...

World Bank Document

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

World Bank Document
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
101355
Jalan Menuju Kemakmuran
Pidato Paul Wolfowitz
Presiden
Kelompok Bank Dunia
kepada
Dewan Gubernur-Gubernur
Kelompok Bank Dunia
Singapura
Tanggal 19 September 2006
Saudara Ketua, Para Gubernur dan Tamu-tamu yang saya hormati – Terima kasih atas pidatopidato dengan wawasan yang sangat mendalam yang telah memberikan tuntunan yang baik
untuk melaksanakan tugas kita.
Para Gubernur dan Tamu-tamu yang terhormat - Saya senang sekali bisa ikut serta dengan
anda semuanya menghadiri Rapat Tahunan Dana Moneter Internasional dan Kelompok Bank
Dunia.
Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada Pemerintah
dan Rakyat Singapura yang sudah bersedia menjadi tuan rumah dari Rapat Tahunan ini dan
yang telah bekerja keras untuk mengorganisirnya, dan juga saya ingin mengucapkan banyak
terima kasih kepada bapak Ketua Komisi Perkembangan, Alberto Carrasquilla, yang memimpin
diskusi-diskusi penting.
Sudah lebih dari satu tahun ini, saya merasa mendapat kehormatan menjabat sebagai
presiden. Dengan senang hati saya bisa melaporkan bahwa selama masa tersebut,
Peminjaman Kelompok Bank telah memecahkan rekor kesuksesan. IDA menyediakan 9,5
milyar dolar untuk membantu kaum miskin, lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya,
dengan setengah dari dana tersebut dikucurkan ke Afrika.
Pinjaman IBRD kepada negara-negara yang berpendapatan menengah telah mencapai tingkat
yang tertinggi dalam masa tujuh tahun dengan jumlah 14,2 milyar dolar. MIGA mengeluarkan
1,3 milyar dolar dalam bentuk jaminan investasi. Dan dari semuanya ini peningkatan kita yang
paling besar ialah dukungan IFC kepada sektor swasta, dengan 25 persen lonjakan menjadi 6,7
milyar dolar.
Dan suatu pembicaraan mengenai tahun yang lalu, tidaklah akan lengkap tanpa menyoroti
betapa pentingnya Prakarsa Pengurangan Hutang Multilateral. Komitmen yang sangat menonjol
ini menyediakan pengurangan hutang yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara termiskin di
dunia - - mengucurkan dana guna mencapai Sasaran-Sasaran Perkembangan Milenia. Kita
perlu terus bekerja untuk meningkatkan mutu dan kwalitas, serta menyelaraskan usaha-usaha
kita dengan mitra-mitra kerja kita. Namun angka-angka yang saya sebutkan tadi menceritakan
sesuatu yang baik, dan saya merasa berterima kasih kepada semua pihak yang sudah
menolong untuk mencapainya.
Saya berterima kasih kepada Rodrigo de Rato, karena persahabatannya dan karena
anjurannya untuk mengadakan suatu persekutuan yang erat antara kedua organisasi. Dan
kepada Dewan saya karena bimbingan dan dukungannya, termasuk dalam beberapa masalah
yang sulit.
Namun, rasa terima kasih saya yang paling besar, ingin saya sampaikan kepada staf saya yang
setia yang melayani lebih dari 100 negara di seluruh dunia dan di kantor-kantor pusat kita di
Washington. Sifat profesional dan komitmen mereka telah membuat tahun yang lalu suatu
tahun yang sangat kuat untuk Kelompok Bank Dunia dan untuk misi yang kita jalankan untuk
membawa harapan dan peluang kepada kaum miskin sedunia.
Saya juga ingin mengucapkan selamat datang kepada bapak Wolfensohn, pendahulu saya,
yang pagi ini bisa bersama dengan kita semua. Saya ingin mengucapkan terima kasih saya
untuk kepemimpinan dan perlayanan beliau yang luar biasa selama satu dekade ini,
kepemimpinan dan pelayanan yang mewarisi saya dengan suatu organisasi yang telah
mencapai puncak kesempurnaanya.
