak laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan
dalam hal kemampuan matematika.8 Berdasarkan hal tersebut, peneliti
bermaksud untuk meneliti tentang pengaruh jenis kelamin terhadap hasil
belajar siswa.
Menurut
informasi
yang
peneliti
matematika di MAN Rejotangan masih
dapatkan,
pembelajaran
sering disampaikan dengan
metode konvensional. Pembelajaran RME juga belum pernah diterapkan.
Menurut para siswanya, semangat mereka juga masih kurang stabil. Hal
itulah yang menjadi alasan dipilihnya MAN Rejotangan sebagai tempat
penelitian ini.
Pada penelitian ini, peneliti memilih materi tentang Trigonometri
dengan alasan
bahwa selama ini siswa sering hanya melakukan
perhitungan trigonometri yang sesuai dengan rumus yang diberikan saja
tanpa mengerti tentang manfaat atau kegunaan dari trigonometri tersebut
dalam kehidupan sehari-hari oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk
mengambil materi Trigonmetri tersebut, agar para siswa mengerti dan
paham tentang penerapan materi trigonometri dalam kehidupan sehari-hari
mereka.
Dengan latar belakang diatas, peneliti berniat mengajukan judul:
8
Muh. Rizal. Proses berpikir siswa sekolah dasar dalam melakukan estimasi masalah
berhitung ditinjau dari kemampuan matematika dan jenis kelamin. (Surabaya: Desertasi tidak
diterbitkan. 2011) hal 39-40
10
“Pengaruh Pendekatan RME, Motivasi, dan Jenis Kelamin terhadap Hasil
Belajar Matematika Materi Trigonometri pada siswa kelas X MAN
Rejotangan Tahun Ajaran 2012-2013”.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah ada pengaruh pendekatan RME terhadap hasil belajar
matematika materi Trigonometri pada siswa kelas X MAN Rejotangan
tahun ajaran 2012-2013
2. Apakah ada pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika materi
Trigonometri pada siswa kelas X MAN Rejotangan tahun ajaran 20122013
3. Apakah ada pengaruh jenis kelamin terhadap hasil belajar matematika
materi Trigonometri pada siswa kelas X MAN Rejotangan tahun ajaran
2012-2013
4. Apakah ada pengaruh pendekatan RME, motivasi, dan jenis kelamin
terhadap hasil belajar matematika materi Trigonometri pada siswa kelas
X MAN Rejotangan tahun ajaran 2012-2013
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui pengaruh pendekatan RME terhadap hasil belajar
matematika materi Trigonometri pada siswa kelas X MAN Rejotangan
tahun ajaran 2012/2013.
2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika
materi Trigonometri pada siswa kelas X MAN Rejotangan tahun ajaran
2012/2013.
11
3. Untuk mengetahui pengaruh
jenis kelamin terhadap hasil belajar
matematika materi Trigonometri pada siswa kelas X MAN Rejotangan
tahun ajaran 2012/2013
4. Untuk menetahui pengaruh pendekatan RME, motivasi, dan jenis
kelamin terhadap hasil belajar matematika materi Trigonometri pada
siswa kelas X MAN Rejotangan tahun ajaran 2012/2013
D. KEGUNAAN PENELITIAN
1. Secara Teoritis
Peneliti berharap penelitian ini nantinya dapat memberikan
gambaran tentang pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan pada
peserta didik, pentingnya motivasi dan perbedaan hasil belajar antara
laki-laki dan perempuan, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat
berjalan lebih bermakna dan menyenangkan dan dapat meningkatkan
hasil belajar peserta didik.
2. Secara praktis
2.1 Bagi guru
Bagi guru diharapkan sebagai masukan alternatif
pembelajaran matematika guna meningkatkan hasil
pendekatan
belajar siswa.
Dengan adanya hubungan motivasi dengan prestasi, guru diharapkan bisa
terus memotivasi siswa dan mampu melakukan pendekatan pada masingmasing siswa.
12
2.2 Bagi siswa
bagi siswa diharapkan bisa menjadi pemicu dalam meningkatkan
hasil belajar mereka khususnya terhadap pelajaran matematika. Siswa
harus terus optimis dan bersemangat dalam belajar, menumbuhkan
kesadaran diri bahwa mereka membutuhkan matematika. Menumbuhkan
sikap bahwa belajar matematika bukanlah hal yang menakutkan dan
membosankan, belajar matematika juga bisa dilakukan dengan cara yang
menyenangkan.
2.3 Bagi sekolah
Bagi sekolah diharapkan penelitian ini bisa sebagai masukan untuk
menentukan haluan kebijakan dalam
membantu
meningkatkkan
pemahaman konsep-konsep dalam pembelajaran matematika di masa
depan.
