...

- Universitas Lambung Mangkurat

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

- Universitas Lambung Mangkurat
1
Baseran Nor
[email protected]
: Teknologi pembelajaran sangat diperlukan dalam
proses pembelajaran, sebab dapat menyebarkan informasi secara luas,
merata, cepat, seragam dan terintegrasi sehingga pesan dapat
disampaikan sesuai dengan isi yang dimaksud. Teknologi dapat
menjadi partner dosen dalam rangka mewujudkan proses
pembelajaran yang efektif, efisien, dan produktif sesuai dengan
kebutuhan dan tuntutan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui: 1) pengaruh multimedia dalam meningkatkan prestasi
belajar, 2) pengaruh gaya belajar terhadap peningkatan prestasi
belajar, 3) pengaruh motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi
belajar, 4) pengaruh multimedia, gaya belajar, dan motivasi belajar
dalam meningkatkan prestasi belajar Mikro Ekonomi mahasiswa
program studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNLAM.
: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang
memprogramkan mata kuliah Mikro Ekonomi pada semester gasal
2012/2013 dan dijadikan sampel jenuh. Pengumpulan data dengan
menggunakan angket. Data dianalisis dengan menggunakan analisis
regresi linear berganda.
: Penelitian ini menunjukkan 1) terdapat pengaruh yang
signifikan antara penggunaan multimedia dalam meningkatkan
prestasi belajar mata kuliah Mikro Ekonomi dilihat dari nilai thitung
(2,317) > ttabel (2,029), 2) terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya
belajar terhadap peningkatan prestasi belajar Mikro Ekonomi dilihat
dari nilai thitung (2,283) > ttabel (2,029), 3) pengaruh yang signifikan antara
motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar Mikro Ekonomi
dilihat dari nilai thitung (4,549) > ttabel (2,029), dan 4) terdapat pengaruh
yang signifikan antara multimedia, gaya belajar, dan motivasi belajar
dalam meningkatkan prestasi belajar Mikro Ekonomi dilihat dari nilai
Fhitung (13,788) > Ftabel (2,866).
Kata kunci:
2
kan materi secara logis, ilmiah, dan
Kemajuan
ilmu
pengetahuan
teknologi
yang
ditandai
dan
dengan
sistematis serta mampu melengkapi,
menunjang,
memperjelas
konsep-
perkembangan arus teknologi dan
konsep, prinsip-prinsip atau proporsi
informasi
yang
digunakan
dalam
materi pelajaran. Teknologi dapat
berbagai
bidang
telah
memberi
menjadi partner dosen dalam rangka
kemudahan-kemudahan
ke-
mewujudkan proses pem-belajaran
hidupan masyarakat. Sekolah mau-
yang efektif, efisien, dan produktif
pun perguruan tinggi sebagai wadah
sesuai
calon pekerja, perlu ditumbuhkan
tuntutan
mahasiswa.
kemandirian pada diri setiap maha-
teknologi
dalam
siswa
sering
untuk
bagi
membuat
mereka
menjadi lebih independen dan akan
memperkaya
mampuan
mereka
dalam
dengan
kebutuhan
disebut
dan
Peng-gunaan
pem-belajaran
dengan
istilah
multimedia.
Dewasa
ini
di
kalangan
ilmu
pendidikan calon guru, banyak mem-
pengetahuan di luar kelas. Aspek lain
bicarakan terjadinya krisis motivasi
yang perlu terus ditanamkan ter-
belajar, gejala tersebut ditunjukkan
utama pada pendidikan tinggi adalah
dengan
konsep
bahwa
perhatian
mahasiswa
belajar adalah sebuah proses yang
pelajaran,
kelalaian
tidak akan pernah berhenti (
ngerjakan pekerjaan rumah, belajar
yang
menguasai
ke-
dengan
mengatakan
).
berkurangnya
pada
waktu
dalam
me-
dengan sistem kebut semalam, dan
Teknologi pembelajaran sangat
diperlukan
kenyataan
dalam
proses
pem-
pandangan
asal
lulus
cukup.
sesuai dengan hasil pengamatan dan
belajaran, sebab dapat berdampak
pengalaman
penulis
besar terhadap hasil belajar. Adanya
mengenai
pembelajaran
teknologi
Ekonomi
pembelajaran
dapat
Ini
di
di
lapangan
program
Mikro
studi
menyebarkan informasi secara luas,
Pendidikan
merata,
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
integrasi
cepat,
seragam
sehingga
dan
pesan
ter-
dapat
Universitas
Ekonomi
Lambung
Fakultas
Mangkurat
disampaikan sesuai dengan isi yang
(UNLAM) Banjarmasin menunjukkan
dimaksud. Teknologi juga menyaji-
bahwa
sebagian
besar
mahasiswa
3
masih belum faham dan jelas dengan
mengetahui
apa yang disampaikan oleh dosen
dalam meningkatkan prestasi belajar
pengampu.
