...

Pasca Rusuh Labuhan Ruku

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

Pasca Rusuh Labuhan Ruku
Pasca Rusuh Labuhan Ruku
LAPORAN PEMANTAUAN
Hasil kajian Tim Pemantauan Komnas HAM terhadap
proses penanganan kerusuhan di LP Klas IIA Labuhan
Ruku, Medan, Sumatera Utara, pada 17 – 21 September
2013.
Pemantauan Pasca Rusuh Labuhan Ruku
Berdasarkan informasi dari media massa telah terjadi kerusuhan di Lembaga
Pemasyarakatan Klas IIA Labuhan Ruku Batubara, Medan, Sumatera Utara pada 18
Agustus 2013 lalu yang mengakibatkan kaburnya sejumlah tahanan dan pembakaran
Lapas. Hal ini dipicu dari kekecewaan narapidana yang dipindah dari Lapas Lubuk
Pakam. Kasus ini juga diperkirakan disebabkan oleh provokasi 46 narapidana titipan
tersebut kepada narapidana di LP Labuhan Ruku. Akibatnya sebanyak 82 narapidana
melarikan diri, 500 narapidana lainnya dievakuasi dan dititipkan di 6 lokasi penahanan
sementara, 38 narapidana lainnya masih berstatus buron, seluruh gedung perkantoran
lapas terbakar termasuk dapur dan bagian Blok C. Oleh karena itu, penting bagi Komnas
HAM untuk mengirimkan Tim Pemantauan untuk melakukan pemantauan guna
memantau perkembangan penanganan kerusuhan di LP Klas IIA Labuhan Ruku pada 17
– 21 September 2013.
Pada Rabu, 18 September 2013, Tim Komnas HAM yang terdiri dari Siane Indriani,
Endang Sri Melani, Nurjaman, dan Rully melakukan pertemuan dengan Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Kanwil
Kemenkumham Sumut I Wayan Sukerta dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Amran
Silalahi. Pada Rabu, 18 September 2013, Tim Komnas HAM melakukan pertemuan
dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang diwakili oleh Kapolda Sumut Irjen
Syarief Gunawan.
Pada 20 September 2013, Tim Komnas HAM melakukan pertemuan dengan Lapas
Labuhan Ruku yang diwakili oleh Plt Kalapas Labuhan Ruku Drs. Meurah Budiman, SH.,
MH dan juga sekaligus melakukan tinjauan lokasi Lapas Labuhan Ruku. Tim melakukan
tinjauan lokasi Lapas Labuhan Ruku diseluruh blok bangunan di Lapas dan bertemu
serta berincang dengan para warga binaan Lapas Labuhan Ruku.
Kondisi bangunan Lapas Labuhan Ruku masih belum mendapatkan perbaikan atau
renovasi, beberapa bangunan mengalami kerusakan total antara lain gedung kantor
utama, blok hunian minimum security, blok wanita, blok tipikor, gudang beras, dan
dapur lapas ludes terbakar. Jumlah kamar hunian sebanyak 50 kamar dimana sebanyak
15 kamar terbakar dan kamar yang masih bisa dihuni sebanyak 35 kamar;
Selain bangunan Gedung Kantor Utama Lapas Labuhan Ruku, beberapa bangunan
Sedangkan blok maksimum security, medium security, dan blok tahanan tidak luput dari
upaya pembakaran namun bisa dipadamkan oleh para penghuni Lapas dan saat ini masih
bisa dihuni.
Penghuni Lapas Labuhan Ruku ketika dilakukan tinjauan sebanyak 389 orang dengan
jumlah narapidana sebanyak 115 orang dan tahanan 274 orang yang tersebar di 35
kamar yang masih bisa dihuni sejak kerusuhan/kebakaran terjadi. Narapidana terdiri dari
narapidana dewasa 106 orang, narapidana remaja 3 orang dan naridana anak 6 orang,
sedangkan tahanan terdiri dari tahanan dewasa 230 orang, tahanan remaja 24 orang,
dan tahanan anak 20 orang.
TEMUAN FAKTA :
Berdasarkan pemantauan lapangan, permintaan keterangan, dan dokumen-dokumen
yang diperoleh, maka berikut adalah temuan-temuan fakta yang berhasil ditemukan oleh
Tim :
1. Bahwa Kapasitas Lapas Labuhan Ruku adalah 300 orang dan saat ini dihuni oleh
sebanyak 389 orang dengan jumlah narapidana sebanyak 115 orang dan tahanan
274 orang. Narapidana yang terdiri dari narapidana dewasa 106 orang, narapidana
remaja 3 orang dan narapiidana anak 6 orang, sedangkan tahanan terdiri dari
tahanan dewasa 230 orang, tahanan remaja 24 orang, dan tahanan anak 20
orang;
2. Bahwa pada saat kejadian kerusuhan pada 18 Agustus 2013 jumlah isi Lapas
sebanyak 866 orang dimana sebanyak 84 orang melarikan diri yang kemudian
tertangkap kembali sebanyak 47 orang dan yang masih buron sebanyak 37 orang;
3. Bahwa kejadian kerusuhan yang terjadi pada 18 Agustus 2013 yang disebabkan
adanya penolakan penambahan narapidana dari luar dan perkelahian/penyerangan
oleh narapidana terhadap petugas Lapas Labuhan Ruku;
4. Bahwa akibat kerusuhan dan pembakaran tersebut bangunan Lapas Labuhan Ruku
