...

UNTUK MELINDUNGI DAN MELAYANI

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

UNTUK MELINDUNGI DAN MELAYANI
10 - 23 Juli 2000
Dwimingguan diterbitkan dalam bahasa Tetun, Inggris, Portugis dan Bahasa Indonesia dan diedarkan secara cuma-cuma.
UNTUK MELINDUNGI DAN MELAYANI
Vol. I, No. 11
Diaspora bawa
skil mereka ke
Timor Timur
"E
ast or west, home is best", demikian bunyi ungkapan yang menyatakan bahwa di manapun kita
berada, rumah kita sendirilah tempat yang terbaik. Bagi
warga Timor Timur yang berada dalam pengasingan,
ungkapan yang klise ini mempunyai arti yang lebih mendalam.
"Sangat menyenangkan untuk dapat kembali dan
membantu negeriku dalam periode peralihan ini," kata
Luisa Aniceto, 28 tahun, yang mengumandangkan
perasaan banyak warga Timor Timur yang telah kembali
ke tanah kelahirannya setelah menghabiskan hampir
seluruh usia mereka dalam pengasingan. "Tidak dapat
saya jelaskan betapa pentingnya bagi saya untuk berada
kembali di Timor Timur."
Anico ditakdirkan meninggalkan tanah tumpah
darahnya ketika masih berusia tiga tahun, sebagai bagian
dari eksodus massal warga Timor Timur menyusul pendudukan Indonesia pada 1975. Ia kembali ke Timor Timur
Foto arsip OCPI-UNTAET
pada bulan Desember 1999 dan langsung memperoleh
pekerjaan dengan UNTAET.
Wanita kelahiran Dili itu kini merupakan bagian
dari kelopok inti tenaga profesional Timor Timur yang
patriotik yang sebelumnya tinggal di luar negeri tetapi
kini berketetapan hati (komit) untuk membangun kembali negeri mereka. "Kami hanya bertindak sebagai jem-
Angkatan pertama 50 taruna kepolisian Timor Timur mengucapkan sumpah jabatan dalam
acara wisuda di Kampus Pelatihan Polisi Timor Lorosa'e di Comoro, Dili. Lihat halaman 4
untuk mengikuti berita dan melihat lebih banyak foto.
batan yang menghubungkan antara orang setempat dengan orang asing yang berada di sini untuk membantu,"
lanjut ke hal 2
Bertahan dengan trauma psikologis: satu urusan keluarga
ntonio sulit tidur. Setiap malam masa lalunya
sebagai seorang anggota milisi seakan-akan
kembali untuk menghantuinya. Mimpi buruknya
dengan orang-orang yang menjerit di antara ceceran darah dan lautan api terus menerus membuat
matanya tidak berkedip dan membuat dirinya
lelah sehingga ia tidak dapat makan. Kadangkadang selama berhari-hari, ia hanya duduk dengan lelah sambil memelototi dinding-dinding sekelilingnya selama berjam-jam.
Antonio adalah salah seorang lelaki Timor
Timur yang dipaksa bergabung dengan pihak milisi tahun lalu. Meskipun ia dapat menghindar dan
tidak mengikuti aksi pembunuhan dan akhirnya
melarikan diri ke gunung-gunung untuk
bergabung dengan teman-temannya, namun
kepahitan yang ia saksikan dan perasaan seakanakan ia turut bersekongkol dalam aksi tindak kekerasan itu terus menghantuinya.
Dalam kasus yang lain, Joao menjadi pecandu
minuman alkohol dan setiap malam meneguk
minuman keras hingga mabuk dan kelengar.
Walaupun ia telah berusaha, ia tidak bisa
menghentikan kebiasaan buruknya. Minuman
alkohol membantunya untuk melupakan apa yang
terjadi pada keluarganya. Orang tuanya telah
dibunuh oleh pihak milisi sebagai pembalasan
setelah Joao melarikan diri dari tempat dimana ia
ditahan, diinterogasi dan disiksa atas keterlibatannya sebagai aktivis. Pada suatu malam
saudara perempuannya dibawa dari rumah orang
tuanya dan bila dikembalikan saudaranya itu
telah berulang kali diperkosa oleh anggota TNI.
Malam tersebut wanita itu bukan hanya kehilangan
keperawanannya tetapi juga masa depannya untuk
membentuk rumah tangga dengan anak-anaknya
sendiri. Laki-laki manakah yang ingin kawin dengannya?
Kedua laki-laki ini adalah contoh dari trauma
yang dialami banyak warga Timor Timur dan pengaruhnya yang tidak kunjung hilang. "Banyak
orang yang mengalami salah satu bentuk trauma.
Penindasan yang berlangsung lama dengan segala
kepedihan, kesengsaraan dan kesulitannya bahkan
penyiksaan dan pembantaian itu telah meninggalkan luka yang dalam yang memerlukan waktu
yang lama untuk disembuhkan. Dan
kadangkadang bukan hanya waktu yang diperlukan, tetapi
juga dibutuhkan bantuan khusus," kata Dr Silove
dari
Pradet
(Psychosocial
Recovery
and
Development in East Timor) ketika menyampaikan
sambutannya dalam pertemuan empat hari mengenai Kesehatan Mental Nasional dan Pemulihan
Psikososial di Sekolah Pendidikan Perawat di
Lahane, Dili, yang berlangsung dari 20-23 Juni lalu.
Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Silove, terdapat beberapa pengalaman traumatis. Ada situasi
yang mengancam jiwa atau kehilangan rumah tangga atau harta benda atau bahkan yang lebih jelek
lagi yaitu orang yang dicintai. Masing-masing pengalaman tersebut sangat traumatis. Pengalaman
traumatis lainnya ialah apabila seseorang terpaksa
menanggung ketidakadilan atau terganggu peran
atau identitas dirinya atau bila seseorang kehilangan pegangan dan arti hakiki dari kehidupan.
"Dalam sebagian besar kasus, orang menjadi
marah dan menjadi tegang (stress)," kata Dr. Silove,
"yang membuat orang susah tidur dan juga
barangkali untuk makan. Sebagian akan mencari
pelarian dengan meminum minuman alkohol atau
menggunakan narkotika pada saat merasa marah
atau bila mengalami frustrasi. Tetapi sebagian
besar perasaan ini bisa hilang dengan berlalunya
waktu dan dalam keadaan lingkungan yang tepat.
lanjut ke hal 3
Foto arsip OCPI-UNTAET
A
Seorang nenek mengendong cucu prianya yang baru saja lahir,
ibunya kena sakit mental kira-kira empat tahun yang lalu saat
masih tinggal bersama suaminya dan keempat anak lainya.
Tais Timor adalah sebuah pelayanan informasi umum Administrasi Transisi PBB di Timor Timur (UNTAET)
10 - 23 Juli 2000
Tais Timor
masa lalu negeri ini yang trauma-
latih dalam teknologi rekaman studio terakhir di Australia
tis, masyarakat Timor Timur yang
dengan rekannya di Timor Timur. "Adalah hal yang penting
pernah melakukan eksodus besar-
bagi orang untuk dapat membuka dirinya melalui tari-tari-
besaran ke luar Timor Timur kini
an dan musik," katanya. "Inilah yang ingin saya pro-
berada di persimpangan jalan.
mosikan di Timor Timur yang baru ini," kata bekas pen-
Kini sudah tiba waktunya untuk
duduk Perth tersebut.
Foto arsip OCPI-UNTAET
membuat
perhitungan
untuk
Namun demikian tidak semua orang merasa senang.
bertanya pada diri sendiri peran
"Diantara kami yang kembali untuk membuka toko diang-
apakah yang dapat disumbangkan
gap sebagai pengecut atau oportunis," demikian dikatakan
kepada negara yang baru ini.
seorang warga Timor Timur keturunan Cina. "Masyarakat
Beberapa warga Timor Timur
setempat mengatakan kami akan kembali lari bila ada
telah mengepak koper mereka dan
kerusuhan. Tetapi kami juga menderita, harta benda sanak
bertolak
saudara kami hancur dan kami kini harus membantu mere-
menuju
Dili,
Timor
Timur. Mereka yang kembali ini
Tetapi melihat ke belakang, mereka yang tidak
berbagai bidang keahlian terma-
meninggalkan Timor Timur (dan jumlah ini merupakan
suk
pebisnis,
kelompok mayoritas) untuk meneruskan perjuangan di
insinyur, ahli hukum dan dokter.
kampung halamannya sendiri mengatakan mereka tidak
Para
inilah
memendam perasaan yang tidak baik terhadap mereka
keahlian dan pengorbanan yang
yang melarikan diri Timor Timur tetapi kini ingin sekali
dibutuhkan oleh negeri yang muda ini pada momen sejarah
untuk kembali. "Semuanya bergantung pada orang
yang penting ini. Tapi banyak juga yang belum kembali?
bersangkutan dan sikapnya," kata Carlos Pinto, warga kota
Mengapakah demikian?
Dili. "Jika mereka memiliki sikap yang positif, maka mere-
Fernando Pires(kiri) berbicara dengan seorang pengunjung di Save the Children Federation
di Dili. Fernando Pires tinggal di Australia selama 24 tahun sebelum kembali ke Timor
Timur bulan Desember tahun lalu untuk membantu membangun kembali negaranya.
Diaspora ... lanjutan dari hal 1
kata Fernando Pires, yang bekerja untuk Save the
Children
Federation,
sebuah
Lembaga
Swadaya
Masyarakat internasional di Dili. Ia berkata ia sangat
bahagia dapat memberikan sumbangan kepada tanah
kelahirannya yang sedang mengalami perubahan, negara
yang terpaksa ia tinggalkan pada usia delapan tahun dan
baru dilihatnya kembali Desember lalu.
"Saya memberitahukan kepada rakyat kami bahwa
kami menghadapi suatu perkembangan yang baru," Pires
menjelaskan.
"Dengan
berakhirnya
perjuangan
kemerdekaan, maka kini tiba waktunya untuk memikul
tanggung jawab yang sebenarnya."
