...

APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN
Materi 3
APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN
Siklus pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemprosesan data
yang terkait yang berhubungan dengan pembeliaan serta pembayaran barang dan jasa. Hal
ini berfokus pada perolehan bahan baku mentah, barang jadi, pasokan dan jasa. Dalam
siklus pengeluaran, pertukaran informasi utama adalah dengan pemasok barang (vendor).
Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total
memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan dan berbagai layanan yang
dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.
Menurut Mulyadi (2002) Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pemerolehan barang
atau jasa. Barang yang diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat berharga
yang akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu lebih dari satu
tahun atau sediaan dalam surat berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk
menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu 1 tahun atau kurang. Jasa yang diperoleh
perusahaan dapat dibagi menjadi 2: yang menghasilkan manfaat 1 tahun atau kurang (jasa
personel, bunga, asuransi, iklan) dan jasa yang menghasilkan manfaat lebih dari 1 tahun
(aktiva tidak berwujud).
Siklus pengeluaran melibatkan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan pembelian
bahan
mentah,
persediaan
barang,
peralatan
dan
jasa.
Kegiatan
ini
termasuk
mengidentifikasikan dan mendokumentasikan semua pengeluaran uang, menyiapkan order
pembelian, menerima kiriman barang dan persediaan.
 Tujuan Siklus pengeluaran adalah memudahkan pertukaran kas dengan pemasok
barang atau jasa perusahaan.secara lebih luas,tujuannya adalah :
1.
Menjamin bahwa semua barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan aturan yang
dibutuhkan.
2.
Menerima semua barang yang dipesan dan memastikan bahwa barang yang
diterima dalam kondisi baik.
3.
Mengamankan barang hingga dibutuhkan
4.
Menentukan faktur yang berkaitan dengan barang dan jasa yang benar
5.
Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran dengan tepat
6.
Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat
7.
Menjamin bahwa semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah
diizinkan.
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
1
8.
Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.
 Dokumen dan laporan
Dokumen yang digunakan dalam siklus ini adalah:
Jenis Transaksi
Dokumen yang Digunakan
Permintaan Pembelian
Pesanan Pembelian
Laporan Penerimaan Barang
Voucher
Check
Memo Debit
Pembelian Kredit
Pengeluaran Kas
Retur Pembelian
 Laporan Yang Dihasilkan
Seperti halnya aplikasi yang lain,dalam aplikasi pengeluaran ini juga dihasilkan tiga
macam
laporan,yaitu
laporan
pengawasan(control
report),register,dan
laporan
khusus(special report). Meskipun demikian,informasi yang disajikan dalam laporanlaporan tersebut berbeda-beda antara satu aplikasi dengan aplikasi yang lain.
a) Laporan Kontrol, Laporan ini meringkas perubahan yang dilakukan terhadap
sebuah file.Akuntan menggunakan laporan ini untuk menentukan ada tidaknya
perubahan file yang tidak semestinya atau untuk menjamin bahwa tidak ada
transaksi yang hilang selama proses pengolahan data berlangsung.Laporan ini berisi
informasi tentang (1)transaksi yang telah diposting,atau (2)jumlah angka atau
nomor transaksi,atau (3)daftar perubahan yang dibuat selama pemeliharaan
file,Dalam sistem berbasis komputer,laporan ini menyajikan record count,control
total,dan
hash
total.Petugas
pengawas
data
mengkaji
laporan
ini
dan
membandingkan total tersebut untuk menguji bahwa semua perubahan (terhadap
file) telah dilakukan secara tepat.
b) Register, Laporan ini berisi daftar transaksi yang dicatat dalam periode waktu
tertentu,misalnya satu hari,satu minggu,atau satu bulan.Laporan ini berisi ringkasan
data yang telah di posting ke rekening buku besar,sehingga dapat digunakan untuk
melakukan telusuran audit(audit trail) terhadap saldo-saldo rekening.Register ini
dalam sistem manual disebut dengan jurnal khusus,oleh karenanya register dalam
sistem yang berbasis komputer sering pula disebut dengan jurnal.
c) Laporan Khusus, Laporan khusus dalam siklus pengeluaran ini membantu manajer
dalam membuat jadwal pembayaran utang kepada pemasok.Laporan khusus yang
dihasilkan dalam siklus ini mencakup:
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
2
1.
