...

Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
Vol. 63, No. 3, September-Desember 2014 | Hal. 71-77 | ISSN 0024-9548
Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
(Relationship between pregnancy and periodontal disease)
Abdul Gani Soulissa
Department of Periodon cs
Faculty of Den stry Universitas Trisak
Jakarta - Indonesia
Correspondence: Abdul Gani Soulissa, c/o: Departemen Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisak . Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol,
Jakarta Barat, Indonesia.
ABSTRACT
Background: During pregnancy there are number of changes, both physical and physiological systems which might affect body
system as well as physiology of the body parts including oral cavity. Pregnancy can significantly affect the destruction of periodontal
tissue due to hormonal imbalance. On the other hand, the health of the periodontal tissue is also said to affect the condition of
pregnancy. Purpose: This review was aimed to study the relationship between pregnancy and periodontal diseases. Literature
review: During pregnancy, increased levels of estrogen and progesterone might cause changes in the oral cavity, especially the
gingiva. The effects of hormonal changes may increase vasodilatation of blood vessels resulting in increased capillary permeability
causing gingival enlargement. Hormonal imbalance may also increase the P.intermedia population and suppress the T lymphocytes
function which consequently may cause periodontal tissues to be susceptible towards inflammation. On the other hand, periodontal
diseases can lead to premature birth due to infection which is indirectly mediated mainly by the transfer of bacterial products such
as endotoxin and activation of inflammatory mediators. Bacterial products produced by Gram-negative bacteria might stimulate
the production of cytokines and prostaglandins. Produced cytokines may reach the bloodstream and pass through the placental
membrane, causing uterine contractions and premature rupture of the membrane which triggers the occurrence of premature
birth. Conclusion: There is a two way direct relationship between pregnancy and periodontal disease.
Key words: Pregnancy, periodontal disease, hormone
PENDAHULUAN
K e h a m i l a n m e r u p a k a n p e r i s t i wa ya n g
membahagiakan bagi seorang wanita di dalam
pernikahan. Pada masa kehamilan terjadi
beberapa perubahan baik secara fisik maupun
fisiologis. Perubahan ini terjadi karena tubuh
mempersiapkan diri untuk proses melahirkan
serta untuk perkembangan janin. Perubahan yang
terjadi dapat mempengaruhi sistem dalam tubuh
yang berdampak terhadap fisiologis bagian-bagian
tubuh termasuk rongga mulut. Kesehatan rongga
mulut dapat menggambarkan kesehatan dan
kualitas hidup seseorang.1 Pada masa kehamilan
terjadi peningkatan kadar asam di dalam rongga
mulut, dan jika wanita hamil mengalami mual
dan muntah maka dapat mengakibatkan paparan
asam lambung pada gigi dan gingiva. Hal ini dapat
mengakibatkan peradangan pada gingiva, yang
pada akhirnya dapat mempengaruhi kehamilan dan
perkembangan janin. Kehamilan secara signifikan
mempengaruhi terjadinya kerusakan pada jaringan
periodontal. Adanya perubahan hormon selama
kehamilan dapat mempengaruhi respon gingiva yang
berlebihan terhadap plak sehingga meningkatkan
risiko terjadinya penyakit periodontal. Perubahan
hormon pada ibu hamil yang disertai dengan
perubahan vaskuler juga menyebabkan gingiva
menjadi lebih sensitif terhadap bakteri dan produkproduknya.1 Selain itu, adanya perubahan pola
makan dan kebiasaan tidak menjaga kebersihan
gigi dan mulut pada sebagian ibu hamil dapat
meningkatkan risiko penyakit periodontal yang
72
pada perkembangannya akan mempengaruhi lagi
kondisi kehamilannya. Risiko penyakit periodontal
akan semakin besar dan parah apabila kondisi
periodontal sebelum hamil memang sudah buruk.