Mikro Ekonomi mahasiswa program
Hal
ini
dikarenakan
dosen dalam proses pembelajaran
studi
masih
UNLAM,
dominan
menggunakan
pengaruh
Pendidikan
2)
multimedia
Ekonomi
untuk
mengetahui
metode ceramah yang menjadikan
pengaruh
dosen
dalam
peningkatan prestasi belajar Mikro
pembelajaran. Tidak terperhatikan-
Ekonomi mahasiswa program studi
nya gaya belajar mahasiswa tentunya
Pendidikan Ekonomi FKIP UNLAM, 3)
juga akan berdampak pada tidak
untuk mengetahui pengaruh motivasi
efektifnya pembelajaran yang selama
belajar
ini dilakukan.
prestasi
masih
dominan
Rendahnya
motivasi
belajar
gaya
FKIP
terhadap
belajar
Ekonomi
bersemangatnya
mengetahui
perkuliahan
baru
dimulai
ketika
terhadap
peningkatan
Mikro
Ekonomi
mahasiswa program studi Pendidikan
mahasiswa dapat dilihat dari kurang
mahasiswa
belajar
FKIP
UNLAM,
pengaruh
4)
Untuk
multimedia,
dengan
gaya belajar, dan motivasi belajar
ditandai dengan melakukan kegiatan
dalam meningkatkan prestasi belajar
sendiri seperti memainkan HP untuk
Mikro Ekonomi mahasiswa program
mengupdate status di facebook atau
studi
berbincang-bincang dengan teman.
UNLAM.
Pendidikan
Ekonomi
FKIP
Banyaknya materi Mikro Ekonomi
yang berupa hafalan menyebabkan
Robert Heinich et al (2002: 242)
mahasiswa cepat bosan ketika belajar
menyatakan bahwa:
di kelas. Mereka lebih suka membuat
catatan
kecil
untuk
menghadapi
ujian sehingga kesan kalau mahasiswa contek sudah biasa pada mata
kuliah ini karena biasanya bentuk
soal
yang
diberikan
berupa
pe-
ngertian istilah-istilah.
Adapun tujuan penelitian yang
ingin
dicapai
adalah:
1)
untuk
4
Dari
beberapa
multimedia
pengertian
menurut
ahli
dapat
disimpulkan bahwa yang dimaksud
dengan
multimedia
kumpulan
secara
media
yang
bersamaan
gunakan
adalah
bantuan
se-
digunakan
dengan
meng-
komputer
dan
menciptakan interaksi antara media
(Sistem multimedia terdiri dari
yang digunakan dengan pemakainya.
media tradisional dalam kombinasi
atau digabungkan dalam komputer
Menurut James (1998) dalam Amir
sebagai sarana untuk menampilkan
Fatah
teks, gambar, grafik, suara dan video.
multimedia terbagi dalam beberapa
Istilah
elemen berikut ini:
multimedia
kembali
pada
tahun 1950-an, semula digunakan
a.
dan
Agus
(2008:
2-3)
Teks
untuk mengkombinasikan berbagai
Teks membentuk kata, surat atau
media diam dan media gerak dalam
narasi dalam multimedia yang
meningkatkan pengaruh pendidikan.
menyajikan bahasa. Teks me-
Multimedia
rupakan dasar dari pengolahan
melibatkan
lebih
dari
sekedar menyajikan informasi dalam
kata
berbagai format, melainkan melibat-
multimedia.
kan mengintegrasikan format ini ke
dan
informasi
b.
dalam program terstruktur di mana
Grafik
boleh
setiap elemen melengkapi yang lain
sebagai
sebuah
sehingga
cetakan,
keseluruhan
lebih
berbasis
baik
gambar
didefinisikan
lukisan,
atau
penhuruf
daripada bagian-bagiannya. Sekarang
dengan menggunakan berbagai
contoh multimedia dalam pendidikan
media
dan pelatihan meliputi slide dengan
menggunakan
disinkronkan audio-tape, kaset video,
komputer.
CD-ROM, DVD,
).
, dan
secara
manual
atau
teknologi
c.
(suara) adalah komponen
multimedia yang dapat berwujud
5
narasi, musik, efek suara atau
perbesar benda yang sangat kecil dan
penggabungan antara ketiganya.
tidak
d.
tampak
oleh
mata,
seperti
kuman, bakteri, struktur atom dan
Video merupakan sajian gambar
lain-lain, 2) memperkecil benda yang
dan suara yang ditangkap oleh
sangat besar yang tidak mungkin
sebuah kamera, yang kemudian
dihadirkan di sekolah, misal gajah,
disusun ke dalam urutan frame
rumah dan lain-lain, 3) menyajikan
untuk dibaca dalam satuan detik.
benda atau peristiwa yang kompleks,
e.
rumit dan berlangsung cepat atau
Animasi
adalah
pembentukan
lambat,
seperti
system
tubuh,
gerakan dari berbagai media atau
bekerjanya suatu mesin. Sedangkan
objek yang divariasikan dengan
kekurangan dari multimedia antara
gerakan transisi, efek-efek, juga
lain
suara
dengan
butuhkan waktu yang lama dan biaya
gerakan animasi tersebut atau
yang besar, memerlukan perencana-
animasi merupakan penayangan
an yang matang serta membutuhkan
frame-frame gambar secara cepat
tenaga operasional yang profesional
untuk
di bidangnya.
yang
selaras
menghasilkan
kesan
penyiapan
media
ini
mem-
gerakan.
Menurut DePorter (2011: 110-112)
memungkinkan
gaya belajar adalah kombinasi dari
terjadinya hubungan timbal-balik
bagaimana
antar-
kemudian mengatur serta mengolah
dengan
multimedia
Pengguna
langsung
secara
dapat
aplikasi
nyata.
berinteraksi
dengan
suatu
lingkungan yang disimulasikan
oleh
komputer
berupa
objek
nyata maupun imajinasi.
Menurut Daryanto (2010: 52)
kelebihan multimedia dalam proses
belajar mengajar adalah 1) mem-
informasi.
ia
menyerap,
Sedangkan
dan
menurut
Dangwal and Sugata Mitra (1999: 61)
“
6
.”