Laporan Faktur Terbuka (Open Invoices Report)
Laporan ini berisi daftar faktur pembelian yang belum di bayar pada tanggal
laporan.Data yang dilaporkan adalah data pemasok dan jumlah utang kepada
setiap pemasok.
2.
Laporan Umum Voucher
Laporan ini meringkas voucher menurut umumnya.Laporan ini sangat
bermanfaat,karena jika perusahaan sampai memiliki utang yang tidak dibayar
sampai jangka waktu tertentu,akan berakibat negative bagi perusahaan,yaitu:
a. Merusak hubungan baik dengan pemasok,
b. Merusak citra kredit,yang pada gilirannya perusahaan akan sulit untuk
dapat membeli barang dari pemasok secara kredit.
3.
Laporan Kebutuhan Kas
Laporan ini meringkas faktur pembelian urut jatuh tempo. Laporan ini
membantu departemen utang dalam merencanakan pembayaran kas dan
dalam mengidentifikasi faktur mana yang harus dibayar segera,agar dapat
diperoleh potongan dan juga agar hubungan baik dengan pemasok dapat
dipelihara.
4.
Layanan Status Utang
Laporan ini dihasilkan kalau perusahaan menggunakan sistem on-line realtime,karena sistem ini memungkinkan pemakai untuk meminta database
menyajikan informasi terbaru.Dalam siklus ini,karyawan bagian utang juga
memerlukan informasi mengenai utang kepada setiap pemasok.kebutuhan ini
dipenuhi dengan menyajikan informasi terbaru tentang utang kepada setiap
pemasok.
 Pengolahan Transaksi
Pengolahan
transaksi
akan
diuraikan
dalam
2
versi,yaitu
untuk
sistem
yang
diselenggarakan secara manual,dan untuk sistem yang diselenggarakan dengan
menggunakan alat bantu komputer.
Sistem manual, Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang diselenggarakan
secara manual,mencakup prosedur-prosedur sebagai berikut:
a.
Prosedur Pembelian Kredit
b.
Prosedur Pengeluaran Kas
Sistem berbasis komputer, Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang
berbasis komputer,mencakup prosedur-prosedur sebagai berikut :
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
3
a. Prosedur Permintaan Pembelian
b. Prosedur Pemesana Barang
c. Prosedur Penerimaan Barang
d. Prosedur Pencatatan utang
e. Prosedur Pengeluaran Kas
 Catatan akuntansi yang digunakan dalam siklus pengeluaran
Catatan akuntansi yang diselenggarakan oleh perusahaan untuk melaksanakan siklus
pengeluaran ini tergantung pada metode yang digunakan untuk mengolah data transaksi.
Jika pengolahan data transaksi dilakukan secara manual (tidak menggunakan alat bantu
komputer) maka catatan yang diselenggarakan adalah sebagai berikut :
1. Buku jurnal, yang mencakup :
a. Register voucher, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat transaksi
pembelian secara kredit.
b. Jurnal memorial, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat transaksi
pengembalian barang yang dibeli atau perolehan potongan pembelian.
c. Register kas, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat transaksi
pengeluaran kas, baik untuk pembelian tunai maupun pelunasan utang.
2. Rekening pembantu piutang dagang, yaitu rekening yang digunakan untuk
mencatat piutang kepada setiap pelanggan.
