...

analisis dan perancangan sistem pendukung

by user

on
Category: Documents
4

views

Report

Comments

Transcript

analisis dan perancangan sistem pendukung
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PEMILIHAN PEMASOK TERBAIK DARI PEMASOK TERSEDIA
DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP):
STUDI KASUS DIVISI POWER PT GUNA ELEKTRO
Daniel Kartawiguna; Yohanes Adityo Prayudo; Maureen Sutiono; Hendry Roesly
Information Systems Department, School of Information Systems, Binus University
Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 114801
[email protected]
ABSTRACT
The purpose of this study is to develop a decision support system to support supplier selection process
in PT Guna Elektro and also to develop a system that could provide alternatives to the selection of the best
suppliers. The methodologies used in this study are analysis, design, and literature study. Analysis will be done
by conducting a survey about the current company system, conducting interviews with system users, and then
analyzing the survey results. The literature study is conducted by searching reference sources related to the
study while the design is conducted by designing a data management subsystem, model, knowledge base, and
user interface. The result on the development of the decision support system application can be used to select the
most appropriate supplier which are suitable with the criteria required. The developed decision support system
helps support the decision making process for supplier selection.
Keywords: system, decision, supplier selection, analytical hierarchy process (AHP)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk mendukung proses
pemilihan pemasok pada PT Guna Elektro serta membangun sebuah sistem yang bisa memberikan alternatifalternatif pemilihan pemasok terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis, metode
perancangan dan studi kepustakaan. Dalam metode analisis yang dilakukan adalah mensurvei sistem
perusahaan yang berjalan, melakukan wawancara dengan pengguna sistem, menganalisis hasil survei. Dalam
studi kepustakaan yang dilakukan dengan mencari sumber-sumber referensi yang berkaitan dengan penelitian
yang dilakukan. Sedangkan dalam metode perancangan yang dilakukan adalah merancang subsistem
menajemen data, model, basis pengetahuan, dan antarmuka pengguna. Hasil yang dicapai adalah terciptanya
suatu aplikasi sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan untuk memilih pemasok mana yang paling
tepat dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Sistem ini membantu mendukung proses pengambilan
keputusan untuk pemilihan pemasok.
Kata kunci: sistem, keputusan, pemilihan pemasok, analytical hierarchy process (AHP)
774
ComTech Vol.3 No. 2 Desember 2012: 774-787
PENDAHULUAN
PT Guna Elektro yang berkantor pusat di Jakarta merupakan perusahan yang bergerak di
bidang elektronik, mekanikal dan infrastruktur komunikasi di Indonesia. Perusahaan ini juga
mempunyai anak perusahaan yang salah satunya memproduksi alat-alat listrik berdaya besar yang
biasa di gunakan oleh PLN atau perusahaan pengeboran minyak. Selain itu perusahaan ini juga banyak
menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan asing ternama. PT Guna Elektro memfokuskan
bisnisnya dari pendapatan proyek-proyek baik dari pemerintahan maupun dari perusahaan swasta.
Dalam situasi ini ditemukan adanya masalah yang tidak terstruktur pada manajer tingkat atas karena
sulitnya menentukan penilaian pemasok yang dapat memberikan kualitas dan harga terbaik serta tepat
waktu dalam pengerjaan dan pengirimannya, agar sesuai dengan standar kriteria perusahaan. Oleh
karena itu dipandang perlu untuk dapat membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk
mendukung proses pemilihan pemasok terbaik dari daftar pemasok Divisi Power PT Guna Elektro.