(Gaya
belajar
telah
Mahasiswa
yang
memiliki
gaya
didefinisikan sebagai gabungan dari
belajar visual adalah mahasiswa yang
karakteristik kognitif, afektif, dan
lebih menyukai sajian materi secara
faktor
berfungsi
visual seperti photo, diagram, film
sebagai indikator yang relatif stabil
dan lain-lain. Adapun ciri-ciri dari
bagaimana pelajar merasakan, ber-
gaya belajar visual adalah sebagai
interaksi
berikut: 1) rapi dan teratur, 2) ber-
fisiologis
yang
dengan,
dan
merespon
lingkungan belajar).
bicara dengan cepat, 3) lebih mudah
Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan
adalah
bahwa
suatu
gaya
kebiasaan
belajar
yang di-
mengingat apa yang dilihat daripada
apa yang didengar, 4) biasanya tidak
mudah
terganggu
oleh
keributan
pribadi
atau suara berisik ketika belajar, 5)
untuk mempermudah proses belajar
lebih suka membaca daripada di-
dan mengolah informasi yang di-
bacakan, 6) jika sedang berbicara di
terima. Gaya belajar bukan hanya
telpon ia suka membuat coretan-
berupa
menghadapi
coretan tanpa arti selama berbicara,
mendengar,
7)
tetapi
juga
sesuatu daripada berpidato/ceramah,
informasi
dan 8) lebih tertarik pada bidang seni
sekuensial, analitik, global atau otak
(lukis, pahat, dan gambar) daripada
kiri dan otak kanan. Aspek lain
musik.
lakukan
seseorang
aspek
informasi,
menulis
ketika
melihat,
dan
aspek
secara
berkata
pemrosesan
lebih
suka
mendemontrasikan
adalah ketika merespon sesuatu atas
lingkungan belajar (diserap secara
Model pembelajar auditorial adalah
abstrak dan konkret).
model di mana seseorang lebih cepat
Menurut DePorter (2011: 116-
menyerap informasi melalui apa yang
120) berdasarkan kemampuan yang
ia dengarkan. Ciri-ciri orang-orang
dimiliki
menyerap,
auditorial, diantaranya: 1) berbicara
menyampaikan
kepada diri sendiri saat bekerja, 2)
informasi, maka cara belajar individu
mudah terganggu oleh keributan, 3)
dapat dibagi menjadi 3 kategori,
menggerakkan
yaitu:
mengucapkan tulisan di buku ketika
mengelola
otak
dalam
dan
membaca,
4)
bibir
mereka
senang
dan
membaca
7
dengan keras dan mendengarkan, 5)
yang membangkitkan untuk beraksi,
suka berbicara, suka berdiskusi, dan
mendorong dalam fakta yang di-
menjelaskan sesuatu panjang lebar,
tunjukkan, dan menjaga tetap pada
6) suka musik dan bernyanyi dari-
kegiatan-kegiatan yang pasti).
pada seni, 7) lebih suka gurauan lisan
daripada membaca komik.
Sardiman
A.M.
(2011:
75)
mengatakan bahwa motivasi adalah
serangkaian usaha untuk menyedia-
Model pembelajar kinestetik adalah
kan
pembelajar yang menyerap informasi
hingga seseorang mau dan ingin
melalui berbagai gerakan fisik, paling
melakukan sesuatu, dan bila tidak
baik menghafal informasi dengan
suka, maka akan berusaha untuk
mengasosiasikan gerakan dengan se-
meniadakannya perasaan tidak suka
tiap fakta. Adapun ciri jenis gaya
tersebut.
belajar
kinestetik
se-
Dari beberapa definisi di atas,
selalu berorientasi fisik dan banyak
dapat disimpulkan bahwa motivasi
bergerak, 2) berdiri dekat ketika ber-
terjadi apabila seseorang mempunyai
bicara dengan orang, 3) menghafal
keinginan
dengan cara berjalan dan melihat, 4)
melakukan
menggunakan jari sebagai penunjuk
tindakan
ketika
tujuan tertentu.
5)
lain:
tertentu,
1)
membaca,
antara
kondisi-kondisi
tidak
dapat
duduk diam untuk waktu lama, 6)
kemungkinan
menyukai
tulisannya
permainan
jelek,
yang
7)
me-
nyibukan dan olah raga.
dan
kemauan
suatu
dalam
untuk
kegiatan
rangka
atau
mencapai
Menurut Hamzah B. Uno (2007:
23)
motivasi
belajar
dapat
di-
klasifikasikan sebagai berikut:
Motivasi
berasal
intrinsik:
dari
motivasi
dalam
diri
yang
setiap
Adapun pengertian motivasi menurut
individu untuk melakukan sesuatu.
Elliot, et al (2000: 332) “
Adapun indikatornya antara lain:
a.
Adanya
hasrat
dan
keinginan
berhasil
Mahasiswa yang memiliki
hasrat dan keinginan berhasil
(motivasi adalah kekuatan internal
akan cenderung untuk berusaha
8
menyelesaikan tugasnya secara
tindakan
tuntas
nyenangkan
tanpa
menunda-nunda
menambah
semacam itu bukanlah karena
lesuan serta mendorong siswa
dorongan dari luar, melainkan
untuk lebih giat lagi menambah
upaya pribadi. Dia berani ambil
ilmu.
untuk
penyelesaikan
b.
menghilangkan
ke-
Adanya kegiatan yang menarik
dalam belajar
Adanya dorongan dan kebutuhan
Belajar
akan belajar
dilaksanakan
dengan diikuti suatu kegiatan
Mahasiswa akan memiliki
yang menarik seperti bernyanyi,
motivasi belajar jika di dalam
bercerita,
dirinya
(biasanya menggunakan model
ada
dorongan
yang
menggunakan
kuis
menyebabkan dia ingin belajar.
