...

KEMENTERIAN PERTAHANAN UNIVERSITAS PERTAHANAN

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

KEMENTERIAN PERTAHANAN UNIVERSITAS PERTAHANAN
KEMENTERIAN PERTAHANAN
UNIVERSITAS PERTAHANAN
ORASI ILMIAH REKTOR
PADA ACARA WISUDA PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PERTAHANAN TA. 2014/2015
SENTUL, 9 OKTOBER 2014
ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKATUH.
SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA.
OM SWASTIASTU
YANG TERHORMAT DAN SAYA HORMATI:

DEWAN GURU BESAR UNIVERSITAS PERTAHANAN

MENTERI PERTAHANAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PANGLIMA TNI

KA STAF ANGKATAN DARAT, LAUT DAN UDARA

PARA DOSEN UNHAN;

PARA UNDANGAN YANG SAYA MULIAKAN
2
YANG BERBAHAGIA:

PARA WISUDAWAN SEKALIAN.
PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI, PERKENANKAN
SAYA MENGAJAK SEMUA YANG HADIR UNTUK BERSAMASAMA
MEMANJATKAN
PUJI
SERTA
SYUKUR
KEAGUNGAN TUHAN YANG MAHA KUASA
AKAN
YANG TELAH
MEMBERIKAN KARUNIANYA SEHINGGA PADA HARI INI KITA
DAPAT
MENGIKUTI
ACARA
WISUDA
PASCASARJANA
UNIVERSITAS PERTAHANAN TA. 2014, DALAM KEADAAN
SEHAT WAL’AFIAT.
HADIRIN SEKALIAN,
PERKEMBANGAN
TATARAN
LINGKUNGAN
GLOBAL
STRATEGIS
MAUPUN
PADA
REGIONAL,
MENUNTUT NEGARA SEBAGAI SEBUAH PUSAT KEKUASAAN
YANG BERDAULAT HARUS DIPERKUAT. ELEMEN DASAR
YANG ADA PADA NEGARA YANG KUAT ADALAH OTORITAS
YANG EFEKTIF DAN TERLEMBAGA1. JIKA NEGARA TIDAK
MAMPU MENJAGA OTORITAS SEMACAM INI MAKA IA DISEBUT
SEBAGAI NEGARA YANG LEMAH (WEAK STATE), YANG TIDAK
MAMPU MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BAGI SELURUH
1
Andi Mallarangeng, dalam Francis Fukuyama, Pengantar Memperkuat Negara Tata
Pemerintahan dan Tata Dunia Abad 21, PT Gramedia Pustaka Utama, 2005, hlm. xii.
3
RAKYATNYA. DALAM KAJIAN HUBUNGAN ANTAR BANGSA,
NEGARA DIANALOGIKAN SEBAGAI SEBUAH ORGANISME
YANG DAPAT TUMBUH DAN BERKEMBANG ATAU JUSTRU
MALAH MATI. UNTUK DAPAT TETAP HIDUP MAKA NEGARA
HARUS BISA BERTAHAN (DEFENSE) DALAM MENGATASI
SETIAP
KESULITAN
EKSISTENSINYA,
SEPERTI
HAMBATAN
ANCAMAN
DALAM
TERHADAP
PEMENUHAN
KEBUTUHAN, TANTANGAN DALAM PENYELESAIAN MASALAH,
DAN GANGGUAN YANG DATANG DARI BERBAGAI SEKTOR.
DI
ERA
PERANG
DINGIN
(COLD
WAR)
DAN
SESUDAHNYA, PENDEKATAN KEAMANAN DARI SISI ILMU
MILITER (MILITARY SCIENCE) DIRASAKAN KURANG DAPAT
MENYELESAIKAN
SEGENAP
POTENSI
ANCAMAN
YANG
TIMBUL. BAGI SETIAP NEGARA KHUSUSNYA INDONESIA,
HADIRNYA AKTOR NON STATE DALAM BENTUK KELOMPOK
(NETWORK)
NONREGULAR
SPEKTRUM
ANCAMAN
NASIONAL
BUKAN
MILITARIES
SEMAKIN
LAGI
KOMPLEK.
SEKADAR
MENJADIKAN
KEAMANAN
KONDISI
DIMANA
ANCAMAN DAPAT DIATASI TETAPI JUGA HARUS MAMPU
BERTAHAN DALAM SKALA NASIONAL, SITUASI REGIONAL
BAHKAN GLOBAL.
DALAM KONDISI DEMIKIAN PERLU DIBANGUN SEBUAH
DEFENSE SYSTEM YANG MODERN GUNA MENANGKAL
SEGALA BENTUK SPEKTRUM ANCAMAN KEAMANAN DISAAT
4
PERANG ATAUPUN KONDISI DAMAI. PERTAHANAN HARUS
DAPAT DIKAJI/DIPELAJARI (SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN)
AGAR TIDAK DIANGGAP TABU DAN SEBAGAI PEKERJAAN
TENTARA SAJA. DEFENSE SCIENCE
DISIPLIN
ILMU
HARUS
SEBAGAI SEBUAH
BERKEMBANG
LUAS
DENGAN
DIDUKUNG KAJIAN DARI BERBAGAI MULTIDISIPLIN ILMU.