Prevalensi penyakit periodontal meningkat seiring
dengan meningkatnya usia kehamilan. Hal ini
disebabkan oleh karena kurangnya pemeliharaan
kebersihan mulut.2,3 Penelitian yang dilakukan Jiang
dkk.4 membuktikan bahwa perubahan hormon pada
ibu hamil dapat memicu gingivitis. Beberapa studi
menyatakan bahwa efek perubahan hormon akan
mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut pada
ibu hamil sebesar 60%, dimana 10-27% mengalami
pembesaran gingiva. Di Indonesia, gingivitis
merupakan masalah mulut dan gigi yang sering
dialami ibu hamil, yaitu sekitar 5% - 10% mengalami
pembesaran gingiva.5
Di lain pihak, penyakit periodontal juga dapat
mempengaruhi kesehatan janin dan kondisi
k e h a m i l a n , t e r m a s u k d i d a l a m n ya d a p a t
mempengaruhi terjadinya kelahiran prematur yang
disertai dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
ataupun kelahiran normal dengan berat badan lahir
rendah. Kelahiran prematur merupakan masalah
kesehatan yang dapat ditemukan baik pada negara
berkembang maupun negara maju. 6,7 Menurut
penelitian yang dilakukan Dwi Retnoningrum, pada
tahun 2003 insidensi bayi prematur dengan BBLR di
Indonesia adalah sebesar 90 per 1000 kelahiran, atau
dapat dikatakan ada 1 kelahiran prematur disertai
BBLR dari setiap 11 kejadian kelahiran.8 Kelahiran
prematur dengan BBLR merupakan salah satu
penyebab kematian perinatal dan kesakitan neonatus
dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.6,7
Bayi yang lahir prematur dengan BBLR memiliki
risiko kematian 40 kali lebih besar selama periode
neonatal dibandingkan bayi dengan berat badan
lahir normal. Sedangkan bayi prematur dengan
BBLR yang mampu bertahan hidup setelah periode
kelahiran mungkin akan menghadapi tingginya
risiko gangguan kesehatan, seperti gangguan saraf,
gangguan pernafasan, dan anomali kongenital.8
Pada penelitian yang dilakukan Offenbacher, 9
dikatakan bahwa kondisi kesehatan periodontal
pada ibu hamil yang melahirkan prematur yang
diikuti BBLR lebih buruk dibandingkan dengan ibu
hamil yang melahirkan tepat waktu. Hasil penelitian
academy of general dentistry menunjukkan bahwa ibu
hamil yang menderita gangguan kesehatan gigi dan
mulut berisiko 3-5 kali lebih besar untuk melahirkan
bayi prematur. Sementara ibu hamil yang menderita
gingivitis, memiliki risiko lebih tinggi untuk
Soulissa: Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
Jurnal PDGI 63 (3) Hal. 71-77 © 2014
melahirkan bayi prematur dengan berat badan
lahir rendah.7 Penulisan studi pustaka ini bertujuan
untuk menjelaskan bagaimana penyakit periodontal
bisa mempengaruhi kehamilan, dan sebaliknya
bagaimana kehamilan dapat mempengaruhi kondisi
periodontal.
Perubahan dalam mulut selama masa
kehamilan
Pada masa kehamilan, terjadi perubahan
hormonal yang ditandai dengan meningkatnya
kadar hormon estrogen dan progesteron. Siklus
peningkatan produksi hormon estrogen dan
progesteron seringkali mengubah komposisi
mikrobiota biofilm, biologis jaringan gingiva dan
pembuluh darah. Secara umum, hasilnya adalah
respon peradangan berlebihan dengan tanda-tanda
klinis dan gejala yang dapat terlihat pada gingiva.
Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron
pada masa kehamilan diyakini dapat mempengaruhi
kesehatan gingiva.1,10,11 Perubahan yang terjadi pada
gingiva tampak berlebihan walaupun jumlah plak
sebagai faktor iritan lokal tidak terlalu banyak. Selain
itu, progesteron bersama-sama dengan estrogen
dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah
sehingga sering terjadi pembesaran pada gingiva
ibu hamil. Perubahan paling menonjol selama
masa kehamilan yang berkaitan dengan jaringan
periodontal adalah adanya gingivitis kehamilan dan
epulis gravidarum.3,9,10
Gingivitis kehamilan terjadi sebagai hasil
dari peningkatan kadar hormon progesteron
dan estrogen. Hormon progesteron dan estrogen
dapat merangsang pembentukan prostaglandin
pada gingiva ibu hamil. Perubahan hormonal juga
dapat menekan limfosit T dan mempengaruhi
peningkatan P.intermedia (Gambar 1). Gingivitis
kehamilan merupakan manifestasi oral yang paling
sering terjadi selama masa kehamilan. Gingivitis
kehamilan mempunyai gambaran klinis berupa
marginal gingiva dan papila interdental yang
berwarna merah terang sampai merah kebiruan,
permukaannya licin dan mengkilap, berkurangnya
kekenyalan dan mudah berdarah. Perubahan yang
jelas terlihat pada bulan kedua kehamilan, dan
mencapai puncaknya pada bulan kedelapan, serta
akan berkurang setelah melahirkan.