pembelajaran) dan menggunakan
Adanya
media
harapan
dan
cita-cita
masa depan
cita
Adanya harapan dan cita-
motivasi
masa depan
belajar.
motivasi
tertentu
monoton
yang harus
dicapai sehingga menimbulkan
dan
dorongan
c.
dari
dapat
agar
tidak
meningkatkan
seseorang
dalam
Adanya lingkungan belajar yang
kondusif
dalam diri untuk belajar dan
Lingkungan belajar maha-
berusaha melakukan yang ter-
siswa yang jauh dari keramaian
baik
jalan raya atau hiruk pikuk pasar
demi
tercapainya
tujuan
atau cita-cita tersebut.
tentunya
Motivasi Ekstrinsik: Motivasi yang
timbul
dikarenakan
rangsangan
dari
luar
Adanya
motivasi belajar.
individu,
dan teori-teori maka dapat disusun
hipotesis penelitian sebagai berikut:
penghargaan
dalam
Ho
:
Tidak
terdapat
signifikan
Memberikan
meningkatkan
Berdasarkan rumusan masalah
belajar
apapun
akan
adanya
indikatornya meliputi:
a.
hati,
me-
semangat,
tugasnya itu.
c.
dapat
pekerjaannya. Penyelesaian tugas
resiko
b.
yang
hadiah
jenisnya,
dan
adalah
parsial
baik
maupun
pengaruh
secara
simultan
variabel multimedia, gaya
9
belajar dan motivasi belajar
kelompok diukur dengan alat ukur
terhadap
yang sama. Hasil pengukuran ter-
peningkatakan
prestasi
belajar
Ekonomi
H1
:
Mikro
sebut kemudian dibandingkan.
mahasiswa
Berdasarkan
uji
F
diperoleh
program studi Pendidikan
nilai signifikansi sebesar 0,258 > 0,05
Ekonomi FKIP UNLAM.
maka
Ada
varian kelas reguler A dan B adalah
pengaruh
secara
signifikan
parsial
simultan
media,
maupun
variabel
gaya
disimpulkan
bahwa
sama.
multi-
Adapun
sampel
dalam
dan
penelitian ini adalah seluruh maha-
motivasi belajar terhadap
siswa yang memprogramkan mata
peningkatakan
kuliah Mikro Ekonomi pada semester
belajar
belajar
dapat
prestasi
Mikro
Ekonomi
gasal 2012/2013.
mahasiswa program studi
Tabel 1. Daftar jumlah sampel
Pendidikan Ekonomi FKIP
UNLAM
Penelitian
ini
dilaksanakan
1
2
di
Reguler A
Reguler B
Jumlah
40
32
72
program studi Pendidikan Ekonomi
FKIP UNLAM Banjarmasin pada mata
kuliah
Mikro
penelitian
Agustus
Ekonomi.
diperkirakan
2012
–
bulan
Maret
Penelitian
ini
kelompok
eksperimen
kelompok
kontrol.
Waktu
satu
Adapun data berbentuk dokumen
satu
yang digunakan dalam penelitian ini
Kelompok
adalah jumlah mahasiswa pendidikan
eksperimen diberi perlakuan pem-
ekonomi semester gasal 2012/2013
belajaran menggunakan multimedia,
dan
sedangkan kelompok kontrol diberi
memprogramkan Mikro Ekonomi di
pembelajaran dengan menggunakan
KRS semester gasal 2012/2013 serta
sistem pembelajaran konvensional.
hasil nilai hasil ujian mata kuliah
Pada
Mikro Ekonomi.
akhir
melibatkan
2013.
dan
eksperimen
kedua
jumlah
mahasiswa
yang
10
(∑
alat
rxy
atau instrumen yang digunakan oleh
N
suatu
peneliti untuk mengumpulkan data
primer
yang
bersumber
dari
(∑ )(∑ )
(∑ ) )(( ∑
)
(∑ ) )}
Dimana:
istilah kuesioner adalah sekumpulan
pertanyaan/pernyataan
)
√{(( ∑
Angket atau lebih dikenal dengan
)
= Indeks daya beda butir kei
= banyaknya subjek yang
dikenai instrumen
= skor butir ke-i
= skor total
X
Y
responden yang dijadikan sampel
Setelah diperoleh nilai koefisien
atau unit analisis (Siti Nurhayati,
2012: 62). Penelitian ini mengguna-
korelasi
kan angket dengan skala likert untuk
perhitungan, pengujian mengguna-
mengukur
kan
tanggapan
responden
dari hasil
uji
dua
sisi
dengan
taraf
terhadap variabel multimedia, gaya
signifikansi 0,05. Jika rhitung > rtabel
dan motivasi belajar mahasiswa.
maka
instrumen
pernyataan
terhadap
atau
item-item
berkorelasi
signifikan
skor
valid).
validitas
mencerminkan
tingkat
instrumen
kevalidan
instrumen.
Sebuah
nyataan tidak berkorelasi signifikan
instrumen pengumpul data memiliki
terhadap skor total (dinyatakan tidak
valid
valid). Untuk item soal yang tidak
instrumen
tersebut
rhitung
atau
memiliki kemampuan untuk meng-
valid
langsung
ukur apa yang seharusnya diukur.
perhitungan SPSS.
<
(dinyatakan
Menurut Sigit Santosa (2011: 69)
apabila
Jika
total
rtabel
maka
item-item
dikeluarkan
per-
dari
Agar suatu penelitian dapat menghasilkan simpulan yang benar, maka
Uji
instrumen
untuk
tujuan untuk mengetahui konsistensi
diuji
atau keteraturan hasil pengukuran
yang
mengumpulkan
digunakan
data
perlu
statistik
yang
rumus
uji
digunakan
penelitian ini adalah rumus
, yaitu:
digunakan
dengan
suatu instrumen apabila digunakan
validitasnya lebih dahulu.
