...

Peluang untuk Mengembangkan Usaha

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

Peluang untuk Mengembangkan Usaha
Peluang untuk Mengembangkan Usaha
Apabila kita berbicara mengenai pengembangan tentu saja berkaitan erat juga dengan apa
yang dinamakan perubahan. Kita semua tahu bahwa pengembangan pastilah akan menghasilkan
suatu perubahan. Goethe, seorang filsuf dari Jerman, mengatakan bahwa kita harus senantiasa
berubah, memperbarui, meremajakan diri sendiri. Kalau tidak kita akan mengeras!
Mungkin yang dimaksud mengeras diatas adalah bahwa kita tidak berkembang lagi. Kita berada
dalam kondisi stagnant, tidak berjalan maju. Dan itupun paling tidak menjadi hal yang lebih baik
daripada kita berjalan mundur, dan mentok ke posisi semula.
Berkaitan dengan hal tersebut, banyak sekali para entrepreneur kita yang telah berhasil
mendirikan dan membangun suatu usaha, terlihat sulit atau bisa dibilang gagal untuk dapat
mengembangkan usahanya lebih lanjut. Bahkan yang lebih buruk lagi, kondisi ini dapat saja
menjadikan usahanya menjadi mundur dan tutup usia. Coba bayangkan, berapa banyak curahan
waktu, pikiran, dan uang yang telah ia perjuangkan pada saat pendirian usaha tersebut yang telah
terbuang begitu saja. Dan yang tersisapun hanya berupa pengalaman ‘trial and error’ usahanya.
Sampai poin ini, Anda jangan buat kesimpulan terlebih dahulu!
Nah, sekarang bayangkan pula apabila kondisi ini terjadi pada diri Anda dan usaha yang
telah Anda lakukan saat ini. Mungkin bagi Anda yang baru akan memulai suatu usaha, sudah
akan merasa ill feel atau mati rasa untuk meneruskan semangat Anda yang tadinya begitu
menggebu-gebu dengan angan-angan keberhasilan. Tapi bagi Anda yang sejauh ini memang
sudah menjalankan usaha, tampaknya memang perlu ‘treatment’ pembelajaran mengenai
bagaimana usaha Anda itu agar dapat berjalan smooth kedepan tanpa dihantui rasa takut yang
tidak beralasan. “Ingat, Entrepreneur nggak ada matinya untuk terus belajar!”
Jangan matikan segala mimpi dan semangat bagi Anda yang akan memulai maupun yang telah
menjalankan usaha. Yang diperlukan oleh Anda adalah begaimana Anda dapat menyadari bahwa
Anda perlu memperhatikan banyak hal untuk mengembangkan usaha Anda.
Coba sekarang kita urut perkembangan Anda sampai saat ini. Visi, misi, tujuan, dan citacita adalah poin pertama yang kudu’ atau wajib dipegang oleh seorang entrepreneur yang ingin
menjalankan suatu usaha secara fokus dan terarah. Selanjutnya, Anda membentuk tim yang
berisikan ‘bibit unggul’ yang dapat bekerja serba sistem dan kompak. Tim Anda tersebut
selanjutnya mengejawantahkan misi, tujuan, dan cita-cita kedalam ‘business plan’ sebagai cara
untuk merealisasikan angan-angan usaha. Kemudian konkritnya, Usaha pun terbentuk dan
menjalani masanya selama beberapa waktu. Tapi, apa yang terjadi? Sekarang misalkan usaha
anda ‘stuck’. Apa ya kira-kira yang salah dari ‘business plan’ Anda?
Pada sesi terdahulu, tentunya Anda pernah mendengar yang namanya peluang atau opportunity
kan? Bahkan sebelum anda memasukkan suatu ‘business plan’ biasanya Anda pun sudah bisa
melihat dan menangkap peluang untuk dijadikan ‘bisnis’. Jadi, Kira-kira apa sih peluang itu
sebenarnya?
Zimmerer dan Scarborough (2005) menjelaskan bahwa peluang itu adalah seperangkat
pilihan-pilihan eksternal yang bersifat positif dimana sebuah usaha atau perusahaan dapat
memanfaatkannya agar dapat mewujudkan misi, tujuan, dan cita-citanya.