Selain gingivitis kehamilan, salah satu bentuk
perubahan yang terjadi pada gingiva selama masa
kehamilan adalah epulis gravidarum atau disebut
juga granuloma pyogenic. 1 Epulis gravidarum
merupakan kelainan gingiva yang jarang terjadi
Soulissa: Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
Jurnal PDGI 63 (3) Hal. 71-77 © 2014
Mekanisme kerusakan jaringan periodontal
Ibu hamil
Perubahan Hormonal
Akumulasi
Plak
Estrogen dan Progesteron
Meningkat
Sel
Limfosit T
73
P. Intermedia
Rentan Terhadap
Peradangan
Gingivitis Kehamilan
Gambar 1. Skema perubahan hormonal mempengaruhi kesehatan
jaringan periodontal.
pada masa kehamilan, dengan prevalensi hanya
0,2 sampai 5%. Epulis gravidarum merupakan
lesi yang tumbuh dengan cepat dan jinak, dan
biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan.
Epulis gravidarum biasanya ditandai dengan lesi
berwarna merah cerah dan banyak vaskularisasi
yang kadang memiliki flek putih di permukaannya,
biasanya bertangkai dan dapat mencapai diameter
2 cm, serta tidak menimbulkan rasa sakit sehingga
tidak menimbulkan keluhan berarti selain karena
ukurannya.1,3,9 Meskipun dapat timbul pada setiap
lokasi di gingiva, epulis gravidarum kebanyakan
timbul di papila interdental, dan umumnya lebih
sering di daerah labial pada rahang atas. Gigi yang
berdekatan dengan epulis dapat bergeser dan
menjadi lebih mudah goyang, meskipun kerusakan
tulang jarang terjadi di sekitar gigi yang berdekatan
dengan epulis.1,12
Interaksi antara bakteri dan hormon dapat
menimbulkan perubahan pada komposisi plak
dan berperan penting pada proses peradangan
gingiva. Konsentrasi bakteri subgingiva berubah
menjadi bakteri anaerob dan jumlahnya meningkat
selama masa kehamilan.13 Bakteri yang meningkat
drastis selama masa kehamilan adalah P.intermedia.
Peningkatan ini erat kaitannya dengan tingginya
kadar estrogen dan progesteron di dalam tubuh.
Selain itu terdapat penurunan sel limfosit-T yang
matang yang merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan perubahan respon jaringan terhadap
plak.8,14
Selain peningkatan jumlah P. intermedia, kadar
progesteron yang meningkat selama masa kehamilan
juga dapat memicu terjadinya peradangan gingiva
dengan menghambat produksi interleukin-6
(IL-6). Interleukin-6 berfungsi menstimulasi
diferensiasi limfosit B, limfosit T dan mengaktifkan
sel makrofag dan sel NK, dimana sel-sel tersebut
berperan menyerang dan memfagositosis bakteri
yang masuk ke sirkulasi darah, sehingga dengan
dihambatnya produksi IL-6 mengakibatkan gingiva
rentan terhadap peradangan. Progesteron juga
merangsang produksi prostaglandin (PGE2) dimana
PGE2 merupakan mediator yang poten dalam
respon inflamasi. Prostaglandin sendiri berperan
sebagai imunosupresan, sehingga mengakibatkan
peradangan gingiva semakin meningkat.8,9,13,15,16
Pengaruh Penyakit Periodontal Pada Masa
Kehamilan
Penyakit periodontal merupakan suatu bentuk
peradangan pada jaringan penyangga gigi yang
disebabkan oleh bakteri, terutama bakteri Gram
negatif, anaerob, dan mikroaerofilik. Untuk dapat
menimbulkan kerusakan, bakteri harus berkolonisasi
pada sulkus gingiva dengan menyerang pertahanan
host, merusak barier epitel krevikular, atau
memproduksi substansi yang dapat menimbulkan
kerusakan jaringan.
