...

Pengungkapan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Pengungkapan
TEORI AKUNTANSI
KEUANGAN
BANDI
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
1
Bab 12
(Suwardjono, 2006)
PENGUNGKAPAN
DAN
SARANA INTERPRETIF
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
2
Pengertian Pengungkapan
Evans (2003):
• Penyediaan informasi dalam laporan keuangan
termasuk laporan keuangan itu sendiri, catatan atas
laporan keuangan , dan pengungkapan tambahan
yang berkaitan dengan laporan keuangan .
• Tia tidak mencakupi statemen publik dan privat
oleh manajemen atau informasi di luar seperangkat
laporan keuangan .
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
3
Pengertian Pengungkapan
Wolk, Tearney, dan Dodd (2001):
• Berkaitan dengan informasi baik dalam laporan
keuangan maupun komunikasi tambahan termasuk
catatan kaki, peristiwa-peristiwa setelah tanggal
statemen, diskusi dan analisis manajemen,
prakiraan keuangan dan operasi, dan laporan
keuangan tambahan yang meliputi pengungkapan
segmental dan informasi pelengkap lebih dari kos
historis.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
4
Pengertian Pengungkapan
• Dalam SFAC No. 1, FASB membedakan antara
pelaporan keuangan (financial reporting) dan laporan
keuangan (financial statements).
• Beberapa informasi lebih baik (efektif) disediakan
melalui sarana selain laporan keuangan .
• Pengungkapan berkaitan dengan sarana selain laporan
keuangan .
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
5
Masalah Teoretis Pengungkapan
1. Siapa dituju dan untuk apa?
• Fokusnya: Investor & kreditor
2. Perlukah disampaikan?
•
berkaitan dengan fungsi dan tujuan pengungkapan.
3. Seberapa banyak atau rinci?
•
Tingkat pengungkapan (memadai, wajar, penuh) & Pertimbangan
4. Bagaimana cara menyampaikan?
•
4/13/2015
Pos laporan keuangan , Catatan kaki, Penjelasan dalam kurung,
Istilah teknis, Lampiran, Komunikasi manajemen, Catatan laporan
auditor
bandi.staff.fe.uns.ac.id
6
1. Siapa dituju dan untuk apa?
• Investor dan kreditor sebagai fokus
• Kepentingan publik secara umum juga harus
dilindungi dan dilayani
• Informasi kualitatif juga dituntut untuk disediakan
• Pengungkapan cenderung meluas
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
7
2. Perlukah disampaikan?
• Masalah ini berkaitan dengan fungsi dan tujuan
pengungkapan.
• Tujuan:
1. Melindungi
2. Informasional
3. Melayani kebutuhan khusus
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
8
3. Seberapa banyak atau rinci?
Tingkat pengungkapan:
Pertimbangan: 1.
2.
3.
4.
5.
4/13/2015
1. Memadai
2. Wajar atau etis
3. Penuh
Tujuan
Kos penyediaan
Keberlebihan informasi (overload)
Keengganan manajemen
Wajib atau sukarela
bandi.staff.fe.uns.ac.id
9
Regulasi Pengungkapan
Perlukah campur tangan pemerintah untuk
menetapkan apa dan seberapa banyak informasi
diungkapkan atau serahkan kepada pasar?
Alasan pendukung:
4/13/2015
1.
2.
3.
4.
5.
Penyalahgunaan
Eksternalitas
Kegagalan pasar
Asimetri informasi
Keengganan manajemen
bandi.staff.fe.uns.ac.id
10
Siapa meregulasi?
Indonesia: 1. BAPEPAM (melalui Peraturan BAPEPAM)
2. Profesi/IAI (melalui standar akuntansi)
Amerika: 1. Pemerintah (melalui undang-undang/
statutory law: Securities Act 1933 dan
Securities Exchange Act 1934)
2. SEC (melalui ASR)
3. Profesi/FASB/GASB (melalui standar
akuntansi) dan GAO
Struktur pengaturan ganda (dual regulatory structure).
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
11
4. Apa dan bagaimana menyampaikan?
Apa: Berkaitan dengan berbagai proposal tentang
komponen-komponen yang harus disampaikan.