3. Rekening buku besar, yang mencakup :
a. Utang dagang, yaitu rekening yang digunakan untuk mencatat bertambahnya
utang karena pembelian kredit, dan berkurangnya utang dagang karena
pelunasan atau adanya retur dan potongan pembelian.
b. Kas, yaitu rekening yang digunakan untuk mencatat berkurangnya kas karena
adanya pembelian tunai atau pelunasan utang dagang.(Krismiaji, 2010)
 Sistem akuntansi Pengeluaran
Pada PT Multi Aksara Sejati terdapat empat bagian yang terlibat dalam sistem pembelian
kredit, yaitu Bagian Gudang, Bagian Pemasaran, Bagian Penerimaan Barang dan Bagian
Akuntansi. Adapun tugas-tugasnya adalah sebagai berikut:
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
4
Tabel
Bagian dan Pekerjaan Sistem Pembelian Kredit yang sedang berjalan
1.
Bagian
Pekerjaan Bagian
Bagian Gudang
- Kepala gudang memeriksa stok barang pada kartu gudang.
- Mencatat barang yang habis.
- Membuat Surat Permintaan Pembelian 2 lembar.
- Menyerahkan SPP 1 ke bagian pemasaran.
- Sedangkan SPP 2 diarsip tetap.
- Menerima LPB 2 bersama barang dari bagian penerimaan
barang.
- Mencocokkan LPB 2 dengan barang.
- Memasukkan barang ke dalam gudang.
- Mencatat LPB 2 ke dalam kartu gudang.
- Mengarsip tetap LPB 2.
2. Bagian
Pemasaran
- Menerima SPP lembar 1 dari bagian gudang.
- Menghubungi pemasok untuk melakukan pembelian.
- Meminta daftar harga barang (DHB) yang ingin dibeli
melalui fax.
- Menerima daftar harga barang dan melakukan negosiasi
harga apabila harga barang sudah sesuai akan dibuat
purchase order yang diteruskan ke kegiatan selanjutnya
tapi jika harga tidak sesuai maka perusahaan membatalkan
pembelian.
- Membuat purchase order (PO) sebanyak tiga lembar.
- Menyerahkan PO 1 kepada pemasok melalui fax.
- Mengarsip tetap PO 2, SPP 1 dan DHB.
- Menyerahkan PO 3 ke bagian penerimaan barang.
- Menerima LPB 1 dan FB dari bagian penerimaan barang.
- Memeriksa LPB 1 dan FB.
- Mengarsip tetap LPB 1.
- Menyerahkan FB ke bagian keuangan.
3. Bagian
Penerimaan
Barang
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
- Menerima PO lembar 3 dari bagian pemasaran.
- Menerima faktur barang (FB) dan surat pengantar (SP)
bersama barang dari pemasok.
5
- Mencocokkan FB, PO 3, SP dan barang.
- Membuat Laporan Penerimaan Barang (LPB) 3 lembar.
- Menyerahkan LPB 2 bersama barang ke bagian Gudang.
- Menyerahkan LPB 1 dan FB ke bagian pemasaran.
- Menyerahkan LPB 3 ke bagian keuangan.
- Mengarsip tetap PO 3 dan SP.
4.
Bagian Keuangan
- Menerima FB dari bagian pemasaran.
- Menerima LPB 3 dari bagian penerimaan barang.
- Mencocokkan FB dan LPB 3.
- Membuat Bukti Kas Keluar (BKK) 2 lembar.
- Menandatangani BKK 1 dan 2.
- Mencatat BKK kedalam kartu utang.
- Mengarsip tetap BKK 1, FB dan LPB 3.
- Menyerahkan BKK 2 ke bagian akuntansi
5.
Bagian Akuntansi
- Menerima BKK 2 dari bagian keuangan.
- Melakukan
pembukuan
atas
barang
yang
dibeli
berdasarkan BKK 2.
- Membuat Laporan Pembelian Kredit.
- Mengarsip tetap BKK 2.
- Menyerahkan LPK ke pimpinan.
