...

Mahasiswa UGM Juara Berkat Alat Pengontrol Lampu Terkendali

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Mahasiswa UGM Juara Berkat Alat Pengontrol Lampu Terkendali
Mahasiswa UGM Juara Berkat Alat Pengontrol Lampu
Terkendali
Diunggah : Rabu, 02 Maret 2016 — Ika
Mahasiswa UGM berhasil memenangkan Lomba Inovasi Bulan K3 Pertamina RU IV Cilacap pada 25
Februari 2016 lalu. Tim Peneliti Joss dari Fakultas Teknik (FT) UGM meraih juara 1 kategori
mahasiswa dengan mengajukan model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor
cahaya alami.
Lomba Inovasi Bulan K3 diselenggarakan oleh Pertamina RU IV Cilacap dan diikuti 50 peserta yang
berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Tim UGM yang terdiri dari Muhammad
Hasan Habib, Handika Putra, dan Irfan Joyokusumo dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi
Informasi (DTETI) FT berhasil menyisihkan 24 tim lainnya dari berbagai perguruan tinggi di
Indonesia. Beberapa perguruan tinggi tersebut diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas
Sumatera Utara, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Negeri Malang, dan Universitas
Airlangga.
Ketua Tim Joss UGM, M. Hasan Habib, mengatakan dalam kategori mahasiswa lomba kali ini diikuti
sebanyak 25 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Selanjutnya, dipilih delapan besar
yang dinyatakan lolos untuk presentasi dalam babak final di Cilacap.
“Saat final kami mempresentasikan dan melakukan demo model pengaturan intensitas cahaya lampu
otomatis berbasis sensor cahaya alami (Wi-LLC). Alhamdulillah dinyatakan sebagai yang terbaik,”
tuturnya, Rabu (2/3) di DTETI FT UGM.
Model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami yang
dikembangkan Tim Peneliti Joss UGM ini dinamai Wireless Light Luxs Controller (Wi-LLC). Program
ini dikembangkan untuk mengurangi konsumsi energi listrik dengan memanfaatkan cahaya alami.
Universitas Gadjah Mada |05 July 2016
“Sekitar 9-20 persen konsumsi energi di Indonesia belum optimal terutama di sektor pencahayaan.
Hal itu mendorong kami untuk mencari solusi atas persoalan tersebut,” jelas Habib.
Setelah itu, mereka kemudian berupaya memanfaatkan cahaya alami dari sinar matahari untuk
mereduksi penggunaan energi listrik. Dengan Wi-LLC ini nantinya satuan tingkat pencahayaan (luxs)
pada lampu konvensional dapat direduksi oleh tambahan luxs cahaya alami.
“Memanfaatkan cahaya alami untuk mengurangi pemakaian energi listrik. Model seperti ini yang
tengah kami kembangkan,” imbuh Handika Putra.
Handika menjelaskan Wi-LLC tersusun dari tiga komponen utama. Komponen tersebut adalah lampu
LED, main controller, dan sensor cahaya wireless. Alat akan bekerja saat cahaya alami masuk ke
dalam ruangan sehingga sensor akan menangkap rangsang cahaya tersebut. Selanjutnya, sensor
akan mengirimkan data pada main controller secara wireless. Kemudian main controller akan
mengidentifikasi kuantitas cahaya alami yang diterima oleh sensor. Setelah itu, akan diolah dalam
main controller. Hasilnya akan digunakan untuk mengendalikan lampu agar luxs yang dikeluarkan
lampu berkurang sebesar luxs cahaya alami yang masuk.
“Misal ada cahaya alami masuk ruangan sebesar 20 persen, maka jumlah tersebut akan
berkontribusi mengurangi kerja lampu hingga 20 persen. Jadi, kerja lampu hanya 80 persen saja,”
paparnya.
Model Wi-LLC ini telah dilirik oleh Pertamina RU IV Cilacap. Oleh karena itu, Habib dan
kawan-kawan terus melakukan riset untuk mewujudkan produk Wi-LLC yang teruji secara
laboratorium dan juga berlisensi.
“Saat ini kami fokus riset untuk menjadikan produk ini. Harapannya bisa jadi tahun ini juga,”
tambah Irfan Joyokusumo.
Irfan mengatakan kedepan mereka akan menambahkan beberapa grup lampu terkendali dalam alat
ini. Selain itu, juga akan meningkatkan kehandalan sensor cahaya wireless.
“Nantinya kami juga akan tambahkan fasilitas penyimpan data yang membantu pengguna memantau
perkembangan energi yang bisa direduksi,”ujarnya. (Humas UGM/Ika)
Berita Terkait
●
●
●
●
●
Mahasiswa UGM Juarai Lomba Electrical Engineering Award
Dentalion Permudah Pemeriksaan Gigi
FT UGM Jalin Kerjasama dengan Kementerian BUMN
UGM Juara 1 Business Challenge Greenpreneurship 2012
Robotack-O-Mos, Si Robot Pengusir Nyamuk
Universitas Gadjah Mada |05 July 2016
Fly UP