Adapun ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis sistem pengadaan barang
(procurement) dan seleksi pemasok yang sedang berjalan di Divisi Power PT Guna Elektro. Hasil
analisis yang diperoleh akan dilanjutkan pada tahap perancangan dan pengembangan sistem
pendukung keputusan yang mampu mendukung proses pemilihan pemasok terbaik dari daftar
pemasok yang dimiliki olah Divisi Power PT Guna Elektro. Tujuan yang hendak dicapai dari
penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk mendukung proses
pemilihan pemasok terbaik dari daftar pemasok yang sudah ada serta dapat memberikan alternatifalternatif pemilihan pemasok terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Adapun manfaat yang
diperoleh dalam penelitian ini adalah mengembangkan suatu sistem yang dapat membantu manajer
dalam pengambilan keputusan pemilihan pemasok terbaik. Dengan pemilihan pemasok yang tepat,
diharapkan pemasok yang terpilih akan sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh Divisi Power PT
Guna Elektro.
METODE
Penelitian ini dimulai dengan melakukan studi kepustakaan dengan mencari sumber-sumber
referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Sumber-sumber referensi tersebut
diperoleh melalui buku, artikel, dan jurnal online dari internet sebagai landasan teori. Berdasarkan
teori yang ada, kemudian dilanjutkan dengan tahapan analisis sistem melalui lima tahapan. Tahap
pertama dimulai dengan melakukan survei sistem yang sedang berjalan, wawancara dengan manajer
yang bersangkutan di perusahaan untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat, analisis hasil
survei: menyaring dan menganalisis kembali informasi yang telah didapatkan sesuai dengan sistem
yang akan dibangun. Identifikasi kebutuhan informasi. Hasil analisis dijadikan masukan bagi
perancangan SPK. Metode perancangan sistem dilakukan dengan alat bantu perancangan sistem, yaitu:
Data Flow Diagram, Entity Relationship Model, dan State Transition Diagram (STD). Metode
perancangan sistem ini digunakan untuk perancangan subsistem manajemen data, perancangan
subsistem manajemen model, dan perancangan subsistem antarmuka pengguna.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Studi Pustaka
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Analisis dan Perancangan Sistem... (Daniel Kartawiguna; dkk)
775
Sebelum mengambil keputusan pertama-tama kita harus memahami masalah yang ada,
kemudian kita juga harus mengerti kebutuhan dan tujuan dari keputusan tersebut. Pengambilan
keputusan melibatkan banyak kriteria dan sub kriteria yang digunakan untuk menentukan peringkat
alternatif keputusan. Kriteria pengambilan keputusan, subkriteria yang ada, pemangku kepentingan
dan kelompok dipengaruhi dan alternatif tindakan yang diambil juga harus dipahami sebelum
keputusan diambil.
Menurut Turban (2004, p136), definisi awal sistem pendukung keputusan (SPK) menunjukkan
bahwa SPK sebagai sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan
menajerial dalam situasi keputusan semiterstruktur. Komponen SPK menurut Turban (2004, p.144)
terdiri dari beberapa subsistem, yaitu susbsistem manajemen data, subsistem manajemen model,
subsistem antarmuka pengguna, dan subsistem manajemen berbasis pengetahuan (Gambar 1). Turban
(2004, p.141) juga mengungkapkan kemampuan utama suatu SPK adalah mendukungan pengambil
keputusan, terutama pada situasi semiterstruktur dan tak terstruktur dengan menyertakan penilaian
manusia dan informasi terkomputerisasi.
Pemanfaatan SPK memberikan banyak keuntungan bagi pengguna baik sebagai individu
maupun kelompok, organisasi, dan pengembangan ilmu pengambilan keputusan itu sendiri.