mengalami kerusakan total antara lain gedung kantor utama, blok hunian
minimum security, blok wanita, blok tipikor, gudang beras, dan dapur lapas ludes
terbakar. Sedangkan blok maksimum security, medium security, dan blok tahanan
tidak luput dari upaya pembakaran namun bisa dipadamkan oleh para penghuni
Lapas dan saat ini masih bisa dihuni;
5. Bahwa pasca kerusuhan pihak Lapas Labuhan Ruku telah melakukan upaya- upaya
dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban Lapas seperti :
a
Melakukan koordinasi dengan pihak TNI dan Polri untuk menempatkan
personilnya melakukan pengamanan Lapas 1 x 24 jam setiap hari dengan
kekuatan TNI sebanyak 5 orang dan Polri 5 orang;
b
Melakukan penataan registrasi terutama pencatatan identitas dan jumlah
penghuni sesuai dengan data yang ada di laptop petugas registrasi dan data
SDP dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan;
c
Melakukan pembersihan gedung lapas dan blok-blok hunian yang terbakar;
d
Melakukan penertiban dan menggantikan intalasi listrik dikamar-kamar
hunian;
e
Melaksanakan layanan kunjungan bagi warga binaan dan keluarganya;
f
Pelayanan kesehatan dan makanan bagi warga binaan seperti
mendatangkan tenaga medis dan penyediaan omprengan makanan;
g
Melakukan pendataan gedung kantor dan barang inventaris untuk
dihapuskan;
h
Melakukan pengecatan kamar-kamar hunian narapidana dan tahanan akibat
asap bekas kebakaran.
HASIL KESIMPULAN
Menindaklanjuti seluruh temuan, fakta dan keterangan yang diperoleh, Tim mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Bahwa kerusuhan dan pembakaran Lapas Labuhan Ruku dipicu berbagai macam
faktor diantaranyaadanya penolakan penambahan narapidana dari luar, adanya
perkelahian/penyerangan oleh narapidana terhadap petugas Lapas Labuhan Ruku,
permasalahan over kapasitas ruangan sel di Lapas Labuhan Ruku, dan tidak
sebandingnya jumlah personil penjaga Lapas Labuhan Ruku dengan jumlah
penghuni Lapas;
2. Bahwa akibat kerusuhan dan pembakaran yang menyebabkan hangusnya ruangan
administrasi dan beberapa ruangan sel Lapas membuat operasional Lapas
Labuhan Ruku terganggu;
3. Bahwa pemindahan para narapidana/tahanan dari Lapas Labuhan Ruku ke
Lapas/Rutan bukan merupakan solusi dari permasalahan yang ada karena hanya
akan memindahkan permasalahan dari satu Lapas/Rutan ke Lapas/Rutan yang
lain;
4. Bahwa permasalahan over kapasitas dan kurangnya petugas jaga tidak hanya
terjadi di Lapas Labuhan Ruku tetapi merata di seluruh Lapas/Rutan di Sumatera
Utara sehingga potensi munculnya kerusuhan/pembakaran ada di setiap
Lapas/Rutan di Sumatera Utara;
5. Bahwa penyelesaian permasalahan di Lapas Labuhan Ruku dan Lapas/Rutan di
Sumatera Utara perlu melibatkan seluruh pihak yang terkait tidak hanya
Kementerian Hukum dan HAM tetapi juga perlu keterlibatan Pemerintah Daerah,
Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan.
REKOMENDASI TIM
Menindaklanjuti seluruh temuan, fakta dan keterangan yang diperoleh, Tim
merekomendasikan hal-hal sebagai berikut :
1. Meminta Kementerian Hukum dan HAM RI untuk mengalokasikan anggaran untuk
membangun kembali bangunan-bangunan yang terbakar serta mengupayakan
perluasan Lapas Labuhan Ruku agar mampu menampung narapidana/tahanan yang
terus bertambah;
2. Meminta Kementerian Hukum dan HAM RI untuk menambah jumlah personil Lapas
Labuhan Ruku khususnya penjaga keamanan sehingga rasionya bisa sesuai dengan
jumlah narapidana/tahanan yang ada di Lapas Labuhan Ruku;
3. Meminta Kementerian Hukum dan HAM RI untuk menginisiasi adanya pertemuan dan
dialog dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan
terkait dengan perlunya sebuah kebijakan hukum yang cerdas dimulai dari tingkat
pertama dimungkinkan adanya diversi dari hukuman penjara menjadi rehabilitasi
khusus untuk kasus Narkoba;
4. Meminta Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI Wilayah Sumatera Utara untuk
meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan Kepolisian RI dalam upaya
pengamanan dan pencegahan munculnya gangguan keamanan dari dalam Lapas
khususnya di Lapas Labuhan Ruku;
5. Meminta Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI Wilayah Sumatera Utara untuk
bekerja sama dengan Kepolisian RI khususnya dalam memantau dan mengawasi
peredaran obat-obatan terlarang di dalam Lapas di seluruh Sumatara Utara
khususnya di Lapas Labuhan Ruku.
Fly UP