Membuat Sejarah dalam Perjuangan Melawan Kemiskinan
Seperti kita lihat hari ini, kita berkumpul di pusat konvensi yang sangat megah ini, janganlah kita
lupa, apa sebabnya kita berada di sini: di luar tembok-tembok ini dan di seluruh dunia, ada lebih
dari 1 milyar orang yang berjuang untuk bisa hidup dengan kurang dari 1 dolar sehari. Mereka
tidur malam ini kelaparan dan kesakitan, tidak tidur di hotel berbintang lima. Tetapi kekayaan
yang kita lihat di sekeliling kita hari ini adalah suatu peringatan yang mengilhami bahwa ada
suatu jalan keluar dari kemiskinan yang menyiksa, menuju kemakmuran.
Hanya empat puluh satu tahun yang lalu, suatu negara Singapura yang mandiri berlayar,
menuju ke pelabuhan yang tidak menentu. Pengangguran sangat tinggi, hampir tidak ada
industri sama sekali, dan masa depan yang suram. Beginilah yang ditulis tentang hari itu oleh
Perdana Menteri Lee Kuan Yew: “Aku memulai perjalanan ini dengan rasa gentar yang sangat
hebat, melalui jalan yang tak bertanda, menuju ke suatu tujuan yang tak diketahui.”
Di sekeliling kita, kita lihat tujuan itu. Kemajuan Singapura yang luar biasa, sepanjang jalan dari
kemiskinan menuju kemakmuran, telah juga diketemukan oleh banyak negara lain di Asia Timur
dan di tempat-tempat lain di dunia.
Dalam 25 tahun terakhir ini, empat ratus juta orang di seluruh dunia telah lepas dari kemiskinan
yang dahsyat, di dalam perjuangan melawan kemiskinan, hal ini membuat suatu perempat abad
yang paling sukses.
Setiap negara harus menemukan jalannya sendiri, tetapi di berbagai kebudayaan dan
kepercayaan, komunitas-komunitas dan bangsabangsa, orang –orang mencari impian-impian
yang sama: kesempatan untuk bersekolah, jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik,
kemampuan untuk menyediakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak mereka.
Afrika: Jalan Mendapatkan Kesempatan
Tahun lalu, saya laporkan kepada anda semua prioritas kita yang pertama haruslah Afrika - suatu daerah yang dengan nyamannya dilupakan oleh kemajuan yang luar biasa ini.
Saya masih merasa yakin bahwa Afrika tetap menjadi prioritas kita yang pertama. Tetapi
setelah satu tahun dan kunjungan-kunjungan ke sepuluh negara Afrika, saya ingin
menambahkan bahwa saya tidak hanya melihat suatu kebutuhan yang sangat menyedihkan,
tetapi juga suatu kesempatan yang nyata.
Dalam waktu enam tahun, jumlah negara-negara yang berselisih turun dari 13 ke 5.
Tentu saja Sudan adalah suatu perkecualian yang suram dari trend yang positif. Keadaan
orang-orang Darfur yang menyedihkan dan miskin beresiko akan menjadi punah karena
kekerasan. Komunitas internasional harus bertindak tegas untuk mengakhiri kekerasan ini.
Tetapi ketika negara-negara timbul dari krisis – seperti Sierra Leone, Liberia, Republik
Demokratis Congo dan Republik Afrika Tengah yang sudah terjadi di akhir-akhir tahun ini,
mereka menghadapi suatu rangkaian hambatan untuk menuju ke perkembangan.
Pemimpinpemimpin mereka perlu bergerak dengan cakap memperbaiki kehidupan warga
negara mereka dan menstabilkan perdamaian yang masih ringkih. Kita – sebagai komunitas
perkembangan internasional – harus juga bergerak dengan lebih cakap untuk mendukung
mereka. Seperti yang dikatakan oleh salah satu direktur negara, negara-negara ini tidak
memerlukan lebih dari ”dokumen-dokumen sebesar buku telepon yang susah dimengerti yang
datangnya terlambat 18 bulan.”