Walaupun faktor-faktor lain dapat mempengaruhi
kesehatan jaringan periodontal, penyebab utama
penyakit periodontal tetaplah mikroorganisme
yang berkoloni di permukaan gigi, yaitu plak
bakteri dan produk-produk yang dihasilkannya.
Beberapa faktor lokal yang bersama-sama dengan
plak bakteri dapat menyebabkan kerusakan pada
74
jaringan periodontal. Selain itu, kelainan sistemik
pun dapat mempengaruhi kesehatan jaringan
periodontal. Salah satu faktor sistemik yang dapat
mempengaruhi kesehatan jaringan periodontal
adalah kehamilan.3
Bakteri-bakteri seperti Actinobacillus
actinomycetemcomitans, Phorpyromonas gingivalis,
Tannerella forsythensis, dan Treponema denticola
merupakan kelompok bakteri yang sering
ditemukan dengan jumlah yang tinggi pada
periodontitis. Sedangkan kelompok bakteri dari
genus Actinimyces lebih sering ditemukan pada
kondisi periodontal yang sehat. Fusobacterium
nucleatum adalah bakteri yang dihubungkan
dengan kelahiran yang prematur. Kenyataannya,
Fusobacterium nucleatum lebih erat kaitannya dengan
penyakit periodontal dibandingkan dengan infeksi
genital, maka dapat diasumsikan bahwa kondisi
kelahiran yang merugikan seperti kelahiran
prematur lebih disebabkan oleh karena proses
inflamasi yang melalui plasenta yang berasal dari
rongga mulut.2,12,13,16
Menurut penelitian yang dilakukan di University
of North Carolina, ibu hamil dengan tingkat
keparahan periodontitis sedang sampai berat
memiliki risiko untuk melahirkan sebelum waktunya
7 kali lebih tinggi dibanding ibu hamil dengan
keadaan jaringan periodontal yang sehat. Pada
penelitian yang dilakukan terhadap 850 ibu hamil
sebelum dan sesudah melahirkan, disimpulkan
bahwa penyakit periodontal berperan terhadap
terjadinya kelahiran prematur.17,18
Ada empat bakteri yang berhubungan langsung
antara pematangan plak dan periodontitis, yaitu
Bakteriodes forshythus, Porphyromonas gingivalis,
Actinobacillus actinomycetemcomitans, Treponema
denticola, yang ditemukan lebih banyak jumlahnya
pada wanita yang melahirkan bayi prematur
dibandingkan dengan wanita yang melahirkan
tepat waktu. Bakteri-bakteri tersebut mampu
menghasilkan lipopolisakarida, protein, sitokin,
dan memicu peradangan melalui peredaran darah.
Bakteri patogen periodontal merangsang produksi
prostaglandin dan komponen peradangan yang
dapat menyebabkan dilatasi serviks dan kontraksi
uterus. Proses perpindahan bakteri yang dapat
memicu terjadinya kelahiran prematur dapat dimulai
dari adanya bakterimia. Bakterimia seringkali terjadi
pada orang dengan kondisi periodontal yang tidak
sehat, yaitu adanya perdarahan pada gingiva baik
secara spontan maupun pada saat menyikat gigi.
Perdarahan pada gingiva dapat memicu terjadinya
Soulissa: Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
Jurnal PDGI 63 (3) Hal. 71-77 © 2014
bakterimia dan selanjutnya peradangan akan
melalui sistem peredaran darah masuk melalui
plasenta.9,12,16,19
Bakteri dapat menyebabkan infeksi, dan
lipopolisakarida yang dihasilkan oleh bakteri
akan menyebar ke dalam rongga rahim. Bakteri
dan produknya akan berinteraksi pada membran,
memicu produksi prostaglandin atau secara
langsung menyebabkan kontraksi otot rahim dan
dilatasi serviks sehingga bakteri yang masuk lebih
banyak dan terus berlanjut proses kerusakannya.