Pires menghabiskan sebagian besar waktu mudanya
di Melbourne, Australia, di mana ia hidup dalam pengasingan selama 24 tahun. Seperti halnya warga Timor
Timur lainnya yang hidup dalam pengasingan, pemuda ini
berusaha untuk mempertahankan suatu keterkaitan simbolis dengan asal usulnya, dan turut aktif dalam berbagai
kelompok kebudayaan dan organisasi lainnya yang mendukung perjuangan Timor Timur.
Teater-teater di Melbourne, Lisabon dan Darwin,
merupakan pentas utama bagi aksi warga Timor Timur
yang hidup dalam pengasingan seperti Pires. Drama
memainkan peran yang sangat besar, katanya, dan
memainkan beberapa fungsi. "Salah satu fungsinya adalah
untuk mempertahankan kebudayaan kami dan, bila perlu,
merubahnya menjadi lebih kontemporer," demikian
dikatakan seniman yang antusias tersebut yang selama 10
tahun menjadi koordinator Suric, sebuah kelompok teater
di Melbourne. "Fungsi yang lain adalah menciptakan
ruang yang aman bagi warga Timor Timur yang hidup di
luar negeri untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada
diri mereka di masa lalu."
Kegiatan warga Timor Timur yang hidup dalam pengasingan menyumbang kepada upaya untuk menarik perhatian internasional terhadap gerakan kemerdekaan,
suatu kenyataan yang terlihat secara paling signifikan
dengan diterimanya secara bersama Hadiah Nobel untuk
Perdamaian tahun 1996 oleh Jose Ramos Horta dan Uskup
Carlos Filipe Ximenes Belo. Jose Ramos Horta hingga
sekarang ini merupakan suara Timor Timur yang paling
lantang di luar negeri.
Tetapi dengan berlalunya episode-episode dramatis
ka," tambahnya.
mencakup tenaga profesional dari
cendekiawan,
ahli
mengatakan
Jawabannya cukup kompleks dan wawancara dengan
ka akan diterima dengan baik. Jika mereka meremehkan
sejumlah orang dapat memberikan suatu petunjuk. "Warga
kami, maka di sinilah timbulnya masalah. Kami semua
Timor Timur yang terdidik yang turut dalam diaspora terse-
orang Timor Timur dan kami siap untuk hidup bersama
but mempunyai kewajiban moral untuk kembali dan mem-
satu sama lain."
bantu," kata Nidia Oliviera, doktor bidang arbovirology
Akan tetapi, banyak hal penting yang menjadi kendala
(virus akibat gigitan nyamuk) yang belum lama ini kembali
bagi mereka yang ingin kembali termasuk komitmen priba-
ke Timor Timur dan kini bekerja dengan OXFAM, sebuah
di terhadap negeri di mana mereka hidup selama ini.
lembaga swadaya masyarakat internasional.
"Banyak orang yang lebih tua memiliki tanggung jawab
Oliviera meninggalkan pekerjaannya sebagai asisten
keuangan seperti cicilan rumah dan bayaran sekolah yang
peneliti di Universitas Australia Barat untuk memulai
harus diselesaikan dan tidaklah mudah untuk menumpang
kehidupan baru di tanah kelahirannya. Ia meninggalkan
pesawat dan terbang pulang ke Timor Timur," kata
Timor Timur pada tahun 1975 ketika berusia empat tahun.
Esmeralda Da Cruz, seorang karyawan UNTAET yang
Berbicara dengan nada suara yang penuh dengan nostalgia,
menekuni jurusan antropologi di Australia di mana ia ting-
akademikus karier ini mengatakan, "tidak menjadi masalah
gal selama 24 tahun sebelum kembali ke Timor Timur pada
seberapa lama seseorang telah berada di luar, asalkan ada
bulan Desember 1999. "Mudah bagi bujangan seperti saya
niat dan kesediaan untuk kembali."
untuk mengambil keputusan untuk kembali ke Timor
Di Perth, kota dimana Oliviera tinggal selama 24
tahun, "banyak yang ingin kembali," katanya, dan mereka
Timur, tetapi hal ini berbeda bagi mereka yang telah
berumah tangga," kata Da Cruz.
itu dengan antusias mengikuti perkembangan politik di
Bagi sebagian elite yang terdidik, atau warga Timor
Timor Timur. Ia memperkirakan jumlah warga Timor
Timur yang setengah hati seperti yang dijuluki oleh seba-
Timur di Perth mencapai sekitar 1000 orang. "Lebih dari
gian orang, loyalitas terbagi antara dunia akademis mereka
20.000 orang Timor Timur diperkirakan tinggal di Australia
dan tanah kelahirannya. Menurut sebuah laporan yang dis-
dan 2000 orang lainnya tinggal di Portugal dan jumlah yang
usun oleh Michael Casey pada 1999, sejumlah kecil warga
lebih kecil lagi terdapat di Macau, Amerika Serikat dan
Timor Timur yang memiliki kualifikasi pendidikan yang
Afrika," katanya sambil mengucapkan data-data tersebut
lebih tinggi seperti gelar doktor "sebagian besar adalah
yang umumnya kabar angin.
mantan warga Timor Timur yang hidup dalam pengasingan
Seorang usahawan Dili yang tidak ingin disebutkan
di kota-kota seperti Sydney atau Lisabon, dan bagi mereka
namanya mengomentari bahwa adalah hal yang baik bagi
itu memulai kehidupan baru di Dili mungkin agak sulit.
warga Timor Timur yang tinggal di luar negeri untuk kem-
Namun demikian, staf Bank Dunia mengatakan mereka
bali dan membantu saudara-saudara setanah air mereka di
terkesan dengan dukungan yang berasal dari warga Timor
sini. "Mereka hendaknya berbagi pengalaman dengan
Timur yang ikut dalam diaspora pada waktu lampau dan
masyarakat setempat dan membimbing mereka dalam peri-
kini masih tinggal di tempat-tempat yang jauh."
ode waktu yang sulit ini," katanya. "Ini bukanlah masalah
Namun masih ada juga kelompok yang ragu-ragu
memperoleh pekerjaan dan meniadakan kesempatan beker-
untuk kembali dan lebih senang mengambil sikap menung-
ja bagi masyarakat yang tinggal di sini, ini adalah demi
gu. Kelompok ini, menurut Oliveira, harus "datang dan
kebaikan semua orang di negeri ini."
melihat" dengan mata kepala mereka sendiri kemajuan
Seorang investor potensial yang telah kembali ke
negerinya, Gill Mandeira menantikan kesempatan untuk
yang telah dicapai negeri ini dalam waktu yang sangat
singkat ini.
berbagi keterampilannya sebagai seorang musisi yang ter-
W
arga Timor Timur yang hidup di luar negeri dapat mengajukan permohonan untuk dikembalikan
ke Timor Timur di bawah program Pemulangan Warga yang Berkualifikasi (Return of Qualified
Nationals - RQN) yang dikelola oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (International
Organisation for Migration - IOM).
Dalam tiga tahun mendatang, program ini bertujuan untuk memfasilitasi pemulangan dan reintegrasi profesional 300 warga Timor Timur yang terampil atau berkualifikasi untuk memenuhi lowongan yang telah teridentifikasi - pekerjaan yang hingga kini belum dapat diisi oleh penduduk Timor
Timur atau pekerjaan yang jelas memerlukan keterampilan teknis tambahan.
Program ini bertepatan dengan yang dikatakan oleh banyak pengamat sebagai suatu boom
dalam kesempatan pekerjaan bagi warga Timor Timur yang terampil, terutama dalam sektor lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta dan Dinas Sipil Pemerintahan Timor Timur dan Pekerjaan
Pemerintah (Civil Service and Public Employment - CISPE). "Bagi mereka yang ingin kembali, inilah
waktu terbaik untuk pulang," kata Karin Freundenthal, seorang petugas penerangan CISPE.
CISPE dan IOM telah mengiklankan melalui Internet 23 jabatan senior untuk diisi oleh warga Timor
Timur. Lowongan tersebut meliputi lowongan pengajar di Akademi Dinas Sipil hingga jabatan manajerial dan pekerjaan dalam bidang kehakiman.
"Kami mencari warga Timor Timur yang tinggal di luar negeri yang ingin kembali dan bekerja serta
memberikan sumbangan dalam proses pembangunan kembali negeri mereka sendiri," kata Ahmed
Dizdaveric, administrator program RQN. "Kami tidak mengambil kesempatan kerja tersebut dari
warga setempat. Bila ada penduduk setempat yang dapat mengisi lowongan tersebut, maka ini
Hal 2
adalah hal yang baik."
Menurut buletin resmi IOM, program ini mentargetkan sektor pemerintah maupun
swasta dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan melalui reintegrasi tenaga profesional dan manager ke dalam perekonomian. "Program tersebut juga mencakup suatu
opsi pekerjaan sendiri yang dirancang untuk menarik kalangan wiraswasta.
Bantuan yang diberikan meliputi transportasi yang diatur dan dibayar untuk caloncalon terpilih serta keluarga mereka, hibah pendahuluan, subsidi gaji dan hibah peralatan untuk memungkinkan para calon untuk memperoleh peralatan yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan mereka. Calon-calon yang memenuhi persyaratan mencakup
mereka yang memiliki kualifikasi sekolah menengah pertama, atau kualifikasi yang lebih
tinggi lagi. Mereka yang berhasil diharuskan untuk melaksanakan pekerjaan mereka selama setahun. "Kami telah menerima lebih dari 20 permohonan," kata Dizdaveric. "Dua
orang telah mulai bekerja dan dua lagi akan mulai bekerja dalam waktu dekat ini."
Para pemohon diminta untuk menghubungi kantor IOM di Australia, Portugal, Indonesia,
Hongkong (termasuk Makao), Mozambik dan Amerika Serikat. Anda bisa menghubungi
langsung Mr. Dizdaveric. Ia meminta semua karyawan sektor swasta dan Lembaga
Swadaya Masyarakat setempat untuk menghubungi IOM untuk memperoleh bantuan.