Pemanfaatan sistem SPK dalam suatu organisasi akan meningkatkan efisiensi pribadi, mempercepat
proses pengambilan keputusan, meningkatkan pengendalian organisasi, mendorong eksplorasi dan
penemuan pada bagian dari pembuat keputusan, mempercepat pemecahan masalah, memfasilitasi
komunikasi interpersonal, mempromosikan pembelajaran atau pelatihan, menghasilkan bukti baru
untuk mendukung keputusan, menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan, mengungkapkan
pendekatan baru untuk berpikir tentang masalah ruang, dan tentunya dapat membantu
mengotomatisasikan proses manajerial. SPK dapat dimanfaatkan oleh semua level manajerial, dari
eksekutif puncak sampai manajer lini baik secara individu maupun kelompok. Pengimplementasian
SPK akan memberikan dukungan untuk pengambilan keputusan baik secara independen dan atau
sekuensial, mendukung semua fase proses pengambilan keputusan, serta dapat mendukung berbagai
proses dan gaya pengambilan keputusan. Oleh sebab itu sistem SPK akan memberikan peningkatan
terhadap keefektifan pengambilan keputusan (akurasi, ketepatan waktu, kualitas) ketimbang pada
efisiensinya (biaya pengambilan keputusan).
Analytic Hierarchy Process (AHP)
Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah teknik terstruktur untuk mengatur dan menganalisis
keputusan yang kompleks. AHP dikembangkan berdasarkan teori matematika dan psikologi oleh
Thomas L. Saaty pada tahun 1970 dan telah diteliti secara luas serta disempurnakan sejak saat itu.
Analytic Hierarchy Process (AHP) didefinisikan oleh Saaty (2008) sebagai teori pengukuran melalui
perbandingan berpasangan dan bergantung pada penilaian dari para ahli untuk mendapatkan skala
prioritas. AHP adalah suatu model yang luwes yang memberikan kesempatan bagi perseorangan atau
kelompok untuk membagi gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat
asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Permadi (1992)
mendeifinisikan AHP sebagai sebuah hirarki fungsional dengan masukan utamanya persepsi manusia.
Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelompokkelompoknya. Kemudian kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hirarki.
Ada tiga prinsip dasar AHP (Saaty, 1991, p28): (1) menggambarkan dan menguraikan secara
hirarkis yang kita sebut menyusun secara hirarkis, yaitu memecah-mecah persoalan menjadi unsurunsur yang terpisah-pisah; (2) pembedaan prioritas dan sintesis, yang kita sebut penetapan prioritas,
yaitu menentukan peringkat elemen-elemen menurut relatif pentingnya; (3) konsistensi logis, yaitu
menjamin bahwa semua elemen dikelompokkan secara logis dan diperingkatkan secara konsisten
sesuai dengan suatu kriteria yang logis.
776
ComTech Vol.3 No. 2 Desember 2012: 774-787
Internet
Intranet
Ekstranet
Sistem lain yang
berbasis komputer
Data Eksternal dan
Internal
Manajemen Data
Manajemen Model
Model Eksternal
Subsistem
Berbasis
Pengetahuan
Antarmuka
Pengguna
Basis Pengetahuan
Organisational
Manajer
(Pengguna)
Gambar 1. Diagram sistem pendukung keputusan (Turban, 2004, p.144)
Selain itu, Saaty (1991, p25) juga menyebutkan berbagai keuntungan dari AHP yaitu: (1)
kesatuan – AHP memberi satu model tunggal yang mudah dimengerti, luwes untuk aneka ragam
persoalan tak terstruktur; (2) kompleksitas – AHP memadukan ancangan deduktif dan ancangan
berdasarkan sistem dalam memecahkan persoalan kompleks; (3) saling ketergantungan – AHP dapat
menangani saling ketergantungan elemen-elemen dalam suatu sistem dan tidak memaksakan
pemikiran linier; (4) penyusunan hirarki – AHP mencerminkan kecenderungan alami pikiran untuk
memilah-milah elemen suatu sistem dalam berbagai tingkat berlainan dan mengelompokkan struktur
yang serupa dalam setiap tingkat; (5) pengukuran – AHP memberi suatu skala untuk mengukur hal-hal
dan terwujud suatu metode untuk menetapkan prioritas; (6) konsistensi – AHP melacak konsistensi
logis dari pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam menetapkan berbagai prioritas; (7)
sintetis – AHP menuntun ke suatu taksiran menyeluruh tentang kebaikan setiap alternative; (8) tawarmenawar – AHP mempertimbangkan prioritas-prioritas relatif dari berbagai faktor sistem dan
memungkinkan orang memilih alternatif terbaik berdasarkan tujuan-tujuan mereka; (9) penilaian dan
consensus – AHP tidak memaksakan konsensus tetapi mensintesis suatu hasil yang representatif dari
berbagai penilaian yang berbeda-beda; (10) pengulangan proses – AHP memungkinkan orang
memperhalus definisi mereka pada suatu persoalan dan memperbaiki pertimbangan dan pengertian
mereka melalui pengulangan.