Dokumen dan Catatan Terkait
Dokumen dan catatan yang terkait dengan sistem informasi akuntansi pembelian kredit
pada PT Multi Aksara Sejati sebagai berikut :
a) Surat Permintaan Pembelian ( SPP )
Surat Permintaan Pembelian dibuat oleh bagian gudang untuk bagian pemasaran
melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang tersebut
dalam surat.
b) Daftar Harga Barang ( DHB )
Daftar Harga Barang diterima dari pemasok yang berguna untuk mengetahui hargaharga mengenai barang yang dipesan.
c) Purchase Order ( PO )
Purchase Order dibuat oleh bagian pemasaran yang berisi jumlah barang yang akan
dibeli.
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
6
d) Bukti Kas Keluar ( BKK )
Bukti Kas Keluar dibuat oleh bagian pemasaran. Dokumen ini digunakan untuk
mencatat pengeluaran kas.
e) Laporan Penerimaan Barang ( LPB )
Dokumen ini dibuat oleh bagian penerimaan barang untuk menunjukkan bahwa
barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, jumlah, mutu, dan
kuantitas seperti yang tercantum dalam purchase order.
f) Faktur Barang ( FB )
Dokumen ini diterima dari pemasok mengenai harga barang yang dibeli dan
pembayaran.
g) Surat Pengantar ( SP )
Dokumen ini diterima dari pemasok sebagai surat pengantar barang-barang yang
dikirim ke perusahaan.
h) Laporan Pembelian Kredit ( LPK )
Dokumen ini dibuat oleh bagian akuntansi yang diberikan kepada pimpinan atas
pembelian yang sudah dilakukan perusahaan.
Bagian – bagian yang terkait
 BAGIAN GUDANG
Sistem Pembelian Kredit pada PT. Multi Aksara Sejati dimulai dari bagian
gudang memeriksa stok barang pada kartu gudang. Kemudian mencatat barang
yang habis lalu membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP) 2 lembar.
Selanjutnya menyerahkan SPP 1 ke bagian pemasaran sedangkan SPP 2 diarsip
tetap.
Bagian gudang menerima LPB 2 bersama barang dari bagian penerimaan
barang, kemudian mencocokkan LPB 2 dengan barang. Lalu memasukkan barang
ke dalam gudang, setelah itu mencatat LPB 2 ke dalam kartu gudang, selanjutnya
mengarsip tetap LPB 2.
 BAGIAN PEMASARAN
Bagian pemasaran menerima SPP 1 dari bagian gudang kemudian
menghubungi pemasok untuk melakukan pembelian. lalu meminta Daftar Harga
Barang (DHB) yang ingin dibeli melalui fax. Setelah itu menerima daftar harga
barang dan melakukan negosiasi harga, apabila harga tidak sesuai maka
pembelian akan dibatalkan, apabila harga sesuai maka lanjut ke kegiatan
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
7
membuat purchase order sebanyak 3 lembar. selanjutnya menyerahkan PO 1
kepada pemasok melalui fax dan menyerahkan PO 3 ke bagian penerimaan
barang. Sedangkan PO 2, SPP 1 dan DHB diarsip tetap.
Bagian pemasaran menerima LPB 1 dan FB dari bagian penerimaan barang,
kemudian memeriksa LPB 1 dan FB. Lalu menyerahkan FB ke bagian keuangan
dan mengarsip tetap LPB 1.
 BAGIAN PENERIMAAN BARANG
Bagian penerimaan barang menerima PO 3 dari bagian pemasaran dan
menerima Faktur barang (FB) dan Surat pengantar (SP) bersama barang dari
pemasok. Kemudian mencocokkan FB, SP, PO 3 dan barang. Lalu membuat
laporan penerimaan barang sebanyak 3 lembar. Selanjutnya bagian penerimaan
barang menyerahkan LPB 2 bersama barang ke bagian gudang. Kemudian
menyerahkan LPB 1 dan FB ke bagian pemasaran, lalu menyerahkan LPB 3 ke
bagian keuangan. Sedangkan PO 3 dan SP diarsip tetap.