Ahmed Dizdarevic dapat dihubungi melalui telepon: 670.390.313165 atau h/p:
61.408.857015, Fax: 670.390.312985. Email: [email protected]
Tais Timor
10 - 23 Juli 2000
Namun dalam beberapa kasus, seseorang bisa begitu tenggelam dalam kesedihan yang mendalam
sehingga menjadikannya benar-benar sakit dan
cacat dengan manifestasi klinik tertentu."
Gejala-gejala ini bisa berupa apathy (seperti
melotot ke dinding selama berhari-hari) atau
anorexia (tidak ingin makan). Atau seseorang itu
bisa menjadi delusional (mendengar suara) atau
paranoid
(memikirkan
ada
orang
yang
mengikutinya atau bahkan ingin membunuhnya)
atau schizophrenic (memikirkan mereka itu tuhan
atau orang lain). "Orang-orang ini memerlukan
lebih dari sekedar waktu dan lingkungan yang
tepat, mereka juga memerlukan bantuan profesional intensif secara individual dalam bentuk obat-obat
dan konseling," kata Dr. Silove menambahkan.
Tidak terdapat data mengenai jumlah warga
Timor Timur yang menderita penyakit jiwa. Dr.
Sergio Lobo, Koordinator Otorita Kesehatan
Sementara (Interim Health Authority - IHA) memperkirakan persentase tersebut kecil - barangkali 1
hingga 2 persen dari seluruh penduduk dan jauh
lebih kecil daripada yang diduga. Akan tetapi, Dr.
David Henderson dari Program Harvard mengenai
Trauma Pengungsi berpendapat bahwa jumlah
tersebut mungkin lebih tinggi lagi yaitu sekitar 10
persen.
Tentang siapakah yang paling rawan terhadap
penyakit jiwa, Dr. Lobo mengatakan bahwa "karena
kebudayaan Timor Timur wanita harus lebih
banyak memendam rasa, sementara dapat diterima
bahwa kaum laki-laki dapat menyalurkan rasa
marah dan frustrasi mereka dengan meneguk
minuman alkohol dan bahkan dengan memukul
isteri mereka sendiri. Tetapi secara keseluruhan,
saya kira laki-laki dan wanita sama-sama menderita."
Lebih banyak informasi mengenai jumlah dan
data spesifik yang berhubungan dengan gender
akan tersedia bila Dewan Rehabilitasi Nasional
untuk Penyiksaan (International Rehabilitation
Council for Torture - IRCT) menyelesaikan evaluasi
seluruh negeri yang kini sedang dilakukan untuk
UNTAET tentang situasi psikososial di Timor
Timur.
Bantuan untuk orang yang mengalami trauma
tersedia secara terbatas di Timor Timur (perhatikan box) walupun bukan untuk mereka yang
B
erbagai kelompok kini telah memberikan dukungan terhadap pemulihan trauma untuk penduduk secara umum. Kelompok-kelompok tersebut
antara lain adalah FOKUPERS, sebuah organisasi
wanita yang memberikan sesi konseling secara individual maupun dalam kelompok. Seorang dokter
dari Filipina, Dr. Lopez, telah mengajarkan kepada
staf kelompok tersebut berbagai teknik konseling.
FOKUPERS beroperasi terutama di Liquica,
Maliana, Suai dan Dili. Selain konseling, kelompok
ini juga menyediakan tempat tinggal dan juga terlibat dalam kegiatan advokasi dan pendidikan. Hal ini
dilakukan terutama melalui penerbitan mingguannya "Babadok" dan program radionya melalui siaran
Radio Falintil (Rabu pukul 16:00 hingga pukul
17:00). Bagian dari kegiatan pendidikannya terfokus
pada upaya untuk mengurangi diskriminasi terhadap korban pemerkosaan dan mendorong penerimaan mereka ke dalam masyarakat.
Program Pengembangan Anak dan Pemuda
(Child and Youth Development Program — CYDP)
membantu para pemuda dengan memberikan kepada mereka kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan rekreasi. Program ini diselenggarakan
oleh Save the Children (Selamatkan Anak-Anak),
Komite Penyelamatan Internasional (International
Rescue Committee) dan Dana Anak-Anak Kristiani
(Christian Children's Fund).
Dari Caritas hadir Roberto Cabral yang memberikan penyembuhan trauma melalui sesi konseling
secara individual melalui program dwi mingguannya
"Healing through Memori" (Penyembuhan melalui
Ingatan) di Radio Kmanek (Jumat pukul 20:00 hing-
Foto arsip OCPI-UNTAET
Bertahan dengan trauma ... lanjutan dari hal 1
Orang-orang seperti Jose kadang-kadang menjadi
korban dari ejekan dan caci maki dari orang-orang
yang tidak mengerti tentang penyakit jiwa.
mengalami penyakit jiwa yang berat. Tidak terdapat pelayanan kelembagaan seperti klinik kesehatan
mental atau ahli psikiater, penyuluh atau pekerja
kesehatan yang mengkhususkan diri dalam bidang
kesehatan mental. Tentu saja, terdapat dokter
umum tetapi seperti yang dikatakan oleh Dr. Lobo
"kebanyakan warga Timor Timur tidak akan ke
dokter untuk kasus penyakit jiwa karena berpendapat kasus seperti itu tidak dapat dibantu." Oleh
karena itu, dalam banyak kasus, pihak keluarga
berusaha agar anggota keluarga yang mengidap
penyakit jiwa tetap tinggal di rumah atau bahkan
mengikat penderika penyakit tersebut dalam kasus
psikosis bila mengancam diri mereka sendiri atau
orang di sekitarnya. Sebagian penderita penyakit
jiwa berhasil lolos atau pergi ke tempat lain. Itulah
bila anda melihat mereka berkeliaran tanpa tujuan
tertentu di jalan-jalan." (perhatikan foto)
Kisah Carmen adalah contoh sedih dari situasi
seperti ini. Ia baru berusia 25 tahun tetapi telah
melahirkan anaknya yang kelima. Ia mulai mengidap penyakit jiwa kira-kira empat tahun yang lalu
ketika masih tinggal dengan suami dan empat
orang anaknya. Saudara laki-lakinya sendiri, Jose,
ga pukul 21:00 dan Sabtu mulai pukul 07:00 hingga
pukul 08:00). Ia mengundang mereka yang mengalami
trauma untuk berbagi pengalaman mereka dengan
para pendengar, sementara pada waktu yang sama
Roberto menyarankan kepada mereka dan kepada
para pendengar cara bagaimana menyembuhkan luka
hati mereka. Pesan sentral dalam tekniknya adalah
bahwa seseorang harus belajar menerima apa yang
telah terjadi dan melihatnya sebagai bagian dari perjuangan untuk memperoleh kebebasan.
Misalnya, perhatikan Joao dan Antonio, kedua
lelaki yang mengalami trauma yang disinggung pada
permulaan artikel ini. Roberto Cabral, dalam wawancara radionya dengan Joao memberitahukan
kepadanya untuk menerima apa yang telah terjadi,
dan menganggapnya sebagai bagian dari perjuangan
untuk memperoleh kebebasan, menerimanya sebagai
suatu sumbangan kepada Timor Timur. Kepada
Antonio ia menyarankan agar menerima kenyataan
bahwa ia tidak dengan sukarela bergabung dengan
milisi. Ia telah dipaksa untuk bergabung dengan milisi tersebut. Itu bukan salahnya, ia tidak punya pilihan lain; perkembangan berbagai peristiwalah yang
telah memaksanya bergabung. Ia juga meminta
Antonio untuk mengakui kenyataan bahwa ia telah
berbuat sesuatu yang baik dengan menggunakan
kemampuannya untuk membantu orang lain dengan
meloloskan diri dan berbagai informasi yang ia miliki
tentang apa yang ia saksikan.
Mengenai bantuan bagi penderita sakit jiwa yang
parah, Pradet dewasa ini adalah organisasi utama
yang memberikan bantuan kepada mereka. Pradet
(perhatikan boks) mempunyai rencana untuk
Hal 3
membawa Carmen ke rumahnya setelah mendapati
bahwa suami Carmen tidak mengurusnya. Suami
Carmen telah mengikatnya siang dan malam dengan menggunakan penyangga kayu di kursi. Dalam
kepanikan dan kemelut yang melanda Timor Timur
September lalu, Jose kehilangan jejak saudara
perempuannya itu. Ia baru menemuinya kembali
berbulan-bulan kemudian. Seseorang telah memperkosanya dan ketika ditemukan sedang dalam
keadaan hamil.
Setelah melahirkan bayinya, Carmen yang
mengalami keresahan telah berkali-kali minggat
dari rumah saudara laki-lakinya. Jose tidak tahu
harus berbuat apa dan kepada siapa harus memohon pertolongan untuk mendapat saran. Ia
memikirkan apa yang terbaik untuk dilakukan bila
saudara perempuannya itu minggat. Apa yang
harus ia lakukan bila Carmen menangis? Bila ia
marah dan mulai menampar dan memukul dirinya
sendiri?
Konsultasi Kesehatan Mental Nasional dan
Pemulihan Psikososial yang berlangsung di Lahane
selama empat hari itu berupaya untuk mengisi
jurang dalam pemahaman dan dukungan bagi
warga Timor Timur yang bergelut dengan trauma
dan penyakit jiwa. Konferensi tersebut digelar oleh
Pradet (perhatikan box) atas permintaan IHA.
Konferensi tersebut dihadiri oleh wakil-wakil dari
Jesuit Refugee Service, Caritas, ET Wave, FOKUPERS dan Save the Children. Juga hadir sejumlah
pekerja kesehatan Australia. Topik utama pembahasan adalah bagaimana mendukung pemulihan
trauma bagi penduduk Timor Timur secara umum
dengan mengembangkan program-program pemulihan psikososial, dan bagaimana merawat mereka
yang mengalami penyakit jiwa yang parah.