DENGAN PENDEKATAN KEILMUAN, ILMU PERTAHANAN AKAN
SEMAKIN DIAKUI OLEH KHALAYAK PUBLIK, TERBINA DAN
TERLEMBAGAKAN SECARA BAIK.
ILMU PERTAHANAN JUGA MEMENUHI KAIDAH-KAIDAH
ILMIAH YANG BERSIFAT UNIVERSAL, SERTA MEMILIKI OBJEK
FORMAL DAN MATERIL, SISTEMATIS, DAN MEMILIKI METODA
SESUAI DENGAN SIFATNYA YANG INTERDISIPLINE. DARI SISI
OBYEK FORMAL YANG MEMBEDAKAN ILMU PERTAHANAN
DENGAN
DISIPLIN
PERTAHANAN
ILMU
MERUPAKAN
LAINNYA,
STATE
DISIPLIN
ILMU
BEHAVIOR,
YAITU
SEBUAH ILMU YANG YANG MEMPELAJARI SEGALA SESUATU
YANG BERKAITAN DENGAN PERILAKU SEBUAH NEGARA
UNTUK DAPAT TETAP EKSIS DAN SURVIVE, SEHINGGA ILMU
PERTAHANAN
DIMUNGKINKAN
SEBAGAI
CABANG
ILMU
TERSENDIRI.
UNIVERSITAS PERTAHANAN (UNHAN) SEBAGAI BAGIAN
DARI INSTITUSI PENYELENGGARA PENDIDIKAN BERTUJUAN
5
MENYIAPKAN INSAN PERTAHANAN YANG MEMILIKI WATAK
DAN KARAKTER SESUAI DENGAN PROFESI PERTAHANAN
YANG MENJUNJUNG TINGGI IDENTITAS, NASIONALISME, DAN
INTEGRITAS KE-INDONESIA-AN DAN MEMILIKI KEMAMPUAN
AKADEMIK DALAM ILMU PERTAHANAN SERTA MEMILIKI
KETERAMPILAN DALAM MENERAPKAN ILMU PERTAHANAN
TERHADAP MASALAH-MASALAH STRATEGIS BANGSA.
LANDASAN FILOSOFIS, SUATU ILMU PENGETAHUAN,
UNTUK KEMUDIAN DISEBUT SEBAGAI ILMU, ADALAH SEBUAH
PENGETAHUAN YANG MEMPUNYAI LANDASAN ONTOLOGIS,
EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS (SURIASUMANRTI, 1985:
35). ONTOLOGI BERKENAAN DENGAN MASALAH APA YANG
DIKAJI
OLEH
BERKENAAN
MENDAPATKAN
SUATU
DENGAN
PENGETAHUAN.
MASALAH
PENGETAHUAN.
EPISTEMOLOGI
BAGAIMANA
DAN,
CARA
AKSIOLOGI
BERKENAAN DENGAN APA MANFAAT DARI PENGETAHUAN
TERSEBUT.
ONTOLOGI ADALAH ANALISIS TENTANG OBJEK MATERI
DARI ILMU PENGETAHUAN, YAITU HAL-HAL ATAU BENDABENDA EMPIRIS. ONTOLOGIS MEMBAHAS TENTANG APA
YANG INGIN DIKETAHUI. ONTOLOGI MENGANALISA TENTANG
OBJEK APA YANG DITELITI ILMU? BAGAIMANA WUJUD YANG
SEBENAR-BENARNYA DARI OBJEK TERSEBUT? BAGAIMANA
6
HUBUNGAN ANTARA OBJEK TADI DENGAN DAYA TANGKAP
MANUSIA (MISALNYA: BERPIKIR, MERASA DAN MENGINDERA)
YANG MENGHASILKAN ILMU PENGETAHUAN.
EPISTEMOLOGI
ADALAH
SEBUAH
KAJIAN
YANG
MEMPELAJARI ASAL MULA, ATAU SUMBER, STRUKTUR DAN
METODE
PENGETAHUAN.
EPISTEMOLOGI
BERUSAHA
MENJAWAB BAGAIMANA PROSES YANG MEMUNGKINKAN
DITIMBANYA
PENGETAHUAN
YANG
BERUPA
ILMU?
BAGAIMANA PROSEDURNYA? HAL-HAL APA YANG HARUS DI
PERHATIKAN AGAR KITA MENDAPATKAN PENGETAHUAN
YANG
BENAR?
