...

Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara
Abdul Majid
Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri...
Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri
secara Ekokardiografi pada Gagal Jantung Kongestif
Abdul Majid
Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera utara
Abstrak: Gagal jantung masih merupakan masalah yang selalu dijumpai dan morbiditas dan mortalitasnya
masih tetap meningkat. Sudah diketahui bahwa gangguan fungsi diastolik mempunyai peranan yang besar
pada gagal jantung. Pada sepertiga dari pasien ini, fungsi sistoliknya normal dan gagal jantung disebabkan oleh
disfungsi diastolik. Penentuan fungsi diastolik menjadi penting karena:1) Cara pengobatan yang berbeda
antara gagal jantung sistolik dan diastolik; 2) Pada pemeriksaan sulit dibedakan antara disfungsi diastolik
dengan disfungsi sistolik (fraksi ejeksi dibawah normal); 3) Insiden disfungsi diastolik dihubungkan dengan
usia, dan gagal jantung yang disebabkan oleh disfungsi diastolik meningkat. Studi pendahuluan fungsi diastolik
secara eko doppler dilakukan untuk mengetahui peranan disfungsi diastolik pada gagal jantung. 30 pasien
gagal jantung (9 wanita, usia 57, 33 ±5,5 tahun; 21 laki-laki, usia 63,48 ±2,42 tahun) dilakukan pemeriksaan
2D & eko doppler di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, untuk menentukan fungsi sistolik dan diastolik
ventrikel kiri. Pengukuran fungsi diastolik meliputi velositas aliran transmital awal (E), atrial (A), waktu
deserelasi dari gelombang F (DT), dan durasi gelombang A (MVa); dan velositas vena pulmonalis yang
meliputi pengukuran sistolik (S), diastolik (D), refersal atrial (PVa) dan durasi PVa. Diperoleh 11 pasien
(37%) dengan disfungsi diastolik dengan fungsi sistolik yang normal. Bentuk disfungsi diastolik adalah
gangguan relaksasi 82%, pseudonormal 9% dan pengisian restriktif 9%. Pengisian restriktif lebih sering
dijumpai pada 19 pasien (63%) dengan disfungsi diastolik dan disfungsi sistolik. Kesimpulan dari paper ini
adalah analisa fungsi diastolik pada gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah dan fraksi ejeksi normal perlu
dilakukan agar didapatkan pengobatan yang lebih baik.
Kata kunci: gagal jantung, ekokardiografi, disfungsi sistolik, disfungsi diastolik
Abstract: Heart failure is one of the most common problems in adults and the morbidity and the mortality of this
syndrome is still increasing. However, it has become increasingly clear that abnormalities of diastolic function have a major
role in heart failure. In one third of these patients, systolic function is normal and heart failure occurs solely on the basis of
diastolic dysfunction. The assessment of diastolic function becomes important due to: 1) The modality of treatment is
different between systolic and diastolic heart failure; 2) At the bedside, diastolic dysfunction is difficult to diagnose and to
differentiate from systolic dysfunction (ejection fraction below normal); 3) The incidence of diastolic dysfunction is age
related, and heart failure due to diastolic dysfunction rise dramatically with age. Preliminary study was done to obtain data
on all diastolic function by Echo Doppler study to know the role of diastolic dysfunction in patients with heart failure. 30
heart failure patients ( 9 women, aged 57,33 ± 5,5 years ; 21 men, aged 63,48 ± 2,42 years ) which has been examined at
RSCM Hospital, had completed 2D & Doppler echocardiography examinations for the assessment of left ventricle systolic
and diastolic function. The measurement of diastolic function were: "transmitral flow" which included early (E) , atrial (A)
velocities, deceleration time of F wave (DT), and A wave duration (MVa); and "pulmonary venous velocities" which
included measurement of systolic (S), diastolic (D), atrial reversal (PVa) and duration PVa. We found 11 patients (37%)
with diastolic dysfunction but normal systolic function. The pattern diastolic dysfunction were: impaired relaxation 82%,
pseudonormal 9% and restrictive filling 9%. Restrictive filling more frequent in 19 patients (63%) with diastolic dysfunction
and systolic dysfunction. Conclusion Diastolic function should be analyzed in heart failure patients with low EF and normal
EF for better treatment.