Adapun
reliabilitas
validitas
dalam
lagi sebagai alat ukur suatu objek
atau
responden.
dikatakan
pengukuran
Suatu
reliabil
instrumen
apabila
dengan
hasil
instrumen
11
adalah sama, jika sekiranya pengukuran
tersebut
dilakukan
pada
orang yang sama pada waktu yang
berlainan.
Untuk
menentukan
reliabilitas suatu angket (butir soal)
dapat menggunakan rumus
][
]
metode
alpha
reliabilitas
dengan
cronbach
diukur
berdasarkan skala alpha 0 sampai
dengan 1. Apabila skala tersebut
dikelompokkan ke dalam lima kelas
dengan
yang
sama,
maka
ukuran
kemantapan
alpha
dapat
diinterpretasi seperti tabel berikut:
Tabel 2. Interpretasi nilai r
0,00 – 0,20
Kurang reliabil
>0,20 – 0,40
Agak reliabil
>0,4 – 0,60
Cukup reliabil
>0,60 – 0,80
Reliabil
>0,80 – 1,00
Sangat reliabil
Sumber: Triton PB (2006: 248)
apakah
residu
dengan
menggunakan
berbagai macam cara, salah satunya
dengan
= Reliabilitas instrumen
= banyaknya
butir
pertanyaan
atau
banyaknya soal
= jumlah varians butir
= varians total
Tingkat
mendeteksi
dilakukan
∑
Keterangan:
r11
k
untuk
berdistribusi normal atau tidak bisa
, yaitu:
[
Menurut Siswandari (2011: 44-45)
uji
Kolmogorof
Smirnov
dengan melihat nilai
yang
diperoleh dari perhitungan menggunakan SPSS. Jika
lebih
kecil dari 0,05 maka peneliti menolak
H0 dan ini berarti bahwa residu tidak
berdistribusi normal dan sebaliknya,
peneliti dapat menyimpulkan bahwa
residu berdistribusi normal jika
yang diperoleh lebih besar dari
0,05.
Menurut Budiyono (2009: 175) uji
homogenitas
adalah
uji
yang
digunakan untuk mengetahui apakah
variansi-variansi
dari
sejumlah
populasi adalah sama atau tidak.
Salah satu uji homogenitas variansi
untuk k populasi adalah uji Bartlett
dengan
menggunakan
bantuan
program SPSS.
Apabila
hitungan
SPSS
menggunakan
maka
dasar
perper-
12
hitungan
yang
digunakan
adalah
sebagai berikut:
1)
2)
masing
Jika nilai signifikan
berasal
variabel dependen apakah masing-
dari
0,05 data
populasi-populasi
variabel
untuk
memprediksi
variabel
sama.
variabel
berasal
dari
0,05 data
populasi
ber-
hubungan positif atau negatif dan
yang mempunyai variansi yang
Jika nilai signifikan
independen
dependen
nilai
dari
apabila
nilai
independen
mengalami
kenaikan atau penurunan.
Persamaan regresi berganda
yang
adalah sebagai berikut:
mempunyai variansi yang tidak
Ŷ = a + b1 X1 + b2 X2 + …+ bn Xn + e
sama
Keterangan :
Uji
linearitas
mengetahui
bertujuan
apakah
dua
untuk
variabel
mempunyai hubungan yang linear
atau
tidak
Penggujian
secara
dengan
signifikan.
Ŷ
:
X1,...,Xn
b1,…,bn
a
e
:
:
:
:
Variabel terikat (nilai
yang diprediksikan)
Variabel bebas
Koefesien regresi
Konstanta
Error
menggunakan
pada
Uji
taraf
hipotesis
adalah
meng-
digunakan
maka
penelitian
sampai
pedoman untuk mengambil keputus-
kesimpulan
yang didasarkan
an adalah:
data yang diperoleh setelah melalui
1)
Jika nilai signifikan (sig), atau
proses analisis. Uji hipotesis terdiri
nilai probabilitas < 0,05, maka
atas:
signifikansi
gunakan
0,05.
Apabila
perhitungan
SPSS
dengan
yang
melakukan
pada
suatu
atas
data linier.
2)
Jika nilai signifikan (sig), atau
nilai probabilitas > 0,05, maka
Yaitu
uji
yang
data tidak linier (Duwi Priyatno,
menguji pengaruh variabel-variabel
2010: 73).
bebas
terhadap
digunakan
variabel
untuk
terikat
secara satu-satu (parsial). Tingkat
Teknik analisa data yang digunakan
kepercayaan yang digunakan adalah
untuk mengetahui arah hubungan
95%
antara variabel independen dengan
Sedangkan
atau
taraf
nyata
derajat
alpha
5%.
kebebasannya
13
adalah (df) = (n-k-1). Jika t hitung
5%, dengan
lebih besar dari pada t tabel dengan
df1=k dan (df₂) = (n-k-1). Jika F hitung
nilai
probabilitas
lebih besar dari F tabel dengan nilai
maka
terjadi
lebih
dari 0,05
yang
probabilitas lebih dari 0,05 maka
signifikan dari variabel bebas ter-
terdapat pengaruh yang signifikan
hadap variabel terikat secara parsial.
dari variabel bebas secara simultan
Uji
terhadap
t
pengaruh
derajat kebebasannya
digunakan
untuk
menguji
hipotesis 1, 2, dan 3.
variabel
terikat.
Uji
F
digunakan untuk menguji hipotesis
4.