Jim Tulloch, seorang koordinator dari Otoritas
Kesehatan Sementara (Interim Health Authority)
mengatakan bahwa UNTAET akan membantu
mereka yang mengalami penyakit jiwa dengan
mencantumkan identitas mereka pada Daftar Obat
Penting Timor Timur dan dengan memberikan
secara gratis melalui Farmasi Sentral obat-obatan
yang berguna bagi penyakit jiwa. Sementara kebijakan dan praktek kesehatan dikembangkan, ia
berharap kelompok-kelompok berbeda yang hadir
dalam konferensi tersebut akan melakukan koordinasi yang lebih baik lagi untuk menawarkan bantuan.
mendirikan klinik psikiatrik dan untuk membantu
pelayanan mental dengan bantuan seorang psikiater,
perawat dan pekerja sosial. Badan ini juga bermaksud untuk membantu dalam pengembangan kapasitas kolega-kolega Timor Timur. Sejauh ini, badan
ini telah melatih 14 pekerja kesehatan dan pekerja
masyarakat dalam bidang konseling dalam kursus
tujuh minggu yang diselenggarakan di Sydney.
Kursus ini akan diikuti oleh 36 siswa lainnya sehingga jumlah mereka yang menjalani pelatihan mencapai 50 orang menjelang bulan Mei 2001.
P
radet adalah organisasi yang didirikan di Australia
ketika kelompok orang yang mengungsi dari
Timor Timur tiba di sana dan memerlukan konseling.
Keluarga Timor Timur ini akhirnya ditampung di
pusat "Trauma dan Penyiksaan" di berbagai Negara
Bagian di Australia. Tahun lalu, selama berlangsungnya krisis pusat-pusat tersebut bergabung dan
membentuk kelompok nasional yang diberi nama
Psychosocial Recovery and Development in East
Timor (Pemulihan Psikososial dan Pengembangan di
Timor Timur).
Dengan bantuan AusAID, Pradet mulai hadir di
Timor Timur pada bulan Maret untuk membantu
mengurangi kebutuhan yang begitu besar akan
kepulihan trauma mental dan psikososial. Pradet
yang diketuai oleh jurusan medis Universitas New
South Wales berkantor di Sekolah Pendidikan
Perawat Lahane dimana telah didirikan pusat sumberdaya psikososial. Klinik-klinik lain akan didirikan
di berbagai pusat pelayanan kesehatan di Dili. Pradet
dapat dihubungi pada telepon 321 097.
10 - 23 Juli 2000
Tais Timor
T
Foto arsip OCPI-UNTAET
aruna Kepolisian Timor Timur memperagakan tehnik-tehnik pengendalian massa (bawah), melumpuhkan tersangka
(kanan) dan tae kwon do (kanan bawah) dalam acara wisuda pada 11 Juli lalu. Taruna tersebut adalah diantara 50
lulusan pertama Akademi Pelatihan Kepolisian Timor Lorosa'e.
Taruna-taruna baru tersebut, 38 laki-laki dan 12 wanita, akan ditempatkan di wilayah mereka sendiri dan akan mendapatkan latihan kerja tambahan mengenai penyelidikan kriminal, pengendalian lalu lintas, keselamatan masyarakat
dan administrasi.
Setelah 3 bulan, petugas polisi tersebut akan mulai memasuki masa
percobaan 6 bulan, dan selama waktu ini akan mendapatkan latihan
khusus. Mereka akan menjadi polisi yang telah menjalani latihan
lengkap pada 2 April 2001.
Polisi tersebut secara berangsur-angsur akan mengambil alih tanggung jawab atas pelaksanaan hukum dan ketertiban bila Kepolisian Sipil
Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai diperkecil. Angkatan kedua 50 orang
taruna akan memulai pelatihan pada 17 Juli. Menjelang Juni 2001, sekitar 500 warga Timor Timur diperkirakan telah menjalani pelatihan sebagai polisi menuju pembentukan angkatan kepolisian dengan kekuatan
3000 orang.
"Para taruna ini telah melalui proses seleksi yang ketat. Mereka telah
bekerja keras dan berhasil dalam usahanya. Mereka adalah pelopor,"
kata Administrator Transisional Sergio Vieira de Mello. "Peran polisi wanita juga sangat penting
karena lebih dari laki-laki
polisi wanita mempunyai
kepekaan untuk menanggulangi problema-problema khusus yang berkaitan
dengan tindak kejahatan
terhadap wanita, seperti
kekerasan rumah tangga
dan perkosaan."
Anak laki-llaki, 11 tahun, pulang kembali ke rumah dengan penuh emosional setelah berada di Timor Barat selama 9 bulan
elihat anak laki-lakinya untuk pertama kali
pamannya di Timor Barat.
dalam waktu sembilan bulan, Alizia Mendoca
Hanya setelah campur tangan Wargo yang
mulai menangis terisak-isak yang mendorong
berbicara dengan tentara Indonesia agar mengizinkan
suaminya dan anak mereka yang telah lama terpisah
kedua orang tua Alariko berbicara dengan anak lakiitu untuk turut luput dalam tangisan. Sambil
lakinya di kamp Atambua, barulah sang ayah
merangkul dan menepuk punggung seraya menyeka
akhirnya berhasil mendapatkan kebebasan bagi
air mata, trio keluarga ini menampilkan potret cinta
anaknya.
kasih sebuah keluarga.
"Ia benar-benar takut, dan khawatir," kata
"Saya ingin kembali sekolah dan belajar," kata
Exposto. "Alariko tidak percaya sama siapa-siapa.
Alariko yang berusia 11 tahun sambil dengan manja
Sebelum bertemu saya dan ibunya hari ini, ia tidak
merangkul ayahnya, Antonio Exposto. Alariko adalah
mahu mengikuti siapa pun ke Batugade."
pelajar sekolah dasar SDA 11 Payol, Dili,
sebelum studinya terpaksa terhenti dengan
mendadak akibat gejolak yang melanda Timor
Timur tahun lalu. Anak laki-laki yang masih
terlalu traumatis untuk bicara secara bebas
itu, enggan bicara banyak dan hanya terus
merangkul kedua orang tuanya yang sangat ia
rindukan selama berada dalam pengasingan
di Timor Barat.
"Sejak anak saya dan pamannya
melarikan diri ke Atambua 4 September lalu,
setiap malam saya hampir tidak bisa tidur dan
selalu merasa gelisah," Exposto menjelaskan.
"Apa yang terjadi hari ini bagaikan mimpi."
Penyatuan keluarga yang dramatis ini
terjadi 12 Juni lalu di Batugade, suatu kamp
transit dekat perbatasan Timor Timur dan
Timor Barat yang kini praktis merupakan
tempat pertemuan bagi keluarga, sahabat dan
kekasih yang terpisah. Tempat ini juga merupakan pintu gerbang keluar utama bagi pen- Antonio Exposto (kanan) merangkul anaknya, Alarico, saat reuni
gungsi Timor Timur yang kembali melalui emosional di Batugade bulan lalu.
jalan darat dari Timor Barat.
Kepercayaan rupanya telah menjadi kata kunci.
"Kami bertindak sebagai pengantara bagi mere"Orang masih sediki takut untuk kembali," kata Wargo
ka yang ingin bersatu kembali dengan sanak keluarseraya menambahkan bahwa nasib sekitar 120.000
ga mereka yang hilang," kata Alec Wargo, seorang
pengungsi di Timor Barat kini terikat dengan masalah
petugas lapangan yang bekerja dengan Komisaris
membangun kepercayaan.
Tinggi
Perserikatan
Bangsa-Bangsa
untuk
"Informasi mengenai Timor Timur penting karena
Pengungsi (UNHCR) di Batugade. Baginya hari itu
orang tidak banyak memperoleh berita baik di sini,"
adalah satu hari yang melelahkan dan ia sibuk menWargo menegaskan. "Para pengungi memikirkan tengawasi pemulangan secara sukarela 151 pengungsi
tang keamanan dan politik di Timor Timur serta masa
yang kembali ke Timor Timur. "Jalannya panjang,
depan mereka," Terpisah dari lingkungan kampung
sulit dan menuntut kerja keras," katanya dalam
halamannya, para pengungsi sangat menginginkan
menjelaskan tentang proses pemulangan pengungsi
berita mengenai Timor Timur. Mereka mengikuti apa
tersebut.
saja yang dapat memberikan sekelumit informasi akuBila proses repatriasi itu begitu menantang,
rat tentang situasi dan kondisi kampung halaman
maka menyatukan kembali anak-anak dengan orang
mereka, Wargo menambahkan.
tua mereka kadang-kadang hampir merupakan
Kendati pun terdapat keragu-raguan, berkat
pekerjaan yang mustahil. Setelah melakukan kontak
upaya diplomatik yang dilakukan, perkembangan
pendahuluan dengan anak laki-lakinya melalui
yang terjadi secara umum tampaknya lebih ke arah
badan yang mencari keluarga yang hilang (tracing
kembalinya para pengungsi terutama penyatuan kemagency), Exposto pada 12 Juni pergi menjemput
bali orang tua dengan anak. Menurut Eva
anaknya di Batugade untuk dibawa kembali ke
Nordenskjord, pejabat pelayanan masyarakat
rumahnya. Tapi alangklah terkejutnya ia bila diberiUNHCR, program bagi penyatuan keluarga telah
tahukan bahwa anak laki-lakinya itu telah membuat
"berkembang dengan cepat". Departemennya bertangkeputusan lain dan akan tetap tinggal dengan
Hal 4
gung jawab atas koordinasi upaya penyatuan keluarga
yang sebagian besar dilaksanakan bekerjasama dengan
Komite
Penyelamatan
Internasional
(International Rescue Committee IRC), sebuah
Lembaga Swadaya Masyarakat.
Seperti dikatakan pepatah, anak-anak adalah
masa depan kita, dan agar mereka dapat berkembang
menjadi dewasa sebagai warga masyarakat yang
bertanggung jawab, maka anak-anak harus memperoleh asuhan dan dukungan keluarga yang mantap.
Inilah falsafah yang melandasi proses penyatuan anak
dengan orang tua mereka. Berbicara mengenai
momok keluarga yang tercerai berai, Nordenskjord
mengatakan, "hal ini sangat lumrah dalam situasi
krisis." Tetapi kasus-kasus di Timor Timur tidaklah
parah terutama karena adanya dukungan lewat
struktur keluarga besar di negeri ini.