Sedangkan, Suryadi & Ramdhani (2002, p.131) menyebutkan kelebihan AHP dibandingkan
dengan yang lainnya, yaitu: (1) struktur berhierarki, sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih,
sampai pada subkriteria yang paling dalam; (2) memperhitungkan validitas sampai dengan batas
toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan; (3)
memperhitungkan daya tahan atau ketahanan keluaran analisis sensitivitas pengambilan keputusan.
Analisis dan Perancangan Sistem... (Daniel Kartawiguna; dkk)
777
Langkah-langkah dalam metode AHP meliputi: (1) mendefinisikan masalah dan menentukan
solusi yang diinginkan; (2) membuat struktur hierarki (Gambar 2) yang diawali dengan tujuan umum,
dilanjutkan dengan kriteria dan kemungkinan alternatif-alternatif pada tingkatan kriteria paling bawah;
(3) membuat matriks-matriks perbandingan berpasangan dan menggambarkan kontribusi relatif atau
pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan atau kriteria yang setingkat diatasnya.
Perbandingan dilakukan berdasarkan judgement dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat
kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya.
Goal
Kriteria A
Kriteria B
Kriteria C
Alternatif A
Alternatif B
Kriteria D
Kriteria E
Alternatif C
Gambar 2. Struktur Hierarki AHP (Suryadi dan Ramdhani, 2002, p.140)
Saaty menetapkan skala kuantitatif 1 sampai dengan 9 untuk menilai perbandingan tingkat
kepentingan suatu elemen terhadap elemen lainnya (Tabel 1).
Tabel 1
Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan (Suryadi dan Ramdhani, 2002, p.132)
Intensitas dari
kepentingan pada
skala absolut
1
3
5
7
9
2, 4, 6, 8
Kebalikan
778
Definisi
Penjelasan
Dua elemen mempunyai pengaruh yang
sama
Pengalaman dan penilaian sedikit
Elemen yang satu sedikit lebih penting dari
menyokong 1 elemen dibanding elemen
elemen lainnya
lain
Pengalaman dan penilaian sangat kuat
Elemen yang satu lebih penting dari elemen
menyokong 1 elemen dibanding elemen
lainnya
lain
Satu elemen jelas lebih mutlak penting dari Satu elemen yang kuat disokong dan
elemen lainnya
dominant terlihat dalam praktek
Satu elemen mutlak penting daripada elemen Bukti menyukai satu aktivitas atas
lainnya
yang lain sangat kuat
Nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan
Nilai ini diberikan bila ada kompromi
yang berdekatan
diantara dua pilihan
Jika untuk aktivitas i mendapat 1 angka dibanding dengan aktifitas j, j mempunyai nilai
kebalikannya dibanding dengan i
Kedua Elemen Sama Pentingnya.
