...

Kenapa ampli 200Wrms bisa menjebol 300Wrms horn 1inch jika

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kenapa ampli 200Wrms bisa menjebol 300Wrms horn 1inch jika
Kenapa ampli 200Wrms bisa menjebol 300Wrms horn 1inch 2008
jika terjadi clipping? – fakta mengenai clipping
Sebelum lebih lanjut membahas apa yang terjadi dengan high frequency (HF) horn tersebut, mari kita lihat beberapa
fakta tentang clipping:
1. Salah satu penyebab jebolnya sebuah driver walaupun rating driver tersebut lebih tinggi daripada amplinya.
2. Sinyal yang clipping dapat menjebol sebuah loudspeaker dan tidak harus dari ampli. Clipping dapat terjadi di
mixer, DSP, dan lain-lain dan tidak selalu terdeteksi oleh sirkuit proteksi loudspeaker.
3. Power Rating sebuah loudspeaker terukur dan sah untuk input yang tidak clipping.
4. Musik yang mengandung ketukan staccato akan terdengar tidak jelas.
5. Seperti halnya memasang limiter dengan threshold yang rendah, clipping akan mengakibatkan hilangnya
dynamic range dari sebuah sinyal.
6. Reparasi terhadap sinyal yang clipping tidak dapat diharapkan banyak dan bahkan mustahil.
7. Memaksa diri sendiri untuk mendengarkan sinyal yang clipping dapat membuat sakit kepala, ear fatigue, dan
lain-lain.
Clipping akan membuat sebuah waveform menjadi seperti square wave. Square wave yang ideal tertera pada gambar
berikut (garis hitam):
Rumus Fourier nya :
Garis merah menunjukkan sine wave yang murni. Dengan menambahkan harmonics (ganjil), perhatikan sinyal yang ber
warna-warni. Idealnya, dengan bandwidth yang tak terbatas, sinyal square wave asli (warna hitam) dapat tercapai.
Dibawah ini adalah referensi lain terjadinya square wave dengan k adalah jumlah harmonics (ganjil) yang terkandung:
Spektrum dari Square wave (kanan)
January 15th 2008 by YP Hadi Sumoro Kristianto
Page 1
Kenapa ampli 200Wrms bisa menjebol 300Wrms horn 1inch 2008
jika terjadi clipping? – fakta mengenai clipping
Untuk menyimpulkan beberapa pembahasan diatas … apakah arti clipping?
Secara singkat, clipping itu berasal dari bagian atas sinyal yang terpotong (clipped-off) menjadi flat ketika level sinyal
melebihi batas dari sebuah alat.
Penjelasan singkat diatas mengenai square wave menunjukkan bahwa gelombang ini mempunyai banyak kandungan
frekuensi tinggi. Karena clipping mempunyai bentuk waveform yang mendekati dengan bentuk square wave, kandungan
frekuensi tinggi meningkat banyak dan jelas ini lebih berbahaya untuk tweeter. Apakah hanya ini alasannya? Tunggu
dulu, ada satu lagi yang harus kita ingat. Efisiensi driver!!
Perhatikan gambar di halaman satu paling atas, dan perhatikan bahwa square wave (garis hitam) mempunyai sebuah
perioda waktu yang mempunyai amplituda sama (flat). Gambar dibawah juga menunjukkan adanya daerah ‘flat’
dipuncak gelombangnya karena clipping:
Mari kita ingat-ingat effisiensi dari HF driver seperti tweeter atau horn dengan 1inch driver dibandingkan dengan sebuah
cone driver. Efisiensi tweeter dapat dibilang mencapai 30%. Dengan kata lain, 70% dari energi yang diambil diubah
menjadi panas. Pada saat clipping (di daerah ‘flat’ tersebut), driver dipaksa untuk bekerja maximum dan mengubah
semua energi menjadi panas! Hal ini menyebabkan sebuah tweeter dapat menghasilkan 30% panas yang berlebih.
Cone driver tidak mempunyai efisiensi yang tinggi. Menganggap sebuah cone yang mempunyai efisiensi 4%, 96% energi
yang di konsumsi terbuang menjadi panas. Pada saat clipping, cone tersebut tidak bergerak (pada posisi maksimum) dan
mengubah semua energi menjadi panas. Namun bandingkan dengan tweeter. Cone hanya memproduksi 4% panas yang
berlebih.
Itulah kenapa tweeter jebol terlebih dahulu walaupun power ratingnya diatas power rating sebuah ampli.
January 15th 2008 by YP Hadi Sumoro Kristianto
Page 2
Fly UP