Di Liberia, sebagai salah satu contoh, kita mendorong diri kita sendiri untuk bertindak lebih
cepat. Kita menyediakan dana yang berdampak tinggi sebanyak 67 juta dolar untuk
membangun jalan-jalan, pelabuhan-pelabuhan, dan bandara-bandara serta memperbaiki
persediaan air dan listrik kepada orang-orang Liberia.
Kita perlu berbuat yang sama untuk Lebanon
Beberapa negara Afrika sudah lebih jauh kemajuannya. Tujuh belas di antara mereka sudah
bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan sebanyak 4 persen atau lebih baik dalam
jangka waktu sepuluh tahun, ada beberapa di antaranya setinggi 7 atau 8 persen. Tantangan
untuk komunitas perkembangan adalah mempercepat pertumbuhan itu dan menolong yang
lainnya untuk mendapatkan dan mengikuti jalan menuju kemakmuran.
Rencana Kerja Afrika – Posisi kita
Tanggapan Kelompok Bank Dunia terhadap tantangan ini adalah Rencana Kerja Afrika. Setelah
satu tahun, dengan senang hati saya melaporkan kemajuan dalam menambah dukungan kita
kepada perkembangan sektor swasta, menutup celah prasarana—termasuk prasarana
daerah—dan memperbaiki kesehatan dan pendidikan. Saya harapkan tahun depan kami akan
bisa melaporkan kemajuan yang lebih banyak di daerah utama pertanian.
Di seluruh Afrika, prasarana yang hancur telah menahan perluasan bisnis dan kesempatankesempatan di pasar-pasar internasional. Sekarang ini, seseorang pengusaha di Afrika tengah
membayar lebih dari tiga kali apa yang dibayar oleh rekan bisnisnya di Cina untuk mengangkut
satu kontainer dalam jarak yang sama. Untuk pengusaha Afrika itu, jalan keluar dari kemiskinan
adalah sangat jelas suatu jalan yang beraspal.
Kita mendukung mitra-mitra kita di Afrika dalam usaha-usaha mereka untuk memperluas akses
untuk mendapatkan tenaga, air dan pengangkutan untuk orang-orang mereka. Tahun lalu saja,
kita sudah meningkatkan investasi kita dalam bidang prasarana sebanyak 15 persen.
Tidak ada kekurangan rencana-rencana yang inovatif di Afrika untuk memperbaiki prasarana.
Cukup jelas kalau tidak cukup sumber-sumbernya.
Untuk anak-anak muda Afrika, jalan keluar dari kemiskinan dimulai dari ruang kelas, tetapi
terlalu banyak dari mereka masih belum dapat bersekolah bahkan sekolah dasar. Dan untuk
semua yang tinggal di daerah tersebut, ada dua pembunuh yang mengerikan – AIDS dan
Malaria – adalah rintangan-rintangan menuju jalan kemakmuran.
Pendidikan untuk Semua Inisiatif Jalur Cepat sudah mendorong jumlah pertumbuhan negaranegara, kebanyakan dari mereka di Afrika, untuk mengembangkan rencana-rencana terpercaya
untuk menambah jumlah pendaftaran di sekolah dasar, terutamanya jumlah anak perempuan.
Inisiatif ini bisa memenuhi impian dari 70 juta anakanak di 60 negara yang ingin bersekolah, jika
- - biarkan saya menggarisbawahi - - jika penderma-penderma menaikkan sumber-sumber dana
yang dibutuhkan untuk menandingi prestasi yang meningkat.
Kita juga merupakan bagian dari Koalisi Global untuk memerangi HIV/AIDS, suatu usaha yang
telah meningkat, dengan delapan kali lipat jumlah orang yang bisa mendapat akses menuju
pengobatan, hanya dalam waktu dua tahun. Tetapi kita masih belum mencapai 80 persen dari
orang yang membutuhkan pengobatan. Hal ini membutuhkan sumber-sumber daya.
