...

Presiden : Manfaatkan Sepenuhnya ICT untuk Dunia Pendidikan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Presiden : Manfaatkan Sepenuhnya ICT untuk Dunia Pendidikan
Sekretariat Negara Republik Indonesia
Presiden : Manfaatkan Sepenuhnya ICT untuk Dunia Pendidikan
Kamis, 15 Maret 2007
Denpasar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar dunia pendidikan memanfaatkan sepenuhnya teknologi
infromasi dan komunikasi (ICT). Harapan itu disampaikan Presiden saat membuka Konferensi ke 42 Menteri-menteri
Pendidikan se Asia Tenggara, di Hotel Westin, Nusa Dua, Rabu (14/3) pagi. Konferensi ini diikuti Menteri Pendidikan dari
11 negara, serta delegasi dari 7 negara anggota asosiasi.
Presiden memuji peran SEAMEO selama ini. “Selama keberadaan nya, SEAMEO telah menghasilkan –program
program dan aktif dalam mengembangkan sumber daya manusia untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan,
serta telah menyatukan diri untuk suatu visi yang dinamis dan percaya diri. SEAMEO sangat strategis untuk
mempromosikan pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dari kawasan regional ke dunia internasional. Kita
berharap SEAMEO akan terus melanjutkan perannya itu,� kata Presiden dalam sambutannya berbahasa Inggris.
"Satu harapan lagi adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan betul peluang yang besar untuk dapat menggunakan dan
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di dalam sistim pendidikan. Saat ini, seorang pelajar di Sumatra, atau
Mindanao, atau Phuket, misalnya, hanya dengan menekan mouse sudah dapat mengakses ke seluruh dunia tanpa
batas. Informasi yang diperoleh sama, tidak membedakan apakah dia orang kaya, orang miskin, tinggal di Asia atau di
Eropa. Ini adalah salah satu bentuk revolusi peradaban manusia,� tambahnya.
Tetapi cukup mmemprihatinkan, lanjut SBY, bahwa ICT belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh banyak negara untuk
bidang pendidikan. “Kita perlu untuk memahami bagaimana caranya memanfaatkan potensi-potensi yang luar biasa
dari ICT ini untuk menghubungkan antara para guru dengan para siswa, bagaimana caranya menggunakan ICT sebagai
satu alat untuk proses belajar mengajar, dan menggunakannya untuk mengeluarkan potensi-potensi kreatif dari para
siswa,� kata Presiden..
Ditambahkan, ketika Indonesia merdeka pada tahun 1945, tantangan utama bangsa Indonesia adalah perang melawan
buta huruf. “Tapi sekarang jumlah penduduk yang melek huruf di Indonesia lebih dari 90 persen. Persoalannya
sekarang, sebagaimana yang dihadapi negara-negara lain yang sedang berkembang, bagaimana agar masyarakat bisa
melek huruf terhadap teknologi digital. Kita harus menjadikan masyarakat tidak buta huruf terhadap teknologi digital
untuk menyongsong globalisasi yang terjadi. Karena itulah saya menghargai konferensi para menteri Asia Tenggara ini,
yang mengangkat isu perkembangan dan pemanfaatan ICT untuk dunia pendidikan,� kata Presiden.
Sumber :
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/03/14/1645.html
http://www.setneg.go.id
www.setneg.go.id
DiHasilkan: 6 July, 2016, 00:03
Fly UP