Yaitu
uji
yang
digunakan
untuk
menguji pengaruh variabel-variabel
bebas
terhadap
secara
variabel
bersama-sama
terikat
(simultan).
Tingkat kepercayaan yang digunakan
Berdasarkan
perhitungan
dengan
menggunakan SPSS diperoleh data
sebagai berikut:
adalah 95% atau taraf alpha sebesar
Tabel 3. Hasil analisis regresi linear berganda
No
Variabel bebas
Β
Thitung
r parsial
Probabilitas
Keputusan
1
Multimedia (X1)
0,306
2,317
0,360
0,026
Ho ditolak
2
Gaya Belajar (X2)
0,261
2,283
0,356
0,028
Ho ditolak
3
Motivasi Belajar (X3)
0,585
4,549
0,604
0,000
Ho ditolak
R2= 0,535
P = 0,000
F = 13,788
Variabel terikat: Prestasi Belajar
Konstanta: 0,008
R = 0,731
Berdasarkan tabel di atas dapat
dibuat
persamaan
garis
regresi
sebesar 0,306 dengan asumsi bahwa
variabel lain bersifat konstan. Begitu
sebagai berikut:
juga untuk variabel gaya belajar, jika
Ŷ = 0,008 + 0,306X1 + 0,261X2 +
dinaikan
0,585X3
meningkatkan prestasi belajar se-
sebesar
1
satuan
akan
Artinya bahwa jika multimedia
besar 0,261 dan motivasi belajar
(X1) dinaikan sebesar 1 satuan maka
akan meningkat sebesar 0,585 ketika
akan meningkatkan prestasi belajar
dinaikan sebesar 1 satuan.
14
penggunaan multimedia mempunyai
Hasil regresi linear berganda antara
pengaruh sebesar 35,6% terhadap
multimedia dengan prestasi belajar
peningkatan prestasi belajar mata
menunjukkan nilai t = 2,317 dengan
kuliah
p = 0,026 sedangkan t tabel pada df
hipotesis
= 36 pada taraf signifikansi 95%
pengaruh yang signifikan antara gaya
diperoleh
belajar
nilai sebesar 2,029 ini
Mikro
Ekonomi
yang
sehingga
menyatakan
terhadap
prestasi
ada
belajar
berarti secara parsial ada pengaruh
mata kuliah Mikro Ekonomi dapat
yang signifikan antara penggunaan
diterima.
multimedia terhadap prestasi belajar.
Hasil
Nilai
koefisien
regresi
linear
berganda
determinannya
antara
0,360
artinya
prestasi belajar menunjukkan nilai t
multimedia
= 4,549 dengan p = 0,000 sedangkan
mempunyai pengaruh sebesar 36%
t tabel pada df = 36 pada taraf
terhadap
signifikansi
menunjukkan
bahwa
nilai
penggunaan
peningkatan
prestasi
motivasi
belajar
95%
dengan
diperoleh
nilai
belajar mata kuliah Mikro Ekonomi.
sebesar
Maka
menyatakan
parsial ada pengaruh yang signifikan
bahwa ada pengaruh yang signifikan
antara motivasi belajar mahasiswa
antara multimedia terhadap prestasi
terhadap
belajar mata kuliah Mikro Ekonomi
koefisien
dapat diterima.
nunjukkan nilai 0,604 artinya bahwa
hipotesis
Hasil
regresi
yang
linear
2,029
ini
prestasi
berarti
secara
belajar.
Nilai
determinannya
me-
berganda
penggunaan multimedia mempunyai
antara gaya belajar dengan prestasi
pengaruh sebesar 60,4% terhadap
belajar menunjukkan nilai t = 2,283
peningkatan prestasi belajar mata
dengan p = 0,028 sedangkan t tabel
kuliah
pada df = 36 pada taraf signifikansi
hipotesis
yang
menyatakan
95% diperoleh nilai sebesar 2,029 ini
pengaruh
yang
signifikan
berarti secara parsial ada pengaruh
motivasi belajar terhadap prestasi
yang signifikan antara gaya belajar
belajar mata kuliah Mikro Ekonomi
mahasiswa terhadap prestasi belajar.
dapat diterima.
Nilai koefisien determinannya menunjukkan nilai 0,356 artinya bahwa
Mikro
Ekonomi
sehingga
ada
antara
15
Pada tabel 3 menunjukkan nilai P
mahasiswa
(0,000) < 0,05 atau Fhitung (13,788) >
mempelajari mata kuliah lain.
Ftabel untuk df1 = 3 dan df2 = 36
Multimedia berpengaruh karena
diperoleh nilai sebesar 2,866. Hal ini
sudah didesain sedemikian rupa
berarti
agar
bahwa
penelitian,
berdasarkan
variabel
bebas
hasil
masih
dapat
diharuskan
memaksimalkan
(multi-
penggunaan panca indera maha-
media, gaya dan motivasi belajar)
siswa untuk dapat digunakan
secara
dalam
bersama-sama
mempunyai
proses
pembelajaran.
pengaruh yang signifikan terhadap
Penggunaan
prestasi belajar mata kuliah Mikro
melayani
pembelajaran
Ekonomi mahasiswa program studi
dengan
tingkat
Pendidikan Ekonomi FKIP UNLAM
mahasiswa dimana mereka bisa
semester
belajar secara mandiri, walaupun
ganjil
tahun
2012/2013
sehingga hipotesis keempat diterima.
multimedia
keberadaan
dapat
sesuai
pemahaman
dosen
masih
di-
perlukan sebagai fasilitator. Pe1.