Dan malaria masih tetap menjadi salah satu pembunuh terbesar di Afrika. Melalui Program
Suntikan Serum Tambahan Malaria Baru, kita bisa mencapai lebih dari 125 juta orang,
termasuk 30 juta anakanak. Di Tanzania, saya bertemu dengan seorang ibu yang beranak lima
yang sedang membeli sepotong kelambu, untuk pertama kali dalam hidupnya. Ia berkata
kepada saya untungnya, kelima anaknya belum jatuh menjadi korban malaria. Tetapi kita tidak
boleh membiarkan keberuntungan itu menentukan nasib dari pada anak-anak Afrika. Dengan
bantuan Bank, lebih dari 10 juta kelambu dan lebih dari 15 juta dosis obat anti malaria akan
dibagikan kepada orangorang seperti ibu muda tadi.
Pada Konferensi Dakar minggu yang lalu, kita mendengar suatu permohonan kuat kepada
penderma untuk memerangi malaria dengan koordinasi dan kejelasan yang lebih besar. Kita
memasang sistem untuk memonitor penggunaan dari kelambu, akses kepada pengobatan anti
malaria dan penyemprotan dalam ruangan. Tetapi untuk mengidentifikasi celah-celah dan
mengambil tindakan untuk mengisinya, kita butuh menangkap aktivitas-aktivitas semua donor di
dalam sistem monitor yang sama. Kita perlu bantuan anda untuk membuat hal itu terjadi.
Peningkatan
Banyak hal yang masih perlu kita lakukan di masa depan. Ada suatu kesempatan nyata untuk
bergerak lebih cepat.
Tetapi satu tahun setelah Perjanjian Gleneagles, komunitas internasional masih mempunyai
kekurangan komitmen untuk menaikkan bantuan ke Afrika.
Negara-negara Afrika tidak bisa membangun berdasarkan suatu landasan yang terdiri dari janjijanji kosong. Kalau negara-negara kaya melepaskan komitmen mereka untuk menggandakan
bantuan ke Afrika sampai dengan tahun 2010, kita akan menjadi gagal untuk memenuhi
harapan terbaik untuk masa depan Afrika—orang-orangnya.
Dukungan IDA kepada negara-negara termiskin adalah yang paling tinggi dalam sejarah.
Pengiriman bulan lalu yang berjumlah hampir 1 milyar dolar dari pendapatan Kelompok Bank
Dunia ke IDA juga merupakan yang terbesar dalam sejarah. Tetapi kebutuhan dari dukungan
IDA tetap lebih besar dan kita sendiri tidak dapat mengisi celah tersebut.
Perundingan-perundingan IDA 15 dimulai tahun depan. Dengan tanda-tanda pertumbuhan yang
menyeluruh se-benua dan sejumlah negara-negara yang akan mengambil keuntungan
seimbang dari dana-dana segar ini, kita mesti berarah tinggi untuk mengisi kembali dana yang
seimbang dengan ambisi dan harapan orangorang Afrika.
Suatu Lembaga Global dengan Tanggung Jawab-Tanggung Jawab Global
Negara-negara berpendapatan menengah
Afrika merupakan prioritas utama kita, tetapi bukan hanya satusatunya prioritas kita. Sekarang
ini, dua per tiga penduduk dunia yang miskin tinggal di negara-negara berpendapatan
menengah di Asia, di Amerika Latin dan Timur Tengah. Jumlah orang yang hidup dalam
kemiskinan yang ekstrim di Brazil, Cina, dan India dijadikan satu, hampir dua kali lipat
jumlahnya dibandingkan dengan di Afrika Sub-Sahara.
Di Cina, saya berkunjung ke propinsi barat dari Gansu di mana beberapa penduduknya tinggal
di gua-gua. Di Brazil, saya berjalan melalui daerah kumuh yang penuh sesak, favelas di São
Paulo, yang berdiri dengan kontrasnya dibandingkan dengan kawasan-kawasan kaya yang
jauhnya hanya beberapa blok saja.
Kaum miskin di negara-negara ini betul-betul mempunyai keuntungan potensial. Mereka tinggal
di negara-negara dimana sektor swasta sedang tumbuh dan di mana pemerintah-pemerintah
mempunyai sumber daya - sumber daya dan akses keuangan. Ketika pemerintah-pemerintah
mereka meminjam dari kita, mereka menghendaki pelayanan yang lebih cepat dan istimewa;
fleksibilitas yang lebih besar; ongkos-ongkos yang lebih rendah; dengan cara-cara yang sudah
lazim; dan akses yang lebih baik terhadap pembelajaran dan keahlian kita.