 BAGIAN KEUANGAN
Bagian keuangan menerima FB dari bagian pemasaran dan LPB 3 dari bagian
penerimaan barang. Kemudian mencocokkan FB dan LPB 3. Lalu membuat Bukti
Kas Keluar (BKK) 2 lembar, kemudian menandatangani BKK 1&2. Setelah itu
mencatat BKK kedalam kartu utang. Selanjutnya bagian keuangan menyerahkan
BKK 2 ke bagian akuntansi dan mengarsip tetap BKK 1, FB dan LPB 3.
 BAGIAN AKUNTANSI
Bagian akuntansi menerima BKK 2 dari bagian keuangan, lalu melakukan
pembukuan atas barang yang dibeli berdasarkan BKK 2. Kemudian membuat
laporan pembelian kredit. Selanjutnya mengarsip tetap BKK 2 dan menyerahkan
LPK ke pimpinan.
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
8
BAGIAN GUDANG
START
3
Barang
Memeriksa stok
barang pada kartu
gudang
LPB
2
Mencocokkan
LPB 2 dan barang
Kartu
Gudang
Memasukkan
barang ke dalam
gudang
Mencatat
barang yang
habis
LPB
Membuat
(SPP) sebanyak
dua lembar
2
Kartu
Gudang
N
2
SPP
1
1
N
Gambar 1
Flowchart Sistem Pembelian Kredit Bagian Gudang
Keterangan :
1.
Surat Permintaan Pembelian ( SPP )
2.
Laporan Penerimaan Barang ( LPB )
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
9
BAGIAN PEMASARAN
1
4
SPP
1
LPB
Menghubungi
pemasok untuk
melakukan pembelian
1
FB
Memeriksa
LPB 1 dan FB
Meminta daftar harga
barang yang ingin
dibeli melalui fax
LPB
Harga
tidak sesuai Pembelian
dibatalkan
Menerima daftar
harga barang dan melakukan
negosiasi harga
N
1
FB
6
Harga sesuai
Membuat purchase
order 3 lenbar
3
2
PO
SPP
1
DHB
1
2
Fax
Pemasok
N
Gambar 2
Flowchart Sistem Pembelian Kredit Bagian Pemasaran
Keterangan :
1.
Purchase Order ( PO )
2.
Daftar Harga Barang ( DHB )
3.
Surat Permintaan Pembelian ( SPP )
4.
Laporan Penerimaan Barang ( LPB )
5.
Faktur Barang ( FB )
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
10
BAGIAN PENERIMAAN BARANG
PEMASOK
2
Barang
PO
3
FB
SP
Mencocokkan FB,
PO 3 dan SP
dengan barang
Membuat Laporan
Penerimaan Barang
3 lembar
3
2
LPB
FB
1
5
SP
PO
3
Barang
4
3
N
Gambar 3
Flowchart Sistem Pembelian Kredit Bagian Penerimaan Barang
Keterangan :
1. Laporan Penerimaan Barang ( LPB )
2. Purchase Order ( PO )
3. Faktur Barang ( FB )
4. Surat Pengantar ( SP )
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
11
BAGIAN KEUANGAN
6
5
FB
LPB
3
Mencocokkan LPB 3
dan FB
Membuat BKK 2
lembar
Menandatangani
BKK 1 dan 2
2
BKK
LPB
1
3
FB
7
Kartu
Utang
N
Gambar 4
Flowchart Sistem Pembelian Kredit Bagian Keuangan
Keterangan :
1. Bukti Kas Keluar ( BKK )
2. Faktur Barang ( FB )
3. Laporan Penerimaan Barang ( LPB )
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
12
BAGIAN AKUNTANSI
7
BKK
2
Melakukan
pembukuan atas
barang yang dibeli
Membuat laporan
pembelian kredit
BKK
2
LPK
N
Pimpinan
END
Gambar 5
Flowchart Sistem Pembelian Kredit Bagian Akuntansi
Keterangan :
1. Bukti Kas Keluar ( BKK )
2. Laporan Penerimaan Barang ( LPB )
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
13
 Penilaian Sistem Pengendalian Internal
Pengendalian internal sangat dibutuhkan dalam segala unit organisasi, karena
pengendalian internal berfungsi sebagai acuan dalam operasional perusahaan. Sama halnya
pengendalian internal yang ada pada PT Multi Aksara Sejati. Pengendalian internal meliputi
empat kategori pengendalian yang dirancang dan diimplementasikan oleh manajemen untuk
memberikan jaminan bahwa sasaran hasil pengendalian manajemen akan terpenuhi.