Pengaruh
penggunaan
Multi-
maksimalan penggunaan semua
media terhadap prestasi belajar
panca indera tentunya akan lebih
mata kuliah Mikro Ekonomi
berhasil
Hasil
penelitian
me-
dibandingkan
mengoptimalkan
hanya
satu
panca
ini
senada
nunjukan nilai thitung (2,317) > ttabel
indera
(2,028) dengan taraf signifikansi
dengan yang disampaikan oleh
sebesar 0,026 < 0,05 sehingga
Colin
dapat disimpulkan bahwa ada
Nicholl
pengaruh
bahwa
secara
signifikan
saja.
Rose
Hal
and
(1998)
Malcolm
J.
menyebutkan
rata-rata
manusia
antara penggunaan multimedia
mengingat dari 20% dari apa
terhadap prestasi belajar. Hal ini
yang didengar, 30% dari apa yang
disebabkan karena dalam pem-
dibaca, 40% dari apa yang dilihat,
belajaran Mikro Ekonomi yang
50% dari apa yang dikatakan, 60%
identik dengan kurva dan grafik
dari apa yang dikerjakan dan
sangat sulit dikuasai mahasiswa
90%
karena selain banyaknya materi
dengar, katakan dan dikerjakan.
yang
harus
dipelajari
juga
dari
apa
yang
dilihat,
16
Keterbatasan
penelitian
ini
sehingga
disimpulkan
penulis
pengaruh
dari
ada
gaya
belajar
masih belum menguasai secara
terhadap prestasi belajar mata
penuh beberapa program yang
kuliah
dapat digunakan untuk membuat
dasarnya
multimedia
mempunyai gaya belajar yang
camtasia
seperti
studio
dan
flash,
lain-lain
Mikro
Ekonomi.
semua
berbeda
satu
Pada
orang
pasti
sama
lain.
sehingga rancangan multimedia
Tingginya prestasi belajar yang
masih sangat sederhana sekali.
diraih
Selain
itu
suainya atau disadarinya gaya
media
komputer
karena
juga
ada
mahasiswa
penggunaan
atau
laptop,
sebagian
yang
berasal
kecil
dari
bisa
belajar
dikarenakan
yang
cocok
se-
dengan
dirinya. Berdasarkan hasil angket
menunjukkan
bahwa
besar
bisa mempunyai laptop sendiri,
gaya belajar visual yang menitik
sedangkan laboratorium fakultas
beratkan pada panca indera mata
sangat terbatas dari segi jumlah
(penglihatan).
komputer
baik
media yang dirancang memang
operasinya karena terkesan tidak
untuk berbagai macam jenis gaya
dikelola dengan baik. Belum lagi
belajar mahasiswa sehingga me-
adanya pemadaman listrik yang
nyebabkan timbulnya semangat
mendadak. Ini tentunya menjadi
untuk
penghambat
maupun
yang
masih
keberlangsungan
multimedia
itu
responden
sebagian
ekonomi menengah bawah tidak
penggunaan
2.
bahwa
dalam
mempunyai
Adanya
belajar
multi-
secara individu
kelompok.
Semangat
inilah yang pada akhirnya mem-
sendiri.
pengaruhi peningkatan prestasi
Pengaruh Gaya Belajar terhadap
belajar
Prestasi
dengan apa yang disampaikan
Belajar
mata
kuliah
Mikro Ekonomi
Berdasarkan
oleh
hasil
pe-
apabila
mahasiswa.
Umi
Susilowati
mahasiswa
nelitian ini menunjukkan nilai
mengoptimalkan
thitung (2,283) > ttabel (2,029) dengan
dan
taraf signifikansi 0,028 < 0,05
Ini
gaya
meningkatkan
sesuai
(2011)
mampu
belajar
motivasi
17
maka prestasi belajar akan lebih
mata
baik.
Pengaruh
Kendala
yang
dihadapi
paling
Mikro
yang
besar
Ekonomi.
ditimbulkan
(dominan)
di-
ketika penelitian ini berlangsung
bandingkan variabel yang lain.
bahwa pendeteksian akan gaya
Walaupun kedudukannya sama
belajar
cenderung
dengan gaya belajar yang me-
terlambat sehingga tidak bisa
rupakan faktor internal namun
memaksimalkan prestasi belajar
terlihat
jelas
mereka. Ini terbukti dengan tidak
bagian
paling
adanya
sebuah
mahasiswa
usaha
dari
dosen
bahwa
motivasi
penting
dalam
pembelajaran.
Ketika
pengampu untuk membuat suatu
motivasi tidak terdapat dalam
pembelajaran yang menarik dan
diri
menyenangkan
dipastikan apapun yang dikerja-
dikarenakan
seseorang,
dapat
kan
belajar
yang memuaskan bahkan akan
mahasiswa.
negatif
terhadap
Adanya
dari
dosen
mahasiswa
mempunyai
kinestetik,
yang
gaya
misalnya
teguran-teguran
tidak
maka
dosen juga tidak memahami gaya
anggapan
3.
kuliah
membuahkan
berdampak
Walaupun
yang
tinggi
adanya
mahasiswa,
usaha
kegagalan.
terdapat
belajar
terhadap
pada
di
motivasi
dalam
diri
tidak
ada
ketika
dari
hasil
dosen
untuk
beberapa mahasiswa yang ribut
memupuk
ketika perkuliahan berlangsung.
dengan cara-cara tertentu juga
Pengaruh
akan
Motivasi
Belajar
motivasi
tersebut
berdampak
hilangnya
terhadap Prestasi Belajar mata
motivasi
kuliah Mikro Ekonomi
indikasikan bahwa perlu adanya
Berdasarkan
nelitian
diperoleh
hasil
pe-
nilai
thitung
tersebut.