Key words : heart failure , echocardiography, systolic dysfunction, diastolic dysfunction.
Pendahuluan
Fungsi diastolik akhir-akhir ini menarik perhatian
para ahli karena telah terdapat bukti-bukti bahwa
kelainan fungsi diastolik mempunyai peranan yang
penting pada berbagai bentuk kelainan jantung. Pada
hipertensi misalnya, kelainan fungsi diastolik dapat
dideteksi sebelum terjadinya manifestasi klinis.
Berbagai keadaan lain di mana dapat dilihat adanya
Abdul Majid: Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara Ekokardiografi...
USU Repository © 2006
Majalah Kedokteran Nusantara • Vol. 38 • No. 1 • Maret 2005
5
Karangan Asli
kelainan fungsi diastolik primer, seperti penyakit
jantung koroner (PJK) dengan atau tanpa disfungsi
sistolik, hipertensi, kelainan katup, kardiomipati
hipertropik, kardiomiopati restriktif, penyakit
perikard, diabetes mellitus (DM) dan lain-lain. Dari
berbagai laporan didapatkan hampir separuh dari
pasien gagal jantung menunjukkan fungsi sistolik
normal dan yang terganggu adalah fungsi diastolik
1-3
(gagal jantung diastolik).
Progressivitas penyakit pada pasien sakit jantung
dapat mempengaruhi bentuk dari disfungsi diastolik.
Disfungsi diastolik dapat terjadi mulai dari tingkat
yang ringan (relaksasi abnormal) sampai berat (bentuk
restriktif). Tingkat keparahan disfungsi diastolik
dihubungkan dengan prognosis dari gagal jantung.
Disfungsi sistolik dapat mempengaruhi bentuk fungsi
4.5
diastolik.
Pemeriksaan fungsi diastolik pada gagal jantung
menjadi penting, mengingat bahwa pengobatan gagal
jantung bisa berbeda bila ditinjau dari gangguan yang
terjadi apakah difungsi sistolik atau diastolik dan di
samping itu, secara klinis tidak dapat dibedakan
apakah kelai-nan yang terjadi berupa disfungsi sistolik
2.5
atau diastolik.
Penilaian fungsi diastolik dapat dilakukan dengan
cara: kateterisasi jantung, angiografi radionuklid,
sinegrafi ventrikuler kiri. Cara ini selain sifatnya invasif,
juga memakan waktu dan kurang praktis untuk
evaluasi secara serial. Dengan kemajuan yang dicapai
dalam bidang ekokardiografi Doppler, telah
dimungkinkan pemeriksaan fungsi diastolik secara non
ivasif, lebih sederhana dan hasilnya setara dengan
pemeriksaan yang disebutkan lebih dahulu.
Pengukuran fungsi diastolik dilakukan dengan
mengukur velositas aliran darah di ruangan jantung,
6-8
melalui katup, dan pembuluh darah besar.
Penilaian fungsi diastolik dalam penelitian ini,
dibatasi hanya pada fungsi diastolik ventrikel kiri.
Data-data mengenai bagaimana profil diastolik
pada gagal jantung di Indonesia, belum ditemukan
penelitiannya, dan oleh karena itu perlu dilakukan
penelitian ini.
Tujuan Penelitian ini adalah:
1. Mengetahui gambaran bentuk disfungsi diastolik
pada pasien gagal jantung kongestif dengan fungsi
sistolik normal dan disfungsi sistolik.
2. Untuk mengetahui seberapa besar profil disfungsi
diastolik pada pasien gagal jantung kongestif.
Bahan dan Cara
Desain penelitian ini adalah deskriptif yang
dilakukan secara cross sectional untuk mengetahui
faktor-faktor yang ada hubungannya dengan profil
disfungsi diastolik pada pasien gagal jantung dengan
fungsi sistolik normal dan disfungsi diastolik.
Studi ini merupakan studi pendahuluan, oleh
karena itu dipakai jumlah sampel sebanyak 30 pasien.