Sudah agak jelas? Baik kalau begitu kita akan memahami lebih jauh lagi. Apakah peluang itu ada
pada saat membangun usaha? Atau mungkinkah dapat juga dilakukan setelah usaha berjalan? Isi
kedua pertanyaan tersebut adalah tepat. Peluang berada pada fase awal dan fase berjalan. Namun
hal ini memiliki konteks yang berbeda. Peluang pada fase awal cenderung lebih kepada
bagaimana Anda dapat meraih pelanggan atau pasar yang Anda tuju. Tetapi pada fase berjalan
adalah lebih kepada bagaimana Anda dapat meneruskan atau mempertahankan pelanggan untuk
mengembangkan usaha Anda yang telah dikenal oleh pelanggan.
Seringkali masalah yang timbul dalam usaha membuat Anda tidak dapat berpikir secara
jernih dan Anda pun keluar dari jalur angan-angan Anda yang telah digariskan sebelumnya. Hal
ini makin diperparah ketika Anda tidak mampu melihat dan menangkap peluang yang ada
disekitar Anda. Sehingga Anda pun masuk dalam zona ‘stuck’.
Rambat Lupiyoadi (2004) mengatakan bahwa dunia ini penuh dengan peluang, bukan masalah.
Bahkan Tuhan pun telah mengingatkan bahwa didalam masalah atau problematika yang kita
hadapi, disitu pula sebenarnya ada kemudahan atau peluang. Hanya saja masalahnya apakah kita
memandang suatu situasi sebagai masalah yang harus dihindari atau sebagai bisnis untuk dikejar?
Jadi, Anda dituntut untuk dapat melihat peluang agar dapat mengembangkan usaha Anda.
Peluang tersebut akan membesarkan usaha Anda. Masalah yang timbul mungkin dapat menjadi
persoalan yang penting untuk diatasi. Tapi akan lebih baik apabila masalah tersebut diubah
menjadi peluang untuk berkembang.
Untuk dapat berkembang, anda dituntut untuk dapat bersaing dengan para saingan usaha anda.
Mengenali kondisi tipikal persaingan baru saat ini sangatlah anda perlukan. Anda dapat
mengibaratkannya sebagai seorang teman yang baru saja anda kenal. Apakah anda dapat
beradaptasi dengan teman anda dan memahami teman anda, sedangkan anda sendiri belum
mengetahui secara jelas tipikal teman anda? Nah, berikut ini gambaran umum dari tipikal kondisi
persaingan baru saat ini.
•
•
•
•
Para entrepreneur sulit untuk mengenal siapa, dimana, bilamana, serta bagaimana
kekuatan dan kelemahan pesaingnya
Perubahan yang berjalan dengan cepat
Tingkat kompetisi yang sangat tinggi
Timbulnya berbagai hal diluar perkiraan dan pengalaman Anda sebelumnya
Jadi Apa yang Perlu Ditingkatkan dari Seorang Entrepreneur?
Umumnya, pelanggan itu berada dalam keadaan sadar akan hasratnya untuk memperoleh
dan mengkonsumsi suatu barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan atau keinginannya. Tetapi
banyak pula yang terjadi sebaliknya, dimana pelanggan mulai menyadari bahwa ia membutuhkan
barang atau jasa tersebut setelah melihat sendiri atau mendengar dari orang lain mengenai
keuntungan yang akan ia peroleh, meskipun sebelumnya tidak terpikir olehnya bahwa barang atau
jasa tersebut adalah sesuai dengan keinginannya.
Kebutuhan atau keinginan pelanggan tersebut harus dilihat dan ditangkap secara
gamblang oleh entrepreneur untuk dapat dijadikan suatu peluang. Seringkali peluang sudah
dilihat didepan mata, namun tidak ditangkap oleh Anda. Dan seringkali pula peluang yang sudah
ditangkap digenggaman pun anda biarkan begitu saja, tanpa anda manfaatkan. Sehingga peluang
tersebut pun bisa saja hilang atau dimanfaatkan oleh kompetitor Anda.