Komponen pengendalian meliputi: (1) struktur organisasi, (2) Sistem otorisasi dan prosedur
pencatatan, (3) Praktik yang sehat dan (4) Mutu Karyawan yang sesuai dengan
tanggungjawab.
Setelah melakukan penelitian dan wawancara kepada pemilik dan bagian yang terkait
maka dalam penelitian ini mencoba untuk menganalisis sistem pengendalian internal sesuai
dengan komponen pengendalian menurut Mulyadi yang diantaranya yaitu:
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan kerangka pembagian tanggung jawab
fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Pada umumnya sebuah organisasi
ataupun perusahaan memiliki pimpinan sebagai otoritas tertinggi. Sedangkan
dibawah pimpinan terdapat bagian-bagian yang membantu tugas pimpinan
untuk melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis.
Pada PT Multi Aksara Sejati hal tersebut sudah dilaksanakan walaupun belum
sepenuhnya berjalan dengan baik. Perusahaan dipimpin oleh seorang direktur
yang membawahi beberapa departemen. Setiap departemen mempunyai tugas
masing-masing, sehingga terdapat pembagian yang jelas dan tidak terjadi
adanya overlap tugas antar bagian.
Setelah melakukan penelitian struktur organisasi PT Multi Aksara Sejati,
peneliti menemukan kelemahan pada bagian pemasaran. Bagian ini melakukan
kegiatan pembelian dan penjualan. Seharusnya bagian pembelian dan penjualan
berdiri sendiri karena melakukan dua kegiatan yang berbeda. Suatu fungsi tidak
boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua transaksi.
2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari
pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi
tersebut. Pada PT Multi Aksara Sejati terjadi beberapa kesalahan seperti:
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
14
1)
Dokumen bukti kas keluar ditandatangani oleh bagian keuangan.
Seharusnya yang bertanggung jawab untuk menandatangani bukti kas
keluar adalah seorang pimpinan yang memiliki wewenang untuk
menyetujui terjadinya transaksi atau dilakukan oleh bagian akuntansi.
2)
Tidak
adanya kartu
catatan
persediaan
pada
bagian
akuntansi.
Seharusnya pada bagian akuntansi memiliki kartu catatan persediaan
guna mencocokkan dengan kartu gudang, sehingga tidak terdapat selisih
persediaan pada bagian akuntansi dan bagian gudang.
3. Praktik yang sehat
Pembagian tanggung jawab fungsional dan sistem wewenang dan prosedur
pencatatan yang telah ditetapkan tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak
diciptakan cara-cara untuk menjamin praktik yang sehat dalam pelaksanaannya.
Adapun cara-cara yang dilakukan perusahaan dalam menciptakan praktik yang
sehat adalah:
1) Penggunaan surat permintaan pembelian benomor urut tercetak yang
pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
2) Penggunaan purchase order benomor urut tercetak yang pemakaiannya
harus dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
3) Penggunaan laporan penerimaan barang benomor urut tercetak yang
pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan
barang.
4) Pemasok dipilih setelah melakukan penawaran harga.
5) Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan barang.
4. Mutu Karyawan yang sesuai dengan tanggung jawab
Dari ke-empat unsur pengendalian intern, mutu karyawan merupakan unsur
yang paling penting. Jika perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan
jujur, perusahaan mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang
dapat diandalkan.
Marshall B. Romney,buku 9, 2005
15
Fly UP