...

Fakta Medik dan Fakta Legal

by user

on
Category: Documents
807

views

Report

Comments

Transcript

Fakta Medik dan Fakta Legal
Diajukan untuk memenuhi tugas pelajaran PLKJ yang
diberikan Bapak Jajat.
Disusun oleh:
1. Maria Marlina*
3. Shella Lorencia
2. Elsye Febriana
4. Shinca
5. Siska Wongestu
6. Helen Devika
Biasanya beberapa zat yang sering disalahgunakan
merupakan zat yang dapat memengaruhi system saraf
pusat, sehingga dapat mengubah pikiran, perasaan,
kesadaran, pemahaman, dan tingkah laku serta
kecerdasan.
Selain itu zat-zat tersebut dapat menyebabkan
ketergantungan atau kecanduan, baik secara fisik
maupun secara mental. Pengaruh zat-zat tersebut
dapat dilihat dari fakta medik dan fakta legal.
A. FAKTA MEDIK
Fakta medik atau fakta kesehatan adalah kenyataan
yang telah terbukti secara ilmiah atau secara empiris
melalui percobaan yang dapat berubah berdasarkan
penemuan-penemuan baru.
Fakta Medik menjelaskan:
 Pengaruh zat terhadap perilaku manusia yang
menggunakannya
 Pengaruh zat terhadap organ tubuh manusia seperti
jantung, paru-paru, otak, usus dan sebagainya.
 Pengaruh zat pada pemakaian dalam jumlah banyak
maupun pemakaian secara kronis (menahun).
B. FAKTA LEGAL
Fakta Legal adalah semua peraturan perundangundangan atau hukum yang berkaitan dengan
penanaman, pembuatan, penyimpanan, pengedaran,
penjualan dan pengunaan zat. Selain itu norma agama
dan peraturan sekolah pun termasuk fakta legal. Akibat
bagi pelanggarannya dapat diberi sanksi ringan sampai
yang terberat.
C. FAKTA MEDIK DAN FAKTA LEGAL TENTANG
BERBAGAI ZAT
1. ROKOK
FAKTA MEDIK : rokok atau tembakau mengandung
nikotin dan zat-zat lain tidak kurang dari 4000 macam,
yang dapat menyebabkan penyakit kanker, terutama di
paru-paru, tenggorokan, kerongkongan, hati dan
sebagainya.
Orang yang terbiasa merokok akan mengalami
ketergantungan atau kecanduan, sehingga bila
dihentikan akan timbul ketagihan seperti berdebardebar, gemetaran, sakit kepala, tidak mau makan dan
mudah marah serta cemas.
FAKTA LEGAL: Di Indonesia meskipun ada larangan
merokok di sekolah dan tempat-tempat tertentu, namun
rokok telah dijual belikan secara bebas dan di Negara
Barat, ada larangan rokok bagi anak di bawah usia 16
tahun, tetapi setiap orang dapat merokok. Di DKI Jakarta
fakta legalnya berupa Peraturan Daerah No. 2 Tahun
2005 dan Peraturan Gubernur No. 75 Tahun 2005.
2. MINUMAN KERAS
FAKTA MEDIK: minuman yang mengandung alcohol,
(etanol) bisa menimbulkan rasa hangat di badan. Bagi
peminumnya akan menyebabkan kehilangan kendali
sehingga dapat berbuat nekat, yang dapat merugikan
dirinya sendiri dan orang lain. Bila diminum dalam
jumlah yang berlebihan dan dalam waktu yang cukup
lama, dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti
pengerutan hati (hepatitis), sakit
maag (polineuritis), kepikunan,
penyakit otot jantung dan
kanker saluran cerna atas.
Bila telah terjadi ketergantungan atau kecanduan pada
minuman keras, badan dan otak tidak bisa bekerja
dengan baik tanpa ada miras, maka tubuh akan merasa
gemetar, mual, muntah, perasaan letih, keluar keringat
dingin, mudah tersinggung dan terganggunya kesadaran
(delirium), bila tidak cepat ditolong akan menimbulkan
kematian.
FAKTA LEGAL: Berdasarkan peraturan Departemen
Kesehatan miras dibagi menjadi 3 golongan menurut
kadar etanolnya.
 Golongan A dengan kadar etanol 1-5% misalnya bir.
 Golongan B dengan kadar etanol
5_20% misalnya berbagai jenis
minuman anggur.
• Golongan C dengan kadar etanol 20-45% misalnya
whisky, vodka, manson house, johny walker, kamput, dan
lainnya yang sejenis.
Pengecer dan penjual miras harus memiliki ijin dari
Departemen kesehatan dan instansi lain, kecuali miras
golongan A. Miras golongan C tidak boleh diiklankan.
Bagi yang sengaja menjual atau memberikan minuman
yang memabukkan pada orang yang mabuk atau
membuat mabuk anak dibawah umur 16 tahun.
Atau dengan kekerasan (diancam) memaksa orang
untuk meminum yang memabukkan, diancam dengan
hukuman denda/penjara (peraturan Menteri
kesehatan No 86/MENKES/PER/77, tentang minuman
keras). Barang siapa yang dalam keadaan mabuk
dimuka umum diancam dengan hukuman