APA
YANG
DISEBUT
KEBENARAN
ITU
SENDIRI? APAKAH KRITERIANYA? CARA ATAU TEHNIK ATAU
SARANA APA YANG MEMBANTU KITA DALAM MENDAPATKAN
PENGETAHUAN YANG BERUPA ILMU?
AKSIOLOGI
DIPEROLEH
MEMBAHAS
MANUSIA
TENTANG
DARI
MANFAAT
PENGETAHUAN
YANG
YANG
DIDAPATKANNYA. AKSIOLOGI ILMU TERDIRI DARI NILAI-NILAI
YANG BERSIFAT NORMATIF DALAM PEMBERIAN MAKNA
TERHADAP KEBENARAN ATAU KENYATAAN SEPERTI YANG
DIJUMPAI
DALAM
KEHIDUPAN,
YANG
MENJELAJAHI
BERBAGAI KAWASAN, SEPERTI KAWASAN SOSIAL, KAWASAN
SIMBOLIK ATAUPUN FISIK MATERIAL (KOENTO, 2003: 13).
AKSIOLOGI MENJAWAB, UNTUK APA PENGETAHUAN YANG
7
BERUPA ILMU ITU DI PERGUNAKAN? BAGAIMANA KAITAN
ANTARA CARA PENGGUNAAN TERSEBUT DENGAN KAIDAHKAIDAH MORAL? BAGAIMANA PENENTUAN OBJEK YANG
DITELAAH
BERDASARKAN
PILIHAN-PILIHAN
MORAL?
BAGAIMANA KAITAN ANTARA TEKNIK PROSEDURAL YANG
MERUPAKAN OPERASIONALISASI METODE ILMIAH DENGAN
NORMA-NORMA MORAL?
SECARA FILOSOFIS, BAHWA ILMU ITU ADA KARENA
ADANYA KEBUTUHAN (STATE BEHAVIOR), DAN BUKAN
KEBUTUHAN
UNTUK
MENYELESAIKAN
ILMU.
DARI
PENJELASAN DI ATAS, MENYEBUTKAN BAHWA NEGARA
INDONESIA HARUS MEMBANGUN SEBUAH DEFENSE SYSTEM
YANG MODERN MENYANGKUT KESELURUHAN PERTAHANAN
INDONESIA (TOTAL DEFENSE) BAIK UNTUK MENGHADAPI
ANCAMAN
MILITER
MAUPUN
NIR-MILITER.
MELALUI
KEILMUAN YANG TERBINA SECARA BAIK DIHARAPKAN AKAN
MENGHASILKAN PARA PAKAR DIBIDANG PERTAHANAN YANG
HANDAL.
PEMBENTUKAN CABANG ILMU PERTAHANAN PADA
DASARNYA
YURIDIS,
TIDAK
TETAPI
HANYA
JUGA
BERMAKNA
MEMILIKI
FILOSOFIS
MAKNA
DAN
SOSIOLOGIS.
KEHADIRAN PARA SARJANA DIBIDANG PERTAHANAN YANG
MEMILIKI KEMAMPUAN DALAM MEMAINKAN PERAN SECARA
8
MAKSIMAL
DALAM
PEMERINTAHAN
TATA
PENGELOLAAN
MERUPAKAN
SEBUAH
NEGARA
DAN
KEBUTUHAN.
REALITAS SOSIAL MENGISYARATKAN BAHWA BERBAGAI
PERSOALAN DAN KEBUTUHAN PUBLIK MEMERLUKAN PARA
PEGAWAI NEGERI YANG MAMPU MELAKUKAN PENGELOLAAN
SECARA BAIK.
HADIRIN YANG SAYA BANGGAKAN,
PERSPEKTIF KEILMUAN, DEFINISI
ILMU MERUPAKAN
TERJEMAHAN DARI KATA SCIENCE, YANG BERASAL DARI
KATA
SCINRE
PENGERTIAN
(LATIN),
SEMPIT
ARTINYA
TO
KNOW.
DAPAT
DIARTIKAN
DALAM
UNTUK
MENUNJUKKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM YANG SIFATNYA
KUANTITATIF DAN OBYEKTIF. ADA BEBERAPA PANDANGAN
TENTANG ILMU DARI PARA TOKOH, ANTARA LAIN :
HAROLD H. TITUS, ILMU ADALAH COMMON SENSE YANG
DIATUR
DAN
DIORGANISASIKAN,
MENGADAKAN
PENDEKATAN TERHADAP BENDA ATAU PERISTIWA DENGAN
MENGGUNAKAN METODE OBSERVASI YANG TELITI DAN
KRITIS.
MOHAMMAD HATTA,
ILMU ADALAH PENGETAHUAN YANG
TERATUR TENTANG PEKERJAAN HUKUM KAUSAL DALAM
SATU GOLONGAN MASALAH YANG SAMA TABIATNYA.