Ini
meng-
sinkronisasi antara motivasi dari
diri
mahasiswa
itu
sendiri
(4,549) > ttabel (2,029) dengan taraf
(instrinsik) dengan strategi yang
signifikansi
digunakan
sehingga
adanya
0,000
dapat
pengaruh
<
0,05
disimpulkan
motivasi
belajar terhadap prestasi belajar
dosen
untuk
me-
numbuhkembangkan
motivasi
tersebut
misalnya
dengan
(ekstrinsik)
mengadakan
Pem-
18
belajaran yang Aktif, Inovatif,
yang berdiri ke depan sambil
Kreatif
mengacungkan
dan
Menyenangkan
(PAIKEM).
sesuai
disampaikan
yang
Hamzah
bahwa
dapat
faktor
dengan
oleh
(2007)
belajar
untuk
minta ditunjuk menjawab. Disini
Ini
Uno
tangan
B.
dosen
motivasi
timbul
instrinsik
diperlukan
untuk
ketegasan
memilih
dan
menetapkan siapa yang harus
karena
menjawab.
dan
Pengaruh yang ditimbulkan oleh
keinginan berhasil dan dorongan
variabel multimedia, gaya belajar dan
untuk belajar, harapan dan cita-
motivasi belajar terhadap prestasi
cita)
berupa
belajar mata kuliah Mikro Ekonomi
adanya penghargaan, lingkungan
mahasiswa program studi Pendidikan
kondusif dan pembelajaran yang
Ekonomi FKIP UNLAM sebesar 53,5%
menarik.
(0,535
dan
(hasrat
adanya
ekstrinsik
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa dosen sangat
kurang
sekali
penguatan
maupun
baik
non
Hal
dan
sisanya
di-
(100% - 53,5%).
Adapun
faktor
lain
tersebut
diantaranya:
ini
1.
Tingkat intelegensi/kecerdasan
mudah
2.
Minat dan bakat mahasiswa.
namun dampak yang ditimbul-
3.
Faktor keluarga.
kan sangat besar. Penulis melihat
4.
Faktor kampus.
ketika proses pengumpulan data,
5.
Faktor masyarakat.
sebenarnya
verbal.
verbal
100%)
pengaruhi faktor lain sebesar 46,5%
memberikan
secara
x
sangat
penulis melakukan pujian dan
penghargaan berupa hadiah roti
terhadap
yang
latihan
beberapa
menjawab
di
berdampak
mahasiswa
secara
dalam
pada
benar
multimedia
antusias
Perlu
dilakukannya
lanjutan
dengan
penelitian
menghubungkan
pengetahuan awal mahasiswa sebagai
variabel tambahan.
mereka untuk menjawab secara
Hendaknya
kompetitif. Memang kelas men-
jenis
jadi ribut, bahkan ada mahasiswa
sehingga
gaya
menganalisis
belajar
dapat
yang
sendiri
dimiliki,
menyesuaikan
19
metode belajar yang digunakan sedini mungkin.
Hendaknya penggunaan multimedia
dalam pembelajaran lebih ditingkatkan lagi. Multimedia tidak selalu
harus mahal, pembuatan multimedia
dapat dilakukan dengan menggunakan program yang sederhana seperti
Microsoft power point sebagai sarana
untuk menyusun presentasi.
Ketika
adanya
tuntutan
untuk
menjadi calon guru yang profesional,
maka
program
studi
hendaknya
dapat memberikan berbagai macam
kompetensi
terutama
media
kepada
dalam
ajar
baik
mahasiswa
hal
pembuatan
yang
sederhana
maupun berteknologi canggih. Untuk
itu diperlukan adanya mata kuliah
khusus yang membahas mengenai
media itu sendiri.
Hendaknya lebih memperhatikan dan
menjaga
kondisi
laboratorium
komputer
dengan
kegiatan
menugaskan
perkuliahan
yang menggunakan media komputer.
Budiyono.
2009.
. Edisi II. Surakarta:
UNS Press.
Daryanto. 2010.
Yogyakarta: Gava Media.
Fatah Sofyan dan
Purwanto.
2008.
.
DePorter, Bobbi and Mike Hernacki.
2011.
.
Penerjemah
Alwiyaj
Abdurrahman. Bandung: Kaifa.
Duwi Priyatno, 2010.
Yogyakarta: MediaKom.
Elliot,
.
Stephen N., Thomas R.
Kratochwill, Joan Littlefield
Cook, and John F. Travers.
2000.
Boston:
McGraw-Hill
Companies, Inc.
Hamzah B. Uno. 2007.
. Cetakan
Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.
Heinich,
Robert
et
al.
2002.
Seventh Edition. New Jersey
Columbus, Ohio: Merill Prentice
Hall.
Rose, Colin and Malcolm J Nicholl.
1998.
. Accelerated
Learning System, Limited.
Sardiman A.M. 2011.
Amir
CV.
di
teknisi yang sesuai sehingga tidak
menghambat
. Yogyakarta:
ANDI Offset.
Agus
.
Edisi 1 Cetakan 20. Jakarta:
Rajawali Pers.
20
Sigit
Santosa.
2011.
.
Cetakan
Surakarta: UNS Press.
1.
Siswandari. 2011.
. Cetakan 2. Surakarta:
UNS Press.
Siti
Nurhayati.
Pekalongan.
2012.
Edisi Dua.
Triton Prawira Budi. 2006.
ANDI Offset.
Umi
Yogyakarta.
CV.
Susilowati (2010). “Pengaruh
Gaya Belajar dan Motivasi
Belajar
Terhadap
Prestasi
Belajar Mahasiswa Akademi
Kebidanan Bhakti Nusantara
Salatiga”.
.
Tidak
dipublikasikan. UNS Surakarta.
Fly UP