Strategi baru Kelompok Bank untuk perjanjian dengan mitra-mitra IBRD berisi usulan-usulan
yang bermacam-macam yang dirancang untuk menolong kita untuk memenuhi harapanharapan mereka. Hal ini mengenali bahwa, untuk berjanji secara efektif dengan negara-negara
berpendapatan menengah, kita butuh berusaha dengan keras untuk bertahan karena mitramitra kita menjadi lebih canggih setiap tahunnya.
Mengelola Resiko-Resiko Global
Permintaan atas barang-barang umum global akan meningkat, bukan berkurang karena lebih
banyak orang bergerak di sepanjang jalan dari kemiskinan menuju kemakmuran. Masalahmasalah global ini mengharuskan solusi-solusi dan sumber-sumber global. Flu burung,
keinginan untuk tenaga yang bersih, dan pembinasaan yang disebabkan oleh bencanabencana alam tidak ada batasnya.
Sekarang ini, Kelompok Bank dunia berada dalam garis terdepan usaha-usaha internasional
untuk mengangkat dan memberi danadana untuk mencapai tantangan-tantangan seperti ini
yang menghadapi negara-negara kaya dan miskin secara sama. Tidak peduli di mana mereka
berada dalam jalan menuju kemakmuran ini—dari negara-negara yang sedang mengalami
krisis sampai negara-negara yang memperoleh akses menuju kredit komersial sampai
ekonomiekonomi yang paling maju di dunia—seluruh dunia memerlukan lembaga-lembaga
yang dapat mengerahkan dan mengatur sumbersumber dalam skala global. Kita dalam
Kelompok Bank Dunia bangga atas pengalaman dan kemampuan kita untuk mencapai
keperluankeperluan itu.
Jalan Menuju Kemakmuran—Bagaimana Kita Mendapatkannya?
Pemerintahan yang Baik
Di seluruh dunia, dan lebih pentingnya di dunia yang sedang berkembang, terdapat pengakuan
yang semakin meningkat bahwa jalan menuju kemakmuran harus dibangun dalam fondasi yang
kuat dari pemerintahan yang baik. “Tanpa Pemerintahan, semua pembaharuan lain akan
mendapatkan pengaruh yang terbatas.” Itu merupakan kesimpulan dari komisi Afrika tahun lalu.
Dan adalah pandangan yang saya dengar di pinggir jalan dan di taksi-taksi – di aula kementrian
yang bermarmer dan di pondok perkampungan kumuh.
Bagi kita di dalam komunitas perkembangan, pemerintahan yang baik tidak berakhir dengan
sendirinya, tetapi fondasi dari jalan keluar dari kemiskinan. Ini menyebabkan pertumbuhan yang
lebih cepat dan lebih kuat. Juga menjamin setiap perkembangan dolar yang dipakai untuk
memerangi kemiskinan, kelaparan, dan penyakit.
Sekarang ini lebih banyak negara, pemimpin-pemimpin dan wargawarga yang sama meminta
pemerintahan yang transparan dan bertanggung-jawab dalam memberikan hasil-hasilnya.
Sebagaimana kita menanggapi panggilan mereka, kita harus mengenali bahwa tantangantantangan pemerintahan berbeda dari satu negara ke negara lainnya dan bantuan kita harus
diperhitungkan. Suatu pendekatan yang sama tidak akan berhasil.
Dan kita perlu ingat bahwa kemajuan dalam pemerintahan memakan waktu yang lama, tidak
hanya dalam waktu satu malam saja.
Strategi kita membuat kita berjanji menuju jalan perjanjian yang lebih dalam untuk memperkuat
pemerintahan dan memerangi korupsi. Bahkan dalam lingkungan yang paling menantang, kita
perlu tetap sibuk untuk mencari dan membantu pemenang atas pembaharuan dalam
pemerintahan maupun masyarakat sipil - - termasuk parlemen-parlemen, pengadilan dan media
- - untuk mengantarkan hasil-hasil bagi kaum miskin.