IRC yang mempunyai mandat untuk mencatat
semua anak-anak yang terpisah dari orang tua
mereka dan orang hilang lainnya, sejauh ini telah
mencatat 494 anak di bawah umur antara bulan
November dan Mei. "Kami telah berhasil
menghubungi 132 keluarga, sebanyak 127 keluarga
telah dipersatukan kembali sementara 107 lainnya
tidak dapat dicari," kata Ivo Caldas, Asisten
Lapangan IRC. Ia juga mencatat bahwa 78 anak
telah dipersatukan kembali dengan keluarga mereka
melalui pertemuan di perbatasan. Pelayanan
Korespondensi Surat IRC telah mencapai 492 orang
di Timor Barat. "Ini mendatangkan 207 balasan
surat," katanya.
Program lainnya yang dikelola oleh Komite
Internasional Palang Merah mentargetkan anakanak yang terpisah dari orang tuanya. Kategori ini
berbeda dari kategori kasus keluarga yang tercerai
berai terutama karena kenyataan bahwa sementara
dalam kasus keluarga yang tercerai berai anak-anak
dalam kategori terdahulu tidak mempunyai orang
yang mengasuh mereka, anak-anak yang tergolong
dalam ketegori kedua ini tinggal dengan keluarga
dekat mereka, misalnya dengan paman atau kakek
dan nenek mereka.
ICRC juga menangani kasus yang rawan termasuk mereka yang lumpuh dan kehilangan tempat tinggal di pulau-pulau yang berdekatan. "Kami telah
menyatukan kembali 67 anak di bawah umur dari
ketegori tanpa pengasuh dan 248 orang lainnya telah
dimukimkan kembali dengan keluarga mereka," kata
Caroline Guinchard dari ICRC.
Para pakar mengatakan kendala komunikasi dan
logistik serta kampanye disinformasi di kamp-kamp
pengungsi telah menyebabkan kecenderungan yang
tidak menentu dalam pemulangan pengungsi akhirakhir ini. Tetapi situasi dan kondisi dewasa ini tetap
dinamis. "Kami yakin jumlah pengungsi yang kembali
akan meningkat," kata Wargo dari UNHCR.
Foto arsip OCPI-UNTAET
M
Tais Timor
10 - 23 Juli 2000
Sekilas Berita
Timor Timur (East Timor Revenue Service
- ETRS) sebagai instansi pengumpul pajak baru
dan memperkenalkan suatu perangkat prosedur
perpajakan bagai dukungan suatu sistem perpajakan baru.
ETRS mulai beroperasi pada 1 Juli 2000
dan didukung oleh bantuan teknis jangka panjang dan program pelatihan yang diberikan oleh
Pemerintah Australia. Program tersebut
meliputi A$700.000 untuk pelatihan tahun ini
oleh pakar perpajakan.
Suatu pajak baru atas jasa juga dimuat
dalam peraturan baru tersebut dan akan
berlaku untuk berbagai jasa yang diberikan oleh
restoran, hotel, penyewa kendaraan dan penyelenggara telekomunikasi. Pajak baru sebesar 10
Foto arsip OCPI-UNTAET
Dewan Konsultatif Nasional (National
Consultative Council - NCC) telah menetapkan suatu peraturan untuk mendirikan
kabinet transisional yang akan meliputi
empat warga Timor Timur dan empat wakil
UNTAET.
Warga Timor Timur tersebut akan
memegang
jabatan
portfolio
untuk
Pemerintahan Internal (internal administration), Urusan Infrastruktur, Urusan Ekonomi
dan Sosial, sementara UNTAET akan
Wakil Presiden CNRT Jose Ramos Horta memberikan kesaksian pada acara dengar pendapat mengenai badan pembuatan hukum yang baru diusulkan
bagi Timor Timur.
bertanggung
jawab
atas
Keuangan,
Kehakiman, Kepolisian dan Jasa Darurat
serta Urusan Politik.
Sementara itu, suatu ketentuan mengenai Pembentukan Dewan Legislatif Nasional
(National Legislative Council - NLC) telah
dibicarakan dalam acara dengar pendapat
umum dimana Wakil Presiden CNRT Jose
Ramos Horta telah memberikan penjelasan
sebagai saksi. NCC telah menyepakati untuk
mempelajari usul-usul bahwa komite penasehat terdiri atas tenaga profesional di bentuk
untuk memberikan saran mengenai peraturan
yang diajukan kepada NLC.
Selain itu, NCC juga mengusulkan pembentukan komite keluhan (complaint committee) untuk mendengarkan pendapat publik.
Keanggotaan NLC harus mencakup lebih
banyak wakil dari kalangan profesional,
pemuda dan kelompok wanita, menurut
dewan tersebut. NCC dewasa ini yang beranggotakan 15 orang, merupakan suatu kabinet
dan badan legislatif yang semu dan akan
dibubarkan dalam sidang pertama Dewan
Legislatif Nasional.
Dalam rancangan peraturan yang dipertimbangkan, NLC akan terdiri atas 33 warga
Timor Timur dari kalangan politik, agama
dan swasta. Wakil Khusus Sekretaris
Jenderal PBB akan mempunyai suara akhir
yang menentukan dalam memberikan persetujuan kepada rancangan peraturan yang
diusulkan kepada kabinet oleh NLC.
NCC juga telah menetapkan rancangan peraturan yang meletakkan dasar bagi sistem perpajakan baru di Timor Timur. Ketentuan
tersebut menciptakan Dinas Pendapatan
RADIO
UNTAET
99FM
Peter Galbraith (kiri) dan Mari Alkatiri dalam pembahasan Dewan Konsultatif Nasional.
persen dari nilai jasa dan mulai berlaku pada 1
Juli.
Pajak atas jasa menetapkan batas minimum berdasarkan pada penjualan bulanan dari
bisnis sebelum pajak tersebut diberlakukan.
Bagi bisnis perhotelan, telekomunikasi atau bisnis penyewaan kendaraan, batas minimal
adalah AS$500 total penjualan dalam sebulan.
Bila total penjualan dalam sebulan kurang dari
jumlah ini maka tidak perlu membayar pajak.
Bagi restoran, suatu batas minimal khusus juga
telah diusulkan. Memandang bahwa sejumlah
restoran baru yang kecil baru memulai bisnis di
Timor Timur, maka batas omset minimal yang
diusulkan telah ditetapkan sebesar AS$1.000
untuk 1 Juli hingga 31 Desember. Mulai pada 1
Januari 2001, batas minimal ini akan dikurangi
menjadi AS$500 per bulan.
Tim multinasional dengan tujuh orang anggota
dari Pusat Studi Pertahanan King's College
Centre for Devense Studies di Universitas
London telah mulai melakukan suatu studi
independen
mengenai
masa
depan
angkatan pertahanan Timor Timur.
Tim ini akan mengeluarkan laporan dalam
waktu enam bulan mengenai masa depan keamanan Timor Timur, termasuk profil angkatan
pertahanan yang mungkin berkembang. Grup
tersebut kini sedang mempelajari pengaturan
keamanan sekarang ini dalam wilayah Timor
Timur, hubungan antara antara staf sipil dan
staf Pemelihara Perdamaian Perserikatan
Bangsa-Bangsa dan melakukan analisis mendalam mengenai FALINTIL mantan pejuang
pembebasan.
Tim tersebut memulai kegiatannya dengan
pertemuan dengan Kelompok Kerja Falintil di
markas besar UNTAET. Kelompok kerja terse-
but kemudian mengadakan pertemuan dengan
misi perwakilan Portugal, Australia dan
Amerika Serikat. Tim tersebut juga mengunjungi markas besar FALINTIL di Aileu dan
menemui para komandan dan pejuang veteran
dari kelima wilayah juga Administrator
Wilayah UNTAET.
Para pakar dari Jerman, Mozambik,
Afrika Selatan dan Amerika Serikat.
Para jaksa wilayah dari Dili, Baucau dan
Oecussi telah menyerahkan berkas-berkas
tindak kejahatan mengenai penyelidikan tentang sejumlah tindak kejahatan serius kepada
bagian
Urusan
Kehakiman
UNTAET.
Tindakan kejahatan tersebut seperti yang
didefinisikan dalam Peraturan 2000/15 mengenai genosida, kejahatan perang dan kejahatan
terhadap kemanusiaan. Kategori kejahatan
berat tersebut mencakup pembunuhan, pelanggaran seksual dan penyiksaan terhadap
kemanusiaan antara 1 January hingga 25
Oktober 1999.
Sebuah panel khusus di Pengadilan
Wilayah Dili dengan tugas tunggal untuk mendakwa dan mengadili kasus-kasus serius, akan
menangani kasus-kasus tersebut. Panel tersebut merupakan bagian dari kehakiman Timor
Timur dan mencakup hakim Timor Timur
maupun hakim internasional.
Proyek
Penyerapan
Tenaga
Kerja
Transisional pertama telah dimulai di
Pulau Atauro bulan lalu. Proyek senilai
AS$3.900 tersebut akan meliputi pembersihan
tumbuh-tumbuhan dari pinggir jalan dan
diperkirakan akan selesai dilakukan dalam
waktu sekitar 40 hari. Sebanyak 45 pekerja
Timor Timur dan tiga pengawas kini sedang
bekerja di bawah proyek yang dikoordinir
melalui Administrasi Wilayah Dili.
Polisi Sipil PBB bersama dengan Pasukan
Pemelihara Perdamaian Perserikatan BangsaBangsa (UN Peacekeeping Force - UNPKF) dan
Keamanan
UNTAET,
telah
mulai
melakukan razia di jalan-jalan di Dili.
Sekitar 70 kendaraan telah diperiksan dan
lima orang tanpa surat izin mengemudi ditemukan pada hari pertama saat inspeksi
dilakukan. Juga telah disita sebuah
kendaraan.