Peradangan pada jaringan periodontal dapat
mempengaruhi kehamilan melalui bakteri
Gram negatif anaerob dan produknya seperti
lipopolisakarida yang dapat merangsang pelepasan
modulator imun seperti PGE2 dan TNFα yang
dibutuhkan pada waktu kelahiran normal. Hal ini
akan mengakibatkan terjadinya kelahiran sebelum
waktunya karena sistem dalam tubuh mengira
sudah waktu melahirkan oleh karena adanya
pelepasan PGE2 dan TNFα. Selain itu, bakteri
Gram negatif juga dapat mengakibatkan gangguan
pengaturan sitokin dan hormon yang mengatur
kehamilan. Padahal dalam keadaan normal, hormon
saat kehamilan dan aktivitas sitokin memegang
peranan penting dalam pematangan leher rahim,
pengaturan kontraksi rahim, dan pengiriman
nutrisi ke janin. Akibatnya, hal tersebut bisa memicu
robeknya membran plasenta sebelum waktunya
sehingga berakibat pada kelahiran prematur
(Gambar 2).12,16,19
Berbagai penelitian yang dilakukan menemukan
bahwa infeksi jaringan periodontal berperan sebagai
faktor risiko kelahiran prematur dan berat badan
lahir rendah. Dalam hal ini perpindahan produk
bakteri yaitu lipopolisakarida dan sitokin lebih
berpengaruh daripada perpindahan bakteri itu
sendiri. Penelitian Case-Control yang dilakukan
Ardakani dkk (2013) juga menyimpulkan bahwa
penyakit periodontal pada ibu hamil merupakan
faktor risiko terhadap bayi dengan berat lahir
rendah. Namun, menurut systematic review yang
dilakukan Vettore dkk, walaupun banyak penelitian
yang menemukan hubungan yang positif antara
penyakit periodontal dengan adverse events pada ibu
hamil seperti kelahiran prematur ataupun BBLR,
hampir semua penelitian tidak memperhitungkan
adanya faktor lain yang mempengaruhi kondisi
kehamilan itu sendiri, seperti stres, kondisi sistemik,
dan trauma semasa kehamilan, sehingga mungkin
saja adanya faktor lain diluar kondisi mulut
yang buruk dari ibu hamil yang mempengaruhi.
Soulissa: Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
Jurnal PDGI 63 (3) Hal. 71-77 © 2014
Bakteri
Endotoksin
Aktivasi mediator inflamatori
(IL-6 PGE2, TNF-α, IL-1)
Translokasi Endotoksin dan Mediator
Inflamatori ke Membran Plasenta
Level PGE2 dan TNFα meningkat
(PGE2 dan TNFα secara fisiologis +
PGE2 dan TNFα karena infeksi)
Kontraksi otot rahim dan
dilatasi leher rahim meningkat
Bayi Prematur
Gambar 2. Skema pengaruh penyakit periodontal terhadap
kehamilan
Penelitian yang dilakukan Bassani dkk serta Farrel
dkk dengan mengontrol faktor risiko lainnya seperti
kondisi sistemik ibu hamil menemukan tidak ada
hubungan yang kuat antara penyakit periodontal
dengan kondisi kehamilan. 8,9,12,14,20–27
PEMBAHASAN
Wanita memerlukan perhatian yang lebih besar
dibanding pria dalam hal menjaga kesehatannya,
yaitu pada masa puber, kehamilan dan menopause.
Umumnya selama masa kehamilan, seorang wanita
akan mengalami berbagai keluhan seperti mual dan
muntah, dan mungkin rasa tidak nyaman dalam
rongga mulut. Salah satu perubahan yang terjadi
pada masa kehamilan yaitu adanya perubahan
hormonal yang memicu respon plak berlebih yang
memudahkan terjadinya penyakit periodontal.
Ibu hamil memiliki risiko yang tinggi terhadap
perkembangan kerusakan jaringan periodontal
selama kehamilan. Hal ini dikarenakan oleh
adanya perubahan pola makan dan kebersihan
mulut, sehingga risiko penyakit periodontal cukup
75
signifikan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh
sikap dan perilaku ibu hamil yang kurang peka
dalam memelihara kesehatan gigi dan mulutnya
serta kurang mendapatkan pengetahuan mengenai
pentingnya kesehatan gigi dan mulut.