Hal ini dapat terjadi secara sadar ataupun tidak sadar pada seseorang yang sedang menjalankan
suatu usaha. Didepannya padahal sudah terpampang peluang yang menganga begitu besar, namun
adanya peluang tersebut tidak disadari olehnya. Peluang tersebut merupakan kesempatan bagi
dirinya untuk dapat mengembangkan usaha. Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus
mengasah kepekaannya (alertness) untuk dapat melihat setiap peluang untuk berkembang.
Kepekaan seorang entrepreneur adalah kemampuan untuk melihat dimana produk atau
jasa yang semula tidak ada, mempunyai nilai tak terduga bagi pelanggan dan metode produksi
baru yang dimiliki menjadi layak, yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain.
Dengan mengasah kepekaan, seorang entrepreneur diharapkan dapat mengidentifikasi
setiap peluang yang menguntungkan dan dapat mengambil keputusan stratejik untuk
pengembangan usahanya.
Monitoring & Evaluation
Dalam menjalankan suatu usaha, Anda harus bisa meyakinkan diri sendiri bahwa Anda
mampu untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih baik dalam segala hal yang Anda lakukan
dibandingkan dengan kompetitor Anda. Hal ini adalah yang menjadi dasar dorongan bagi diri
Anda untuk terus memantau dan memastikan bahwa usaha Anda tetap berada dijalur yang tepat.
Menjalankan usaha tanpa adanya pengawasan dan evaluasi sama halnya dengan bepergian ke
tempat asing tanpa peta atau petunjuk jalan. Anda tidak akan tahu seberapa jauh perkembangan
usaha atau arah tujuan Anda tanpa adanya pemantauan dan evaluasi.
Ada beberapa hal yang Anda perlu lakukan dalam melakukan evaluasi, yaitu:
1. Bagaimana posisi keseluruhan usaha anda?
Anda mengevaluasi seberapa jauh pencapaian hasil dari keseluruhan usaha anda. Dengan begitu
Anda bisa mengetahui berapa jumlah harta (modal/pendapatan usaha) Anda, berapa jumlah
hutang-hutang Anda pada pihak lain, Berapa rata-rata pengeluaran dalam sebulan, dan berapa
pendapatan bersih yang diperoleh setiap bulannya. Apakah ada penyimpangan dalam masalah
keuangan? Jadi, biasakanlah untuk melakukan pengecekan posisi keuangan usaha Anda setiap
saat.
2. Apakah ada kemajuan atau kemunduran usaha?
Setelah mengetahui posisi keuangan Anda, selanjutnya Anda melakukan evaluasi terhadap
kegiatan usaha Anda. Apakah usaha Anda mengalami kemajuan atau kemunduran? Cara
mudahnya adalah dengan membandingkan pada saat awal anda menjalankan usaha dengan
setelahnya (biasanya dengan jangka waktu pembanding yang waktunya dapat anda tentukan
sendiri, misalnya seperti 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali setelah usaha berjalan)
3. Lakukan langkah perbaikan atau pengembangan
Caranya, berikanlah perhatian pada penjualan yang menurun. Dimana kira-kira letak
kesalahannya, sehingga Anda bisa melakukan langkah-langkah efektif untuk mengatasinya, dan
bisa segera melakukan ‘penyehatan’ agar usaha Anda kembali berjalan baik. Tetapi apabila
kondisi keuangan dan penjualan Anda telah sehat dan mengalami peningkatan, usahakan
janglah ‘cepat puas’ dulu. Karena masih banyak sekali yang perlu Anda lakukan untuk
mengembangkan usaha Anda lebih tinggi dari pencapaian hasil yang diperoleh pada periode
kemarin. Setelah menerima laporan keuangan, Anda harus bersikap tenang dan berpikir
melakukan perbaikan (apabila diketahui bahwa usaha mengalami kemunduran) dengan tujuan
agar usaha Anda tidak semakin terpuruk. Sedini mungkin Anda harus mencoba mencari
langkah yang tepat dalam memperbaiki usaha Anda.
4. Pikirkan target usaha Anda selanjutnya
Anda dituntut untuk memikirkan ‘target’ selanjutnya dengan upaya Anda melakukan perbaikan
atau pengembangan usaha. Coba pikirkan secara cermat, apakah dengan kondisi saat ini Anda
ingin mendongkrak penjualan usaha Anda karena angka penjualan mengalami kerugian yang
cukup besar? Coba Anda cari peluang target apa yang kira-kira tepat untuk Anda lakukan.