Kampanye Vaksinasi campak baru selesai
dijalankan di wilayah Ermera. Sejauh ini,
sekitar 1440 anak telah diinjeksi di desa-desa
di wilayah tersebut. Sebuah organisasi kesehatan Portugal, AMI dan UNTAET telah
melaksanakan kampanye tersebut. Sejauh ini
sekitar 4.000 anak di Timor Timur telah diberi
vaksinasi penyakit campak.
Sebuah proyek percontohan untuk
mendirikan komite lokal untuk memastikan pelaksanaan hukum dan ketertiban
telah dimulai di Dili.
Komite ini akan mengadakan konsultasi dengan Polisi Sipil PBB dalam operasinya seharihari, membantu dalam mediasi sengketa dan
membantu menanggulangi masalah-masalah
seperti kekerasan rumah tangga. Komite tersebut juga akan memfasilitasi dialog antara
kepolisian dan masyarakat lokal, dan mendidik penduduk dalam berbagai hal yang
• Berita dalam bahasa Inggris pada pukul 6 pagi, 11 pagi, dan 5 pada malam.
• Berita dalam bahasa Tetun pada pukul 7 pagi, 12 siang dan 6 pada malam.
• Berita dalam bahasa Portuguese pada pukul 8 pagi dan 7 pada malam.
• Berita dalam bahasa Indonesia pada pukul 8:30 pagi dan 7:30 pada malam.
Hal 5
Untuk berita terbaru
dan informasi
tentang Timor
Timur, dengarkan
Radio UNTAET
10 - 23 Juli 2000
Tais Timor
Dengan semangat yang kuat: Maraton
Timor di Olimpiade punya harapan besar
A
"
Foto arsip OCPI-UNTAET
guida Amaral sangat
menyukai lari - dan ia
telah berlari sejak ia masih
anak-anak. Pada waktu itu,
ia bukanlah anak yang tercepat diantara teman-temannya. Ia menjadi begitu baik
setelah ia mengikuti klub
olah raga saat umur 12
tahun. Saat itulah ia mulai
berlatih dengan keras. Dalam
suatu perlombaan, Dr. Peter
Lobo melihat potensi dirinya.
Saat itu Dr. Lobo bekerja di
Dili sebagai dokter untuk
TNI. Ia bertanya kepada
orang tua Amaral apakah ia
bisa menjadi pelatih pribadi
bagi Amaral. Amaral dapat
tinggal bersamanya dan ia
akan menanggung biaya
makan, sekolah dan pakaian
Amaral.
Selama beberapa tahun,
Amaral tinggal bersama Dr.
Lobo dan dilatih setiap hari
dari jam 05.00 sampai jam
Pelari maraton Aguida Amaral berharap untuk dapat bertanding di
06.00 sebelum berangkat ke
Olimpiade Sydney 2000. Pada tahun 1994, Aguida berlari sejauh 42 km
sekolah, dan dari jam 15.00
dalam waktu 3 jam 9 menit.
sampai senja hari, berlari ke
rang atlet Indonesia yang terkemuka - ia adalah
gunung, sepanjang pantai dan melewati jalanpelari wanita tercepat.
jalan di Dili.
Menjadi wanita tercepat di Indonesia memSaat ia berumur 15 tahun, Aguida Amaral
bawanya
ke Asian Games di Filipina, SEA Games,
merebut kesempatan untuk belajar di sekolah
dan
berbagai
kejuaraan di India, Singapura dan
olah raga di Jakarta selama satu tahun.
Malaysia.
Dalam
semua kejuaraan tersebut,
Kemudian ia kembali ke Dili untuk menyeleAmaral
menduduki
peringkat kedua, kecuali di
saikan SMA. Saat berumur 18 tahun, ia mulai
India
ia
menduduki
peringkat
ketiga.
bekerja
sebagai
pegawai
negeri
sipil.
Amaral, 28 tahun, mengatakan bahwa ia
Pekerjaannya memungkinkannya memiliki
menikmati semua kunjungannya ke tempat-temwaktu untuk dapat berlatih dan ikut dalam
pat pertandingan di luar negeri, tetapi ia menberbagai kompetisi. Dan ia memerlukan banyak
gatakan ini bukanlah alasan baginya untuk
waktu luang - karena saat ini ia dilatih setiap hari
mengikuti pertandingan. "Lari membuat saya
dan semakin banyak menyertai kompetisi
bahagia," katanya. "Saya harus melakukan hal
Internasional. Pada tahun 1989 ia menjadi seo-
tersebut setiap hari, saya tidak dapat hidup tanpanya. Jika saya tidak lari, saya akan mulai
merasa sakit." Jadi ia tetap terus berlari, bahkan
setelah sepatu lari dan pakaiannya rusak dalam
kekerasan pasca jajak pendapat September lalu,
dan pelatihnya, yang berkewarganegaraan
Indonesia harus kembali ke Kupang di Timor
Barat setelah hasil jajak pendapat tersebut diumumkan.
Amaral mengatakan bahwa ia gembira saat ia
mendengar bahwa ia terpilih sebagai salah satu
dari 10 atlet Timor Timur yang akan menjalani
pelatihan dua bulan di Australia sebelum berlangsungnya Olimpiade Sydney 2000.
Saya sangat berterima kasih kepada Jose
Ramos Horta dan Joao Carrascalao," katanya.
"Dan juga kepada isteri Joao, Rosa. Ia memberi
saya sepasang sepatu olah raga, dan tiga pasang
kaos kaki untuk olah raga." Dan apakah ia akan
menggunakan sepatu tersebut untuk berlari di
Olimpiade Sydney jika ia adalah salah satu dari
dua atlet yang akhirnya dicalonkan untuk
mengikuti Olimpiade Sydney? Untuk pelatihan,
ya, katanya, tapi jika ia benar bertanding di
Olimpiade tersebut? "Saya lebih senang berlari
dengan bertelanjang kaki," ia menambahkan. "Itu
membuat saya merasa lebih ringan."
Amaral, yang memiliki dua anak perempuan,
berumur 4 dan 6 tahun, tidak kuatir dengan
usiannya yang semakin tua. "Bagi pelari maraton,
usia saya sekarang ini sangat baik. Kami menjadi
lebih baik bila semakin tua." Bagaimanapun juga,
keprihatinannya yang utama, adalah kurangnya
makanan yang dikonsumsi para atlet Timor
Timur. Ia mengatakan ia biasa mengkonsumsi
telur dan susu setiap hari. Sekarang ia hanya
mampu membeli roti dan teh. "Saya dapat
merasakannya kekurangan ini ketika saya berlari,
tetapi itu tidak akan menghentikan saya."
Tampaknya seakan-akan tidak ada yang
dapat menghentikannya. "Saya akan berbuat yang
terbaik, tidak hanya untuk diri saya sendiri, tetapi
juga untuk kepentingan negara kami yang baru
merdeka dan untuk memberikan contoh bagi
kelompok anak-anak yang saya latih sekarang
ini," katanya. "Saya ingin memperlihatkan kepada
mereka bahwa jika kita berusaha dengan keras,
kita akan meraih banyak hal."
Wartawan Timor Barat berkunjung untuk menyaksikan secara
langsung perkembangan di Dili
ntuk pertama kalinya sejak berlangsungnya jajak
pendapat Agustus lalu, lima wartawan dari
Kupang, Timor Barat, telah berkunjung ke Timor Timur.
Dalam kunjungan lima hari tersebut, kelompok
wartawan itu menemui pemimpin UNATET dan CNRT,
para pengusaha, calon perwira polisi Timor Timur dan
rakyat biasa. Di Liquica, wartawan tersebut bertemu
dengan sekitar 40 orang mantan anggota milisi yang
telah berhasil berintegrasi kembali dengan masyarakat
mereka setelah kembali dari Timor Barat.
Tidak lama setelah tiba di Dili, para wartawan itu
mengungkapkan keheranannya atas kehidupan yang
berlangsung normal di ibukota Timor Timur. Mereka
melihat orang Timor Timur mengendarai mobil, anakanak pergi ke sekolah, pasar penuh dengan para pembeli, serta restoran dan toko yang buka.
"Ketika saya meninggalkan Dili untuk terakhir
kalinya 7 September lalu, kota ini bagaikan lautan
api," kata Mans Balawala, reporter dari koran Surya
Timor yang tinggal di Dili selama satu tahun sampai
saat berlangsungnya jajak pendapat. "Saya sangat
terkejut. Hanya setelah delapan bulan, segalanya
berubah dengan begitu cepat."
Asiel Soruh, dari NTT Express, berkata bahwa ia
tentu saja tidak menduga untuk melihat keadaan
ekonomi dan keamanan yang mantap hanya dalam
waktu yang begitu singkat. Ia berkata bahwa ia sangat terkesan dengan keramahan yang ia lihat diantara
orang Timor Timur. "Saya tidak melihat perasaan
agresif atau perasaan ingin membalas dendam," kata
Foto arsip OCPI-UNTAET
U
Dua wartawan Timor Barat mewawancarai mantan anggota milisi di Liquica pada 6 Juli.
Soruh. "Masyarakat Timor Timur semuanya sangat
ramah sekali."
Kunjungan wartawan-wartawan tersebut merupakan hasil pertemuan di Dili pada bulan Juni antara
Gubernur Timor Barat Piet Tallo dan Administrator
Transisional, Sergio Vieira de Mello, Presiden CNRT
Hal 6
Xanana Gusmao dan Uskup Carlos Ximenes Belo.
Mereka memutuskan bahwa pertukaran wartawan
antara Timor Timur dan Timor Barat akan menjadi
inisiatif tambahan yang penting untuk mempercepat
pemulangan pengungsi yang masih ada di Timor
Barat.
Tais Timor
10 - 23 Juli 2000
Berita Olahraga Dunia
PARTISIPASI ATLET TIMOR
TIMUR DI OLIMPIADE SYDNEY
Didampingi Presiden Komite Olimpiade Nasional, Jose Ramos Horta,
sebanyak sepuluh orang atlet Timor Timur berangkat ke Darwin,
Australia, 13 Juli lalu, dengan tujuan akhir Olimpiade Sydney 2000.