9
A. BAIQUNI,
MERUMUSKAN BAHWA ILMU MERUPAKAN
GENERAL CONSENSUS DARI MASYARAKAT YANG TERDIRI
DARI PARA SCIENTIST.
DEFINISI TENTANG ILMU JUGA DISAMPAIKAN OLEH
JOSEPH HABERER (DALAM POLITICIZATION IN SCIENCE,
1972)
YANG
MENDEFINISIKAN
ILMU
SEBAGAI
SUATU
AKTIVITAS MANUSIA YANG BERANEKA RAGAM, BUKAN
HANYA SEKUMPULAN PEGETAHUAN ATAU TEORI, TETAPI
JUGA SUATU METODOLOGI, SUATU KEGIATAN PRAKTEK,
SUATU JARINGAN POLA-POLA KEBIASAAN DAN PERANAN
YANG MELALUI ILMU ITU PENGETAHUAN DIPEROLEH, DIUJI
DAN DIKEMBANGKAN. MENURUT LEONARD NASH (DALAM
THE
NATURE
OF
NATURAL
SCIENCES,
1963)
ILMU
PENGETAHUAN ADALAH SUATU INSTITUSI SOSIAL (SOCIAL
INSTITUTION),
DAN
JUGA
MERUPAKAN
PRESTASI
PERSEORANGAN (INDIVIDUAL ACHIEVEMENT), DISAMPING
ITU ILMU MERUPAKAN SUATU PENEMUAN ASLI TENTANG
DUNIA YANG SEBENARNYA (GENUINE DISCOVERY OF THE
REAL WORLD).
KESIMPULANNYA, ILMU ADALAH SUATU USAHA UNTUK
MENGORGANISASIKAN
DAN
MENSISTEMATISASIKAN
COMMON SENSE, SUATU PENGETAHUAN YANG BERASAL
DARI PENGALAMAN DAN PENGAMATAN DALAM KEHIDUPAN
10
SEHARI-HARI,
PEMIKIRAN
YANG
DILANJUTKAN
SECARA
MENGGUNAKAN
CERMAT
BERBAGAI
DENGAN
DAN
SUATU
TELITI
METODE.
DENGAN
ILMU
DAPAT
MERUPAKAN SUATU METODE BERPIKIR SECARA OBYEKTIF,
TUJUANNYA
UNTUK
MENGGAMBARKAN
DAN
MEMBERI
MAKNA TERHADAP DUNIA FAKTUAL. PENGETAHUAN YANG
DIPEROLEH
DENGAN
ILMU,
DIPEROLEHNYA
MELALUI
OBSERVASI, EKSPERIMEN, KLASIFIKASI DAN ANALISIS. ILMU
ITU OBYEKTIF DAN MENGESAMPINGKAN UNSUR PRIBADI,
PEMIKIRAN LOGIKA DIUTAMAKAN, NETRAL, DALAM ARTI
TIDAK
DIPENGARUHI
KEDIRIAN.
KARENA
OLEH
SESUATU
DIMULAI
YANG
DENGAN
BERSIFAT
FAKTA,
ILMU
MERUPAKAN MILIK MANUSIA SECARA KOMPREHENSIF.
NAMUN DENGAN TERJADINYA PERKEMBANGAN TERKINI
NOMENKLATUR
RUMPUN
INTERNASIONAL
YANG
KEILMUAN
MERUJUK
KE
DARI
KOMUNITAS
UNESCO,
TELAH
MERUMUSKAN RUMPUN KEILMUAN MENJADI 6 GOLONGAN
BESAR RUMPUN KEILMUAN YANG TERBARU, YAITU:
1. RELIGION (AGAMA)
2. HUMANITIES (HUMANIORA)
3. SOCIAL SCIENCE (ILMU SOSIAL)
4. NATURAL SCIENCE (ILMU ALAM)
11
5. MATHEMATICS
AND
COMPUTING
SCIENCE
(MATEMATIKA DAN ILMU KOMPUTER)
6. PROFESSIONS AND APPLIED SCIENCE (PROFESI
DAN ILMU TERAPAN)
DARI PERUBAHAN PERKEMBANGAN PENGGOLONGAN
BESAR RUMPUN KEILMUAN DI ATAS, DITJEN DIKTI TELAH
MEMBERI ARAHAN BAHWA ILMU PERTAHANAN TEPATNYA
BERADA DI RUMPUN KE- 6 PROFESSIONS AND APPLIED
SCIENCE (PROFESI DAN ILMU TERAPAN) KARENA PADA
URUT BIDANG KE- 19 DALAM RUMPUN KE- 6 TERDAPAT
MILITARY SCIENCE (ILMU MILITER) YANG MEMPUNYAI TITIK
SINGGUNG DAN IRISAN DENGAN DEFENSE SCIENCE (ILMU
PERTAHANAN) SEHINGGA DITJEN DIKTI MEMBUKA PINTU
ADANYA PENGAJUAN PENAMBAHAN PROGRAM STUDI BARU
YANG DIANGGAP PERLU, MELALUI MEKANISME USULAN
PERGURUAN TINGGI TERMASUK ILMU PERTAHANAN.
