...

View/Open

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Description

Transcript

View/Open
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perusahaan dapat dikatakan berhasil jika perusahaan tersebut mampu
bersaing di pasar. Apalagi kini di era pasar bebas persaingan semakin ketat yang
menyebabkan perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas produk.
Dengan demikian, perusahaan harus selalu memperhatikan dan memantau kualitas
produksinya agar menghasilkan produk yang berkualitas tinggi berdasarkan standar
yang ada maupun berdasarkan persyaratan konsumen. Konsumen selalu ingin
mendapatkan produk dalam keadaan sangat baik atau produk barang hasil produksi
yang akan dibelinya tidak menyimpang dari yang telah dispesifikasikan.
Perusahaan harus selalu berusaha melindungi dan menjaga kualitas barang
yang dihasilkannya sehingga konsumen mendapat kepuasan atas nilai guna dan
produsen mendapat kepuasan atas imbalan yang memberikan keuntungan. Untuk
menjaga kualitas barang hasil produksi supaya berada dalam batas-batas kestabilan
tertentu harus diusahakan bahwa mesin, manusia, material dan metode yang
digunakan dalam pembuatan barang hasil produksi tidak mengalami perubahan yang
cukup berarti (Muchlis, 2010). Akan tetapi walaupun usaha-usaha tersebut telah
dilakukan, kualitas produksi selalu bervariasi.
Salah satu cara untuk memonitor proses produksi adalah dengan
menggunakan ilmu statistika atau lebih dikenal dengan sebutan statistical process
control (SPC). SPC adalah kumpulan alat-alat yang digunakan untuk mencapai
stabilitas proses dan meningkatkan kemampuan melalui pengurangan variabilitas.
1
repository.unisba.ac.id
2
Diagram kontrol adalah salah satu alat SPC yang paling banyak digunakan dalam
industri manufaktur dalam memonitor proses (Montgomery, 2012). Berdasarkan
karakteristik data yang diamati, diagram kontrol dapat dikelompokan menjadi dua
macam yaitu diagram kontrol untuk data dalam bentuk variabel dan diagram kontrol
untuk data dalam bentuk atribut.
Diagram kontrol yang digunakan untuk data dalam bentuk variabel
diantaranya adalah diagram kontrol rata-rata ̅ sebagai alat untuk pengontrolan
parameter lokasi (μ), diagram kontrol rentang (R ) dan diagram kontrol simpangan
baku (s ) sebagai alat untuk pengontrolan parameter dispersi (σ). Diagram kontrol
yang digunakan untuk data dalam bentuk atribut diantaranya adalah diagram kontrol
proporsi (p), diagram kontrol jumlah cacat (np), diagram kontrol cacat per unit (c)
dan diagram kontrol jumlah cacat per unit (u). Dalam skripsi ini, pembahasan akan
difokuskan pada pembentukan diagram kontrol s untuk fase I dengan ukuran sampel
n > 1 pada setiap periode.
Pada praktiknya, pembentukan diagram kontrol s pada fase I diawali dengan
menaksir parameter σ. Ada tiga penaksir yaitu ̅ , ̅ dan ̃ yang ketiganya dikalikan
konstanta tertentu untuk mendapatkan penaksir takbias bagi σ. Diantara ketiganya, ̃
merupakan penaksir yang paling efisien (Mahmoud dkk,2010). Namun demikian
ketiga penaksir tersebut nilainya dipengaruhi oleh data outlier, yang menyebabkan
ketiga penaksir tersebut tidak robust. Hal ini akan mengakibatkan kesalahan
penarikan kesimpulan berdasarkan diagram kontrol s yang terbentuk pada fase I.
Misalnya yang seharusnya out of control dinyatakan in control atau sebaliknya.
Berdasarkan hal tersebut diperlukan diagram kontrol s robust terhadap data
outlier. Ada beberapa penaksir  yang robust terhadap data outlier yaitu penaksir
robust D7 (Tatum, 1997), penaksir robust ̅  (Rocke, 1989) dan penaksir adaptive
repository.unisba.ac.id
3
̅̅̅̅̅  dan 
̅̅̅̅̅ ). Dalam skripsi ini akan diperoleh metode adaptive trimmer
trimmer ( 
untuk menaksir σ dengan menggabungkan ̅̅̅̅̅
  dan ̅̅̅̅̅
 yang disebut ̅̅̅̅̅
 , seperti
yang diusulkan Schoonhoven dan Does (2012).
1.2
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang yang telah diungkapkan, perlu adanya
pembahasan diagram kontrol yang robust terhadap data outlier, lebih rinci masalah
dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.
Bagaimana prosedur pembentukan diagram kontrol simpangan baku robust
̅̅̅̅̅ , ?
berdasarkan penaksir simpangan baku robust 
2.
Bagaimana implementasi diagram kontrol simpangan baku robust berdasarkan
̅̅̅̅̅, terhadap data produksi benang
penaksir simpangan baku robust 
di PT. World Yamatex Spinning Mills II Kabupaten Karawang?
3.
̅̅̅̅̅ , jika dibandingkan
Bagaimana nilai penaksir simpangan baku robust 
dengan nilai penaksir simpangan baku robust ̅  dan nilai penaksir efisien ̃ ?
1.3
Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dari
penelitian ini adalah:
1.
Mengetahui prosedur pembentukan diagram kontrol simpangan baku robust
berdasarkan penaksir simpangan baku robust ̅̅̅̅̅
, .
2.
Mengimplementasikan diagram kontrol simpangan baku robust berdasarkan
penaksir simpangan baku robust ̅̅̅̅̅
, terhadap data produksi benang
di PT. World Yamatex Spinning Mills II Kabupaten Karawang.
3.
Mengetahui nilai penaksir simpangan baku robust ̅̅̅̅̅
 , jika dibandingkan
dengan nilai penaksir simpangan baku robust ̅  dan nilai penaksir efisien ̃ .
repository.unisba.ac.id
4
1.4
Sistematika Penulisan
Untuk memperjelas dan mempermudah dalam memahami skripsi ini, maka
berikut ini akan dipaparkan secara garis besar tentang sistematika penulisan skripsi
ini. Pada Bab I dijelaskan tentang pendahuluan yang memuat latar belakang masalah,
identifikasi masalah, tujuan penelitian, serta sistematika penulisan. Bab ΙΙ berisikan
tentang uraian tinjauan pustaka yang merupakan teori-teori yang berkaitan dengan
permasalahan yang menunjang teori pokok yang digunakan dalam Bab ΙV. Bab ΙΙΙ
menyajikan bahan dan metode yang digunakan. Bab ΙV berisikan hasil-hasil
perhitungan berdasarkan metode yang digunakan, kemudian dari hasil analisis yang
diperoleh ditarik kesimpulan yang diuraikan pada Bab V.
repository.unisba.ac.id
Fly UP