Misalnya seperti, Apakah ini saatnya Anda melakukan promosi lebih gencar? Apa sudah
waktunya Anda melakukan ekspansi usaha ke tempat lain yang lebih ramai?
Kapan Melakukan Evaluasi?
1. Secara rutin/berkala.
Anda bisa melakukan evaluasi bulanan, triwulan, ataupun tahunan. Biasanya yang paling sering
dilakukan adalah evaluasi triwulan menyangkut evaluasi kegiatan sehari-hari (seperti
pendapatan dan pengeluaran), dan tahunan untuk evaluasi secara lengkap yang mencakup
laporan keuangan, persaingan usaha, SDM, dan lain sebagainya. Evaluasi berkala sangat baik
manfaatnya, karena dengan adanya evaluasi secara rutin maka masalah-masalah yang timbul
bisa lebih cepat diatasi dan peluang untk pengembangan bisa lebih cepat dimanfaatkan.
2. Secara Insidental
Evaluasi secara insidental dilakukan setiap saat apabila (umumnya) terjadi masalah yang
dirasakan cukup signifikan pada usaha Anda. Evaluasi seperti ini biasanya dilakukan apabila
terjadi masalah atau kemunduran pada usaha. Evaluasi ini sebenarnya kurang baik, karena
masalahnya sudah terjadi dan tindakan pencegahan pun sudah tidak bisa dilakukan. Yang
terpenting adalah tindakan koreksi. Dengan adanya evaluasi rutin yang baik, diharapkan
masalah yang mungkin timbul bisa ditekan sehingga evaluasi insidental ini pun bisa dikurangi.
Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Dievaluasi ?
1. Bagaimana kondisi keuangan usaha Anda?
Ini adalah tahap pertama, dimana Anda dapat mengetahui maju mundurnya usaha Anda dan
mengukur kinerja usaha Anda melalui evaluasi keuangan.
2. Bagaimana kondisi pasar bisnis Anda?
Naik turunnya kondisi pasar sangat berpengaruh pada roda usaha Anda. Karena itu Anda tidak
boleh melepaskan pandangan Anda dari kondisi pasar. Suatu saat akan terjadi perubahan yang
menuntut Anda peka dan mengetahui dengan cepat bagaimana permintaan atau perubahan
pasar, untuk segera diantisipasi dan kembali mengikuti selera pasar.
3. Bagaimana dengan pasar usaha sasaran?
Apakah produk Anda sudah sesuai dengan kebutuhan pasar? Indikator kegiatan usaha yang
sehat atau berhasil biasanya ditandai dengan tepatnya pemilihan terhadap kebutuhan atau
selera, biaya, kenyamanan, dan komunikasi dengan konsumen, serta pemilihan SDM yang
tepat.
4. Bagaimana kemajuan usaha Anda?
Coba Anda tinjau kembali secara berkala (paling sedikit 6 bulan)
5. Bagaimana tahapan pertumbuhan dan pengembangan usaha Anda?
Bagaimana hasil dari sasaran jangka pendeknya? Apakah ada pencapaian keuntungan dan
pertumbuhan seperti yang diharapkan? Bagaimana pangsa pasarnya? Apakah memenuhi target?
6. Bagaimana kepemimpinan Anda?
Apakah Anda stress, atau hilang semangat? Apakah Anda kehilangan visi serta energi yang
pernah Anda miliki pada saat pertama kali membuka usaha?
Agar Anda dapat lebih terarah, dibawah ini dipaparkan langkah-langkah untuk mengelola usaha
secara sehat, yaitu:
1. Penetapan strategi dan arah usaha Anda
Kemampuan membuat perkiraan dan perencanaan usaha dengan arah yang benar Kemampuan
menilai situasi dan lingkungan usaha Anda yang sekarang
2. Mencari dan memperkerjakan tim/karyawan Anda dengan perencanaan SDM yang
terencana
Mampu meninjau ulang kembali pendistribusian pembagian kerja dan arus kerja yang benar
3. Mendelegasikan tugas dan kewajiban mengelola usaha
Mampu mendidik dan melatih tim/karyawan Anda
Memberi motivasi dan arah sasaran yang sama
Kemampuan memperbaiki kinerja yang buruk
Memelihara semangat yang tinggi pada tim/karyawan dalam situasi apapun juga
Langkah-langkah diatas berguna bagi Anda untuk menetapkan sasaran, mengukur kinerja
tim/karyawan, mengkaji kinerja, serta mengambil tindakan perbaikan.