Kondisi kehamilan dapat mempengaruhi
kesehatan periodontal karena adanya perubahan
hormonal. Selama masa kehamilan, kadar estrogen
dan progesteron terus meningkat sehingga dapat
mengakibatkan perubahan pada rongga mulut
khususnya pada gingiva. Peningkatan kadar
hormon estrogen dan progesteron ini dapat
mempengaruhi terjadinya gingivitis, yang biasanya
dimulai pada bulan ke-2 dan ke-3 saat kehamilan.
Keadaan gingivitis ini akan terus terjadi selama
masa kehamilan, dan akan menurun tingkat
keparahannya seiring dengan menurunnya kadar
hormon estrogen dan progesteron.10
Secara umum dapat dikatakan perubahan
hormonal dapat mempengaruhi respon jaringan
terhadap plak sehingga rentan terhadap peradangan.
Tingginya kadar estrogen dan progesteron dapat
menyebabkan penurunan jumlah sel limfosit-T
yang matang serta dapat meningkatkan jumlah
P.intermedia. Selain itu, interleukin-6 yang berperan
dalam menstimulasi diferensiasi limfosit B, limfosit
T serta mengaktifkan makrofag dan sel NK dihambat
produksinya. Menurunnya sistem pertahanan di
dalam rongga mulut serta meningkatnya jumlah
bakteri tentu menyebabkan jaringan rentan
terhadap peradangan. Hal ini disebabkan karena
kadar progesteron yang tinggi dapat merangsang
produksi prostaglandin yang berperan sebagai
imunosupresan. Pengaruh perubahan hormonal
juga dapat meningkatkan vasodilatasi pembuluh
darah sehingga mengakibatkan gingiva berwarna
kemerahan dan peningkatan permeabilitas kapiler
yang dapat menyebabkan gingiva mengalami
pembengkakan.
Kondisi periodontal juga dapat mempengaruhi
kesehatan janin dan kondisi kehamilan. Penyakit
periodontal dapat menyebabkan terjadinya kelahiran
prematur dengan atau tanpa disertai BBLR. 28
Mekanisme terjadinya kelahiran prematur dengan
atau tanpa disertai BBLR dimulai dari adanya
bakterimia yang terjadi karena adanya perdarahan
pada gingiva. Hal ini menyebabkan perpindahan
bakteri dan produknya seperti lipopolisakarida
dan aktivasi mediator inflamasi dari rongga mulut
ke uterus. Lipopolisakarida yang dihasilkan oleh
bakteri akan memicu pelepasan modulator imun
seperti IL-1β, TNF-α dan PGE-2. Bakteri dan
76
produk-produknya ini akan bersirkulasi ke dalam
peredaran darah dan menembus barier plasenta
serta memicu timbulnya kelahiran prematur
karena terjadi gangguan pengaturan fungsi sitokin
yang berperan dalam pengaturan kontraksi rahim
dan distribusi nutrisi untuk janin.1,9,12,13,14,15,16,17,2
9
Walaupun beberapa penelitian mengemukakan
bahwa bila faktor risiko lainnya pada kondisi
kehamilan dapat dikontrol, sehingga tidak ada
hubungan yang kuat dengan penyakit periodontal,
namun mayoritas penelitian sepakat kalau ada
hubungan yang kuat antara penyakit periodontal
dengan kehamilan. Perawatan periodontal pada
ibu hamil juga dikatakan dapat menurunkan risiko
kelahiran prematur dan BBLR sehingga dapat
dikatakan kondisi periodontal memiliki hubungan
dengan kondisi kehamilan.30
Dengan demikian, baik kehamilan maupun
penyakit periodontal saling mempengaruhi satu
sama lain. Ketidakseimbangan hormonal akan
menyebabkan respon berlebih terhadap plak karena
penekanan fungsi limfosit T sebagai bagian dari
mekanisme pertahanan gingiva dan peningkatan
P.intermedia, sehingga gingiva menjadi lebih rentan
terhadap peradangan. Kondisi kehamilan akan
memicu terjadinya kelainan jaringan periodontal
berupa gingivitis kehamilan dan epulis gravidarum
yang disebabkan karena peningkatan kadar hormon
estrogen dan progesteron. Sedangkan penyakit
periodontal sendiri juga dapat mempengaruhi
kondisi kehamilan melalui perpindahan bakteri
beserta produknya melalui plasenta yang dapat
merangsang pelepasan modulator imun sehingga
dapat mengakibatkan rupture pada dinding
rahim.6,13
Berdasarkan literatur, dapat disimpulkan bahwa
ada hubungan antara kehamilan dengan penyakit
periodontal. Hubungan antara kehamilan dan
penyakit periodontal merupakan hubungan dua
arah dimana masing-masing saling mempengaruhi.