Penelitian dilakukan di Sub Bagian Kardi-dologi
Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN-CM
Jakarta. Periode penelitian antara Desember 1999
sampai bulan April 2000.
Kriteria subjek penelitian yaitu:
1. Semua pasien dewasa yang menderita gagal
jantung kongestif (kriteria Framingham).
2. Pemeriksaan ekokardiografi dilakukan pada 42
pasien. Dikeluarkan dari penelitian penderita
dengan: kelainan katup 3 pasien, cor pulmonale 2
pasien, volume overload primer 1 pasien, aritmia
(AF) 3 pasien, Eko window yang kurang baik 4
pasien. Jumlah pasien yang memenuhi syarat 30
orang.
3. Subyek bersedia mengikuti penelitian ini.
Batasan Operasional
Penilaian fungsi sistolik dengan penentuan fraksi
ejeksi (EF) ventrikel kiri secara M-mode (cara
9
Teichholz), metode Simpson’s (bila ada hipokinetik).
Untuk membedakan “predominant systolic” dari
“predominant diastolic” disfungsi ventrikel kiri diambil
batasan sesuai European Study Group on Diastolic
Heart Failure yang merekomendasikan kriteria
diagnostik gagal jantung diastolik bila EF ventrikel kiri
> 45%, dan indeks dimensi end diastolik ventrikel kiri
2
< 3,2 cm/m dengan fungsi sistolik normal atau sedikit
10
terganggu.
Hipertropi ventrikel kiri bila massa ventrikel kiri >
134 gram pada laki-laki atau > 109 gram pada
11
perempuan dengan cara M Mode.
Penilaian fungsi diastolik dilakukan dengan
meletakkan sampel volum pulsed waved pada daun
katup mitral (velositas aliran transmitral). Bila hasil
kurang memuaskan/meragukan dilakukan pemeriksaan velositas aliran vena pulmonalis (sampel volume
1-2 cm arah vena pulmonalis). Parameter yang dinilai
meliputi: * Waktu relaksasi interventrikuler (IVRT), *
Aliran transmitral yaitu: velositas awal (E) dan atrial
(A), rasio E/A, waktu deselrasi (DT), durasi
gelombang A (MVa); dan *Velositas vena pulmonalis
yaitu: sistolik (S), diastolik (D), rasio S/D, aliran balik
sistolik atrium (PVa), durasi PVa dan perbedaan
antara durasi PVa/ MVa. Disfungsi diastolik dibagi
dalam 3 bentuk yaitu: 1) relakasi abnormal, 2)
pseudonormal, 3) restriktif. Bentuk abnormal relaksasi
bila E/A < 1, DT > 240 msec atau IVRT > 110 msec.
Bentuk pseudonormal bila E/A diantara 1 dan 2, DT
Abdul Majid: Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara Ekokardiografi...
USU Repository © 2006
6
Majalah Kedokteran Nusantara • Vol. 38 • No. 1 • Maret 2005
Abdul Majid
Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri...
windows. (SPSS Inc. Chicago, Illinois).
normal (160-240 msec), Pva > MVa, disertai dilatasi
ventrikel kiri ataupun atrium kiri. Bentuk restriktif bila
E/A > 2, DT memendek (< 150 msec) atau IVRT
3,4,9
memendek (< 60 msec).
Diagnosis gagal jantung kongestif ditegakkan
berdasarkan gejala klinis (orthopnea, peninggian
tekanan vena jugularis, irama gallop, krepitasi paru,
edema paru), foto torak (kardiomegali), dan
pemeriksaan EKG.
Penilaian faktor etiologi/faktor resiko yang
mungkin ada seperti hipertensi, penyakit jantung
koroner (PJK), diabetes mellitus (DM) pada penelitian
ini. Disebut Hipertensi bila tekanan darah sistolik
(TDs) > 160 mmHg atau TD diastolik (TDd) > 95
mmHg atau bila pasien mendapat obat anti hipertensi
disebabkan TD yang meningkat. Penyakit jantung
koroner (PJK) bila terbukti ada infark miokard atau
riwayat angina pektoris stabil. Diagnosa diabetes
melitus (DM) bila pasien mendapat pengobatan
insulin atau obat oral hipoglikemik. Pada satu pasien
dapat terjadi > 2 faktor resiko sehingga jumlah
diagnosis lebih besar dari jumlah pasien.