denda/kurungan (KUHP pasal 300, pasal 492, pasal
536).
3. OBAT YANG DIJUAL BEBAS
FAKTA MEDIK: obat bila digunakan secara tepat sesuai
dengan petunjuk dokter akan berguna bagi manusia.
Tetapi bila digunakan secara sembarangan akan
membahayakan si pemakai.
Ada beberapa tanda kemasan obat berupa bulatan kecil
berwarna:
 Bulatan hijau: beredar bebas, tanpa resep dokter, tanpa
efek samping.
 Bulatan biru: berarti bebas terbatas, tanpa resep dokter
tapi ada perhatian bagi pemakai dan menimbulkan efek
samping.
 Bulatan merah: untuk obat keras, hanya dapat dibeli di
apotek dengan resep dokter.
 Obat yang dijual bebas dapat mengurangi sel-sel darah
putih sehingga daya tahan tubuh berkurang, dapat pula
merusak ginjal.
FAKTA LEGAL: menurut peraturan Menteri Kesehatan
obat ini hanya dipakai dalam pengobatan. Untuk
memperoleh dan mendistribusikannya perlu ijin khusus.
4. GANJA
FAKTA MEDIK: ciri-ciri orang yang menghisap ganja:
matanya merah, mulut terasa kering, denyut jantung
bertambah cepat, cemas dan ketakutan, kadang-kadang
merasa curiga tanpa alasan. Kebiasaan menggunakan
ganja dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh
terhadap penyakit, mengurangi kesadaran,
memperburuk aliran darah pada otot jantung dan
memperburuk kemampuan berfikir, walau sifatnya tidak
menetap.
FAKTA LEGAL: Penanaman,penyimpanan, pengedaran,
penjualan dan pengunaan ganja dilarang oleh undangundang No. 9 Tahun 1976 dan UU Psikotrofika
Tahun1999
5. OBAT PENENANG(Sedatifa) dan OBAT TIDUR
(Hipnotika)
FAKTA MEDIK:
Obat Penenang(Sedatifa) Dan Obat Tidur (Hipnotika)
merupakan obat karena digunakan dalam pengobatan.
Contoh yang banyak disalahgunakan: Lexo, MG, Rohyp,
pil BK, dan pil koplo.
Kebanyakan dikonsumsi dengan cara ditelan, jarang
melalui suntikan.
Pengaruh Segera Setelah Pemakaian:
 Kemampuan mengemudi terganggu karena koordinasi
otot terganggu, penilaian buruk, dan refleks lambat.
 Pusing, daya ingat terganggu
 Merasa nyaman dan santai
 Dosis tinggi menyebabkan jalan sempoyongan, bicara
cadel, benda terlihat ganda, perasaan tumpul, dan emosi
labil.
Pengaruh Jangka Panjang: Jika sudah ketergantungan dan
berhenti pakai, timbul gejala putus zat, yaitu mual,
muntah, sakit kepala, pikiran keruh, nyeri badan, dan
kekurangan cairan tubuh.
Pengaruh pada Sistem Tubuh Manusia:
 Sistem Syaraf Pusat
·Memperlambat kerja otak sehingga pernapasan dan
denyut jantung lambat. Jika jumlah obat penenang
cukup tinggi dapat menyebabkan kematian.
·Dapat menyebabkan lupa apa yang telah dialami.
 Sistem Pernapasan
Dapat menyebabkan kesulitan bernapas akibat
pengaruhnya terhadap pusat pernapasan di otak.
FAKTA LEGAL: Terletak pada Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 1997.
6. KOPI
FAKTA MEDIK: Secangkir kopi mengandung sekitar 80
miligram kafein, dan satu cangkir teh atau satu soda
mengandung sekitar 50 miligram kafein. Cokelat juga
mengandung kafein dan teobromin, yang berperan
seperti kafein. Semua jenis minuman ini sudah umum
bagi semua lapisan masyarakat.
Namun, demi kesehatan kita yang sangat berharga, kita
semua perlu untuk mengetahui fakta-fakta tentang
kafein, sehingga kita bisa mengambil keputusan yang
bijaksana dalam mengonsumsinya.
8 Dampak negative Kafein dalam Kopi:
 Kafein mendehidrasi tubuh lebih jauh lagi
 Kafein menghambat produksi melatonin di otak.
 Asupan kafein secara teratur pada perempuan hamil
dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat
lahir rendah
 Kafein dapat beracun bagi sel-sel otak.
 Orang yang mengonsumsi lima sampai enam cangkir kopi
sehari memiliki risiko dua kali lebih besar terhadap serangan
jantung.
 Kafein dapat merusak DNA dan menyebabkan DNA menjadi
abnormal dengan menghambat mekanisme perbaikan DNA
 Kafein menghambat enzim-enzim yang digunakan dalam
pembentukan memori, dan pada akhirnya menyebabkan
hilangnya memori
 Kafein menyerang cadangan energi sel-sel otak dan
menurunkan ambang
kendalinya sedemikian rupa, sehingga sel-sel
menghabiskan terlalu banyak cadangan energinya
FAKTA LEGAL: Terletak pada Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 27/M-DAG/PER/7/2008 tentang
Ketentuan Ekspor Kopi.
Fly UP