Faktor utama yang mempengaruhi adalah plak
bakteri yang didukung oleh perubahan hormonal
pada masa kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Pirie M, Cooke I, Linden G, Irwin C. Review dental
manifestation of dental pregnancy. J Royal College of
Obstetricians And Gynaecologist 2007; (9): 21-6.
2. Agueda A, Echeverria A, Manau C. Association between
periodontitis in pregnancy and preterm or low birth
weight: Review of the literature. Med Oral Patol Cir Bucal
2008; 13(9): E609-E615.
Soulissa: Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
Jurnal PDGI 63 (3) Hal. 71-77 © 2014
3. Carranza FA. Glickman’s clinical periodontology. 11th
ed. Philadelpia: WB Saunders; 2012. p. 144-148.
4. Jiang P, Bargman EP, Garrett NA, Devries A, Springman
S, Riggs S. A comparison of dental service use among
commercially insured women in Minnesota before,
during, and after pregnancy. J Am Dent Assoc 2008; 139:
1173-80.
5. Yoto H, Anindita PS, Mintjelungan C. Gambaran
gingivitis pada ibu hamil di Puskesmas Tuminting
Kecamatan Tuminting Kota Menado. E-Gigi J 2013; 1(2).
Diambil dari http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/
egigi/article/view/3234/2778. Diakses tanggal 27 Oktober
2014.
6. Sharma R, Maimanuku LR, Morse Z, Pack AR. Preterm
low birth weight associated with periodontal disease in
the Fiji Island. International Dental Journal 2007;57(4):257260.
7. Clothier B, Stringer M, Jeffcoat MK. Periodontal
disease and pregnancy outcomes: exposure, risk,
and intervention. Best Practice and Research Clinical
Obstetrics and Gynaecology 2007;21(3):451-466.
8. Santoso O, Aditya W, Retroningrum D. Hubungan
kebersihan mulut dan gingivitis ibu hamil terhadap
kejadian bayi berat badan lahir rendah kurang bulan
di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan jejaringnya. Media
Medika Indonesiana 2009; 43(6): 288-94. Diambil
dari http://eprints.undip.ac.id/19095/1/04_oedijani__gingivitis.pdf. Diakses tanggal 27 Oktober 2014.
9. Offenbacher S, Lief S, Bogges K. Maternal periodontics
and maturity part I: obstetric outcome of premature
and growth restriction. Dalam: Huck O, Tenenbaum H,
Davideau J-L. Relationship between periodontal disease
and preterm birth: Recent epidemiological and biological
data. J of Pregnancy 2011.
10. Effendy A, Rahardjo A. Dental health during pregnancy.
Proceedings of the 15th Scientific Meeting & Refreshner
Course in Dentistry, 14-17 Oktober 2009. Jakarta: Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Indonesia; 2009. p. 27-31.
11. Rintoko B. Kebersihan gigi dan mulut mempengaruhi
adanya gingivitis pada ibu hamil. Dalam: Aritonang
I, Manurung NL, Nurasniwati S. Hubungan umur
kehamilan ibu dengan keadaan gingivitis di Desa
Patumbak I dan II Kecamatan Patumbak Kabupaten
Deli Serdang Tahun 2012. 2012. Diambil dari http://uda.
ac.id/jurnal/fi les/JURNAL%20dosen%20luar%20-fi k2.
pdf. Diakses tanggal 22 Oktober 2014.
12. Ovadia R, Zirdok R, Diaz-Romero RM. Relationship
between pregnancy and periodontal disease. Facta
Universitatis Series Medicine and Biology 2007; 14(1):
10-14. Diambil dari http://facta.junis.ni.ac.rs/mab/
mab200701/mab200701-03.pdf. Diakses tanggal 22
Oktober 2014.
13. Lin D, Moss K, Beck JD, Hefti A, Offenbacher S.
Persistently high levels of periodontal pathogens
associated with preterm pregnancy outcome. Journal
of Periodontology 2007;78(5):833-841.