INI
ADALAH SUATU KELELUASAAN YANG MEMBERIKAN RUANG
BAGI PENGAJUAN DEFENSE SCIENCE (ILMU PERTAHANAN)
DALAM KODIFIKASI KEILMUAN DI INDONESIA.
ILMU
PERTAHANAN
DALAM
KLUSTER
KEILMUAN,
MEMPOSISIKAN SUATU RANAH ILMU PADA MASA KINI DAN
MENDATANG TIDAK LAGI MUDAH. BERBEDA DARI MASA
LAMPAU,
KETIKA
ILMU-ILMU
DIGOLONGKAN
SECARA
12
STRUKTURAL DAN DILUKISKAN DALAM DIAGRAM POHON
ILMU PENGETAHUAN, MULAI DARI DAHAN, CABANG HINGGA
RANTING. PADA MASA KINI DAN YANG AKAN DATANG
PERCABANGAN DEMIKIAN ITU SEMAKIN LONGGAR. BANYAK
KAJIAN YANG TIDAK DAPAT LAGI DIPOSISIKAN SECARA
TEPAT PADA SALAH SATU CABANG ATAU RANTING POHON
ILMU TERSEBUT, MELAINAN BERADA PADA POSISI YANG
SALING MELINTASI RANAH-RANAH ILMU.
DASAR ILMU DI ERA MODERN ADALAH KEBUTUHAN
UNTUK MEMBANGUN (UNIQUENESS). KEBUTUHAN YANG
MENJADI ALASAN, SEHINGGA KLUSTER DIBENTUK. SECARA
ONTOLOGI ILMU JUGA DAPAT DIDEKATI DENGAN APA YANG
MENJADI OBYEK KAJIAN. DEFENSE SCIENCE ADALAH ILMU
YANG
OBYEKNYA
STATE
BEHAVIOR
DAN
KEBUTUHAN
AGAINST OF THREAT YANG BERSIFAT MILITER MAUPUN NON
MILITER.
JIKA
THREAT-NYA
ADALAH
MILITER
MAKA
KEBUTUHANNYA ADALAH MILITARY BEHAVIOR DAN BEGITU
PULA JUKA THREAT-NYA ADALAH NON MILITER MAKA
KEBUTUHANNYA
ADALAH
NON
MILITARY
BEHAVIOR.
BEHAVIOR DAPAT DI DEKATI DARI MANA SAJA. SEPERTI
PERILAKU KELOMPOK KEPENTINGAN (STATE BEHAVIOR)
YANG DAPAT DIDEKATI MELALUI CULTURE. KEBUTUHAN
13
AKAN
MENCIPTAKAN
ILMU
PENGETAHUAN,
BUKAN
KEBUTUHAN MENJAWAB ILMU PENGETAHUAN.
ILMU PERTAHANAN SEBAGAI DISIPLIN ILMU, STUDI
PERTAHANAN ADALAH STUDI TENTANG SELURUH ASPEK
YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAMANAN DALAM SKALA
NASIONAL
YANG
PENYELENGGARAAN
MELEKAT
NEGARA.
PADA
TUJUAN
KEBUTUHAN
UNTUK
MEMPELAJARI MASALAH-MASALAH PERTAHANAN, SECARA
FILOSOFIS BERANGKAT DARI KEBERADAAN SUATU ENTITAS
YANG DISEBUT NEGARA (STATE), DAN KEBUTUHAN UNTUK
MEMPERTAHANKAN
DIRI
(SURVIVE)
DARI
ANCAMAN
(THREATS) TERHADAP NEGARA TERSEBUT.
PERTAHANAN
DALAM
KONSEP
KEAMANAN
KOMPREHENSIF MENURUT HASNAN A. HABIB DIBERIKAN
DEFINISI SEBAGAI :
KEAMANAN YANG TIDAK HANYA MELIPUTI DIMENSI MILITER
SAJA, MELAINKAN MENJADI MULTIDIMENSIONAL, POLITIK,
EKONOMI,
SOSIAL,
BUDAYA,
AGAMA,
JUGA
ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.2
LEBIH LANJUT HASNAN A. HABIB MENGATAKAN BAHWA
SETIAP DIMENSI BISA MENIMBULKAN SUMBER ANCAMAN
TERHADAP
2
KEAMANAN.
Habib, A. Hasan, loc. cit., hal 313.
KONSEP
KEAMANAN
14
KOMPREHENSIF DILAHIRKAN DAN DIKEMBANGKAN OLEH
NEGARA-NEGARA
KONSEP
ASIA,
KEAMANAN
TERUTAMA
YANG
JEPANG
DENGAN
BERORIENTASI
KELUAR
(OUTWARD-LOCKING) DIMANA DIMENSI EKONOMI SEBAGAI
ANDALAN UTAMANYA.