Sebagai lembaga global, Kelompok Bank Dunia bisa membantu negara-negara belajar dari
pengalaman-pengalaman orang lain. Di Chile, India, Meksiko dan Korea, sistem-sistem
pengadaan-pengadaan elektronik yang jelas, sudah memotong biaya-biaya usaha pendapatan
umum, dan menghemat milyaran dolar dalam pengeluaran pemerintah. Untuk negara-negara
berkembang, penghematan ini artinya banyak sumber-sumber penghasilan dapat dibelanjakan
untuk buku-buku, obat-obatan dan pelayanan-pelayanan umum yang penting.
Di Bangalore, India, kelompok warga menggunakan kartu laporan untuk menilai kualitas dari
pelayanan umum dan meminta tanggungjawab kepada pegawai-pegawai negeri. Dengan
meletakkan penilaian ini di muka umum, prestasi pemerintah sudah bertambah baik dan
kepuasan pelanggan dengan pelayanan listrik dan rumah sakit umum sudah melonjak.
Kita juga harus bekerja dengan lembaga-lembaga multilateral dan bilateral lainnya. Dalam
semangat itu, minggu ini, kita memutuskan perjanjian tonggak bersejarah dengan bank-bank
perkembangan multilateral lain untuk membagi informasi untuk memberantas penipuan dan
korupsi.
Akhirnya, bukan berarti hal ini kurang penting, marilah kita ingat bahwa negara-negara kaya
mempunyai tanggung jawab yang vital dalam berjuang melawan korupsi. Mereka perlu
mengambil tindakan terhadap penyogok yang sering datang dari negara-negara ini, dan
membantu mitra-mitra negara berkembang kita memperoleh kembali aset-aset curian.
Di setiap negara miskin, setiap kota, setiap desa—terdapat anak-anak yang memerlukan bukubuku untuk belajar, ibu-ibu yang memerlukan akses pelayanan kesehatan bagi bayi-bayinya,
pria dan wanita yang memerlukan pekerjaan untuk memelihara keluarganya. Kita berhutang
kepada para pemegang saham kita dan kepada jutaan orang yang hidup di dalam kemiskinan
di seluruh dunia untuk menjamin bahwa perkembangan dolar-dolar yang dipercayakan kepada
kita pakai – sebagaimana Artikel-Artikel Perjanjian kita yang mengharuskan – untuk maksud
tujuan mereka.
Sektor Swasta yang Kuat
Pengalaman di Asia Timur menunjukkan bahwa tidak peduli negara-negara manapun yang
sedang berada dalam jalan keluar dari kemiskinan, adalah tenaga dan bakat dari sektor swasta
yang menciptakan pekerjaan-pekerjaan dan membuat kemajuan.
Beberapa bulan yang lalu, saya mengunjungi koperasi pertanian yang dibiayai oleh IFC di
Chimaltenango di Guatemala. Saya berbicara dengan petani-petani yang hanya sepuluh tahun
yang lalu baru saja menemukan penghidupan dengan bertani. Sekarang ini, mereka menanam
buah-buahan dan sayur-sayuran untuk perusahaan-perusahaan global. Produsen-produsen
kecil ini, kebanyakan dari mereka adalah wanita, sekarang berpenghasilan sekitar 800 dolar
sebulan— empat kali gaji bulanan di Guatemala!
Tahun ini, IFC merayakan hari jadinya yang ke-50. Hari ini, merupakan operasi global yang
menciptakan kesempatan-kesempatan untuk orang-orang miskin dalam berbisnis. Setiap dolar
atas investasi IFC mempengaruhi investasi-investasi yang lebih besar oleh perusahaanperusahaan lain untuk jutaan perusahaan-perusahaan baru.