Di Darwin para atlet tersebut akan berada di bawah pengawasan
Institut Olahraga Australia. Sebelum menjalani pelatihan, atlet-atlet
itu akan menemui Direktur Arafura Games, suatu event olahraga
regional. Dalam pertemuan ini akan dibicarakan masalah partisipasi
Timor Timur dalam Arafura Games tahun depan yang diikuti oleh
negera-negara Pasifik dan propinsi Indonesia yang berbatasan dengan Australia Utara.
Komite Olimpiade Internasional belum lama ini telah memberikan lampu hijau kepada Timor Timur untuk mengambil bagian
dalam cabang tinju, nomor lari dan lompat (track and field), tae kwon
do dan angkat berat.
Atlet angkat berat Jaime Lay adalah salah seorang atlet Timor
Timur yang terpilih untuk menjalani pelatihan sebagai persiapan
menuju Olimpiade Sydney 2000. Dalam menjalani pelatihan di
Martinho do Araujo Mariana D Ximenes
Calisto da Costa
Aguida Amaral
Riwayat para Atlet
Jaime Lay
Aguida Fatima Amaral (Dili, 1972) Pelari maraton; antara tahun 1989 dan 1992, mengambil
bagian dalam berbagai kompetisi baik nasional
maupun internasional seperti Asian Games dan
South East Asian (SEA) Games. Memenangkan
medali emas dalam kompetisi nasional pada tahun
1989.
Martinho do Araujo (Dili, 1973) Angkat berat.
Victor Ramos
Calisto da Costa (Dili, 1979) Pelari maraton;
sejak tahun 1997 mengambil bagian dalam berbagai kompetisi nasional juga kompetisi internasional di Manila. Memenangkan medali perunggu
pada tahun 1999 di kompetisi maraton nasional.
Ximenes Mariana Diaz (Baucau, 1980) Pelari
maraton.
Rogerio A Soares
Jaime Lay (Dili, 1978) Angkat berat; pemenang
medali perunggu pada tahun 1995 pada kompetisi
nasional di Jakarta.
Cesar Pinto (Viqueque, 1978) Petinju; mengambil
bagian dalam berbagai kompetisi nasional antara
tahun 1996 dan 1998.
Cesar Pinto
Gil A Fernandez
Victor Ramos (Bobonaro, 1970) Petinju; berpartisipasi di berbagai kompetisi nasional dan internasional dari tahun 1985 sampai tahun lalu - termasuk SEA Games, Asian Games dan Piala
Malaysia (Malaysia Cup) - dalam kategori 57 kg.
Rogerio Amaral Soares (Viqueque, 1973)
Petinju; bertanding di Piala Asia (Asia Cup), Piala
Singapura (Singapore Cup), Mayors Cup, King's
Cup dan Seoul Cup antara tahun 1993 dan tahun
1997 dalam kategori 67 kg.
Gil Alvares Fernandez (Los Palos, 1977) Tae
kwan do.
Utcho Flamingo
Utcho Flamingo (Ambon, 1976) Tae kwan do.
Timor Timur, Lay menggunakan bagian transmisi dan bagian mobil lainnya. "Tidak satu pun dari peralatan lama kami yang tersisa, semuanya
telah dibakar dan dirusakkan, jadi bagian-bagian mobil di rumah seorang
teman itulah yang kami digunakan sebagai alat dalam pelatihan,"
katanya.
Menurut penyelenggara UNTAET untuk Program Olimpiade, G. Fowlie,
fasilitas pelatihan di Timor Timur cukup untuk 10 orang atlet. "Mereka
menjalani pelatihan yang baik di sini, apa yang diperlukan adalah tingkat
pelatihan internasional yang teratur," kata Fowlie.
Victor Ramos, pentinju Timor Timur paling terkenal mengatakan ia
sangat bahagia dapat mewakili negeri dan rakyatnya di Olimpiade. Tapi,
bagaimanakah rasanya bila berhadapan di atas ring dengan rekan petinju
dari Indonesia? "Kami musuh di atas ring tapi di luar ring, kami teman,"
katanya.
Euro 2000
Dalam babak seperempat final, Portugal mengalahkan Turki 2:0 sementara Perancis mengungguli Spanyol dengan skor 2:1. Belanda mengalahkan Yogoslavia dengan angka telak 6:1 dengan Patrick Kluivert yang
berhasil mencetak empat gol. Italia menghadang Romania 2:0 dalam pertandingan yang memaksa kapten George Hagi yang terkena kartu merah
untuk meninggalkan lapangan.
Nama-nama besar dalam persepakbolaan dunia seperti Jerman,
Inggris dan Belgia tersisih dari kejuaraan Eropa ini sementara tim-tim yang
tidak diunggulkan seperti Rumania dan Turki telah mengukir sejarah
persepakbolaan bagi negara mereka.
Dalam pertandingan semifinal Portugal akan bertemu dengan Perancis
sementara Belanda akan menghadapi Italia. Patrick Kuilvert adalah pencetak gol terbanyak dalam kejuaraan Eropa ini dengan enam gol, sementara Savo Milosevic dengan lima gol merupakan pencetak gol terbanyak
kedua.
Pasar transfer
Joao Pinto telah menyampaikan pesan yang jelas kepada klub sepak bola
Aston Vila dan klub Italia Florentina, yang dilaporkan mengincar penyerang Portugal tersebut, setelah Pinto menandatangani kontrak transfer
senilai 3,5 juta Pound dengan klub Sporting Lisbon dan dengan demikian
akan terus bermain di negerinya sendiri. Bayaran transfer sebesar 3.5 juta
Pound tersebut lebih kecil daripada jumlah yang ditawarkan klub
Florentina, Aston Vila dan Chelsea. Sebelum menandatangani kontrak
tersebut, Pinto mengatakan dirinya telah dipecat dari FC Benfica atas
alasan berselisih dengan pelatih klub tersebut Jupp Heynckess. Sementara
itu, pemain lini tengah Portugal yang kini bermain untuk Florentina,
Manuel Rui Costa, dilaporkan telah menghubungi Bayern Munich, tetapi
hingga kini belum dilaporkan adanya perkembangan baru, menurut
Gazette Dello Sport.
FC Barcelona dilaporkan mengincar pemain sayap kanan Manchester
United David Beckham dengan menawarkan 45 juta Pound bagi perpindahannya ke klub Spanyol tersebut. Juga dilaporkan oleh suratkabar
Spanyol, Marca, bahwa klub itu juga tertarik pada Dennis Bergkamp untuk
timnya dalam pertandingan yang akan datang. Bila Manchester United
mencapai persertujuan dengan Barcelona, maka hal ini akan mencatat
suatu rekor dunia bayaran transfer setelah bayaran transfer Vieri dari Lazio
ke Inter Milan dua tahun yang lalu.
Wanita Raksasa (la vechia Signora) Juventus dilaporkan mengincar pemain
internasional Perancis Patrick Vieira yang dijuluki 'The Gunner' yang belum
lama ini bermain untuk Arsenal dengan bayaran transfer sebesar 15 juta
Pound. Juventus juga mengincar pemain internasional David Trezequet
yang kini bermain untuk Monaco dengan bayaran transfer sebesar 14 juta
Pound. Trezequet dilaporkan mengatakan akan pindah bila ia mendapat
tempat dalam tim pertama, suatu hal yang sulit baginya mengingat
kehadiran bintang-bintang sepak bola yang lain seperti Alexandro Del
Piero, Darco Kovacevic dan Filippo Inzaghi.
Tinju
Mike Tyson bisa dikenakan sanksi hukum karena memukul wasit John
Coyle pada saat ia menarik mantan juara dunia kelas berat tersebut dari
lawannya yang tersungkur yang juga berasal dari Amerika Serikat, Lou
Savarese. Tyson memukul KO Savarese dalam waktu 38 detik dalam pertandingan yang berlangsung di Hampden Park di Galsgow, Skotlandia.
Hal 7
10 - 23 Juli 2000
Tais Timor
Tiu jawab pertayaan tentang...
Lingkungan
P
ara pembaca yang budiman: Masalah ini kita
dengar di dalam diskusi tentang sesuatu yang
luar biasa berharga, yang berada di sekeliling kita
dan jika kita merusaknya, kita semua akan
menanggung akibatnya.
Dapatkah anda menebak masalah itu?
Lingkungan kita. Lingkungan adalah perpaduan
udara dan air dan unsur-unsur lain yang mendukung kehidupan kita dan, jangan lupa, bahkan
mata pencaharian kita. Kadang-kadang terlihat
bahwa kita semua menganggap sepele hal tersebut,
tetapi untungnya, seperti yang terlihat dalam percakapan di bawah ini, terdapat banyak orang Timor
Timur yang sebenarnya peduli tentang lingkungan:
Tiu: Hey amigos boa tarde, diak ka la'e?
Anak-anak laki dan perempuan: Boa tarde, Tiu.
Kami harap kami tidak mengganggumu.
Tiu: Tidak jadi masalah. Angin apa yang membawa
kalian kemari hari ini?
Sinuku: Tiu, bisakah kami berbicara denganmu
tentang suatu hal yang penting?
Tiu: Tidak ada masalah, teman-teman. Saya harus
mengerjakan sesuatu tetapi saya bisa memberi
kalian sedikit waktu. Apakah hal yang sangat penting tersebut?
Jose: Ini mengenai lingkungan. Kami punya beberapa pertanyaan.
Tiu: Wow. Ini adalah waktu yang tepat. Hal tersebut juga menjadi perhatian saya, dan menurut saya
tidak banyak orang yang memperdulikan hal tersebut.
Martina: Itu benar sekali, Tiu. Lihat saja
bagaimana cara orang menebang pohon secara
membabibuta yang menyebabkan terjadinya
kerusakan hutan dan erosi tanah; dan mencuri
sumber daya alam seperti batu karang dari laut dan
menjualnya kepada para turis dan orang asing lainnya. Apakah ada ketentuan hukum atau ketetapan
yang memberikan perlindungan?