TETAPI
KEDUA
KONSEP
ITU
(JEPANG
DAN
INDONESIA/MALAYSIA) SAMA-SAMA MENEKANKAN DIMENSI
NONMILITER UNTUK KEPENTINGAN KEAMANAN. KONSEP
KEAMANAN MENJADI SANGAT PENTING DALAM MENGHADAPI
BEBERAPA
ANCAMAN
KEAMANAN
TERITORIAL
DAN
ANCAMAN KEAMANAN DALAM NEGERI.
THE AUSTRALIAN NATIONAL UNIVERSITY SEBAGAI
PUSAT
STUDI
MEMBERIKAN
UNTUK
DEFINISI
STRATEGIC
TENTANG
AND
DEFENSE
DEFENCE
SCIENCE
SEBAGAI BERIKUT :
DEFENCE STUDIES AS AN ACADEMIC DISCIPLINE IS
BROADLY CONCEIVED TO ENCOMPASS ALL ISSUES - BOTH
DOMESTIC AND STRATEGIC - THAT AFFECT AUSTRALIA'S
3
DEFENCE AND NATIONAL SECURITY INTERESTS .
DEFINISI TENTANG DEFENCE SCIENCE YANG SAMA
JUGA
3
DIMILIKI
OLEH
INDIAN
http://hass.unsw.adfa.edu.au/adsf/index.html.
DEFENCE.
MENGENAI
15
PENAMAAN TENTANG DEFENCE STUDIES, INDIAN DEFENCE
MEMBERIKAN BATASAN SEBAGAI BERIKUT :
DEFENCE STUDIES ALSO KNOWN BY VARIOUS NAMES LIKE
DEFENCE AND STRATEGIC STUDIES, MILITARY SCIENCE,
WAR AND NATIONAL SECURITY STUDIES, WAR AND
STRATEGIC STUDIES IN THE WORLD. DEFENCE STUDIES
PROMOTES THE DEVELOP-MENT OF MILITARY EDUCATION
AND CREATION OF AWARENESS ABOUT NATIONAL SECURITY
4
AMONG CIVILIANS.
MATERI STUDI PERTAHANAN YANG DIPELAJARI-PUN
SANGAT BERAGAM DAN MULTIDISIPLIN ILMU. AUSTRALIAN
NATIONAL UNIVERSITY MEMBERIKAN MATERI DEFENCE
STUDY SEBAGAI BERIKUT:
THE AUSTRALIAN NATIONAL UNIVERSITY AS A LEADING
ACADEMIC BODY IN AUSTRALIA SPECIALISING IN STUDIES
ON STRATEGY AND DEFENCE. IT IS AUSTRALIA'S OLDESTESTABLISHED CENTRE FOR THE STUDY OF STRATEGIC,
DEFENCE AND WIDER SECURITY ISSUES. RESEARCH
UNDERTAKEN AT THE CENTRE INCLUDES MILITARY,
POLITICAL, ECONOMIC, ENVIRONMENTAL, SCIENTIFIC AND
TECHNOLOGICAL ASPECTS OF STRATEGIC DEVELOPMENTS.
STRATEGY, FOR THE PURPOSE OF THE CENTRE, IS DEFINED
IN THE BROADEST SENSE OF EMBRACING NOT ONLY THE
CONTROL AND APPLICATION OF MILITARY FORCE, BUT ALSO
THE PEACEFUL SETTLEMENT OF DISPUTES WHICH COULD
CAUSE VIOLENCE.5
4
http://www.upscexam.com/notification/indian_defence/Career-IndianDefence.html
5
Australian National University, Submission: Defence White Paper Community
Consultation, October 2, 2008.
16
SEDANGKAN INDIAN DEFENCE MEMBERIKAN MATERI
DEFENCE STUDY-NYA SEBAGAI BERIKUT :
DEFENCE STUDIES, WAR STUDIES, STRATEGIC STUDIES AS
CURRENTLY TAUGHT IN A HANDFUL OF UNIVERSITIES OF
INDIA. THE SUBJECT NATURALLY TOUCHES ON IMPORTANT
QUESTIONS
OF
INTERNATIONAL
LAW,
ECONOMY,
INTERNATIONAL RELATIONS, SCIENCE AND TECHNOLOGY,
AREA STUDIES, NUCLEAR POLICIES, THINKERS OF WAR ETC .