Hasil
Dari 30 pasien yang diteliti secara deskriptif, hasil
yang diperoleh sebagai berikut:
1. Frekuensi disfungsi diastolik
Sebelas pasien (37%) mempunyai EF > 45%. Oleh
karena itu 37% pasien dengan diagnosa klinis gagal
jantung mempunyai fungsi sistolik normal dan sisanya
(63%) dengan disfungsi sistolik (lihat Tabel 1).
Tabel. 1.
Perbandingan Persentase Pasien Gagal Jantung dengan
Fungsi Sistolik Normal
Disfungsi Diastolik
EF < 45%
EF > 45%
19 (63%)
11 (37%)
2. Usia dan Distribusi Jenis Kelamin
Sembilan pasien (30%), terdiri dari perempuan
(usia rata-rata 57,33 + 5,50 tahun). Usia rata-rata
perem-puan lebih kecil dari usia rata-rata laki-laki
(63,48 + 2,42 tahun). Pada populasi usia tua (> 70
tahun), dijumpai lebih banyak laki-laki sebanyak 7
pasien (23%) dibandingkan perempuan sebanyak 3
pasien (10%).
Untuk usia < 70 tahun, laki-laki 14 pasien (47%,
dan perempuan 6 pasien (20%). (Lihat tabel 2). Pada
2 grup pasien gagal jantung, 3 pasien (10%) dengan
fungsi sistolik normal dan 7 pasien (23%) pasien
Data
Hasil penelitian dinyatakan dalam persentase
dengan mean + SEM. Perbandingan antara grup gagal
jantung meliputi usia, jenis kelamin, etiologi/resiko
kardiovaskuler dan parameter ekokardiografi dilakukan
secara deskriptif. Seluruh data diolah dengan
menggunakan paket perangkat lunak SPSS 9,0 for
Tabel 2a.
Karakteristik pasien gagal jantung pada kedua grup (EF < 45% dan EF > 45%)
Fungsi sistolik normal
(EF > 45%)
Gaguang fungsi sistolik
(EF > 45%)
No
Kelamin
n
Mean
( SEM )
n
Mean
( SEM )
1
Perempuan
6
57,67 + 5,27
3
56,67 + 14,97
2
Laki-laki
5
61,00 + 7,36
16
64,25 + 2,91
Tabel 2b.
Karakteristik pasien gagal jantung pada kedua grup (EF < 45% dan EF > 45%) berdasarkan
No.
Etiologi / Faktor Resiko
Fungsi sistolik normal
(EF > 45%)
Disfungsi sistolik
EF < 45%
Total
1.
PJK
2 (18%)
9 (47%)
11 (37%)
2.
Hipertensi
5 (45%)
3 (16%)
8 (27%)
3.
PJK + Hipertensi
4 (37%)
5 (26%)
9 (30%)
4.
Kardiomiopati
0 (0%)
2 (11%)
2 (7%)
5.
DM
5 (45%)
5 (26%)
10 (34%)
6.
Gagal Ginjal Kronis
3 (27%)
5 (26%)
8 (27%)
Abdul Majid: Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara Ekokardiografi...
USU Repository © 2006
Majalah Kedokteran Nusantara • Vol. 38 • No. 1 • Maret 2005
7
Karangan Asli
dengan disfungsi sistolik (EF < 45%) mempunyai usia
> 70 tahun.
4. Parameter Diastolik Secara Ekokardiografi
Pada Tabel 7 dapat dilihat parameter diastolik
yang diukur. Parameter lain yang diukur antara lain:
diameter akhir diastolik ventrikel kiri (LVIDd)
berbeda pada kedua grup (mean 4,37 + 0,26 cm dan
5,78 + 0,29 cm); dimensi atrium kiri (LA) pada kedua
grup juga berbeda (3,4 + 0,27 cm vs 4,63 + 0,15 cm).
LVH pada grup fungsi sistolik normal sebanyak 8
pasien (72,72%) dan pada grup disfungsi sistolik
sebanyak 9 pasien (47,36%).