E. PENEGASAN ISTILAH
Agar tidak terjadi kesalahpahaman atau salah penafsiran istilah
dalam penelitian ini, maka perlu adanya pembatasan istilah sebagai
berikut:
Penegasan konseptual:
a. Pendekatan Realistic Mathematics Education(RME)
Matematika realistik yang dimaksudkan dalam hal ini adalah
matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menempatkan realitas dan
pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah
realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep matematika
13
atau pengetahuan matematika formal. Pembelajaran matematika realistik
di kelas berorientasi pada karakteristik RME, sehingga siswa mempunyai
kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika. Dan
siswa
diberi
kesempatan
untuk
mengaplikasikan
konsep-konsep
matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari. Karakteristik RME
menggunakan: konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan kontruksi
siswa, interaktif dan keterkaitan.9
b. Motivasi belajar
Motivasi dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan
kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan
sesuatu, dan bila tidak suka, maka akan berusaha meniadakan atau
mengelakkan perasaan tidak suka. Dalam pembelajaran, motivasi belajar
adalah keseluruan daya penggerak didalam diri anak yang mampu
menimbulkan kesemangatan atau kegairahan dalam belajar.10
c. Jenis kelamin
Istilah “gender” yang berarti seks atau jenis kelamin, juga diartikan
sebagai sifat, karakter yang melekat pada kedua jenis kelamin yang
dikonstruksi secara sosial dan kultural. Lips mengartikan gender sebagai
“cultural expecations for women and men”, atau harapan-harapan budaya
terhadap laki-laki dan perempuan.11
9
I Gusti Putu Suharta.2001. Seminar Nasional Realistic Mathematics Education (RME).
Jurusan FMIPA UNESA. 24 Pebruari 2001.
10
Sardiman A.M. 2011. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo
Persada, hal.75
11
Hj. Mufidah Ch., M.Ag.Pengarusutaman GENDER Pada Basis Keagamaan. Malang:
UIN Malang Press
14
Gender merujuk pada perilaku yang dipelajari secara sosial dan
harapan-harapan yang berhubungan dengan dua jenis kelamin. Gender
dalam skala besar dipahami sebagai kesmpatan hidup dan mengarah
hubungan sosial kita dengan yang lain.
d. Hasil belajar
Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian, sikap-sikap, apresiasi dan ketrampilan.12 Dalam penelitian ini,
hasil belajar yang dimaksudkan adalah hasil post tes yang diberikan
setelah penyampaian materi trigonometri.
F. DEFINISI OPERASIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendekatan (RME)
matematika Realistik terhadap hasil belajar, motivasi terhadap hasil
belajar, dan jenis kelamin terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X
MAN Rejotangan tahun ajaran 2012-2013. Sehingga kita dapat
mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan RME, motivasi, dan jenis
kelamin mempengaruhi hasil belajar matematika pada siswa kelas X MAN
Rejotangan. Disini peneliti mengajar di kelas, ada dua kelas yaitu kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Langkah-langkah yang diambil peneliti
adalah yamg pertama melakukan koordinasi dengan dosen pembimbing
dan berkordinasi dengan guru matematika Man Rejotangan dan
menentukan waktu pelaksanaan penelitian.
12
Agus Suprijono. 2008. PAIKEM teori dan aplikasinya.
15
Dalam penelitian tersebut, peneliti mengajar kelas eksperimen
dengan menggunakan pendekatan Realistics Mathematic Education
(RME).
Untuk
kelas
kontrol
peneliti
mengajar
dengan
metode
konvensional. Pengambilan data tentang motivasi dengan memberikan
angket kepada siswa-siswa.
G. SISTEMATIKA SKRIPSI
1. Bagian awal
Bagian awal skripsi ini terdiri dari: halaman sampul depan, halaman
judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, halaman motto, halaman
persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar
lampiran, dan abstrak.
2. Bagian utama(inti)
Bab I Pendahuluan, terdiri dari: (a) latar belakang masalah, (b)
permasalahan penelitian [identifikasi masalah, pembatasan masalah,
rumusan masalah, (c) tujuan penelitian, (d) kegunaan hasil penelitian, (e)
penegasan istilah, dan (f) sistematika skripsi).
Bab II Landasan teori, terdiri dari: (a) hakekat matematika, (b)
Motivasi, (c) jenis kelamin, (d) Realistic Mathematics Education(RME),
(e) pembahasan sub bab pokok bahasan Trigonometri(f) hasil belajar atau
prestasi, (g) kajian penelitian terdahulu, (h) hipotesis penelitian, dan
paradigma penelitian.
16
Bab III Metode penelitian, terdiri dari: (a) pola/jenis penelitian, (b)
populasi, sampling, dan sampel penelitian, (c) data, sumber data, dan
variabel, (d) teknik dan instrumen pengumpulan data, (e) teknik analisis
data, dan (f) prosedur penelitian
Bab IV Laporan Hasil Penelitian, terdiri dari: (a) deskripsi Latar
belakang keadaan obyek, (b) penyajian data hasil penelitian, (c) analisis
data dan uji signifikasi, dan ( d) pembahasan hasil penelitian.
Bab V Penutup, terdiri dari: (a) Kesimpulan, dan (b) Saran.
3. Bagian akhir
Bagian akhir dalam skripsi ini terdiri dari: daftar rujukan, lampiranlampiran, surat pernyataan keaslian dan daftar riwayat hidup.
Fly UP