DALAM HAL INI ILMU PERTAHANAN ADALAH APLIKASI
DARI ILMU DAN TEKNOLOGI UNTUK MELINDUNGI DAN
MEMPERTAHANKAN
NEGARA
DAN
NASIONALNYA
SEGALA
MACAM
DARI
KEPENTINGAN
DAN
BENTUK
ANCAMAN, TANTANGAN, HAMBATAN DAN GANGGUAN BAIK
YANG DATANG DARI DALAM MAUPUN LUAR, YANG SECARA
LANGSUNG
MAUPUN
YANG
TIDAK
MENGANCAM
DAN
MEMBAHAYAKAN INTEGRITAS, IDENTITAS, KELANGSUNGAN
HIDUP SUATU BANGSA DAN NEGARA DALAM PERJUANGAN
MEWUJUDKAN TUJUAN KEPENTINGAN NASIONALNYA. PADA
LEVEL STRATEGIS, PERTAHANAN INDONESIA MENGANDUNG
MAKNA
MANDIRI
KEMAMPUANNYA
TANPA
UNTUK
MENYANDARKAN
BANTUAN/INTERVENSI NEGARA LAIN.
BERTAHAN
PADA
SECARA
DUKUNGAN/
17
HADIRIN YANG BERBAHAGIA,
STUDI TENTANG PERTAHANAN SUDAH DIPELAJARI
SECARA LUAS DI SELURUH DUNIA, BAIK YANG TERGABUNG
DALAM PERGURUAN TINGGI UMUM, MAUPUN YANG SECARA
KHUSUS DILEMBAGAKAN KEDALAM PERGURUAN TINGGI
PERTAHANAN DALAM BENTUK UNIVERSITAS, INSTITUTE,
DAN SEKOLAH. SAMPAI SAAT INI SUDAH ADA SEDIKITNYA 48
NEGARA YANG MEMILIKI PERGURUAN TINGGI PERTAHANAN.
DARI HASIL STUDI BANDING (BENCHMARKING) YANG TELAH
DILAKSANAKAN
INDONESIA
DI
OLEH
UNIVERSITAS
BERBAGAI
NEGARA,
PERTAHANAN
SEPERTI
AMERIKA
SERIKAT, KANADA, AUSTRALIA, INGGRIS, JERMAN, CINA,
JEPANG, DAN SINGAPURA, DAPAT DIAMBIL KESIMPULAN
BAHWA
STUDI
PERTAHANAN
YANG
DIKEMBANGKAN,
DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PERTAHANAN NEGARA
MASING-MASING
BERDASARKAN
ANCAMAN
YANG
DIHADAPI. OLEH SEBAB ITU, UNHAN PERLU MERUMUSKAN
DAN
STUDI
MENDEFINISIKAN
SECARA
PERTAHANAN
INDONESIA
AKADEMIS
YANG
KEBUTUHAN
LEBIH
SESUAI
DENGAN JATI DIRI DAN KARAKTERISTIK BANGSA INDONESIA,
DAN DAPAT MERESPON SEGALA BENTUK ANCAMAN SECARA
EFEKTIF, EFISIEN, DAN TERINTEGRASI.
18
AUSTRALIA
SCIENCE
MEMULAI
SEJAK
KAJIAN
TAHUN
TENTANG
1907
DEFENSE
DAN
BARU
MEMFORMALKANNYA DALAM ORGANISASI KEMENTERIAN
PERTAHANAN
PADA
TAHUN
1979
PASCA
SELESAINYA
PERANG VIETNAM DENGAN NAMA DEFENCE SCIENCE AND
TECHNOLOGY ORGANISATION (DSTO). PENDEKATAN YANG
DILAKUKAN
ADALAH
PRINSIP
SELF-RELIANCE
(KEPERCAYAAN DIRI) DALAM ARTI LUAS SEBAGAI KESIAPAN
AUSTRALIA DENGAN POSTUR PERTAHANANNYA SENDIRI.
SELF-RELIENCE DI DEFINISIKAN SEBAGAI KEBEBASAN ATAU
KEPERCAYAAN DIRI PRIBADI. PADA LEVEL STRATEGIS, SELFRELIENCE MENGANDUNG MAKNA BAHWA AUSTRALIA HARUS
DAPAT
BERTAHAN
SECARA
MANDIRI
TANPA
MENYANDARKAN PADA ANGKATAN PERANG NEGARA LAIN. 6
AUSTRALIA
MEMANDANG
BAHWA
ILMU
PERTAHANAN
ADALAH APLIKASI DARI ILMU DAN TEKNOLOGI UNTUK
MELINDUNGI
DAN
MEMPERTAHANKAN
NEGARA
DAN
KEPENTINGAN NASIONALNYA.
POSISI ILMU PERTAHANAN DALAM KLUSTER KEILMUAN,
SECARA
6
GENERIK
DAPAT
DISAMPAIKAN
BAHWA
ILMU
Drobik, Jan, The role of defence science in achieving Australian
self-defence , Australian Defence College, Monograph Series No. 3,
http://www.defence.gov.au/adc/docs/publications.