Strategi Benchmarking
Metode untuk meningkatkan kualitas secara berkesinambungan dalam upaya mencari
peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya, dan mengoptimalkan potensi diri secara penuh
guna meningkatkan kinerja bisnis disebut dengan Benchmarking. Strategi ini bertujuan untuk
mengukur dan memperbaiki kualitas di tempat usaha Anda. Manfaat benchmarking adalah untuk
meningkatkan kualitas secara berkesinambungan, terutama dalam hal pengurangan biaya dan
peningkatan kecepatan proses produksi dan pelayanan kepada pelanggan Anda.
Dalam prakteknya, pengukuran benchmarking bermanfaat untuk pengukuran dan
pemahaman terhadap kinerja diri Anda dan kinerja orang lain (karyawan). Sedangkan,
pelaksanaan benchmarking bermanfaat untuk membuat usaha yang Anda jalankan menjadi lebih
baik di masa mendatang (berdampak perubahan, membuka peluang bagi peningkatan kualitas
yang diharapkan, dan memberi nilai tambah pada setiap kegiatan usaha Anda). Di lain sisi,
Andapun dirasakan perlu ‘introspeksi’ untuk meningkatkan kualitas pribadi Anda, yaitu melalui
self learning tanpa bantuan orang lain, serta pengamatan dan mendengarkan hal-hal yang positif
dari cara kerja orang lain.
Sebelum melakukan benchmarking, terlebih dahulu evaluasi usaha Anda apakah sudah
memiliki:
• SDM yang bekerja secara Teamwork?
• Strong SDM?
• SDM dan fasilitas yang dibutuhkan?
• SDM yang tepat?
• Ketrampilan bagi peningkatan kinerja tim/karyawan?
• Pemimpin yang berkemampuan meningkatkan kualitas dengan biaya minim?
• Pemimpin yang berpengaruh terhadap tim/karyawan?
• Manajemen yang berkemampuan melakukan perubahan?
• Business plan yang bertujuan short and long term?
Setelah melakukan benchmarking, mata Anda setidaknya kini menjadi lebih terbuka untuk
melihat gambaran usaha Anda. Kemudian, penting untuk Anda menindaklanjutinya dengan
melakukan peningkatan kualitas dan kinerja dalam mengembangkan usaha. Pelaksanaan hal ini
perlu dilakukan secara teratur melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Perencanaan (Plan)
Langkah awal pemecahan masalah Anda berdasarkan data yang ditemukan di lapangan
2. Pelaksanaan (Do)
Melakukan sesuatu berdasarkan hasil analisis data yang berasal dari implementasi terhadap usul
rencana perubahan usaha Anda secara keseluruhan.
3. Mengecek (Check)
Mengkaji dan melakukan percobaan yang hasilnya disampaikan kepada tim/karyawan Anda
sebagai umpan balik untuk meningkatkan kualitas.
4. Mengambil tindakan (Action/control).
Dilakukan untuk menyesuaikan proses berdasarkan percobaan
Langkah-langkah yang dijelaskan diatas sangatlah membantu Anda untuk menjalankan
setiap Usaha secara terprogram dan teratur. Anda dapat mengetahui apakah perencanaan anda
dapat berjalan dengan sukses dengan melihat hasil pada tahapan action/control. Atau apabila
Anda tidak menjumpai kesuksesan, Anda dapat melakukan evaluasi menyangkut kemungkinan
kesalahan yang terjadi dalam tahap proses, yaitu pada tahapan dua dan tiga. Tahap Action/control
merupakan cerminan keberhasilan perencanaan dan proses yang dijalankan.
Apabila Usaha Anda mengalami tingkat keborosan dana yang tidak dapat dihindari, maka untuk
menguranginya adalah dengan cara bersabar, teguhkan persepsi untuk mengatasi masalah ini
dengan mencari jalan keluar yang terbaik, menyamakan persepsi, visi dan misi, dan membuat
perencanaan selanjutnya yang lebih baik.