3. Etiologi/Faktor Resiko Utama Gagal Jantung
Etiologi/faktor resiko utama gagal jantung pada
keseluruhan pasien yang diteliti adalah hipertensi pada
8 pasien (27%), PJK pada 11 pasien (37%), hipertensi
dengan PJK pada 9 pasien (30%). Kardiomiopati
dilatasi pada 2 pasien (7%). Faktor resiko lain yang
dijumpai seperti DM pada 10 pasien (34%), dan gagal
ginjal kronik pada 8 pasien (27%). Bila dibandingkan
pada kedua grup gagal jantung, tidak terdapat
perbedaan signifikan dari faktor resiko DM dan gagal
ginjal kronik. Pada grup pasien dengan fungsi sistolik
normal, hipertensi merupakan faktor etiologi utama
(45%), sedangkan pada grup pasien dengan disfungsi
sistolik penyebab utama adalah PJK (47%). Pada
pasien hipertensi yang disertai DM sebanyak 3 pasien
(10%), pada PJK sebanyak 5 pasien (45%), dan pada
kombinasi PJK dan Hipertensi disertai DM sebanyak 2
pasien (22%). (lihat Tabel 2).
Bentuk Disfungsi Distolik
Pada pasien dengan fungsi sistolik normal,
disfungsi diastolik yang terbanyak adalah bentuk
relaksasi abnormal sebanyak 9 pasien (82%), 1 pasien
(9%) dengan bentuk pseudonormal, dan 1 pasien (9%)
mempunyai bentuk restriktif. Sebaliknya bentuk
restriktif lebih sering pada grup disfungsi sistolik
dengan perbandingan 11 psien (57%) vs 1 pasien
(9%), dengan p<0,05 (lihat Tabel 4).
Pembahasan
Tabel 3.
Parameter diastolik dan lainnnya secara ekokardiografi pada grup fungsi
sistolik normal dan disfungsi sistolik
No.
Variabel
Fungsi sistolik normal
(EF > 45%)
Disfungsi sistolik
EF < 45%
1.
E (m/s)
0.580
+
0.0045
0.79
+
0.0061
2.
A (m/s)
0.710
+
0.0083
0.5242
+
0.0049
3.
E/A
0.980
+
0.1566
1.76
+
0.1032
4.
DT (ms)
168.100
+
6.79
147.68
+
11.77
5.
IVRT (ms)
104.550
+
17.21
93.16
+
6.62
6.
A durasi (ms)
105.45
+
5.62
92.63
+
5.23
7.
P durasi (ms)
91.82
+
6.44
127.89
+
10.30
8.
Rasio S/ D
1.28
+
0.1424
0.778
+
0.0074
9.
LA (mm)
34
+
2.73
40.63
+
1.45
10.
LVIDd (cm)
4.37
+
0.26
5.78
+
0.23
11.
LVH (n)
8 (72,72%)
9 (47,36%)
Tabel 4.
Bentuk Disfungsi Diastolik pada Fungsi Sistolik Normal dan Disfungsi Sistolik
EF > 45%
(n = 11)
EF < 45%
(n = 19)
Relaksasi Abnormal
9 (82%)
6 (32%0
Pseudo Normal
1 (9%)
2 (11%)
Restriktif
1 (9%)
11 (57%)
Bentuk Disfungsi Diastolik
Abdul Majid: Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara Ekokardiografi...
USU Repository © 2006
8
Majalah Kedokteran Nusantara • Vol. 38 • No. 1 • Maret 2005
Abdul Majid
Pada penelitian ini, penilaian fungsi diastolik
dilakukan dengan ekokardiografi. Penilaian secara
ekokardiografi, hasilnya setara dengan cara invasif.
Pada penelitian ini didapatkan pasien gagal jantung
yang dengan disfungsi sistolik lebih banyak dijumpai
dibandingkan dengan pasien gagal jantung yang
mempunyai sistolik normal (gagal jantung diastolik).