14. Rai B, Kaur J, Kharb S. Pregnancy gingivitis and
periodontitis and its systemic effect. The Internet Journal
of Dental Science 2008; 6(2). Diambil dari https://ispub.
com/IJDS/6/2/5532. Diakses tanggal 28 Oktober 2014.
Soulissa: Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal
Jurnal PDGI 63 (3) Hal. 71-77 © 2014
15. Kushtagi P, Kaur G, Kukkamalla MA, Thomas B.
Periodontal infection in women with low birth weight
neonates. International Journal of Gynaecology &
Obstetrics 2008;101(3):296-298.
16. Contreras A, Herrera JA, Soto JE, Arce RM, Jaramillo A,
Botero JE. Periodontitis is associated with preeclampsia
in pregnant women. J Periodontol 2006;77(2):182-188.
17. Shub A, Wong C, Jennings B, Swain JR, Newnham JP.
Maternal periodontal disease and perinatal mortality.
Australian & New Zealand Journal of Obstetrics &
Gynaecology 2009;49(2):130-136
18. Offenbacher, et al. Periodontitis: a potential risk factor for
spontaneous preterm birth. Dalam: Ovadia R, Zirdok R,
Diaz-Romero RM. Relationship between pregnancy and
periodontal disease. Facta Universitatis Series Medicine
and Biology 2007; 14(1):10-14. Diambil dari http://facta.
junis.ni.ac.rs/mab/mab200701/mab200701-03.pdf. Diakses
tanggal 22 Oktober 2014.
19. Habashneh R, Guthmiller JM, Levy S, Johnson GK,
Squier C, Dawson DV, Fang Q. Factors related to
utilization of dental services during pregnancy. J Clinical
of Periodontology 2005; 32: 85-821.
20. Vettore MV, Lamarca GD, Leao ATT, Thomaz FB,
Sheiham A, Leal MD. Periodontal infection and
adverse pregnancy outcomes: a systematic review of
epidemiological studies. Cad Saude Publica 2006; 22(10):
2041-2053.
21. Ardakani AH, Eslami Z, Meibodi MD, Haerian A,
Dallanejad P, Shekari M, Taghavi AM, Akbari S.
Relationship between maternal periodontal disease
and low birth weight babies. Iran J Reprod Med 2013; 1:
625-30.
22. Farrell S, Ide M, Wilson RF. The relationship between
maternal periodontitis, adverse pregnancy outcome
and miscarriage in never smokers. Journal of Clinical
Periodontology 2006;33(2):115-120.
77
23. Bassani DG, Olinto MTA, Kreiger N. Periodontal disease
and perinatal outcomes: a case control study. Journal of
Clinical Periodontology 2007;34(1):31-39.
24. Alchalabi HA, Al Habashneh R, Jabali OA, Khader YS.
Association between periodontal disease and adverse
pregnancy outcomes in a cohort of pregnant women in
Jordan. Clin Exp Obstet Gynecol 2013; 40(3): 399-402.
25. Gomes IF, Cruz SS, Rezende EJC, Dos CAST, Soledade KR,
Magalhaes MA. Exposure measurement in the association
between periodontal disease and prematurity/low birth
weight. J of Clinical Perio 2007;34(11):957-963
26. Pitiphat W, Joshipura KJ, Gillman MW, Williams PL,
Douglass CW, Rich-Edwards JW. Maternal periodontitis
and adverse pregnancy outcomes. Community Dentistry
& Oral Epidemiology 2008;36(1):3-11.
27. Saddkin, Bachok NA, Hussain NHN, Zainudin SLA,
Sosroseno W. The association between maternal
periodontitis and low birth weight infants among Malay
women. Community Dentistry & Oral Epidemiology
2008;36(4):296-304.
28. Politano GT, Passini R, Nomura ML, Velloso L, Morari
J, Couto E. Correlation between periodontal disease,
inflammatory alterations and pre-eclampsia. J Periodont
Res 2011;1-7
29. Bobetsis YA, Barros SP, Offenbacher S. Exploring the
relationship between periodontal disease and pregnancy
complications. JADA 2006; 137(10): 7S-13S
30. Radnai M, Pal A Novak T, Urban E, Orvos H, Eller J,
Gorzo I. Benefits of periodontal therapy when preterm
birth threatens. Journal of Dental Research 2009;88(3):280284
Fly UP