Untuk melakukan pengembangan usaha dalam lingkungan kompetisi yang baru, ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam berwirausaha, yaitu
Strategic flexibility
Usaha Anda harus proaktif atau memiliki respon yang cepat dalam menghadapi
persaingan Usaha yang tajam dan berubah-ubah sehingga mampu menjawab
tantangan yang kompetitif. fleksibilitas yang strategis dari usaha Anda menjadi hal
yang wajib untuk menjawab hadirnya ketidakpastian dan dinamika yang tinggi.
Strategic leadership
Tindakan ini memberikan tujuan, arti, dan arahan usaha Anda. Poin ini berpengaruh
sangat besar kepada strategic flexibility.
The Entrepreneurial Competitive Advantages
Usaha Anda dapat membangun competitive advantage dengan menciptakan
kompetensi dasar yang tidak dapat ditiru, jarang ada, dan tidak ada substitusinya. Hal
ini haruslah berjalan secara dinamis dengan memperhatikan beberapa peluang baru,
produk baru, dan pelayanan yang membuat usaha Anda dapat berkompetisi secara
efektif (tidak statis)
Human Capital
Salah satu unsur penting kompetensi dasar dapat difokuskan kepada human capital.
Pengetahuan yang diperoleh oleh tim/karyawan Anda merupakan investasi penting
untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Entrepreneurial Cooperation and Globalization
Bermain dalam pasar global dan menggunakan strategi bersaing adalah dua kegiatan
yang berpengaruh kepada fleksibilitas stratejik melalui penciptaan dan implementasi
strategi yangberwawasan entrepreneurship. Salah satu strategi untuk memasuki pasar
global adalah mengadakan strategic alliance (kerjasama yang stratejik). Masingmasing partner bekerjasama mengalokasikan modalnya dan bekerjasama saling
membutuhkan agar dapat bersaing di pasar global.
Entrepreneurial Culture
Anda perlu menciptakan budaya pembelajaran agar dapat mempertahankan
kemampuan bersaing dalam lingkungan kompetisi yang baru. Kebutuhan untuk
berinovasi secara terus menerus, penyebaran teknologi yang pesat, dan desakan agar
merespon dengan cepat lingkungan yang berubah menjadikan pembalajaran hal yang
penting untuk dilakukan.
Kiat untuk Tetap Sukses dalam bisnis
Kiat mencapai sukses adalah dengan cara:
• Layani pelanggan Anda dengan sebaik-baiknya
• Lakukan riset mendalam mengenai daerah sasaran yang memberi pengaruh bagi kemajuan
bisnis Anda sebelum atau sesudah Anda membuka usaha ini
• Jaga jangan sampai Anda kehilangankontak hubungan dengan pelanggan dan mitra kerja
Anda
• Tinjau kembali kemajuan ataupun kemunduran dari bisnis Anda secara berkala
• Perluas data pelanggan Anda, harus selalu mencari prospek pelanggan baru dan memelihara
pelanggan lama
• Anda harus bisa menjual produk Anda dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, jangan
melakukan tindakan kompromi yang hanya akan membuat usaha Anda impas atau mengalami
kerugian
• Pacu usaha Anda sekuat tenaga dengan dukungan tim kerja yan solid
• Renungkan dan bayangkan kejadian apa yang bakal menimpa usaha Anda di masa mendatang
8. Buat rencana kegiatan dalam mengelola bisnis Anda secara rinci
• Biasakan Anda mengevaluasi berapa kuentungan usaha Anda kembali, sehingga usaha Anda
dapt tumbuh dan berkembang dengan cepat
• Jaga dan tingkatkan selalu keterampilan dan kemampuan usaha Anda
• Pastikan ‘deposito’ kas Anda selalu konsisten
• Beri Alternatif kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran melalui
berbagai cara (lewat telepon atau debit ATM)
Bacaan Lebih Lanjut
• Pietra Sarosa. Seri Kiat Praktis Membuka Usaha : Langkah Awal menjadi
Entrepreneur Sukses. PT. Elex Media Komputindo. 2003
• Jackie Ambadar, Miranty Abidin,& Yanty Isa, Mulai Usaha dari Nol. Yayasan Bina
Karsa Mandiri. 2005
Fly UP