Hal ini sesuai dengan hasil dari berbagai penelitian
yang menyatakan bahwa kira-kira separuh pasien gagal
1
jantung mempunyai fungsi sistolik normal Hasil yang
lebih rendah (13%) dijumpai pada Veterans
Administration Heart Failure Trial di mana usia ratarata 59 tahun, dan hasil yang lebih tinggi dijumpai
pada usia > 70 tahun. Usia rata-rata pada penelitian ini
adalah 63,48 tahun dan 23% laki-laki dengan usia > 70
13,14
tahun.
Untuk membedakan “predominant systolic” dari
“predominant diastolic” disfungsi ventrikel kiri diambil
batasan sesuai European Study Group on Diastolic
Heart Failure yang merekomendasikan kriteria
diagnostik gagal jantung diastolik bila EF ventrikel kiri
> 45%, dan indeks dimensi end diastolik ventrikel kiri
2
< 3,2 cm/m dengan fungsi sistolik normal atau sedikit
10
terganggu.
Dari penelitian ini diperoleh bahwa PJK
merupakan faktor resiko yang terbanyak untuk gagal
jantung, demikian juga dengan hipertensi ataupun
pasien dengan kombinasi hipertensi dan PJK. Bila
dibandingkan pasien-pasien dengan EF>45%, maka
pasien-pasien dengan EF > 45%, menunjukkan
kejadian PJK lebih rendah (18% vs 47%) dan kejadian
hipertensi lebih tinggi (45% vs 16%). Hasil dari
Framigham study menunjukkan bahwa hipertensi saja
ataupun kombinasi dengan PJK merupakan penyebab
yang terbanyak yang menimbulkan gagal jantung dan
kejadian ini bertambah usia. 15 Dari penelitian lain
didapat disfungsi diastolik pada pasien dengan fungsi
sistolik normal terutama disebabkan oleh hipertensi.
2,12,15
Disfungsi diastolik dapat dideteksi dari
pemeriksaan Ekokardiografi. Dikenal ada tiga bentuk
yaitu: relaksasi abnormal, pseudonormal dan restriktif.
Disfungsi diastolik dapat terjadi baik pada pasien
dengan fungsi sistolik normal atau disfungsi sistolik.
Dalam kriteria diagnosis gagal jantung sistolik
disebutkan dengan fungsi sistolik ventrikel kiri yang
normal, namun keadaan ini masih merupakan masalah
karena telah terbukti pada sebagian besar pasien gagal
jantung sistolik dapat disertai dengan berbagai bentuk
1
disfungsi diastolik. Pada penelitian ini, bentuk
disfungsi diastolik yang terbanyak pada fungsi sistolik
normal adalah bentuk relaksasi abnormal, sedangkan
pada disfungsi sistolik adalah bentuk restriktif. Dari
Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri...
kepustakaan disebutkan bahwa bentuk restriktif
disertai adanya EF menurun, pembesaran atrium kiri,
LVH, aliran diastolik lebih dominan pada PV (PV d
3.4
>> PVs) dan DT yang memendek (< 160 ms). Pada
pasien yang diteliti dengan disfungsi sistolik (EF
menurun) didapatkan pembesaran atrium kiri (ratarata 40,63), rasio S/D yang menurun (0,778)m dan
DT yang memendek (147,68 ms).
Limitasi
Limitasi dalam penelitian ini:
- Belum ada nilai normal fungsi diastolik di
Indonesia.
- Penelitian ini terbatas oleh waktu dan jumlah
sampel yang sedikit.
- Penelitian ini merupakan data awal untuk studi
yang terus berjalan.
Kesimpulan
Disfungsi distolik pada pasien gagal jantung
dengan fungsi sistolik normal dijumpai 37% dari
jumlah pasien gagal jantung kongestif.
PJK ditemukan 47% dan merupakan faktor
penyebab utama disfungsi diastolik pada pasien gagal
jantung dengan disfungsi sistolik, sedangkan pada
pasien gagal jantung dengan disfungsi diastolik dan
fungsi normal terutama disebabkan oleh hipertensi
(45%).
Bentuk disfungsi diastolik yang terbanyak pada
pasien gagal jantung dengan fungsi sistolik adalah
bentuk relaksasi abnormal, sedangkan pada disfungsi
sistolik yang lebih dominan adalah bentuk restriktif.