•
•
•
•
•
Model Inti
Model FASB
Model Komite Jenkins
Model William
Peraturan SEC/BAPEPAM (Gambar 12.3/12.5)
Bagaimana: Berkaitan dengan cara atau metode
pengungkapan.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
12
Model Inti
Forward-looking and Other Externally Generated Information
Econimic Databases: Financial and Analytical
Industry Data
Supplementary Company Data
SEC
Core Financial Information:
Core Financial Information:
Management
External Users
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
13
Model FASB
Informasi Lainnya
Sarana Pelaporan Keuangan Lain
Informasi Pelengkap
Catatan atas
laporan keuangan
laporan keuangan
Bandingkan dengan Gambar 4.14
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
14
Model Komite Jenkins
Latar belakang perusahaan
Informasi tentang manajemen dan
Informasi ke-depan
Analisis manajemen terhadap
Data keuangan dan
nonkeuangan
data keuangan dan nonkeuangan
pemegang saham
Lihat rincian dalam Gambar 12.6
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
15
Model William
Lapis kelima
Lapis keempat
Lapis ketiga
Lapis kedua
Lapis pertama
Model di atas mirip model FASB. Lihat deskripsi di halaman 590-591.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
16
Model Hendriksen dan van Breda
• Mereka mendefinisi pengungkapan dalam arti sempit
sebagai informasi untuk menjelaskan, memperluas, dan
merinci apa yang dinyatakan dalam seperangkat laporan
keuangan .
• Pengungkapan meliputi a. l.:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
4/13/2015
Penjelasan/catatas atas laporan keuangan
Prakiraan keuangan
Kebijakan akuntansi
Perubahan akuntansi
Peristiwa pascastatemen
Segmen usaha
bandi.staff.fe.uns.ac.id
17
Metode Pengungkapan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Pos laporan keuangan
Catatan kaki
Penjelasan dalam kurung
Istilah teknis
Lampiran
Komunikasi manajemen
Catatan laporan auditor
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
18
Pos Laporan keuangan
• Merupakan pengungkapan yang menjadi ciri central
pelaporan keuangan.
• Untuk dilaporkan melalui laporan keuangan , suatu
objek atau pos harus memenuhi kriteria pengakuan.
• Umumnya bersifat kuantitatif.
• Termasuk catatan atas laporan keuangan
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
19
Catatan kaki
• Dapat digunakan selain yang telah disebutkan dalam
catatan atas laporan keuangan .
• Mempunyai keunggulan dan kelemahan.
• Banyak standar akuntansi yang menetapkan
perlunya catatan kaki (sebagai catatan atas laporan
keuangan ).
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
20
Penjelasan dalam kurung
• Untuk hal-hal yang bersifat klarifikasi.
• Untuk sekadar menambah informasi.
• Sekadar memuat referensi atau acuan ke tabel,
rincian, atau lampiran tertentu.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
21
Istilah teknis
• Cara mengungkapkan konsep atau pengertian yang
kompleks dalam suatu istilah khusus disiplin
pengetahuan.
• Tidak harus mengikuti pengertian umum atau apa
yang popular atau yang salah kaprah.
• Sebaiknya tidak mengandung kesalahan makna.
• Kewajiban pendidikan untuk mengenalkan dan
menjelaskan istilah teknis yang tepat.
Baca kembali Lampiran 3!
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
22
Lampiran
• Menambah tetapi tidak mengganti laporan keuangan
pokok.
• Dapat berupa penyusunan kembali laporan
keuangan pokok dengan format yang berbeda untuk
melayani kebutuhan tertentu.
• Dapat berisi rincian suatu pos yang tidak dapat
disajikan dalam bentuk catatan kaki atau catatan atas
laporan keuangan .
• Banyak dijumpai dalam laporan tahunan atau
laporan ke badan pengawas (BAPEPAM).
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
23
Komunikasi manajemen
• Sarana untuk menyampaikan apa yang menjadi visi,
ambisi, dan berbagai gagasan atau penjelasan yang
tidak mungkin disampaikan via laporan keuangan .
• Banyak bersifat kualitatif dan prospektif.
• Umumnya disampaikan dalam laporan tahunan
(annual report) berupa:
1.
2.
3.
4.
Surat ke pemegang saham
Laporan dewan komisaris
Laporan direksi
Diskusi dan analisis manajemen/DAM
(management’s discussion and analysis/MDA)
Lihat contoh dalam Gambar 12.8
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
24
Catatan laporan auditor
• Bagian integral dari laporan auditor.