Di kebanyakan negara-negara miskin, peraturan-peraturan bisnis yang berlebihan
menempatkan beban yang berat bagi para pengusaha. Laporan IFC “Doing Business”
memberikan peta jalan untuk pemimpin-pemimpin pemerintahan dan pembuat-pembuat
kebijaksanaan untuk mendapatkan pembaharuan untuk menghapus beban ini dan membantu
menciptakan pekerjaan-pekerjaan. Tahun lalu, faktanya, Afrika sudah muncul sebagai salah
satu negara dengan pembaharuan yang sangat cepat di dunia. Tanzania dan Ghana berada di
antara sepuluh besar negara pembaru di seluruh dunia.
Perdagangan untuk Perkembangan
Pemerintahan yang baik dan tenaga kewiraswastaan bisa menolong menaikkan negara-negara
sepanjang jalan menuju perkembangan – tetapi jika pada akhir jalan, tidak ada tempat untuk
menjual produk-produk, pengusaha-pengusaha kecil dan petani-petani yang miskin akan
menemui jalan buntu. Mereka perlu jalan masuk menuju pasar dan perdagangan untuk
memperbaiki kehidupan mereka dan keluar dari kemiskinan.
Sekarang ini, janji atas masa depan yang lebih baik tersebut berada dalam bahaya. Dengan
Konferensi Meja Bundar Doha yang tak pasti, kita harus mempertimbangkan ide-ide baru—dan
menyetujui bahwa setiap partai dalam perjanjian ini perlu untuk berkompromi. Amerika Serikat
perlu untuk menyetujui pemotongan lebih lanjut pengeluaran atas tunjangan-tunjangan
pertanian yang mengubah perdagangan. Serikat Eropa perlu mengurangi rintangan jalan masuk
ke dalam pasar. Dan negara-negara berkembang seperti Cina, India dan Brazil perlu untuk
memotong pajak mereka dalam berproduksi. Negara-negara berkembang juga perlu untuk
menghilangkan penghalang-penghalang perdagangan yang membuat negara-negara
berpenghasilan rendah lebih sukar untuk berdagang secara langsung satu sama lainnya.
Doha harus berhasil – dan kita harus meyakinkan bahwa Negaranegara termiskin keluar
menjadi pemenang. Tawaran Hongkong tahun yang lalu atas akses “bebas bea dan bebas
jatah” perlu diperbaiki dengan garis pajak dan peraturan asal yang kurang terbatas.
Kita harus melangkah sekarang sebelum jendela kesempatan tertutup.
****
Lima bulan yang lalu, ketika saya mengunjungi Guerrero—negara bagian yang paling miskin di
Meksiko, saya bertemu dengan anakanak yang pertama dalam keluarganya mendapat
kesempatan untuk bersekolah. Saya masih ingat kata-kata salah satu anak perempuan yang
membagi impiannya untuk melangkah keluar dari kemiskinan menuju masa depan yang lebih
cerah. Membacakan puisi dalam bahasa ibunya Nahuatl, katanya:
“Saya mau merubah semuanya, saya ingin merubah semuanya karena saya cinta
pencangkul tanah dan peluh dari kerjanya yang mempersubur tanah air saya dan
menumbuhkan jagung-jagung, buncis-buncis, dan kentang-kentang kami dengan
segera.”
“Saya ingin merubah semuanya karena saya cinta akan dunia yang belum tercipta; di
mana yang memanggang roti itu bisa memakannya juga; di mana para petani menjadi
tukang kebun kehidupan bukan kematian.”
Bapak Ketua, Gubernur-Gubernur dan tamu-tamu terhormat:
Dari Meksiko, ke Mongolia sampai ke Malawi, terdapat jutaan orang miskin yang, ketika diberi
kesempatan, akan bekerja keras untuk melepaskan diri dari kemiskinan. Bukanlah kinerja
mereka yang mencegah mereka, tetapi kondisi-kondisi di sekitar mereka—dari birokrasi ke
jalan-jalan berlubang dan pasar-pasar yang dilindungi.
Misi kita adalah untuk membantu membangun jalan—supaya mereka bisa mengontrol nasib
mereka sendiri. Jangan biarkan kita kehilangan kesempatan bersejarah di hadapan kita ini.
Terima kasih.
Fly UP