19
PERTAHANAN MERUPAKAN SUATU KLUSTER KEILMUAN
YANG
TERMASUK
RUMPUN
ILMU
PROFESI
DAN
ILMU
TERAPAN (INTERDISIPLIN), KARENA BUKAN MERUPAKAN
ILMU DASAR YANG MELEKAT SECARA EKSLUSIF PADA
SALAH SATU JENIS ILMU YANG ADA. KEBERADAAN ILMU
PERTAHANAN BERKAITAN ERAT DENGAN HAMPIR SEMUA
DISIPLIN ILMU, BAIK ILMU-ILMU SOSIAL MAUPUN ILMU-ILMU
EKSAKTA, BILA KITA KAITKAN DENGAN SISTEMATIKA DAN
MATRIKS
KEILMUAN.
KETERKAITAN
ANTARA
BERBAGAI
DISIPLIN ILMU BISA TERJADI PADA BEBERAPA LEVEL
RUMPUN ILMU. PADA RUMPUN KEILMUAN TERBARU DI
DITJEN DIKTI KEMDIKBUD YANG MERUJUK PADA UNESCO,
KORELASI ANTARA BERBAGAI DISIPLIN ILMU SEPERTI ILMUILMU SOSIAL, MATEMATIS, FISIKA, BIOLOGI, PSIKOLOGI DAN
LIGUISTIK
DAPAT
MEMBENTUK
SEBUAH
BIDANG
ILMU
PERTAHANAN PADA RUMPUN PROFESSIONS AND APPLIED
SCIENCE (PROFESI DAN ILMU TERAPAN).
DALAM KONTEKS KLUSTER ILMU, MENGANALOGIKAN
ILMU PERTAHANAN SEBAGAI SEBUAH TAMAN YANG TERDIRI
ATAS
RUMPUN
POHON
SEJENIS
(FAKULTAS),
DAN
SELANJUTNYA DARI SETIAP FAKULTAS DIBAGI LAGI MENJADI
JURUSAN DAN PROGRAM STUDI.
KEBUTUHAN AKAN
SEBUAH KAJIAN BARU (ILMU BARU) DI ERA MODERN INI
20
LEBIH MENEKANKAN PADA FAKTOR KEBUTUHAN (STATE
BEHAVIOR) DALAM MENGHADAPI ANCAMAN (THREAT) BARU.
UNIVERSITAS PERTAHANAN SEBAIKNYA TETAP BERJALAN
PADA POSISI ILMU PERTAHANAN DALAM URUTAN JENJANG
KEILMUAN.
MESKIPUN
KITA
TIDAK
BISA
SEPENUHNYA
MENGHINDAR DARI TERJADINYA TUMPANG TINDIH NAMA
YANG BERAKAR DARI JENIS DAN KARAKTER INTERDISIPLIN
ILMU YANG LAIN. OTONOMI UNIVERSITAS MENGIJINKAN
ADANYA PENAMAAN PROGRAM STUDI YANG SAMA NAMUN
MEMILIKI ISI/MATERI PENGAJARAN YANG BERBEDA. DALAM
KONDISI DEMIKIAN KITA HARUS JUGA MEMPERHATIKAN
FAKTOR TERKAIT GUNA KEPENTINGAN MANAJEMEN DAN
ADMINISTRASI UNIVERSITAS YANG TERSTRUKTUR.
PENCABANGAN
KLUSTER
ILMU
PERTAHANAN,
SECARA SUBSTANSI ILMU PERTAHANAN, YAITU “STRATEGI”
TELAH DIPELAJARI DALAM ‘MILITARY SCIENCE’. STRATEGI
ADALAH
SENI
TERHADAP
TINDAKAN
KETERAMPILAN
SENJATA.
PERANG
ILMU
DAN
SEBAGAI
MILITER
PENDEKATAN
ILMIAH
YANG
MENGGUNAKAN
PEMBELAJARAN
MENGGUNAKAN
PERTAHANAN
DIPERGUNAKAN
UNTUK
MENYELESAIKAN PERMASALAHAN-PERMASALAHAN NEGARA
DALAM MENJAMIN KELANGSUNGAN HIDUPNYA, SEIRING
21
DENGAN
BERKEMBANGNYA
ANCAMAN
(THREAT)
YANG
ILMIAH
TENTANG
ILMU
DATANG.
DEMIKIANLAH
ORASI
PERTAHANAN INI DISAMPAIKAN, GUNA MENJADI BAHAN
PERTIMBANGAN DALAM PENGUSULAN ILMU PERTAHANAN
SEBAGAI
DISIPLIN
ILMU
AGAR
DAPAT
MENAMBAH
KODIFIKASI KEILMUAN DI INDONESIA.
SEKIAN TERIMA KASIH
BILLAHI TAUFIQ WALHIDAYAH
WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
SENTUL, 9 OKTOBER 2014
REKTOR
UNIVERSITAS PERTAHANAN,
DR. D. A. MAMAHIT, M.SC
LAKSAMANA MADYA TNI
Fly UP