Anjuran
Sebaiknya pada pasien dengan gagal jantung harus
diperiksa secara ekokardiografi dan doppler agar dapat
mengetahui disfungsi diastolik agar pengobatan lebih
baik.
Dari data yang ada, perlu dilanjutkan studi ini
karena sesuai dengan kepustakaaan bahwa baik
pengobatan dan prognostik gagal jantung diastolik
berbeda dari gagal jantung sistolik. Perlu analisa untuk
diagnostik, terapi maupun prognostik (untuk studi
berikut).
Abdul Majid: Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara Ekokardiografi...
USU Repository © 2006
Majalah Kedokteran Nusantara • Vol. 38 • No. 1 • Maret 2005
9
Karangan Asli
Daftar Pustaka
1. Vasan RS, Levy D. Defining Diastolic Heart Failure a
call standardized diagnostic criteria. Circulation 2000;
101 : 2118-21.
2. Bonow R O, Udelson MD. Left ventricular diasatolic
dysfunction as a cause of congestive heart failure. Ann
of Int Med 1992; 117:502-507.
3. Oh J K, Appleton C P, Hatle L K, Nishimura R A,
Seward J B, Tajik J A. The noninvasive assessment of
left ventricular diastolic function with two-dimensional
and doppler echocardiography. J Am Soc Echocardiogr
1997; 10:246-70.
4. Rakowski H, Appleton C, Chan K L, Dumesnil J G,
Honos G. Canadian consensus recommendations for
measurement and reporting of fiastolic dysfunction bu
echocardiography. J Am Soc Echocardiogr 1996; 9:73660.
5. Nishimura R A, Tajik A J. Evaluation of diastolic filling
of left ventricle in health and disease: Doppler
echocardiography is the clinician’s rosetta stone. J Am
Coll Cardiol 1997;30-8-18.
6. ACC/AHA Task Force on Practice Guidelines.
ACC/AHA guidelines for the clinical applicatrion of
echocardiography. Circulation 1997;95-1686-1744.
7. Spirito P, Maron BJ, Bonow R OP. Noninvasive
assessment of left ventricular diastolic function :
Comperative analysis of doppler echocardiographic and
radionuclide angiographic tachniques. J Am Coll
Cardiol 1986;7:518-26.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Rokey R, Lawrence KC, Zoghbi WA, Limacher MC,
Quinones MA. Determination of parameters of left
ventricular diasatolic filling with pulsed Doppler
echocardiography comparison with cineangiography.
Circulation 1985;71,3:543-50.
Oh J K, Seward J B, Tajik A J. The echo manual from
the Mayo clinic, Little, Brown and company New York
London 1995.
European study group on diastolic heart failure. How to
diagnose diastolic heart failure. Eur Heart J
1998;19:990-1003.
Devereux RB, Alonso DR. Lutas EM, Gottlieb GJ,
Campo E, Sachs I, Reicheck N, Echocardiographic
assessment of left ventricular hypertropy; comparison to
necropsy finding. Am J Cardiol 1986;57:450-458.
Iriarte M. Murga N, Sagastagoitia D, Molinero E et al.
Congestive heart failure from left ventricular diastolic
dysfunction in systemic hypertension. Am J Cardiol
1993;71;308-12.
Vasan R S, Benjamin E J, Levy D Prevalence, clinical
features and prognosis of diastolic heart failure an
epidemiologic perspective. J Am Coll Cardiol
1995;26:1565-74.
Cohn JN, Johnson G and Veterans Administration
Cooperative Study Group. Heart failure with normal
ejection fraction, The V-Heft Study Circulation
1990;81(III);III-48-III-53).
Ho KKL, Pinsky JL, Kannel WB. Levi D. The
epidemiologi of heart failure ; the Framingham study. J
Am Coll Ccardiol 1993;22 (suppl A);6A-13A.
Abdul Majid: Profil Fungsi Distolik Ventrikel Kiri secara Ekokardiografi...
USU Repository © 2006
10
Majalah Kedokteran Nusantara • Vol. 38 • No. 1 • Maret 2005
Fly UP