• Beberapa catatan biasanya telah terrefleksi (implisit
atau eksplisit) dalam laporan keuangan auditan.
• Catatan lain melekat pada laporan auditor terutama
yang berkaitan dengan standar pengauditan.
• Catatan auditor berkaitan dengan keterandalan
laporan keuangan secara keseluruhan.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
25
Sarana Interpretif
• Perekayasaan pelaporan keuangan diarahkan paling
tidak untuk menghasilkan informasi yang disediakan
melalui rerangka akuntansi pokok.
• Rerangka akuntansi pokok menyediakan paling tidak
informasi berbasis data dasar yaitu kos historis.
• Kos historis dijadikan basis karena alasan keterandalan.
Keterandalan menuntut data kos dipelihara dalam sistem
pencatatan dan menjadi pembanding terhadap
perubahan akibat penilaian.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
26
Sarana Interpretif
• Sarana interpretif adalah upaya-upaya untuk
meningkatkan kebermanfaatan rerangka akuntansi
pokok dengan berbagai usulan untuk mengatasi
kelemahan kos historis sebagai basis penilaian.
• Merupakan bagian dari masalah pengungkapan.
Masalah teoretis:
• Dengan berjalannya waktu, nilai berubah
sementara kos tidak.
• Apakah rerangka akuntansi pokok diganti
atau sekadar ditambah sarana interpretif.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
27
Kos dan Nilai
• Kos: penghargaan sepakatan pada saat suatu objek
diperoleh dan menjadi data dasar dalam akuntansi.
• Nilai: persepsi terhadap manfaat suatu objek setiap
saat dan dinyatakan dalam satuan moneter.
• Pada saat transaksi yang melibatkan objek, kos dan
nilai identik.
• Persepsi selalu berubah dengan berjalannya waktu.
• Perlukah kos direvisi terus secara periodik?
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
28
Pro dan Kontra
• Pendukung revisi: Kos historis tidak berpaut
dengan keputusan internal maupun eksternal.
• Penyanggah:
1. Kos terandalkan.
2. Revisi akan netral dalam jangka panjang.
3. Fluktuasi nilai adalah gejala umum sehingga
perubahan tidak perlu dilakukan dengan
mengganti kos tercatat.
4. Data kos harus tetap dijaga keutuhannya dalam
sistem agar dapat dijadikan pembanding.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
29
Revisi Kos Fasilitas Fisis
• Perbedaan kos dan nilai makin penting untuk
fasilitas fisis jangka panjang.
• Pendukung:
1. Distorsi informasi ekonomik.
2. Distorsi dana penggantian.
• Penyanggah:
1.
2.
3.
4.
4/13/2015
Prosedur tidak praktis.
Penilaian tidak terandalkan.
Depresiasi bukan akumulasi dana.
Revisi dimungkinkan sebagai pelengkap dan pencatatan
dilakukan dengan akun kontra atau penambah.
bandi.staff.fe.uns.ac.id
30
Penurunan Kemampuan Aset
• Bila fluktuasi nilai bukan gejala umum tetapi
khusus, write-down dapat dijustifikasi asalkan
syarat-syarat tertentu dipenuhi.
• PSAK No. 48 memberi pedoman untuk
mengidentifikasi adanya penurunan kemampuan
aset (asset impairment).
• Pengangguran sementara bukan gejala yang
menuntut revisi kos aset.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
31
Konversi Kos ke Daya Beli
• Fluktuasi nilai lebih berkaitan dengan persepsi
manfaat atau daya tukar barang/objek. Ini masalah
penilaian.
• Perbedaan kos dan nilai dapat pula disebabkan
oleh perubahan nilai tukar uang atau daya beli. Ini
masalah unit pengukur.
• Akuntansi daya beli konstan (general price-level
accounting) diusulkan sebagai sarana interpretif
untuk menambah keberpautan informasi.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
32
Simpulan Sarana Interpretif
• Rerangka akuntansi pokok mempunyai kelemahan.
• Sarana interpretif sangat didukung asalkan rerangka
akuntansi pokok tetap dipertahankan.
• Sarana interpretif menjadi penambah (to
supplement) informasi yang disediakan oleh
rerangka akuntansi pokok tetapi tidak menggantinya
(to supplant).
• Pembahasan lebih mendalam diuraikan di Bab 13.
4/13/2015
bandi.staff.fe.uns.ac.id
33
Fly UP