ComTech Vol.3 No. 2 Desember 2012: 774-787
Analisis Sistem Berjalan
Berikut adalah tata laksana sistem procurement yang sedang berjalan: (1) Bagian Penjualan
(Sales) membuat Surat Permintaan Pembelian Barang (SPPB) dan memberikannya kepada Bagian
Purchasing dan Bagian Logistik; (2) setelah SPPB diterima, Bagian Purchasing lalu membuat dan
mengirimkan Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH) kepada pemasok. Selanjutnya pemasok akan
mengirimkan Surat Penawaran Harga (SPH) kepada Bagian Purchasing; (3) setelah Surat Penawaran
Harga diterima dari pemasok, pihak manajemen dan Bagian Purchasing melakukan analisis untuk
pemilihan pemasok yang paling sesuai. Setelah pemasok dipilih, selanjutnya Bagian Purchasing akan
membuat dan mengirimkan Surat Pembelian Barang (SPB) kepada pemasok. Salinan dari Surat
Pembelian Barang lalu diserahkan kepada Bagian Finance; (4) pemasok mengirimkan Order
Ackowledgement kepada Bagian Purchasing sebagai konfirmasi atas Surat Pembelian Barang yang
telah dikirimkan. Salinan dari Order Acknowledgement lalu diserahkan kepada Bagian Finance; (5)
Bagian Purchasing melakukan Purchase Tracking; (6) pemasok mengirimkan barang yang dipesan
beserta surat jalan dan packing list kepada bagian pembelian; (7) Bagian Purchasing melakukan
Quality Control terhadap barang yang dikirim oleh pemasok, lalu dilakukan labeling “Pass/Reject”;
(8) apabila ada barang yang “reject”, Bagian Purchasing akan melakukan retur ke pemasok; (9)
pemasok mengirimkan surat jalan dan packing list beserta invoice kepada Bagian Finance; (10)
Bagian Finance memasukkan invoice dari pemasok ke dalam Aging Account Payable; (11) Bagian
Purchasing mentransfer barang ke bagian logistik. Surat Jalan dan Packing List diserahkan ke Bagian
Logistik; (12) barang disimpan oleh Bagian Logistik dan dilakukan inventory record oleh Bagian
Logistik. Untuk lebih jelasnya, lihat Gambar 3 dan 4.
SPPH
Approved_Supplier
Penawaran Harga
P/O
Supplier
OA
Sistem
Pembelian
Barang PT.
Guna Elektro
Penawaran Harga
Manager
Surat Jalan /
Packing List
Supplier_List
Surat Jalan /
Packing List
Retur
Surat Jalan /
Packing List
Invoice
Gambar 3. Diagram Konteks Sistem Procurement.
Adapun kelemahan proses yang berjalan, yaitu pemilihan pemasok dari Daftar Pemasok
biasanya dilakukan hanya berdasarkan pengalaman dan penilaian subyektif, sehingga dapat terjadi
kesalahan di mana pemasok yang dipilih tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Selain itu,
belum ada suatu sistem yang dapat membantu atau mendukung proses pemilihan pemasok dari Daftar
Pemasok.
Untuk mengatasi kelemahan proses ini, diusulkan untuk: (1) membuat suatu sistem untuk
mendukung dan membantu proses pemilihan pemasok; (2) menggunakan metode AHP untuk
pemilihan pemasok, sehingga pemilihan pemasok menjadi lebih obyektif; (3) menggunakan metode
AHP yang akan memberikan ranking pemasok sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Analisis dan Perancangan Sistem... (Daniel Kartawiguna; dkk)
779
Usulan Sistem Pendukung Keputusan
Rancangan sistem yang diusulkan untuk digunakan oleh Divisi Power PT Guna Elektro adalah
sebuah sistem pendukung keputusan yang berfungsi untuk membantu manajer dalam mengambil
keputusan dalam menentukan pemasok yang paling sesuai.
Sistem pendukung keputusan ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
yang pada intinya melakukan perhitungan bobot dari kriteria-kriteria yang pada akhirnya akan
menghasilkan alternatif-alternatif terbaik untuk membantu proses pengambilan keputusan. Adapun
sistem yang akan dirancang terdiri dari komponen-komponen yang digambarkan oleh Gambar 5.