Tiu: Baiklah teman-teman, kenyataannya kita
tidak mempunyai ketentuan hukum atau ketetapan
yang mengatur masalah yang kalian prihatinkan
(Tidak ada?); tetapi nenek moyang kita mempunyai
ketentuan hukum tradisional. Sebagian besar tradisi tersebut telah menghilang dengan berlalunya
waktu kecuali di daerah-daerah pedesaan.
Marci: Seperti apa, Tiu? Ini berita baru bagi saya.
Tiu: Ketentuan hukum tradisional, terutama di
daerah pedesaan, menolong melindungi lingkungan.
Saya akan berikan contoh. Misalnya pohon. Di
beberapa desa dan sub wilayah tertentu, penduduk
setempat tidak diperkenankan untuk menebang
pohon untuk jangka waktu yang lama, selama
setahun atau lebih. Itu merupakan cara untuk
melindungi pohon dan memungkinkannya untuk
terus tumbuh. Bila seseorang melakukan peneban-
gan ilegal, orang yang
bersangkutan didenda atau dihukum oleh
masyarakat.
Biasanya mereka harus membayar dengan seekor
sapi atau seekor babi, atau kadang-kadang dengan
uang. Peraturan yang sama juga berlaku untuk pemburu. Jika perburuan margasatwa dilarang
masyarakat, mereka yang tidak mematuhi peraturan
setempat itu akan diberi hukuman.
Sinuku: Itu kebijakan yang masuk akal, Tiu. Itu
sangat hebat, tetapi kenapa itu tidak diterapkan
terus?
Tiu: Sebenarnya, itu berlaku di sini dan di daerah
pedesaan. Dan mungkin dengan berkembangnya
masyarakat dan pemerintah, ketentuan hukum
seperti itu akan lebih dimasyarakatkan.
Tetapi dalam masalah ini, kawan-kawan, hal
yang paling penting adalah untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat mengenai keprihatinan
lingkungan di Timor Timur, terutama akibat kehancuran yang terjadi tahun lalu. Kebakaran yang luas
dengan asap yang tebal tentu tidak memperbaiki
lingkungan tersebut.
Jose: Bagaimana dengan UNTAET, Tiu, apa yang
mereka lakukan tentang masalah lingkungan Timor
Timur?
Tiu: UNTAET telah mulai menanggulangi tantangan
untuk melindungi sumber daya alam negara kita
yang baru ini. Misalnya, UNTAET telah melaksanakan kampanye informasi publik untuk mengingatkan masyarakat internasional agar tidak membeli batu karang yang dijual oleh orang Timor Timur
sepanjang jalan dekat pantai. Orang-orang asing
senang memamerkan batu karang tersebut di rumah
dan di kantornya. Tetapi karang laut adalah sumber
daya Timor Timur yang berharga. Karang tersebut
merupakan habitat yang penting untuk ikan, dan
kita, tentu bergantung kepada industri perikanan
kita. Karang juga merupakan daya tarik untuk turisturis yang menyelam dan melakukan scuba diving.
Karang yang dicuri dari laut tidak akan tumbuh kembali. Apa yang akan kita lakukan jika dasar karang
telah rusak semuanya?
Apeu: Tapi Tiu, sudahkah UNTAET atau Dewan
Konsultatif Nasional (National Consultative Council NCC) menetapkan suatu ketetapan yang melindungi
batu karang atau sumber daya alam lainnya?
Tiu: UNTAET dewasa ini sedang merumuskan ketetapan mengenai lingkungan; sebenarnya satu ketetapan telah diambil oleh NCC yang melarang kegiatan
penebangan pohon dan ekspor kayu dari Timor
Timur. Itu ketetapan No. 2000/17.
Marci: Tiu, apa yang terjadi dengan orang-orang
yang membakar pinggiran bukit, menebang pohonpohon secara ilegal dan mengekspor kayu dari Timor
Timur?
Tiu: Baiklah, ada sanksi hukum dan kalian dapat
mengetahui rinciannya pada bagian 5 dari ketetapan
yang sama yaitu ketetapan No. 2000/17.
Pemberitahuan
Martina: Bagaimana dengan orang-orang yang
menjual karang dan orang Timor Timur serta orangorang asing yang membeli batu karang tersebut?
Apa yang terjadi dengan mereka?
Tiu: Jadi, seperti yang saya bilang, UNTAET
sedang menangani masalah tersebut sekarang ini.
Setelah ketetapan tersebut disahkan oleh NCC, setiap orang yang dianggap melanggar peraturan itu
kemungkinan besar akan menghadapi sanksi
hukum.
Bagaimanapun juga, satu hal yang kalian
semua harus tahu adalah bahwa ketetapan hukum
Indonesia tentang lingkungan yang telah disahkan
pada tahun 1997 masih berlaku. Sebagai langkah
sementara, UNTAET terus menerapkan seluruh
ketetapan hukum Indonesia yang sudah diberlakukan pada bulan Oktober 1999, selama peraturan tersebut tidak bertentangan dengan standar
hak asasi manusia yang diakui secara internasional.
UNTAET juga berkonsultasi dengan LSM Timor
Timur seperti Haburas yang prihatin dengan
masalah lingkungan, juga dengan bagian lingkungan CNRT.
Antonio: Tapi Tiu, adakah sesuatu yang telah
dilakukan untuk mengindentifikasi orang-orang
yang melakukan penebangan ilegal atau mengeksploitasi terumbu karang?
Tiu: Ya, Antonio, dan hal tersebut semakin ditingkatkan. Bahkan kini terdapat satuan investigasi
untuk penebangan liar. Selain itu ada juga ketetapan lingkungan mengenai pelayaran dan pengendalian terhadap perusahaan minyak yang
melakukan eksplorasi di perairan Timor Timur.
UNTAET juga berupaya untuk meninjau kembali
rencana investasi dan pembangunan dan mengevaluasi dampak lingkungan jangka pendek dan jangka
panjangnya.
Antonio: Itu merupakan berita yang baik. Tapi satu
hal lagi.Apa yang mereka lakukan untuk melindungi spesies yang terancam kepunahan?
Tiu: Baiklah teman-teman, sejauh ini tidak banyak
yang dilakukan, tetapi organisasi internasional
yaitu IUCN Red List of Threatened Species (Data
Merah Spesies yang Terancam Kepunahan)
biasanya memantau spesies yang terancam kepunahan di Timor Timur. Semenjak kekacauan tahun
lalu, mereka belum kembali. Tapi kita berharap
dengan berlalunya waktu mereka akan kembali ke
Timor Timur.
Oh, sudah jam berapa ini! Saya harus pergi,
tapi lingkungan adalah masalah yang serius. Mari
kita berkumpul lagi dalam waktu dekat dan
berbicara lebih banyak lagi tentang hal tersebut.
Sementara itu, kalian semua cobalah berusaha
sebanyak mungkin mendapatkan informasi tentang
lingkungan kita. Lingkungan itu adalah milik kita
yang harus dihargai, dan harus dilindungi.
Da da!!!
NATIONS UNIES
UNITED NATIONS
UNTAET
Pemberitahuan
United Nations Transitional Administration in East Timor
Kantor Air dan Sanitasi
CIVPOL PBB
24 JAM
NOMOR DARURAT
DI DILI
0408039978
1. SISTEM PENYAMBUNGAN AIR BERSIH DI DILI
udah lebih dari 3 (tiga) bulan, Kantor UNTAET
Departemen Air Bersih dan Sanitasi, telah menerima
banyak permohonan sambungan air bersih sebagai pelanggan
Kantor Air Bersih Kota Dili. Pada saat ini permohonan yang
ada telah mencapai 500 permohonan untuk sambungan baru,
dan dalam waktu dekat Departemen Air Bersih dan Sanitasi
tidak akan melayani lagi permohonan dan penyambungan.
Alasan dari pada penundaan ini agar Team
Penyambungan Air Bersih perlu memperbaiki jaringan pipa
yang telah rusak dan bocor akibat perbuatan orang yang tidak
bertanggung jawab dengan membuat sambungan liar. Banyak
contoh - contoh yang telah nyata muncul hanya karena salah
satu kerusakan pipa, kita harus memboroskan biaya, memboroskan air, serta membahayakan kebutuhkan bersama.
Departemen Air Bersih dan Sanitasi telah memutuskan,
untuk sementara tidak menerima lagi permohonan sambungan
S
baru, sampai mengurangi permohonan sambungan baru yang
telah masuk.
Apabila permohonan sambungan yang ada telah dikurangi, maka Departemen Air Bersih dan Sanitasi akan mengumumkan kembali tentang Penerimaan Permohonan sambungan baru.
2. JANGAN MEMBOROSKAN AIR
anyak lokasi di Dili yang masih kekurangan air. Ini merupakan suatu masalah pokok karena banyak air bersih
yang terbuang atau tidak dimanfaatkan dengan baik.
Silahkan, Jangan memboroskan air. Jika anda memboroskan air di rumah anda maka tetangga anda akan kekurangan air.
Silahkan melaporkan semua kerusakan atau kebocoran
air ke UNTAET Departemen Air Bersih dan Sanitasi di
Gedung Kantor Gubernur.
B
Nama koran Tais Timor melukisan gambaran kewaspadaan, proses waktu yang cukup panjang menuju pembuatan kain tradisional Timor Timur yang digunakan dalam setiap acara penting. Oleh kerena berbagai kelompok membuat Timor Timur bersatu selama periode transisi untuk membangun negeri ini, Tais Timor bermaksud mengingatkan dan merenungkan kembali kejadian -kejadian yang membentuk .
Pelayanan informasi umum terbit dua minggu sekali oleh Administrasi Transisi PBB di Timor Timur (UNTAET). Diterbitkan dalam bahasa Tetun,Indonesia,Portugis dan bahasa Inggris.
Ditulis, diolah dan dirancang oleh Kantor Komunikasi dan Informasi Umum (OCPI). Jumlah 75,000 eksemplar. UNTAET-OCPI, c/-PO Box 2436, Darwin NT 0801, Australia. Tel:
+6188942-2203 Fax: +61-8-8981-5157 email: [email protected]
Ini bukanlah sebuah dukumen resmi. Untuk tujuan informasi saja.
Hal 8
Fly UP