Komponen sistem yang akan dikembangkan dapat dijelaskan sebagai berikut. Subsistem
Manajemen Data (Gambar 6) berisi data internal maupun eksternal yang relevan dan dibutuhkan oleh
sistem. Data tersebut dikelola oleh sistem manajemen basis data (DBMS). Subsistem Manajemen
Model merupakan manajemen model yang digunakan oleh sistem. Dalam hal ini model eksternal yang
digunakan adalah Analytic Hierarchy Process atau AHP. Sedangkan aubsistem Antarmuka Pengguna
merupakan komponen yang digunakan oleh user untuk berinteraksi dengan sistem. Dalam hal ini
bahasa pemrograman yang digunakan adalah Visual Basic.NET.
1. Data Supplier Baru
2. Seleksi
OK / Not ?
NOT
OK
3. Input Data
ASL
NOT
4. Evaluasi
OK / Not ?
OK
5. Update Data ASL
6. Seleksi
OK / Not ?
NO
T
OK
7. Supplier Terpilih
Gambar 4. Alur detail proses seleksi pemasok.
Rancangan Subsistem Manajemen Model
Sistem Pendukung Keputusan ini menggunakan model Analytic Hierarchy Process (AHP).
Model AHP digunakan untuk membantu manajer mengambil keputusan untuk memilih pemasok
terbaik (Gambar 7). Ada tujuh kriteria yang digunakan dalam pemilihan pemasok, yaitu: delivery lead
time, on time delivery, quantity, quality, reputation, technical support, dan price.
780
ComTech Vol.3 No. 2 Desember 2012: 774-787
Rancangan Subsistem Manajemen Data
Berikut adalah rancangannya (Gambar 6). Kriteria-kriteria di di bawah ini akan digunakan
dalam pemodelan dengan menggunakan AHP (Tabel 2).
Model AHP
Manajemen Data
Manajemen Model
Data Internal
dan Eksternal
Manajemen Antarmuka
Pengguna
User
Gambar 5. Rancangan sistem.
Data-data kriteria tersebut dengan pengecualian Price akan diperoleh dari nilai evaluasi pemasok
yang dilakukan PT Guna Elektro sebanyak dua kali dalam setahun. Untuk Price, data baru dapat
diperoleh setelah mendapat Quotation atau surat penawaran harga dari pemasok.
Data nilai evaluasi pemasok yang dilakukan perusahaan berskala 1 sampai dengan 5. Nilai
tersebut akan dikonversi ke dalam skala preferensi AHP dengan menggunakan Rumus:
N= Sx2
di mana S adalah selisih nilai evaluasi dua pemasok yang diperbandingkan untuk tiap kriteria.
Contohnya, untuk kriteria quality, pemasok A mempunyai nilai 5 dan pemasok B mempunyai nilai 3,
maka:
N = (5-3) x 2
N= 4
Dengan demikian, skala perbandingan pemasok A terhadap B adalah 4.
Analisis dan Perancangan Sistem... (Daniel Kartawiguna; dkk)
781
Supplier
1..1
Price
-Price_Code : String
-Quotation_Code : String
-Supplier_Code : String
-Item_Name : String
-Item_Category_Code : String
-Date : Date
-Price : String
1..*
-Supplier_Code : String
-Supplier_Name : String
-Address_1 : String
-Address_2 : String
-City : String
-Phone_1 : String
-Phone_2 : String
-Fax : String
-Contact_Person : String
1..1
1..1
Evaluation_Score
1..*
1..1
Supplier_Item
-Supplier_Code : String
-Item_Code : String
1..*
-Evaluation_Code : String
-Supplier_Code : String
-Date : Date
-Delivery Lead Time : Integer
-On Time Delivery : Integer
-Quantity : Integer
-Quality : Integer
-Reputation : Integer
-Technical Support : Integer
1..*
1..1
Item_Category
1..1
-Item_Category_Code : String
-Item_Category_Name : String
-Description : String
-Weight_Code : String
1..*
1..1
Weight_Criteria
-Weight_Code : String
-Delivery Lead Time : Integer
-On Time Delivery : Integer
-Quantity : Integer
-Quality : Integer
-Reputation : Integer
-Technical Support : Integer
-Price : Integer
-Description : Integer
Gambar 6. Rancangan Entity Relationship Diagram.
Pemilihan Supplier
PRC
DLT
OTD
Supplier A
QTY
QLT
Supplier B
RPT
TS
Supplier C
Gambar 7. Hierarki keputusan pemilihan pemasok.
782
ComTech Vol.3 No. 2 Desember 2012: 774-787
Tabel 2
Kriteria Pemilihan Pemasok
Kode Kriteria
PRC
Price
Nama Kriteria
DLT
Delivery Lead Time
OTD
QTY
QLT
REP
TC
On Time Delivery
Quantiy
Quality
Reputation
Technical Support
Keterangan
Harga penawaran yang ditawarkan oleh pemasok
Lamanya waktu dari PO dikeluarkan sampai barang
tersebut sampai di gudang
Ketepatan waktu pengiriman
Kesesuaian jumlah barang saat dikirim
Kualitas barang, jumlah barang cacat/reject
Reputasi pemasok yang bersangkutan
Dukungan Teknis pemasok yang bersangkutan
Rancangan Subsistem Antarmuka Pengguna
Berikut adalah rancangannya (Gambar 8).
Form DataSupplier
Form Data Evaluasi
Supplier
Form
Login
Data
OK
Form Data Item Category
Main Form
Logout
Login
SupplierAnalysis
Form Supplier Analysis
new criteria
Form Criteria Comparison
Choose Criteria
Save
Form Price Comparison
Form Criteria Comparison
Result
Next
Form Graphic Chart
View Graphic
Form Rank ing
Gambar 8. State transition diagram.
Analisis dan Perancangan Sistem... (Daniel Kartawiguna; dkk)
783
Pada sistem SPK yang dikembangkan, masukan untuk perhitungan AHP dikategorikan
menjadi tiga, yaitu: input perbandingan antar kriteria, input perbandingan price antar pemasok
(supplier), dan input perbandingan kriteria lainnya antar pemasok (supplier).
Rancangan Dialog
Tampilan jendela awal yang muncul saat pertama kali program dijalankan adalah jendela login.
Setelah pengguna memasukkan username dan password dan terverifikasi oleh sistem, akan muncul Main
Form dengan pilihan menu File, Menu, Data, dan Help. Pilihan Data untuk melihat master data
sedangkan pada pilihan Menu terdapat sub menu Analysis untuk membuka Form Analysis (Gambar 9).
Dalam form ini, pertama dapat dipilih kategori item, kemudian dipilih dari list, minimal harus dipilih
dua pemasok (supplier) untuk dibandingkan. Setelah itu pengguna harus menentukan bobot kriteria pada
list criteria (Gambar 10), atau dipilih New Criteria untuk membuat perbandingan baru. Pilihan Choose
Criteria akan membuka Form Price Comparison. Form ini berfungi untuk membandingkan antar
criteria. Criteria dapat dipilih dalam combo box lalu set slider digunakan untuk membandingkan setiap
criteria yang kemudian dapat disimpan.
Gambar 9. Formulir Supplier Analysis.
Gambar 10. Criteria Comparison.
Formulir Comparison Result (Gambar 11) menampilkan hasil dari perbandingan kriteria yang
dilakukan sebelumnya. Pengguna bisa menambahkan deskripsi berupa nama atau keterangan dan setelah
itu dapat disimpan. Proses selanjutnya akan kembali pada Formulir Supplier Analysis. Form Price
Comparison (Gambar 12) digunakan untuk melakukan perbandingan harga antar pemasok (supplier).
Angka pembanding untuk tiap supplier-nya harus ditentukan lalu pilih “Next”.
Setelah semua dibandingkan maka akan ditampilkan Form ranking (Gambar 13). Form Ranking
yang akan menampilkan ranking pemasok (supplier) berdasarkan perhitungan AHP yang telah
dilakukan. Jika ingin melihat per kriteria saja maka beri tanda pada checked list box criteria di bagian
tengah form dan dapat ditampilkan chart per pemasok (supplier) dengan memilih View Graphic
(Gambar 14).
784
ComTech Vol.3 No. 2 Desember 2012: 774-787
Gambar 12. Formulir Price Comparison.
Gambar 11. Formulir Comparison Result.
Gambar 13. Formulir Ranking.
Gambar 14. Tampilan grafik.
Formulir Data Item Category (Gambar 15) dapat diakses melalui pilihan menu Data dan
digunakan untuk menampilkan list item category. Dari formulir ini dapat dilakukan input data baru,
mengedit data yang ada, serta menyimpannya atau membatalkannya. Sedangkan, Formulir Data Supplier
(Gambar 16) untuk menampilkan daftar pemasok (list supplier). Di sini juga dapat dilakukan input data
baru, mengedit data yang ada, serta menyimpannya atau membatalkannya. Berikutnya adalah Formulir
Data Evaluasi Supplier untuk menampilkan daftar nilai evaluasi supplier. Dalam form ini juga dapat
dilakukan input data baru, pengubahan data yang ada, dan penyimpanan data.
Hasil akhir analisis ini akan ditampilkan pada Form Hasil Akhir (Gambar 17). Pilihan-pilihan
yang sudah ada dan telah dipilih oleh manajer akan ditampilkan nama, alamat serta bobot setiap kriteria
dari pemasok terpilih dirinci lebih spesifik.
Analisis dan Perancangan Sistem... (Daniel Kartawiguna; dkk)
785
Gambar 15. Formulir Data Item Category.
Gambar 16. Formulir Data Supplier.
Gambar 17. Formulir Data Evaluasi Supplier.
PENUTUP
Dari hasil Analisis dan Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pemasok
Terbaik dari Pemasok yang Tersedia dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Studi Kasus
Divisi Power PT Guna Elektro, telah berhasil dikembangan suatu SPK Pemilihan Pemasok yang
membantu mendukung proses pengambilan keputusan untuk pemilihan pemasok terbaik dari Daftar
Pemasok. Dengan memanfaatkan sistem ini proses pemilihan pemasok terbaik dari Daftar Pemasok
menjadi lebih mudah dan lebih objektif selain itu keluaran sistem ini menghasilkan ranking pemasok
yang tepat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Ini dapat tercapai karena SPK Pemilihan Pemasok
786
ComTech Vol.3 No. 2 Desember 2012: 774-787
yang dikembangkan menggunakan perhitungan AHP berdasarkan harga penawaran, nilai evaluasi, dan
kriteria yang ditetapkan. Dari sisi pengoperasian aplikasi ini oleh pengguna, sistem ini tidak
memerlukan pelatihan khusus bagi pemakai karena dirancang sedemikian sehingga mudah untuk
digunakan. Hanya dengan melihat tampilan-tampilan yang telah dirancang, pengguna dapat langsung
menggunakan aplikasi ini.
Beberapa saran yang dapat diberikan pada studi ini, yaitu SPK Pemilihan Pemasok yang telah
dikembangkan ini sebaiknya terus dievaluasi dan dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi
yang dihadapi oleh perusahaan. Selain itu SPK Pemilihan Pemasok ini sebenarnya dapat diperluas
pengunaannya pada divisi-divisi lain pada perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Saaty, T. L. (1991). Pengambilan Keputusan Seri Manajemen No. 134. Jakarta: Binaman Pressindo.
Saaty, T. L. (2008). Decision Making with the Analytic Hierarchy Process. Int. J. Services Sciences,
1(1): 83-98.
Suryadi, Kadarsah dan Ramadani, M. Ali. (2002). Sistem Pendukung Keputusan: Suatu Wacana
Struktural Idealisasi dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Turban, Efraim, dan Aronson, Jay E. (2004). Decision Support Systems and Intelligent Systems (11st
ed.). Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Analisis dan Perancangan Sistem... (Daniel Kartawiguna; dkk)
787
Fly UP